Anda di halaman 1dari 3

INDEKS PENYAKIT GIGI DAN MULUT

Karies merupakan suatu infeksi jaringan keras gigi yaitu email, dentin dan sementum
yang disebabkan oleh aktivitas suatu jasad renik dan merupakan suatu proses demineralisasi
yang progresif. Proses kerusakan yang dimulai dari email terus ke dentin dan merupakan suatu
penyakit yang berhubungan dengan banyak faktor. Terdapat emapat faktor utama yang berperan
dalam proses terjadinya karies yaitu host, mikroorganisme, substrat dan waktu.Dalam melakukan
sebuah penelitian kadang kala untuk menghitung jumlah karies kita menggunakan indeks karies
gigi. Indeks karies gigi adalah angka yang menunjukkan jumlah karies gigi seseorang atau
sekelompok orang. Berbagai macam indeks karies gigi yang sering digunakan (Chestnutt,2016):
1. Indeks DMF-T (DMF-Teeth) untuk gigi permanen
Decay : Jumlah gigi karies yang tidak ditambal / yang masih dapat ditambal.
Missing : Jumlah gigi yang indikasi untuk dicabut / gigi yang telah hilang karena karies.
Filling : Jumlah gigi yang telah ditambal dan masih baik.
Angka DMF-T menggambarkan banyaknya karies yang diderita seseorang. DMF-T
maksudnya karies dihitung per gigi, artinya gigi yang memiliki karies lebih dari 1 (misal karies
pada gigi molar 1 permanen terdapat karies di oklusal dan di bukal maka karies tetap dihitung
satu). Beda dengan indeks karies DMF-S (Surface) maka karies dihitung perpermukaan, jadi
pada kasus diatas karies/dcay dihitung dua). Pada indeks DMF-T juga tidak membedakan
kedalam karies, misalnya karies superficial, media atau profunda (Aschengrau,2014).
Rumus yang digunakan untuk menghitung DMF-T :
DMF-T = D + M + F
DMF-T rata-rata =

Jumlah D + M + F
Jumlah orang yg diperiksa

Kategori DMF-T menurut WHO :

0,0 1,1 = sangat rendah

1,2 2,6 = rendah

2,7 4,4 = sedang

4,5 6,5 = tinggi

6,6 > = sangat tinggi

2. Indeks def-t untuk gigi sulung


Indeks ini sama dengan DMF-T hanya saja indeks def-t digunakan untuk gigi sulung. e disini
maksudnya eksfoliasi = jumlah gigi sulung yang hilang karena karies atau harus dicabut karena
karies. Namun beberapa penelitian eksofoliasi tidak digunakan df-t karena mencegah
kemungkinan terjadinya kesalahan, sebab apakah karies tersebut benar-benar hilang karena
karies atau bukan. Pada gigi sulung sering kali gigi hilang karena faktor resobsi fisiologis atau
trauma. (Rumus untuk def-t sama dengan yang digunakan pada DMF-T.)(Aschengrau,2014)..

Untuk menghitung prevalensi terjadinya karies dalam suatu populasi :


Prevalensi karies =
Jumlah DMF-T
x 100%
Jumlah orang yang diperiksa

REFERENSI
Chestnutt, I. G. (2016) Dental Public Health at Glance. UK : Wiley Blackwell. p. 10. [online]
Available from: https://books.google.co.id/. Accessed: 3rd May 2016.
Aschengrau, Ann & Seage, G. R. (2014) Essentials of Epidemiology in Public Health. USA:
Jones & Bartlett Learning. 3rd ed. p. 48-49. [online] Available from: https://books.google.co.id/.
Accessed: 3rd May 2016.