Anda di halaman 1dari 10

KOMUNIKASI DALAM KEPERAWATAN

Kelompok 4
Anggota:

1. Emmy Fuji Astuti


2. Santi
3. Sisca Ayu Vamela

Dosen Pembimbing: Hj. Ismar Agustin, S. Kp., M. Kes

Politeknik Kesehatan Palembang


Jurusan Keperawatan
2015

PRE DAN POST CONFERENCE


Konfrensi (Conference)
Berkomunikasi

merupakan

salah

satu

fungsi

pokok

manajemen khususnya pengarahan. Setiap orang berkomunikasi


dalam suatu organisasi. Komunikasi yang kurang baik dapat
mengganggu kelancaran organisasi dalam mencapai tujuan
organisasi. Komunikasi adalah proses tukar-menukar pikiran,
perasaan, pendapat, dan saran yang terjadi antara dua manusia
atau lebih yang bekerjasama. Beberapa bentuk komunikasi di
ruang MPKP (Model Praktik Keperawatan Profesional) yaitu salah
satunya adalah Konfrensi.
Pengertian Konfrensi (Conference)
Konfrensi merupakan pertemuan tim yang dilakukan setiap
hari. Konfrensi dilakukan setelah melakukan operan dinas sore
atau malam sesuai dengan jadwal dinas PP. Konfrensi sebaiknya
dilakukan

ditempat

tersendiri

sehingga

dapat

mengurangi

gangguan dari luar.


Konfrensi bertujuan:
1. Membahas masalah setiap klien berdasarkan renpra yang
telah dibuat oleh PP;
2. Menetapkan klien yang menjadi tanggung jawab masing
masing PA;
3. Membahas rencana tindakan keperawatan untuk setiap
klien pada hari itu Rencana tindakan didasarkan pada
renpra yang ditetapkan oleh PP;
4. Mengidentifikasi tugas PA untuk setiap klien yang menjadi
tanggung jawabnya.

Kegiatan dalam Konfrensi:


1. Keadaan Umum Klien
2. Keluhan Utama
3. TTV dan Kesadaran
4. Hasil pemeriksaan Laboratorium/diagnostik terbaru
5. Masalah Keperawatan
6. Renpra hari ini
7. Perubahan terapi medis
8. Rencana Medis
Perawat

Primer

mendiskusikan

dan

mengarahkan

Perawat

Asosiet tentang masalah yang terkait dengan keperawatan klien


meliputi:
1. Keluhan klien yang terkait dengan pelayanan, seperti:
keterlambatan, kesalahan pemberian makan, kebisingan
pengunjung lain, ketidakhadiran dokter yang dikonsulkan.
2. Ketepatan pemberian infus
3. Ketepatan pemantauan asupan haluaran cairan (I/O )

4. Ketepatan pemberian oral atau injeksi


5. Ketepatan pelaksanaan tindakan lain
6. Ketepatan Dokumentasi.

Konfrensi terbagi atas 2 bagian yaitu:


a.

Pre-Conference yaitu komunikasi ketua tim

dan perawat

pelaksana setelah selesai operan untuk rencana kegiatan pada


shift

tersebut yang dipimpin oleh

pada shift tersebut


ditiadakan.

Ketua tim. Jika yang dinas

hanya satu orang, maka pre-conference

Isi pre-conference adalah rencana tiap perawat

(rencana harian) dan tambahan rencana dari Ketua tim.


b.
Post-conference yaitu komunikasi Ketua tim dan perawat
pelaksana tentang hasil kegiatan sepanjang shift dan sebelum
operan kepada shift berikutnya. Isi postconference adalah: hasil
askep tiap perawat dan hal penting untuk operan (tindak lanjut).
Post-conference dipimpin oleh Ketua tim.
Tabel I. 18. Pedoman Pre Conference
PEDOMAN PRE CONFERENCE
Waktu Kegiatan
: setelah operan
Tempat
: meja masing-masing tim
Penanggung jawab
: Ketua Tim/PJ tim

1.
2.

Kegiatan:
Katim/PJ tim membuka acara dengan salam
Katim/PJ tim menanyakan rencana harian masing-masing

perawat pelaksana
3.
Katim/PJ tim memberikan masukan dan tindak lanjut terkait
4.
5.

dengan asuhan yang diberikan saat itu.


Katim/PJ tim memberikan reinforcemen
Katim/PJ tim menutup acara

Tabel I. 19. Pedoman Post Conference


PEDOMAN POST CONFERENCE
Waktu Kegiatan
: sebelum operan ke dinas berikut
Tempat
: meja masing-masing tim
Penanggung jawab
: Ketua Tim
Kegiatan:
1.
Ketua tim membuka acara dengan salam
2.
Ketua tim menanyakan hasil asuhan masing-masing pasien
3.
Ketua tim menanyakan kendala dalam asuhan yang telah
diberikan.
4.
Ketua tim menanyakan tindak lanjut asuhan pasien yang
5.

harus dioperkan kepada perawat shift berikutnya.


Ketua tim menutup acara

Evaluasi Pelaksanaan Aktivitas komunitas di MPKP


Aktivitas komunikasi di MPKP dievaluasi oleh seluruh staf perawat
MPKP. Evaluasi dilakukan sekali tiap bulan dengan menggunakan
format sesuai tabel I. 20.
Tabel I.20. Instrumen Evaluasi Aktivitas Komunikasi
Petunjuk
Jawablah pertanyaan berikut ini dengan memberi tanda pada
kolom sebelah masing-masing pernyataan pada kolom skor:

4
3
2
1

jika
jika
jika
jika

anda
anda
anda
anda

Selalu melaksanakan isi pernyataan;


Sering melaksanakan isi pernyataan;
Kadang-kadang melaksanakan isi pernyataan;
Tidak pernah melaksanakan isi pernyataan.

No

Kriteria

Skor
4

Operan dilaksanakan setiap pergantian

dinas
Pre Conference dilakukan di tiap tim

sebelum mulai dinas


Post Conference dilakukan setelah

selesai memberikan asuhan di tiap tim


Sub total
Total
Nilai Aktivitas Komunikasi = total skor/12 di kali 100
Tujuan pre conference:
1. Membantu untuk mengidentifikasi masalah-masalah
pasien, merencanakan asuhan dan merencanakan evaluasi
hasil,
2. Mempersiapkan hal-hal yang akan ditemui di lapangan,
3. Memberikan kesempatan untuk berdiskusi tentang keadaan
pasien.
Tujuan post conference:
Untuk memberikan kesempatan mendiskusikan penyelesaian
masalah dan membandingkan masalah yang dijumpai.
Syarat Pre dan Post Conference:
a. Pre conference dilaksanakan sebelum pemberian asuhan
keperawatan dan post conference dilakukan sesudah pemberian
asuhan keperawatan

b. Waktu efektif yang diperlukan 10 atau 15 menit


c.

Topik yang dibicarakan harus dibatasi, umumnya tentang


keadaan pasien, perencanaan tindakan rencana dan data-data
yang perlu ditambahkan

d. Yang terlibat dalam conference adalah kepala ruangan, ketua tim


dan anggota tim
Adapun panduan bagi PP dalam melakukan konferensi
adalah sebagai
berikut:
1. Konferensi dilakukan setiap hari segera setelah dilakukan
pergantian dinas pagi atau sore sesuai dengan jadwal
perawatan pelaksana,
2. Konferensi dihadiri oleh perawat pelaksana dan PA dalam
timnya masing masing,
3. Penyampaian perkembangan dan masalah klien
berdasarkan hasil evaluasi kemarin dan kondisi klien yang
dilaporkan oleh dinas malam.
Perawat pelaksana mendikusikan dan mengarahkan
perawat asosiet tentang masalah yang terkait dengan
perawatan klien yang meliputi:
a. Klien yang terkait dengan pelayanan seperti:
keterlambatan, kesalahan pemberian makan, kebisikan
b.
c.
d.
e.
f.
g.
h.

pengunjung lain, kehadiran dokter yang dikonsulkan.


Ketepatan pemberian infuse.
Ketepatan pemantauan asupan dan pengeluaran cairan.
Ketepatan pemberian obat / injeksi.
Ketepatan pelaksanaan tindakan lain,
Ketepatan dokumentasi.
Mengiatkan kembali standar prosedur yang ditetapkan.
Mengiatkan kembali tentang kedisiplinan, ketelitian,
kejujuran dan kemajuan masing masing perawatan
asosiet.

i. Membantu perawatan asosiet menyelesaikan masalaah


yang tidak dapat diselesaikan.

Tuntutan yang harus dipenuhi dalam pelaksanaan pre dan


post konferens adalah sebagai berikut :
a. Tujuan yang telah di buat dalam konferens seharusnya di
konfirmasikan terlebih dahulu..
b. Diskusikan yang di lakukan seharusnya merefleksikan prinsipprinsip kelompok yang dinamis.
c. Instruktur klinis memiliki peran dalam kelangsungan diskusi
dengan berpegang kepada fokus yang di bicarakan, tanpa
mendomisilinya dan memberikan umpan balik yang di perlukan
secara tepat.
d. Instruktur klinis harus memberikan penekanan-penekanan
pada poin-poin penting selama diskusi berlansung.
e. Atmosfer diskusi seharusnya mendukung bagi partisipasi
kelompok, mengandung keinginan anggota diskusi untuk
memberikan responsnya dan menerima pendapat atau
pandangan yang berbedauntuk selanjutnya mencari
persamaannya.
f. Besar kelompok seharusnya di batasi 10-12 orang untuk
memelihara pertukaran ide-ide pemikiran yang ade kuat di
antara mereka.
g. Usahakan antara anggota kelompok dapat bertatapan
langsung ( face to face).
h. Pada kesimpulan akhir dari konferens, ringkasan dan
kesimpulan seharusnya berikan oleh instruktur klinis atau siswa
dengan mengacu pada tujuan pembelajaran dan sifat
applicability pada situasi dan kondisi yang lain.

Kegiatan ketua tim pada fase pre dan post konfrens


1. Fase pre konfre
a. Ketua tim atau Pj tim membuka acara
b. Ketua tim atau pj tim menanjakan rencana harian masing
masing perawat pelaksana
c. Ketua tim atau Pj tim memberikan masukan dan tindakan
lanjut terkait dengan asuhan yang diberikan saat itu.
d. Ketua tim atau Pj tim memberikan reinforcement.
e. Ketua tim atau Pj tim menutup acara
2. Fase post konfre
a. Ketua tim atau Pj tim membuka acara.
b. Ketua tim atau Pj tim menanyakan kendala dalam asuhan
yang telah diberikan.
c. Ketua tim atau Pj tim yang menanyakan tindakan lanjut
asuhan klien yang harus dioperkan kepada perawat shift
berikutnya.
d. Ketua tim atau Pj menutup acara.
Hal-hal yang di sampaikan oleh ketua tim
1. Ketua tim mendikusikan dan mengarahkan perawat asosiet
tentang masalah yang terkait dengan perawatan klien yang
meliputi:
a. Klien yang terkait dengan pelayanan seperti :
keterlambatan, kesalahan pemberian makan,
kebisikan pengunjung lain, kehadiran dokter yang
dikonsulkan.
b. Ketepatan pemberian infuse.

c. Ketepatan pemantauan asupan dan pengeluaran


d.
e.
f.
g.

cairan.
Ketepatan pemberian obat / injeksi.
Ketepatan pelaksanaan tindakan lain,
Ketepatan dokumentasi.
Mengiatkan kembali standar prosedur yang
ditetapkan.

2. Mengiatkan kembali tentang kedisiplinan, ketelitian, kejujuran


dan kemajuan masing masing perawatan asosiet.
3. Membantu perawatan asosiet menyelesaikan masalaah yang
tidak dapat diselesaikan.

DAFTAR PUSTAKA
http://nursekangjo.blogspot.com/2013/04/pre-dan-postconference-dalam-mpkp.html
http://profesikeperawataners.blogspot.com/2014/02/konfrensiconference.html