Anda di halaman 1dari 2

E.

MEKANNISME PERLEKATAN
Sifat dasar yang dimiliki oleh porselen yang memungkinkan terbentuknya restorasi PFM
adalah adanya ikatan antara porselen dan logam. Tanpa ikatan ini , porselen akan cepat rusak
didalam mulut karna rapuh. Sehingga ikatan yang baik antara porselen dan logam alah sangat di
perlukan. Beberapa faktor yang mengontrol perikatan metal-keramik adalah: pembentukan ikatan
kimia yang kuat, mekanik interlocking antara dua bahan, dan tegangan sisa.
Teori ikatan logam-keramik dahulunya dibagi menjadi dua kelompok:

1. Ikatan kimia melalui permukaan logam-porselen.


Antara permukaan porselen dan metal terdapat pelekat berupa lapisan oksida yang penting
untuk menghasilkan ikatan yang baik. Pada base metal melalui choramic oxide sedangkan
pada nobel metal melalui tin oxide dan iridium oxside.

2. Penguncian mekanis antara porselen dan logam.


Antara permukaan porselin dan metal terdapat nodul-nodul.
(Manapalllil, 2003)
Walaupun ikatan kimia umumnya dianggap berperan pada perlekatan logam-porselen, bukti
yang ada menunjukan bahwa untuk sebagian sistem kecil, mekanis interlocking memberikan
ikatan utama.
Pembentukan oksida pada permukaan logam berperan pada pembentukan ikatan yang kuat.
Logam mulia yang tahan terhadap oksidasi harus di tambahkan elemen-elemen yang mudah
teroksidasi seperti irdium dan timah. Logam paduan dasar mengandung unsur-unsur seperti
nikel, krom dan berilium yang mudah membentuk oksida selama degassing sehingga harus
diperhatikan untuk menghindari pembentukan oksida yang terlalu tebal.
Secara teoritis dan praktis, kekasaran, atau topography dari permukaan keramik-metal
mempunyai peranan penting dalam perikatan. Ceramik menembus kepermukaan logam kasar
sehingga dapat terjadi mekanik interlocking dengan logam yang meningkatkan perikatan.
Perluasan daerah dengan permukaan kasar juga menyediakan lebih banyak ruang untuk
terbentuknya ikatan kimia. Namun permukaan kasar juga dapat mengurangi perikatan jika
keramik tidak menembus sampai permukaan dan terdapat ronggapada permukaan.