Anda di halaman 1dari 13

TUGAS REFRAT

PRAKTIKUM PATOLOGI
KLINIK
KELAINAN EKSTRAPULMONER YANG
MENYEBABKAN TERBENTUKNYA

TRANSUDAT DAN EKSUDAT

Disusun Oleh:
WAFIQ ARIF

J500140114

FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH
SURAKARTA
2016
PENDAHULUAN
Transudat adalah cairan dalam ruang interstitial yang terjadi hanya sebagai
akibat tekanan hidrostatik atau turunnya protein plasma intravascular yang
meningkat (tidak disebabkan proses peradangan/inflamasi). Berat jenis transudat
pada umumnya kurang dari 1.012 yang mencerminkan kandungan protein yang
rendah. Contoh transudat terdapat pada wanita hamil dimana terjadi penekanan
dalam cairan tubuh.
Transudat merupakan discharge patologis, merupakan serum darah yang
merembes keluar dari pembuluh-pembuluh kapiler ke dalam sela-sela jaringan
atau rongga badan, tanpa radang.
Kelainan-kelainan yang dapat menimbukan transudat (Regina, 2011):
1)
2)
3)
4)
5)
6)
7)
8)

Penurunan tekanan osmotic plasma karena hipoalbuminemi


Sindroma nefrotik
Sirosis hepatis
Peningkatan retensi Natrium dan air
Penggunaan natrium dan air yang meningkat
Penurunan ekskresi Natrium dan air (contoh : gagal ginjal)
Meningkatnya tekanan kapilaer / vena
Kegagalan jantung, obstruksi vena porta, perikarditis constrictif, obstruksi
limfe.

Eksudat adalah cairan radang ekstravaskular dengan berat jenis tinggi


(diatas 1.020) dan seringkali mengandung protein 2-4 mg % serta sel-sel darah
putih yang melakukan emigrasi. Cairan ini tertimbun sebagai akibat permeabilitas
vascular (yang memungkinkan protein plasma dengan molekul besar dapat
terlepas), bertambahnya tekanan hidrostatik intravascular sebagai akibat aliran
lokal yang meningkat pula dan serentetan peristiwa rumit leukosit yang
menyebabkan emigrasinya.

Tugas Refrat Praktikum Patologi Klinik Disusun Oleh: Wafiq Arif


(J500140114)

Eksudat merupakan substansi yang merembes melalui dinding vasa ke


dalam jaringan sekitarnya pada radang, berupa nanah.
Jenis-Jenis Eksudat (Regina, 2011):
1) Eksudat non seluler
a. Eksudat serosa
Pada beberapa keadaan radang, eksudat hampir terdiri dari cairan dan zat-zat
yang terlarut dengan sangat sedikit leukosit. Eksudat serosa pada dasarnya
terdiri dari protein yang bocor dari pembuluh-pembuluh darah yang permiable
dalam daerah radang bersama-sama dengan cairan yang menyertainya. Contoh
eksudat serosa yang paling dikenal adalah cairan luka melepuh.
b. Eksudat fibrinosa
Eksudat fibrinosa terbentuk jika protein yang dikeluarkan dari pembuluh
terkumpul pada daerah peradangan yang mengandung banyak fibrinogen.
Contoh pada penderita pleuritis akan merasa sakit sewaktu bernafas, karena
terjadi pergesekan sewaktu mengambil nafas.
c. Eksudat musinosa (Eksudat kataral)
Jenis eksudat ini hanya dapat terbentuk diatas membran mukosa, dimana
terdapat sel-sel yang dapat mengsekresi musin. Jenis eksudat ini berbeda
dengan eksudat lain karena eksudat ini merupakan sekresi sel bukan dari
bahan yang keluar dari aliran darah. Contoh eksudat musin yang paling
dikenal dan sederhana adalah pilek yang menyertai berbagai infeksi
pemafasan bagian atas.
2) Eksudat Seluler ( Eksudat netrofilik)
Eksudat yang mungkin paling sering dijumpai adalah eksudat yang terutama
terdiri dari neutrofil polimorfonuklear dalam jumlah yang begitu banyak.
Eksudat neutrofil semacam ini disebut purulen. Eksudat purulen sangat sering
terbentuk akibat infeksi bakteri.
3) Eksudat Campuran
Sering terjadi campuran eksudat seluler dan nonseluler dan campuran ini
dinamakan sesuai dengan campurannya.Jika terdapat eksudat fibrino-purulen
yang terdiri dari fibrin dan neutrofil polimorfonuklear, eksudat mukopurulen,
yang terdiri dari musin dan neutrofil, eksudat serofibrinosa dan sebagainya.

Tugas Refrat Praktikum Patologi Klinik Disusun Oleh: Wafiq Arif


(J500140114)

Perbedaan transudat dan eksudat


Parameter
Makros

Transudat

Eksudat

- Serous jernih, kadang agak keruh - Serous,


serofibrinous,
- Tidak mudah membeku
seropurulen, purulen atau
hemorargis
- Mudah membeku

BJ

<1,1016

>1,1016

Bakteri

Jarang terdapat

Sering didapat : streptococus,


staphilococcus, pneumococcus,
actinomyces

Sel

Sedikit (<500 sel/ml)

Banyak (>500 sel/ml)

Protein

< 3 gr%

> 3 gr%

Glukosa

Sesuai kadar gula darah

Lebih rendah dari kadar gula


darah karena banyak bakteri

Tugas Refrat Praktikum Patologi Klinik Disusun Oleh: Wafiq Arif


(J500140114)

EFUSI PLEURA
DEFINISI :
Efusi pleura adalah adanya penumpukan cairan dalam rongga (kavum)
pleura yang melebihi batas normal. Dalam keadaan normal terdapat 10-20 cc
cairan.

KLASIFIKASI:

Efusi pleura transudativa, biasanya disebabkan oleh suatu kelainan pada


tekanan normal di dalam paru-paru. Jenis efusi transudativa yang paling
sering ditemukan adalah gagal jantung kongestif.
Efusi pleura eksudativa terjadi akibat peradangan pada pleura, yang

seringkali disebabkan oleh penyakit paru-paru. Kanker, tuberkulosis dan


infeksi paru lainnya, reaksi obat, asbetosis dan sarkoidosis merupakan
beberapa contoh penyakit yang bisa menyebabkan efusi pleura eksudativa.

ETIOLOGI :
1

Hambatan reabsorbsi cairan dari rongga pleura, karena adanya bendungan


seperti pada dekompensasi kordis, penyakit ginjal, tumor mediastinum,
dan sindroma vena cava superior.

Tugas Refrat Praktikum Patologi Klinik Disusun Oleh: Wafiq Arif


(J500140114)

Pembentukan cairan yang berlebihan, karena radang (tuberculosis,


pneumonia, virus, bronkiektasis, abses amuba subfrenik yang menembus
ke rongga pleura), karena tumor dan trauma.

PATOGENESIS :
Efusi pleura terjadi karena tertimbunnya cairan pleura secara berlebihan
sebagai akibat transudasi (perubahan tekanan hidrostatik dan onkotik) dan
eksudasi (perubahan permeabilitas membran) pada permukaan pleura seperti
terjadi pada proses infeksi dan neoplasma. Pada keadaan normal ruangan
interpleura terisi sedikit cairan untuk sekedar melicinkan permukaan kedua pleura
parietalis dan viseralis yang saling bergerak karena pernapasan. Cairan disaring
keluar pleura parietalis yang bertekanan tinggi dan diserap oleh sirkulasi di pleura
viseralis yang bertekanan rendah. Di samping sirkulasi dalam pembuluh darah,
pembuluh limfe pada lapisan sub epitelial pleura parietalis dan viseralis
mempunyai peranan dalam proses penyerapan cairan pleura tersebut. Jadi
mekanisme yang berhubungan dengan terjadinya efusi pleura pada umumnya
ialah kenaikan tekanan hidrostatik dan penurunan tekanan onkotik pada sirkulasi
kapiler, penurunan tekanan kavum pleura, kenaikan permeabilitas kapiler dan
penurunan aliran limfe dari rongga pleura. Sedangkan pada efusi pleura
tuberkulosis terjadinya disertai pecahnya granuloma di subpleura yang diteruskan
ke rongga pleura.

PATOFISIOLOGI :

Tugas Refrat Praktikum Patologi Klinik Disusun Oleh: Wafiq Arif


(J500140114)

Dalam keadaan normal rongga pleura mengandung kurang lebih 10-20 ml


cairan dengan konsentrasi protein rendah, terdapat di antara pleura viseralis dan
parietalis yang berfungsi sebagai pelicin agar gerakan kedua pleura tidak
terganggu. Cairan ini dibentuk oleh kapiler pleura parietalis dan direabsorsi oleh
kapiler dan pembuluh getah bening pleura viseralis. Keseimbangan ini tergantung
pada tekanan hidrostatik, dan direabsorpsi oleh kapiler dan pembuluh getah
bening pleura dan penyaluran cairan pleura oleh saluran getah bening. Pada
keadaan patologis rongga pleura dapat menampung beberapa liter cairan dan
udara. Efusi pleura dapat timbul bila terjadi peningkatan tekanan hidrostatik
sistemik, penurunan tekanan osmotik koloid darah akibat hipoproteinemia,
kerusakan dinding pembuluh darah atau dalam rongga pleura pada atelektasis
yang luas, gangguan penyerapan kembali carian pleura oleh saluran pembuluh
getah bening, hipersensitif terhadap tuberkuloprotein, robeknya pembuluh darah
atau saluran getah bening dan carian asites dapat mengalir melalui pembuluh
getah bening diafragma atau defeks makroskopik pada diafragma.

GEJALA KLINIS :
Berat ringannya gejala klinik tergantung oleh jumlah cairan dan kecepatan
pembentukan cairan dirongga pleura. Timbulnya cairan dimulai dengan rasa sakit
karena pergesekan, setelah cairan cukup banyak rasa sakit hilang. Bila cairan
banyak, prenderita akan sesak napas.
Didapati gejala-gejala penyakit penyebab seperti panas tinggi (biasanya
oleh kokus), subfebril (tuberculosis), banyak keringat, batuk, banyak riak.

Tugas Refrat Praktikum Patologi Klinik Disusun Oleh: Wafiq Arif


(J500140114)

PEMERIKSAAN FISIK:
Dalam keadaan berbaring dan duduk akan berlainan, karena cairan akan berpindah
tempat. Bagian yang sakit akan kurang bergerak dalam pernapasan, fremitus
melemah, pada perkusi didapati daerah
pekak.

PEMERIKSAAN PENUNJANG:

Radiologi

Pada

permulaan

menghilangnya

sudut

didapati
kostofrenik.

Bila cairan lebih dari 300 ml, akan


terlihat cairan dengan permukaan
melengkung.

Mungkin

terdapat

pergeseran mediastinum.

Tugas Refrat Praktikum Patologi Klinik Disusun Oleh: Wafiq Arif


(J500140114)

CT scan dada

CT

scan

dengan

jelas

menggambarkan paru-paru dan


cairan dan bisa menunjukkan
adanya pneumonia, abses paru
atau tumor.

USG dada

Tugas Refrat Praktikum Patologi Klinik Disusun Oleh: Wafiq Arif


(J500140114)

USG bisa membantu menentukan lokasi dari pengumpulan cairan yang


jumlahnya sedikit, sehingga bisa dilakukan pengeluaran cairan.

Torakosentesis
Penyebab dan jenis dari efusi pleura biasanya dapat diketahui dengan
melakukan pemeriksaan terhadap contoh cairan yang diperoleh melalui
torakosentesis

(pengambilan

cairan

melalui

sebuah

jarum

yang

dimasukkan diantara sela iga ke dalam rongga dada dibawah pengaruh


pembiusan lokal).

Biopsi
Jika dengan torakosentesis tidak dapat ditentukan penyebabnya, maka
dilakukan biopsi, dimana contoh lapisan pleura sebelah luar diambil untuk
dianalisa. Pada sekitar 20% penderita, meskipun telah dilakukan
pemeriksaan menyeluruh, penyebab dari efusi pleura tetap tidak dapat
ditentukan.

Analisa cairan pleura

Bronkoskopi
Bronkoskopi kadang dilakukan untuk membantu menemukan sumber
cairan yang terkumpul.

DIFFERENTIAL DIAGNOSIS EFUSI PLEURA:


1. Tumor paru

Tugas Refrat Praktikum Patologi Klinik Disusun Oleh: Wafiq Arif


(J500140114)

Sinus tidak terisi

Permukaan tidak concaf tetapi sesuai bentuk tumor

Bila tumor besar dapat mendorong jantung

2. Pneumonia

Batas atas rata / tegas sesuai dgn bentuk lobus

Sinus terisi paling akhir

Tidak tampak tanda pendorongan organ

Air bronchogram ( + )

PENGOBATAN
Jika jumlah cairannya sedikit, mungkin hanya perlu dilakukan pengobatan
terhadap penyebabnya. Jika jumlah cairannnya banyak, sehingga menyebabkan
penekanan maupun sesak nafas, maka perlu dilakukan tindakan drainase
(pengeluaran cairan yang terkumpul).
Cairan bisa dialirkan melalui prosedur torakosentesis, dimana sebuah
jarum (atau selang) dimasukkan ke dalam rongga pleura. Torakosentesis biasanya
dilakukan untuk menegakkan diagnosis, tetapi pada prosedur ini juga bisa
dikeluarkan cairan sebanyak 1,5 liter.
Jika jumlah cairan yang harus dikeluarkan lebih banyak, maka dimasukkan
sebuah selang melalui dinding dada.
Pada empiema diberikan antibiotik dan dilakukan pengeluaran nanah.
Jika nanahnya sangat kental atau telah terkumpul di dalam bagian fibrosa, maka
pengaliran nanah lebih sulit dilakukan dan sebagian dari tulang rusuk harus

Tugas Refrat Praktikum Patologi Klinik Disusun Oleh: Wafiq Arif


(J500140114)

diangkat sehingga bisa dipasang selang yang lebih besar. Kadang perlu dilakukan
pembedahan untuk memotong lapisan terluar dari pleura (dekortikasi).
Pada tuberkulosis atau koksidioidomikosis diberikan terapi antibiotik
jangka panjang. Pengumpulan cairan karena tumor pada pleura sulit untuk diobati
karena cairan cenderung untuk terbentuk kembali dengan cepat.
Pengaliran cairan dan pemberian obat antitumor kadang mencegah
terjadinya pengumpulan cairan lebih lanjut.
Jika pengumpulan cairan terus berlanjut, bisa dilakukan penutupan rongga
pleura. Seluruh cairan dibuang melalui sebuah selang, lalu dimasukkan bahan
iritan (misalnya larutan atau serbuk doxicycline) ke dalam rongga pleura. Bahan
iritan ini akan menyatukan kedua lapisan pleura sehingga tidak lagi terdapat ruang
tempat pengumpulan cairan tambahan.
Jika darah memasuki rongga pleura biasanya dikeluarkan melalui sebuah
selang. Melalui selang tersebut bisa juga dimasukkan obat untuk membantu
memecahkan bekuan darah (misalnya streptokinase dan streptodornase). Jika
perdarahan terus berlanjut atau jika darah tidak dapat dikeluarkan melalui selang,
maka perlu dilakukan tindakan pembedahan.
Pengobatan untuk kilotoraks dilakukan untuk memperbaiki kerusakan
saluran getah bening. Bisa dilakukan pembedahan atau pemberian obat antikanker
untuk tumor yang menyumbat aliran getah bening.

Tugas Refrat Praktikum Patologi Klinik Disusun Oleh: Wafiq Arif


(J500140114)

DAFTAR PUSTAKA

Palmer. 1995. Petunjuk membaca foto untuk dokter umum. EGC :

Jakarta.
Patel R, Pradip. 2006. Lecture notes radiologi. EMS : Jakarta
Rasad, Sjahriar. 2005. Radiologi Diagnostik. Edisi ke-2. Balai penerbit

FKUI : Jakarta
Sudoyo, Aru W, dkk. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. Edisi IV.
Jakarta: Pusat Penerbitan Ilmu Penyakit Dalam FK UI

emedicine.medscape.com/article/299959-overview
http://www.kalbe.co.id/files/cdk/files/15EfusiPleura99.pdf/15EfusiPleura99.html
http://en.wikipedia.org/wiki/Pleural_effusion
http://www.nlm.nih.gov/medlineplus/ency/article/000086.htm

Tugas Refrat Praktikum Patologi Klinik Disusun Oleh: Wafiq Arif


(J500140114)