Anda di halaman 1dari 5

KELUARGA ANAK USIA SEKOLAH ANEMIA

KOMUNITAS 1

oleh
KELOMPOK 9

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN


UNIVERSITAS JEMBER
2015

KELUARGA ANAK USIA SEKOLAH ANEMIA

KOMUNITAS 1

Oleh
Eka Putri Widyaningtyas

142310101047

Fitri Aditya S.

142310101104

M. Fakhrur Rozsy

142310101074

Ida Purwati

142310101095

Sofi Fitria Santoso

142310101019

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN


UNIVERSITAS JEMBER
2015

BAB 1.PEMBAHASAN

1.1 Tahap Penjajakan


Adanya ancaman kesehatan, kurang/ tidak sehat dan krisis

1. Ancaman kesehatan adalah keadaan-keadaan yang dapat memungkinkan penyakit,


kecelakaan atau kegagalan dalam mencapai potensi kesehatan contoh :
a. Riwayat penyakit keturunan dari keluarga seperti gagal jantung
b. Ketularan penyakit seperti infeksi malaria
c. Masalah gizi : kekurangan satu atau lebih zat gizi esensial (zat besi, asam
folat, B12) yang digunakan dalam pembentukan sel- sel darah merah.
erkurangnya kejenuhan transferin, berkurangnya jumlah protoporporin
yang diubah menjadi heme dan dikuti dengan menurunya ka dar feritinin
serum
d. Resiko Kecelakaan : resiko jatuh, resiko kebakaran, tangga yang rusak,
benda tajam.
e. Faktor-faktor yang menimbulkan tekanan : hubungan orang tua dengan
anak yang tidak baik sehingga menimbulkan stres bagi anak, akibatnya
anak mudah mengalami anemia.
f. Suasana dalam keluarga yang tidak harmonis : adanya percecokan
anggota-anggota

keluarga

yang

tidak

terselesaikan,

sehingga

menimbulkan stress pada anak.


2. Kurang/tidak sehat adalah kegagalan dalam memelihara kesehatan
a. Anak sakit, pada anak dengan anemia cenderung mengalami penurunan
kondisi fisik seperti cepat lelah, lesu, menurunnya selera makan, sering
pusing, dan anak dengan anemia lebih rentan terkena infeksi, karena
turunnya pertahanan kekebalan tubuh.
b. pertumbuhan dan perkembangan mereka yang terhambat seperti
perkembangan mental, intelektual dan kemampuan kognitif anak
terhambat.

1.2 Tahap Penjajakan 2


1.3 Jenis masalah
Beberapa jenis masalah dalam keluarga yang sering muncul adalah:
1. Tingkat Pendapatan keluarga

Pendapatan keluarga merupakan faktor yang paling menentukan kuantitas dan kualitas
makanan, sehingga rendahnya pendapatan akan mempengaruhi rendahnya daya beli.
Pendapatan keluarga yang memadai akan menunjang tumbuh kembang anak karena
orang tua itu dapat menyediakan semua kebutuhan anak baik primer maupun
sekunder. Pendapatan atau penghasilan yang kecil tidak dapat memberi cukup makan
pada anggota keluarga, sehingga kebutuhan keluarga tidak tercukupi ( Depkes RI,
2010).
2. Tingkat Pengetahuan
Pengetahuan atau kognitif merupakan domain yang sangat penting dalam membentuk
tindakan seseorang dari pengalaman dan penelitian terbukti bahwa perilaku yang
didasari oleh pengetahuan lebih langgeng dari pada perilaku yang tidak didasari oleh
pengetahuan ( Notoatmodjo, 2005 ).
3. Pelayanan Kesehatan
Pelayanan kesehatan merupakan akses atau keterjangkauan anak dan keluarga
terhadap upaya pencegahan penyakit dan pemeliharaan kesehatan seperti penyuluhan
kesehatan dan gizi serta sarana kesehatan yang baik seperti posyandu, puskesmas dan
rumah sakit ( Depkes, 2005)
1.4 Cara memprioritaskan masalah
1.5 Pengukuran bobot masalah