Anda di halaman 1dari 51

BAB I

PENDAHULUAN
A. Pelaksanaan
Praktikum dilaksanakan pada:
Hari

: Minggu-Rabu

Tanggal

: 11-14 Januari 2015

Tempat

: Desa Sewukan, Dukun, Magelang Jawa Tengah

B. Tujuan Praktikum
1. Mahasiswa mengetahui pengetahuan tanah, yang meliputi profil tanah,
jenis tanah dan peruntukannya untuk budidaya tanaman
2. Mahasiswa mengetahui pengetahuan dasar budidaya tanaman pangan dan
hortikultura
3. Mahasiswa dapat melakukan observasi kegiatan budidaya tanaman pada
tingkat petani dengan metode pengamatan langsung
4. Mahasiswa mengetahui kehidupan sosial ekonomi masyarakat tani dan
melakukan observasi
5. Mahasiswa mengetahui kegiatan pertanian dalam skala industri
C. Latar Belakang
Indonesia merupakan negara yang letaknya berada pada garis khatulistiwa
sehingga memiliki iklim yang tropis oleh karena itu Indonesia

memiliki

sumber daya alam yang tinggi. Selain terletak pada garis khatulistiwa, sinar
matahari yang cukup, tingkat kelembaban udara yang ideal, serta masyarakat
yang sangat mencintai keanekaragaman hayati menjadikan negara Indonesia
menjadi negara agraris.
Seiring dengan berjalannya waktu, populasi manusia dibumi menjadi lebih
banyak dibanding sebelumnya hingga membuat pasokan permintaan bahan
pangan semakin banyak. Dengan demikian petani-petani diharapkan dapat
bekerja keras untuk mendapatkan bahan pangan yang memadai. Tidak hanya
petani-petani yang ada di Indonesia tetapi seluruh petani yang ada didunia.
Dengan demikian pasokan bahan pangan akan tercukupi.

Pengenalan pertanian merupakan salah satu cara untuk mengenalkan pertanian


pada generasi muda. Kegiatan yang dimaksud yaitu pengenalan profil tanah,
jenis tanah, kesusaian lahan, pengenalan tahap pra produksi yaitu berupa
pengolahan tanah, kebutuhan sarana produksi, dan teknik budidayanya.
Sedangkan pengenalan tahap produksi berupa pemeliharaan, identifikasi
agroklimat, pengamatan pertumbuhan, serta gejala penyimpangan, pasca
panen, pemasaran serta pengelolaan usaha yang terkait dengan pertanian.
Kegiatan-kegiatan tersebut dibuat supaya para generasi muda lebih
mengerti, mengenal, dan memahami dunia pertanian sedini mungkin.
Pengenalan pertanian dilakukan karena kurangnya minat para generasi muda
untuk lebih memahami pertanian. Pesatnya arus globalisasi membuat teknologi
informasi dan komunikasi lebih canggih sehingga membuat generasi muda
lebih menyukai gadget-gadget yang mereka miliki daripada turun langsung ke
lapangan (Sumarno, 2011).

BAB II
KEGIATAN PENGENALAN PERTANIAN
A.

Pengenalan Profil Tanah Jenis Tanah dan Kesesuaian Lahan


Pengenalan pertanian yang dilaksanakan pada 11 Januari 2015 di
Desa Sewukan Kecamatan Dukun Magelang Jawa Tengah yang berada
pada koordinat S 67 31, 950 dan E 110 21, 197 memiliki fisiografi
berupa sistem vulkanik dan bahan induknya berasal dari vulkanik gunung
merapi. Relief dari Dusun Sewukan tersebut yaitu berupa teras-teras
sehingga lahan tersebut digunakan sebagai sawah dan tegalan. Sistem
drainase nya termasuk cepat karena lokasi tersebut berada pada ketinggian
686 m dpl dengan kemiringan 5% dan juga memiliki jeluk mempan 61 cm.
Tanah yang berada didusun sewukan ini memilki 3 klasifikasi menurut
PPT, FAO-UNESCO, dan Soil Taxonomi. Berikut klasifikasinya
Pendeskripsi
Tgl.Pengamatan
No.profil
Lokasi
Koordinat
Vegetasi
Bahan induk
Penggunaan lahan
Fisiografi
Kemiringan lereng
Relief
Ketinggian tempat
Drainase permukaan
Jeluk mempan
Jenis lapisan pembatas
Klarifikasi tanah,
1. PPT
2. FAO-UNIESCO
3. SOIL TAXONOMY

: Tiara, Fina, dan Ismi


: 11 Januari 2015
: XIII
: Desa Sewukan
: S 67 31, 950
: E 110 21, 197
: Padi, Cabai, Kacang Panjang, Tomat
: Material vulkanik merapi
: Sawah
: Sistem volkanik
: 5%
: Teras
: 686 m dpl.
: Cepat
: 61 cm
: Lapisan pembatas tidak terlihat
(bila jeluk mempan < 100cm)
: Regosol
: Regosol
: Entisol

Morfologi,
Tabel 1.1
No. Lapisan
Batas lapisan

0 1418

Bentuk :
Rata datar

14 - 31
18
36

31 - 46
36
49

46

49

57

61

Rata miring

Berombak

lempengan

Geluh pakis

Geluh pakis

Gempal

Gempal

Gempal

membulat

membulat

membulat

Berglombang
Takberaturan
Patah-patah
Melidah

Geluh

Kelas tekstur
Struktur

Geluh debuan

Remah

Ukuran

Sangat halus

Sangat halus

Halus

Halus

Derajat

Lemah

Lemah

Sedang

Sedang

Warna

Dark yellowish
brown

Dark

Dark brown

Dark Brown

yellowish
brown

pH
Bahan

5,5

5,5

5,5

5,5

organik

H 2 O 2 10%

Kapur
Hcl 10%

Proses Pembentukan Tanah


Pembentukan tanah berasal dari batuan induk yang diletuskan oleh gunung
merapi. Diawali dengan pelapukan baik fisik maupun kimia, lalu berubah lunak
dan berubah komposisinya. Tanah yang lapuk belum bisa dikatakan sebagai tanah,
tetapi sebagai bahan tanah (Regolith) lalu seiring berjalannya waktu dan
dipengaruhi faktor iklim, organisme relief, bahan induk dan waktu maka
terbentuklah lapisan-lapisan tanah. Setiap 1 cm lapisan tanah diperlukan waktu
selama 100 tahun, sehingga pelapukan belum sempurna.
Keterangan Tambahan :
Adapun tanaman yang dibudidayakan di Dusun Sewukan, yaitu:
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Padi
Cabai
Tomat
Timun
Terong
Loncang

7. Sawi
8. Singkong
9. Jagung
10. Kacang Panjang
11. Pepaya
12. Mangga

13. Pisang
14. Kelapa
15. Jambu

Tabel 1.2
Sketsa profil tanah

Kedalaman lapisan
(cm)

Uraian
Lapisan

atas

mengandung

0 1418

tanah
bahan

organik yang berasal


dari pelapukan sisa-sisa
tumbuhan yang sudah
mati
Lapisan kedua terdiri
dari pasir dan lempung

14

18

31

(lempung

36

masuk

terbawa
oleh

akar

tanaman dan bercampur


dengan pasir)
Tekstur tanah lapisan
ketiga lebih keras karna

31

36

46

mendapatkan longsoran

49

tanah dari atasnya yang


mengakibatkan tekstur
tanah mengeras.

Pada lapisan keempat


masih

46

49

57

61

terdapat

akar

sisa-sisa tanaman serta


terdapat

unsur

debu

sedikit lempung

Berdasarkan pengamatan yang telah dilakukan, dapat diketahui bahwa


setiap lapisan tanah mempunyai kedalaman yang berbeda. Pada profil tanah
lapisan pertama kedalaman tanahnya
kedalamannya

14
cm, pada lapisan kedua
18

14 31
cm. dan batasan lapisan I dan II sama-sama tegas.
18 36

Topografi batas lapisan secara umum adalah tidak teratur, baik pada
lapisan pertama maupun lapisan kedua. Banyak faktor yang mempengaruhi
hal tersebut, tanah tersebut dipengaruh oleh air (erosi tanah), bahan induk atau
pun pengaruh vegetasi. Untuk tanah sawah, topografi setiap lapisannya yaitu
berombak, begitu pula pada profil tanah kebun.
Pada tekstur tanah, setiap lapisan berebeda. lapisan pertamanya berwarna
lebih gelap dan mengandung banyak unsur organik serta terdiri dari pasir dan
lempung. Pada lapisan kedua terdiri dari pasir, debu dan sedikit lempungnya,
lempung yang berada di lapisan kedua terbawa dari atas, masuk oleh akar
tanaman. Lapisan tanah yang ketiga memiliki kedalaman

31 46
.
36 49 cm

Lapisan tanah ini mempunyai tekstur lebih keras, karena pada lapisan ketiga
mendapatkan longsoran unsur-unsur tanah dari lapisan yang diatasnya dan
mengendap pada lapisan ketiga. Lapisan tanah yang keempat memiliki
kedalaman

46 57

cm dan pada lapisan keempat unsur pasir yang lebih


49 61

mendominasi. Pada masing-masing lapisan tanah menunjukkan kasar atau


halusnya suatu tanah, tekstur, perbandingan relief pasir, debu, lempung, atau
kelompok partikel dengan ukuran lebih kecil dari kerikil (dimeternya kurang
7

dari 2 mm). Debu terdiri dari kumpulan jarah berukuran garis tengah antara
pisahan lempung dan pisahan pasir. Secara mineralogis dan fisis, jarah debu ini
mendekati jarah pasir, hanya berukuran lebih kecil. Pada tekstur lempung,
tanahnya memiliki kandungan debu-liat relatif sama, tanah demikian tidak
terlalu lepas dan juga tidak terlalu lekat.
Struktur tanah pada profil tanah baik lapisan pertama maupun kedua,
sama-sama memiliki struktur yang sedang. Pengolahan tanah yang baik akan
membuat struktur tanah menjadi baik. Tanpa pengolahan tanah kegiatan jasad
renik sukar berkembang di dalam tanah.

Struktur tanah pada tiap lapisan

berbeda-beda hal ini disebabkan karena pengaruh faktor keadaan lembab dan
kering, kegiatan unsur mikro dan perkembangan pelebaran akar di dalam tanah,
kation yang terjerat pada koloid tanah, adanya bahan organik yang melapuk
serta teknik pengolahan tanah. Perbedaan struktur tanah pada setiap lapisan
dipengaruhi oleh aktivitas mikroorganisme dan akar di dalam tanah, bahan
organik yang lapuk, lendir-lendir dari jasad renik dan kation yang terjerat pada
kation tanah.
Konsistensi pada lapisan profil tanah pertama lembab sedangkan pada
lapisan kedua lembab gembur. Konsistensi merupakan ketahanan tanah
terhadap perubahan bentuk atau perpecahan. Keadaan ini ditentukan oleh sifat
kohesi dan adhesi. Konsistensi digambarkan untuk tiga tingkat kelembaban
basah, lembab dan kering. Saat tanah tertentu dapat menjadi lekat bila basah,
teguh bila lembab, dan keras bila kering.

B.

Pengenalan Budidaya Tanaman Tahap Pra Produksi


8

Mengolah tanah pertanian merupakan salah satu usaha untuk memperbaiki


kondisi tanah pertanian supaya lebih baik. Pengolahan tanah bertujuan untuk
menggemburkan tanah sehingga dapat menguntungkan tanaman.
1. Tanaman Cabai
1.1 Pengolahan Tanah
a) Pembuatan bedengan
Bedengan tanaman cabai dibuat dengan ukuran panjang 8-12
meter, lebar 110-120 cm. sedangkan lebar selokan sekitar 60-70 cm dan
tinggi bedengan disesuaikan dengan musim tanamnnya.
b) Pemberian pupuk kandang dan kapur dolomit
Pengapuran
Pengapuran dilakukan bersamaan pembuatan bedengan kasar,
usahakan dapat terbagi secara merata dipermukaan dedengan. Pupuk
kandang dan kapur dolomit bisa diberikan secara bersamaan,
selanjutnya tanah diolah kembali agar tercampur dengan tanah
bedengan sampai kedalaman 30-40 cm.
Pupuk organik (kandang)
Pemberian pupuk organik dapat berasal dari kotoran sapi, kotoran
kambing, maupun kotoran ayam. Pupuk organik yang berasal dari
kotoran ayam lebih banyak digunakan petani karena lembut dn
mudah diperoleh dalam jumlah besar.
Peranan pupuk organik sangat besar karena dapat memperbaiki
struktur tanah dan mempertahankan kesuburan tanah.
c) Pemberian pupuk anorganik
Satu hal yang harus diperhatikan, penaburan pupuk dilakukan jika
pada kondisi tanah dalam keadaan kering. Setelah pemupukan selesai
dikerjakan secara keseluruhan segera diberi pengairan secukupnya.
Untuk mencegah penguapan pupuk pada bedengan, maka harus segera
ditutup dengan tahan yang diambil dari selokan disebelah kanan dan
kiri bedengan.
Selanjutnya bedengan segera ditutup plastik hitam perak yang telah
disediakan. Hal ini perlu dilakukan karena sifat pupuk nitrogen mudah
menguap jika terkena panas matahari.
d) Pemasangan plastik mulsa
Manfaat pemasangan mulsa plastik hitam-perak pada budidaya
cabai merah:
9

Menghindari adanya fluktuasi suhu permukaan tanah dan

pencucian unsur hara oleh air hujan


Mempertahankan struktur tanah agar tetap gembur
Mencegah penguapan unsur hara
Mencegah pertumbuhan biji gulma
Menghemat biaya karena pemupukan hanya dilakukan sekali

selama musim tanam


Pantulan sinar matahari dari mulsa akan mendorong prose
fotosintesis yang lebih sempurna.
Cara melakukan pemasangan sangat mudah, warna hitam
menghadap ke permukaan tanah dan yang warna perak menghadap
ke arah sinar matahari. Oleh karena itu pemakaian plastik mulsa
tidak boleh terbalik karena nantinya tidak akan memberikan

manfaat bagi tanaman.


e) Pembuatan lubang tanam
Pembuatan lubang pada mulsa
Lubang pada mulsa plastik dikerjakan sesuai dengan pola
tanam yang telah ditentukan. Sebagai alat bantu, bisa digunakan
tali yang diberi tanda dengan spidol sebagai jarak tanamnya.
Selanjutnya tali tersebut ditancapkan dibagian tepi bedengan dan
berdasar pada tanda tersebut, dilakukan pelubangan mulsa plastik.
Lingkaran lubang mulsa jangan terlalu besar karena akan
mengurangi fungsi dari mulsa plastik. Alat pelubang mulsa bisa
dibuat dari kelereng berdiameter 10cm, dan diberi tangkai sebagai
pegangan. Dalam pemakaiannya cukup sederhana, bara api arang
dimasukan dalam alat pelubang tersebut dan setelah panas

tempelkan dibagian ujungnya sampai mulsa plastik terjadi lubang.


Penggalian lubang tanam
Penggalian tanah sebaiknya menggunakan soled agar
bagian tepi lubang tidak memadat. Sedangkan penugalan untuk
lubang tanam hanya bersifat membantu, sesudah itu bagian tepi
lubang tanam digemburkan kembali. Lubang tanam sekitar 8-11 cm
agar bibit bisa masuk sampai sebatas leher akar tanaman.

1.2 Kebutuhan Sarana Produksi

10

1. Bahan tanam (benih/bibit yang bermutu tinggi) sangat


diperlukan untuk mendapatkan hasil panen yang tinggi. Bahan
tanam merupakan suatu awal keberhasilan suatu proses
produksi, tidak ada gunanya kita memupuk, menyiangi dan
menyiram apabila bahan tanamannya tidak bermutu tidak akan
dapat diperoleh hasil panen yang maksimum. Benih yang
berkualitas adalah yang mempunyai sifat-sifat antara lain
tingkat kemurnian genetik dan fisik yang tinggi, sehat dan
kadar air aman dalam penyimpanan.
2. Lahan tempat penanaman benih atau bibit.
3. Alat untuk pengolahan lahan (cangkul, bajak, dan garuan)
4. Pemupukan (Pupuk) adalah meningkatkan pertumbuhan dan
mutu hasil tanaman. Pemupukan diberikan pada saat tanaman
menunjukkan sejumlah kebutuhan unsur hara agar diperoleh
keefisienan yang maksimal.

1.3 Teknik Budidaya


1. Persiapan Lahan Budidaya Cabai (Cabe) Pembajakan dan
penggaruan. Pembuatan bedengan kasar selebar 110-120 cm, tinggi
40-70 cm, lebar parit 50-70 cm. Pemberian kapur pertanian
sebanyak 200 kg/rol mulsa PHP untuk tanah dengan pH di bawah
6,5.
Pemberian pupuk kandang fermentasi sebanyak 40 ton/ha dan
pupuk NPK 15-15-15 sebanyak

150 kg/rol mulsa PHP.

Pengadukan/pencacakan bedengan agar pupuk yang sudah


diberikan

bercampur

dengan

tanah.

Rapikan

bedengan.

Pemasangan mulsa PHP.


Pembuatan lubang tanam.Jarak tanam ideal musim kemarau 60 cm
x 60 cm dan musim penghujan bisa diperlebar 70 cm x 70 cm.
Tujuannya untuk menjaga kelembaban udara di sekitar pertanaman
cabai (cabe).

11

2. Persiapan Pembibitan dan Penanaman Budidaya Cabai (Cabe)


Rumah atau sungkup pembibitan.Pembuatan media semai.
Komposisi media semai adalah 20 liter tanah, 10 liter pupuk
kandang, dan 150 g NPK halus. Media semai dimasukkan ke dalam
polibag semai.Penyemaian benih cabai (cabe).Pemeliharaan bibit.
Pembukaan sungkup dimulai jam 07.00 - 09.00, kemudian sungkup
dibuka lagi jam 15.00-17.00. Umur 5 hari menjelang tanam
sungkup

harus

Penyiraman

dibuka

jangan

penuh

terlalu

untuk

basah,

penguatan

dilakukan

tanaman.

setiap

pagi.

Penyemprotan pestisida dilakukan pada umur 15 hss (hari setelah


semai).

Dosis

dari

dosis

dewasa.Pindah

tanam.

Bibit cabai (cabe) berdaun sejati 4 helai siap pindah tanam ke


lahan.
1. Pemeliharaan
Kegiatan pemeliharaan meliputi:
1. Penyulaman bibit, menanam kembali bibit yang tidak
tumbuh atau mati, setelah beberapa hari di tanam.
2. Penyiangan
Penyiangan perlu dilakukan sedini mungkin, di anjurkan
pada 20-30 hari, dan 50-60 hari setelah tanam, baik secara
manual, mekanis, biologis, dan kimiawi.
3. Pengairan
Pengairan mengandung arti memanfaatkan dan menambah
sumber air dalam tingkat tersedia bagi kehidupan tanaman.
Apabila air terdapat berlebihan dalam tanah maka perlu
dilakukan pembuangan (drainase), agar tidak mengganggu
kehidupan tanaman.
Pengairan pada tanaman dapat dilakukan dengan cara: (1)
Pengairan di atas tanah; (2) Pengairan di dalam tanah (sub
irrigation); (3) Pengairan denagn penyemprotan (sprinkler
irrigation); dan (4) Pengairan tetes (drip irrigation).
4. Pemupukan

12

Tujuan pemupukan adalah meningkatkan pertumbuhan dan


mutu hasil tanaman. Pemupukan diberikan pada saat
tanaman menunjukkan sejumlah kebutuhan unsur hara agar
diperoleh keefisienan yang maksimal.
Pemberian pupuk padat dilakukan dengan cara
ditugal, disebar di atas tanah atau di sebelah tanaman,
sedangkan pemberian pupuk daun.
Dengan cara menyemprotkan pada daun, bersama air
disemprotkan sebagai perlakuan tambahan. Pemupukan
secara disebar mempunyai kelemahan bahwa pupuk mudah
menguap ataupun terikat dalam tanah. Sebenarnya tanah
merupakan sumber unsur-unsur hara. Suatu hasil yang
tinggi dari tanaman akan mengangkut keluar unsur lebih
banyak daripada tanaman yang berdaya hasil rendah.
Unsur-unsur esensial yaitu unsur penting bila
ditiadakan maka pertumbuhan tanaman dapat terhenti. Pada
saat kekurangan nampak gejala defisiensi, dan fungsi unsur
tertentu tidak dapat digantikan oleh unsur lain. Unsur
esensial makro ialah unsur penting yang dibutuhkan
tanaman dalam jumlah banyak agar siklus hidupnya tidak
terhenti seperti N, P, K, Ca, Mg, H dan O, sedangkan unsur
esensial mikro ialah unsur penting yang dibutuhkan
tanaman dalam jumlah sedikit agar siklus hidupnya tidak
terhenti, meliputu Fe, Mn, Zn, Cu, Cl, Mo dan B.
5. Pengendalian Hama dan Penyakit
Lakukan pengamatan dan identifikasi jenis hama dan
penyakit pada tanaman.
Kendalikan hama dan penyakit dengan menggunakan
musuh alami, biopestisida dan pestisida nabati.

2. Tanaman Padi

13

2.1 Pengolahan Tanah


a. Pembersihan
Pada tahap ini saluran air yang menuju ke sawah, yakni
selokan-selokan perlu dibersihkan, agar air yang dipergunakan
dapat memenuhi kebutuhan. Tanah sawah yang masih ada
jeraminya perlu dibabat , kemudian dikumpulkan di lain tempat
atau dibuat kompos. Jerami juga dapat manfaatkan sebagai
pakan ternak.
Rumput-rumput liar yang tumbuh harus dibersihkan pula,
agar bibit padi tidak mengalami persaingan dalam mendapatkan
makanan. Dalam persaingan tersebut seringkali bibit padi
terdesaksehingga pertumbuhan terganggu. Di samping itu ang
dialirkan ke petak sawah untuk menggenangi petak tersebut,
dapat berfungsi menghambat dan mematikan pertumbuhan
rumput, akhirnya rumput membusuk sehingga unsur hara
kembali ke tanah, dan tanah pun siap olah.
b. Pencangkulan
Tahap ini dimulai dengan memperbaiki pematang serta
mencangkul sudut-sudut petak sawah yang sukar dikerjakan
dengan bajak.
Tujuan perbaikan pematang ialah agar air dapat tertampung
dan dapat diatur sesuai dengan kebutuhan tanaman. Usaha
memperbaiki pematang dapat dipakai sebagai sistem kontrol
terhadap pematang yang rusak akibat ulah manusia atau hama
seperti tikus, ketam dan lain-lain.
Caranya :

14

Pematang dicangkul tipis-tipis dari atas ke bawah. Apabila


pematang tadi ada yang berlubang atau rusak, maka perlu
ditutup dengan tanah/lumpur. Hal ini juga dimaksudkan untuk
menghilangkan rumput-rumput di pematang. Setelah perbaikan
pematang selesai, kemudian dimulai dengan pencangkulan pada
sudut-sudut petakan agar dapat dimanfaatkan untuk menanam.
c. Membajak
Bajak pada prinsipnya mempunyai fungsi yang sama
dengan cangkul. Bajak berguna untuk memecah tanah menjadi
bongkahan-bongkahan tanah. Pembajakan biasanya dilkukan
dua kali dalam periode tanam; hal ini sangat tergantung pada
kondisi tanah di suatu daerah.
Membajak berarti membalik tanah serta tumbuhan rumput,
sisa tanaman sebelumnya(jerami), kotoran lain yang terbenam,
sehingga akhirnya membusuk.
Teknik membajak:
-

Mula-mula petak sawah digenangi air, agar tanah menjadi


lunak dan tidak melekat pada mata bajak bila dilakukan
pembajakan.

Lama penggenanganpetak sawah sesuai dengan kondisi


tanah dan persiapan tanam.

Kemudian petak sawah mulai dibajak

d. Menggaru
Tujuan menggaru ialah meratakan dan menghancurkan
gumpalan-gumpalan tanah agar menjadi halus sehingga tanaman
bisa tumbuh merata.

15

Pada saat menggaru sebaiknya sawah dalam keadaan basah, dan


selama digaru diusahakan saluran pemasukan dan pengeluaran
air ditutup, agar lumpur tidak hanyut terbawa air keluar.
Penggaruan yang dilakukan berulang kali akan memberikan
banyak keuntungan, antara lain:
-

Permukaan tanah menjadi rata

Air yang merembes ke bawah menjadi berkurang

Sisa tanaman atau rumput akan terbenam

Penanaman menjadi mudah

Meratakan pembagian pupuk dan pupuk terbenam

2.2 Kebutuhan Sarana Prouksi


1. Bahan tanam (benih/bibit yang bermutu tinggi) sangat
diperlukan untuk mendapatkan hasil panen yang tinggi. Bahan
tanam merupakan suatu awal keberhasilan suatu proses
produksi, tidak ada gunanya kita memupuk, menyiangi dan
menyiram apabila bahan tanamannya tidak bermutu tidak akan
dapat diperoleh hasil panen yang maksimum. Benih yang
berkualitas adalah yang mempunyai sifat-sifat antara lain
tingkat kemurnian genetik dan fisik yang tinggi, sehat dan
kadar air aman dalam penyimpanan.
2. Lahan tempat penanaman benih atau bibit.

16

3. Alat untuk pengolahan lahan (cangkul, bajak, dan garuan)


4. Pemupukan (Pupuk) adalah meningkatkan pertumbuhan dan
mutu hasil tanaman. Pemupukan diberikan pada saat tanaman
menunjukkan sejumlah kebutuhan unsur hara agar diperoleh
keefisienan yang maksimal.
2.3 Teknik Budidaya
1. Persemaian (benih menjadi bibit)
Membuat persemaian dengan luas 3%-5% dari luas lahan
(sawah), yang akan di tanami
2. Pengolahan lahan
Pengolahan lahan bertujuan: untuk menyediakan lahan agar
siap bagi kehidupan tanaman dengan meningkatkan kondisi fisik
tanah. Karena tanah merupakan faktor lingkungan yang
mempunyai hubungan timbal balik dengan tanaman yang
tumbuhan padanya (Blogsiwahidindoank,2013 ).

3. Penanaman
Dengan jarak tanam 20 cm x 20 cm, 20 cm x 25 cm,dan 30
cm x 30 cm

1) Multiple Cropping
Penanaman lebih dari jenis tanaman pada sebidang tanah yang
sama dalam satu tahun, yang termasuk dalam sistem tanaman
ganda yaitu Inter Cropping, Mixed Cropping dan Relay Cropping.

a) Inter Cropping

17

Penanaman serentak dua atau lebih jenis tanaman dalam


barisan berselang-seling pada sebidang tanah yang sama.
Sebagai contoh tumpang sari antara Sorghum dan tanaman
kacang tunggak dan antara tanaman ubi kayu dan jagung atau
kacang tanah.

b) Mixed Cropping
Penanaman dua atau lebih jenis tanaman secara serentak
dan bercampur pada sebidang lahan yang sama. Sistem tanam
campuran lebih banyak diterapkan dalam usaha pengendalian
hama dan penyabab penyakit.

c) Relay Cropping
Penanaman sisipan adalah penanaman suatu jenis tanaman
kedalam pertanaman yang ada sebelum tanaman yang ada
tersebut dipanen, atau dengan istilah lain suatu bentuk
tumpang sari dimana tidak semua jenis tanaman ditanam pada
waktu yang sama.Sebagai contoh : padi gogo dan jagung
ditanam bersamaan kemudian ubi kayu ditanam sebagai
tanaman sela satu belan atau lebih sesudahnya.

2) Sequantial Cropping
Penanaman lebih dari satu jenis tanaman pada sebidang
lahan dalam satu tahun, dimana tanaman kedua ditanam setelah
tanaman pertama dipanen. Demikian juga kalau ada tanaman
ketiga, tanaman ditanam setelah tanaman kedua dipanen.
4. Pemeliharaan
Kegiatan pemeliharaan meliputi:

18

1) Penyulaman bibit, menanam kembali bibit yang tidak tumbuh


atau mati, setelah beberapa hari di tanam.
2) Penyiangan
Penyiangan perlu dilakukan sedini mungkin, di anjurkan
pada 20-30 hari, dan 50-60 hari setelah tanam, baik secara
manual, mekanis, biologis, dan kimiawi.
3) Pengairan
Pengairan mengandung arti memanfaatkan dan menambah
sumber air dalam tingkat tersedia bagi kehidupan tanaman.
Apabila air terdapat berlebihan dalam tanah maka perlu
dilakukan pembuangan (drainase), agar tidak mengganggu
kehidupan tanaman.
Pengairan pada tanaman dapat dilakukan dengan cara: (1)
Pengairan di atas tanah; (2) Pengairan di dalam tanah (sub
irrigation); (3) Pengairan denagn penyemprotan (sprinkler
irrigation); dan (4) Pengairan tetes (drip irrigation).

4) Pemupukan
Tujuan pemupukan adalah meningkatkan pertumbuhan dan
mutu hasil tanaman. Pemupukan diberikan pada saat tanaman
menunjukkan sejumlah kebutuhan unsur hara agar diperoleh
keefisienan yang maksimal.
Pemberian pupuk padat dilakukan dengan cara ditugal,
disebar di atas tanah atau di sebelah tanaman, sedangkan
pemberian pupuk daun. Dengan cara menyemprotkan pada
daun, bersama air disemprotkan sebagai perlakuan tambahan.
Pemupukan secara disebar mempunyai kelemahan bahwa
19

pupuk mudah menguap ataupun terikat dalam tanah.


Sebenarnya tanah merupakan sumber unsur-unsur hara. Suatu
hasil yang tinggi dari tanaman akan mengangkut keluar unsur
lebih banyak daripada tanaman yang berdaya hasil rendah.
Unsur-unsur esensial yaitu unsur penting bila ditiadakan
maka pertumbuhan tanaman dapat terhenti. Pada saat
kekurangan nampak gejala defisiensi, dan fungsi unsur tertentu
tidak dapat digantikan oleh unsur lain. Unsur esensial makro
ialah unsur penting yang dibutuhkan tanaman dalam jumlah
banyak agar siklus hidupnya tidak terhenti seperti N, P, K, Ca,
Mg, H dan O, sedangkan unsur esensial mikro ialah unsur
penting yang dibutuhkan tanaman dalam jumlah sedikit agar
siklus hidupnya tidak terhenti, meliputu Fe, Mn, Zn, Cu, Cl,
Mo dan B.

5) Pengendalian Hama dan Penyakit


Lakukan pengamatan dan identifikasi jenis hama dan
penyakit pada tanaman.
Kendalikan hama dan penyakit dengan menggunakan
musuh alami, biopestisida dan pestisida nabati.
C. Pengenalan Budidaya Tanaman Tahap Produksi
1. Tanaman Cabai
1.1 Pemeliharaan

20

Asal benih yang digunakan pada sistem pertanian di Dusun


Sewukan ini terkadang membeli, membuat sendiri, dan ada yang
mendapat bantuan. Varietas cabai keriting (TM42) yang dinilai lebih
memiliki daya jual yang tinggi dari segi ekonomi. Menggunakan sistem
tanam tumpangsari yang tidak hanya mengandalkan tanaman cabai
sebagai prioritas utama tetapi tanaman sampingan

juga untuk

memangkas jumlah pengeluaran pemeliharaan, menanam tanaman yang


sifatnya lebih cepat menghasilkan ( pemanfaatan lahan kosong ), jarak
tanam yang digunakan yaitu 35 cm setiap baris atau setiap baris beda
merupakan jarak tanam optimal untuk perkembangan tanaman menjadi
lebih baik, cara mananamnya dilakukan pembibitan terlebih dahulu
untuk

mengurangi

dampak

kematian

dan

bibit

sudah

dapat

menyesuaikan dengan lingkungan, umur bibit saat dalam persemaian


adalah 25 hari, kemudian bisa dilakukan pemindahan tanam. Jumlah
benih atau bibit dalam penanaman diisi 1 bibit per lubang tanam.
a. Karena sifat dari tanaman cabai yang mudah mati apabila akar
terlalu sering tergenang oleh air dan hama penyakit akan cepat
berkembang biak dengan lingkungan yang sesuai sehingga
pengairannya dilakukan hanya dengan mengandalkan curah hujan.
Waktu penyiraman dilakukan sekitar 10 hari sekali atau sesuai
dengan curah hujan ang terjadi dalam kurun waktu tersebut.
Karena dalam pengairannya mengandalkan curah hujan maka
saluran irigasinya termasuk yang semi teknis.
b. Pemupukan dilakukan saat setelah tanaman mulai perkembangan
vegetatif dan generatif tujuannya agar pupuk dapat dimanfaatkan
tanaman dengan baik dengan akar yang sudah mulai bisa mencari
makanan dengan baik dan daun dapat berfotosintesis dengan
sempurna. Pupuk yang digunakan adalah pupuk organik dan
anorganik. Pupuk Organiknya adalah pupuk kandang, sedangkan
pupuk anorganik menggunakan pupuk NPK. Dengan dosis pupuk
nya 1500 m = 1 kwintal (lahan seluas 1500 m diberi pupuk sekitar

21

1 kwintal). Metode pemberian pupuk dengan cara dikocorkan


dahulu dalam air kemudian disiramkan ke tanaman satu per satu
(cara aplikasi pemberian pupuk tugal hanya dilakukan saat
pemberian pupuk dasar) penggunaan pupuk tersebut cara
aplikasinya dengan disebarkan, tanaman dilakukan pemupukan 1
kali seminggu. Pertama saat tanaman umur 1 minggu dan 1-2 bulan
( mulai berbunga ). Sedangkan untuk pupuk organik menggunakan
pupuk kandang hasil kotoran ternak sapi milik sendiri untuk
mengirit biaya, pupuk diberikan secukupnya sesuai dengan
kebutuhan tanaman karena semakin banyak pupuk organik yang
diberikan dapat mengembalikan struktur tanah yang sudah rusak.
c. Pembumbunan dilakukan pada saat sebelum tanam. Menggunakan
alat cangkul secara bertahap sampai panen.

Tujuannya untuk

memberikan daya yang lebih bagus, membuat akar mudah


mencengkram tanah dan sekaligus menghilangkan gulma yang
berada dalam sekitar tanaman.

1.2 Identifikasi Agroklimat


Cuaca di desa suwukan pada saat penanaman cabai yaitu panas.
Kondisi tersebut tentunya baik untuk pertumbuhan pada tanaman cabai.
Namun, jika saat musim hujan pertumbuhan tanaman cabai menjadi
tidak baik karena banyak cabai yang busuk dan mudah berjamur
1.3 Pengamatan Pertumbuhan
Secara sederhana fase pertumbuhan tanaman cabai merah, terdiri dari :
1. Fase vegetative
Fase muda/vegetatif adalah fase yang dimulai sejak
perkecambah biji, tumbuh menjadi bibit dan dicirikan oleh
pembentukan daun-daun yang pertama dan berlangsung terus
sampai masa berbunga dan atau berbuah yang pertama. Pada
tanaman cabai merah fase ini dimulai dari perkecambahan benih
sampai tanaman membentuk primordia bunga (Sudarman, 2006).

22

2.

Fase generative
Fase generatif adalah fase yang ditandai dengan lebih
pendeknya pertumbuhan ranting dan ruas, lebih pendeknya jarak
antar daun pada pucuk tanaman, dan pertumbuhan pucuk terhenti
(Prihmantoro, 2005). Pada fase ini terjadi pembentukan dan
perkembangan kuncup bunga, buah, biji dan dan pembentukan
struktur penyimpanan makanan (Setiati, 1996).
Jika secara fisiologis, tanaman cabai

merah

menurut

Nawangsih et. al. (1999: 49-50) dapat dibagi menjadi empat fase,
ke-empat fase tersebut adalah sebagai berikut :
a. Fase Embrionis (Lembaga)
Fase embrionis terjadi sejak penyerbukan bakal buah oleh
benang sari sehingga menghasilkan zigot yang seterusnya
berkembang menjadi biji. Mulai tahap inilah pertumbuhan dan
perkembangan tanaman berlangsung.

b. Fase Juvenil
Fase juvenil dimulai sejak terbentuknya organ tanaman
seperti daun, batang, dan akar yang pertama kalinya. Proses ini
dikenal dengan perkecambahan. Fase juvenil berakhir pada
waktu tanaman berbunga untuk pertama kali. Tanaman cabai
yang

berada

dalam

fase

pertumbuhan

juvenil

aktif

menumbuhkan tunas-tunas baru. Tunas tumbuh pada bukubuku batang utama dan pada ketiak daun. Pada fase ini
tanaman tumbuh dan berkembang lebih cepat dan sangat subur.
3.

Fase Produksi
Fase produksi dimulai saat tanaman menumbuhkan bunga
pertama dan berakhir ketika tanaman sudah tidak mampu berbuah
secara normal.

4.

Fase Penuaan (senil)


Batasan dimulai fase penuaan sulit dipastikan secara tepat
karena sampai batas waktu tertentu tanaman masih mampu
23

menghasilkan bunga yang dapat berkembang menjadi buah. Namun


demikian, ini dapat dihasilkannya bila tanaman cabai menghasilkan
buah berukuran dibawah normal, berarti tanaman sudah berada
pada fase penuaan. Fase penuaan berakhir pada saat tanaman
kering dan mati.
1.4 Gejala Penyimpangan
1. Gulma yang biasanya menyerang tanaman cabai seperti ini
adalah jenis rumput kecil yang tumbuh di sekitar tanaman. Cara
yang dilakukan untuk mengurangi gulma tersebut adalah dengan
kultur teknis atau dengan cara dicabut (menggunakan tangan).
Kapur gulmit juga berperan untuk mengurangi gulma dengan
dosis 2 kwintal/ 1500m dengan frekuensi pemberian sekaligus.
2. Penyakit yang menyerang tanaman cabai adalah bule dan jamur.
Jika tanaman cabai terserang penyakit bule maka harus
ditangani dengan cara mekanik yaitu dengan cara dicabut dan
segera diganti dengan tanaman yang baru, karena jika tanaman
terkena penyakit bule artinya tanaman tersebut tidak dapat
tumbuh lagi atau mati.
3. Hama yang biasanya muncul adalah ulat. Cara pengendaliannya
dengan cara khemis yaitu dengan cara disiram. Bahan yang
digunakan pestisida dengan dosis 5 ml dilarutkan dengan air
dalam tangki semprot. Penyemprotan dilakukan setiap sekali
seminggu dengan kisaran umur tanaman kurang lebih 2 minggu

2. Tanaman Padi
2.1 Pemeliharaan
Tanaman padi yang dipelihara dengan baik dapat membuahkan
hasil yang memuaskan, sesuai dengan yang di harapkan. Dalam rangka
pemeliharaan tanaman padi ini, yang perlu diperhatikan ialah:
a. Penyulaman dan penyiangan

24

Bibit padi yang sudah ditanam di sawah hendaknya selalu


diamati, sebab tidak semua tanaman yang ditanam akan tumbuh
baik, kadang-kadang ada beberapa tanaman yang mati atau
terhambat pertumbuhannya, kurang normal, kerdil.
Tindakan mengganti tanaman yang mati atau kerdil
dengan tanaman yang sehat merupakan langkah yang tepat.
Tindakan mengganti tanaman ini dinamakan menyulam, dan
penyulaman ini tidak bisa dilakukan sembarangan, melainkan
harus dilaksanakan berdasarkan ketentuan-ketentuan yang ada.
Adapun hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penulaman,ialah:
-

Bibit yang digunakan harus jenis yang sama

Bibit yang digunakan merupakan sisa bibit terdahulu (bibit


cadangan)

Penyulaman tidak boleh melampaui 10 hari setelah tanam

b. Pengairan padi sawah


Air

sangat

diperlukan

tanaman

padi

sawah

untuk

pertumbuhan. Tanpa air semua proses biologis akan terhenti, dan


semua zat hara yang tersedia pun akan sia-sia.
Fungsi air dalam penanaman padi sawah bermacam-macam:
- Untuk memasak makanan, tanaman membutuhkan air, udara
dan sinar matahari (fotosintesis)
- Air berfungsi membawa karbohidrat dan mineral ke bagianbagian tanaman sebagai cadangan makanan.
- Penguapan air berguna untuk kestabilan suhu disekitar tanaman,
pori-pori daun akan tertutup apabila kadar air dalam daun terlalu
kecil

25

Air yang diserap oleh tanaman padi sebagian besar hilang


lewat penguapan.

Pengairan di sawah dapat dibedakan:


c.

Pengairan secara terus-menerus dan


Pengairan secara periodik

Pemupukan
Tanaman

padi

memerlukan

makanan

(hara)

untuk

pertumbuhan perkembangannya. Unsur hara yang terkandung pada


setiap bahan untuk melengkapi undur hara yang ada pada tanah yang
diperlukan tanaman, dinamakan pupuk.
Tujuan

penggunaan

pupuk

ialah

untuk

mencukupi

kebutuhan makanan (hara). Dalam kehidupan tanaman, pupuk yang


mengandung berbgai unsur hara berperan sangat penting bagi
tanaman, baik dalam proses pertumbuhan, ataupun produksi, sebab:
- Pupuk adalah sebagai cadangan makanan
-

Pupuk untuk pertumbuhan tanaman

- Pupuk untuk mempertahankan kehidupan tanaman


- Pupuk untuk proses reproduksi
Pupuk yang biasa digunakan oleh petani berupa:
1. Pupuk alam (pupuk organik)
Pupuk alam meliputi pupuk yang berasal dari kotoran hewan
dan sisa-sisa tanaman, baik yang berasal dari sisa tanaman padi
seperti jerami maupun bahan yang berasal dari tanaman lain,
pupuk hijau. Pupuk dari kotoran hewan sering disebut pupuk
kandang, sedangkan sisa tanaman dapat dikomposkan atau
26

langsung dibenamkan terlbih dahulu. Di samping itu tanaman


pupuk hijau dapat dibenamkan untuk menambah kesuburan tanah,
walaupun kadar hara yang dimiliki rendah; namun tetap
diperlukan terutama untuk memperbaiki struktur tanah sehingga
tanah menjadi gembur.
1.

Pupuk buatan (pupuk anorganik)


Pupuk buatan ini memang sengaja dibuat dari bahan-bahan
kimia guna menambah atau menggantikan unsur hara yang hilang
terserap oleh penanaman sebelumnya, tercuci oleh aliran air, atau
bereaksi dengan unsur kimia lain.
Pupuk buatan juga berfungsi menambah hara pada lahan
miskin hara, terutama unsur hara pokok ang biasa diserap
tanaman dalam jumlah besar.
Tanaman memerlukan unsur hara makro dan mikro. Unsur
hara makro ini diperlukan oleh tanaman dalam jumlah besar.
Peranan pupuk buatan ialah menediakan kebutuhan hara dalam
waktu yang relatif singkat.
Pada umumnya petani mempergunakan pupuk buatan ang
memiliki jenis pupuk tunggal, seperti UREA, ZA, TSP, KCL, dan
lain-lain. Pupuk biasanya digunakan dengan memperhatikan
tahap pertumbuhan padi. Pada tahap tanaman padi sedang giat
mengadakan pertumbuhan vegetatif maka peranan pupuk urea
dan TSP yang diberikan sangat besar pengaruhnya. Sedangkan
untuk pertumbuhan generatif sangat dibutuhkan adanya pupuk
kalium. Disamping itu, agar dapat melakukan pemupukan yang
efisien, perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut:
-

Peranan dan kebutuhan hara tanaman

Respon varietas padi terhadap pemupukan


27

Waktu dan cara pemupukan

Dosis dan macam pupuk

1) Hama, penyakit dan gangguan tumbuhan lainnya


Gangguan tanaman padi yang penyebarannya sangat cepat
ialah hama padi, karena dalam waktu yang singkat populasi hama
berkembang dengan cepat. Hama padi ini dapat dibedakan menjadi
tiga kelompok, yaitu:

a. Trip Padi ( Trips Oryzae)


Bagian tanaman yang diserang yaitu daun bibit padi dan
jaringan batang. Trip ini merusak tanaman padi dengan cara
menyobek jaringan batang, kemudian mengisap cairan didalamnya.
Serangan terhadap daun bibit, dilakukan dengan mengisap cairan
daun dan makan kulitnya. Pengolahan terhadap hama trip ini ada
dua cara, yaitu:
- Musuh alami:
Melestarikan pemangsa trip, sehingga ledakan populasi dapat
dicegah. Pemangsa tersebut antara lain laba-laba.
- Cara kimiawi
Pengendalian hama dianjurkan bilamana ambang pengendalian
telah

melampaui.

Dan

insektisida

yang

dipakai

telah

direkomendasikan antara lain: Mipein 50 WP, Dharmacin 50


WP.
b. Ulat tentara
Cara merusak:

28

- Mula-mula ulat makan helai daun, dimulai dari ujung daun


hingga tinggal tulang daun dan batang.
- Pada tanaman padi yang telah keluar malai; tangkai malai tadi
dipotong atau dirusak.
Pengelolaan:
- Cara bercocok tanam yaitu menggenangi lahan dengan air untuk
membinasakan ulat yang berada di tanah
- Mengumpulkan telur-telur yang menempel pada daun, kemudian
memusnahkannya
- Musuh alami:
Predator dan parasit yang hidup pada pertanaman padi cukup
banyak dan selalu memangsa hama ini antara lain: laba-laba,
tabuhan, dan masih ada lagi yang berupa penyakit yaitu bakteri
dan virus. Perlindungan dan pemeliharaan terhadap pestisida
hendaknya diperhatikan.
- Cara kimiawi:
Melakukan

penyemprotan

dengan

insektisida,

hendaknya

dilakukan bila tingkat kerusakan telah melewati ambang.


c. Hama wereng
bagian tanaman yang diserang adalah: batang dan daun.
- batang padi, diserang wereng padi coklat dan wereng padi
berpunggung putih
- daun padi, diserang wereng padi hijau.

29

Cara merusak:

Wereng batang

- Wereng ini merusak tanaman padi dengn menghisap cairan


batang tanaman
- Penyerangan ini dilakukan pada sekelompok tanaman padi
- Disamping itu ada yang dapat menularkan virus sehingga
menyebabkan tanaman padi terkena penyakit virus, yaitu kerdil
rumput (grassy stunt)

Wereng padi

- Wereng ini merusak daun padi dengan menghisap cairan daun


- Kemudian pada bekas kerusakan tersebut ditumbuhi cendawan
jelaga
- Wereng

daunjuga

dapat

menularkan

virus

sehingga

menyebabkan penyakit tungro, kerdil kuning (yellow dwarf)


Pengolahan:
Pencegahan dan pengendalian wereng bisa dilakukan
dengan berbagai cara, seperti melalui cara:
a. Cara bercocok tanam
Bertanam

padi

secara

serempak

akan

memperpendek masa tersedianya makanan, maka siklus hidup


wereng dapat ditekan sehingga perkembangan populasi wereng
sampai masa panen tiba akan terhambat. Dengan cara ini pula,

30

populasi

wereng

tidak

akan

mencapai

tingkat

yang

membahayakan.
b. Penggunaan varietas tahan
Tanaman padi varietas ini memiliki sifat2 fisik dan
kimiawi yang tidak disukai wereng, sehingga perkembangan
populasi wereng dapat terhambat.
Varietas padi tahan wereng ini antara lain: IR 36, IR
48, IR 64, Porong, Sentani, IR 65, Dodokan, Batang Pane,
Cimanuk, Progo, Kelara, Citanduy, Cipunegara, Kruing Aceh,
Cikapundung.
Varietas

ini

juga

dapat

untuk

mencegah

penyakit

virus/mikroplasma yang ditularkan oleh wereng. Walaupun


demikian, varietas tahan ini pada suatu ketika dapat menjadi
tidak tahan lagi.
c. Saritasi
Diusahakan agar areal pertanaman bersih dari
rumput liar, baik disekitar tanaman maupun di antara tanaman
padi.
Sebab wereng juga dapat menyerang tanaman lain, seperti
jagung, tebu atau sejenis rumput yang lain.
d. Cara biologis
Wereng padi mempunyai musuh alami yang berpa
predato dan parasit. Musuh alami ini berupa laba-laba,
kepinding mirid, kumbang tanah, kumbang kubah, angganganggang, serangga pemburu air lainnya, tabuhan parasit serta
jamur.

31

e. Cara kimiawi
Cara ini banyak dilakukan untuk mengatasi populasi
wereng yang semakin meningkat dan hanya dapat dilakukan,
apabila populasi hama telah melewati ambang pengendalian.
Sedangkan insektisida yang digunakan ialah Applaud 10 WP,
Applaud 400 FW, Applaud 100 EC. Pemantauan wereng ini
dilakukan hingga tanaman mulai membentuk malai.
2.2 Identifikasi Agroklimat
Agroklimatologi terdiri tari 3 kata yaitu: agro (lahan/pertanian),
klimat (iklim) dan logi/logos (ilmu). Jadi dapat disimpulkan bahwa
agroklimatologi adalah suatu disiplin ilmu yang menpelajari tentang
klimatologi dan kaitannya dengan bidang pertanian. Yang dimaksud
dengan klimatologi adalah ilmu yang menerangkan tentang iklim,
bagaimana iklim dapat berbeda pada suatu tempat dengan tempat lainnya.
Ilmu ini berhubungan dengan cuaca, dimana cuaca dan iklim merupakan
salah sau komponen ekosistem alam sehingga kehidupan baik manusia,
hewan dan tumbuhan tidak terlepas dari pengaruh atmosfer dengan prosesproese perbedaan antara cuaca dan iklim.
Selain itu terdapat berbagai cabang ilmu klimatologi sesuai bidang
kajiannya seperti klimatologi kelautan, klimatologi ruang, klimatologi
bangunan, klimatologi pedesaan dan klimatologi perkotaan. Berdasarkan
ruang

lingkup

kajiannya,

klimatologi

dibagi

menjadi

yakni

mikroklimatologi, yakni ilmu iklim yang membahas atmosfer sebatas


ruang perakaran hingga sekitar tajuk tanaman atau atmosfer sekitar tanah.
Kedua adalah mesoklimatologi yakni ilmu iklim yang membahas prilaku
atmosfer dalam batas wilayah dan yang ketiga adalah makroklimatologi
yakni ilmu iklim yang menekankan pembahasannya pada wilayah yang
sangat luas (Harahap-reza, 2013).
Manfaat Mempelajari Agroklimatologi
Manfaat agroklimatologi yakni sebagai berikut :

32

a. Untuk mengetahui pengaruh apa saja yang menpengaruhui dalam


bidang pertanian.
b. Untuk mengetahui bagaimana unsur-unsur iklim itu berperan dalam
kehidupan tanaman.
c. Untuk memahami bagaimana iklim menpengaruhi hama tanaman.
d. Kita bisa merencanakan kapan waktu yang tepat untuk melakukan
proses pembudidayaan

tanaman, misalnya

menentukan jadwal

pemupukan, jadwal penyemprotan.


e. Untuk mengetahui dan menpelajari tentang cuaca dan iklim dan
sebagainya.
f. Kita bisa mengetahui kapan tanaman tersebut melakukan stadia
tumbuhnya.
g. Kita bisa mengetahui umur dari suatu tanaman.
h. Untuk merancang pola tanam yang baik.
i. Untuk mengetahui hubungan antara unsur-unsur iklim dengan proses
pertumbuhan tanaman.
j. Untuk mengetahui penjadwalan tanam dan panen budidaya pertaniaan.
k. Penentuan jenis tanaman untuk wilayah yang akan ditanam dan
sebaliknya.
l. Untuk mengupayakan peningkatan produksi panen.

2.3 Pengamatan Pertumbuhan


Terdapat tiga fase dalam pertumbuhan yaitu : fase vegetatif, fase
reproduktif, dan fase pematangan (Haryanto,Darban, 2013).
Misalnya priode fase pertumbuhan pada tanaman padi (IR 64).
1)
Fase vegetatif (awal pertumbuhan / berkecambah sampai
pembentukan malai) selama 45 hari dengan tahap:
a. Perkecambahan sampai muncul ke permukaan.
b. Pertunasan (benih berkecambah sampai dengan sebelum
anakan pertama muncul).
c. Anakan (tanaman yang terdiri dari satu batang, akar, dan
daun-daun).
d. Pemanjanga batang (terjadi pada akhir pembentukan
2)

anakan).
Fase reproduktif (pembentukan malai sampai pembungaan) 35 hari.
a. Pembentukan sampai bunting

33

Penggembungan pelepah daun karena membesarnya malai


muda, an bergerak ke atas di dalam bagian atas pelepah
daun.
b. Heading (keluar malai dari pelepah daun bendera).
c. Pembungaan
Dimulai ketika serbuk sari menonjol keluar dari bulir dan
3)

terjadi proses pembuahan.


Fase pematangan (pembungaan sampai masak panen / gabah
matang) 30 hari
a. Gabah matang susu
b. Gabah matang.
Isi dari gabah serupa susu berubah menjadi masa (adonan)
lunak, dan selanjutnya mengeras.
c. Gabah matang penuh (berkembang penuh, keras, dan
berwarna kuning).

2.4 Gejala penyimpangan


Tanaman dikatakan sakit apabila ada perubahan atau gangguan pada
organ-organ tanaman. Tanaman yang sakit menyebabkan pertumbuhan dan
perkembangannya tidak normal. Penyakit tanaman disebabkan oleh
mikroorganisme misalnya jamur, virus, dan bakteri. Selain itu penyakit
tanaman dapat disebabkan karena kekurangan salah satu atau beberapa
jenis unsur hara. (Biologisel, 2013). Penyakit tungro pada tanaman padi.
Penyakit ini menyebabkan padi tumbuh kerdil dan tidak normal.
Disebabkan oleh virus tungro dengan perantaraan wereng.
Tanda-tanda tanaman yang terkena penyakit adalah sebagai berikut:
a. Layu, tanaman yang layu karena sakit berbeda dengan yang
kekurangan air. Kamu dapat mengujinya dengan menyiram
tanaman dengan air. Jika tanaman tetap layu setelah disiram air,
kemungkinan ada bagian akar dan jaringan dalam batang yang
rusak oleh bakteri atau virus.
b. Rontok, bila kerontokan terjadi pada daun, ranting, buah, dan
bunga secara bersamaan dapat dipastikan bahwa tanaman

34

tersebut menderita sakit. Penyebabnya dapat karena parasit,


nonparasit, atau serangan hama.
c. Perubahan warna, misalnya daun menjadi berwarna kuning,
redup, atau hijau pucat dalam jumlah banyak mengindikasikan
bahwa tanaman itu sakit. Tetapi perubahan warna pada daun juga
dapat disebabkan oleh rusaknya klorofil atau karena kekurangan
cahaya matahari.
d. Daun berlubang, biasanya diawali oleh bercak berbentuk
lingkaran, kemudian kering dan terbentuk lubang.
e. Kerdil, terjadi pada daun, buah, atau bagian lainnya.
f. Daun mengeriting
g. Busuk pada batang, daun, atau buah
h. Semai roboh

D. Pengenalan Budidaya Tanaman Pasca Panen


Di Desa sewukan tepatnya di bagian selatan kaki gunung merapi, keadaan
tersebut menunjang kegiatan masyarakat Desa Sewukan. Hampir seluruh
aktivitas masyarakat berkaitan dengan pertanian. Desa tersebut ditetapkan
sebagai kawasan agropolitan karena memiliki pusat pasar hasil pertanian
sendiri. Maka dari itu untuk menunjang kegiatan pertanian di desa tersebut
pemerintah sekitar telah membangun sebuah Sub Terminal Agribisnis (STA
Sewukan) sebagai media untuk para petani yang hasilnya itu bisa di perjual
belikan ke desa sekitar atau luar kota sekaligus. STA Sewukan ini berasal dari
pasar biasa tetapi di kembangkan menjadi STA. Dengan adanya STA ini dapat
meningkatkan penghasilan para petani dan masyarakat sekitar yang menjadi
tenaga kerja di STA tersebut.
Pasca panen
1. Cabai

35

Penanganan masa pasca panen cabai dilakukan dengan mengumpulkan


cabai pada karung yang berbahan plastik agar cabai tidak mudah layu. Cabai
yang sudah dikumpulkan kemudian disortir terlebih dahulu sebelum dibawa ke
pasar. Untuk petani pada umumnya maka akan dilakukan penjualan dalam
bentuk cabai segar saat setelah panen yang menurutnya lebih mudah dan
praktis Petani di Desa Sewukan biasanya membawa hasil panen menggunakan
motor atau mobil pick up. Petani tidak akan kesulitan untuk menjual hasil
panen tersebut karena para pengepul akan membeli hasil pertanian petani di
Pasar Desa STA (Sub Terminal Agribisnis), setelah itu oleh pengepul hasil
pembelian dari petani tersebut akan sedikit dilakukan tambahan-tambahan
perubahan baik dari kemasan dan tampilannya.
2. Padi
a. Perontokan
Perontokan merupakan bagian kegiatan pascapanen untuk memisahkan
gabah dan malai.
b. Pengangkutan
Dalam pengangkutan ini yang harus diperhatikan adalah presentase
hilangnya gabah yang tercecer selama pengemasandan pengangkutan.
c. Pengeringan
Tujuan pengeringan adalah:
Menurunkan kadar air dalam gabah
Meringankan pengangkutan
Untuk mempersiapkan langkah pengolahan gabah lebih lanjut
Untuk meningkatkan kualitas gabah/beras
d. Pembersihan
Setelah dikeringkan, gabah perlu dipisahkan dari butiran ang hampa dan
kotoran-kotoran yang tercampur selama merontok dan mengeringkan seperti
daun dan tangkai padi.
Cara membersihkan kotoran yang tercampur dengan gabah, ialah:
Ditampi
Diangin-anginkan (disilir)
e. Penyimpanan
Penyimpanan gabah merupakan langkah yang diperlukan untuk menunggu
saat-saat yang baik atau tepat untuk dijual/digiling. Dalam menunggu saat
yang baik ini, biasanya yang perlu diperhatikan adalah cara dan empat

36

penyimpanan gabah atau padi bertangkai serta kadar air, kesehatan dan
kebersihan gabah.
3. Sub Terminal Agribisnis (STA) Sewukan
Sewukan bermula dari didirikannya Pasar Desa Sewukan atas prakarsa
Bapak H.R Sudiyono yang pada saat itu menjabat Kepala Desa Sewukan (periode
1995-2003) dengan tujuan ingin meningkatkan kesejahteraan masyarakat
Sewukan pada umumnya, mempermudah transportasi petani dan warga,
Memangkas rantai pemasaran yang terlalu panjang. Dengan adanya STA ini
sangat bermanfaat bagi petani antara lain seperti mampu meningkatkan
kesejahteraan dan sumber daya masyarakat sekitar terutama para petani, mampu
menurunkan tingkat pengangguran penduduk desa serta mampu menciptakan
lapangan kerja baru dan menekan urbanisasi warga desa ke kota. Dengan adanya
STA tersebut berdampak positif bagi pemerintah suwukan seperti pemasukan kas
dari pendapatan pasar (70% masuk kepala desa 30% masuk kas desa) dengan
adanya pemasukan kas dapat menambah pembangunan di Desa Suwukan. Dalam
pendirian STA ini awalnya tidak ada bantuan pemerintah dan berawal bernama
Pasar Desa dengan membangun 48 kios dan 56 los pasar. Lalu pada tahun 2005
pemerintah menawarkan berbagai fasilitas bantuan penunjang yang tentunya
sangat menguntungkan bagi pengguna pasar, yaitu dibangunnya area bongkar
muat yang dilengkapi peneduh serta lantai cor dan mulai saat itu Pasar Desa
Sewukan berubah nama menjadi STA Sewukan.
Kepedulian pemerintah pusat, provinsi maupun Pemda Magelang
diwujudkan dalam pembinaan dan pembangunan secara bertahap (data
terlampir). Kendala-kendala yang dihadapi saat pendirian STA ini adalah
susahnya mencari pengembang, kendala keuangan (modal), permainan politik
seta lakunya kios-kios yang dapat menelan waktu bertahun-tahun dan sampai
hingga saat ini anggota Pasar STA berjumlah 150 200 anggota pedagang.
Bentuk saluran pemasaran sayur yang berlangsung di Sewukan ini adalah
bentuk secara langsung yaitu dari petani lalu pengepul lalu konsumen.

37

AKTIVITAS-AKTIVITAS YANG DILAKUKAN DI STA


Untuk mengetahui kegiatan yang dilakukan di STA kami melakukan survei
dengan mengajukan pertanyaan kepada responden pertama yang bernama Ibu
Sriwahyuni yang berasal dari Pakis, Jawa Tengah. Ibu Sriwahyuni ini merupakan
pengumpul lokal. Jenis-jenis sayuran yang dibeli dari STA adalah kubis, sawi,
seledri, dan buncis dengan jumlah total sayur yang dibeli dari STA berjumlah 1,5
ton. Ibu Sumiyati ini membawa sayuranya menggunakan mobil pick up.
Kami melakukan responden kedua yang bernama Bapak Parjo yang
berasal dari Banyurata, Jawa Tengah. Bapak parjo ini merupakan pengumpul
antar kota, dan daerah yang dituju adalah Muntilan dan Prambanan, lalu jenisjenis sayuran yang dibeli dari STA adalah kubis, sawi, tomat, loncang dan seledri
dengan jumlah total sayur yang dibeli dari STA berjumlah 1,5 2,5 ton. Bapak
Parjo ini membawa sayuranya menggunakan mobil truck pick up dengan no plat
polisi AB 9357 PB.

STRUKTUR ORGANISASI PENGELOLA STA SEWUKAN

KEPALA DESA SEWUKAN


Anjar Setyorini

Bendahara Desa Sewukan

BPD DESA SEWUKAN


38

KETUA PENGELOLA STA


H. Riswanto Sudiyono

SEKRETARIS

BENDAHARA

Ika Inriani

S. Puji Lestari,S.E

SIE PUNGUTAN
1. Rintoko
2. Muri

SIE PARKIR

SIE KEBERSIHAN

SIE KEAMANAN

1. Edi Kusnawan
2. Rudiyanto
3. Deni

Sukri

LINMAS
Desa Sewukan

Gambar .1 Struktur Organisasi STA Sewukan


E. Pengenalan Kehidupan Sosial Ekonomi Petani
Aspek Sosial Ekonomi
Nomor responden
:2
Nama
: Bapak Triatmoko
Dusun/Desa
:Sewukan / Sewukan 1
Kecamatan/Kabupaten
: Dukun / Magelang
Provinsi
: Jawa Tengah
Tanggal Wawancara
: 12 Januari 2015
Pewawancara
: - Tiara Kusuma Dewi A
- Ruthfina Indah Paramita Dewi
- Ismi Kusuma Astuti
Identitas Keluarga Petani

39

Keluarga yang kami tinggali terdiri dari 3 anggota keluarga, yaitu


Bapak Triyatmoko(42th) selaku kepala keluarga, Ibu Sumiyati(35th)
sebagai istri dari Bapak Triyatmoko, kedua suami-istri ini mempunyai
seorang anak perempuan yang bernama Anggi(14th) yang sekarang duduk
di bangku kelas 3 SMP. Bapak Moko dan Ibu Sumiyati sama-sama
menyelesaikan pendidikannya di bangku Sekolah Menengah Atas(SMA).
Keluarga Bapak Moko semuanya beragama Kristen. Bapak Moko dan Ibu
Sumiyati berprofesi sebagai petani dan memiliki pekerjaan sampingan
sebagai wiraswasta.
1. Keadaan Penguasaan Lahan Musim Tahun 2014
Keluarga pak Moko memiliki sawah seluas 5000 m2 yang digarap
sendiri, sawah tersebut digunakan untuk menanam jagung, cabai, dan
padi. Bapak Moko tidak memiliki tegal maupun pekarangan rumah. Beliau
biasanya akan berangkat kesawah

pada pukul 06.00 hingga selesai

(kadang siang dan kadang sore).

2. Usaha Tanaman Semusim


Tabel 1.3
No
1.

Macam Tanaman
Tanaman Padi
a. Luas Tanam (m)
b. Produksi (kg)
c. Buntuk Hasil
d. Harga/Satuan
e. Jenis Lahan:
sawah/tegal/pekarangan
Tanaman Sawi
a. Luas Tanam (m)
b. Produksi (kg)
c. Buntuk Hasil
d. Harga/Satuan
e. Jenis Lahan:
sawah/tegal/pekarangan
Tanaman Terong
a. Luas Tanam (m)
b. Produksi (kg)

MK-I

MK-II

MH
2500 m
1200 kg
Beras
Rp 9000
Sawah

40

5.

6.

c. Buntuk Hasil
d. Harga/Satuan
e. Jenis Lahan:
sawah/tegal/pekarangan
Tanaman Cabe
a. Luas Tanam (m)
b. Produksi (kg)
c. Buntuk Hasil
d. Harga/Satuan
e. Jenis Lahan:
sawah/tegal/pekarangan
Tanaman Loncang
a. Luas Tanam (m)
b. Produksi (kg)
c. Buntuk Hasil
d. Harga/Satuan
e. Jenis Lahan:
sawah/tegal/pekarangan
Tanaman Jagung
a. Luas Tanam (m)
b. Produksi (kg)
c. Buntuk Hasil
d. Harga/Satuan
e. Jenis Lahan:
sawah/tegal/pekarangan

5000 m
40 kg
Dijual basah
Rp 50.000

5000 m
40 kg
Dijual basah
Rp 50.000

5000 m
40 kg
Dijual basah
Rp 50.000

Sawah

Sawah

Sawah

2500 m
500 kg
Dijual basah
Rp 1.500/ kg
Sawah

Keterangan:

41

Keluarga Bapak Moko biasanya menanam tiga jenis tanaman yang terdiri
dari tanaman padi dan 2 tanaman sayuran, yaitu tanaman cabai dan jagung.
Untuk tanaman padi, biasanya hanya di tanam pada musim hujan saja
pada lahan sawah seluas 5000 m. Hasil produksi yang diperoleh sebanyak 1200
kg berupa beras. Harga jual beras per kilogram adalah Rp9.000.
Tanaman cabai ditanam pada musim kemarau dan musim hujan lahan yang
digunakan masih berupa lahan sawah seluas 5000 m.

Hasil produksi ang

diperoleh dalam membudidayakan cabai ini biasanya sebanyak 20 kg dan dijual


basah dengan harga Rp50.000 / kg.
Tanaman jagung hanya ditanam pada musim penghujan di lahan sawah
seluas 5000 m. Sekali produksi tanaman jagung ini menghasilkan produk
sebanyak 500 kg yang di jual basah sebesar Rp1.500 / kg.

Pola Pergiliran Tanaman


Lahan

Bulan
10
11

12

1. Sawah

42

2. Tegal
3. Pekarangan

Gambar 2. Pola Pergiliran Tanaman


Keterangan :
: Jagung
: Padi
: Cabai
Setiap bulan dilakukan pergiliran tanaman, sehingga tidak ada lahan yang kosong.
Tanaman padi ditanam pada bulan ke 12 atau bulan desember pada saat
musim penghujan. Tanaman padi ini mulai dari pembenihan sampai panen
membutuhkan waktu sekitar 3-4 bulan lamanya. Kemudian setelah panen lahan
sawah tersebut di bersihkan dari sisa-sisa jerami (daun-daun beserta batang padi
yang telah mengering) lalu tanahnya di olah kembali sehingga tanah siap untuk
ditanami tanaman cabai, jika ditanam di dataran rendah tanaman ini membutuhkan
waktu 70-75 hari untuk dapat di panen sedangkan jika ditanam di dataran tinggi
membutuhkan waktu 95-100 hari setelah tanam agar dapat di panen. Pemasakan
buah cabai pada setiap pohon tidak berlangsung serempak, oleh karena itu hanya
buah cabai yang masak (berwarna merah) yang dapat segera di panen. Penanaman
jagung di lahan sawah umumnya segera setelah tanaman padi di panen. Untuk itu,
perlu dibuatkan saluran pematusan. Saluran ini dibuat untuk menghindari
genangan air hujan yang masih sering turun pada awal kemarau. Jumlah saluran
tergantung lebar petak sawah. Saluran pematusan ini berfungsi ganda, yaitu
sebagai saluran drainase pada saat air hujan berlimpah dan sebagai saluran irigasi
pada saat lahan memerlukan tambahan air. Pemanenan pada tingkat masak tua ini
dilakukan antara 80-105 hari setelah tanam. Selang waktu setelah keluarnya
rambut(silking) hingga kemasakan biasanya konstan untuk masing-masing
varietas, yaitu antara 50-52 hari. Oleh karenanya, hari setelah keluarnya rambut
pun dapat digunakan sebagai pedoman penentuan saat panen.

43

4. Biaya Sarana Produksi dan Biaya Lain-lain


1. Tanaman Padi
Jenis lahan yang digunakan adalah sawah dengan luas 5000 m .
untuk menanam padi dibutuhkan benih sebanyak 1 kg yang dibeli dengan
harga Rp5.000 / kg. Dalam penanaman padi ini biasanya keluarga Bapak
Moko hanya memakai pupuk jenis kompos yang dibeli sebanyak 25 kg
dengan harga Rp27.000 / kg. Untuk menghindari dan mencegah hama dan
penyakit pada tanaman padi Bapak Moko menggunakan pestisida yang
dibelinya dengan harga Rp 25.000 / 200ml. Tenaga kerja yang dibutuhkan
untuk menanam dan merawat tanaman padi ini hanya dibutuhkan 2 orang
tenaga kerja yang berasal dari keluarga sendiri yaitu Bapak Moko dan Ibu
Sumiyati yang dibayar Rp 150.000 / orang dan 5 orang tenaga kerja dari
luar yang dibayar Rp 25.000 / orang. Pajak tanah PBB yang dibayar oleh
keluarga Bapak Moko sebesar Rp70.000 / 500 m. Untuk bagi hasil
(bawon), setiap 6 kg dipotong 1 kg.
2. Tanaman Cabai
Dalam penanaman cabai memerlukan bibit sebanyak 1000 pohon
dengan harga Rp.100 / 1 pohon. tanaman cabai yang ditanam oleh Bapak
Moko menggunakan jenis pupuk kandang sebanyak 2 rit dengan harga Rp
240.000 / 2 rit. Untuk pencegahan terhadap hama dan penyakit digunakan
pestisida 5 ml yang dibeli seharga Rp 45.000. Tenaga kerja yang
digunakan hanya berasal dari keluarga sendiri yang berjumlah 2 orang
yaitu Bapak Moko dan Ibu Sumiyati, mereka biasanya dibayar Rp 100.000
/ orang.
3. Tanaman Jagung
Tanaman jagung yang ditanam menggunakan benih sebanyak 1 kg
yang dibeli seharga Rp 240.000 / 1 kg. Pupuk yang dibeli oleh keluarga
Bapak Moko adalah pupuk jenis kimia yaitu pupuk ZA sebanyak 1 kg
dengan harga Rp 200.000. pengendalian hama dan penyakit pada tanaman
jagung ini berupa pestisida sebanyak 200 ml dengan harga Rp 45.000.
tenaga kerja yang digunakan masih dari keluarga sendiri sebanyak 2 orang
yang dibayar Rp 100.000 / orang.
44

5. Usaha Tanaman Tahunan (Termasuk Buah-buahan)


Keterangan :
Petani tersebut tidak memiliki usaha tahunan
6. Usaha Ternak
a. Ternak Besar
Keterangan :
Petani tersebut tidak memiliki usaha ternak besar
b. Usaha Unggas
Keterangan :
Petani tersebut tidak memiliki usaha unggas
7. Pendapatan Luar Uasaha Tani
Karena Bapak Moko dan Ibu Sumiyati memiliki pekerjaan
sampingan sebagai wiraswasta, maka pendapatan yang diterima di luar
usaha taninya tersebut sebesar Rp 1.000.000.
8. Kepemilikan Aset .
Keluarga Bapak Moko memiliki 2 sepeda motor yang jika
dirupiahkan harganya sebesar Rp 15.000.000. Bapak Moko tidak memiliki
sepeda, mobil, sawah, serta tegal, beliau hanya memiliki pekarangan
seluas 20 m senilai Rp 15.000.000. untuk ternak kecil keluarga tersebut
hanya memiliki ikan sebanyak 2 kwintal dengan harga Rp 2.000.000.
9. Rencana Pemanfaatan Tabungan
a. Biaya sekolah
b. Perbaikan rumah
c. Jaga-jaga bila ada yang sakit
d. Jaga-jaga bila ada hajatan
e. Lainnya
Keterangan :
Keluarga Bapak Moko akan

menggunakan uang tersebut sebagai

uang untuk biaya sekolah Anggi, anak satu-satunya Bpk. Moko dan
Ibu Sumiyati yang sekarang duduk di bangku kelas 3 SMP dan
nantinya akan melanjutkan sekolah di jenjang SMA atau SMK.

45

F. PENGENALAN PERTANIAN DALAM SKALA INDUSTRI


1. Keadaan Umum
Tanaman Buah Naga (Hylocereus sp.) berasal dari Amerika latin
seperti Guyana, Mexico Atau Panama, Buah Naga mulai populer di
Indonesia sejak tahun 2000an. Tanaman Buah Naga atau Dragon Fruits
memiliki banyak spesies, namun yang paling popular ada 3 jenis yaitu :
1.
Buah Naga Daging Putih Kulit Merah (Hylocereusundatus)
2. Buah Naga Daging Merah Kulit Merah (Hylocereuspolyrhizus dan
3.

Hylocereuscostaricensis)
Buah Naga Daging Putih Kulit Kuning(Celenicereusmegalanthus)
Permintaan Buah Naga Nasional belum dapat terpenuhi, hal ini

dikarenakan belum banyaknya petani yang bercocok tanam Buah


Naga.Untuk bercocok tanam Buah Naga sangat dibutuhkan teknologi
serta teknik budidaya yang baik dan sesuai untuk mendapatkan kualitas
buah yang prima serta produktivitas yang tinggi.
2. Sejarah

46

Pencetus pertama terbentuknya Sabila Farm adalah seorang


alumnus Institut Pertanian Bogor (IPB) dari jurusan ilmu tanah, ialah
Ir. Gun Soetopo bersama istrinya, Elly Mulyanti dari jurusan ilmu gizi,
jadi mempunyai basik pertanian yang kuat. Gun mulai membangun
Sabila Farm pada tahun 2006 dengan menyewa tanah desa.
Luas total tanah tersebut 8,2 ha lebih dari 6,5 ha diantaranya
untuk kebun buah naga. Sisahnya ditanami papaya, srikaya, sirsak,
delima pisang, durian, dan sayuran. Sabila Farm berada di DI
Yogyakarta tepatnya di JL. Kaliurang KM. 18,5 Pakem Sleman,
Yogyakarta. Karena Indonesia memiliki potensi untuk buah buahan,
perusahaan Sabila Farm mempunyai visi untuk meningkatkan kualitas
dan kuantitas buah naga. Dengan misi dengan memperluas lahan makan
visi tersebut dapat tercapai dan dapat dipasarkan keluar daerah dan
diharapkan dapat diekspor keluar negeri. Sabila Farm adalah
perusahaan perkebunan buah naga. Selain sebagai kebun produksi buah
Sabila Farm juga dijadikan sebagai tempat agrowisata dan edukasi
(pelatihan petani).
Di Indonesia varietas jenis buah naga merah dan buah naga putih yang
diakui oleh keputusan Menteri Pertanian cuman ada di Sabila Farm,
melalui sidang keputusan menteri pertanian. Varietas ini sudah diakui
pelepasan varietasnya di Indonesia.
3. Ruang Lingkup Kegiatan Aktifitas
Berikut adalah teknik budidaya buah naga.
1) Persiapan Pembibitan
Persiapan pembibitan dengan Stek tanaman naga dari cabang /
batang yang sudah berbuah. Perbanyakan tidak hanya dengan cara
vegetatif, tetapi juga dapat dari perbanyakan generatif (biji).
2) Persiapan Lahan
Persiapan lahan bertujuan untuk memberikan kondisi lingkungan
yang sesuai dengan perkembangan tanaman dan pembentukan
hasil.
47

3) Persiapan Penanaman
Tanah yang subur dicirikan dengan warna tanah kehitaman,
mengandung sedikit pasir dan remah jika dipegang dan tanah tidak
menggumpal.
4) Penanaman
Penanaman pada lubang tanaman yang sudah siap, kemudian diberi
pupuk yang sudah matang (kompos) 5 kg. Bibit yang sudah siap
kemudian ditanam 4 bibit naga tiap lubangnya.
5) Pemeliharaan
Pemeliharaan meliputi cara-cara berikut.
a.

Pemupukan

Pemupukan bertujuan untuk meningkatkan unsur hara dalam tanah.


b.

Pemangkasan
Pemangkasan baik untuk pembentukan cabang baru

maupun cabang produktif.


c.

Pengairan

Pada tahap awal perturnbuhan pengairan dilakukan 1 2 hari


sekali. pemberian air berlebihan akan menyebabkan terjadinya
pembusukan.
6) Pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT)
Pada tanaman buah naga di ini, hama yang paling sering
mengganggu dan menjadi kendala di SABILA FARM ini adalah
tungau, kutu putih, dan kutu sisik.
Sedangkan penyakit yang mengganggu buah naga biasanya adalah
busuk pangkal batang, busuk bakteri, dan fusarium.
Buah naga di SABILA FARM tidak hanya dijual dalam
buah segar saja, namun juga dalam beberapa bentuk produk
olahan buah naga seperti cake buah naga, stik keju, jus buah,
cookies, puding, selai, dan juga sirup. Produk-produk ini dijual
dengan harga yang terjangkau dan rasanya pun enak.

48

SABILA FARM ini memiliki banyak aktivitas terkait yang


meliputi ekspor buah naga ke berbagai negara di dunia yang
diantaranya adalah Jordania yang juga buah naga tersebut sudah
dibudidayakan

disana.

Selain

itu

SABILA

FARM

juga

menyediakan diantaranya adalah Tour Desa Wisata dan juga


Outdoor Activity, sebegai tempat pelatihan, serta tempat PKL.
Kesulitan yang dialami SABILA FARM ini adalah dimana
saat awal pendiriannya, buah naga yang ia produksi tidak laku
dipasaran sebab orang awam masih belum kenal dan familiar
terhadap buah ini sehingga tidak laku. Selain itu juga pemberian air
untuk buah naga juga menjadi kendala, sebab jika kekurangan air
akan layu dan jika kebanyakan air maka akan membusuk.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Dari praktikum pengenalan pertanian ini dapat disimpulkan bahwa,
1.

Struktur tanah pada profil tanah baik lapisan pertama maupun

kedua, sama-sama memiliki struktur yang sedang. Pengolahan tanah yang


baik akan membuat struktur tanah menjadi baik. Tanpa pengolahan tanah
kegiatan jasad renik sukar berkembang di dalam tanah. Struktur tanah
pada tiap lapisan berbeda-beda hal ini disebabkan karena pengaruh faktor
keadaan lembab dan kering, kegiatan unsur mikro dan perkembangan
pelebaran akar di dalam tanah, kation yang terjerat pada koloid tanah,
adanya

bahan organik yang melapuk serta teknik pengolahan tanah.

Perbedaan struktur tanah pada setiap lapisan dipengaruhi oleh aktivitas


mikroorganisme dan akar di dalam tanah, bahan organik yang lapuk,
lendir-lendir dari jasad renik dan kation yang terjerat pada kation tanah.
2.

Tanaman pangan adalah tanaman yang mendukung kehidupan

manusia. Pembudidayaan tanaman pangan ini diperuntukan agar mampu

49

memenuhi kebutuhan pangan di suatu negara. Agar pembudidayaan


tanaman pangan ini dapat berjalan dengan baik makan banyak hal yang
perlu diperhatikan dalam proses pembudidayaannya, seperti proses
pengolahan tanah, pemilihan bibit atau benih yang berkualitas baik, cara
penanamannya, pemeliharaan tanaman dari serangan hama dan penyakit,
proses panen hingga pasca panen harus benar-benar diperhatikan agar
mampu menghasilkan produk pangan yang berkualitas.
3.

Dapat mengetahui proses pembudidayaan tanaman padi dan cabai

yang di lakukan di Desa Sewukan mulai dari proses pengolahan tanah


sebelum tanaman ditanam, menanam bibit tanaman cabai dan padi pada
lahan yang telah disediakan hingga mempelajari proses memanen tanaman
tersebut
4.

Rata- rata penduduk di Desa Sewukan berprofesi sebagai petani.

Kehidupan di sana sangatlah sederhana, mereka memakan makanan dari


hasil yang mereka tanam di lahan mereka sendiri. Kebanyakan dari mereka
juga mempunyai hewan ternak yang nantinya dapat dijadikan sumber
penghasilan tambahan bagi masing-masing keluarga.
5.

Dalam

membudidayakan

tanaman

kita

harus

mengembangkan kreatifitas dan inovasi. Memanfaatkan

mampu

lahan yang

miskin untuk dijadikan tempat membudidayakan tanaman. Buah naga


yang di produksi tidak hanya di jual dalam bentuk buah saja, melainkan
dapat dijadikan puding, dodol, sirup, dan selai. Sseorang pengusaha harus
mampu mengembangkan inovasi dalam produknya agar produk yang
dijualnya memiliki nilai tambah.
Saran
Saran untuk kegiatan Pengenalan Pertanian ini adalah sebaiknya sebelum
melakukan pengamatan hendaknya melengkapi semua alat dan bahan yang
akan digunakan. Misalnya membawa Munsell Soil Color Chart sebagai
paramaeter pengukuran warna tanah agar dapat ditetapkan warna tanah yang
sebenarnya sehingga tidak terjadi keslahan penetapan warna tanah.
50

51