Anda di halaman 1dari 60

La Ode Aswandi, MT

SILABUS MATA KULIAH


Nama Matakuliah
Bobot SKS
Semester
Silabus Ringkas

Tujuan

Pustaka

Sistem dan Peralatan Tambang


3 SKS
4
Pemahaman tentang berbagai macam metode penambangan yang
biasa digunakan dalam kegiatan pertambangan serta peralatanperalatan yang mendukungnya, terutama pada metoda tambang
terbuka.
Memberikan pengenalan dan pemahaman kepada mahasiswa
tentang metode penambangan dan peralatannya, terutama pada
tambang terbuka .
1. Howard L. Hartman, Introductory Mining Engineering, 1987
2. SME, Mining Engineering Handbook, Society for Mining,
Metallurgy, and Exploration, Inc, 1992
3. Seeley Mudd, Economics of Minerals Industries, AIME, 1985.
4. Komatsu Handbook
5. Caterpillar Handbook
6. Peurifoy, Construction Planning Equipment and Method,
McGraw-Hill, 1979.
7. Pustaka Pendukung Lainnya

MATERI PERKULIAHAN (revisi):


Pendahuluan, Tahapan Usaha Pertambangan dan Perencanaan
Minggu-1
Kegiatan Penambangan
Minggu-2
Metode Penambangan dan Pemilihannya
Minggu-3
Tambang Terbuka
Minggu-4
Tambang Terbuka
Minggu-5
Tambang Terbuka
Minggu-6
Tambang Bawah Tanah
Minggu-7
Tambang Bawah Tanah
Minggu-8
UTS
Minggu-9
Job Analysis & Faktor-Faktor Yg Mempengaruhi Produksi
Minggu-10
Peralatan Gali Muat, Angkut & Produktivitas ALat
Minggu-11
Peralatan Gali , Dorong, Garu
Minggu-12
Peralatan angkut pada tambang terbuka
Minggu-13
Peralatan angkut pada tambang dalam
Minggu-14
Peralatan Pendukung & Pengelolaan Alat
Minggu-15
Program Linier, Teori Antrian, dan Penjadwalan Alat.
Minggu-16
UAS
Sistem Penilaian UTS (30%, UAS (40%), Tugas (30%).

Tugas Besar MK Sistem dan Peralatan Tambang

MAKET/MINIATUR TAMBANG

Tema :
1. Pertambangan Batubara
2. Pertambangan Mineral
(Emas,Tembaga,Nikel, dll)
Ukuran Maket 1 x 1,5 meter

Intro PT Freeport Indonesia, Papua

Pembagian Metode Penambangan


dan Pemilihannya
Secara garis besar metode penambangan dikelompokkan menjadi 2, yaitu
:
1. Tambang terbuka (surface mining):
metode penambangan yang segala kegiatan atau aktivitas
penambangannya dilakukan di atas atau relatif dekat dengan
permukaan bumi, dan tempat kerjanya berhubungan langsung dengan
udara luar.
2. Tambang dalam/tambang bawah tanah (underground mining)
metode penambangan yang segala kegiatan atau aktivitas
penambangannya dilakukan di bawah permukaan bumi, dan tempat
kerjanya tidak langsung berhubungan dengan udara luar.

Pembagian Metode Penambangan


dan Pemilihannya
Klasifikasi Metode Penambangan (Hartman, 1987)

Pembagian Metode Penambangan


dan Pemilihannya
Faktor-faktor yang mempengaruhi metode penambangan :
1. Karakteristik spasial dari endapan
Meliputi faktor-faktor :
a. Ukuran (dimensi, terutama tinggi dan tebal)
b. Bentuk (tabular, irregular)
c. Orientasi (dip/inklinasi)
d. Kedalaman (rata-rata dan nilai ekstrim yang akan berimbas pada
stripping ratio)
2. Kondisi geologi dan hidrogeologi
Meliputi faktor-faktor
a. Nilai kalori,
b. Karakteristik kimia
c. Struktur endapan (lipatan, sesar, ketidakmenerusan, intrusi)
d. Bidang lemah, (kekar, rekahan, bidang perlapisan)
e. Keseragaman, oksidasi, erosi (zona dan daerah pembatas)
f. Air tanah dan hidrologi (kemunculan, debit aliran dan muka air)

Pembagian Metode Penambangan


dan Pemilihannya
3. Sifat-sifat geoteknik
Sifat-sifat geoteknik yang perlu diperhatikan antara lain:
a. Sifat-sifat fisik yang lain (bobot isi, voids, porositas, permeabilitas, lengas)
b. Sifat elastik (kuat tekan, cohesi, sudut geser dalam, dan lain-lain)
c. Perilaku batuan (flow, creep), slake durability
d. Keadaan tegangan (tegangan awal, induksi)
e. Konsolidasi, kompaksi dan kompeten (kemampuan bukaan pada kondisi tanpa
penyangga)
4. Pertimbangan ekonomi
Pertimbangan ekonomi akan mempengaruhi hasil, investasi, aliran kas, masa
pengembalian dan keuntungan. Faktor ini meliputi:
a. Cadangan (tonase dan kualitas),
b. Produksi,
c. Umur tambang,
d. Perbandingan ongkos penambangan untuk metode penambangan yang cocok

Pembagian Metode Penambangan


dan Pemilihannya
5. Faktor teknologi
Yang termasuk dalam faktor teknologi adalah :
a. Perolehan tambang, dilusi (jumlah waste yang ikut terambil)
b. Kefleksibilitasan metode dengan perubahan kondisi
c. Selektifitas metode untuk memisahkan bijih dan waste
d. Modal, pekerja dan intensitas mekanisasi
6. Faktor lingkungan
Faktor lingkungan yang dimaksud tidak hanya berupa lingkungan fisik saja, tetapi juga
meliputi lingkungan sosial-politik-ekonomi. Yang termasuk dalam faktor lingkungan
adalah :
a. Kontrol bawah permukaan untuk merawat kondisi bukaan
b. Penurunan permukaan tanah (subsidence), atau efek ambrukan pada permukaan
tanah
c. Kontrol atmosfir (ventilasi, kontrol kualitas, kontrol panas dan kelembaban)
d. Kekuatan kerja (pelatihan, recruitment, kesehatan dan keselamatan, kehidupan,
kondisi permukiman)

Aktivitas Pertambangan

Tahapan Kegiatan Pertambangan

Aktivitas Pertambangan
1. Penyelidikan Umum (Prospecting)
Langkah awal usaha pertambangan yang ditujukan untuk mencari endapan-endapan
mineral komersil dan batubara .
Prosedur penyelidikan umum :
a) Mencari laporan dan literatur .
b) Mempelajari peta geologi dan peta permukaan yang ada.
c) Mempelajari foto udara dan foto satelit.
d) Melakukan survei geofisik di area yang diselidiki.
e) Melakukan survei awal mengenai geologi tanah dan/atau geokimia.
f) Mengumpulkan dan menganalisis data yang didapat.

Aktivitas Pertambangan
1. Penyelidikan Umum (Prospecting)

Page 13

Aktivitas Pertambangan
2. Eksplorasi (Exploration)
Tujuan eksplorasi adalah untuk mendefinisikan dan mengevaluasi endapan bahan
galian .
Kegiatan eksplorasi:
a) Lokasi
Orientasi geologi bawah permukaan meningkat, digunakannya teknik-teknik tambahan
dalam kegiatan eksplorasi bawah permukaan.
b) Bukti fisik
Metode yang paling sering digunakan adalah pengeboran
c) Data
Data pendukung yang diperlukan dikumpulkan lebih presisi, spesifik, dan detil.

Page 14

Aktivitas Pertambangan
2. Eksplorasi (Exploration)

Page 15

Aktivitas Pertambangan
2. Eksplorasi (Exploration)

Page 16

Aktivitas Pertambangan
3. Studi Kelayakan (Feasibility Studies)
Tujuannya menentukan layak atau tidaknya kegiatan penambangan endapan bahan
galian. Dasar pertimbangan yang digunakan meliputi pertimbangan teknis dan
ekonomis dengan memperhatikan keselamatan kerja serta kelestarian lingkungan
hidup.
Laporan studi kelayakan harus mencakup hal-hal berikut ini :
a) Pengantar, kesimpulan, definisi.
b) Umum
c) Lingkungan:
d) Faktor geologi
e) Cadangan mineral
f) Perencanaan penambangan
g) Pengolahan
h) Pabrik pengolahan untuk permukaan dan bawah tanah
i) Fasilitas tambahan dan pendukung
j) Pekerja
k) Pemasaran
l) Biaya
m) Valuasi ekonomi
n)Page
Estimasi
keuntungan
17

PERENCANAAN TAMBANG
Aspek Pertimbangan Ekonomis
1.Break Even Stripping Ratio (BESR)
Perbandingan antara biaya penggalian batubara dengan biaya pengupasan tanah penutup
(overburden/OB),
atau
merupakan perbandingan selisih biaya penambangan bawah tanah dan penambangan
terbuka dengan biaya pengupasan secara tambang terbuka.
BESR sebagai perbandingan selisih biaya penambangan bawah tanah dan penambangan
terbuka dengan biaya pengupasan secara tambang terbuka. BESR ini juga disebut over all
stripping ratio.

PERENCANAAN TAMBANG
Aspek Pertimbangan Ekonomis
Setelah ditentukan bahwa akan digunakan sistem tambang terbuka, maka dalam rangka
pengembangan rencana penambangan digunakan BESR (2) dengan rumus sebagai berikut :

Sehingga secara umum pertimbangan ekonomis meliputi :


1) Nilai (value) endapan (berapa harga dari produk yang dihasilkan) dinyatakan
dalam Rp/ton endapan.
2) Ongkos produksi sampai dengan barang tambang siap dijual (Rp/ton endapan).
3) Ongkos pengupasan over burden (stripping cost), dinyatakan dalam Rp/ton material.
Dengan demikian dapat dikatakan bahwa BESR dipakai untuk mengetahui apakah
rancangan tambang tersebut menguntungkan/ tidak.

PERENCANAAN TAMBANG
Aspek Pertimbangan Ekonomis
2. Striping ratio
Stripping ratio (SR) menunjukkan jumlah overburden yang harus dipindahkan untuk
memperoleh sejumlah batubara yang diinginkan. Nisbah ini secara umum diberikan dalam
persamaan berikut.
SR= Jml Overburden (tons) / coal (tons)
Namun di lapangan, unit satuan yang digunakan adalah sbb:

Nisbah antara Overburden terhadap batubara yang digambarkan dalam suatu unit satuan
volume ini berguna dalam perancangan tambang.

PERENCANAAN TAMBANG
Aspek Pertimbangan Teknis
1. Penentuan ultimate pit limit
Ultimate pit limit adalah batas akhir atau paling luar dari suatu tambang terbuka yang
berdasarkan pertimbangan geoteknik masih diperbolehkan dengan kemiringan dan sudut
lereng tertentu.
Faktor-faktor yang mempengaruhi Ultimate pit limit /batas akhir ini adalah :
BESR yang masih diijinkan/menguntungkan
Kekuatan batuan pembentuk lereng yang meliputi sifat fisik & mekanik serta keberadaan
struktur geologi.
Batas KP

PERENCANAAN TAMBANG
Aspek Pertimbangan Teknis
2. Pertimbangan struktur geologi yang dominan
Struktur gologi yang mempengaruhi dalam perancangan suatu tambang terbuka antara
lain adalah :
- perlapisan (bedding)
- perlipatan (sinklin dan antiklin)
- sesar / patahan (fault)
- kekar (joint)
- rekahan (fracture)

Pengaruh Zona Lemah terhadap Daerah Penambangan

PERENCANAAN TAMBANG
Aspek Pertimbangan Teknis
3. Pertimbangan geometri
Adapun pertimbangan geometri yang harus diperhatikan adalah :
a. geometri jenjang
b. jalan tambang.
a) Geometri Jenjang
Pertimbangan - pertimbangan yang dipakai dalam menentukan geometri jenjang
- Sasaran produksi harian yang akan mempengaruhi dan mengacu pada sasaran
produksi
tahunan.
- Lereng harus mampu menahan alat-alat/peralatan yang dipakai untuk bekerja pada
jenjang kerja (working bench).
- Lereng masih sesuai dengan ultimate pit slope

PERENCANAAN TAMBANG
Aspek Pertimbangan Teknis
Salah satu contoh cara menentukan geometri jenjang yang dapat diterapkan adalah cara
penentuan geometri jenjang berdasarkan U.S. Army Engineer
Lebar jenjang minimum = Wmin = Y + Wt + Ls + G + Wb
keterangan:
Y = lebar jenjang untuk peledakan, m.
Wt = lebar alat angkut, m.
Ls = panjang alat muat tanpa boom, m.
G = radius gali di lantai, m.
Wb = Y = Lebar tumpukkan hasil peledakan, m.
Sedangkan tinggi jenjang yang dibuat (tergantung kemampuan alat gali.

PERENCANAAN TAMBANG
Aspek Pertimbangan Teknis
b) Jalan Tambang
Geometri dari jalan akan mempengaruhi bentuk geometri daerah penambangan
secara umum. Meliputi lebar dan kemiringan jalan (biasanya dipengaruhi oleh jenis
alat yang digunakan dalam operasi penambangan).
Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam perancangan jalan tambang :
Iklim
iklim tropis, terdapat musim hujan dan musim kemarau yang akan mempengaruhi
produksi.
Tanah dasar
Tanah dasar dari daerah tambang harus diteliti jenis dan kondisinya untuk
menentukan kekuatan daya dukung tanah.
Bahan pengerasan lokal
Dianjurkan untuk mempergunakan batu yang diperoleh dari sekitar lokasi
penambangan.

PERENCANAAN TAMBANG
Aspek Pertimbangan Teknis
Kemiringan (grade)
Kemiringan jalan mempengaruhi produksi. Sebaiknya diambil kemiringan 8%.
Lebar jalan
Lebar jalan untuk dua jalur adalah minimum 3,5 kali lebar dump truck terbesar.
Fungsi jalan
main haulage road, yaitu jalan yang menghubungkan ROM Stock pile ke
Port/CPP.
mine road, yaitu jalan yang menghubungkan front penambangan dengan ROM
Stock pile.
disposal road, yaitu jalan yang menghubungkan front penggalian OB ke daerah
penimbunan OB
stripping road, yaitu jalan yang melayani aktivitas pengupasan OB dan sifatnya
hanya sementara.
Jenis dan kapasitas kendaraan yang melalui jalan.

PERENCANAAN TAMBANG
Aspek Pertimbangan Teknis
4. Pertimbangan hidrologi dan hidrogeologi
Kondisi hidrologi dan hidrogeologi tersebut dapat berupa sungai, air permukaan (akibat
curah hujan) dan air tanah. Penanganan masalah air dalam suatu tambang terbuka dapat
dibedakan menjadi dua yaitu :
a. Mine drainage: merupakan suatu upaya untuk mencegah masuk mengalirnya air ke
tempat pengaliran. Hal ini umumnya dilakukan untuk penanganan air tanah dan air
yang berasal dari sumber air permukaan (sungai, danau dan lain-lain)
b. Mine dewatering: merupakan suatu upaya untuk mengeluarkan air yang telah masuk ke
tempat penggalian, terutama untuk penanganan air hujan. Penanganan masalah air
permukaan ini biasanya dapat dilakukan dengan membuat saluran air dan sumuran.

Page 27

DREGGING MINING TAMBANG TIMAH,BANGKA