Anda di halaman 1dari 16

NAMA : RICKY ARISTIO

NPM

: 1206239415

1. Find the displacements at node 2 and 5 by using CST element. Then x , y , xy in all nodes and
the center of elements ( E=2,1 x 105 kN/m2 ; =0.12).
q =10 kN/m
5

2m

2m

2m

P all
=100
kN and the center of elements by using Q4 element
2. Find all displacements and x , y , xy in
nodes
( E = 2,1 x 105 kN/m2 ; =0.3 ; h=0.15 m and P=50 kN).

12

11

P
13
4
5

10

4m
2

6
7

2m
1
8

14

15

16

NAMA : RICKY ARISTIO


NPM

: 1206239415

JAWABAN NO 1
Karena struktur no 1 merupakan struktur simetris, maka kita dapat memodelkannya saja menjadi
satu buah elemen yaitu:
10 kN/m

5
I

II

50 kN

Kondisi Batas:
1 = 1 = 4 = 4 = 0
2 = 5 = 0

Penyelesaian dari kasus elemen diatas menggunakan dua elemen CST.

Koordinat Ruang:
Berikut adalah koordinat dari nodal-nodal pada elemen diatas (untuk urutan nodal pada
elemen, mengikuti aturan urutan harus berlawanan arah jarum jam)

Elemen I (Nodal 1-5-4 dengan Area = 2 m2)


Nodal
1
5
4

0
2
0

0
2
2

Elemen II (Nodal 1-2-5 dengan Area = 2 m2)


Nodal
1
2

0
2

0
0
2

NAMA : RICKY ARISTIO


NPM

: 1206239415

Menentukan Matriks [ ]
Pada Elemen CST, matriks [ ] :
1 23
[ ] =
[ 0
2
32

0
32
23

31
0
13

0
13
31

12
0
21

0
21 ]
12

Normalnya, kita dapat memasukan nilai dari koordinat langsung ke dalam matriks dan nantinya
akan diperoleh matriks kekakuan 6x6 dimana matriks kekakuan tersebut dapat direduksi akibat
kondisi-kondisi batas yang ada. Hal itu akan membuat perhitungan menjadi lebih sulit jika tidak
menggunakan alat bantu (komputer). Bila mengerjakan secara manual, akan lebih cepat jika
memasukan kondisi batas langsung pada matriks [ ] sehingga akan diperoleh ukuran matriks
kekakuan yang lebih kecil.

Elemen I
Pada Elemen I, d.o.f yang aktif hanyalah 5 , maka kolom 1 hingga kolom 3 serta
kolom 5 dan 6 dapat kita abaikan sehingga diperolehlah nilai matriks [ ] pada
Elemen I adalah :
0
[ ] = [ 0 ]
0.5

Elemen II
Pada Elemen II, d.o.f yang aktif adalah 2 dan 5 , maka kolom 1 hingga kolom 3
dan kolom 5 dapat kita abaikan sehingga diperolehlah nilai matriks [ ] pada
Elemen II adalah :
0
0
[ ] = [0.5 0.5]
0.5
0

Menentukan Matriks Kekakuan []


Kita dapat menuju langkah berikutnya yaitu mencari matriks []. Matriks kekakuan dapat
dinyatakan sebagai:
[] = [ ] [ ][ ]

NAMA : RICKY ARISTIO


NPM

: 1206239415

Dimana [ ] merupakan matriks Hooke dan dalam kasus ini menggunakan konsep plane strain
(nilai h adaalh satu dalam kasus plane strain) yang dapat dinyatakan sebagai berikut:
(1 )

(1 )
[ ] =
[
(1 + )(1 2)
0
0

0
217105
0
] = [ 29605
(1 2)
0
2

217105
[ ] = [ ] = [ 29605
0

29605
217105
0

29605
217105
0

0
0 ]
93750

0
0 ]
93750

Elemen I
Maka matriks kekakuan untuk Elemen I adalah :
[] = [46875]
dengan d.o.f
{ } = {5 }

Elemen II
Maka matriks kekakuan untuk Elemen II adalah :
[] = [ 155427
108553

108553
]
108552

dengan d.o.f

{ } = {2 }
5

Matriks kekakuan gabungan menjadi hanya berukuran 2x2 yaitu:


[] = [ 155427
108553

108553
]
155427

dengan d.o.f

{ } = {2 }
5

Menentukan Gaya Nodal Struktur


Langkah terakhir dalam menghitung displacement adalah menentukan gaya nodal struktur.

Elemen I
Pada kasus ini gaya nodal elemen berada di nodal 4 dan 5 akibat beban terbagi
merata.

NAMA : RICKY ARISTIO


NPM

: 1206239415

1 = 0
1 = 0
=0
{ } = 5
5
5 = 0
{ 4 }
Pada kasus ini akibat 1 = 1 = 4 = 4 = 5 = 0 baris 1 hingga 3 dan baris 5
& 6 dapat direduksi
{ } = {5 }

Elemen II
Pada kasus ini gaya nodal elemen berada di nodal 5 akibat beban terbagi merata
dan di nodal 2 akibat beban terpusat yaitu :
1 = 0
1 = 0
=0
{ } = 2
2
5 = 0
{ 5 }
Pada kasus ini akibat 1 = 1 = 4 = 4 = 5 = 0 baris 1 hingga 3 dan baris 5
dapat direduksi
{ } = {

2
}
5

Matriks gaya nodal struktur gabungan diperoleh dengan cara menggabungkan gaya nodal elemen
dan mencari gaya yang bekerja pada nodal secara keseluruhan. Untuk nodal 2 beban berasal dari
beban terpusat sebesar 50 kN dan pada nodal 5, karena beban terbagi merata konstan, maka nodal
1

4 dan 5 mendapatkan gaya yang sama yaitu = 2 = 2 (10

) 2 = 10 . Sehingga

gaya nodal struktur adalah :


yaitu:
{ } = {

2 = 50
}
5 = 10

dengan d.o.f

{ } = {2 }
5

NAMA : RICKY ARISTIO


NPM

: 1206239415

Menghitung displacement
Displacement dapat diperhitungkan dengan cara melakukan invers pada persamaan matriks
kekakuan struktur berikut:
{ } = []{ }
{

2 = 50
153409
}=[
5 = 10
106534

106534 2
]{ }
153409 5

Maka diperoleh:
2
0.0003130
{ } = {
}
5
0.0005403

Dan secara lengkap, displacement tiap nodal adalah:


1
0
1
0
2
0
2
0.0003130

4 =
0
4
0
5
0
{5 } {0.0005403}

Menghitung tegangan di tiap nodal dan center dari elemen


Pada elemen CST, matriks [ ] konstan sehingga nilai tegangannya juga konstan dalam seluruh
elemen sehingga pada nodal dan pusat elemen juga memiliki nilai tegangan yang sama. Tegangan
dapat dihitung dengan cara:
{} = [ ][ ]{ }

Tegangan pada Elemen I (Nodal 1-5-4)


{} = [ ][ ] { }

0
217105 29605
0

{ } = [ 29605 217105
0 ] [ 0 ] {0.0005403}

0
0
93750 0.5

{ } = { 0 } /2

25.327
6

NAMA : RICKY ARISTIO


NPM

: 1206239415

Tegangan pada Elemen II (Elemen 1-2-5)


{} = [ ][ ] { }

217105

{ } = [ 29605

0
0
29605
0
0.0003130
}
217105
0 ] [0.5 0.5] {
0.0005403
0
0
93750 0.5

3.364

{ } = {24.673} /2

14.673

NAMA : RICKY ARISTIO


NPM

: 1206239415

JAWABAN NO 2
Karena struktur no 2 merupakan struktur simetris, maka kita dapat memodelkannya saja menjadi
satu buah elemen yaitu:
10
0.5 P

10
10

2
2
0.5 P
(0,0)

Kondisi Batas:
1 = 9 = 0

Kondisi Simetris:
2 = 2 = sin 45 1
10 = 10 = sin 45 9

Penyelesaian dari kasus elemen diatas menggunakan elemen Q4 dimana menggunakan


integrasi Gauss sehingga elemen perlu dipetakan dalam ruang parametrik sebagai syarat agar
integrasi Gauss dapat dilakukan.

Koordinat Ruang:
Berikut adalah koordinat dari nodal-nodal pada elemen diatas baik pada physical space dan
pada parametric space:
Nodal
1
9
10
2

Titik
I
II
III
IV

2
6
4.242641
1.414214

0
0
4.242641
1.414214

-1
1
1
-1

-1
-1
1
1
8

NAMA : RICKY ARISTIO


NPM

: 1206239415

Matriks Jacobian:
Untuk melakukan pemetaan antar ruang, maka digunakan matriks Jacobian sebagai matriks
transformasi elemen. Matriks Jacobian dalam kasus ini dapat dinyatakan sebagai:

[] = [

11
] = [21

12
]
22

Dalam elemen Q4, shape function adalah:


1
1 = (1 )(1 )
4
1
2 = (1 + )(1 )
4
1
3 = (1 + )(1 + )
4
1
4 = (1 )(1 + )
4
Untuk memperoleh matrik Jacobian, langkah yang harus dilakukan adalah diferensiasi
shape function diatas sehingga diperoleh fungsi. Nantinya nilai dan akan disubtitusi dengan
Gauss point. Namun untuk mempermudah perhitungan, dalam pengerjaan ini, kita masukan Gauss
point sejak awal.
Permasalahan beralih menjadi menentukan Gauss point. Shape function yang digunakan
adalah linear dengan variabel dan . Sehingga derajat polinomial tertinggi adalah 2:
= 2 1
2 = 2 1
=

3
, gunakan = 2
2

Dan menurut Tabel Integrasi Gauss kita gunakan 2x2 titik Integrasi Gauss dimana nilainya
1
adalah dengan faktor bobot = 1.
3

Dengan memasukan titik integrasi Gauss ke dalam turunan dari shape function dan
mengalikannya dengan matriks koordinat, maka dapat diperoleh matriks Jacobian, determinan dan
invernya sebagai berikut:

NAMA : RICKY ARISTIO


NPM

=
1
[

[]22

Titik I (

4
1
2

. [
4
3

4
]24

: 1206239415

1
2
3 ]
4 42

):

[] = [ 1.8762
0.4168
[] = [ 0.5
0.2071

0.2988
]
1.0059
0.1485
]
0.9325

|| = 2.0119

Titik II (

):

[] = [ 1.8762
0.7548
[] = [ 0.5
0.2071

0.2988
]
1.8224
0.0819
]
0.5147

|| = 3.6449

Titik III (

):

3 3

[] = [ 1.5380
0.7548
[] = [ 0.5
0.2071

1.1153
]
1.8224
0.3060
]
0.4219

|| = 3.6449

Titik IV (

):

3 3

[] = [ 1.5380
0.4168
[] = [ 0.5
0.2071

1.1153
]
1.0059
0.5543
]
0.7644

|| = 2.0119

Titik 0 (0,0) untuk menjawab pertanyaan tegangan titik:


[]0 = [ 1.7071
0.5857

0.7071
]
1.4142
10

NAMA : RICKY ARISTIO


NPM

[]0 = [ 0.5
0.2071

: 1206239415

0.25
]
0.6035

Menentukan Matriks [ ]
Dari matriks Jacobian, kita dapat mencari matriks [ ], dimana untuk elemen Q4 dapat
dinyatakan oleh:
1,
[ ] = [ 0
1,

0
1,
1,

2,
0
2,

0
2,
2,

3,
0
3,

0
3,
3,

4,
0
4,

0
4, ]
4,

Matriks [ ] dapat diperhitungkan dengan shape function dengan perantaraan matriks


Jacobian. Alasan sederhana kenapa kita melakukan hal tersebut karena dalam ruang parametrik
variabel kita dalam dan sementara dalam ruang fisik, variabel dalam x dan y. Bentuk
transformasinya adalah sebagai berikut:
, = 11 , + 12 ,
, = 21 , + 22 ,
Kita tinggal melakukan perkalian dari komponen invers matriks Jacobian dengan turunan
shape function terhadap dan dimana dan disubtitusi dengan nilai titik-titik Gauss yang
berkesuaian. Dan dengan mengalikannya dengan matriks Hooke kita dapat memperoleh matriks
kekakuan berukuran 8x8 dan kita masukan kondisi batas dari d.o.f sehingga ukuran matriks dapat
direduksi. Bila menggunakan program hal tersebut bukanlah perkara sulit. Namun bila melakukan
perhitungan secara manual, ada langkah-langkah yang dapat dipersingkat dengan memasukan
kondisi simetris sejak awal. Matriks [ ] dapat kita reduksi dengan cara sebagai berikut:
Akibat dari 1 = 9 = 0, kolom 2 dan kolom 4 dapat direduksi
Akibat dari 2 = 2 = sin 45 1 , maka kolom 1 yang baru dapat diperoleh dari
menjumlahkan kolom 1 yang lama dengan kolom 7 dikali dengan sin 45 dan kolom 8 juga dikali
dengan sin 45 .
Akibat dari 10 = 10 = sin 45 9 maka kolom 2 yang baru dapat diperoleh dari
menjumlahkan kolom 3 yang lama dengan kolom 5 dikali dengan sin 45 dan kolom 6 juga dikali
dengan sin 45 .
Pada akhirnya akan diperolah matriks [ ] dengan ukuran hanya 3x2.

Menentukan Matriks Kekakuan []


Kita dapat menuju langkah berikutnya yaitu mencari matriks []. Matriks kekakuan dapat
dinyatakan sebagai:
11

NAMA : RICKY ARISTIO


NPM

: 1206239415

[] = [ ( , )] [ ] [ ( , )]|( , )|
=4

Dimana [ ] merupakan matriks Hooke dan dalam kasus ini menggunakan konsep plane
stress yang dapat dinyatakan sebagai berikut:
1

1
[ ] =
[
2
(1 )
0 0

0
230769
0
]
=
[
69230
1
0
2

34615
[ ] = [ ] = [10384
0

10384
34615
0

69230
230769
0

0
0 ]
80769

0
0 ]
12115

Sehingga dari keseluruhan data diatas, dapat diperoleh matriks kekakuan untuk masingmasing titik Gauss yaitu:

Titik I (

):

0.21737
[ ] = [ 0.24455
0.28363

0.23912
0.08515]
0.09454

[] = [ 7195.3 1988.2]
1988.2 5555.8

Titik II (

):

0.23199
[ ] = [ 0.02299
0.15656

0.24399
0.15900]
0.05219

[] = [ 7535.6 8225.4]
8225.4 13758.6

Titik III (

):

3 3

[ ]

0.18278
= [ 0.02622
0.25497

0.227593
0.17541 ]
0.08499

[] = [ 7535.6 8225.4]
8225.4 13758.6

Titik IV (

):

3 3

12

NAMA : RICKY ARISTIO


NPM

0.12822
[ ] = [ 0.15541
0.46192

: 1206239415

0.20941
0.11486]
0.15397

[] = [ 7195.3 1988.2]
1988.2 5555.8

Titik 0 (0,0) untuk menjawab pertanyaan tegangan titik:


0.19508
[ ]0 = [ 0.07008
0.26517

0.23169
0.14331]
0.08839

Dari keempat matriks dari titik-titik Gauss, maka dapat ditentukan matriks kekakuan
gabungan yaitu:
[] = [ 29462.15 20427.32]
20427.32 38628.91
Dengan d.o.f yang diperhitungkan adalah 1 dan 9 .

Menentukan Gaya Nodal Struktur


Langkah terakhir dalam menghitung displacement adalah menentukan gaya nodal struktur.
Pada kasus ini gaya nodal struktur karena efek simetris adalah:
1 = 0
1 = 0
9 = 25
9 = 0
{ } =
10 = 25 cos 45
10 = 25 sin 45
2 = 0
2 = 0
{
}

Sama seperti saat mereduksi matriks [], matriks { } dapat direduksi dengan cara berikut:
Akibat dari 1 = 9 = 0, baris 2 dan baris 4 dapat direduksi
Akibat dari 2 = 2 = sin 45 1 , maka baris 1 yang baru dapat diperoleh dari
menjumlahkan baris 1 yang lama dengan baris 7 dikali dengan sin 45 dan baris 8 juga dikali
dengan sin 45 .

13

NAMA : RICKY ARISTIO


NPM

: 1206239415

Akibat dari 10 = 10 = sin 45 9 maka baris 2 yang baru dapat diperoleh dari
menjumlahkan baris 3 yang lama dengan baris 5 dikali dengan sin 45 dan baris 6 juga dikali
dengan sin 45 .
Sehingga matriks menjadi:
{ } = {

1 = 0
}
9 = 50

Menghitung displacement
Displacement dapat diperhitungkan dengan cara melakukan invers pada persamaan matriks
kekakuan elemen berikut:
{ } = []{ }
1 = 0
29462.15 20427.32 1
{
}=[
]{ }
9 = 50
20427.32 38628.91 9
Maka diperoleh:
1
0.001417
{ } = {
}
9
0.002044
Dan secara lengkap, displacement tiap nodal adalah:
1
0.001417
1 = 0
0
9
0.002044
9 = 0
0
10 = sin 45 9 = 0.001445
10 = sin 45 9
0.001445

0.001002
2 = sin 45 1

{
0.001002}
{ 2 = sin 45 1 }

Menghitung tegangan di tiap nodal dan center dari elemen


Tegangan dapat dihitung dengan cara:
{} = [ ][ ]{ }

Tegangan di pusat elemen (Titik 0 (0,0)):


{} = [ ][ ]0 { }

14

NAMA : RICKY ARISTIO


NPM

230769
{ } = [ 69230

: 1206239415

69230
0
0.19508 0.23169
0.001417
]
[
}
230769
0
0.07008 0.14331] {
0.002044
0
80769 0.26517 0.08839

72.631

{ } = { 104.146 } /2

15.757

Tegangan di Nodal 1 (Titik I (

1
3

)):

{} = [ ][ ] { }

230769

{ } = [ 69230

69230
0
0.21737 0.23912
0.001417
}
230769
0 ] [ 0.24455 0.08515] {
0.002044
0
80769 0.28363 0.09454

77.734

{ } = { 132.633 } /2

16.854

Tegangan di Nodal 9 (Titik II (

)):

{} = [ ][ ] { }

230769
{ } = [ 69230

69230
0
0.23199 0.24399
0.001417
}
230769
0 ] [ 0.02299 0.15900] {
0.002044
0
80769 0.15656 0.05219

63.966
{ } = { 94.269 } /2

9.303

Tegangan di Nodal 10 (Titik III (

)):

3 3

{} = [ ][ ] { }

230769

{ } = [ 69230

69230
230769
0

0
0.18278
0 ] [ 0.02622
80769 0.25497

0.227593
0.001417
}
0.17541 ] {
0.002044
0.08499

15

NAMA : RICKY ARISTIO


NPM

: 1206239415

69.814
{ } = { 88.421 } /2

15.152

Tegangan di Nodal 2 (Titik IV (

)):

3 3

{} = [ ][ ] { }

230769

{ } = [ 69230

69230
0
0.12822 0.20941
0.001417
}
230769
0 ] [ 0.15541 0.11486] {
0.002044
0
80769 0.46192 0.15397

88.330

{ } = { 122.038 } /2

27.450

SELESAI

16