Anda di halaman 1dari 20

PENGARUH AKTIVATOR DAN

INHIBITOR PADA REAKSI ENZIMATIK

Kelompok B
Nofalia Vatikasari
(2443013082)
Alexandra Christiyanti ( 2443013084)
Robertus Stefanus R.L ( 2443013085)
Elsa Karlina S
( 2443013115)
Ivana Rahayu Latuasan (2443013138)

I. TUJUAN
Memahami pengaruh
penambahan aktivator dan
inhibitor terhadap reaksi
enzimatik pada umumnya,
khususnya terhadap reaksi
enzimatik amilase dan pati

II. DASAR TEORI


Suatu enzim bekerja secara khas terhadap
suatu substrat tertentu. (Ana, Poedjadi,
2005)
Kerja enzim dipengaruhi oleh beberapa
factor, terutama adalah substrat, suhu,
keasaman, kofaktor dan inhibitor. Inhibitor
adalah molekul yang menurunkan ativasi
enzim, sedangkan activator adalah yang
meningkatkan aktifitas enzim (Anonim,
2009)

Aktivator bekerja mengaktifkan enzim yang


belum aktif sehingga sisi aktif Enzim siap
untuk berikatan dengan substrat.
Contohnya: K+, Na+, Mg++, Cu++, atau
Zn++.
Inhibitor adalah molekul yang dapat
menghambat kerja Enzim sehingga dapat
menurunkan laju reaksi katalisator oleh
enzim. Contohnya : Ag+,Pb2+,Hg2+,
Ag2+, dan Ba2+.

Macam-macam inhibitor :
a. Inhibitor Kompetitif

b. Inhibitor non-Kompetitif

c. Inhibitor Un-Kompetitif

III. ALAT DAN BAHAN


ALAT

Spektrofotometer
Kuvet
Stopwatch
Tabung reaksi
Pipet volume
Mikropipet
Rak tabung reaksi
Vortex
Penangas air terkontrol

Bahan
Larutan ekstrak kasar enzim
amilase
Larutan pati 1% dibuat baru
Larutan penyangga 6,5
Larutan Iodine
Larutan Hcl 0,1 N

Skema kerja
Masukkan 5 ml
larutan pati
1% pada
tabung R dan
Ro

Inkubasi pada
suhu ruang

Pada tabung
Ro Tambahkan
0.5ml NaCl 1%
+0.5ml air
suling

vortex

Tambahkan
pada tabung
Ro 500L
larutan enzim (
t=0)

Tambahkan
pada tabung R
500L air
suling (t=0)

NEXT......
Tambahkan
5 ml HCl
0,1N (t=10
menit)

vortex

Amati
dengan
spektro
pada 620
nm.

Pipetlah
500L
masingmasing
masukkan
dalam
tabung
berisi 5 ml
larutan
kerja iodine

vortex

Rumus Aktivitas enzim (unit/Ml)

Aktivitas (unit/Ml) =
D[(R0 R)/R0] x 100
enzim)-1

mg pati. (mL

HASIL
KELOMPOK

LARUTAN

R0

AE

NaCl 1%

1.726

0.102

94.09

NaCl

1.282

0.296

76.911

HgCl2 1% 1.356

0.905

33.259

HgCl2

1.289

17.625

0.5%

0.5%

1.558

VI. PEMBAHASAN
Pada percobaan ini digunakan
aktivator NaCl dan inhibitor HgCl2
dengan konsentrasi keduannya 1%
dan 0,5%. NaCl berguna sebagai
aktivator karena Cl- dapat berikatan
dengan enzim yang menyebabkan sisi
aktif enzim siap menerima substrat.

HgCl2 bertindak sebagai Inhibitor


Non-kompetitif Irreversible. HgCl2
bekerja dengan cara berikatan
dengan sisi lain dari enzim. Secara
struktural enzim adalah protein,
sehingga sifat-sifat protein dimiliki
oleh enzim sehingga bila ion-ion
logam berat seperti Hg2+ berikatan
dengan enzim dapat mengurangi
aktivitas enzim. Jika ion logam berat
ini berikatan dengan enzim, enzim

Secara Teoritis seharusnya semakin


banyak konsentrasi aktivator yang
digunakan maka serapan yang dihasilkan
semakin kecil dan sebaliknya. Hal ini
dikarenakan enzim yang bekerja.
Sedangkan semakin banyk konsentrasi
inhibitor yang di gunakan maka serapan
yang dihasilkan semakin besar dan
sebaliknya. Hal ini dikarenakan kerja enzim
di hambat.

Pada hasil pengujian terdapat bebraapa


data yang tidak sesuai dengan pustaka,
hal ini di sebabkan :
a) Kesalahan pada saat pembuatan
b) Ketidak akuratan dalam memakai pipet
volume.
c) Pengunaan alat yang kurang tepat.
d) Terdapat kontaminasi pada alat dan
bahan yang digunakan.

VI. KESIMPULAN
Aktivator bekerja mengaktifkan enzim yang belum
aktif sehingga sisi aktif Enzim siap untuk
berikatan dengan substrat.
Inhibitor adalah molekul yang berikatan secara
selektif pada enzim dan menghambat aktivitas
enzim.
Semakin besar konsentrasi aktivator menjadikan
aktivitas enzim semakin besar
Semakin besar konsentrasi inhibitor menjadikan
aktivitas enzim semakin kecil

VII. DAFTAR PUSTAKA


Poedjiadi, Anna. 2005. Dasar-Dasar
Biokimia. Jakarta : Penerbit Universitas
Stryer, L. 2000. Biokimia. Vol 2. Edisi 4.
Penerbit Buku Kedokteran EGC. Jakarta.

TERIMA KASIH