Anda di halaman 1dari 17

LAPORAN KASUS

MODUL 3 LESI JARINGAN LUNAK MULUT


PENYAKIT MULUT BERKAITAN DENGAN DEGENERATIF

FISSURE TONGUE
Diajukan untuk memenuhi syarat dalam melengkapi
Kepaniteraan Klinik di Modul 3 Lesi Jaringan Lunak Mulut

Oleh :

REZKI ALFURQAN
1110070110036

Pembimbing : drg. Abu Bakar M. Med Ed

FAKULTAS KEDOKTERAN GIGI


UNIVERSITAS BAITURAHMAH
PADANG

2016

LAPORAN KASUS
MODUL 3
LESI JARINGAN LUNAK MULUT

HALAMAN PERSETUJUAN

Telah disetujui laporan kasus yang berjudul FISSURE


TONGUE guna melengkapi persyaratan Kepaniteraan Klinik
pada bagian Modul III

Padang, Mei 2016


Disetujui Oleh

(drg. Abu Bakar M. Med Ed)

LAPORAN KASUS ORAL MEDICINE

No. RM

033644

Nama

Rahmiati

Umur

55th

Alamat

Jln. Anak air

Jenis Kelamin

Perempuan

Status Perkawinan :

Sudah Kawin

Pekerjaan

Ibu rumah tangga

Agama

Hari/ Tanggal

Kasus

Islam
Tindakan yang
dilakukan

Operator

1. Pencatatan Data
2. Anamnesa

Sabtu / 9
Januari 2016

Fissure
Tongue

3. Pemeriksaan Klinis
4. Penegakan diagnosis
5. KIE (Komunikasi,

Rezki Alfurqan
(10-008)

Informasi dan
Edukasi)

Padang, Mei 2016


Disetujui Oleh

(drg. Abu Bakar M. Med Ed)

FISSURE TONGUE BERKAITAN DENGAN BERTAMBAHNYA


USIA
(LAPORAN KASUS)
Rezki Alfurqan*, Abu Bakar**
*Mahasiswa ** Staf Pengajar Departemen Ilmu Penyakit Mulut
Bagian Ilmu Penyakit Mulut, Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas
Baiturrahmah
Jl. Raya by. Pass KM. 14 Aie Pacah, Padang

ABSTRAK
Lidah berfisur adalah variasi dari anatomi lidah normal yang terdiri atas
satu fisura garis tengah, fisura ganda atau fisuramultipel dengan berbagai kedalaman
yang terdapat pada permukaan dorsal dari dua pertiga anterior lidah.Penyebabnya
tidak diketahui secara pasti, tetapi lidah berfisur barangkali merupakan suatu proses
perkembangan dan bertambah banyak seiring dengan pertambahan usia bahwa terjadi
perubahan degeneratif, fisiologis dan biologis yang sangat kompleks pada tubuh
akibat proses menua. Apabila sisa makanan menumpuk dapat menyebabkan rasa
sensitive pada lidah dan dapat juga menyebabkan bau mulut.Seorang pasien wanita
berusia tahun datang dengan mengeluhkan lidah tampak retak-retak.Penatalaksanaan
pada pasien fissure tongue adalah Pemberian Dental Health Education yang
bertujuan untuk memberikan informasi untuk menjaga kebersihan rongga mulut dan
KIE Penjelasan kepada pasien lidah bercelah merupakan suatu kelainan pada lidah
yang tidak berbahaya.
Keywords: fissure Tongue,
ABSTRACT
Fissured tongue is a variation of the normal anatomy of the tongue
comprising a midline fissure, fissure fissure double or multiple with different depths

found on the dorsal surface of the anterior two-thirds lidah.Penyebabnya not known
for certain, but perhaps fissured tongue is a process of development and multiply
age-related degenerative changes that occur, physiological and biological very
complex in the body due to aging process. If leftovers accumulate can cause sensitive
taste on the tongue and can also cause bad breath A year-old female patient came to
complain of the tongue looks cracked.Penatalaksanaan fissure patients tongue is
Giving Dental Health Education which aims to provide information to maintain oral
hygiene and IEC explanation to patients slotted tongue is an abnormality of the
tongue that is not dangerous.
Keywords: fissure tongue,

Pendahuluan
Proses menua terjadi degenerasi, penipisan mukosa, hiposalivasi,
penurunan aktivitas dan massa otot, serta terjadi kemunduran pada
banyak fungsi tubuh. Varikositas pada ventral lidah akan tampak jelas
pada lansia. Berkurangnya jumlah gigi geligi seiring dengan proses
penuaan menyebabkan lidah terlihat lebih besar atau macroglosia,
tampak bercelah dan beralur dikenal dengan fissured tongue atau dapat
pula tampak berambut dikenal dengan hairy tongue.
Menjadi tua adalah suatu proses alamiah yang berkesinambungan, terjadi terus
menerus sejak seseorang lahir ke dunia. Proses menua adalah proses alami yang disertai
adanya penurunan kondisi fisik, psikologis maupun sosial yang saling berinteraksi satu
sama lain.Kondisi fisik lansia berbeda dengan dewasa normal. Banyak penelitian telah.
Membuktikan bahwa terjadi perubahan degeneratif, fisiologis dan biologis yang
sangat kompleks pada tubuh akibat proses menua. Rongga mulut juga mengalami
perubahan, baik pada jaringan keras maupun pada jaringan lunak. Selain dari proses
menua, kelainan pada rongga mulut dapat juga disebabkan oleh penyakit sistemik
Keadaan itu cenderung berpotensi menimbulkan masalah kesehatan secara umum maupun
kesehatan jiwa secara khusus pada lanjut usia (lansia). Setelah orang memasuki masa
lansia umumnya mulai dihinggapi adanya kondisi fisik yang bersifat patologisberganda,
misalnya tenaga berkurang, energi menurun, kulit makin keriput, gigi makin rontok,
tulang makin rapuh, dan masih banyak lagi. Secara umum kondisi fisik seseorang yang
sudah memasuki masa lansia mengalami penurunan secara berlipat ganda.

Lidah berfisur adalah variasi dari anatomi lidah normal yang terdiri atas satu
fisura garis tengah, fisura ganda atau fisuramultipel dengan berbagai kedalaman yang
terdapat pada permukaan dorsal dari dua pertiga anterior lidah. Penyebabnya tidak
diketahui secara pasti, tetapi lidah berfisur barangkali merupakan suatu proses
perkembangan dan bertambah banyak seiring dengan pertambahan usia.

Kasus
Seorang pasien wanita berusia 55 tahun datang ke RSGM Baiturrahmah dengan
keluhan gigi rahang atas dan rahang bawah telah hilang semua, pasien ingin dibuatkan gigi
tiruan. Pemeriksaan ekstra oral tidak ditemukan kelainan. Pemeriksaan intra oral terlihat
rahang atas rahang bawah edentolus dan lidah tampak retak-retak dengan kedalaman lebih
dari 2 mm, tampak bergaris-garis baik secara tranversal dan horizontal, dari anamnesa
lidah sensitif terhadap makanan pedas, yang terkadang diikuti dengan rasa agak perih,
retak pada lidah sebelumnya sudah ada tapi semakin lama semakin bertambah besar.

Gambar 1.
Fissure Tongue
A. DATA PASIEN

Nama pasien

: Rahmiati

Umur

: 21 tahun

Jenis kelamin

: Laki laki

Alamat

: Jln. Anak Air

Pekerjaan

: Ibu rumah tangga

Agama

: Islam

No. Rekam Medik : 033644


B. RIWAYAT KESEHATAN
1. Keluhan Pasien
a. Keluhan Utama

Pasien datang dengan mengeluhkan

gigi yang telah hilang dan ingin dibuatkan


gigi tiruan, pasien dirujuk ke bagian
prosthodonti.
b. Keluhan Tambahan

: Pasien mengeluhkan lidah yang retak tampak


bergaris

2. Anamnesa (tgl : 9 Januari 2016)


1) Apakah terdapat celah pada daerah lain selain di permukaan lidah?
Tidak ada.

2) Sejak kapan dan apakah mengalami perubahan bentuk dan ukuran?


Sudah lama sejak waktu masih sekolah dulu. Pada awalnya celah dangkal
dan sedikit, namun semakin lama semakin dalam dan banyak.
3) Berapa jumlah celah tersebut?
Terdapat beberapa celah.
4) Apakah pernah mengalami rasa sakit pada permukaan lidah?
Pernah.
5) Apakah ada keadaan yang memperberat rasa tersebut?
terkadang terasa perih saat makan yang pedas dan panas
6) Apakah ada keadaan yang menyebabkan berkurangnya jumlah celah
tersebut?
Tidak ada.
7) Apakah ada gejala demam atau sakit saat celah tersebut muncul?
Tidak ada.
3. Riwayat medis gigi dan mulut : Pasien pernah melakukan perawatan ke
dokter gigi.
4. Riwayat penyakit sekarang : Terdapat celah yang dalam pada permukaan
lidah
5. Riwayat penyakit yang lalu : Tidak ada
6. Riwayat penyakit keluarga : Tidak ada
7. Riwayat sosial ekonomi
: B. PEMERIKSAAN KLINIS
1. Ekstra Oral
Kelenjar Submandibula :

Normal

2. Intra Oral

1) Bibir :

Normal

2) Gingiva

Normal

3) Palatum durum

Normal

4) Palatum molle

Normal

5) Lidah :

Fissure tongue

6) Tonsil :

Normal

7) Frenulum

Normal

8) Dasar mulut :

Normal

9) Mukosa bukal: Normal

C. GAMBARAN KLINIS
a. Bentuk

: Pola berupa fisur atau alur dalam yang memanjang

dari depan ke belakang, dan fisur yang kecil ke arah lateral.


b. Ukuran

: Kedalaman fisur ada yang dalam (3 mm) dan dangkal.

c. Lokasi : Dorsal lidah (2/3 anterior lidah)


d. Jumlah : Multiple
D. ETIOLOGI
Tidak diketahui secara pasti, tetapi bisa dihubungkan dengan suatu proses
perkembangan dan bertambahnya usia.
E. DIAGNOSA
Fissure Tongue
F. DIAGNOSA BANDING
Sjogren Syndrom

10

G. TERAPI
1. Melakukan komunikasi, informasi, dan edukasi, yaitu:
a. Memberikan penjelasan kepada pasien agar tidak cemas secara
berlebihan karena penyakit ini tidak berbahaya dan merupakan keadaan
jinak.
b. Memberi penjelasan kepada pasien bahwa perawatan tidak ada, jika
pasien

merasa sakit saat makan yang pedas dan panas lebih baik

dikurangi menkonsumsi makanan tersebut, dan hal ini banyak terdapat


pada orang lanjut usia.
c. Instruksikan kepada pasien untuk selalu menjaga kebersihan rongga
mulut dengan

menjaga kebersihan lidah untuk mencegah terjadinya

peradangan pada lidah maupun bau mulut dengan

menyikat lidah

menggunakan bulu sikat yang lembut

PEMBAHASAN
Diagnosa ditegakkan berdasarkan hasil pemeriksaan subjektif dan objektif. Dari
hasil pemeriksaan diketahui sel-sel tubuh mengalami perubahan internal, sehingga
fungsinya secara umum menjadi berkurang dan tidak sempurna. Sel-sel tubuh akan
mengalami atropi yang dapat terjadi pada seluruh jaringan dan organ tubuh. Fissured
tongue merupakan suatu proses perkembangan dan prevalensi lidah pecah-pecah secara
signifikan meningkat dengan usia. Lidah berfisur mengenai kira-kira 1-5% penduduk,
dimana insidensi kejadiannya sama baik pada perempuan maupun laki-laki. Lidah
berfisur pada umumnya terjadi pada sindrom Down dan dalam kombinasi dengan lidah
geografik. Selain faktor herediter, kondisi akibat perubahan patologis juga dilaporkan
berperan seperti pada anemia dan xerostomia. Bentuk normal fisura dapat mengalami

11

modifikasi, baik inisiasi, proses patologis, dan kondisi anaerob dengan perubahan
kedalaman sebagai kondisi yang opportunistik bagi pertumbuhan bakteri.
Gambaran klinis fissure tongue yaitu terdapat satu fisur garis tengah, fisur ganda
atau fisur multiple pada permukaan dorsal lidah dari dua pertiga anterior lidah. Dorsal
lidah tampak retak-retak dengan kedalaman lebih dari 2 mm, tampak bergaris-garis baik
secara tranversal, horizontal, atau oblik. Fissure tongue biasanya asimtomatis, kecuali bila
sisa-sisa makanan terkumpul di dalam fisur, dapat menyebabkan iritasi lokal, sensitif
terhadap makanan pedas, dan menimbulkan halitosis yang terkadang diikuti dengan rasa
agak perih atau tidak nyaman seperti agak nyeri.
Proses menua terjadi degenerasi, penipisan mukosa, hiposalivasi, penurunan
aktivitas dan massa otot, serta terjadi kemunduran pada banyak fungsi tubuh. Varikositas
pada ventral lidah akan tampak jelas pada lansia. Berkurangnya jumlah gigi geligi seiring
dengan proses penuaan menyebabkan lidah terlihat lebih besar atau macroglosia, tampak
bercelah dan beralur dikenal dengan fissured tongue atau dapat pula tampak berambut
dikenal dengan hairy tongue.

Penyebab fissure tongue tidak diketahui, namun berhubungan


dengan faktor trauma, defisiensi vitamin B kompleks maupun faktor
herediter dimana terdapat bukti yang menunjukkan bahwa kondisi
tersebut mungkin adalah suatu sifat polygenic maupun sifat autosomal
dominan dengan penetrasi yang tidak sempurna. Selain itu juga
dihubungkan dengan kelainan proses perkembangan dan bertambah
banyak dengan bertambahnya usia.
12

Secara klinis celah yang terdapat pada dorsal lidah tersebut


mempunyai pola, jumlah, ukuran, dan kedalaman yang beraneka
ragam, namun biasanya distribusi fissure tongue simetris. Pola yang
paling umum adalah satu celah pusat yang jelas, membujur dari depan
ke belakang, sedangkan celah-celah yang lebih kecil mengarah ke lateral
seperti rusuk daun. Pola lainnya adalah serebriformis, melintang, dan
oblik. Celah tersebut dapat dalam maupun dangkal. Kedalaman celah
berkisar dari 2-6 mm.
Seringkali berhubungan dengan geographic tongue, 20% penderita
fissure tongue juga mengalami geographic tongue1. Namun, fissure
tongue dengan papila filiformis yang normal tidak berhubungan dengan
geographic tongue. Lesi ini tidak berakibat apapun, tetapi kadangkadang menyebabkan halitosis dan menimbulkan rasa nyeri atau rasa
terbakar yang ringan tanpa sebab yang jelas maupun dapat dirasakan
setelah makan makanan pedas dan panas.
Diagnosa Banding
Diagnosa banding fissure tongue adalah sindrom Sjogren.
Perbandingan ini harus diketahui karena gambaran klinis lesi lidah
yang terdapat pada sindrom Sjogren memiliki persamaan dengan
fissure tongue, yaitu lidah berlobus pada sindrom Sjogren. Sindrom ini
13

merupakan salah satu penyakit autoimun yang mempengaruhi kelenjar


saliva dan lakrimal yang mengakibatkan pengurangan saliva dan air
mata sehingga menyebabkan terjadinya xerostomia dan xeroftalmia.
Sindrom Sjogren terutama mengenai wanita setengah baya, lanjut
usia atau sudah mengalami menopause. Tanda-tanda klinis sindrom
Sjogren adalah pasien mengeluhkan mulutnya tidak nyaman, mukosa
yang eritematous akibat dari xerostomia, lidah berlobus yang nyeri
dengan susunan seperti kerajinan quilt, atropi papila filiformis dan
fungiformis pada dorsum lidah, kandidiasis, bibir pecah-pecah dan
kering, kelenjar parotid membesar yang biasanya bilateral dan simetris.
Perawatan sindrom Sjogren adalah kontrol penyebab penyakit.
Untuk xerostomia dapat dilakukan dengan menjaga kebersihan gigi dan
mulut, membatasi penggunaan sukrosa, fluoride, dan klorheksidin.
Selain itu, melakukan perawatan infeksi, antijamur, dan sialogogue atau
ludah buatan misalnya dengan metilselulose
.

Penatalaksanaan Fissure Tongue

14

Fissure tongue merupakan keadaan yang jinak, dan tidak ada


indikasi untuk perawatan khusus. Namun demikian, dapat dilakukan
dengan menenangkan pasien.

Pasien diinstruksikan untuk menjaga

kebersihan dan kesehatan gigi dan mulut, terutama lidah dengan


menyikat

lidah

menggunakan

bulu

sikat

yang

lembut

atau

membersihkan lidah menggunakan lap kain yang lembab jika sering


terjadi penumpukan sisa-sisa makanan pada celah untuk mencegah
terjadinya peradangan dan halitosis. Jika pasien merasakan panas atau
perih, dapat diberikan anestesi topikal untuk terapi paliatif. Selain itu,
pemberian anti jamur topikal seperti Nystatin pada dorsum lidah dapat
diberikan jika terinfeksi Candida albicans.
KESIMPULAN
Sel-sel tubuh akan mengalami atropi yang dapat terjadi pada seluruh jaringan dan
organ tubuh. fissured tongue merupakan suatu proses perkembangan dan prevalensi
bertambah banyak seiring dengan pertambahan usia
SARAN
Penjelasan kepada pasien lidah bercelah merupakan suatu kelainan pada lidah yang
tidak berbahaya dan

menjaga kebersihan rongga mulut dengan menyikat lidah

menggunakan bulu sikat yang lembut

15

DAFTAR PUSTAKA
Arma, U 2009. Ilmu Penyakit Mulut. Universitas Baiturrahmah.
Padang. Hlm. 41-42
Birnbaum, W., Stephen MD. 2010. Oral Diagnosis: The Clinicians
Guide. Editor: Lilian Juwono. Diagnosis Kelainan dalam
Mulut, Petunjuk bagi Klinisi. EGC. Jakarta. Hal: 245-6.
Cawson, R.A., E.W. Odell. 2007. Oral Pathology and Oral Medicine.
Churchill livingstone. 7th Ed. Hal: 192.
Coulthard P., Keith H., Philip S., Elizabeth T. 2013. Oral and
Maxillofacial Surgery, Radiology, Pathology and Oral
Medicine. 3th Ed. Elsevier. Hal: 240.
Koestermn, U dkk. 2012. Diagnosis dan Terapi. LSKI. Bandung.
Kuntjoro ZS. Masalah Kesehatan Jiwa Lansia. [Internet]. Available
from:URL:http://www.epsikologi.com/epsi/lanjutusia_detail.asp
?id=182. Accesed October 28, 2009

Langlais, R.P,. Craig, S.M. 2000. Color Atlas of Common Disease.


Editor: Lilian Juwono. Atlas Berwarna Kelainan Rongga
Mulut yang Lazim. Hipokrates. Jakarta. Hal. 94-5.
Lewis MAO, Lamey PJ. 1998. Tinjauan Klinis Penyakit Mulut. Jakarta: Widya
Medika. Hal: 48-49.
Nirwanda, Desira. 2010. Prevalensi dan Distribusi Kelainan dan Penyakit Lidah
pada Pasien Rumah Sakit Gigi dan Mulut Fakultas Kedokteran Gigi
Universitas Sumatera Utara (Februari Maret 2010). Universitas
sumatra utara.
Pindborg, J. J. 2009. Atlas Penyakit Mukosa Mulut. Penerjemah : Kartika
Wangsaraharja. Binarupa Aksara. Tanggerang. Hal 181-182.

16

Scully, C., R.A. Cawson. Atlas Bantu Kedokteran Gigi : Penyakit


Mulut. 2012. Hipokrates. Jakarta. Hal. 25-6.
Usri, K.,dkk. 2013. Diagnosis dan Terapi. Edisi ke-2. LSKI. Hal: 66-7.
Ernawati DS. Kelainan jaringan lunak rongga mulut akibat proses
menua.Majalah Kedokteran Gigi (Dental Journal) 1997; 30(3): 111-4
http://www.scribd.com/doc/128078906/Fissured-Tongue#scrib

17