Anda di halaman 1dari 9

LAPORAN JAGA

Skabies

Disusun Oleh :
Danny Amanati A. (G4A014037)

Pembimbing :
dr. Tulus Budi Purwanto

KEPANITERAAN ILMU KEDOKTERAN KOMUNITASILMU KESEHATAN MASYARAKAT


FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU-ILMU KESEHATAN
JURUSAN KEDOKTERAN
PURWOKERTO
2015

HALAMAN PENGESAHAN
LAPORAN JAGA

Skabies

Oleh :
Danny Amanati A. G4A014037

Disusun untuk memenuhi syarat mengikuti program pendididkan profesi dokter


Kepaniteraan Klinik Ilmu Kedokteran Komunitas - Ilmu Kesehatan Masyarakat
Fakultas Kedokteran Dan Ilmu-Ilmu Kesehatan
Universitas Jenderal Soedirman
Purwokerto
Telah diperiksa, disetujui, dan disahkan
Hari

Tanggal

2015

Pembimbing Lapangan

dr. Tulus Budi Purwanto


NIP. 19820327.200903.1.006

I.

IDENTITAS

Nama

: Ny. R

Umur

: 32 tahun

Jenis kelamin

: Perempuan

Status

: Menikah

Pendidikan Terakhir : SMA


Pekerjaan

: Karyawati

Agama

: Islam

Alamat

: Jambu 1/2 Kecamatan Wangon

Suku

: Jawa

Kewarganegaraan

: Indonesia

Tanggal periksa

: 30 April 2015

II. ANAMNESIS
Diambil dari autoanamnesis dan alloanamnesis
Keluhan Utama
: gatal di sela sela jari tangan kanan
Riwayat Penyakit Sekarang
Pasien datang ke poliklinik Puskesmas I Wangon dengan gatal di sela
sela jari kanan yang dirasakan sejak 1 bulan yang lalu. Keluhan dirasakan
sepanjang hari dan memberat saat malam hari, sehingga mengganggu tidur pasien.
Untuk mengurangi rasa gatal biasanya pasien hanya menaburkan bedak lalu rasa
gatal sedikit berkurang, selama ini pasien belum pernah memeriksakan diri ke
dokter hanya membeli bedak di apotik akan tetapi gatal tidak kunjung sembuh.
Awalnya pasien mengeluhkan adanya bintil bintil merah yang terasa gatal di
sekitar sela sela jari tangan. Peasien
Riwayat Penyakit Dahulu
-

Riwayat penyakit jantung

: Disangkal

Riwayat penyakit darah tinggi

: Disangkal

Riwayat diabetes mellitus

: Disangkal

Riwayat mondok

: Disangkal

Riwayat alergi obat/makanan

: Disangkal

Riwayat Penyakit Keluarga


- Keluarga

: Suami dan kedua anak pasien

memiliki keluhan yang serupa.


Riwayat Sosial dan Exposure
a.

Community
Pasien dalam kesehariannya tinggal bersama suami dan kedua
anaknya dengan kondisi rumah yang sehat.

b.

Home
Pasien dalam kesehariannya tinggal di rumah yang dinding terbuat
dari tembok, lantai keramik dan masak menggunakan kompor gas,
atap rumah menggunakan genteng, ventilasi cukup.

c.

Occupational
Pasien merupakan karyawati swasta.

d.

Personal Habit
Pasien mempunyai kebiasaan mandi dua kali sehari menggunakan
sabun cair dan menggunakan shower puff. Pasien selalu mengganti
sprei tempat tidur dan handuk setiap 1 minngu sekali. Pasien sering
tidur bersama dengan kedua anak dan suaminya. Pasien apabila
mencuci pakaian dicampur dengan anak anak menggunakan mesin
cuci.

e.

Diet
Pasien mengkonsumsi nasi disertai sayur, lauk pauk dan buah
buahan setiap hari. Pasien tidak memiliki alergi terhadap makanan
tertentu.

f.

Drug
Sebelumnya pasien belum pernah mengkonsumsi obat

Riwayat Psiko Sosial Ekonomi


Pasien tinggal berempat dengan suami dan kedua anaknya. Setiap
hari pasien bekerja sebagai karyawati di Purwokerto. Pasien berangkat
pukul 06.00 dan pulang pukul 15.00 menggunakan kendaraan pribadi.
Hubungan pasien dengan keluarganya terjalin sangat baik, setiap sore

selalu meluangkan waktu bersama untuk berbincang bincang. Rumah


pasien dekat dengan rumah-rumah tetangga. Keluhan yang diderita pasien
dirasakan menghambat aktivitas pasien akhir akhir ini dan menggangu
waktu tidur pasien, sehingga saat bekerja pasien kurang focus dan
merasakan cepat lelah. Hubungan pasien dengan masyarakat sekitar
termasuk baik-baik saja. Pasien berasal dari keluarga ekonomi kelas
menengah ke atas. Penghasilan yang didapat dari pekerjaan pasien dan
pekerjaan suami dirasakan sangat cukup untuk memenuhi kebutuhan
makan sehari-hari.
Riwayat Gizi.
Pasien terbiasa makan di rumah dengan masakan sendiri yang
dibuatkan oleh asisten rumah tangga dengan pola makan 3 kali sehari
berupa nasi, lauk pauk nabati atau hewani, sayuran dan buah.

III. PEMERIKSAAN FISIK


Keadaan Umum

: baik, kooperatif

Kesadaran

: Compos mentis

Vital sign

1.
2.
3.
4.

: 110/70 mmHg
: 74 x /menit, regular
: 20 x /menit
: 36,6O C

Tekanan darah
Nadi
RR
Suhu

Status Generalis
- Kulit

: Warna kulit sawo matang, tidak ikterik, tidak sianosis,


turgor cukup

- Kepala

: Simetris, normal, rambut hitam, distribusi merata, tidak


mudah dicabut

- Wajah

: Simetris

- Mata

: Konjungtiva anemis tidak ada, sklera ikterik tidak ada,


pupil isokor 3mm/3mm, terdapat reflek cahaya pada
kedua mata.

- Hidung

: Deviasi septum tidak ada, discharge tidak ada, nafas


cuping hidung tidak ada

- Mulut/Gigi

: Bibir sianosis tidak ada, lidah kotor tidak ada, carries


tidak ada, faring tidak hiperemis, tonsil T0-T0

- Telinga

: Simetris, discharge tidak ada

Pemeriksaan Leher
- Inspeksi

: Deviasi trakea tidak ada

- Palpasi

: Tidak ada pembesaran kelenjar tiroid dan kelenjar limfe

Pemeriksaan Thorax
- Cor
Inspeksi

: Simetris, ictus cordis tidak tampak

Palpasi

: Ictus cordis tak kuat angkat

Perkusi

: Batas atas kiri

: SIC II LPS sinsitra

Batas atas kanan

: SIC II LPS dextra

Batas bawah kiri

: SIC V 2 jari medial LMC


sinistra

Batas bawah kanan : SIC IV LPS dextra


Auskultasi

: S1 > S2 reguler, murmur tidak ada, gallop tidak


ada

- Pulmo
Inspeksi

: Dinding dada simetris pada saat statis dan


dinamis,

retraksi tidak ada, ketinggalan gerak

tidak ada
Palpasi

: Simetris, vokal fremitus kanan sama dengan kiri,


ketinggalan gerak tidak ada

Perkusi

: Sonor kedua lapang paru

Auskultasi

: Suara dasar: vesikuler kanan dan kiri


Suara tambahan tidak didapatkan

- Pemeriksaan Abdomen
Inspeksi

: Perut datar, simetris, venektasi tidak ada, sikatrik


tidak ada, tidak tampak massa.

Auskultasi

: Terdengar suara bising usus normal

Palpasi

: Hepar dan lien tidak teraba, defans muskular


tidak ada, tidak teraba massa, ballotemen tidak
ada, buli-buli tidak teraba, nyeri tekan (-).

Perkusi

: Timpani di seluruh kuadran abdomen, nyeri ketok


costovertebra (-)

- Pemeriksaan Ekstremitas
Edema :

Trophy : eutrophy

Gerak involunter ( - )

KM :

Tonus

5 5
5 5

Reflek Fisiologis

N N
N N

Reflek Patologis

Status lokalis
Pemeriksaan UKK
Lokasi

: sela sela jari tangan kanan

Effloresensi : tampak gambaran papul dan vesikel miliar serta ditemukan


adanya kanalkuli.
RESUME
a. Anamnesis
- Seorang wanita 35 tahun
- Gatal disertai bintil di sela sela jari tangan kanan
- Suami dan kedua anak memiliki keluhan yang sama
- Pasien tidak pernah mengeluhkan keluhan yang serupa sebelumnya
b. Pemeriksaan Fisik
Keadaan Umum

: Sedang, kooperatif

Kesadaran

: Compos mentis

Vital sign

: Tekanan darah

Status generalis

HR

: 74x/menit

RR
Suhu

: 20x/menit
: 36,6oC

: dalam batas normal

Status lokalis

: Pemeriksaan UKK

Lokasi
Distribusi

: 110/70mmHg

: sela sela jari tangan kanan


: unilateral, regional

Effloresensi : tampak gambaran papul dan vesikel miliar serta


ditemukan adanya kanalkuli.
IV.

DIAGNOSA KERJA
Skabies

VI .

DIAGNOSA BANDING
Creeping eruption

VII. PEMERIKSAAN PENUNJANG


1

Kerokan kulit

VIII. TERAPI

1. Medikamentosa
a. Krim Permetrin 5 % 3x1 selama 7 hari
b. CTM 3x1 prn
2. Non Medika mentosa
a. Mandi dengan air hangat dan keringkan badan.
b. Hindari menyentuh mulut dan mata dengan tangan.
c. Ganti pakaian, handuk, sprei, yang digunakan, selalu cuci
dengan teratur dan bila perlu direndam dengan air panas.
Tungau akan mati pada suhu 130o.
d. Hindari penggunaan pakaian, handuk, sprei bersama anggota
keluarga serumah.
e. Setiap anggota keluarga serumah sebaiknya mendapatkan
pengobatan yang sama dan ikut menjaga kebersihan.
Promotif
1) Edukasi kepada pasien dan keluarga bahwa penyakit ini
disebabkan oleh infestasi parasit di mana penyakit ini berhubungan
dengan higienitas yang rendah. Diterangkan juga bahwa penyakit
ini sangat menular.
2) Ganti pakaian, handuk, sprei, yang telah pasien gunakan, bila perlu
direndam dengan air panas.
3) Keluarga

pasien

sebaiknya

berobat

ke

puskesmas

untuk

mendapatkan pengobatan yang sama dan ikut menjaga kebersihan.


Preventif
1) Edukasi kepada pasien dan keluarga untuk meningkatkan
kebersihan per orangan dan lingkungan, antara lain kebiasaan
mandi 2 kali sehari dengan menggunakan sabun dan menggosok
anggota badan dengan baik serta keramas
2) memotong kuku secara rutin 1 kali seminggu, membersihkan lantai
rumah dengan baik, tidak menggantung pakaian, dan membuka
jendela rumah pada siang hari sebagai pencahayaan dan ventilasi.
3) Hindari penggunaan pakaian, handuk, sprei bersama anggota
keluarga serumah.
4) Setiap anggota keluarga

serumah

sebaiknya

pengobatan yang sama dan ikut menjaga kebersihan.

mendapatkan