Anda di halaman 1dari 23

LAPORAN KERJA PRAKTEK PT.

PERTAMINA
REFINERY UNIT III PLAJU-SEI GERONG
(26 MEI 2015 -16 JULI 2015)

Optimasi Pemakaian Katalis Direaktor 1


Oleh :
Flavia Mech Devega 03121403033
Sania Daniati 03121403033

JURUSAN TEKNIK KIMIA


UNIVERSITAS SRIWIJAYA
2015

KERANGKA PRESENTASI

1. Pendahuluan
2. Kilang Polypropylene
3. Tugas Khusus
4. Kesimpulan dan Saran

PENDAHULUAN
Sejarah

Singkat PT.PERTAMINA

Tanggal 10 Desember 1957 ditetapkan sebagai hari lahirnya PERTAMINA, berdasarkan


perintah dari Kolonel Ibnu Sutowo, PT EMTSU diambil alih oleh Indonesia dan diubah
namanya menjadi PN Permina. Berdasarkan UU No.20 tahun 2001 serta PP No.31 tahun 2003
pada tanggal 17 September 2003 menyatakan bahwa Pertamina berubah nama menjadi PT
PERTAMINA (Persero). Saat ini PT PERTAMINA (Persero) telah mempunyai 6 buah kilang.
1. UP-I Pangkalan Brandan, Sumatera Utara
2. UP-II Dumai, Riau
3. UP-III Plaju Sungai-gerong, Sumatera Selatan
4. UP-IV Cilacap, Jawa Tengah
5. UP-V Balikpapan, Kalimantan Timur
6.UP-VI Balongan, Jawa Barat
7. UP-VII Kasim, Papua

KILANG POLYPROPYLENE
Kilang

Polypropylene pertama dibangun pada tahun 1972 didisain dengan kapasitas

20.000 ton per tahun homopolymer polypropylene. Pada tanggal 21 Maret tahun 1994
Pertamina melalui Proyek Kilang Musi II (PKM-II) memperluas usahanya dengan
membangun diantaranya Unit Polypropylene baru seksi polimerisasi dengan hak patent
lisensi dari Mitsui Petro Chemical Industries Ltd dengan kapasitas menjadi 45.200 ton
per tahun. Kilang polypropylene dibangun untuk mengolah raw propane propylene
yang dihasilkan dari Fluid Catalytic Cracking Unit (FCCU) Kilang Sungai Gerong
menjadi pellet polypropylene (Polytam). Unit operasi pada Kilang Polypropylene ini,
yaitu :
1.

Unit Propylene Purification

2.

Unit Polypropylene Polimerization

3.

Unit Finishing (Pelletizer)

4.

Unit Bagging (Packaging Product)

UNIT PURIFIKASI
DEA Ekstraksi
2. NaOh Ekstraksi
3. Drying
4. Depropanizer
1.

FLOW DIAGRAM DEA EKSTRAKSI

FLOW DIAGRAM NaOH EKSTRAKSI

DRYER
Tahapan

ini berfungsi untuk mengeringkan


moisture yang terkandung dalam bahan baku
hingga kadar airnya dapat dikurangi sampai max
10 ppm wt.

FLOW DIAGRAM DEPROPANIZER

UNIT POLIMERISASI
1.
2.
3.

Seksi Impurities Removal


Seksi Persiapan katalis
Reaksi Polimerisasi

SEKSI IMPURITIES REMOVAL

Berfungsi untuk menghilangkan impurities


yang terkandung dalam propylene yang
terdiri dari :
1. Light Ends Stripper (C-2001)
2. Dehydrator (D-2019A/B)
3. COS Absorber (D-2001A/B)
4. Arsine Removal (D-2002)

FLOW DIAGRAM PREPARASI KATALIS

Kondisi Operasi Reaktor


Kondisi
Operasi
Jenis
Polimerisasi
Tekanan
(kg/cm g)
2

Temperatur (oC)
Konsentrasi
Slurry kg/m

1st Reactor

2nd Reactor

Fase Cair

Fase Gas

29-38

17-19

70

80

120-200

FLOW DIAGRAM POLIMERISASI

FLOW DIAGRAM DRYING

UNIT FINISHING DAN


BAGGING
1)

Sejumlah Stabilizer dengan resep tertentu ditambahkan pada


tepung polimer untuk setiap jenis produk polypropylene yang
akan dihasilkan. Stabilizer tersebut diaduk dengan mixer dan
dialirkan menuju Pelletizing System. Campuran Stabilizer dan
tepung polimer murni di extrude dan dipotong menjadi butiran
polypropylene dengan alat potong pada pelletizer (Z-2501).

2)

Unit Pelletizing ditampung di dalam silo yang berkapasitas total


840 ton. Silo yang terdapat di Kilang Polipropilen terdiri atas 4
buah silo dengan kapasitas 90 ton, 16 silo berkapasitas 30 ton,
dan 1 buah silo transfer atau blending.

TUGAS KHUSUS
Optimasi Pemakaian Katalis Direaktor 1
Latar Belakang

PT Pertamina salah satu perusahaan yang memproduksi


Polypropylene. Kapasitas produksi 45.200 ton per tahun.
Target produksi Polypropylene sering mengalami penurunan
kapasitas produksi, salah satu yang mempengaruhinya adalah
kurang optimalnya pemakaian katalis. Untuk itu diperlukan
perhitungan pemakaian katalis yang optimal sehingga
didapatkan produksi yang sesuai dengan target produksi.

Tujuan
1. Untuk mengetahui jumlah optimal katalis yang dibutuhkan di reaktor
2. Untuk mengetahui pengaruh jumlah katalis pada proses polimerisasi di
reaktor.

Manfaat

Adapun manfaat dari tugas khusus ini adalah mengaplikasikan ilmu yang didapat
selama proses pembelajaran di bangku kuliah dalam skala industri, khususnya di
PT Pertamina RU-III kilang Polypropylene.
Batasan

Masalah

Pada kilang Polypropylene terdapat dua buah reaktor yang digunakan yaitu
reaktor I dan reaktor II. Dalam hal ini ruang lingkup masalah tugas khusus
difokuskan untuk menghitung penggunaan katalis reaktor 1 pada kondisi optimal.

HASIL DAN PEMBAHASAN


A. Hasil Pengolahan Data
Hari
Q1

W1

SC

Teta

kkal/jam

Kg/jam

M3/jam

kg/m3

Jam

1092715

2185.43

16.7206

130.703

1.02247

1072235

2144.47

18.1417

118.207

0.96484

1328448

2656.9

15.8845

167.264

1.00764

1003603

2007.21

14.4158

139.237

1.16738

1034205

2068.41

15.9128

129.984

1.07581

1169488

2338.98

14.9533

156.419

1.09103

1042300

2084.6

15.8975

131.127

1.07455

1177471

2354.94

15.6504

150.472

1.05358

1037723

2075.45

15.9694

129.964

1.07204

1256229

2512.46

15.9299

157.72

1.02178

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10

Data Hasil Perhitungan Pemakaian


Katalis
Hari
Rate MC

Rate AT

Rate OF

Rate hx

Liter/jam

Liter/jam

Liter/jam

Liter/jam

15.61329758

5.895969

0.220433

20.22999

18.72387717

7.661745

0.293911

24.76759

18.21048054

7.654937

0.29699

24.2629

18.48227876

7.656396

0.293911

24.52825

15.74617671

7.633929

0.293867

21.85043

15.28109976

7.631108

0.293911

21.39611

15.79449639

7.634269

0.293911

21.89767

15.79449639

7.634269

0.293911

21.89767

15.79449639

7.634269

0.293911

21.89767

18.21048054

7.607522

0.293911

24.22221

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10

Perbandingan Pemakaian Katalis Dengan


Produksi Slurry
Hari
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10

Debit m3/Hari
0.03956
0.05245
0.03438
0.04395
0.04011
0.03235
0.03988
0.03476
0.04024
0.03823

KESIMPULAN
Adapun yang dapat kami simpulkan dari hasil kerja praktek yang telah dilaksanakan
adalah sebagai berikut :
1. PT. Pertamina memiliki kilang Non-BBM, yaitu kilang Polypropylene.
Kilang Polypropylene PT. Pertamina memiliki kapasitas produksi 45.200ton/tahun.
2. Dari hasil perhitungan yang telah dilakukan selama sepuluh hari penggambilan
sampel didapatkan hasil pemakaian katalis yang paling optimum adalah dihari
kelima yaitu 0.03438 m3/hari.
3. Konsentrasi slurry dipengaruhi temperatur, resindent time, feed propylene yang
masuk.

TERIMA KASIH