Anda di halaman 1dari 16

Penyakit jantung rematik

Mei Asrina, S.Ked


K1 A2 110 020

Definisi
Penyakit Jantung Rematik (PJR) adalah
suatu kondisi dimana terjadi kerusakan
pada katup jantung yang bisa berupa
penyempitan atau kebocoran, terutama
katup mitral (stenosis katup mitral)
sebagai akibat adanya gejala sisa dari
Demam Rematik (DR).

Etiologi
Riwayat infeksi Streptococcus betahemolyticcus
grup A sebelumnya
Faktor presdiposisi
1. Faktor genetik
2. Faktor jenis kelamin
3. Faktor usia
4. Sistem imun
Faktor lingkungan:
1. Keadaan sosial ekonomi yang buruk
2. Iklim dan geograf
3. Cuaca

Epidemiologi
Setiap tahun kurang lebih didapatkan 300.000
kasus PJR baru. Dengan angka kejadian yang
tinggi dinegara berkembang berhubungan dengan
sosial ekonomi yang rendah,pelayanan kesehatan
yang kurang memadai, infeksi tenggerokan yang
tidak diobati,penanganan yang lambat,lingkungan
yang padat.
Dan untuk DALYs ( Disability-adjusted life years )
kehilangan diperkirakan 2,47 per 100,000
poupulasi di WHO Amerika Serikat sampai 173,4
per 100,000 populasi pada WHO Regio Asia
Tenggara.

Patofisiologi

Patogenesis
Perjalanan alamiah D.R. :
Fase infeksi : S.B.H group A pd nasopharynx
Fase laten : ( 1 3 minggu sesudah infeksi )
demam menurun manifestasi klinis lain
menurun , biakan SBH (-).
Fase rematik akut :
Manifestasi klinis bervariasi :
Carditis ringan
Carditis berat dng gagal jantung 2 3 bulan.
Polyarthritis migrans
Fase akhir :
Fase tenang atau inaktif (semua tanda-tanda
aktif menurun)

Manifestasi
Klinis
Diagnosis ditegakkan berdasarkan kriteria jones untuk DRA
(WHO 2002-2003
Mayor

Minor

karditis

demam

Poliartritis

polyatralgia

Khorea

Laboratorium : peningkatan
acute phase reactan (LED atau
leukosit)

Eritema marginatum
PR interval memanjang
Nodul Subkutan

kriteria who 2002-2003 untuk diagnosis DRA dan PJR


Kategori diagnostik

kriteria

Demam rematik serangan pertama

2 mayor atau 1 mayor dan 2 minor+


bukti infeksi streptococcus beta
hemolyticus grup A

Demam rematik serangan berulang


tanpa PJR

2 mayor atau 1 mayor dan 2 minor +


bukti infeksi streptococus beta
hemolyticus group A sebelumnya

Demam rematik serangan berulang


dengan PJR

2 minor + bukti infeksi streptococus


beta hemolyticus grup A sebelumnya

Korea rematik

Tidak diperlukan kriteria mayor lainnya


atau bukti infeksi streptococus beta
hemolyticus grup A

PJR (stenosis mitral murni atau


kombinasi dengan insufensi
mitral/gangguan katup aorta

Tidak diperlukan kriteria lainnya untuk


mendiagnosis PJR

Pemeriksaan
fisik
1). Anamnesis
a. Infeksi tenggerokan : apakah ada
keluhan nyeri menelan sebelumnya,
apakah disertai gejala batuk atau
mata merah,adakah keluhan
demam,adakah nyeri tekan pada
kelenjar dileher
b. Polartritis
Apakah ada bengkak yang terjadi
tiba2 pada sendi2
besar(lutut,pergelangan
kaki,tangan,paha,lengan,siku,dan
bahu,apakah bengkak pada sendi
simetris atau berpindah,apakah

c. Karditis
Adakah sesak, sesak dipengaruhi aktivitas, adakah sesak pada
malam hari?adakah sesak yang terjadi pada posisi berbaring
dan hilang pada posis duduk?(orthopneu), adakah nyeri dada?
sifat nyerinya? Adakah udem?
d. Korea
Adakah gerakan2 yang tidak disadari?adakah kelemahan otot?
adakah ketidakstabilan emosi?
e. Eritema marginatum
Adakah bercak kemerahan yg tidak gatal?apakah bercaknya
menjauhi pusat lingkaran?apakah bercak berpindah-pindah?
f. Nodul subkutan
Adakah teraba masa padat?apakah masa tidak terasa nyeri?

2. Palpasi
Palpasi (Meraba denyut jantung.),palpasi kelemahan
otot,kemerahan akan menghilang pada penekanan.
3. Perkusi (Mengetahui batas-batas jantung.)
4. Auskultasi (Mendengarkan bunyi-bunyi jantung.)
a. Pansistolik murmur : regurgitasi mitral
b. Mid-diastolik murmur : katup mitral terbuka
c. Opening snap : katup mitral terbuka saat akhir
isovolumetrik

Pemeriksaan penunjang
1. Pemeriksaan laboratorium :
a. Kultur bakteri : kultur tenggerokan merupakan gold
standar untuk infeksi streptokokus grup A.
b. Pemeriksaan titer antibodi : menggunakan
antistreptolisis (ASO),antisreptococcal DNAse B
(ADB) dan antisreptococal hyaluronidase (AH).
c. Kultur darah berguna untuk menyingkirkan infektif
endokarditis,bakteremia dan infeksi gonokokus.
2. Foto thoraks
Pada pasien karditis dan gagal jantung akan
timbul kardiomegali.
3. Elektrokardografi
PR interval memanjang. Dan pada PJR kronis akan
ditemukan pembesaran atrium kiri.
4.EKG

Penatalaksanaan
Eradikasi kuman streptokokus
Penisilin Benzatin/dosis tunggal 1,2 juta unit.
Penisilin oral
Pada penderita yang alergi terhadap penisilin dapat diberikan
eritromisin.
Analgesik dan anti-inflamasi
Natrium salisilat 100-120 mg/kg/hr dalam 4-6 dosis selama
2-4 mgg, di taperring off 75 mg/kg/hr slm 4-6 mggu.
Aspirin dapat dipakai untuk mengganti salisilat dosis 100
mg/kg/hr dlm 4-6 dosis slm 2 mggu.
Prednison 2 mg/kg/hr slm 2 mggu di taperrng of.
Pengobatan Korea
Obat-obat sedatif, seperti klorpromazin, diazepam,
fenobarbital atau haloperidol
Penanganan Gagal Jantung
tirah baring dan pemberian kortikosteroid, meskipun seringkali
perlu diberikan digitalis, diuretik, atau vasodilator .

Komplikasi yang sering terjadi pada


Penyakit Jantung Reumatik diantaranya :
1.Gagal jantung
2.Pankarditis (infeksi dan peradangan di seluruh
bagian jantung)
3.Pneumonitis reumatik (infeksi paru)
4.Emboli atau sumbatan pada paru
5.Kelainan katup jantung dan
6.Infark (kematian sel jantung)

TERIMA KASIH