Anda di halaman 1dari 2

Kandidiasis vaginalis merupakan infeksi vagina yang disebabkan oleh candida sp.

terutama C. albicans. Infeksi Candida terjadi karena perubahan kondisi vagina. Sel ragi akan
berkompetisi dengan flora normal sehingga terjadi kandidiasis. Hal-hal yang mempermudah
pertumbuhan ragi adalah penggunaan antibiotik yang berspektrum luas, penggunaan
kontrasepsi, kadar estrogen yang tinggi, kehamilan, diabetes yang tidak terkontrol, pemakaian
pakaian ketat, pasangan seksual baru dan frekuensi seksual yang tinggi.
Perubahan lingkungan vagina seperti peningkatan produksi glikogen saat kehamilan
atau peningkatan hormon esterogen dan progesteron karena kontrasepsi oral menyebabkan
perlekatan candida albicans pada sel epitel vagina dan merupakan media bagi pertumbuhan
jamur. candida albicans berkembang dengan baik pada lingkungan pH 5-6,5. Perubahan ini
bisa asimtomatis atau sampai menimbulkan gejala infeksi. Penggunaan obat immunosupresan
juga menjadi faktor predisposisi kandidiasis vaginalis.
Pada penderita dengan Trikomoniasis, perubahan kadar estrogen dan progesteron
menyebabkan peningkatan pH vagina dan kadar glikogen sehingga berpotensi bagi
pertumbuhan dan virulensi dari trichomonas vaginalis. Vaginitis sering disebabkan karena
flora normal vagina berubah karena pengaruh bakteri patogen atau adanya perubahan dari
lingkungan vagina sehingga bakteri patogen itu mengalami proliferasi. Antibiotik
kontrasepsi, hubungan seksual, stres dan hormon dapat merubah lingkungan vagina tersebut
dan memacu pertumbuhan bakteri patogen.
Pada vaginosis bakterial, diyakini bahwa faktor-faktor itu dapat menurunkan jumlah
hidrogen peroksida yang dihasilkan oleh lactobacillus acidophilus sehingga terjadi perubahan
pH dan memacu pertumbuhan gardnerella vaginalis, mycoplasma hominis dan mobiluncus
yang normalnya dapat dihambat. Organisme ini menghasilkan produk metabolit misalnya
amin, yang menaikkan pH vagina dan menyebabkan pelepasan sel-sel vagina. Amin juga
merupakan penyebab timbulnya bau pada fluor albus pada vaginosis bakterial.
(http://digilib.ump.ac.id/files/disk1/20/jhptump-ump-gdl-windyaguss-975-2-babii.pdf)

Wanita hamil cenderung akan mengalami gangguan keputihan lebih sering daripada
ketika tidak sedang hamil, dan keputihan yang diakibatkan karena jamur merupakan
penyebab tersering. Keputihan karena jamur disebabkan oleh mikro organisme yang disebut
dengan nama Kandida albikan. Mikroorganisme ini bisa dilihat secara mikroskopik. Kandida
atau jamur ini adalah salah satu jenis dari flora normal yang hidup banyak di saluran
pencernaan manusia dari mulut, usus, dan juga di vagina. Jamur biasanya tidak
membahayakan dan tidak menyebabkan penyakit kecuali bila timbul ketidak seimbangan
ekologi yang menyebabkan jamur ini tumbuh berlebih, dan menyebabkan munculnya gejala
yang tidak menyenangkan tersebut.
Keputihan karena jamur ini lebih mudah menyerang wanita hamil dikarenakan pada
masa kehamilan, vagina menjadi kaya dengan kandungan glukosa yang disebut dengan
glikogen, dan ini merupakan makanan yang baik untuk tumbuhnya kuman kandida.
Tingginya jumlah kandungan glikogen ini dihubungkan dengan peningkatan hormon estrogen
dan mengurangnya keasaman vagina. Dengan pertumbuhan yang berlebih dari kandida
albikan mengakibatkan perubahan keseimbangan ekologi di dalam vagina, sehingga
munculah gejala keputihan yang mengganggu tersebut.
(http://angsamerah.com/pdf/Angsamerah%20Keputihan%20Karena%20Jamur
%20Pada%20Masa%20Kehamilan.pdf)

Kandidiasis Vagina merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh jamur genus
Candida, terutama Candida Albicans, pada fornix anterior atau fornix posterior. Jamur ini
bersifat oportunistik, yang bila terdapat faktor predisposisi akan menjadi patogen. Salah satu
faktor predisposisi adalah pemakaian kontrasepsi hormonal, baik secara oral, suntikan,
maupun implantasi. Kadar hormon estrogen dan progesteron mengalami peningkatan dalam
darah yang dikarenakan penggunaan kontrasepsi hormonal. Hal ini menyebabkan terjadinya
gangguan metabolisme karbohidrat, sehingga kadar gula dalam darah dan kadar glikogen
pada epitel vagina meninggi. Akibatnya pH vagina menjadi rendah dan jamur Candida dapat
tumbuh subur dalam vagina.
http://core.ac.uk/download/pdf/16507213.pdf

(HUBUNGAN KADAR GULA

DARAH DENGAN KANDIDIASIS VAGINA PADA AKSEPTOR KONTRASEPSI


HORMONAL)