Anda di halaman 1dari 19

Sasaran Belajar

1.

pada basis caudal terdapat tempat keluar urine menuju urethra yang

Memahami dan menjelaskan tentang Vesika Urinaria

dinamakan orificium urethra internum vesicae .


Pada bagian apex vesicae terdapat jaringan ikat yang merupakan sisa
embryologis dari Urachus yang menuju umbilicus dinamakan

I.
II.

Anatomi makroskopik
Anatomi mikroskopik

2.

Memahami dan menjelaskan tentang Fisiologi berkemih dan persyarafannya

3.

Memahami dan menjelaskan tentang ISK


I.
Definisi
II.
Etiologi
III.
Klasifikasi
IV.
Patofisiologi
V.
Manifestasi
VI.
Diagnosis
VII.
Diagnosis banding
VIII.
Komplikasi
IX.
Prognosis

4.

Memahami dan menjelaskan tentang rukhsah dan tharah

1. Mampu memahami dan menjelaskan tentang anatomi saluran kemih bagian bawah

ligamentum vesiko umbilikalis medianum .


Mempunyai lapisan fibrosa, serosa dan tunica muscularis. Pada tunica
musculare terdapat serabut otot stratum longitudinalis dari apex ke
fundus dan stratum circulare yang melingkari orificium internum
vesicae.otot tersebut diatas berfungsi untuk merangsang urine keluar
vesicae yang dikenal dengan m.destrusor vesicae dan m.sphincter

vesicae.
Pada daerah trigonal vesicae terdapat otot yang merupakan lanjutan dari
stratum longitudinalis yang menghubungkan kedua orificium uretericum
dan membentuk plica inter uretericum yang berfungsi untuk vesicae jika
sudah penuh.

VASKULARISASI VESICAE URINARIA


Mendapatkan perdarahan dari pembuluh darah sebagai berikut:

(vesica urinaria dan urethra)


1
2

LO. 1.1. Anatomi makro


VESIKA URINARIA
Isi normal penuh :
Adalah kantong urine ( buli buli ) yang merupakan tempat muara saluran urinarius
ureter dextra dan sinistra dan terdapat dalam rongga pelvis.

A . Vesicalis Superior cabang dari A. Hypogastrica.


A . Vesicalis Inferior cabang dari A. Hypogarstica.

PERSYARAFAN VESICA URINARIA


Di urus oleh syaraf otonom parasympatis yang berassal dari N . Splanchnicus
pelvicis ( sacral 2-3-4 ) dan syaraf sympatis ganglion symphaticus (lumbal 1-2-3 )

Adapun struktur anatomi dari vesika urinaria, sebagai berikut:

Berbentuk piramid 3 sisi , apex menuju ventral atas dan basis (fundus)

URETHRA

menuju dorso kaudal dan corpus terdapat antara apex dan fundus

Adalah saluran terakhir dari saluran urinarius mulai dari orificium internum urethra

vesicae.
Pada bagian kiri/kanan fundus vesicae terdapat tempat kedua muara

sampai ke orificium urethra externa ( tempat urine dikeluarkan ). Urethra pada laki laki lebih

ureter yang dinamakan Orificium Uretericum Vesicae dan daerah


tersebut berbentuk segitiga yang dikenal dengan trigonum vesicae, dan

panjang dapi perempuan sebab pada laki laki terdapat penis dan kelenjar prostat sedangkan
pada wanita tidak ada. Pada laki laki panjang urethra ( 18-20 ) cm dan pada wanita hanya ( 58 ).

STRUKTUR ANATOMI URETHRA :

Pada urethra pria Epitel pembatas urethra pars prostatica ialah epitel transisional, tetapi pada
bagian lain berubah menjadi epitel berlapis / bertingkat silindris, dengan bercak epitel berlapis

Pada laki laki terbagi atas 3 daerah yaitu :


1

Urethra pars prostatica mulai dari orificium urethra internum sampai ke


urethra yang ditutupi oleh kelenjar prostata dan berada dalam rongga
panggul. Cairan mani + sperma masuk kedalam urethra pars prostatica

ini kemudian keluar pada orificium urethra externum.


Urethra pars membranacea dari pars prostatica sampai bulbus penis pars

cavernosa ( urethra ini paling pendek 1-2 cm )


Uerthra pars cavernosa ( spongiosa ) mulai dari daerah bulbus penis
sampai orificium urethra externum . berjalan dalam corpus cavernosa
urethra ( penis ), 12-15 cm.
Bermuara 2 macam kelenjar yaitu :
1. kelenjar para urethralis
2. kelenjar bulbo urethralis

gepeng, ujung urethra bagian penis yang melebar atau fosa naviculare dibatasi oleh epitel
berlapis gepeng terdapat sedikit sel goblet penghasil mukus.sedangkan pada wanita
muskularisnya terdiri dari dua lapisan sel otot polos tetapi diperkuat sfingter otot pada
muaranya, dan epitel pembatasnya berupa epitel berlapis gepeng. Lamina propianya
merupakan jaringan ikat fibrosa longgar yang ditandai dengan banyaknya sinus venosus mirip
jaringan cavernosa.LI 2. Mampu memahami dan menjelaskan tentang fisiologi berkemih

a) Proses berkemih
Setelah dibentuk ginjal, urin disalurkan melalui ureter ke kandung kemih. Kontraksi otot
peristaltik otot polos dalam dinding uretra juga mendorong urin bergerak dari ginjal menuju
kandung kemih. Ureter menembus dinding kandung kemih secara oblik sebelum bermuara di

PERDARAHAN URETHRA
Di urus oleh cabang cabang arteria pudenda interna
1. A. Dorsalis penis
2. A. Bulbo Urethralis

rongga kandung kemih. Susunan anatomis ini mencegah aliran balik urin dari kandung kemih
ke ginjal ketika terjadi peningkatan tekanan di kandung kemih.
Ketika kandung kemih terisi, ujung ureter yang terdapat di dinding kandung kemih tertekan

PERSARAFAN URETHRA
Di urus oleh cabang cabang N. Pudendus ke N. Dorsalis penis.
LO. 1.2. Anatomi mikro

dan menutup. Tapi urin masih tetap bisa masuk ke kandung kemih, karena kontraksi ureter
menghasilkan tekanan yang cukup besar untuk mendorong urin melewati saluran yang tertutup.
Lapisan epitel kandung kemih (epitel transisional) mampu meningkatkan atau mengurangi luas

VESIKA URINARIA
Adalah organ berongga yang fungsi utamanya adalah menampung urine. Lumen vesika

permukaan melalui proses teratur daur membran saat kandung kemih terisi atau kosong.

Kandung kemih terisi permukaan epitel meluas dengan cara vesikel-vesikel

sitoplasma disisipkan ke dalam membran permukaan melalui proses eksositosis.


Isi kandung kemih keluar vesikel-vesikel ditarik melalui proses eksositosis.

urinaria dilapisi epitel transisional yang dapat meregang atau membesar ( berubah bentuk ) saat
diisi urine. Vesika urinaria dilapisi oleh 3 lapisan yaitu mukosa, muskularis dan adventisia /
serosa. Lapisan yang menyusun epitel transisional pada mukosa lebih banyak, pada permukaan
epitel yang teregang dapat ditemukan sel payung dengan dinding apikalnya berwarna asidofil.
Dibawah epitel terdapat lamina propia. Tunika muskularis tersusun oleh lapisan lapisan otot
polos yang berjalan ke berbagai arah. Tunika adventitia berupa jaringan ikat, sebagian vesika
urinaria ditutupi oleh peritoneum (serosa).
URETHRA

Kandung kemih harus memiliki kapasitas penyimpanan yang cukup, sehingga urin tidak perlu
terus menerus dikeluarkan.
Otot polos kandung kemih banyak mendapatkan persarafan parasimpatis, yang apabila
dirangsang akan menyebabkan kontraksi kandung kemih. Ketika m.detrussor vesicae
berkontraksi terjadi perangsangan urin.
Pintu keluar kandung kemih dijaga 2 sfingter:

Sfingter uretra interna, terdiri dari otot polos dan berada di bawah kontrol

dibawah kandung kemih. Pembuluh limfe berjalan menuju duktus limfatilis sepanjang arteri

involunter. Sewaktu kandung kemih melemas/ rileks, susunan anatomis uretra

umbilikalis.

interna menutupi pintu keluar kandung kemih.


Sfingter uretra eksterna, diperkuat seluruh diafragma pelvis, dipersarafi neuron
motorik, di bawah kesadaran karena merupakan otot rangka. Dapat dengan sengaja
dikontraksikan untuk mencegah pengeluaran urin sewaktu kandung kemih kontraksi
& sfingter uretra interna terbuka.

Daya tampung kandung kemih berkisar 250-400ml, semakin banyak terisi urin maka volume di
dalam kandung kemih juga semakin besar dan semakin besar pula tingkat pengaktifan reseptor
regang.
Aktivasi reseptor regangke serat-serat aferenkorda spinalisantar neuronrangsang
parasimpatishambat neuron motorik yang persarafi sfingter eksterna, kedua sfingter terbuka
dan urin terdorong keluar menuju uretra karena gaya kontraksi kandung kemih.
Proses Miksi (Rangsangan Berkemih).
Distensi kandung kemih, oleh air kemih akan merangsang stres reseptor yang terdapat pada
dinding kandung kemih dengan jumlah 250 cc sudah cukup untuk merangsang berkemih
(proses miksi). Akibatnya akan terjadi reflek kontraksi dinding kandung kemih, dan pada saat
yang sama terjadi relaksasi sfingter internus, diikuti oleh relaksasi sfingter eksternus, dan
akhirnya terjadi pengosongan kandung kemih. Rangsangan yang menyebabkan kontraksi
kandung kemih dan relaksasi sfingter interus dihantarkan melalui serabut serabut para
simpatis. Kontraksi sfingter eksternus secara volunter bertujuan untuk mencegah atau
menghentikan miksi. kontrol volunter ini hanya dapat terjadi bila saraf saraf yang menangani
kandung kemih uretra medula spinalis dan otak masih utuh. Bila terjadi kerusakan pada saraf
saraf tersebut maka akan terjadi inkontinensia urin (kencing keluar terus menerus tanpa
disadari) dan retensi urine (kencing tertahan). Persarafan dan peredaran darah vesika urinaria,
diatur oleh torako lumbar dan kranial dari sistem persarafan otonom. Torako lumbar berfungsi
untuk relaksasi lapisan otot dan kontraksi spinter interna. Peritonium melapis kandung kemih
sampai kira kira perbatasan ureter masuk kandung kemih. Peritoneum dapat digerakkan
membentuk lapisan dan menjadi lurus apabila kandung kemih terisi penuh. Pembuluh darah
Arteri vesikalis superior berpangkal dari umbilikalis bagian distal, vena membentuk anyaman

LI .3 Memahami dan menjelaskan Infeksi Saluran Kemih

LO 3.1 Definisi

Staphylococcus aureus

1-2

Jenis penyebab ISK non-bakterial adalah biasanya adenovirus yang dapat

Infeksi Saluran Kemih (ISK)

merupakan istilah umum yang menunjukkan

keberadaan mikroorganisme dalam urin. Adanya bakteri dalam urin disebut bakteriuria.
5

menyebabkan sistitis hemoragik. Bakteri lain yang dapat menyebabkan ISK melalui cara
hematogen adalah brusella, nocardia, actinomises, dan Mycobacterium tuberculosa . Candida

Bakteriuria bermakna menunjukkan pertumbuhan mikroorganisme lebih dari 10 colony

sp merupakan jamur yang paling sering menyebabkan ISK terutama pada pasien-pasien yang

forming units (CFU) pada biakan urin. Bakteriuria bermakna tanpa disertai manifestasi klinis

menggunakan kateter urin, pasien dengan penyakit imunnocompromised, dan pasien yang

ISK disebut bakteriuria asimptomatik. Sebaliknya bakteriuria bermakna disertai manifestasi

mendapat pengobatan antibiotik berspektrum luas. Jenis Candida yang paling sering ditemukan

klinis disebut bakteriuria simptomatik. ISK akan menunjukkan adanya ketidaknyamanan dan

adalah Candida albicans dan Candida tropicalis. Semua jamur sistemik dapat menulari saluran

rasa sakit berulang pada kandung kemih dan disekitar pelvis.

kemih secara hematogen .

ISK ini lebih sering menyerang wanita, karena uretra wanita yang pendek, dan
ostium uretra externa dekat dengan anus, yang berarti bisa terkontaminasi. Prevalensi ISK

Faktor predisposisi yang menaikkan prevalensi ISK :

menyerang 5% wanita dan 1 sampai 2% laki-laki dengan prevalensi 5,3% pada bayi bayi

1.

Tidak mengosongkan kandung kemih segera, karena bisa menyebabkan multiplikasi

2.

bakteri, dan bakteri tinggal di vesika urinaria.


Saat menggunakan tampon, atau saat melakukan aktivitas seksual, bisa saja bakteri

3.

terdorong masuk ke uretra wanita bagian dalam


Menyebarnya bakteri dari anus saat membilas dari belakang ke depan, yang seharusnya

yang demam di gawat darurat. Banyak terjadi juga pada wanita hamil, wanita dengan aktivitas
seksual yang dominan, wanita menopause, tapi tetap bisa terjadi kapan saja. Seorang wanita
minimal sekali pernah mengalami ISK
Brady, Eamon. Whelehans Pharmacy.
Yulianto. Pola Kepekaan Literatur. FK UI 2009
LI 3.2 Etiologi
Penyebab terbanyak adalah bakteri gram-negatif termasuk bakteri yang biasanya

dari depan ke belakang


Saat mengganti kateter, bisa terjadi kerusakan
Bendungan di sistem urinarius yang menghalangi pengosongan kandung kemih
a.
Anomali kongenital
b.
Batu saluran kemih
c.
Oklusi ureter (sebagian atau total)
6.
Pada wanita menopause, saluran dari vesika urinaria ke uretra menjadi tipis karena
4.
5.

menghuni usus kemudian naik ke sistem saluran kemih. Dari gram negatif tersebut, ternyata

kekurangan hormone estrogen. Hal ini menyebabkan mudahnya terjadi kerusankan dan

Escherichia coli menduduki tempat teratas kemudian diikuti oleh Proteus sp., Klebsiella sp.,

infeksi. Wanita juga memproduksi mucus lebih sedikit saat menopause, dan tanpa mucus

Enterobacter sp., dan Pseudomonas sp.,Bermacam-macam mikro organisme dapat

ini, bakteri bisa bermultiplikasi dengan mudahnya. Tapi bila wanita menopause

menyebabkan ISK, antara lain dapat dilihat pada tabel berikut:


7.
Persentase biakan mikroorganisme penyebab ISK
No.

Mikroorganisme

melakukan hormone replacement therapy (HRT) maka kemungkinan ISK lebih kecil
Pada wanita, kerusakan fisik dan memar bisa disebabkan aktivitas seksual yang sering
dan kuat, dan menyebabkan honeymoon cystitis
Brady, Eamon. Whelehans Pharmacy.

Persentase biakan (%)


LO 3.3 Klasifikasi

1
2
3
4
5
6
7

Escherichia coli
Klebsiela sp. atau Enterobacter sp.
Proteus sp.
Pseudomonas aeroginosa
Staphylococcus epidermidis
Enterococci sp.
Candida albicans

50-90
10-40
5-10
2-10
2-10
2-10
1-2

Infeksi saluran kemih dapat diklasifikasikan berdasarkan anatomi, yaitu:


1. Infeksi saluran kemih atas
Pielonefritis adalah infeksi pada ginjal itu sendiri. Pielonefritis dapat bersifat akut atau
kronik.

a. Pielonefritis akut adalah proses inflamasi parenkim ginjal yang disebabkan oleh infeksi

http://omzainul.wordpress.com/2010/03/29/isk-infeksi-saluran-kemih-dari-berbagai-sumber-

bakteri, biasanya terjadi akibat infeksi kandung kemih asendens. Pielonefritis akut juga

moga-berguna/ (11apr2013, 5:14)

dapat terjadi melalui infeksi hematogen.


b. Pielonefritis kronis (PNK), mungkin terjadi akibat lanjut atau berulang dari infeksi bakteri
berkepanjangan atau infeksi sejak masa kecil. Biasanya dijumpai pada individu yang

Menurut komplikasi:
1. ISK sederhana ( tanpa faktor predisposisi )

mengidap batu, obstruksi saluran kemih, serta refluks vesikoureter dengan atau tanpa

ISK sederhana yang terjadi pada penderita dengan saluran kencing tak baik, anatomic

bakteriuria kronik sering diikuti pembentukan jaringan ikat parenkim ginjal yang ditandai

maupun fungsional normal. ISK ini pada usia lanjut terutama mengenai penderita wanita

pielonefritis kronik yang spesifik. Kemampuan ginjal untuk memekatkan urin menurun
karena rusaknya tubulus-tubulus. Glomerulus biasanya tidak terkena, hal ini dapat

dan infeksi hanya mengenai mukosa superficial kandung kemih.


2. ISK berkomplikasi ( disertai faktor perdisposisi )

menimbulkan gagal ginjal kronik.

Sering menimbulkan banyak masalah karena sering kali kuman penyebab sulit diberantas,
kuman penyebab sering resisten terhadap beberapa macam antibiotika, sering terjadi

2. Infeksi saluran kemih bawah

bakterimia, sepsis, dan shock. ISK ini terjadi bila terdapat keadaan- keadaan sebagai

Cystitis adalah infeksi kandung kemih, yang merupakan tempat tersering terjadinya

berikut :

infeksi. Cystitis adalah inflamasi kandung kemih yang paling sering disebabkan oleh infeksi

a. Kelainan abnormal saluran kencing, misalnya batu, reflex vesiko uretral obstruksi,

asenden dari uretra. Penyebab lainnya mungkin aliran balik urine dari uretra kedalam kandung

atoni kandung kemih, paraplegia, kateter kandung kencing menetap dan prostatitis.

kemih. Kontaminasi fekal atau penggunaan kateter atau sistoskop.

b. Kelainan faal ginjal :GGA maupun GGK

Beberapa penyelidikan menunjukkan 20% dari wanita-wanita dewasa tanpa

c. Gangguan daya tahan tubuh

mempedulikan umur setiap tahun mengalami disuria dan insidennya meningkat sesuai

d. Infeksi yang disebabkan karena organisme virulen seperti prosteus spp yang

pertumbuhan usia dan aktifitas seksual, meningkatnya frekwensi infeksi saluran perkemihan

memproduksi urease.

pada wanita terutama yang gagal berkemih setelah melakukan hubungan seksual dan
diperkirakan pula karena uretra wanita lebih pendek dan tidak mempunyai substansi anti

LO 3.4 Patogenesis dan Patofisiologi

mikroba seperti yang ditemukan pada cairan seminal.


Dua jalur utama terjadinya ISK adalah hematogen dan ascending, tetapi dari kedua

Infeksi ini berkaitan juga dengan penggunaan kontrasepsi spermasida-diafragma


karena kontrsepsi ini dapat menyebabkan obstruksi uretra parsial dan mencegah pengosongan

cara

ini

ascendinglah

yang paling sering terjadi. Kuman penyebab ISK pada


umumnya adalah kuman yang berasal dari flora normal usus.

sempurna kandung kemih. Cistitis pada pria merupakan kondisi sekunder akibat bebarapa
faktor misalnya prostat yang terinfeksi, epididimitis, atau batu pada kandung kemih.

Dan

hidup secara komensal di dalam introitus vagina, preputium penis,

Cystitis dapat dibagi menjadi dua bagian yaitu;

kulit

perineum, dan di sekitar anus. Mikroorganisme memasuki saluran

a.

b.

Cystitis primer,merupakan radang yang mengenai kandung kemih radang ini dapat

kemih

terjadi karena penyakit lainseperti batu pada kandung kemih, divertikel, hipertropi

prostat dan striktura uretra.


Cystitis sekunder, merukan gejala yang timbul kemudian sebagai akibat dari
penyakit primer misalnya uretritis dan prostatitis
Universitas Sumatera Utara. Infeksi Saluran Kemih, Chapter II

ureter,

melalui uretra prostate vas deferens testis (pada pria) buli-buli


dan sampai ke ginjal
Masuknya kuman secara ascending ke dalam saluran kemih, (1)

Kolonisasi kuman di sekitar uretra, (2) masuknya kuman melalui uretra ke buli-buli, (3)
penempelan kuman pada dinding buli-buli, (4) masuknya kuman melalui ureter ke ginjal.

Meskipun begitu,faktor-faktor yang berpengaruh pada ISK akut yang terjadi pada wanita tidak
dapat ditemukan. Mikroorganisme yang paling sering ditemukan adalah jenis bakteri aerob.

Kuman Escherichia coli yang menyebabkan ISK mudah berkembang biak di dalam urine,

Selain bakteri aerob, ISK dapat disebabkan oleh virus dan jamur. Terjadinya infeksi saluran

disisi lain urine bersifat bakterisidal terhadap hampir sebagian besar kuman dan

kemih karena adanya gangguan keseimbangan antar mikroorganisme penyebab infeksi

spesies Escherichia coli. Sebenarnya pertahanan sistem saluran kemih yang paling baik adalah

sebagai agent dan epitel saluran kemih sebagai host. Gangguan keseimbangan ini disebabkan

mekanisme wash-out urine, yaitu aliran urine yang mampu membersihkan kuman-kuman yang

oleh karena pertahanan tubuh dari host yang menurun atau karena virulensi agent meningkat.

ada di dalam urine bila jumlah cukup. Oleh karena itu kebiasaan jarang minum menghasilkan

Kemampuan host untuk menahan mikroorganisme masuk ke dalam saluran kemih disebabkan

urine yang tidak adekuat sehingga memudahkan untuk terjadinya infeksi saluran kemih. ISK

oleh beberapa faktor, antara lain adalah :

juga banyak terjadi melalui kateterisasi yang terjadi di rumah sakit. Berikut data dari infeksi

1.

pertahanan lokal dari host

2.

peranan dari sistem kekebalan tubuh yang terdiri atas kekebalan humoral maupun

nosokomial terbanyak yang terjadi di rumah sakit

imunitas seluler.
LO 3.5 Manifestasi

b. 1 bln-2 thn : Panas/hipotermia tanpa diketahui sebabnya, gangguan pertumbuhan, anoreksia,


muntah, diare, kejang, koma, kolik (anak menjerit keras), air kemih berbau/berubah

Gejala klinis ISK sesuai dengan bagian saluran kemih yang terinfeksi sebagai berikut :
-

Pada ISK bagian bawah, keluhan pasien biasanya berupa rasa sakit atau rasa panas di uretra

sewaktu kencing dengan air kemih sedikit-sedikit serta rasa tidak enak di daerah suprapubik
- Pada ISK bagian atas dapat ditemukan gejala sakit kepala, malaise, mual, muntah, demam,
menggigil, rasa tidak enak, atau nyeri di pinggang

warna, kadang-kadang disertai nyeri perut/pinggang.


c. 2-6 thn: Panas/hipotermia tanpa diketahui sebabnya, tidak dapat menahan kencing,
polakisuria, disuria, enuresis, air kemih berbau dan berubah warna, diare, muntah, gangguan
pertumbuhan serta anoreksia.
d. 6-18 thn: Nyeri perut/pinggang, panas tanpa diketahui sebabnya, tak dapat menahan

Tessy A, Ardaya, Suwanto. Infeksi Saluran Kemih. In: Suyono HS. Buku Ajar Ilmu Penyakit

kencing, polakisuria, disuria, enuresis, air kemih berbau dan berubah warna.

Dalam 3rd edition. Jakarta, FKUI. 2001.


LO 3.6 Diagnosis
Gejala Cystitis:

ANAMNESIS

- peningkatan frekwensi miksi baik diurnal maupun nokturnal

ISK bawah : disuria terminal, polakisuria, nyeri suprapubik

- nyeri buang air kecil (dysuria) karena epitelium yang meradang tertekan

ISK atas: nyeri pinggang, demam, menggigil, mual dan muntah, hematuria

- rasa nyeri pada daerah suprapubik atau perineal / pinggang belakang


- rasa ingin buang air kecil

PEMERIKSAAN FISIK

- hematuria

Febris, nyeri tekan suprapubik, nyeri ketok sudut kostovertebra

-demam yang disertai adanya darah dalam urine pada kasus yang parah
- sering buang air kecil (frequency),

PEMERIKSAAN PENUNJANG

- gejala gejala sistemik

1. Laboratorium
1.1 Urinalisis

Gejala infeksi saluran kemih berdasarkan umur penderita adalah sebagai berikut :
a. 0-1 Bulan: Gangguan pertumbuhan, anoreksia, muntah dan diare, kejang, koma,
panas/hipotermia tanpa diketahui sebabnya, ikterus (sepsis).

Urinalisa merupakan test yang mengevaluasi sample urin, yang bertujuan untuk
mendeteksi kelainan pada traktus urinarius, kelainan ginjal, dan diabetes. Pada pemeriksaan
urin rutin, jika ditemukan leukosit yang jumlahnya >10/LPB (Lapangan Pandang Besar)

dengan mikroskop, maka hal ini merupakan tanda tidak normal. Piuria merupakan tanda yang
penting pada ISK. Oleh karena itu, leukosit >10 kemungkinan menandakan adanya ISK.

memakai larutan antiseptik untuk membersihkan daerah tersebut. Siapkan pula wadah
steril dan jangan buka tutupnya sebelum pembersihan daerah vagina selesai.
2. Dengan 2 jari pisahkan kedua labia dan bersihkan daerah vagina dengan potongan kasa

Cara Pengambilan Sampel


Bahan urin untuk pemeriksaaan harus segar dan sebaiknya diambil pagi hari. Bahan

steril yang mengandung sabun. Arah pembersihan dari depan ke belakang. Kemudian
buang kasa yang telah dipakai ke tempat sampah.

urin dapat diambil dengan cara punksi suprapubik (suprapubic puncture=spp), dari kateter dan

3. Bilas daerah tersebut dari arah depan ke belakang dengan potongan kasa yang dibasahi

urin porsi tengah (midstream urine). Bahan urin yang paling mudah diperoleh adalah urin porsi

dengan air atau salin hangat. Selama pembilasan tetap pisahkan kedua labia dengan 2 jari

tengah yang ditampung dalam wadah bermulut lebar dan steril.

dan jangan biarkan labia menyentuh muara uretra. Lakukan pembilasan sekali lagi,

a. Punksi Suprapubik

kemudian keringkan daerah tersebut dengan potongan kasa steril yang kering. Buang

Pengambilan urin dengan punksi suprapubik dilakukan pengambilan urin langsung

kasa yang telah dipakai ke tempat sampah.

dari kandung kemih melalui kulit dan dinding perut dengan semprit dan jarum steril. Yang

4. Dengan tetap memisahkan kedua labia, mulailah berkemih. Buang beberapa mililiter urin

penting pada punksi suprapubik ini adalah tindakan antisepsis yang baik pada daerah yang

yang mula-mula keluar. Kemudian tampung aliran urin selanjutnya ke dalam wadah

akan ditusuk, anestesi lokal pada daerah yang akan ditusuk dan keadaan asepsis harus selalu
dijaga. Bila keadaan asepsis baik, maka bakteri apapun dan berapapun jumlah koloni yang
tumbuh pada biakan, dapat dipastikan merupakan penyebab ISK.

steril sampai kurang lebih sepertiga atau setengah wadah terisi.


5. Setelah selesai, tutup kembali wadah urin dengan rapat dan bersihkan dinding luar wadah
dari urin yang tertumpah. Tuliskan identitas penderita pada wadah tersebut dan kirim
segera ke laboratorium.

b. Kateter
Bahan urin dapat diambil dari kateter dengan jarum dan semprit yang steril. Pada
cara ini juga penting tindakan antisepsis pada daerah kateter yang akan ditusuk dan keadaan

Cara pengambilan dan penampungan urin porsi tengah pada pria :

asepsis harus selalu dijaga. Tempat penusukan kateter sebaiknya sedekat mungkin dengan

1. Siapkan beberapa potongan kasa steril untuk membersihkan daerah penis dan muara

ujung kateter yang berada di dalam kandung kemih (ujung distal). Penilaian urin yang

uretra. Satu potong kasa steril dibasahi dengan air sabun, dua potong kasa steril dibasahi

diperoleh dari kateter sama dengan hasil biakan urin yang diperoleh dari punksi suprapubik.

dengan air sabun, dua potong kasa steril dibasahi dengan air atau salin hangat dan
sepotong lagi dibiarkan dalam keadaan kering. Jangan memakai larutan antiseptik untuk

c. Urin Porsi Tengah


Urin porsi tengah sebagai sampel pemeriksaan urinalisis merupakan teknik

membersihkan daerah tersebut. Siapkan pula wadah steril dan jangan buka tutupnya
sebelum pembersihan selesai.

pengambilan yang paling sering dilakukan dan tidak menimbulkan ketidaknyamanan pada

2. Tarik prepusium ke belakang dengan satu tangan dan bersihkan daerah ujung penis

penderita. Akan tetapi resiko kontaminasi akibat kesalahan pengambilan cukup besar. Tidak

dengan kasa yang dibasahi air sabun. Buang kasa yang telah dipakai ke tempat sampah.

boleh menggunakan antiseptik untuk persiapan pasien karena dapat mengkontaminasi sampel

3. Bilas ujung penis dengan kasa yang dibasahi air atau salin hangat. Ulangi sekali lagi, lalu

dan menyebabkan kultur false-negative.

keringkan daerah tersebut dengan potongan kasa steril yang kering. Buang kasa yang

Cara pengambilan dan penampungan urin porsi tengah pada wanita :

telah dipakai ke dalam tempat sampah.

1. Siapkan beberapa potongan kasa steril untuk membersihkan daerah vagina dan muara

4. Dengan tetap menahan prepusium ke belakang, mulailah berkemih. Buang beberapa

uretra. Satu potong kasa steril dibasahi dengan air sabun, dua potong kasa steril dibasahi

mililiter urin yang keluar, kemudian tampung urin yang keluar berikutnya ke dalam

air atau salin hangat dan sepotong lagi dibiarkan dalam keadaan kering. Jangan

wadah steril sampai terisi sepertiga sampai setengahnya.

5. Setelah selesai, tutup kembali wadah urin dengan rapat dan bersihkan dinding luar wadah

1. infeksi tuberkulosis;

dari urin yang tertumpah. Tuliskan identitas penderita pada wadah tersebut dan kirim

2. urin terkontaminasi dengan antiseptik;

segera ke laboratorium.

3. urin terkontaminasi dengan leukosit vagina;


4. nefritis intersisial kronik (nefropati analgetik);

Setelah pengambilan sampel, maka harus dilakukan :

5. nefrolitiasis;

1. Bahan urin harus segera dikirim ke laboratorium, karena penundaan akan menyebabkan

6. tumor uroepitelial

bakteri yang terdapat dalam urin berkembang biak dan penghitungan koloni yang tumbuh
pada biakan menunjukkan jumlah bakteri sebenarnya yang terdapat dalam urin pada saat

c. Silinder

pengambilan. Sampel harus diterima maksimun 1 jam setelah penampungan.

Silinder dalam urin dapat memiliki arti dalam diagnosis penyakit ginjal, antara lain:

2 Sampel harus sudah diperiksa dalam waktu 2 jam. Setiap sampel yang diterima lebih dari

1. silinder eritrosit, sangat diagnostik untuk glomerulonefritis atau vaskulitis ginjal;

2 jam setelah pengambilan tanpa bukti telah disimpan dalam kulkas, seharusnya tidak

2. silinder leukosit bersama dengan hanya piuria, diagnostik untuk pielonefritis;

dikultur dan sebaiknya dimintakan sampel baru.

3. silinder epitel, dapat ditemukan pada nekrosis tubuler akut atau pada gromerulonefritis akut;

3 Bila pengiriman terpaksa ditunda, bahan urin harus disimpan pada suhu 4oC selama tidak
lebih dari 24 jam.

4. silinder lemak, merupakan penanda untuk sindroma nefrotik bila ditemukan bersamaan
dengan proteinuria nefrotik.
d. Kristal

d. Pemeriksaan Urin Empat Porsi (Meares Stamey)

Kristal dalam urin tidak diagnostik untuk penyakit ginjal.

Pemeriksaan ini dilakukan untuk penderita prostatitis. Pemeriksaan ini terdiri dari urin empat

e. Bakteri

porsi yaitu :

Mikroskopis, pada pemeriksaan mikroskopis dapat digunakan urin segar tanpa diputar

1. Porsi pertama (VB1) : 10 ml pertama urin, menunjukkan kondisi uretra,

atau pewarnaan gram. Bakteri

2. Porsi kedua (VB2) : sama dengan urin porsi tengah, menunjukkan kondisi buli-buli,

pandang minyak emersi.


Biakan bakteri, pembiakan bakteri sedimen urin dimaksudkan untuk memastikan

3. Porsi ketiga (EPS) : sekret yang didapatkan setelah masase prostat,


4. Porsi keempat (VB4) : urin setelah masase prostat.
a. Eritrosit
Ditemukannya eritrosit dalam urin (hematuria) dapat merupakan penanda bagi berbagai

dinyatakan positif bila dijumpai satu bakteri lapangan

diagnosis ISK yaitu bila ditemukan bakteri dalam jumlah bermakna, yaitu:
Pengambilan spesimen
Aspirasi supra pubik
Kateter
Urine bag atau urin porsi tengah

Jumlah koloni bakteri per ml urin


> 100 cfu/ml dari 1 atau lebih organisme patogen
> 20.000 cfu/ml dari 1 organisme patogen
> 100.000 cfu/ml

penyakit glomeruler maupun non-gromeruler, seperti batu saluran kemih dan infeksi saluran
kemih.

f. Tes Kimiawi
Beberapa tes kimiawi dapat dipakai untuk penyaring adanya bakteriuria, diantaranya yang

b. Piuria
Piuria atau sedimen leukosit dalam urin yang didefinisikan oleh Stamm, bila ditemukan

paling sering dipakai adalah tes reduksi griess nitrate. Dasarnya adalah sebagian besar mikroba
kecuali enterococci mereduksi nitrat.

paling sedikit 8000/ml urin yang tidak disentrifus atau setara dengan 2-5/LPB pada urin
yang di sentrifus. Infeksi saluran kemih dapat dipastikan bila terdapat leukosit sebanyak >

g. Tes Plat Celup (Dip-Slide)

10 per mikroliter urin atau > 10.000 per ml urin .

Beberapa pabrik mengeluarkan biakan buatan yang berupa lempengan plastik bertangkai

Piuria yang steril dapat ditemukan pada keadaan :

dimana pada kedua sisi permukaannya dilapisi pembenihan padat khusus. Lempengan tersebut

dicelupkan ke dalam urin pasien atau dengan digenangi urin. Setelah itu lempengan

Bila infeksi menetap disertai urinalisis (lekosuria) diperlukan terapi

konvensional selama 5-10 hari


Pemeriksaan mikroskopik urin dan biakan urin tidak diperlukan bila

dimasukkan kembali kedalam tabung plastik tempat penyimpanan semula, lalu diletakkan pada
suhu 37oC selama satu malam. Penentuan jumlah kuman/mL dilakukan dengan

semua gejala hilang dan tanpa lekosuria.

membandingkan pola pertumbuhan kuman yang terjadi dengan serangkaian gambar yang
memperlihatkan pola kepadatan koloni antara 1000 hingga 10.000.000 cfu per mL urin yang
diperiksa. Cara ini mudah dilakukan, murah dan cukup adekuat. Kekurangannya adalah jenis

Reinfeksi berulang (frequent re-infection)

kuman dan kepekaannya tidak dapat diketahui .

1.2. Radiologis

Pemeriksaan radiologis pada ISK dimaksudkan untuk mengetahui adanya batu atau kelainan
anatomis yang merupakan faktor predisposisi ISK. Pemeriksaan ini dapat berupa foto polos
abdomen, pielografi intravena, demikian pula dengan pemeriksaan lainnya, misalnya

Disertai factor predisposisi: Terapi antimikroba yang intensif diikuti


factor resiko
Tanpa factor predisposisi:
Asupan cairan banyak
Cuci setelah melakukan senggama diikuti terapi antimikroba
takaran tunggal (misal: trimetoprim 200mg)
Terapi antimikroba jangka lama sampai 6 bulan

ultrasonografi dan CT Scan.


Sindrom Uretra Akut (SUA)
Tessy A, Ardaya, Suwanto. Infeksi Saluran Kemih. In: Suyono HS. Buku Ajar Ilmu Penyakit
Dalam 3rd edition. Jakarta, FKUI. 2001.
Purnomo BB: Dasar-Dasar Urologi 2nd Edition . Jakarta, Sagung Seto. 2003
Hooton TM, Scholes D, Hughes JP, Winter C, Robert PL, stapleton AE, Stergachis A, Stamm

Pasien dengan SUA dengan hitung kuman 103-105 memerlukan

antibiotika yang adekuat.


Infeksi klamidia memberikan hasil yang baik dengan tetrasiklin
Infeksi disebebkan MO anaerobic di perlukan antimikroba yang serasi,

WE. A Prospective Study of Risk Factor for Symtomatic Urinary Tract

missal golongan kuinolon.


Infeksi Saluran Kemih (ISK) Atas

LO 3.7 Diagnosis Banding


Yang penting adalah membedakan antara pielonefritis dan sistitis. Ingat akan pielonefritis
apabila didapatkan infeksi dengan hipertensi, disertai gejala-gejala umum, adanya faktor
predisposisi, fungsi konsentrasi ginjal menurun, respons terhadap antibiotik kurang baik.

Pielonefritis Akut
Pada umumnya pasien dengan pielonefritis akut memerlukan rawat inap untuk
memelihara status hidrasi dan terapi antibiotika parenteral paling sedikit 48 jam.
Indikasi Rawat Inap Pilonefritis Akut:

LO 3.8 penatalaksanaan
Manajemen ISK
Infeksi saluran kemih (ISK) bawah
Prinsip manajemen ISK bawah adalah intake cairan yang banyak, antibiotka yang
adekuat, dan kalau perlu terapi simtomatik untuk lkalinisasi urin:

Hamper 80% pasien akan memberikan respon setelah 48 jam dengan


antibiotika tunggal; seperti ampisilin 3 gr, trimetoprim 200 mg.

Kegagalan mempertahankan hidrasi normal atau toleransi terhadap antibiotika oral


Pasien sakit berat atau debilitasi
Terapi antibiotika oral rawat jalan mengalami kegagalan
Factor predisposisi utuk ISK tipe berkomplikasi
Diperlukan investigasi lanjutan
Komorbiditas seperti kehamilan, DM, usia lanjut

Tujuan Terapi

Terapi tanpa obat pada ISK adalah minum air dalam jumlah banyak agar
urine yang keluar juga meningkat.

Tujuan terapi ISK adalah mencegah atau mengobati akibat sistemik dari
infeksi, membunuh mikroorganisme penyebab infeksi dan mencegah terjadinya

Pengobatan ISK adalah menggunakan antibiotik. Idealnya, antibiotik

infeksi ulangan.

yang digunakan harus dapat ditoleransi dengan baik, mencapai konsentrasi tinggi
dalam urine dan mempunyai spektrum aktivitas terhadap mikroorganisme penyebab
infeksi. Pemilihan antibiotik untuk pengobatan didasarkan pada tingkat keparahan,

Strategi Terapi

tempat terjadinya infeksi dan jenis mikroorganisme yang menginfeksi.


Terapi ISK dewasa

Lanjutan

Jenis infeksi
Sistitis akut

Pielonefritis akut

Penyebab tersering

Pilihan antimikroba

E.coli, S.saprophyticus, kuman gram

Nitrofurantion, ampisilin,

negative lainnya

trimetroprim

E.coli, kuman gram negative

Untuk pasien rawat:

lainnya, Streptococcus
Gentamisin(atau aminoglikosida
lainnya), kotrikmoksazol
parenteral, sefalosporin generasi
III, aztreonam
Untuk pasien berobat jalan:
Kotrimoksazol oral,
fluorokuinolon, amoksisilin-asam
klavulanat

Prostatitis akut

E.coli, kuman gram negative

Kotrimoksazol atau

lainnya, E.faecalis

fluorokuinolon, atau
aminoglikosid+ampisilin
parenteral

Prostatitis kronis

E.coli, kuman gram negative

Kotrimoksazol atau

lainnya, E.faecalis

fluorokuinolon atau trimetroprim

Dihidrofolat reduktase

trimetroprim

Asam tetrahidrofolat

Purin

DNA
Efek sulfonamide dihambat oleh adanya darah, nanah dan jaringan nekrotik, karena
kebutuhan mikroba akan asam folat berkurang dalam media yang mengandung basa
purin dan timidin.
Pilihan antimikroba berdasarkan Educated Guess (Farmakologi, FKUI)

Yang termasuk aminoglikosida:gentamisin, tobramisin, netilmisin, dan amikasin

Kombinasi dengan Trimetoprim


Menyebabkan hambatan berangkai dalam reaksi pembentukan asam tetrahidrofolat.

(streptomisin dan kanamisin tidak termasuk)

Yang termasuk sefalosporin generasi III:sefotaksim, sefoperazon, setriakson,

Farmakokinetik

seftazidin, sefsulodin, moksalaktam, dll.

Yang termasuk fluorokuinolon:siprofloksasin, ofloksasin, pefloksasin, norfloksasin,


dll.

melalui saluran cerna mudah dan cepat, terutama pada usus halus, beberapa jenis

SULFONAMID

sulfa di absorpsi di lambung.

Mekanisme kerja:

Distribusi:

Kuman memerlukan PABA(p-aminobenzoic-acid)untuk membentuk asam folat


yang digunakan untuk sintesis purin asam nukleat. Sulfonamide merupakan
penghambat kompetitif PABA.

Semua sulfonamis terikat dengan protein plasma terutama albumin dalam derajat
yang berbeda-beda. Obat ini tersebar ke seluruh jaringan tubuh, karena itu berguna
untuk infeksi sistemik.

PABA
Dihidropteroat sintetase

Absorpsi:

sulfonamide berkompetisi dgn PABA


Asam dihidrofolat

Obat dapat menembus sawar uri dan menimbulkan efek antimikroba dan efek toksik
pada janin.

Sulfonamide di bagi ke dalam 3 golongan besar:

Tersedia

dalam

bentuk

tablet

250mg(tdk di Indonesia)
1.

sulfonamide dengan absorpsi dan eksresi cepat

Sulfametizol

sulfisoksazol

dosis permulaan untuk dewasa 2-4mg, di lanjutkan dengan 1g

1000mg dalam 3-4 kali pemberian sehari.

setiap 4-6jam

untuk anak 150mg/kgBB sehari

obat ini bisa menimbulkan hipersensitivitas yang kadang

2.

sulfasalazin

sediaan dalam bentuk tablet 500mg untuk oral


suksinilsulfatiazol dan ftalilsulfatiazol

sulfametoksazol

derivate sulfisoksazol dgn absorpsi dan eksresi lebih lambat

dapat diberikan pada pasien dengan infeksi saluran kemih

3.

sulfonamide yang terutama di gunakan untuk pemberian topical


sulfasetamid

dan infeksi sistemik

Tersedia dalam bentuk tablet 250mg dan 500mg

sulfonamide yang hanya di absorpsi sedikit bila diberikan per-oral dan


kerjanya dalam lumen usus

bersifat letal

Digunakan untuk infeksi saluran kemih dengan dosis 500-

Ag-sulfadiazin(sulfadiazine perak)

umumnya di gunakan dengan kombinasi tetap dengan


trimetoprim

Mafenid

sulfadiazine
4.

dosis permulaan oral pada orang dewasa 2-4g, dilanjutkan

sulfonamide dengan masa kerja panjang


sulfadoksin

dgn 2-4g dalam 3-6 kali pemberian, lama pemberian


Efek samping

tergantung keadaan penyakit.

Anak-anak >2 bln, diberikan setengah dosis awal per hari,


kemudian di lanjutkan dengan 60-150mg/kgBB(maksimum

adannya gejala reaksi toksik dan sensitisasi, pemakain secepat mungkin

6g/hari) dalam 4-6 kali pemberian

dihentikan. Dan tidak diberikan lagi.

Sediaan dalam bentuk tablet 500mg

Sulfasitin

Gangguan

system

hematopoetik:anemia

hemolitik

akut,

Agranulositosis(sulfadiazine), anemia aplastik, trombositopenia ringan,


eosinofilia, gejala HPS.

Eksresinya cepat untuk penggunaan

per-oral pada infeksi saluran kemih.

Reaksi ini dapat hebat dan kadang bersifat letal. Bila mulai terlihat

Pemberian

dosis

awal

dilanjutkan dengan dosis 250mg empat kali sehari.

Gangguan saluran kemih: anuria dan kematian dapat terjadi kristaluria


atau hematuria(jarang terjadi)

500mg,

Reaksi alergi: gambaran HPS pada kulit dan mukosa bervariasi, berupa
kelainan morbiliform, purpura, petekia, eritema nodosum, eritema
multiformis tipe stevens-johnson, dll. Demam obat dapat terjadi(timbul

demam tiba2, pada hari ke tujuh sampai ke 10 pengobatan, di sertai sakit

Ampisilin + sulbaktam

IV, IM

kepala, menggigil, rasa lemah, dan erupsi kulit, semuanya bersifat


reversible).

Lain2:mual dan muntah

Tidak diberikan pada wanita hamil aterm

Tikarsilin + as. klavulanat


Amoksisilin

ORAL

Amoksisilin + as. klavulanat


CORTIMOKSAZOL

Absorbsi tidak lengkap secara oral, tetapi amoksisilin hampir lengkap di


absorpsi, absorbsi penisilin lainnya = penurunan jika ada makanan di dalam

Trimetropin + sulfametoksazol
Mikroba yang peka : enterobacter, klebsiella, diphteri, E.coli, S.aureus,

S.viridans, dll
Untuk mikroba yang resisten sulfonamid agak resisten trimetropin
Farmako dinamik : 2 tahap berurutan rekasi enzimatis 1. Sulfo = hambat
PABA,
2. Trime : hambat reaksi dari dehidrofolat tetrahidrofolat
Farmako kinetik : karena trimetropin lipofilik volume distribusi >>

besar dari sulfa


Rasio sulfa : trime 5:1
Diekskresi di urin
Indikasi : ISK, IS nafas, IS cerna, Inf. Genital
E.S : megaloblastosis, leukopenia atau trombositopenia, pada kulit
karena sulfonamid

GOL. PENISILIN
Farmako dinamik :

penisilin menginaktifkan protein yang berada dalam membran sel

lambung = 30-60 menit sebelum makan / 2-3 jam setelah makan. Distribusi ke
seluruh tubuh, penisilin bisa melewati sawar plasenta = tidak teratogenik.
Tidak ke SSP
Ekskresi : melalui ginjal
E.S : hipersensitivitas (angioedem, makulopapular, anafilaktik), diare, nefritis
(metisilin), neurotoksisitas, gangguan pembentukan darah (karbanesilin dan
karsilin = antipseudomonas), toksisitas kation

Tidak bisa untuk kuman B-laktamase


Resistensi E.Coli
Efek samping : reaksi alergi , Syok anafilaksis umumnya tidak toksik

pada manusia
Dapat di gunakan secara oral dan parenteral.

GOL. CEPHALOSPORIN

Generasi 3 tunggal atau dalam kombinasi dengan aminoglikosida

bakteri yang penting untuk sintesis dinding sel sehingga bakteri

merupakan obat pilihan utama untuk infeksi berat oleh Klebsiella ,

menjadi lisin.
Destruksi dinding sel oleh autolisin / enzim degradatif yang

Enterobacter , Proteus , Providencia , Srratia , Dan Haemophillus

dimiliki penisilin.
Farmako kinetik : ditentukan oleh stabilitas obat terhadap asam lambung dan
beratnya infeksi.
Cara pemberian :

Spesies.
Farmako dinamik :
a)
b)

Generasi I : proteus, E.coli, klebsiella


Generasi
II
:
Haemophilus,
Neisseria=gram (-)

enterobacter,

c)

Generasi III : contoh : cefritriaavus, cefotaxim,

Indikasi : ISK, Infeksi saluran nafas, penyakit menular hubungan sex, infeksi tukak

ceftazidim (pseudomonas aeruginosa)

dan sendi, dll.

Farmako kinetik : IV karena absorbsi oral jelek, distribusi ; luas, ekskresi

E.S : mual, muntah, tidak enak diperut : halunisasi, kejang ; hepatotoksik ;

melaui empedu ke dalam feses

fatotoksif dll.

E.S : alergi, perdarahan jika diberikan bersama sefamandol atau sefoperason =

Interaksi obat : antasit = habis berkuran, hambat teofilin, tidak dikombinasi dengan

anti vitamin K

obat yang dapat perpanjang interval Qtc.

Efek samping : reaksi alergi , anafilaksis , dengan spasme bronkus dan

AMINOGLIKOSIDA

urtikaria dapat terjadi


Secara oral
Obat Mahal

butuh O2, aktivitas terhadap gram (+) terbatas, aktifitas dipengaruhi pH


(alkali lebih tinggi), aerobik-anarobik, keadaan hiperkapnik. Berdifusi

GOL. TETRACYCLIN

lewat kanal air yang dibentuk porin protein pada membran luar bakteri

Efektif untuk infeksi Chlamydia


Tidak boleh pada anak-anak dan wanita hamil.
Secara Oral

GOL. FLUOROKUINOLON

Farmako dinamik : terhadap MO anaerobik rendah, transpor aminogliko

gram (-) masuk ke ruang periplasmik. Setelah masuk sel terikat pada
ribosom 30 s dan hambat sintesis protein kerusakan membran sitosol

mati. Bersifat bakterisid.


Farmako kinetik : sangat polar, sukar di absorbsi di saluran cerna, per

Efektif untuk ISK dengan atau tanpa penyulit disebabkan oleh kuman-kuman yang

oral hanya untuk efek lokal di saluran cerna. Untuk kadar sistemik
parenteral, ikatan protein rendah kecuali streptomisin 30-50%.

multiresisten dan P.Aeruginosa.


Siprofloksasin, Norfloksasin, dan Ofloksasin untuk terapi Prostatitis bacterial akut

Distribusi ke dalam cairan otak sangat terbatas, ekskresi di ginjal, kadar

maupun kronis anak-anak dan ibu hamil tidak boleh.

Farmako dinamik : hambat pemisahan double helix DNA saat replikasi dan

dalam urin capai 50-200 mg/ml, gangguan ginjal hambat ekskresi.


E.S : alergi, reaksi iritasi (rasa nyeri di tempat suntik), toksik (gangguan
pendengaran dan keseimbangan), ototoksik pada N. VII, nefrotoksik.

transkripsi dengan bantuan enzim DNA girase hambat DNA girase pada kuman
dan bersifat bakterisid

Kanamisin : untuk E.coli, enterobacter, klebsiella, proteus dll (untuk


ISK)

Untuk bakteri : kuinolon lama (gram (-)) E.coli, proteus, klebsiella, enterobakter
Gentamisin, tobramisin, dan netilmisin Indikasi : infeksi karena proteus,
Flurokuinolon baru : gram (+), gram (-) dan kuman atipik (mycoplasma, klamidia)

pseudomanas, klebsiella, E.colli, enterobacter

Farmako kinetik : diserap baik di saluran cerna, dalam sediaan oral, hanya sakit

Amikasin : untuk E.coli, P.aeruginosa, proteus, enterobacter

yang terikat protein, distribusi baik ke berbagai organ, capai kadar tinggi di prostat,
T1/2 panjang 2x sehari diperlukan. Di metabolisme di hati, ekskresi ginjal

Sumber : faramakologi dan terapi FKUI ed 5, 2007

sebagian empedu.
ANTISEPTIK

1.

2.

Metenamin

Indikasi : Untuk Profilaksis terhadap ISK berulang khususnya bila

Indikasi : ISK tanpa komplikasi ( Sistitis akut ) pada wanita yang

ada residu kemih.Tidak diindikasikan untuk infeksi akut saluran

disebabkan oleh E.Coli dan E.Faeccalis


Efek samping : Diare , Mual , Sakit kepala , Vaginitis
FD : hambat tahap awal sintesis dinding sel kuman
FK : Biovailibilitas oral hanya 37%, dengan makanan menurunkan

kemih.
Untuk berbagai jenis mikroba, kecuali proteus
E.S : iritasi lambung (>500 g ), 4-8 gram/sehari >> 3 mg, iritasi

saluran kemih, proteinuria, hematuria, erupsi kulit.


KI : dengan gangguan hati, tidak untuk gagal ginjal, tidak

diberikan bersama sulfonamid.

Interaksi obat : susu, antasid tidak diberikan meningkatkan pH

Oral 4 x 1 gram/hari
Nitrofrantoin

Indikasi : Mengobati bakteriuria yang disebabkan oleh ISK bagian


bawah penggunanya terbatas untuk tujuan profilaksis atau
pengobatan

supresif

ISK

menahun

yaitu

setelah

kuman

penyebabnya dibasmi atau dikurangi dalam antimikroba lain

dengan yang lebih sensitive.


Unruk E.coli, proteus, klebsiella, enterobacter, enterokokus
FK : lengkap dan cepat absorbsi di saluran cerna, dengan makanan

ekskresi di urin dan tinja


ES : mual, muntah, diare, sakit kepala, bisa untuk wanita hamil,
Sediaan ; bubuk 3 gram dicampur air 100 ml tidak boleh dengan
air panas

Perlu di perhatikan bahwa ada beberapa antibiotik tidak boleh dipergunakan selama
masa kehamilan karena dapat menyebabkan toksik pada janin, seperti nitrofurantion,
asam nalidik, dan tetrasiklin.
PENCEGAHAN
1. Beberapa hal paling penting untuk mencegah infeksi saluran kencing, infeksi kandung kemih,
dan infeksi ginjal adalah menjaga kebersihan diri , bila setelah buang air besar atau air kecil
bersihkan dengan cara membersihkan dari depan ke belakang, dan mencuci kulit di sekitar

bioavailibitasnya, terikat protein plasma, ekskresi di ginjal, T1/2

dan antara rektum dan vagina setiap hari. Mencuci sebelum dan sesudah berhubungan

20 menit, urin agak cokelat


KI : Untuk gagal ginjal dengan klirens kreatinin < 40 ml/menit,

seksual juga dapat menurunkan resiko seorang wanita dari ISK.


2. Minum banyak cairan (air) setiap hari akan membantu pengeluaran bakteri melalui sistem

hamil, bayi < 3 bulan anemia hemolitik

ES : mual, muntah dan siare ; sakit kepala vertigo, nyeri otot.


Asam nalidiksat

Indikasi : ISK bawah tanpa penyulit contohnya : Sistitis akut tidak

urine.
3. Mengosongkan kandung kemih segera setelah terjadi dorongan untuk buang air kecil juga bisa

efektif untuk ISK bagian atas contohnya : Pielonefritis.


FD : hambat enzim DNA grase bakteri, bakterisid terhadap kuman

mungkin masuk ke uretra selama hubungan seksual.


5. Vitamin C membuat urin asam dan membantu mengurangi jumlah bakteri berbahaya dalam

penyebab ISK, E.coli, proteus, klebsiella, pseudomonas resisten.


FK : per oral, 95% terikat protein plasma, sehingga diubah jadi

sistem saluran kemih.


6. Hindari pemakaian celana dalam yang dapat membuat keadaan lembab dan berpotensi
berkembang biaknya bakteri. Hindari sandal jepit.

asam hidroksinalidiksat, masa penuh 11/2 2 jam


ES : mual, muntah, urtikaria ; diare demam fosfosensitivitas : sakit
kepala, ngantuk, vertigo, meningkat pada pasien epilepsi,

Kennedy ES. Pregnancy,Urinary Tract infections. http://www.eMedicine.com. last updated 8

parkinson.
KI : bayi < 3 bulan, trisemester p1 hamil : hati-hati untuk

Jawetz E. Sulfonamid dan trimetoprim. In: Katzung BG (Ed): Farmakologi dasar dan klinik.

4.

menigkatkan

dapat

3.

penyerapan, tidak terikat protein plasma, ekskresi renal 38%,

menurunkan

inhalasi

kambung

dan

gangguan hati atau ginjal : pembesaran dengan nitrofurantonin

Dosis : 4 x 500 mg/hr


Fosfomisin trometamin

membantu mengurangi risiko infeksi kandung kemih atau ISK.


4. Buang air kecil sebelum dan setelah melakukan hubungan seks dapat flush setiap bakteri yang

August 2007. accesed 22 February 2008


Jakarta, EGC.2002

Trevor AJ, Katzung BG, Mastri SB. Katzung and Trevors Pharmacology Examination and
Board Review 7th Edition. Newyork, Mcgrtaw-hill.2005.

diperlukan untuk mencegah terjadinya perburukan yang mengarah pada terminal gagal ginjal
kronis.

LO 4. Thaharah dan Rukhsah


LO 3.9 Komplikasi

THAHARAH

o
o

Reaksi alergi merupakan resiko terapi antibiotik.


Anak dengan pielonefritis akut dapat berkembang menjadi inflamasi lobus ginjal atau

o
o

abses ginjal.
Inflamasi parenkim ginjal dapat mengawali pembentukan jaringan parut.
Komplikasi jangka panjang dari pielonefritis akut adalah hipertensi, fungsi ginjal

tampak maupun yang tidak tampak. Menurut pengertian syariat (terminologi), thaharah berarti

terganggu, ESRD dan komplikasi terhadap kehamilan (cth. ISK, hipertensi pada

meglenyapkan najis dan kotoran. Berarti, thaharah menghilangkan sesuatu yang ada di tubuh

kehamilan, BBLR).
Komplikasi lain yang mungkin terjadi setelah terjadi ISK yang terjadi jangka panjang

yang menjadi penghalang bagi pelaksanaan shalat dan ibadah semisalnya.

adalah terjadinya renal scar yang berhubungan erat dengan terjadinya hipertensi dan gagal

A. Pengertian Thaharah
Menurut bahasa (etimologi), thaharah berarti pembersihan dari segala kotoran yang
tindakan menghilangkan hadats dengan air atau debu yang bisa menyucikan. Juga berarti upaya

B. Dua Macam Thaharah: Batin dan Lahir

ginjal kronik.
ISK pada kehamilan dengan BAS (Basiluria Asimtomatik) yang tidak diobati: pielonefritis,
bayi prematur, anemia, Pregnancy-induced hypertension
ISK pada kehamilan normal : retardasi mental, pertumbuhan bayi lambat, Cerebral palsy,

bertauhid dan beramal shalih. Ini lebih penting daripada thaharah fisik, bahkan thaharah badan

o
o

fetal death.
Komplikasi yang dapat terjadi pada infeksi saluran kemih antara lain batu saluran kemih,

Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda:

obstruksi saluran kemih, sepsis, infeksi kuman yang multisistem, dan gangguan fungsi

o
o
o

ginjal.
Sistitis emfisematosa , sering terjadi pada pasien DM.
Pielonefritis emfisematosa syok septik dan nefropati akut vasomotor.
Abses perinefrik
http://omzainul.wordpress.com/2010/03/29/isk-infeksi-saluran-kemih-dari-berbagaisumber-moga-berguna/

LO 3.10 Prognosis

1. Thaharah batin spiritual, yaitu dari kemusyrikan dan kemaksiatan. Dilakukan dengan cara
tidak mungkin bisa terwujud jika masih terdapat najis kemusyrikan.

Sesungguhnya orang Mukmin itu tidak najis


Oleh karena itu, setiap mukallaf berkewajiban untuk menyucikan hatinya dari najis
kemusyrikan dan keraguan. Hal itu dapat diwujudkan dengan keikhlasan, tauhid, dan
keyakinan. Selain hal itu, mereka juga harus membersihkan diri dan hatinya dari kotoran
kemaksiatan, pengaruh dengki dan iri, kecurangan, suap-menyuap, sombong, ujub, riya, dan

ISK tanpa kelainan anatomis mempunyai prognosis lebih baik bila dilakukan

sumah. Hal itu dapat dilakukan dengan taubat yang sebenarnya dari segala macam dosa dan

pengobatan pada fase akut yang adekuat dan disertai pengawasan terhadap kemungkinan

kemaksiatan. Thaharah ini merupakan sebagian dari iman. Sedangkan sebagian lainnya adalah

infeksi berulang. Prognosis jangka panjang pada sebagian besar penderita dengan kelainan

thaharah fisik atau lahir.

anatomis umumnya kurang memuaskan meskipun telah diberikan pengobatan yang adekuat
dan dilakukan koreksi bedah. Hal ini terjadi terutama pada penderita dengan nefropati refluk.

2. Thaharah fisik, yaitu bersuci dari berbagai hadats dan najis. Dan yang merupakan bagian

Deteksi dini terhadap adanya kelainan anatomis, pengobatan yang segera pada fase akut.

kedua dari iman. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda: Bersuci itu setengah dari

kerjasama yang baik antara dokter, ahli bedah urologi dan orang tua penderita sangat

iman

Thaharah yang kedua ini dilakukan dengan cara yang telah disyariatkan oleh Allah Taala

mengurangkan. Seseorang yang mendapat keringanan disebut sebagai raakhis, kata ini jika

berupa wudhu, mandi, dan tayammum pada saat tidak ada air, menghilangkan najis dari

digabungkan dengan kata lain memeiliki makna yang sama, misalnya ungkapan Rukhusha as-

pakaian, badan, dan tempat shalat.

Siru maka berarti harga yang murah. Jika huruf kha dibaca fathah (menjadi Rukhashah)
maka ia adalah bentuk ungkapan tentang seseorang yang mengambil, atau menjalankan

C. Thaharah Dilakukan dengan Dua Cara

rukhshah, seperti yang disebutkan oleh Amidi.

1. Thaharah dengan menggunakan air.

Dari sini dapat disimpulkan bahwa hukum rukhsah adalah:

Dan inilah yang pokok. Dengan demikian, setiap air yang turun dari langit atau

o Hukum yang disyariatkan pada tahap kedua, sebagai pengucualian dari hukum asli yang umum

keluar dari perut bumi adalah dalam posisi dasar penciptaannya, yaitu dapat menyucikan:
menyucikan dari hadats dan kotoran, meski telah mengalami perubahan rasa atau warna atau

yaitu azimah.
o Bahwa dalil hukum asli yaitu azimah masih tetap berlaku dan masih harus dilaksanakan bagi

baunya oleh sesuatu yang bersih. Hal itu berdasarkan sabda Nabi shallallahu alaihi wasallam:

orang yang tidak memiliki udzur. Faktor udzur-lah yang membolehkan dilaksanakannya

Sesungguhnya air itu dapat menyucikan, yang tidak bisa dibuat najis oleh sesuatu (HR Abu

rukhshah.
o Dari sini dapat dismpulkan bahwa adanya rukhsah adalah sebagai bentuk kemurahan dari Allah

Dawud)

taala kepada para hambaNya, terutama ketika kondisi tidak memungkinkan untuk

Diantara air tersebut adalah air hujan, air dari sumber mata air, air sumur, air sungai,

melaksanakan azimah tersebut

air lembah, air salju yag mencair, dan air laut. Berkenaan dengan air laut, Nabi shallallahu
alaihi wasallam bersabda:Laut itu airnya bisa menyucikan dan bangkainya pun halal (HR

B. Sebab-Sebab Rukhsah

Abu Dawud). Adapun air Zam-zam telah ditetapkan dalam hadits Ali: Bahwa Rasulillah

Rukhsah atau keringanan tidaklah terjadi begitu saja, ia memiliki sebab-sebab terwujudnya

shallallahu alaihi wasallam pernah mita dibawakan satu timba air Zam-zam, lalu air tersebut

rukhsah tersebut, diantaranya adalah:

beliau gunakan/pakai untuk minum dan berwudhu (HR Imam Ahmad). Akan tetapi, jika air

a) Bermusafir. Seseorang yang dalam keadaan safar (perjalanan) diberikan keringanan untuk

itu berubah warna, rasa, atau baunya yang disebabkan oleh suatu najis, menurut ijma ulama,

mengqasar dan menjamak shalat, mengusap khuf dan tidak berpuasa selama masa
safarnya.

air itu pun menjadi najis yang harus dihindari

b) Sakit. Ketika seseorang dalam keadaan sakit, maka dibolehkan baginya menjamak shalat,
bertayamum dan shalat berjamaah di masjid.

2. Thaharah dengan menggunakan debu yang suci.


Thaharah ini merupakan ganti dari thaharah dengan air jika tidak memungkinkan

c) Lupa. Seseorang yang dalam keadaan lupa padahal ia sedang berpuasa maka ia tidak batal

bersuci dengan menggunakan air pada bagian-bagian yang harus disucikan, atau karena

jika makan atau minum karena terlupa. Begitu juga orang yang terlupa belum menunaikan

ketiadaan air, atau karena tahut bahaya yang diakibatkan oleh penggunaan air, sehingga dapat

shalat tidak dihukum berdosa, walapun ia harus segera melaksanakannya ketika ia ingat
belum melakukan shalat tersebut.

digantikan oleh debu yag suci


http://abughifary.wordpress.com/2012/01/28/pengertian-dan-macam-macamthaharah/ (11apr2013, 7:14)

d)

Kebodohan. Seseorang yang karena kejahilannya melakukan suatu perbuatan maka


mendapatkan keringanan untuk perbuatannya tersebut. Misalnya seseorang yang tidak
paham bahwa buang angin itu membatalkan shalat dan wudhunya, namun ia tetap

RUKHSAH
A. Pengertian Rukhsah

melanjutkan shalatnya tersebut. Maka shalat dan wudhunya tersebut dimaafkan karena
kebodohannya.

Kata rukhsah secara bahasa bermakna keringanan, kata ini berasal dari kata kerja

e) Kesukaran. Setiap hal yang menyulitkan dalam Islam maka hal tersebut dimaafkan,

bentuk lampau (fiil madhi) yaitu rakhasa yang bermakna telah menurunkan atau telah

misalnya seseorang yang terkena penyakit selalu mengeluarkan air seni, padahal wajib

baginya untuk shalat dalam keadan suci, maka wajib baginya untuk tetap melaksanakan
shalat walaupun keadaannya demikian. Hal ini berlaku juga bagi wanita yang mengalami
darah istihadhah.
f) Paksaan. Seseorang yang melakukan sesuatu bukan karena kehendaknya sendiri maka ia
tidaklah dapat dihukumi dengan perbuatannya tersebut, misalnya dia dipaksa untuk
mengucapkan kalimat kufur, dipaksa untuk meminum khamr dan bentuk paksaan lainnya
maka tidaklah ia dihukumi dengan perbuatan tersebut selama hatinya tidak condong dan
suka dengan perbuatan tersebut.
g) Kekurangan. Maksud kekurangan di sini adalah kekurangan akal yang ada pada anak kecil,
orang gila atau seseorang yang mabuk dan lupa ingatan. Maka mereka dibebaskan dari
tanggung jawab atas segala perbuatannya tersebut. Selain itu ia juga terbebas dari segala
kewajiban seperti shalat, jihad, zakat, haji dan lain sebagainya.
C. Jenis-jenis Rukhsah
Keringanan, disebut juga sebagai takhfif selain rukhsah, ia adalah bentuk
kemudahan yang diberikan oleh Islam bagi setiap hambaNya yang berada pada keadaan
tertentu, Ibnu Nujaim menyebutkan bahwa rukhsah terdiri dari beberapa jenis: Pertama,
Menggugurkan (Takhfif isqath), seperti pengguguran kewajiban shalat jumat kepada orang
yang sakit kronik. Kedua, Mengurangkan (Takhfif tanqish), seperti qasar shalat empat rakaat
menjadi dua ketika dalam keadaan safar, dibolehkan shalat sesuai dengan kemampuan bagi
seseorang yang dalam keadaan sakit dann yang lainnya. Ketiga, Menggantikan (Takhfif ibdal).
Misalnya mengganti wdudhu dengan air dengan tayamum menggunakan debu dikarenakan
tidak adanya air yang digunakan untuk berwudhu. Keempat, Mendahulukan (Takhfif taqdim),
seperti rukhsah jamak taqdim. Kelima, Mengakhirkan (Takhfif takhir). Ini termasuklah rukhsah
jamak takhir, melewatkan solat isyak dan lain-lain. Keenam, Meringankan (Takhfif tarkhish),
seperti dibolehkan minum arak jika tercekik sesuatu apabila tiada minuman lain di
sekelilingnya. Ketujuh, Mengubah (Takhfif taghyir). Misalnya perubahan bentuk perbuatan
shalat menjadi lebih ringan ketika terjadi peperangan.[3]
Semua rukhsah tersebut adalah bentuk perhatian Islam kepada para pemeluknya,
aturan-aturan yang ada dalam Islam bukanlah untuk menyusahkan manusia, sebaliknya ia
adalah bentuk pernghargaan kepada manusia sesuai dengan fitrahnya.