Anda di halaman 1dari 10

11/19/2015

MakalahCentre:POPULASIDANSAMPEL

pusatdarimakalah­makalahperguruantinggisemuanyaakandansudahdipostingdisini.freecopypaste,tapijanganlupatinggalkan

komentardanidentitasblog(untukmenghargaipenulis).

beranda aslogin Enteryourusernameand passwordtoenteryourBlogger Dasboard Username: Password:(?) Signin
beranda
aslogin
Enteryourusernameand
passwordtoenteryourBlogger
Dasboard
Username:
Password:(?)
Signin
WidgetbyKangSalman

popularposts

A.PengertianPopulasiMenurut

SuharsimiArikunto(1998;115)

populasiadalahkeseluruhan

obyekpenelitian.Apabila

seseoranginginmeneli

Search:

ABILITYATTWELVETH GRADESTUDENTOF SMAN3PONOROGOIN Search: SEARCH POPULASIDANSAMPEL

SEARCH

POPULASIDANSAMPEL

SubmittedbyWachidAmiruddindiSenin,Mei07,2012

A.PengertianPopulasi Menurut Suharsimi Arikunto (1998; 115) populasi adalah keseluruhan obyekpenelitian.Apabilaseseoranginginmenelitisemuaelemenyangadadalam wilayahpenelitian,makapenelitiannyamerupakanpenelitianpopulasiataubiasa

disebutjugapenelitiansensus.SedangkanmenurutSugiono(1994;57)populasi

adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas; obyek/ subyek yang mempunyai kuantitasdankarakteristiktertentuyangditetapkanolehpenelitiuntukdipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. Populasi dalam pandanganya bukan saja merupakanjumlahorangtetapijugamerupakankarakteratausifatyangdimiliki olehobyekyangditeliti. Misalnya akan melakukan penelitian di lembaga X, maka lembaga X merupakan populasi. Lembaga X yang didalamnya terdiri dari sejumlah orang, makapopulasidalampengertianiniadalahjumlah.Sedangkanberbagaikarakter yang dimiliki oleh sejumlah orang dalam lembaga X yang mungkin sangat bervariasi,misalnyakedisiplinan,kepemimpinan,motivasikerja,makadalamhal inipopulasiberartikarakteryangmenempeldalamobyekpenelitian.

MenurutSugiono(1994)satuorangpundapatdigunakanpopulasi,karena

satu orang dapat mempunyai beberapa karakteristik, misalnya gaya bicaranya, disiplinkerjanya,carabergaulnyadanlainsebagainya.Misalnyaakanmelakukan penelitianterhadapkepalasekolahSmakakepemimpinanmerupakansampledari semuakarakteristikyangdimilikiolehkepalasekolahS.Thisfilecreatedby:

Name:Yth.BpkMiftahulChoiri

Melihatjumlahnyapopulasitidakterbatas,olehkarenaitudalampenelitian yangdibatasiolehberbagaiketerbatasan(keterbatasanwaktu,danadantempat) makaagar hasilpenelitianbenar­benarmenggambarkankeadaanpopulasimaka diperlukan adanya sample yang representatif sebagai wakil dari populasi yang jumlahnya tidak terbatas. Hal ini dimaksudkan agar dalam proses pengambilan generalisasisedapatmungkinterhindardariberbagaikesalahan,terutamakesalahan dariketidakvalidandatayangdiperolehdaripopulasiitusendiri.

B.PengertianSampel

Sugiyono(1996)berpendapatbahwasampeladalahsebagiandarijumlah

dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi. Bila populasi terlalu besar maka untuk memudahkan penelitian maka perlu dilakukan pengambilan sampel (sampling). Sedapat mungkin dalam pengambilan sampel harus benar­benar menggambarkankeadaanpopulasi. Pengambilan sampel yang tidak reprensentatif (tidak mewakili), ibarat orang buta menggambarkan keadaan gajah. Satu orang buta memegang telinga gajah,makaiabilangbahwagajahitusepertikipas.Orangkeduamemegangkaki gajah,makaiabilangbahwagajahitusepertibambuyangbesar.Orangketiga memegangbadangajahyangbesar,kemudianiabilangbahwagajahituseperti tembok. Begitulah pengambilan sampel yang tidak representatif akan menggambarkan sesuatu itu salah, karena kesimpulannya terputus­putus, tidak utuh.

C.TeknikPengambilanSampel Untukmenentukansampelyangakandigunakandalampenelitianterdapat tekniksamplingyangdapatdigunakan.Secaraumumteknikpengambilansampel dapat dikelompokkan ke dalam 2 (dua) kelompok besar, yakni; probability samplingdannonprobabilitysampling. Probabilitysamplingadalahteknikpengambilansampelyangmemberikan peluang yang sama terhadap semua anggota populasi untuk dijadikan sampel. Teknikinimeliputi;

1.SimpleRamdomSampling,dikatakansimpel(sederhana)karenapengambilan

sampeldarisemuaanggotapopulasidilakukansecaraacaktanpamemperhatikan stratayangadadalamanggotapopulasiitu.Carainidilakukanapabilaanggota populasidianggaphomogen. 2. ProportionateStratifiedRandomSampling,teknikinidigunakanbilapopulasi mempunyai anggota/ unsur yang tidak homogen dan berstrata secara proporsional.SuatuperguruantinggiIslammempunyaimahasiswadariberbagai latar belakang yang berbeda, maka populasi mahasiswa tersebut berstrata.

Misalnyajumlahmahasiswayanglulusan,STM=50,SMEA,75,SMU=150

danMA=750.Jumlahmahasiswayangdijadikansampeldalampenelitianini

11/19/2015

ACADEMICYEAR 2012/2013 thisfilepresentedby:Nashihatur rosyidah (MANYTHANKSFOR HER)I. RESEARCHTITLEThe
ACADEMICYEAR
2012/2013
thisfilepresentedby:Nashihatur
rosyidah (MANYTHANKSFOR
HER)I. RESEARCHTITLEThe
EffectivenessofDebatein
ImprovingStu
HaditsMaudhu'
BABII
PEMBAHASAN
A. Pengertian
HadistMaudhu’
Maudhu’adalah
isimmaf’uldari:ﺎًﻌﺿْ ﻭ– ُ ﺿَﻳ– َ ﻊ َ ﺿ َ ﻭ َ
َ
NEED
ANALYSIS,GOALAND
OBJECTIVE,MATERIALS
ThisPaperOrganizedToFulfill
OneoftheTaskson Curriculum
DevelopmentINTRODUCTIONA.
Background Historically,
KodeEtikBimbingandan
Konseling
KODEETIKBIMBINGANMakalah
inidiajukan untukmemenuhi
salahsatutugasmatakuliah “
BimbingandanKonseling”
DisusunOlehRoudhotulJa
StrategiBelajarMengajar
THEPOWEROFTWOMakalah
inidiajukanuntukmemenuhi
tugasmatakuliahStrategiBelajar
MengajarDosenpengampu:
AthokFuadhi,M.PdDisusun
MAKALAH
MENINGKATKAN
MOTIVASIBELAJAR
DENGANMETODEKARYA
WISATA
THISFILEPRESENTEDBYPIPIT
SURYADEWI(manythanksfor
her)KATAPENGANTARPuji
syukurkamipanjatkankehadiran
AllohSWTyang
ZAKATPETERNAKAN
ZAKATPETERNAKAN
PengertianZakatPeternakan
Yaituzakatyangharus
dikeluarkanatasbinatangternak
yangdimiliki.Paraulama’
sepakat
DiagnosisKesulitanBelajar
BABIPENDAHULUANA.
LatarBelakangBelajar
merupakantugasutamasiswa,di
sampingtugas­tugasyanglain.
Keberhasilandalambelajar
THEGRAMMAR­
TRANSLATIONMETHOD
A.INTRODUCTIONThe
Grammar­TranslationMethodis
notnew.Ithashaddifferent
names,butithasbeenusedby
languageteachersformanyye
wahid amiruddinis here Kumpulanmakalah makalahperguruantinggi PejabatTarakanBersaingJadi KaltimPost
wahid
amiruddinis
here
Kumpulanmakalah
makalahperguruantinggi
PejabatTarakanBersaingJadi
KaltimPost
Berdasarsuratbernomor
005/PANSEL­JPTMADYA­
KT/11/2015,seleksikedua
berupatesmenulismakalahakan
berlangsungpada16November
diGedungAssessmentCenter
KaltimdiJalanKartini.Proses
seleksiperebutankursinomor
satupegawai
Seelio,Situs'Wajib'untukCari
Okezone
Situstersebutmenyajikanbanyak

MakalahCentre:POPULASIDANSAMPEL

harusmeliputijenispendidikanyangterterayangdiambilsecaraproporsional. 3. Disproportionate Stratified Random Sampling,
harusmeliputijenispendidikanyangterterayangdiambilsecaraproporsional.
3. Disproportionate Stratified Random Sampling, teknik ini digunakan untuk
menentukanjumlahsampelapabilapopulasiberstratatetapikurangproporsional.
Misalnya sebuah peguruan tinggi mempunyai dosen; 5 orang lulusan S3, 17
oranglulusanS2dan105lulusanS1,maka5oranglulusanS3dan17orang
lulusan S2 diambil sebagai sampel. Karena dua kelompok ini terlalu kecil
apabiladibandingkandengankelompokS1.
4. ClusterSampling,tekniksamplingdaerahdigunakanuntukmenentukansampel
apabila obyek penelitian yang akan diteliti atau sumber data sangat luas,
misalnya pelajar dari suatu propinsi, kabupaten atau karisidenan. Teknik
samplinginiseringdilakukanmelaluiduatahap,pertamamenentukansampel
daerah,dantahapberikutnyamenentukanorang­orangyangadapadadaerahitu
jugasecarasampling.
Nonprobabilitysamplingadalahteknikyangtidakmemberipeluangyang
sama kepada setiap anggota populasi untuk dipilih menjadi sampel. Teknik ini
meliputi:
1. SamplingSistematis,adalahteknikpenentuansampelberdasarkanurutandari
anggotapopulasiyangtelahdiberinomorurut.Misalnyaanggotapopulasiterdiri
dari 1000orang.Semua anggota diberi nomormulai nomor1sampai 1000.
Pengambilansampeldapatdilakukandengannomorganjilsaja,genapsajaatau
kelipatandaribilangantertentu,misalnyakelipatanlimadanseterusnya.
2. Sampel Kuota, adalah teknik untuk menentukan sampel dari populasi yang
mempunyaiciri­ciritertentusampai jumlah(kuota)yangdiinginkan.Sebagai
contoh,akanmelakukanpenelitianterhadapcalonjemaahhajitentangalasanapa
yangmelatarbelakangimerekamenunaikanibadahhaji,kemudianditentukan
jumlahkuota calonjemaahyangakandijadikansampeldalampenelitianini.
3. Sampel Aksidental,adalahteknikpenentuansampel,berdasarkankebetulan,
yaitusiapasajayangsecarakebetulanbertemudenganpenelitidapatdigunakan
sebagaisampel,biladipandangorangyangkebetulanditemuiitucocoksebagai
sumberdata.Sebagaicontoh,penelitiantentangketaatan parapemakaijalan
terhadapperaturanberlalulintas,kemudianseorangpenelititidakmenentukan
siapa yang akan dijadikan sampel, namun mencatat jumlah orang yang
melakukan pelanggaran terhadap rambu­rambu berlalu lintas, terutama
pelanggaran
yangterjadiditempayangadalampurambu­rambulalulintas.
Berapajumlahpemakaijalanyangmelanggarrambu­rambulalulintasdalam
setiap jamnya. Dari jumlah pelanggar ini, kemudian ditentukan jumlah
sampelnya.
4. SampelPurposive, adalahteknikpenentuansampeluntuktujuantertentusaja.
Misalnyaakanmelakukanpenelitiantentangdisiplingurudalammengajardi
kabupatenX,maka sampelyangdipilihadalahseluruhguruyangmengajardi
sekolahyangdikehendakiolehpenelitisebagai obyekpenelitian.
5. SampelJenuh,adalahteknikpenentuansampelbilasemuaanggotapopulasi
digunakansebagaisampel.Haliniseringdilakukanbilajumlahpopulasirelatif
kecil,kurangdari30orang.Istilahlaindarisampeljenuhadalahsensus,dimana
semuaanggotapopulasidijadikansebagaisampel.
6. SampelSnowball,adalahteknikpenentuansampelyangmula­mulajumlahnya
kecil,kemudiansampelinidisuruhmemilihteman­temannyauntukdijadikan
sampel.Begituseterusnya,sehinggajumlahsampelsemakinbanyak.Ibaratbola
saljuyangbilamenggelinding,makinlamamakinbesar.
D.MenentukanJumlahSampel
Jumlahsampelseringdinyatakandenganukuransampel.Jumlahsampel
yang100%mewakilipopulasiadalahsamadenganjumlahpopulasi. Jadijumlah
populasi 10000 dan hasil penelitian itu akan diberlakukan untuk 1000 orang
tersebut tanpa ada kesalahan, maka jumlah sampel yang diambil sama dengan
jumlahpopulasitersebut.Makinbesarjumlahsampelmendekatipopulasi,maka
peluangkesalahangeneralisasisemakinkecil,dansebaliknyamakinkeciljumlah
sampelmenjauhipopulasi,makasemakinbesarkesalahangeneralisasi(Sugiono,
1994;63)
Terdapat beberapa rumus yang dapat digunakan untuk menghitung
besarnyasampelyangdiperlukandalampenelitian.Tetapidalambukuinidisajikan
cara menentukan ukuran sampel yang praktis, yaitu dengan tabel. Tabel yang
digunakanadalahtabelKrejcie.
Krejcie dalam melakukan perhitungan ukuran sampel didasarkan atas
kesalahan5%.Jadisampelyangdiperolehituitumempunyaitingkatkepercayaan
95%terhadappopulasi.TabelKrejcieditunjukkanpadatabel 5.1.Daritabelini
terlihatbilajumlahpopulasi100makajumlahsampelnya80,bilapopulasi1000
makasampelnya278,bilajumlahpopulasi100.000makajumlahsampelnya384.
Dengan demikian makin besar populasi semakin kecil persentasi sampel. Oleh
karenaitutepatbilaukuranpopulasinyaberbedapersentasesampelnya,misalnya
10%.
Berikutcontohmenentukanukuransampel.Penelitiandilakukanterhadap
persepsimahasiswaterhadapgayamengajardosensuatuperguruantinggi.Sumber
datayangdigunakanadalahparamahasiswadarisuatuperguruantinggiyangterdiri
dari3(tiga)jurusanyangberbeda.Jumlahmahasiswanya700(populasi),terdiri
darimahasiswajurusanTarbiyah350orang,mahasiswajurusanSyariah250orang
danmahasiswajurusanDakwah200orang(populasiberstrata).
TABEL5.1
TABLEFORDETERMININGNEEDEDSIZESOFARAMDOMLYCHOSEN
SAMPLEFROMAGIVENFINITEPOPULATIONOFNCASESSUCHTHAT
THESAMPLEPROPORTIONWILLBEWITHIN+.05OFTHE
POPULATIONPROPORTIONWITH A95PERCENT
LEVELOFCONFIDENCE
N S
N S
N S

11/19/2015

sekaliragaminformasimenarik secarailmiah,sepertitemuan baru,alat­alatunik,makalah ilmiah,robotika,gadget,dan
sekaliragaminformasimenarik
secarailmiah,sepertitemuan
baru,alat­alatunik,makalah
ilmiah,robotika,gadget,dan
lainnya.PantauanOkezone,
untukmelihatkumpulantemuan
ituAndadapatmasukpadamenu
gallery
SusahCariIdePenelitian?
Solopos
SepertidilansirOkezone,Senin
(9/11/2015),situsSeelio
menyajikanbanyaksekaliragam
informasimenariksecarailmiah,
sepertitemuanbaru,alat­alat
unik,makalahilmiah,robotika,
gadget,danlainnya.Untuk
melihatkumpulantemuanitu
Andadapat
NASABuktikanAdaAirAsindi
CNNIndonesia
NASABuktikanAdaAirAsindi
PlanetMarsFotobatudiplanet
Marsyangdifotoolehkendaraan
penjelajahCuriosityyangsejak
Oktober2012beradadiMars.
(DokNASA).Jakarta,CNN
Indonesia­­Badanantariksa
AmerikaSerikat,NASA,
mengatakan
poweredby

DiberdayakanolehBlogger.

mengenaisaya
mengenaisaya

MakalahCentre:POPULASIDANSAMPEL

10 10 220 140 1.200 291 15 14 230 144 1.300 297 20 19 240
10
10
220
140
1.200
291
15
14
230
144
1.300
297
20
19
240
148
1.400
302
25
24
250
152
1.500
306
30
28
260
155
1.600
310
35
32
270
159
1.700
313
40
36
280
162
1.800
317
45
40
290
165
1.900
320
50
44
300
169
2.000
322
55
48
320
175
2.200
327
60
52
340
181
2.400
331
65
56
360
186
2.600
335
70
59
380
191
2.800
338
75
63
400
196
3.000
341
80
66
420
201
3.500
346
85
70
440
205
4.000
351
90
73
460
210
4.500
354
95
76
480
214
5.000
357
100
80
500
217
6.000
361
110
86
550
226
7.000
364
120
92
600
234
8.000
367
130
97
650
242
9.000
368
140
103
700
248
10.000
370
150
108
750
254
15.000
375
160
113
800
260
20.000
377
170
118
850
265
30.000
379
180
123
900
269
40.000
380
190
127
950
274
50.000
381
200
132
1000
278
75.000
382
210
136
1.100
285
100.000
384
Catatan
:
N
= populasi
S
= sampel
Contoh
: populasi200sampelnya132.Tabelinikhususuntuktingkat
kesalahan5%
Jumlahpopulasi=700.Bilakesalahan5%,makajumlah sampelnya=
248. Karena populasi berstrata, maka sampelnya juga berstrata. Strata menurut
jumlah mahasiswa masing­masing jurusan. Dengan demikian masing­masing
sampel untuk masing­masing jurusan harus proporsional sesuai dengan
populasinya.
Jadijumlahsampeluntuk:
Tarbiyah
= 270
x
248 =
700
Syariah
= 230
x
248 =
700
Dakwah
=200
x
248 =
700
Jumlahsampel = 248
Angkayangterdapatkomadibulatkankeatassehinggajumlahsampelnya
lebihakuratmendekatiangka248secarakeseluruhan.
E.MenentukanAnggotaSampel
Pada bagian awal bab ini telah dikemukakan terdapat dua teknik
pengambilan sampel yaitu probability sampling dan non probability sampling.
Probabilitysamplingadalahtekniksamplingyangmemberipeluangyangsama
kepada anggota populasi untuk dipilih menjadi anggota sampel. Cara demikian
seringdisebutdenganrandomsamplingataucarapengambilansampelsecaraacak.
Pengambilansampelsecararandom atau acak dapat dilakukan dengan
bilanganrandom,komputermaupundenganundian.Bilapengambilandilakukan
denganundian,makasetiapanggotapopulasidiberinomorterlebihdahulu,sesuai
denganhumlahanggotapopulasi.Misalnyajumlahpopulasi=100,makasetiap
anggota diberi nomor mulai dari nomor 1 sampai nomor 100. Selanjutnya bila
kesalahan5%makajumlahsampelnya=80.
Karenateknikpengambilansampeladalahrandom,makasetiapanggota
populasimempunyaipeluangyangsamauntukdipilihmenjadianggotapopulasi.
Untukcontohdiataspeluangsetiapanggotapopulasi=1/100.Dengandemikian
carapengambilannyabilasatunomortelahdiambilmakaperludikembalikanlagi.
BABVI
SKALAPENGUKURANDANINSTRUMENPENELITIAN
Penelitianadalahupayasistematisuntukmenenmukanjawabandarisuatu

11/19/2015

WachidAmiruddin Ikuti 24 Lihatprofillengkapku
WachidAmiruddin
Ikuti
24
Lihatprofillengkapku
followers Jointhissite withGoogleFriendConnect Therearenomembersyet. Bethefirst! Alreadyamember?Signin
followers
Jointhissite
withGoogleFriendConnect
Therearenomembersyet.
Bethefirst!
Alreadyamember?Signin

MakalahCentre:POPULASIDANSAMPEL

permasalahan.Olehkarenaitusetiaplangkahyangdilakukanjugaharussistematik, terencana, serta mengikuti aturan­aturan dan persyaratan­persyaratan tertentu. Aturan­aturanini mencakupkeseluruhanaspekpenelitiansejakdariidentifikasi masalahdanpenjabaranvariabel,penyusunandesainpenelitian,sampaipenarikan kesimpulan dan pengkaitan hasil analisis data dengan hipotesis dan pokok

permasalahandasarnya(Tuckman,1978:11).

Selainsistematikpenelitianjugabersifatlogis,empiris,rediktifdandapat diulangdenganharapanakanhasilyang(seharusnya)tidakterlaluberbeda,selama tidakterjadiperubahanyangmendasardalamdirisubyekpenelitiannya.Ciri­ciriini harusdiusahakanuntukselaludapatterwujuddalamsetiappenelitiankarenahalini akansangatmempengaruhivaliditasdanreabilitaspenelitianitusendiri.(Suhadi

Ibnu,1994;1).

Permasalahanvaliditasdanreabilitaspenelitianberpusatpadamutudata yangadadanbagaimanadata tersebutdiolah.Sedangkanmutudataitusendiri sangat ditentukan oleh langkah­langkah penelitian yang dilakukan sebelumnya seperti identifikasi permasalahan dan penjabarannya ke dalam variabel­variabel penelitian, penyusunan desain penelitian dan bagaimana piranti atau instrumen pengumpuldatatersebutdikembangkan. Dalam penelitiankuantitatif,penelitimenggunakaninstrumenpenelitian sebagai alat untuk mendapatkan data yang akurat, sedangkan dalam penelitian kualitatifpenelitiakanlebihbanyakmenjadiinstrumenuntukmendapatkandata yang lebih lengkap, mendalam dan data­data yang tidak dapat diukur dengan kunatifikasi(angka­angka).Dengandemikiandatayangdijaringdenganinstrumen penelitianakanlebihbersifatobyektif,karenalebihempiris. Instrumen penelitian digunakan untuk mengukur variabel yang diteliti. Dengandemikianjumlahinstrumentergantungpadajumlahvariabelyangditeliti. Bilavariabelpenelitiannyatiga,makajumlahinstrumenyangakandigunakantiga juga.Instrumensudahadadandibakukan danadajugayangharusdibuatoleh peneliti sendiri. Setiap instrumen akan mempunyai skala dan bermacam­macam skalapengukuran.

A. JenisSkalaPengukuran

Skalapengukuranmerupakanseperangkataturanyangdiperlukanuntuk menguantifikasikandatadaripengukuransuatuvariabel.Denganpengukuranini

maka variabel yang diukur akan termasuk gradasi 37 derajat celcius. Sikap sekelompokorangakantermasukgradasidarisuatuskalasikap.Macam­macam skalapengukurandapatberupaskalanominal,ordinal,intervaldanratio.

1. DataNominal

Penelitian dengan menggunakan skala nominal sebenarnya tidak

melakukanpengukurantetapilebihpadamengkategorikanataumengklasifikasikan, memberi nama dan menghitung fakta­fakta dari obyek yang diteliti. Contoh, penelitimengkategorikanbahasa;bahasaJawa,Sunda,Padang,Maduradanlain

sebagainya. Memberi nama; kepala desa, sekretaris desa, pamong dan lain sebagainya. Menghitung fakta­fakta; jumlah pegawai, jumlah sarana dan lain sebagainya.

Skalanominalakanmenghasilkandatayangdisebutdatanominalataudata diskrit, yaitu data yang diperoleh dari mengkategorikan, memberi nama dan menghitungfakta­faktadariobyekyangdiobservasi.

2. DataOrdinal

Penelitian dengan menggunakan skala ordinal berarti peneliti akan

melakukanpengukuranterhadapvariabelyangditeliti.Skalaordinaladalahskala yang berjenjang dimana sesuatu mempunyai nilai lebih atau nilai kurang dibandingkandenganyanglain. ContohJuaraImempunyainilailebihdibandingkandenganJuaraII.Juara IImempunyainilailebihdibandingkandenganJuaraIIIataudengankatalainJuara IIInilainyalebihsedikitdibandingdenganJuaraIdanJuaraII.Jarakantarasatu

jenjangdenganjenjangyanglaintidakharusmempunyainilaiyangsama,tetapi dilihat karena adanya selisih perbedaan walaupun perbedaan tersebut sedikit jumlahnya.

JuaraI

:nilairata­rata8,5

JuaraII

:nilairata­rata8,3

JuaraIII

:nilairata­rata7,9

3. DataInterval

Skalaintervaladalahskalayangjarakantarasatudatadengandatayang

lainsamatetapitidakmempunyainilainol absolut(nolyangtidak adanilainya). Sebagaicontoh;adatigatingkatanpenilaian;

Kurang

:

1 ­ 33

Sedang

:34 ­66

Baik

:67­ 99

Daricontohdiatasdapatdilihatbahwamasing­masingtingkatanmempunyaijarak

atauinterval32.Teknikpembuatanintervalyanglazimdigunakanadalahmembagi

jumlahtingkatandenganangka100%.

4. DataRatio

Skala ratio digunakan untuk mengukur variabel yang mempunyai data yang antara interval satu dengan interval lainnya mempunyai nilai nol absolut.

Contohberat0kgberartimemangtidakadaberat,panjang0cmberartimemang

tiadaadapanjang.

B. BeberapaTipeSkalaPengukuran

Dariempatmacamskalapengukuransepertiyangtelahdibicarakandiatas, skala intervallah yang lebih banyak digunakan untuk mengukur fenomena atau gejalasosial.Paraahlisosiologimembedakanduatipeskalamenurutfenomena

11/19/2015

(17)

11/19/2015 ► 2011 (17) blogger templates bloggernews MakalahCentre:POPULASIDANSAMPEL

blogger

templates

bloggernews

MakalahCentre:POPULASIDANSAMPEL sosialyangdiukuryaitu; 1. Skalapengukuranuntukmengukurperilakususiladankepribadian.
MakalahCentre:POPULASIDANSAMPEL
sosialyangdiukuryaitu;
1.
Skalapengukuranuntukmengukurperilakususiladankepribadian.
2.
Skalapengukuranuntukmengukurberbagaiaspekbudayalaindanlingkungan
sosial.
Yangtermasuktipeyangpertamaadalah;skalasikap,skalamoraltest
karakter, skala partisipasi sosial. Yang termasuk tipe kedua adalah skala untuk
mengukur status sosial ekonomi, lembaga­lembaga sosial kemasyarakatan dan
kondisikerumahtanggaan.
Berbagai jenis skala yang dapat digunakan untuk mengukur fenomena
sosialdandapatdianalisisdenganmetodestatistikyaitu;skalauntukmengukur
intelegensi,kepribadian,sikap,statussosialdanlainsebagainya.Padapembahasan
babiniakandijelaskantipeskalauntukmengukurfenomenasosialyangdibatasi
pada pengukuran sikap. Beberapa skala sikap yang sering digunakan dapat
dijelaskansebagaiberikut;
1. SkalaLikert
2. SkalaGuttman
3. RatingScale
4. SematictDefferensial
5. SkalaThurstone
Kelima jenis skala tersebut bila digunakan dalam pengukuran akan
mendapatkandataintervalatauratio.Haliniakantergantungpadabidangyang
akandiukur.PadapenjelasaniniskalaThurstonetidakakandibahas.
1. SkalaLikert
Skala Likert digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi
seseorang atau sekelompok orang tentang fenomena sosial. Dalam penelitian
fenomenasosialinitelahditetapkansecaraspesifikolehpenelitiyangselanjutnya
disebutdenganvariabelpenelitian.
DenganskalaLikert,makavariabelyangakandiukurdijabarkanmenjadi
sub variabel. Kemudian sub variabel dijabarkan menjadi komponen­komponen
yang dapat terukur. Komponen­komponen yang terukur ini kemudian dijadikan
sebagaititiktolakuntukmenyusuniteminstrumenyangdapatberupapertanyaan
ataupernyataanyangkemudiandijawabolehresponden.
Jawaban setiap item instrumen yang menggunakan skala Likert
mempunyaigradasidarisangatpositifsampaisangatnegatif,yangdapatberupa
kata­kataantaralain;
1. Sangatsetuju
1. Sering
2. Setuju
2. Kadang­kadang
3. Ragu­ragu
3. Hampirtidakpernah
4. Tidaksetuju
4. Tidakpernah
5. Sangattidaksetuju
Untukkeperluananalisissecarakuantitatif,makajawabanitudapatdiberi
skor,misalnya;
1. Sangatsetuju/selalu/sangatpositifdiberiskor
5
2. Setuju/sering/positifdiberiskor
4
3. Ragu­ragu/kadang­kadang/netraldiberiskor
3
4. Tidaksetuju/hampirtidakpernah/negatifdiberiskor
2
5. Sangattidaksetuju/tidakpernah/sangatpositifdiberiskor
1
InstrumenpenelitianyangmenggunakanskalaLikertdapatdibuatdalam
bentukcheklistataupunpilihanganda.
a. Contohbentukcheklist
No.
Pernyataan
Jawaban
SS
ST
RG
TS
STS
1.
Bagisetiapguruyang
X
mampumeningkatkan
kualitasprosespembelajaran
akandiberiinsentiftambahan.
2.
……………………
Keterangan:
SS =sangatsetuju
ST
=setuju
RG =ragu­ragu
TS
=tidak setuju
STS =sangattidaksetuju
b.
Contohbentukpilihanganda
1.
Bagisetiapguruyang mampumeningkatkankualitasprosespembelajaran
akandiberiinsentiftambahan.
a. Sangattidaksetuju c.Ragu­ragu
e.Sangatsetuju
b. Tidaksetuju
d.Setuju
2.
Skala Guttman
SkalapengukuranGuttmanmempunyaicirijawabanyangtegas,antara
jawaban positif dan negatif, ya atau tidak, benar atau salah, pernah atau tidak
pernah. Data yang diperoleh dapat berbentuk interval atau ratio dikotomi (dua
alternatif).KalauskalaLikertterdapat 1,2,3,4,5 intervaldarisangatsetujusampai
sangattidaksetuju,makaskalaGuttmanhanyaduaintervalyaitusetujuatautidak
setuju. Contoh;

11/19/2015

MakalahCentre:POPULASIDANSAMPEL

1. Bagaimanapendapatanda,bilaseoranggurumendapatkemudahanuntuk melanjutkanstudikembali? a. Setuju b. Tidaksetuju 2.
1.
Bagaimanapendapatanda,bilaseoranggurumendapatkemudahanuntuk
melanjutkanstudikembali?
a. Setuju
b. Tidaksetuju
2. Pernahkahpimpinanandamemberikanpembinaansecaraterjadwaldikantor
anda?
a. Tidakpernah
b. Pernah
3. SemanticDefferensial
Skala pengukuran ini dikembangkan oleh Osgood. Skala ini juga
digunakanuntukmengukursikap,hanyabentuknyatidakpilihangandaataupun
cheklist, tetapi tersusun dalam garis kontinum yang jawaban sangat positifnya
terletakbagiankanangarisdanjawabanyangsangatnegatifterletakdibagiankiri
barisatausebaliknya.Datayangdiperolehadalahdataintervaldanbiasanyaskala
digunakanuntukmengukursikapataukaraktertertentuyangdimilikiseseorang.
Dalampengukuranini,respondendapatmemberijawaban,padarentang
jawaban yang positif sampai dengan negatif. Hal ini tergantung pada persepsi
responden kepada yang dinilai. Responden yang memberikan penilaian dengan
angka5berartipersepsinyasangatpositif,sedangkanbilamemberipenilaindengan
angka 3 berarti netral dan jika memberikan penilaian dengan angka 1 berarti
responnyasangatnegatif.Sebagai contoh model pengukuran ini adalah sebagai
berikut;
Berinilaigayakepemimpinan
KepalaBagian anda
1. Bersahabat
5
4
3
2
1 Tidakbersahabat
2. Tepatjanji
5
4
3
2
1 Lupajanji
3. Bersahabat
5
4
3
2
1 Memusuhi
4. Ramah
5
4
3
2
1 Sukamarah
5. Sukamendelegasikan
5
4
3
2
1 Mendominasi
4. RatingScale
Tigamodelpengukuransebelumnyamempunyaiciridatadarikualifikasi
barukekuantifikasi,ratingscaledatamentahnyaberbentukangkakemudianbaru
ditafsirkan dalam pengertian kualitatif. Sebagai penjelas, ketika responden
menjawabsenangatautidaksenang,setujuatautidaksetuju,pernahatautidak
pernah,makadatainiberbentukkualitatif.Dalammodelpengukuranratingscale
respondentidakakanmenjawabsalahsatudarijawabankualitatifyangtersedia,
melainkanmenjawabsalahsatujawabankuantitatifyangtersedia.Sebagaicontoh;
SeberapabaiktataruanganyangadadiLembagaX
Berikanjawabanangka;
4bilatataruangsangatbaik
3bilatataruangcukupbaik
2bilatataruangkurangbaik
1bilatataruangsangattidakbaik
Jawabandenganmelingkarinomorjawaban
No.
Pernyataantentangtata
IntervalJawaban
ruangkelas
1.
Penataanmejadankursi
4
3
2
1
2.
belajar
4
3
2
1
3.
Pencahayaanruangan
4
3
2
1
4.
Sirkulasiudara
4
3
2
1
5.
Warnadindingruangan
4
3
2
1
C.InstrumenPenelitian
Pada prinsipnya meneliti adalah melakukan pengukuran terhadap
fenomena sosial maupun alam. Karena pada prinsipnya melakukan pengukuran,
makapenelitianharusmempunyaialatukuryangbaik.Alatukurdalampenelitian
biasadinamakaninstrumenpenelitian.Jadiinstrumenpenelitianadalahsuatualat
yang digunakan untuk mengukur fenomena sosial maupun alam yang diamati.
Secaraspesifiksemuafenomenainidisebutvariabelpenelitian.
Ditinjaudaristrategipengumpulandatayangdigunakan,penelitiandapat
dibedakanmenjadiduakelompokbesar;survaidaneksperimental(SuhadiIbnu,
1994; 2). Dalam penelitian survai dapat dibedakan menjadi beberapa jenis.
Penelitiansurvaibiasadigunakanuntuk mengkajimasalah­masalahsosial, yang
instrumen penelitiannya meliputi; field research, observasi terstruktur, dan
kuesioner.
1.FieldResearch
Untuk memahami secara mendalam adat istiadat atau tradisi suatu
kelompoketnis,fieldresearchmerupakanpilihanyangpalingprospektif.Model
penelitian ini menuntut kehadiran langsung peneliti di lokasi penelitian. Oleh
karena itu untuk menghindarkan berkembangnya situasi artifisial selama
keberadaannyadilingkunganmasyarakattersebut,makasedapatmungkinpeneliti
dapatmenhindarkandiriuntuktidakmembawaalat­alatyangdapatmenimbulkan
kecurigaanmasyarakat,seperti;kamera,alatperekam,alat­alatpencatatdanlain
sebagainya.Dalampenelitianinibiasanyapenelitimenggunakancacatankancah
(filednotes)yangkadang­kadangdibedakanmenjadibeberapasukucatatanseperti
cacatanobservasional,cacatananekdotal,cacatanmetodologisdancacatananalitik.
Secaraumumcacatankancahdigunakanuntukmenuturkanpengamatan
dan persepsi peneliti akan kejadian, proses dan fenomena­fenomena kehidupan
yangdisaksikandandialaminyaselamaberparsitipasidalamkehidupanmasyarakat

11/19/2015

MakalahCentre:POPULASIDANSAMPEL

sasaran penelitian. Untuk memudahkan pengolahan data beberapa ahli seperti; Erickson, Mc. Call, Simmon, dan Strauss,
sasaran penelitian. Untuk memudahkan pengolahan data beberapa ahli seperti;
Erickson, Mc. Call, Simmon, dan Strauss, menyarankan agar cacatan kancah
dijabarkan menjadi beberapa suku cacatan sesusi dengan jenis informasi yang
dicatat.
Catatanobservasionaluntuk mencatathal­halyangteramatidilapangan
baik konteks maupun fenomena yang terjadi. Sepintas catatan ini akan tampak
trivial seperti catatan tentang ucapan, peran seorang tokoh, sapaan dan cacatan
tentangsituasidimanadankapanucapan,perandansapaantersebutdiperlihatkan.
Catatan anekdotal digunakan untuk mencatat hal­hal khusus yang dianggap
menyimpangdarikerutinanyangmapan.
Catatanmetodologisdigunakanuntukmencatathal­halyangberhubungan
dengan modifikasi­modifikasi metodologis atau langkah­langkah penelitian yang
dilakukan penelitidilapangan,yangdihubungkanmisalnyaketidakefektifan disain
penelitianyangdirencanakansemula.Sedangkancatatananalitikdigunakanuntuk
merangkumseluruhcacatanobservasional,anekdotaldancacatanmetodologisdan
untukmenarikkesimpulansementaraataupersepsipenelitiakankejadian­kejadian
yangdialaminyadilapangan.
Tidak ada bentuk baku dari catatan­catatan di atas walaupun peneliti
seharusnyamembedakancatatanyangsatudariyanglaindenganmenggunakan
identitasataukodetertentu.Dapatjugadibedakandenganmenggunakanspesifikasi
fisikcatatansepertibentuk,warna,ukurandansebagainya.Bentuk­bentukseperti
tabel dan daftar dapat digunakan selama tidak mengurangi kekomprehensifan
catatanyangsangatessensialartinyadalampenelitianetnografis.
2.ObservasiTerstruktur
Observasi mempunyai kelebihan tersendiri dibandingkan dengan survai
dalamkaitandengankualitasdatayangdapatdijaring.Survaimengandalkanself
report dari responden untuk mendiskripsikan fenomena­fenomena yang menjadi
pusatperhatianpeneliti,yangterkadangrespondenseringmendapatkankesulitan
untukmengkonsepkan apayangdilihatataudialaminya.Sementaraitu,observasi
bebas dari hambatan untuk mengumpulkan data, karena peneliti langsung
mengamatisendiridata­datayangdicarinya.
Namun demikian observasi juga mempunyai kelemahan­kelemahan
tersendiri.Subyektifitaspenelitirelatiftinggidandatayangterkumpulseringkali
sangatsupervisial karenahanyaberdasarpadaapayangdapatdilihatolehpeneliti.
Penelititidakmungkinmendapatkandatayangberhubungandenganpersepsi,sikap
dangejala­gejalakejiwaanyanglaindenganteknikobservasi.
Dalam melakukan observasi seorang peneliti perlu mengembangkan
disiplinyangtinggiagarobservasiataupengamatannyatidakmenjaditerlaluluas
danbias,menjangkauhal­halyangtidakrelevan.Observasiterstrukturdiharapkan
dapatmengurangiketidakrelevanandankebiasanpengamatan.Observasiterstruktur
tidaksebebasobservasipartisipatoridantidakdapatdiharapkan memberikandata
yangbersifatkomprehenshipdanmendalamsepertiyangdihasilkanlewatobservasi
partisipatori. Walaupun demikian teknik ini mempunyai kelebihan jika
dibandingkan dengan observasi partisipatori. Keluasan subyek sasaran dan
kemungkinannyauntukdivalidasisecaraeksternalmerupakankelebihanobservasi
terstrukturdibandingkandenganfieldresearch.
Secara garis besar observasi terstruktur memiliki kelebihan­kelebihan,
berikut; Pertama, observasi terstruktur lebih jelas kaitannya dengan teori jika
dibandingkan dengan observasi partisipatori. Kedua, penstrukturan pengamtan
mungkin akan mendorong dilakukannya evaluasi terhadap teori yang sudah
dianggapmapan.Ketiga,dibandingkandenganinterviewataukuesioner,observasi
terstrukturmemilikireabilitasyanglebihtinggi.Keempat, observasiterstruktur
lebihmudahdisesuaikandengankondisisubyekpenelitiandanlingkunganatau
kontekssosialyangada.Kelima, dalamkenyataannyapartisipanatauresponden
tidak selalu mampu menagkap maksud pertanyaan peneliti, misalnya jika ia
dihadapkanseorangpewawancaraataudimintauntukmenjawabkuesioner.
Sesuainyadengannamanyamakadalammelakukanobservasiterstruktur
seorangpetugaslapangandibekalidengansuatudaftarisianyangharusdiisinya
selamaiamelakukanpengamatan.Aspek­aspekyangharusdiamatisecaraeksplisit
sudah tercantum dalam instrumen penelitian yang telah dikembangkan. Berikut
adalah petikan dari sebuah contoh instrumen untuk observasi terstruktur yang
disusun oleh Smith (1981; 127) disebut Pedoman interview Diri Sendiri untuk
pengamatatauobserverSelfInterviewSchedule.
ContohPertanyaanDalamSelfInterviewSchedule
ModelA
32. Adakah penggledahan atas barang­barang atau orang
dilakukanolehpetugas?(1)Ya(Lanjutkankeno.33) (2)
Tidak (Lanjutkankeno.38)
33. Penggledahanapayangdilakukan? (1)Penggledahandiri
(lanjutkan ke no. 37) (2) Penggledahan atas barang­
barang (lanjutkankeno.36)
34. Jikapenggeldahandiridilakukan,adakahtindakanini
menimbulkan reaksi menolak dari pengungsi (1) ya
(lanjutkankeno.35) (2)Tidak(lanjutkankeno.36)
35. Wujudreaksipenolakantersebutadalah(beritandavpada
wujudpernyataanyangsesuai):
(1) Penampilanwajahmenolak(…….)
(2) Kata­katayangkeras(……
)
(3)
Keengganan (……
)
(4) Lain­lain(nyatakan…………….)
ModelB

11/19/2015

MakalahCentre:POPULASIDANSAMPEL

11. Adakah perubahan tingkah laku warga belajar setelah mendapatkanpenyuluhantentangbelajarmandiri(A)Ya (B)Tidak 12.
11. Adakah perubahan tingkah laku warga belajar setelah
mendapatkanpenyuluhantentangbelajarmandiri(A)Ya
(B)Tidak
12. Jikawargabelajarmenunjukkanperubahansikaptanda­
tandaapakahyangdapatandalihat?(Bolehlebihdarisatu)
(A). Merekalebihrajinmengikutikegiatan (…….)
(B). Merekalebihtertibmenyelesaikantugas
yangdiberikantutor(…….)
(C). Pertanyaanmerekalebihberagam(……
(D). Kerjasamaantarwargamenjadilebihbaik(…….)
)
Darikeduacontohdiatasterlihatbahwaobservasiterstrukturjauhlebih
mudahdilakukandaripadaobservasipartisipasi.Halinidisebabkankarenabutir­
butirtingkahlakuyangharusdiamatisudahdiklasifikasikandenganjelasdidalam
instrumen penelitian. Di samping memudahkan petugas lapangan, data dari
observasiterstrukturlebihmudahuntukuntukdianalisis,dapatmencakupsampel
penelitianyanglebihbanyak,lebihekonomisdalamartiwaktudanbiaya.
Tetapi observasi terstruktur juga mempunyai kelemahan­kelemahan
tertentu. Kedalaman pengamatan tidak akan mencapai sejauh apa yang dapat
dijangkauolehobservasipartisipasi.Selainitukadang­kadang adatingkahlaku
yangditampakkanolehsubyekyangbelumtermasukdidalamformatpenelitian.
Terdapatbeberapalangkahpenyusunaninstrumen observasiterstruktur
sebagaiberikut;
1. Identifikasipolatingkahlaku,gejala­gejaladanatribut­atributlainsubyekdan
lingkunganyangakandijadikanfokuspengamatan.Inidilakukansesuaidengan
hakekatpermasalahandantujuanpenelitian.
2.
Penulisandrafpertanyaan­pertanyaanpengamatandenganformatyangsesuai.
3.
Validasiisidanperwajahandaridrafinstrumenyangtelahdisusundengan
mendiskusikannyadenganorang­orangyangdianggapkompetenatautahu.
4.
Ujicobainstrumenuntukmengetahuiapakahadabutir­butiryangbelum
dimasukkan.
5.
Penulisandaninstrumenbentukakhir.
3. KuesionerdanPedomanWawancara
Survaiadalahdisainyangpalingseringdigunakandalampenelitiansosial.
Dinegara­negaramajusurvaibiasadilakukandenganmenggunakansalahsatudari
tigateknikpengumpulandatasebagaiberikut; kuesioner,wawancara(facetoface
interview)danwawancaralewattelepon.DiIndonesiawawancaralewattelepon
belum begitu lazim digunakan. Oleh karena itu dalam bab ini tidak akan
dibicarakansecarakhusus.
Ketiga teknik pengumpulan data di atas biasanya dilakukan dengan
menggunakan sebuah daftar pertanyaan yang diajukan kepada responden, baik
diajukan secara face to face(tertulis atau lisan), dikirim lewat suratmaupun
pembicaraan lewat telepon. Dalam bagian berikut akan dibicarakan tipe­tipe
pertanyaan,baikdalambentukkuesionermaupunpedomanwawancara.
Adadua tipe pertanyaan yang biasanya digunakan dalam kuesioner:
pertanyaantertutupatauterstruktur danpertanyaanterbukaatautidakterstruktur.
Jikapertanyaantertutup makapenelitimenyediakanjawaban­jawabanyangdapat
dipilih oleh responden untuk menjawab pertanyaan­pertanyaan yang diajukan.
Berikutcontoh;
BagaimanapendapatandadengananjuranPemerintahuntukmengadakansarasehan
antarumatberagama?
a. Sangatsetuju
d. TidakSetuju
b. Setuju
e. Sangattidaksetuju
c. Ragu­ragu
Pertanyaan terbuka atau pertanyaan tidak terstruktur digunakan apabila
penelitiinginmenjajagiseluas­luasnyaopiniataupendapatrespondenatashal­hal
yang menjadi pokok kajian. Dalam kuesioner tidak disediakan pilihan jawaban
sebagaimana dalam pertanyaan terstruktur (tertutup), tetapi responden diminta
untukmemikirkansendirijawabanataspertanyaanyangdiberikan.Sebagaicontoh;
BAGAIMANAKAH PENDAPATANDATENTANG KEBIJAKAN­KEBIJAKANPEMERINTAH TERKAIT
DENGANOTONOMIPENDIDIKANYANGDIBERIKANKEPADAMASYARAKAT?
Jawab:
Baik pertanyaan terbuka maupun tertutup masing­masing memiliki
kekurangandankelebihan.Salahsatukelemahandarimodelpertanyaanterbuka
adalah bahwa data yang terjaring kadang­kadang sulit untuk dianalisis secara
kuantitatif,halinidisebabkanolehkategorisasijawabanrespondenhanyadapat
dilakukansesudahdataterkumpul.Dalambeberapakasusjawabanyangdiberikan
olehrespondenbegituberagamsehinggasulituntukdapatdiidentifikasiadanya
suatupolajawabanumum.Masalahinitidakakanterjadijikamenggunakanbentuk
pertanyaanyangtertutup.
Namun demikian pada sisi lain pertanyaan terbuka memungkinkan
responden untuk menghayati pertanyaan dalam pemahaman mereka sendiri dan
menjawabpertanyaantersebutdalambahasamerekasendiri.Sayangnyajawaban­
jawabanyangdiberikanrespondenseringkalisulitdipahamimaksudnyadansulit
puladianalisa(SuhadiIbnu,1994;15).
Untukmenyusunsebuahkuesioner perludiperhatikanbeberapapedoman
sebagaiberikut;
1. Kuesionerbiasanyaterdiridaritigaatauempatbagian;pengantar,petunjuk
pengisian,isikuesionerdanpenutup.Pengantarberisitentangmaksudatau
tujuanpenelitianyangsedangdilakukan.Halinidiperlukanuntukmenghindari
adanyarasakekuatirandancurigadarirespondensehinggamerekabersedia
untukmemberikanjawabanpadapertanyaanyangdiajukan.Petunjukberisi
tentangbagaimanacararespondenmemberikanjawaban.Isikuesionerdapat
dipilah menjadi dua bagian; identitas responden dan pertanyaan­pertanyaan

11/19/2015

MakalahCentre:POPULASIDANSAMPEL

penjaring informasi yang diperlukan. Penutup kuesioner antara lain berupa ucapanterimakasihkepadaresponden.

2. Urutanpertanyaandalamkuesionerhendaknyadisusunsecararandomsaja, tetapimengikutipolatertentu.Polatersebutdiantaranyaialahdaripertanyaan yangsederhanakeyangkompleks,daripertanyaanyangmudahkeyangsukar, pertanyaanyangbersifatumumkeyangkhususdansebaiknyapertanyaanyang bersifatpribadisebaiknyadisampaikanpaling akhir.

3. Rinciandaribentukpertanyaan,sepertiyangtelahdijelaskandiatasdasar pemilihanbentukpertanyaanadalahhakekatpermasalahanyangsedangdikaji dantujuanyangingindicapaidenganpenelitianyangdilakukan.

4. Kejelasanpertanyaanpentingbagiresponden.Dengankatalainpenelitiharus

menuliskan pertanyaan­pertanyaan dalam kuesioner dalam bahasa yang dimengertiolehresponden.Walaupundemikianharusdijagaagarpenelititidak memandang rendah kemampuan responden apalagi menampakkan sikap menggurui.

5.

Hindarkan bentuk pertanyaan yang menggiring. Karena peneliti merasa

6.

mempunayibebanuntukmembuktikanbahwahipotesisnyabenarseringterjadi peneliti menuliskan pertanyaan yang sedemikian rupa sehingga responden menjaditerpengaruhuntukmembenarkan ataumenilaisuatufenomenayang bertentangan dengan suara hatinya sendiri. Model­model pertanyaan ini biasanyamenggunakankata­kata“setujukah,benarkah, danlainsebagainya. Crosschek(pengujiansilang).Untukmengujiataumengetahuiketeguhan respondendalammenyatakansesuatukadang­kadangdianggapperluadanya suatupengujiansilangantarapertanyaanyangsatudenganpertanyaanyang lain.Sebuahpertanyaanpositifperludichekdenganpertanyaanyanglainyang memilikiarahyangnegatif,tetapidalampokokpersoalanyangsama

7.

Pengendalian.Kuesioneryangdisusundenganbaikselainberfungsisebagai

saranapengumpuldatasekaligusjugamerupakanmodalbagipenelitiuntuk melakukan improvisasi di lapangan sehingga pertanyaan­pertanyaan yang disampaikankemudian(khususnyadalamwawancara)menjadilebihterarah. Data yang terkumpul dari penggunaan kuesioner sekaligus juga merupakan saranauntukmengetahuivalidatautidaknyapenelitianyangtelahdilakukan. 8. Uji­coba.Untukmendapatkaninstrumenpenelitianyangbenar­benarbaikperlu dilakukansebuahujicobapenggunaaninstrumenyangtelahdisusun.Sejumlah responden “bayangan” (antara 10 – 100 orang) diminta untuk mengisi kuesionersepertihalnyadalampenelitianyangsesungguhnya.Darihasiluji cobainisendiribanyakyangbisadiungkapkanterutamayangberhubungan denganreabilitasdanvaliditaspenelitian.

C. ValiditasdanReabilitasInstrumen Perludibedakanantarahasilpenelitian yangvaliddanreleabeldengan instrumenpenelitianyangvaliddanreleabel.Hasilpenelitianyangvalid,terdapat kesamaanantaradatayangterkumpuldengandatayangsesungguhnyaterjadipada obyek yangditeliti.Kalaudalamobyekpenelitiannyaberwarnamerahmakadata yangterkumpuljugamemberikandatamerah.Kalaudalamobyekberwarnamerah, sedangkandatayangterkumpulmemberikandataputihmakahasilpenelitiantidak valid.Selanjutnyahasilpenelitianyangreliabel,bilaterdapatkesamaandatadalam waktuyangberbeda.Kalaudalamobyekpenelitiankemarinberwarnamerahmaka

sekarangmaupunbesoktetapberwarnamerah(Sugiono,1994;97).

Instrumenyangvalidberatialatukuryangdigunakanuntukmendapatkan data(mengukur)yangvalid.Validberartiinstrumentersebutdapatdigunakanuntuk mengukurapayanghendakdiukur.Instrumenyangreliabelberartiinstrumenyang biladigunakanberkali­kaliakanmendapatkanhasil(data)yangsama.Contohalat ukuryangtidakreliabeladalahmeteranyangberasaldarikaret. Dengan menggunakan intrumen yang valid dan reliabel dalam pengumpulan data, maka diharapkan hasil penelitian akan menjadi valid dan reliabel.Jadi instrumen yang valid dan reliabel merupakan syarat utama untuk mendapatkanhasilpenelitianyangvaliddanreliabel.

1. PengujianValiditasInstrumen a. ValiditasKonstruk Untukmengujivaliditaskonstruksi,makadapatdigunakanpendapatpara ahli.Dalamhal inisetelahinstrumendikonstruksitentangaspek­aspekyangakan diukur dengan berlandaskan teori tertentu, maka selanjutnya dikonsultasikan denganparaahli. Setelahpengujiankonstruksidariahliselesai,makaditeruskandenganuji cobainstrumen.Instrumenyangtelahdisetujuiparaahlitersebutdiujicobakanpada sampel.Jumlahanggotasampelsebagaikelompokujicobapalingtidakterdiridari 30 orang. Setelah data didapat dan ditabulasikan, maka pengujian validitas konstruksidilakukandengananalisisfaktoryaitudenganmengkorelasikanantara skoriteminstrumen.Untukemudahkanhalinidiperlukansebuahprogramanalisa statistik.

B.Validitasisi Untukinstrumenyangberbentuktest,makapengujianvaliditasisidapat dilakukandenganmembandingkanantaraisiinstrumendenganisimateripelajaran yangtelahdiajarkan.Seorangguruyangmemberikanujiandiluarpelajaranyang telahdisampaikanberartiinstrumenujiantersebuttidakmempunyaivaliditasisi. Untuk instrumen yang akan mengukur efektifitas pelaksanaan program, maka pengujianvaliditasisidapatdilakukandenganisiataurancanganprogramyang telahditetapkan. Secarateknispengujianvaliditaskonstruksidanvaliditasisidapatdibantu dengankisi­kisiinstrumen.Dalamkisi­kisitersebutterdapatvariabelyangditeliti, indikatorsebagaitolakukur,dannomorbutir(item)pertanyaandanpernyataan yang telah dijabarkan dari indikator. Dengan kisi­kisi instrumen tersebut maka

pengujianvaliditasdapatdilakukandenganmudahdansistematis(Sugiono,1994;

11/19/2015

MakalahCentre:POPULASIDANSAMPEL

101). C.Validitaseksternal Validitas eksternal instrumen diuji dengan cara membandingkan (untuk mencari kesamaan)
101).
C.Validitaseksternal
Validitas eksternal instrumen diuji dengan cara membandingkan (untuk
mencari kesamaan) antara kriteria yang ada pada instrumen dengan fakta­fakta
empirisyangtelahterjadidilapangan.Misalnyainstrumenuntukmengukurkinerja
sekelompokpegawai,makakriteriakinerjapadainstrumentersebutdibandingkan
dengancatatan­catatandilapangan (empiris)tentangkriteriakinerjapegawaiyang
baik.Bilatelahterdapatkesamaanantarakriteriadalaminstrumendenganfaktadi
lapangan,makadapatdinyatakaninstrumentersebutmempunyaivaliditaseksternal
yangtinggi.
Instrumenpenelitianyangmempunyaivaliditaseksternalyangtinggiakan
mengakibatkan hasil penelitian yang mempunyai eksternal yang tinggi p ula.
Penelitian yang mempunyai validitas eksternal bila, hasil penelitian dapat
digeneralisasikanatauditerapkanpadasampellaindalampopulasiyangditeliti.
Untukmeningkatkanvaliditaseksternalinstrumenmakadapatdilakukandengan
memperbesarjumlahanggotasampel.
2. PengujianReliabilitasInstrumen
Pengujianreabilitasinstrumendapatdilakukansecaraeksternalmaupun
internal. Secara eksternal pengujian dapat dilakukan test­retest, eqiuvalen dan
gabungan keduanya. Sedangkan secara internal reabilitas instrumen dapat diuji
denganmenganalisiskonsistensibutir­butiryangadapadainstrumendenganteknik
tertentu.
a. Test­retest
Instrumenyangreliabilitasnyadiujidengancaramencobakaninstrumen
beberapa kali kepada responden. Jadi dalam hal ini instrumennya sama,
respondennyasamadanwaktunyayangberbeda.Reabilitasdiukurdarikoefiensi
korelasiantarapercobaanpertamadenganyangberikutnya.Bilakoefisienkorelasi
positifdansignifikanmakainstrumentersebutsudahdinyatakanreliabel.Pengujian
instrumendengancarainidisebutstability.
b. Equivalen
Intrumenyangequivalenadalahpernyataanyangsecarabahasaberbeda,
tetapimaksudnyasama.Sebagaicontoh (untuksatubutirpertanyaansaja);Berapa
tahunandakuliahdiperguruantinggiini?Pertanyaantersebutequivalendengan
pertanyaan berikut.Tahunberapaandamasukdiperguruantinggiini?
Pengujian reabilitas instrumen dengan cara ini cukup dilakukan sekali,
tetapiintrumennyaduapadarespondenyangsama,waktuyangsama,instrumen
berbeda.Reabilitasinstrumendihitungdengancaramengkorelasikanantaradata
instrumen yang satu dengan data instrumen yang dijadikan equivalen. Bila
korelasinyapositifdansignifikan,makainstrumendapatdinyatakanreliabel.
c. Gabungan
Pengujianreliablitasinidilakukandenganmencobakanduaintrumenyang
eqiuvalenbebrapakali,kerespondenyangsamaJadicarainimerupakangabungan
carapertamadankedua.Reliabilitasinstrumendilakukandenganmengkorelasikan
duainstrumenyang equivalenpadapengujianpertama,setelahdikorelasikanpada
pengujiankeduadanselanjutnyadikorelasikansecarasilang.
Jadidenganduakalipengajiandalamwaktuyangberbeda,akandapat
dianalisisenamkoefisienreliabilitas.Bilaenamkoefisienkorelasiitukesemuanya
positifdansignifikan,makadapatdinyatakanbahwainstrumentersebutreliabel.
0komentar:
PoskanKomentar
MasukkankomentarAnda
Berikomentarsebagai: GoogleAccou
Publikasikan
Pratinjau
Beranda
PostingLebihBaru
PostingLama

Copyright©2011MakalahCentre.TemplatebyNewBloggerTemplate