Anda di halaman 1dari 87
DASAR-DASAR DIAGNOSTIK KOMUNITAS Bagian IKM-IKK FKUH 2012 1
DASAR-DASAR DIAGNOSTIK KOMUNITAS Bagian IKM-IKK FKUH 2012 1
DASAR-DASAR DIAGNOSTIK KOMUNITAS Bagian IKM-IKK FKUH 2012 1
DASAR-DASAR DIAGNOSTIK KOMUNITAS Bagian IKM-IKK FKUH 2012 1

DASAR-DASAR DIAGNOSTIK KOMUNITAS

DASAR-DASAR DIAGNOSTIK KOMUNITAS Bagian IKM-IKK FKUH 2012 1

Bagian IKM-IKK FKUH

2012

1

SUB POKOK BAHASAN I KONSEP DIAGNOSIS KOMUNITAS 2
SUB POKOK BAHASAN I KONSEP DIAGNOSIS KOMUNITAS 2
SUB POKOK BAHASAN I KONSEP DIAGNOSIS KOMUNITAS 2

SUB POKOK BAHASAN I

SUB POKOK BAHASAN I KONSEP DIAGNOSIS KOMUNITAS 2
SUB POKOK BAHASAN I KONSEP DIAGNOSIS KOMUNITAS 2

KONSEP DIAGNOSIS KOMUNITAS

2

Pendahuluan Kini dikenal tiga bentuk diagnosis; 1. Diagnosis perorangan, 2. Diagnosis keluarga, dan 3. Diagnosis komunitas.

Pendahuluan

Pendahuluan Kini dikenal tiga bentuk diagnosis; 1. Diagnosis perorangan, 2. Diagnosis keluarga, dan 3. Diagnosis komunitas.
Pendahuluan Kini dikenal tiga bentuk diagnosis; 1. Diagnosis perorangan, 2. Diagnosis keluarga, dan 3. Diagnosis komunitas.
Pendahuluan Kini dikenal tiga bentuk diagnosis; 1. Diagnosis perorangan, 2. Diagnosis keluarga, dan 3. Diagnosis komunitas.
Pendahuluan Kini dikenal tiga bentuk diagnosis; 1. Diagnosis perorangan, 2. Diagnosis keluarga, dan 3. Diagnosis komunitas.

Kini dikenal tiga bentuk diagnosis;

1. Diagnosis perorangan,

  • 2. Diagnosis keluarga, dan

  • 3. Diagnosis komunitas.

3

Diagnosis Perorangan  Dalam penegakan diagnostik kasus perorangan secara ilmiah, dokter akan mengajukan pertanyaan2 (ANAMNESIS) 4
Diagnosis Perorangan  Dalam penegakan diagnostik kasus perorangan secara ilmiah, dokter akan mengajukan pertanyaan2 (ANAMNESIS) 4

Diagnosis Perorangan

Diagnosis Perorangan  Dalam penegakan diagnostik kasus perorangan secara ilmiah, dokter akan mengajukan pertanyaan2 (ANAMNESIS) 4
Diagnosis Perorangan  Dalam penegakan diagnostik kasus perorangan secara ilmiah, dokter akan mengajukan pertanyaan2 (ANAMNESIS) 4
Diagnosis Perorangan  Dalam penegakan diagnostik kasus perorangan secara ilmiah, dokter akan mengajukan pertanyaan2 (ANAMNESIS) 4

Dalam penegakan diagnostik kasus perorangan secara ilmiah, dokter akan mengajukan pertanyaan2 (ANAMNESIS)

4

Anamnesis  Meliputi  Riwayat penyakit,  Tahap perkembangannya,  Prognosisnya’.  Pengelolaannya,  Pemeriksaan 

Anamnesis

Anamnesis  Meliputi  Riwayat penyakit,  Tahap perkembangannya,  Prognosisnya’.  Pengelolaannya,  Pemeriksaan 

Meliputi al;

Anamnesis  Meliputi  Riwayat penyakit,  Tahap perkembangannya,  Prognosisnya’.  Pengelolaannya,  Pemeriksaan 
Anamnesis  Meliputi  Riwayat penyakit,  Tahap perkembangannya,  Prognosisnya’.  Pengelolaannya,  Pemeriksaan 
Anamnesis  Meliputi  Riwayat penyakit,  Tahap perkembangannya,  Prognosisnya’.  Pengelolaannya,  Pemeriksaan 

Riwayat penyakit, Tahap perkembangannya, Prognosisnya’. Pengelolaannya, Pemeriksaan fisik, Pemeriksaan laboratorium, Menyusun DD, Menegakkan diagnosis spesifik, dan Memulai pengobatan.

5

Diagnosis keluarga  Dimulai dgn d/ perorangan pada setiap anggota kel.  Membandingkan perorangan,  Mempertimbangkan
Diagnosis keluarga  Dimulai dgn d/ perorangan pada setiap anggota kel.  Membandingkan perorangan,  Mempertimbangkan

Diagnosis keluarga

Diagnosis keluarga  Dimulai dgn d/ perorangan pada setiap anggota kel.  Membandingkan perorangan,  Mempertimbangkan
Diagnosis keluarga  Dimulai dgn d/ perorangan pada setiap anggota kel.  Membandingkan perorangan,  Mempertimbangkan
Diagnosis keluarga  Dimulai dgn d/ perorangan pada setiap anggota kel.  Membandingkan perorangan,  Mempertimbangkan

Dimulai dgn d/ perorangan pada setiap anggota kel. Membandingkan masing2 d/ perorangan, Mempertimbangkan keadaan lingkungan kel, dan Perumusan program perawatan kel.

6

Diagnosis komunitas  Jumlah datanya jauh lebih banyak,  Memerlukan analisis yg lebih panjang, dan 
Diagnosis komunitas  Jumlah datanya jauh lebih banyak,  Memerlukan analisis yg lebih panjang, dan 

Diagnosis komunitas

Diagnosis komunitas  Jumlah datanya jauh lebih banyak,  Memerlukan analisis yg lebih panjang, dan 
Diagnosis komunitas  Jumlah datanya jauh lebih banyak,  Memerlukan analisis yg lebih panjang, dan 
Diagnosis komunitas  Jumlah datanya jauh lebih banyak,  Memerlukan analisis yg lebih panjang, dan 

Jumlah datanya jauh lebih banyak, Memerlukan analisis yg lebih panjang, dan Biasanya membutuhkan pemrosesan mekanis. Sarana diagnostiknya adalah survei,

Hampir semua butir yg disebutkan dlm D/ perorangan maupun D/ keluarga diperlukan bagi penyusunan DK

7

Komponen2 DK (Segi-segi yang harus diteliti dengan cermat dalam proses penyusunan diagnosis komunitas) 1. Demografi, 2.
Komponen2 DK (Segi-segi yang harus diteliti dengan cermat dalam proses penyusunan diagnosis komunitas) 1. Demografi, 2.

Komponen2 DK

Komponen2 DK (Segi-segi yang harus diteliti dengan cermat dalam proses penyusunan diagnosis komunitas) 1. Demografi, 2.
Komponen2 DK (Segi-segi yang harus diteliti dengan cermat dalam proses penyusunan diagnosis komunitas) 1. Demografi, 2.
Komponen2 DK (Segi-segi yang harus diteliti dengan cermat dalam proses penyusunan diagnosis komunitas) 1. Demografi, 2.

(Segi-segi yang harus diteliti dengan cermat dalam proses penyusunan diagnosis komunitas)

1. Demografi,

  • 2. Sebab2 kesakitan dan kematian,

  • 3. Pemanfaatan pel-kes,

  • 4. Pola gizi,

  • 5. Kebudayaan dan stratifikasi sosek kom,

  • 6. Pola2 kepemimpinan kom,

  • 7. Kes-mental,

8

8. Lingkungan, 9. PSP masy tentang kes, 10.Epidemiologi 11. Perkembangan non-medis, 12. Keterlibatan masyarakat, dan 13.
8. Lingkungan, 9. PSP masy tentang kes, 10.Epidemiologi 11. Perkembangan non-medis, 12. Keterlibatan masyarakat, dan 13.
  • 8. Lingkungan,

8. Lingkungan, 9. PSP masy tentang kes, 10.Epidemiologi 11. Perkembangan non-medis, 12. Keterlibatan masyarakat, dan 13.
8. Lingkungan, 9. PSP masy tentang kes, 10.Epidemiologi 11. Perkembangan non-medis, 12. Keterlibatan masyarakat, dan 13.
8. Lingkungan, 9. PSP masy tentang kes, 10.Epidemiologi 11. Perkembangan non-medis, 12. Keterlibatan masyarakat, dan 13.
  • 9. PSP masy tentang kes,

10.Epidemiologi

11. Perkembangan non-medis, 12. Keterlibatan masyarakat, dan

13. Sebab2 kegagalan program kes masa lalu

9

Keterbatasan Pelaksanaan  Dlm pemeriksaan fisik pada seorg penderita, kita tdk selalu harus atau bisa melaksanakan
Keterbatasan Pelaksanaan  Dlm pemeriksaan fisik pada seorg penderita, kita tdk selalu harus atau bisa melaksanakan
Keterbatasan Pelaksanaan  Dlm pemeriksaan fisik pada seorg penderita, kita tdk selalu harus atau bisa melaksanakan

Keterbatasan Pelaksanaan

Keterbatasan Pelaksanaan  Dlm pemeriksaan fisik pada seorg penderita, kita tdk selalu harus atau bisa melaksanakan
Keterbatasan Pelaksanaan  Dlm pemeriksaan fisik pada seorg penderita, kita tdk selalu harus atau bisa melaksanakan

Dlm pemeriksaan fisik pada seorg penderita, kita tdk selalu harus atau bisa melaksanakan semua pemeriksaan

Demikian pula dalam proses penyusunan Diagnosis Komunitas (DK) tidak selalu dapat dicakup semua aspek secara terinci

10

SUB POKOK BAHASAN II PELAKSANAAN DIAGNOSIS KOMUNITAS (DK) 11
SUB POKOK BAHASAN II PELAKSANAAN DIAGNOSIS KOMUNITAS (DK) 11
SUB POKOK BAHASAN II PELAKSANAAN DIAGNOSIS KOMUNITAS (DK) 11

SUB POKOK BAHASAN II

SUB POKOK BAHASAN II PELAKSANAAN DIAGNOSIS KOMUNITAS (DK) 11
SUB POKOK BAHASAN II PELAKSANAAN DIAGNOSIS KOMUNITAS (DK) 11

PELAKSANAAN DIAGNOSIS KOMUNITAS (DK)

11

Pendahuluan  DK, sebenarnya sudah dilaksanakan oleh sebagian besar dokter bila mereka tinggal dalam satu komunitas

Pendahuluan

Pendahuluan  DK, sebenarnya sudah dilaksanakan oleh sebagian besar dokter bila mereka tinggal dalam satu komunitas
Pendahuluan  DK, sebenarnya sudah dilaksanakan oleh sebagian besar dokter bila mereka tinggal dalam satu komunitas
Pendahuluan  DK, sebenarnya sudah dilaksanakan oleh sebagian besar dokter bila mereka tinggal dalam satu komunitas
Pendahuluan  DK, sebenarnya sudah dilaksanakan oleh sebagian besar dokter bila mereka tinggal dalam satu komunitas

DK, sebenarnya sudah dilaksanakan oleh sebagian besar dokter bila mereka tinggal dalam satu komunitas untuk jangka waktu yg lama

Dokter yg sudah lama bekerja di suatu komunitas tertentu biasanya sudah mengetahui kebutuhan kesehatan dan tuntutan dari komunitas mereka

12

Proses diagnosis komunitas  Gideon (1977) menguraikan lima tahap dalam DK 1. Peninjauan kepustakaan 2. Peninjauan
Proses diagnosis komunitas  Gideon (1977) menguraikan lima tahap dalam DK 1. Peninjauan kepustakaan 2. Peninjauan
Proses diagnosis komunitas  Gideon (1977) menguraikan lima tahap dalam DK 1. Peninjauan kepustakaan 2. Peninjauan

Proses diagnosis komunitas

Proses diagnosis komunitas  Gideon (1977) menguraikan lima tahap dalam DK 1. Peninjauan kepustakaan 2. Peninjauan
Proses diagnosis komunitas  Gideon (1977) menguraikan lima tahap dalam DK 1. Peninjauan kepustakaan 2. Peninjauan

Gideon (1977) menguraikan lima tahap dalam DK

1. Peninjauan kepustakaan

  • 2. Peninjauan lapangan

  • 3. Survei

  • 4. Berupaya untuk memahami perilaku kumunitas, dan

  • 5. Diagnosis

13

Pengevaluasian tindakan Tindakan Penyusunana laporan Penjajakan Proses Diagnosis Komunitas Hubungan timbal balik dengan para pemimpin komunitas
Pengevaluasian tindakan Tindakan Penyusunana laporan Penjajakan Proses Diagnosis Komunitas Hubungan timbal balik dengan para pemimpin komunitas

Pengevaluasian

tindakan

tindakan

Tindakan

 
Pengevaluasian tindakan Tindakan Penyusunana laporan
Pengevaluasian tindakan Tindakan Penyusunana laporan
Pengevaluasian tindakan Tindakan Penyusunana laporan

Penyusunana

laporan

laporan
Pengevaluasian tindakan Tindakan Penyusunana laporan
Pengevaluasian tindakan Tindakan Penyusunana laporan Penjajakan Proses Diagnosis Komunitas Hubungan timbal balik dengan para pemimpin komunitas

Penjajakan

Pengevaluasian tindakan Tindakan Penyusunana laporan Penjajakan Proses Diagnosis Komunitas Hubungan timbal balik dengan para pemimpin komunitas
Pengevaluasian tindakan Tindakan Penyusunana laporan Penjajakan Proses Diagnosis Komunitas Hubungan timbal balik dengan para pemimpin komunitas

Proses Diagnosis Komunitas

Pengevaluasian tindakan Tindakan Penyusunana laporan Penjajakan Proses Diagnosis Komunitas Hubungan timbal balik dengan para pemimpin komunitas

Hubungan timbal balik dengan para pemimpin komunitas

Pengevaluasian tindakan Tindakan Penyusunana laporan Penjajakan Proses Diagnosis Komunitas Hubungan timbal balik dengan para pemimpin komunitas
Pengevaluasian tindakan Tindakan Penyusunana laporan Penjajakan Proses Diagnosis Komunitas Hubungan timbal balik dengan para pemimpin komunitas

Perencanaan tindakan & program kesehatan

Memikirkan apa yang dapat diselidiki dan dimana (tujuan)

Pengevaluasian tindakan Tindakan Penyusunana laporan Penjajakan Proses Diagnosis Komunitas Hubungan timbal balik dengan para pemimpin komunitas

Perencanaan survey dan kuisioner

Pengevaluasian tindakan Tindakan Penyusunana laporan Penjajakan Proses Diagnosis Komunitas Hubungan timbal balik dengan para pemimpin komunitas

Melatih pewawancara

Pengevaluasian tindakan Tindakan Penyusunana laporan Penjajakan Proses Diagnosis Komunitas Hubungan timbal balik dengan para pemimpin komunitas

Mengadakan pretes

Pengevaluasian tindakan Tindakan Penyusunana laporan Penjajakan Proses Diagnosis Komunitas Hubungan timbal balik dengan para pemimpin komunitas

Pengaturan kembali sarana survei

Pengevaluasian tindakan Tindakan Penyusunana laporan Penjajakan Proses Diagnosis Komunitas Hubungan timbal balik dengan para pemimpin komunitas

Pengiriman umpan balik kepada perorangan atau kelompok yang relevan dan mendapatkan penafsiran mereka

Analisis data dan memikirkan implikasinya

Pelaksanaan survei

Pengevaluasian tindakan Tindakan Penyusunana laporan Penjajakan Proses Diagnosis Komunitas Hubungan timbal balik dengan para pemimpin komunitas

Pengambilan sample (sampling)

14

1. Penjajakan  1. Idealnya survey diadakan stlh adanya permintaan dari komunitas.  2. Bekerja melalui
1. Penjajakan  1. Idealnya survey diadakan stlh adanya permintaan dari komunitas.  2. Bekerja melalui

1. Penjajakan

1. Penjajakan  1. Idealnya survey diadakan stlh adanya permintaan dari komunitas.  2. Bekerja melalui
1. Penjajakan  1. Idealnya survey diadakan stlh adanya permintaan dari komunitas.  2. Bekerja melalui
1. Penjajakan  1. Idealnya survey diadakan stlh adanya permintaan dari komunitas.  2. Bekerja melalui

1. Idealnya survey diadakan stlh adanya permintaan dari komunitas.

2. Bekerja melalui hirarki pejabat yg berwenang (melakukan pendekatan thdp. Pejabat yg bertanggung jawab atas daerah tempat komunitas bersangkutan)

15

Penjajakan (explanation)  Adanya izin dari komunitas untuk survey, konsekuensi yang harus disadari oleh pelaksana survey
Penjajakan (explanation)  Adanya izin dari komunitas untuk survey, konsekuensi yang harus disadari oleh pelaksana survey

Penjajakan (explanation)

Penjajakan (explanation)  Adanya izin dari komunitas untuk survey, konsekuensi yang harus disadari oleh pelaksana survey
Penjajakan (explanation)  Adanya izin dari komunitas untuk survey, konsekuensi yang harus disadari oleh pelaksana survey
Penjajakan (explanation)  Adanya izin dari komunitas untuk survey, konsekuensi yang harus disadari oleh pelaksana survey

Adanya izin dari komunitas untuk survey, konsekuensi yang harus disadari oleh pelaksana survey :

Hak komunitas untuk berharap adanya hasil-hasil yang menguntungkan dari kerjasama

Oleh karena itu, survey HARUS selalu direncanakan untuk melaksanakan program yang tepat bagi komunitas

16

Penjajakan (expl)  Pendekatan dilakukan thdp:  1. Pemerintah tertinggi yg bertanggungjawab thd daerah admin tsb.
Penjajakan (expl)  Pendekatan dilakukan thdp:  1. Pemerintah tertinggi yg bertanggungjawab thd daerah admin tsb.

Penjajakan (expl)

Penjajakan (expl)  Pendekatan dilakukan thdp:  1. Pemerintah tertinggi yg bertanggungjawab thd daerah admin tsb.
Penjajakan (expl)  Pendekatan dilakukan thdp:  1. Pemerintah tertinggi yg bertanggungjawab thd daerah admin tsb.
Penjajakan (expl)  Pendekatan dilakukan thdp:  1. Pemerintah tertinggi yg bertanggungjawab thd daerah admin tsb.

Pendekatan dilakukan thdp:

1. Pemerintah tertinggi yg bertanggungjawab thd daerah admin tsb.

2.Petugas pemerintah/kesehatan yang yg berhubungan langsung dgn komunitas tsb

3. Pimpinan komunitas (yang dituakan)

17

2. Perencanaan Survey  Merupakan bagian yang sangat penting  Pertanyaan yg harus dijawab selama menyusun
2. Perencanaan Survey  Merupakan bagian yang sangat penting  Pertanyaan yg harus dijawab selama menyusun

2. Perencanaan Survey

2. Perencanaan Survey  Merupakan bagian yang sangat penting  Pertanyaan yg harus dijawab selama menyusun
2. Perencanaan Survey  Merupakan bagian yang sangat penting  Pertanyaan yg harus dijawab selama menyusun
2. Perencanaan Survey  Merupakan bagian yang sangat penting  Pertanyaan yg harus dijawab selama menyusun

Merupakan bagian yang sangat penting Pertanyaan yg harus dijawab selama menyusun rencana :

1. Mengapa survey dilakukan? 2. Dimana kegiatansurvey dilakukan? 3. Siapa yang akan diwawancarai? 4. Kapan survey akan berlangsung?

18

2. Perencanaan Survey (cont.)  5. Apa yang dicakup dalam survey?  6. Mengapa variabel tertentu
2. Perencanaan Survey (cont.)  5. Apa yang dicakup dalam survey?  6. Mengapa variabel tertentu
2. Perencanaan Survey (cont.)  5. Apa yang dicakup dalam survey?  6. Mengapa variabel tertentu

2. Perencanaan Survey (cont.)

2. Perencanaan Survey (cont.)  5. Apa yang dicakup dalam survey?  6. Mengapa variabel tertentu
2. Perencanaan Survey (cont.)  5. Apa yang dicakup dalam survey?  6. Mengapa variabel tertentu

5. Apa yang dicakup dalam survey? 6. Mengapa variabel tertentu dimasukkan dan mengapa yang lain tidak?

7. Alat apa saja yang dipakai untuk mengukur status kesehatan komunitas?

19

Sampling untuk suatu survey  Populasi  Sampel dan pengambilannya secara acak (random sampling)  Bias
Sampling untuk suatu survey  Populasi  Sampel dan pengambilannya secara acak (random sampling)  Bias
Sampling untuk suatu survey  Populasi  Sampel dan pengambilannya secara acak (random sampling)  Bias

Sampling untuk suatu survey

Sampling untuk suatu survey  Populasi  Sampel dan pengambilannya secara acak (random sampling)  Bias

Populasi

Sampling untuk suatu survey  Populasi  Sampel dan pengambilannya secara acak (random sampling)  Bias

Sampel dan pengambilannya secara acak (random sampling)

Bias Sampling dan bias Standarisasi dan bias Kesalahan sampling

20

Sampling untuk suatu survey  Metode-metode 1. Acak sederhana (simple random sampling) 2. Acak berjenjang (stratified
Sampling untuk suatu survey  Metode-metode 1. Acak sederhana (simple random sampling) 2. Acak berjenjang (stratified
Sampling untuk suatu survey  Metode-metode 1. Acak sederhana (simple random sampling) 2. Acak berjenjang (stratified

Sampling untuk suatu survey

Sampling untuk suatu survey  Metode-metode 1. Acak sederhana (simple random sampling) 2. Acak berjenjang (stratified
Sampling untuk suatu survey  Metode-metode 1. Acak sederhana (simple random sampling) 2. Acak berjenjang (stratified

Metode-metode sampling

1. Acak sederhana (simple random sampling)

  • 2. Acak berjenjang (stratified random sampling)

  • 3. Klaster (Cluster sampling)

  • 4. Sistematik (systematic sampling)

21

Pra-pengujian sarana (Piloting) Pengujian terhadap kuesioner dan semua instrumen survey (teknik pengukuran dan pemeriksaan) Tujuan :
Pra-pengujian sarana (Piloting) Pengujian terhadap kuesioner dan semua instrumen survey (teknik pengukuran dan pemeriksaan) Tujuan :
Pra-pengujian sarana (Piloting) Pengujian terhadap kuesioner dan semua instrumen survey (teknik pengukuran dan pemeriksaan) Tujuan :

Pra-pengujian sarana (Piloting)

Pra-pengujian sarana (Piloting) Pengujian terhadap kuesioner dan semua instrumen survey (teknik pengukuran dan pemeriksaan) Tujuan :
Pra-pengujian sarana (Piloting) Pengujian terhadap kuesioner dan semua instrumen survey (teknik pengukuran dan pemeriksaan) Tujuan :

Pengujian terhadap kuesioner dan semua instrumen survey (teknik pengukuran dan pemeriksaan)

Tujuan : Agar semua instrumen yang dipakai betul-betul valid.

22

Pra-pengujian sarana (Piloting) Pelaksanaan :  Pada komunitas yang serupa  Dibahas problem yg dihadapi dlm
Pra-pengujian sarana (Piloting) Pelaksanaan :  Pada komunitas yang serupa  Dibahas problem yg dihadapi dlm
Pra-pengujian sarana (Piloting) Pelaksanaan :  Pada komunitas yang serupa  Dibahas problem yg dihadapi dlm

Pra-pengujian sarana (Piloting)

Pra-pengujian sarana (Piloting) Pelaksanaan :  Pada komunitas yang serupa  Dibahas problem yg dihadapi dlm

Pelaksanaan :

Pra-pengujian sarana (Piloting) Pelaksanaan :  Pada komunitas yang serupa  Dibahas problem yg dihadapi dlm

Pada komunitas yang serupa

Dibahas problem yg dihadapi dlm mengisi kuesioner

(salah-arti, “peka/tabu/menyinggung”, urutan)

Lebih banyak ruang untuk menjawab (apakah perlu tambahan/perbaikan pertanyaan)

23

Pelaksanaan Survei  Perlu kecermatan yg sama spt pada perencanaan  Selama perencanaan (Pewawancara/petugas lapangan/penterjemah) diajarkan
Pelaksanaan Survei  Perlu kecermatan yg sama spt pada perencanaan  Selama perencanaan (Pewawancara/petugas lapangan/penterjemah) diajarkan
Pelaksanaan Survei  Perlu kecermatan yg sama spt pada perencanaan  Selama perencanaan (Pewawancara/petugas lapangan/penterjemah) diajarkan
Pelaksanaan Survei  Perlu kecermatan yg sama spt pada perencanaan  Selama perencanaan (Pewawancara/petugas lapangan/penterjemah) diajarkan

Pelaksanaan Survei

Perlu kecermatan yg sama spt pada perencanaan

Pelaksanaan Survei  Perlu kecermatan yg sama spt pada perencanaan  Selama perencanaan (Pewawancara/petugas lapangan/penterjemah) diajarkan

Selama perencanaan (Pewawancara/petugas lapangan/penterjemah) diajarkan cara2 memakai kuesioner dan teknik pengukuran

Pada saat pelaksanaan tetap harus diawasi apakah wawancara/pengukuran dilakukan sesuai prosedur yg drencanakan

24

Pelaksanaan Survei  Pada saat mengunjungi keluarga : 1. Memperkenalkan diri 2. Memperlihatkan kartu pengenal/surat pengantar
Pelaksanaan Survei  Pada saat mengunjungi keluarga : 1. Memperkenalkan diri 2. Memperlihatkan kartu pengenal/surat pengantar
Pelaksanaan Survei  Pada saat mengunjungi keluarga : 1. Memperkenalkan diri 2. Memperlihatkan kartu pengenal/surat pengantar
Pelaksanaan Survei  Pada saat mengunjungi keluarga : 1. Memperkenalkan diri 2. Memperlihatkan kartu pengenal/surat pengantar

Pelaksanaan Survei

Pada saat mengunjungi keluarga :

Pelaksanaan Survei  Pada saat mengunjungi keluarga : 1. Memperkenalkan diri 2. Memperlihatkan kartu pengenal/surat pengantar

1. Memperkenalkan diri

  • 2. Memperlihatkan kartu pengenal/surat pengantar

  • 3. Penjelasan tentang tujuan kedatangan

25

Pelaksanaan Survei 1. Menanyakan apakah wawancara bisa lgs dilaksanakan, jika tdk bisa kapan boleh dilaksanakan (datan
Pelaksanaan Survei 1. Menanyakan apakah wawancara bisa lgs dilaksanakan, jika tdk bisa kapan boleh dilaksanakan (datan
Pelaksanaan Survei 1. Menanyakan apakah wawancara bisa lgs dilaksanakan, jika tdk bisa kapan boleh dilaksanakan (datan
Pelaksanaan Survei 1. Menanyakan apakah wawancara bisa lgs dilaksanakan, jika tdk bisa kapan boleh dilaksanakan (datan
Pelaksanaan Survei 1. Menanyakan apakah wawancara bisa lgs dilaksanakan, jika tdk bisa kapan boleh dilaksanakan (datan

Pelaksanaan Survei

1. Menanyakan apakah wawancara bisa lgs dilaksanakan, jika tdk bisa kapan boleh dilaksanakan (datan kembal tepat waktu)

2. Membujuk dengan sopan jika yg bersangkutan tdk mau. Jika tetap tidak mau harus tetap sopan mengucapkan terimakasih dan melanjutkan ke responden berikutnya.

26

Problem Non-respons  Bermasalah jika proporsinya besar  Alasan non-respons:  1. Belum pernah dihubungi 
Problem Non-respons  Bermasalah jika proporsinya besar  Alasan non-respons:  1. Belum pernah dihubungi 

Problem Non-respons

Problem Non-respons  Bermasalah jika proporsinya besar  Alasan non-respons:  1. Belum pernah dihubungi 
Problem Non-respons  Bermasalah jika proporsinya besar  Alasan non-respons:  1. Belum pernah dihubungi 
Problem Non-respons  Bermasalah jika proporsinya besar  Alasan non-respons:  1. Belum pernah dihubungi 

Bermasalah jika proporsinya besar Alasan non-respons:

1. Belum pernah dihubungi

2. Bepergian sampai survei selesai dilaksanakan.

3. Kurangnya minat untuk bekerjasama/penolakan aktif

Nonrespons sangat besar : pengambilan sampel kembali secara acak (bandingkan hasilnya)

27

Sisi lain pelaksanaan survei  Pewawancara harus menjalin hubungan yg baik dengan responden (kemampuan menjadi pendengar
Sisi lain pelaksanaan survei  Pewawancara harus menjalin hubungan yg baik dengan responden (kemampuan menjadi pendengar
Sisi lain pelaksanaan survei  Pewawancara harus menjalin hubungan yg baik dengan responden (kemampuan menjadi pendengar

Sisi lain pelaksanaan survei

Sisi lain pelaksanaan survei  Pewawancara harus menjalin hubungan yg baik dengan responden (kemampuan menjadi pendengar
Sisi lain pelaksanaan survei  Pewawancara harus menjalin hubungan yg baik dengan responden (kemampuan menjadi pendengar

Pewawancara harus menjalin hubungan yg baik dengan responden (kemampuan menjadi pendengar yg baik, kepekaan terhadap perasaan orang lain)

Jika tdk ada nomor rumah, sebaiknya membuat peta yg mencakup patokan2 yg jelas

Pewawancara harus mengisi lgs jawaban responden.

28

Sisi lain pelaksanaan survei  Agar teratur formulir diletakkan dalam map, jawabab yg salah tdk dihapus
Sisi lain pelaksanaan survei  Agar teratur formulir diletakkan dalam map, jawabab yg salah tdk dihapus
Sisi lain pelaksanaan survei  Agar teratur formulir diletakkan dalam map, jawabab yg salah tdk dihapus

Sisi lain pelaksanaan survei

Sisi lain pelaksanaan survei  Agar teratur formulir diletakkan dalam map, jawabab yg salah tdk dihapus
Sisi lain pelaksanaan survei  Agar teratur formulir diletakkan dalam map, jawabab yg salah tdk dihapus

Agar teratur formulir diletakkan dalam map, jawabab yg salah tdk dihapus tp dicoret.

Selalu memeriksa kembali formulir pengisian untuk memastikan kelengkapan dan kebenaran pengisian/pengukuran.

29

Sisi lain pelaksanaan survei  Formulir kuesioner sebaiknya diperiksa kembali oleh org lain untuk melihat kelengkapan/kebenaran
Sisi lain pelaksanaan survei  Formulir kuesioner sebaiknya diperiksa kembali oleh org lain untuk melihat kelengkapan/kebenaran
Sisi lain pelaksanaan survei  Formulir kuesioner sebaiknya diperiksa kembali oleh org lain untuk melihat kelengkapan/kebenaran

Sisi lain pelaksanaan survei

Sisi lain pelaksanaan survei  Formulir kuesioner sebaiknya diperiksa kembali oleh org lain untuk melihat kelengkapan/kebenaran
Sisi lain pelaksanaan survei  Formulir kuesioner sebaiknya diperiksa kembali oleh org lain untuk melihat kelengkapan/kebenaran

Formulir kuesioner sebaiknya diperiksa kembali oleh org lain untuk melihat kelengkapan/kebenaran isi.

Specimen lab harus diatur cara penyimpanan, pembuatan agar hasilnya benar-benar valid.

30

Analisis Hasil Survei  Menggunakan metode statistik menjadi suatu yang bermakna secara kontekstual  Kesimpulan statistik
Analisis Hasil Survei  Menggunakan metode statistik menjadi suatu yang bermakna secara kontekstual  Kesimpulan statistik

Analisis Hasil Survei

Analisis Hasil Survei  Menggunakan metode statistik menjadi suatu yang bermakna secara kontekstual  Kesimpulan statistik
Analisis Hasil Survei  Menggunakan metode statistik menjadi suatu yang bermakna secara kontekstual  Kesimpulan statistik
Analisis Hasil Survei  Menggunakan metode statistik menjadi suatu yang bermakna secara kontekstual  Kesimpulan statistik

Menggunakan metode statistik menjadi suatu yang bermakna secara kontekstual

Kesimpulan statistik dari suatu sample dapat digunakan untuk menunjukkan kemungkinan yang terjadi dalam populasi

31

Contoh  Sebuah survey yg dilakukan di Sierra- Lione mengenai Soil Helminth infection 32

Contoh

Contoh  Sebuah survey yg dilakukan di Sierra- Lione mengenai Soil Helminth infection 32
Contoh  Sebuah survey yg dilakukan di Sierra- Lione mengenai Soil Helminth infection 32
Contoh  Sebuah survey yg dilakukan di Sierra- Lione mengenai Soil Helminth infection 32
Contoh  Sebuah survey yg dilakukan di Sierra- Lione mengenai Soil Helminth infection 32

Sebuah survey yg dilakukan di Sierra- Lione mengenai Soil Helminth infection

32

33
33
34
34
34
34
34

34

Umpan Balik ke komunitas  Laporan dibuat dan diberikan kepada setiap tingkat hirarki yang terlibat (Pejabat
Umpan Balik ke komunitas  Laporan dibuat dan diberikan kepada setiap tingkat hirarki yang terlibat (Pejabat
Umpan Balik ke komunitas  Laporan dibuat dan diberikan kepada setiap tingkat hirarki yang terlibat (Pejabat

Umpan Balik ke komunitas

Umpan Balik ke komunitas  Laporan dibuat dan diberikan kepada setiap tingkat hirarki yang terlibat (Pejabat
Umpan Balik ke komunitas  Laporan dibuat dan diberikan kepada setiap tingkat hirarki yang terlibat (Pejabat

Laporan dibuat dan diberikan kepada setiap tingkat hirarki yang terlibat (Pejabat pemerintah sampai komunitas yang bersangkutan), sesuai dengan tingkat pendidikan (bisa dipahami).

Perlu ada saran sebagai konsekuensi survey

Aspek kerahasiaan tetap dipertimbangkan (hasil untuk populasi bukan perorangan)

35

Tindakan kesehatan pendahuluan sesudah diagnosis komunitas  Program kesehatan yang diprakarsai oleh tim peneliti.  (imunisasi
Tindakan kesehatan pendahuluan sesudah diagnosis komunitas  Program kesehatan yang diprakarsai oleh tim peneliti.  (imunisasi
Tindakan kesehatan pendahuluan sesudah diagnosis komunitas  Program kesehatan yang diprakarsai oleh tim peneliti.  (imunisasi
Tindakan kesehatan pendahuluan sesudah diagnosis komunitas  Program kesehatan yang diprakarsai oleh tim peneliti.  (imunisasi

Tindakan kesehatan pendahuluan sesudah diagnosis komunitas

Tindakan kesehatan pendahuluan sesudah diagnosis komunitas  Program kesehatan yang diprakarsai oleh tim peneliti.  (imunisasi

Program kesehatan yang diprakarsai oleh tim peneliti.

(imunisasi komunitas, pendidikan kesehatan, perangsangan komunitas untuk swakelola pelayanan kesehatan primer).

36

BAGIAN 2  METODE ,PENDEKATAN, DAN KOMPONEN DIAGNOSIS KOMUNITAS 37

BAGIAN 2

BAGIAN 2  METODE ,PENDEKATAN, DAN KOMPONEN DIAGNOSIS KOMUNITAS 37
BAGIAN 2  METODE ,PENDEKATAN, DAN KOMPONEN DIAGNOSIS KOMUNITAS 37
BAGIAN 2  METODE ,PENDEKATAN, DAN KOMPONEN DIAGNOSIS KOMUNITAS 37
BAGIAN 2  METODE ,PENDEKATAN, DAN KOMPONEN DIAGNOSIS KOMUNITAS 37

METODE ,PENDEKATAN, DAN KOMPONEN DIAGNOSIS KOMUNITAS

37

KOMPONEN KUESIONER SURVEI 38
KOMPONEN KUESIONER SURVEI 38
KOMPONEN KUESIONER SURVEI 38
KOMPONEN KUESIONER SURVEI 38
KOMPONEN KUESIONER SURVEI 38

KOMPONEN KUESIONER SURVEI

38

DEMOGRAFI  Rumah tangga ( household) dan keluarga (family)  Tipe-tipe registrasi de jure vs de
DEMOGRAFI  Rumah tangga ( household) dan keluarga (family)  Tipe-tipe registrasi de jure vs de

DEMOGRAFI

DEMOGRAFI  Rumah tangga ( household) dan keluarga (family)  Tipe-tipe registrasi de jure vs de
DEMOGRAFI  Rumah tangga ( household) dan keluarga (family)  Tipe-tipe registrasi de jure vs de
DEMOGRAFI  Rumah tangga ( household) dan keluarga (family)  Tipe-tipe registrasi de jure vs de

Rumah tangga (household) dan keluarga (family) Tipe-tipe registrasi de jure vs de facto Warga (orang yang bertempat tinggal) Unit sampling Penghitungan rumah tangga Usia (menghitung rasio ketergantungan) Jenis kelamin

39

DEMOGRAFI (cont.)  Status perkawinan  Agama, pendidikan, pekerjaan (berdasarkan penghasilan, berdasarkan jmlh training (prof.guru, perawat,
DEMOGRAFI (cont.)  Status perkawinan  Agama, pendidikan, pekerjaan (berdasarkan penghasilan, berdasarkan jmlh training (prof.guru, perawat,

DEMOGRAFI (cont.)

DEMOGRAFI (cont.)  Status perkawinan  Agama, pendidikan, pekerjaan (berdasarkan penghasilan, berdasarkan jmlh training (prof.guru, perawat,

Status perkawinan

DEMOGRAFI (cont.)  Status perkawinan  Agama, pendidikan, pekerjaan (berdasarkan penghasilan, berdasarkan jmlh training (prof.guru, perawat,
DEMOGRAFI (cont.)  Status perkawinan  Agama, pendidikan, pekerjaan (berdasarkan penghasilan, berdasarkan jmlh training (prof.guru, perawat,

Agama, pendidikan, pekerjaan (berdasarkan penghasilan, berdasarkan jmlh training (prof.guru, perawat, dll; terlatih: tukang kayu,listrik; tanpa latihan khusus)

Ikatan rumah tangga Angka-angka vital (vital rates) Migrasi

40

DEMOGRAFI : Vital Rates  Pertanyaan 1. Jumlah anak yang lahir 2. Jumlah orang yang meninggal
DEMOGRAFI : Vital Rates  Pertanyaan 1. Jumlah anak yang lahir 2. Jumlah orang yang meninggal
DEMOGRAFI : Vital Rates  Pertanyaan 1. Jumlah anak yang lahir 2. Jumlah orang yang meninggal

DEMOGRAFI : Vital Rates

DEMOGRAFI : Vital Rates  Pertanyaan 1. Jumlah anak yang lahir 2. Jumlah orang yang meninggal
DEMOGRAFI : Vital Rates  Pertanyaan 1. Jumlah anak yang lahir 2. Jumlah orang yang meninggal

Pertanyaan penting :

1. Jumlah anak yang lahir 2. Jumlah orang yang meninggal 3. Penyebab kematian Karakternya (umur, jenis kelamin, dll) Pertanyaan diajukan dalam periode waktu tertentu (satu tahun)

41

DEMOGRAFI : Vital Rates  Yang dapat dihitung :  CBR, CDR, ASDR/ASMR, CSDR, IMR, MMR
DEMOGRAFI : Vital Rates  Yang dapat dihitung :  CBR, CDR, ASDR/ASMR, CSDR, IMR, MMR
DEMOGRAFI : Vital Rates  Yang dapat dihitung :  CBR, CDR, ASDR/ASMR, CSDR, IMR, MMR

DEMOGRAFI : Vital Rates

Yang dapat dihitung :

DEMOGRAFI : Vital Rates  Yang dapat dihitung :  CBR, CDR, ASDR/ASMR, CSDR, IMR, MMR
DEMOGRAFI : Vital Rates  Yang dapat dihitung :  CBR, CDR, ASDR/ASMR, CSDR, IMR, MMR

CBR, CDR, ASDR/ASMR, CSDR, IMR, MMR, GFR

Data yang perlu ada :

1. Total populasi (jenis kelamin dan umur)

  • 2. Total bayi lahir hidup

  • 3. Total kematian (umur, jenis kelamin,

penyebab)

42

STATUS SOSIOEKONOMI, PENDIDIKAN DAN STRATIFIKASI SOSIAL  Status kesehatan berkaitan dengan status sosioekonomi dan pendidikan. 
STATUS SOSIOEKONOMI, PENDIDIKAN DAN STRATIFIKASI SOSIAL  Status kesehatan berkaitan dengan status sosioekonomi dan pendidikan. 
STATUS SOSIOEKONOMI, PENDIDIKAN DAN STRATIFIKASI SOSIAL  Status kesehatan berkaitan dengan status sosioekonomi dan pendidikan. 
STATUS SOSIOEKONOMI, PENDIDIKAN DAN STRATIFIKASI SOSIAL  Status kesehatan berkaitan dengan status sosioekonomi dan pendidikan. 

STATUS SOSIOEKONOMI, PENDIDIKAN DAN STRATIFIKASI SOSIAL

STATUS SOSIOEKONOMI, PENDIDIKAN DAN STRATIFIKASI SOSIAL  Status kesehatan berkaitan dengan status sosioekonomi dan pendidikan. 

Status kesehatan berkaitan dengan status sosioekonomi dan pendidikan. Tolak ukur :

Pekerjaan (Klasifikasi Castle, 1978) :

gelar kesarjanaan, white collar workers, dst ...

43

 Harta milik ( rumah, computer, televisi, etc)  Metode transportasi  Pendidikan  Status ekonomi
 Harta milik ( rumah, computer, televisi, etc)  Metode transportasi  Pendidikan  Status ekonomi
 Harta milik ( rumah, computer, televisi, etc)  Metode transportasi  Pendidikan  Status ekonomi
 Harta milik ( rumah, computer, televisi, etc)  Metode transportasi  Pendidikan  Status ekonomi
 Harta milik ( rumah, computer, televisi, etc)  Metode transportasi  Pendidikan  Status ekonomi

Harta milik ( rumah, computer, televisi, etc)

Metode transportasi Pendidikan Status ekonomi berdasarkan skoring

44

MENYELIDIKI KEBUDAYAAN SUATU KOMUNITAS  Keluarga Sebagai satuan biologis, Sebagai satuan sosial, Keluarga dan status ekonomi,
MENYELIDIKI KEBUDAYAAN SUATU KOMUNITAS  Keluarga Sebagai satuan biologis, Sebagai satuan sosial, Keluarga dan status ekonomi,
MENYELIDIKI KEBUDAYAAN SUATU KOMUNITAS  Keluarga Sebagai satuan biologis, Sebagai satuan sosial, Keluarga dan status ekonomi,
MENYELIDIKI KEBUDAYAAN SUATU KOMUNITAS  Keluarga Sebagai satuan biologis, Sebagai satuan sosial, Keluarga dan status ekonomi,

MENYELIDIKI KEBUDAYAAN SUATU KOMUNITAS

MENYELIDIKI KEBUDAYAAN SUATU KOMUNITAS  Keluarga Sebagai satuan biologis, Sebagai satuan sosial, Keluarga dan status ekonomi,

Keluarga Sebagai satuan biologis, Sebagai satuan sosial, Keluarga dan status ekonomi,

Ukuran keluarga dan hub.dgn kesehatan

Pengaruh setempat dan ukuran keluarga

45

MENYELIDIKI KEBUDAYAAN SUATU KOMUNITAS  Penggunaan pangan dalam komunitas  Penggunaan alkohol dalam komunitas  Kebudayaan
MENYELIDIKI KEBUDAYAAN SUATU KOMUNITAS  Penggunaan pangan dalam komunitas  Penggunaan alkohol dalam komunitas  Kebudayaan
MENYELIDIKI KEBUDAYAAN SUATU KOMUNITAS  Penggunaan pangan dalam komunitas  Penggunaan alkohol dalam komunitas  Kebudayaan
MENYELIDIKI KEBUDAYAAN SUATU KOMUNITAS  Penggunaan pangan dalam komunitas  Penggunaan alkohol dalam komunitas  Kebudayaan

MENYELIDIKI KEBUDAYAAN SUATU KOMUNITAS

MENYELIDIKI KEBUDAYAAN SUATU KOMUNITAS  Penggunaan pangan dalam komunitas  Penggunaan alkohol dalam komunitas  Kebudayaan

Penggunaan pangan dalam komunitas Penggunaan alkohol dalam komunitas Kebudayaan dan penyakit Pengetahuan, Sikap, dan Perbuatan (PSP/KAP) dalam hubungannya dengan penyakit Proses pengambilan keputusan

46

PENILAIAN STATUS GIZI Tujuannya ;  Menentukan kelompok yg beresiko  Sbg informasi dasar program kesehatan\
PENILAIAN STATUS GIZI Tujuannya ;  Menentukan kelompok yg beresiko  Sbg informasi dasar program kesehatan\
PENILAIAN STATUS GIZI Tujuannya ;  Menentukan kelompok yg beresiko  Sbg informasi dasar program kesehatan\

PENILAIAN STATUS GIZI

PENILAIAN STATUS GIZI Tujuannya ;  Menentukan kelompok yg beresiko  Sbg informasi dasar program kesehatan\
PENILAIAN STATUS GIZI Tujuannya ;  Menentukan kelompok yg beresiko  Sbg informasi dasar program kesehatan\

Tujuannya ; Menentukan kelompok yg beresiko Sbg informasi dasar program kesehatan\ Menentukan prioritas program gizi Evaluasi program gizi sebelumnya

47

PENILAIAN STATUS GIZI  Pengukuran antropometri (BB, TB, LLA,dst)  Tanda klinis (def.vit A, Gondok, dst)
PENILAIAN STATUS GIZI  Pengukuran antropometri (BB, TB, LLA,dst)  Tanda klinis (def.vit A, Gondok, dst)
PENILAIAN STATUS GIZI  Pengukuran antropometri (BB, TB, LLA,dst)  Tanda klinis (def.vit A, Gondok, dst)

PENILAIAN STATUS GIZI

PENILAIAN STATUS GIZI  Pengukuran antropometri (BB, TB, LLA,dst)  Tanda klinis (def.vit A, Gondok, dst)
PENILAIAN STATUS GIZI  Pengukuran antropometri (BB, TB, LLA,dst)  Tanda klinis (def.vit A, Gondok, dst)

Pengukuran antropometri (BB, TB, LLA,dst) Tanda klinis (def.vit A, Gondok, dst) Evaluasi diet (food recall, food frequency)

48

INTERVENSI GIZI PADA LEVEL KOMUNITAS (Berdasarkan UNHCR/WFP) 49
INTERVENSI GIZI PADA LEVEL KOMUNITAS (Berdasarkan UNHCR/WFP) 49
INTERVENSI GIZI PADA LEVEL KOMUNITAS (Berdasarkan UNHCR/WFP) 49
INTERVENSI GIZI PADA LEVEL KOMUNITAS (Berdasarkan UNHCR/WFP) 49

INTERVENSI GIZI PADA LEVEL KOMUNITAS

INTERVENSI GIZI PADA LEVEL KOMUNITAS (Berdasarkan UNHCR/WFP) 49

(Berdasarkan UNHCR/WFP)

49

UNHCR/WFP Guidelines for Selective Feeding Programmes in Emergency situation 50
UNHCR/WFP Guidelines for Selective Feeding Programmes in Emergency situation 50
UNHCR/WFP Guidelines for Selective Feeding Programmes in Emergency situation 50
UNHCR/WFP Guidelines for Selective Feeding Programmes in Emergency situation 50
UNHCR/WFP Guidelines for Selective Feeding Programmes in Emergency situation 50

UNHCR/WFP Guidelines for Selective Feeding Programmes in Emergency situation

50

51

51

SELECTIVE FEEDING PROGRAMS 52
SELECTIVE FEEDING PROGRAMS 52
SELECTIVE FEEDING PROGRAMS 52
SELECTIVE FEEDING PROGRAMS 52
SELECTIVE FEEDING PROGRAMS 52

SELECTIVE FEEDING PROGRAMS

52

53
53
53
53
53
53

53

Supplementary Feeding programs (SFPs) 1. Targeted SFPs - Prevalence of moderate malnutrition 14% . 10- -
Supplementary Feeding programs (SFPs) 1. Targeted SFPs - Prevalence of moderate malnutrition 14% . 10- -
Supplementary Feeding programs (SFPs) 1. Targeted SFPs - Prevalence of moderate malnutrition 14% . 10- -
Supplementary Feeding programs (SFPs) 1. Targeted SFPs - Prevalence of moderate malnutrition 14% . 10- -

Supplementary Feeding programs (SFPs)

Supplementary Feeding programs (SFPs) 1. Targeted SFPs - Prevalence of moderate malnutrition 14% . 10- -
  • 1. Targeted SFPs

    • - Prevalence of moderate malnutrition 14% .

10-

  • - Prevalence of moderate malnutrition 5-9% with aggravating factors

2. Blanket SFPs

- Prevalence of moderate malnutrition

>14% .

  • - Prevalence of moderate malnutrition 10-14% with aggravating factors

54

 Prevalence of acute malnutrition in this term refers to child population (6 months – 5
 Prevalence of acute malnutrition in this term refers to child population (6 months – 5
 Prevalence of acute malnutrition in this term refers to child population (6 months – 5
 Prevalence of acute malnutrition in this term refers to child population (6 months – 5
 Prevalence of acute malnutrition in this term refers to child population (6 months – 5

Prevalence of acute malnutrition in this term refers to child population (6 months – 5 years)

55

MALNUTRITION  Moderate malnutrition : - Between -3 to -2 Z-scores of W/H WHO- NCHS reference
MALNUTRITION  Moderate malnutrition : - Between -3 to -2 Z-scores of W/H WHO- NCHS reference
MALNUTRITION  Moderate malnutrition : - Between -3 to -2 Z-scores of W/H WHO- NCHS reference

MALNUTRITION

MALNUTRITION  Moderate malnutrition : - Between -3 to -2 Z-scores of W/H WHO- NCHS reference
MALNUTRITION  Moderate malnutrition : - Between -3 to -2 Z-scores of W/H WHO- NCHS reference

Moderate malnutrition :

- Between -3 to -2 Z-scores of W/H WHO- NCHS reference values

- between 70%-80% median of W/H WHO-NCHS reference values

Severe malnutrition :

< -3 Z-scores < 70% median

56

MALNUTRITION  MUAC  Pregnant/ nursing women < 22 cm 57
MALNUTRITION  MUAC  Pregnant/ nursing women < 22 cm 57
MALNUTRITION  MUAC  Pregnant/ nursing women < 22 cm 57

MALNUTRITION

MALNUTRITION  MUAC  Pregnant/ nursing women < 22 cm 57
MALNUTRITION  MUAC  Pregnant/ nursing women < 22 cm 57

MUAC Pregnant/ nursing women < 22 cm

57

Aggravating faactors  Anadequate Food Ration (< 2100 kcal/person/day)  CDR > 1/ 10.000 populations/day 
Aggravating faactors  Anadequate Food Ration (< 2100 kcal/person/day)  CDR > 1/ 10.000 populations/day 

Aggravating faactors

Aggravating faactors  Anadequate Food Ration (< 2100 kcal/person/day)  CDR > 1/ 10.000 populations/day 
Aggravating faactors  Anadequate Food Ration (< 2100 kcal/person/day)  CDR > 1/ 10.000 populations/day 
Aggravating faactors  Anadequate Food Ration (< 2100 kcal/person/day)  CDR > 1/ 10.000 populations/day 

Anadequate Food Ration (< 2100 kcal/person/day) CDR > 1/ 10.000 populations/day Epidemics : measles, whooping cough High prevalence of respiratory and diarrheal diseases

58

59
59
59
59
59

59

Criteria for admission  Moderate malnourished children  Individual with moderate malnourished with BMI measurement 
Criteria for admission  Moderate malnourished children  Individual with moderate malnourished with BMI measurement 

Criteria for admission

Criteria for admission  Moderate malnourished children  Individual with moderate malnourished with BMI measurement 
Criteria for admission  Moderate malnourished children  Individual with moderate malnourished with BMI measurement 
Criteria for admission  Moderate malnourished children  Individual with moderate malnourished with BMI measurement 

Moderate malnourished children

Individual with moderate malnourished with BMI measurement

Pregnant. Nursing women = MUAC < 22 cm

Referrals from Therapeutic Feeding Programmed

60

Criteria for discharge  Maintained 85% median of weight/height For a period of two weeks (Wet
Criteria for discharge  Maintained 85% median of weight/height For a period of two weeks (Wet

Criteria for discharge

Criteria for discharge  Maintained 85% median of weight/height For a period of two weeks (Wet
Criteria for discharge  Maintained 85% median of weight/height For a period of two weeks (Wet
Criteria for discharge  Maintained 85% median of weight/height For a period of two weeks (Wet

Maintained 85% median of weight/height

For a period of two weeks (Wet SFPs) or one month (dry SFPs)

61

Therapeutic Feeding Program  Aim : to proviede treatment for severely malnourished individuals in order to
Therapeutic Feeding Program  Aim : to proviede treatment for severely malnourished individuals in order to
Therapeutic Feeding Program  Aim : to proviede treatment for severely malnourished individuals in order to

Therapeutic Feeding Program

Therapeutic Feeding Program  Aim : to proviede treatment for severely malnourished individuals in order to
Therapeutic Feeding Program  Aim : to proviede treatment for severely malnourished individuals in order to

Aim : to proviede treatment for severely malnourished individuals in order to reduce excess morbidity and mortality.

Consists of intensive medicaal and nutritional treatment

62

When to start  The number of severely malnourished individuals cannot be treated in other facilities.
When to start  The number of severely malnourished individuals cannot be treated in other facilities.

When to start

When to start  The number of severely malnourished individuals cannot be treated in other facilities.
When to start  The number of severely malnourished individuals cannot be treated in other facilities.
When to start  The number of severely malnourished individuals cannot be treated in other facilities.

The number of severely malnourished individuals cannot be treated in other facilities.

There are adequate numbers of trained health staff

63

Criteria for admission  Children < 5 yo with severe malnutrition (W/H < -3 Z-scores or
Criteria for admission  Children < 5 yo with severe malnutrition (W/H < -3 Z-scores or

Criteria for admission

Criteria for admission  Children < 5 yo with severe malnutrition (W/H < -3 Z-scores or
Criteria for admission  Children < 5 yo with severe malnutrition (W/H < -3 Z-scores or
Criteria for admission  Children < 5 yo with severe malnutrition (W/H < -3 Z-scores or

Children < 5 yo with severe malnutrition (W/H < -3 Z-scores or <70% median of reference standard)

Severely malnourished individuals >= 5yo LBW babies Orphans < 1 yo

Mother with baby < 1 yo with lactation failure

64

Criteria for discharge  Maintained W/H >=75% median for two consecutive weeks  Shows a good
Criteria for discharge  Maintained W/H >=75% median for two consecutive weeks  Shows a good

Criteria for discharge

Criteria for discharge  Maintained W/H >=75% median for two consecutive weeks  Shows a good
Criteria for discharge  Maintained W/H >=75% median for two consecutive weeks  Shows a good
Criteria for discharge  Maintained W/H >=75% median for two consecutive weeks  Shows a good

Maintained W/H >=75% median for two consecutive weeks Shows a good appetite and free of ilness

65

LINGKUNGAN  Air  Pembuangan kotoran manusia (jamban)  Vektor  Perumahan  Higiene  Perusakan
LINGKUNGAN  Air  Pembuangan kotoran manusia (jamban)  Vektor  Perumahan  Higiene  Perusakan

LINGKUNGAN

LINGKUNGAN  Air  Pembuangan kotoran manusia (jamban)  Vektor  Perumahan  Higiene  Perusakan
LINGKUNGAN  Air  Pembuangan kotoran manusia (jamban)  Vektor  Perumahan  Higiene  Perusakan
LINGKUNGAN  Air  Pembuangan kotoran manusia (jamban)  Vektor  Perumahan  Higiene  Perusakan

Air Pembuangan kotoran manusia (jamban) Vektor Perumahan Higiene makanan Perusakan dan pencemaran lingkungan Kecelakaan

66

PEMANFAATAN PELAYANAN KESEHATAN  Kebutuhan dan permintaan  Fasilitas pelayanan kesehatan yg tersedia  pencatatan 67
PEMANFAATAN PELAYANAN KESEHATAN  Kebutuhan dan permintaan  Fasilitas pelayanan kesehatan yg tersedia  pencatatan 67
PEMANFAATAN PELAYANAN KESEHATAN  Kebutuhan dan permintaan  Fasilitas pelayanan kesehatan yg tersedia  pencatatan 67

PEMANFAATAN PELAYANAN KESEHATAN

PEMANFAATAN PELAYANAN KESEHATAN  Kebutuhan dan permintaan  Fasilitas pelayanan kesehatan yg tersedia  pencatatan 67
PEMANFAATAN PELAYANAN KESEHATAN  Kebutuhan dan permintaan  Fasilitas pelayanan kesehatan yg tersedia  pencatatan 67

Kebutuhan dan permintaan Fasilitas pelayanan kesehatan yg tersedia pencatatan

67

PEMANFAATAN PELAYANAN KESEHATAN 68
PEMANFAATAN PELAYANAN KESEHATAN 68
PEMANFAATAN PELAYANAN KESEHATAN 68

PEMANFAATAN PELAYANAN KESEHATAN

PEMANFAATAN PELAYANAN KESEHATAN 68
PEMANFAATAN PELAYANAN KESEHATAN 68
PEMANFAATAN PELAYANAN KESEHATAN 68

68

KELAHIRAN ANAK  Sangat penting (IMR dan MMR) yg dpt dicegah  Gravid, paritas, usia ibu,
KELAHIRAN ANAK  Sangat penting (IMR dan MMR) yg dpt dicegah  Gravid, paritas, usia ibu,

KELAHIRAN ANAK

KELAHIRAN ANAK  Sangat penting (IMR dan MMR) yg dpt dicegah  Gravid, paritas, usia ibu,
KELAHIRAN ANAK  Sangat penting (IMR dan MMR) yg dpt dicegah  Gravid, paritas, usia ibu,
KELAHIRAN ANAK  Sangat penting (IMR dan MMR) yg dpt dicegah  Gravid, paritas, usia ibu,

Sangat penting (IMR dan MMR) yg dpt dicegah

Gravid, paritas, usia ibu, antenatal care, t4 persalinan, penolong, lama persalinan, komplikasi, jenis persalinan, perawatan postpartum, keadaan bayi yg dilahirkan

PSP/KAP ttg kehamilan, persalinan, dan KB

69

PENILAIAN KESEHATAN ANAK (anamnesis)  Rwyt imunisasi  Rwyt penyakit yg dpt dicegah dgn imunisasi 
PENILAIAN KESEHATAN ANAK (anamnesis)  Rwyt imunisasi  Rwyt penyakit yg dpt dicegah dgn imunisasi 
PENILAIAN KESEHATAN ANAK (anamnesis)  Rwyt imunisasi  Rwyt penyakit yg dpt dicegah dgn imunisasi 
PENILAIAN KESEHATAN ANAK (anamnesis)  Rwyt imunisasi  Rwyt penyakit yg dpt dicegah dgn imunisasi 

PENILAIAN KESEHATAN ANAK (anamnesis)

PENILAIAN KESEHATAN ANAK (anamnesis)  Rwyt imunisasi  Rwyt penyakit yg dpt dicegah dgn imunisasi 

Rwyt imunisasi Rwyt penyakit yg dpt dicegah dgn imunisasi Rwyt diare/disentri, batuk/ISPA, batuk menahun, peny.mata, kulit, cacingan Frekuensi kunjungan ke Puskesmas dlm 1 bln Frekuensi dirawat di RS dlm 1 thn

70

PENILAIAN KESEHATAN ANAK (fisis)  Ruam kulit, konjungtivitis, ulkus, sekret telinga, parese, anemi, icterus, scar BCG
PENILAIAN KESEHATAN ANAK (fisis)  Ruam kulit, konjungtivitis, ulkus, sekret telinga, parese, anemi, icterus, scar BCG
PENILAIAN KESEHATAN ANAK (fisis)  Ruam kulit, konjungtivitis, ulkus, sekret telinga, parese, anemi, icterus, scar BCG
PENILAIAN KESEHATAN ANAK (fisis)  Ruam kulit, konjungtivitis, ulkus, sekret telinga, parese, anemi, icterus, scar BCG

PENILAIAN KESEHATAN ANAK (fisis)

PENILAIAN KESEHATAN ANAK (fisis)  Ruam kulit, konjungtivitis, ulkus, sekret telinga, parese, anemi, icterus, scar BCG

Ruam kulit, konjungtivitis, ulkus, sekret telinga, parese, anemi, icterus, scar BCG

Pemeriksaan gigi geligi, status gizi (antropometri), visus, pendengaran

71

PENILAIAN KESEHATAN ANAK (lab)  Hb, urine (protein dan glukosa), tinja (telur cacing/kista) 72
PENILAIAN KESEHATAN ANAK (lab)  Hb, urine (protein dan glukosa), tinja (telur cacing/kista) 72
PENILAIAN KESEHATAN ANAK (lab)  Hb, urine (protein dan glukosa), tinja (telur cacing/kista) 72
PENILAIAN KESEHATAN ANAK (lab)  Hb, urine (protein dan glukosa), tinja (telur cacing/kista) 72

PENILAIAN KESEHATAN ANAK (lab)

PENILAIAN KESEHATAN ANAK (lab)  Hb, urine (protein dan glukosa), tinja (telur cacing/kista) 72

Hb, urine (protein dan glukosa), tinja (telur cacing/kista)

72

Survey kesehatan sekolah  Kebersihan umum : pakaian kuku, kulit, rambut, mata  Status gizi, BB,
Survey kesehatan sekolah  Kebersihan umum : pakaian kuku, kulit, rambut, mata  Status gizi, BB,
Survey kesehatan sekolah  Kebersihan umum : pakaian kuku, kulit, rambut, mata  Status gizi, BB,

Survey kesehatan sekolah

Survey kesehatan sekolah  Kebersihan umum : pakaian kuku, kulit, rambut, mata  Status gizi, BB,
Survey kesehatan sekolah  Kebersihan umum : pakaian kuku, kulit, rambut, mata  Status gizi, BB,

Kebersihan umum : pakaian kuku, kulit, rambut, mata Status gizi, BB, TB (Status gizi WHO/NCHS berdasarkan z-score !!!) Status imunisasi Mata : konjungtivitis, def.vit.A, visus Telinga ; sekret, serumen, pendengaran Mulut : gigi : DMF, keadaan gusi, OH

73

Survei Kesehatan sekolah (cont.)  Tonsil : inflamasi  Leher/axilla: pembesaran tiroid, limfadenopati  Thorax: Ronki,
Survei Kesehatan sekolah (cont.)  Tonsil : inflamasi  Leher/axilla: pembesaran tiroid, limfadenopati  Thorax: Ronki,
Survei Kesehatan sekolah (cont.)  Tonsil : inflamasi  Leher/axilla: pembesaran tiroid, limfadenopati  Thorax: Ronki,
Survei Kesehatan sekolah (cont.)  Tonsil : inflamasi  Leher/axilla: pembesaran tiroid, limfadenopati  Thorax: Ronki,

Survei Kesehatan sekolah (cont.)

Survei Kesehatan sekolah (cont.)  Tonsil : inflamasi  Leher/axilla: pembesaran tiroid, limfadenopati  Thorax: Ronki,

Tonsil : inflamasi Leher/axilla: pembesaran tiroid, limfadenopati

Thorax: Ronki, pembesaran jantung, bising

Abdomen : pembesaran hepar, lien, distensi, hernia

74

Survei Kesehatan sekolah (cont.)  Extremitas/vertebra edema, parese/paralisis, deformitas, sikap tubuh  Kulit dan rambut :
Survei Kesehatan sekolah (cont.)  Extremitas/vertebra edema, parese/paralisis, deformitas, sikap tubuh  Kulit dan rambut :
Survei Kesehatan sekolah (cont.)  Extremitas/vertebra edema, parese/paralisis, deformitas, sikap tubuh  Kulit dan rambut :
Survei Kesehatan sekolah (cont.)  Extremitas/vertebra edema, parese/paralisis, deformitas, sikap tubuh  Kulit dan rambut :

Survei Kesehatan sekolah (cont.)

Survei Kesehatan sekolah (cont.)  Extremitas/vertebra edema, parese/paralisis, deformitas, sikap tubuh  Kulit dan rambut :

Extremitas/vertebra : malformasi, ulcus, edema, parese/paralisis, deformitas, sikap tubuh Kulit dan rambut : warna, ruam kulit History: keluhan2 kesehatan, penyakit yg pernah diderita Lab ; slide2 sblmnya + tuberkulin atau audiometri Keadaan lingkungan (ventilasi, air bersih,tinja, sampah, dsb)

75

MORBIDITAS  Morbiditas berkenaan dgn kesakitan diantara populasi  Pengetahuan ttg morbiditas merupakan segi penting dari
MORBIDITAS  Morbiditas berkenaan dgn kesakitan diantara populasi  Pengetahuan ttg morbiditas merupakan segi penting dari

MORBIDITAS

MORBIDITAS  Morbiditas berkenaan dgn kesakitan diantara populasi  Pengetahuan ttg morbiditas merupakan segi penting dari
MORBIDITAS  Morbiditas berkenaan dgn kesakitan diantara populasi  Pengetahuan ttg morbiditas merupakan segi penting dari
MORBIDITAS  Morbiditas berkenaan dgn kesakitan diantara populasi  Pengetahuan ttg morbiditas merupakan segi penting dari

Morbiditas berkenaan dgn kesakitan diantara populasi

Pengetahuan ttg morbiditas merupakan segi penting dari DK

DK memerlukan informasi ttg derajat kesehatan, jenis2 kesakitan & klp2 mana yg berisiko/terkena di dlm populasikarena berkaitan dg tindakan yg akan diambil

Juga perlu diketahui bagaimana pola perubahan kesakitan ini di sepanjang perjalanan waktu

76

Morbiditas  Morbiditas, meliputi seluruh segi,  Jasmani,  Rohani,  Sosiobudaya 77
Morbiditas  Morbiditas, meliputi seluruh segi,  Jasmani,  Rohani,  Sosiobudaya 77
Morbiditas  Morbiditas, meliputi seluruh segi,  Jasmani,  Rohani,  Sosiobudaya 77
Morbiditas  Morbiditas, meliputi seluruh segi,  Jasmani,  Rohani,  Sosiobudaya 77

Morbiditas

Morbiditas  Morbiditas, meliputi seluruh segi,  Jasmani,  Rohani,  Sosiobudaya 77

Morbiditas, meliputi seluruh segi, Jasmani, Rohani, dan Sosiobudaya

77

Morbiditas  Diperkirakan 70-90 % dari semua serangan kesakitan yg dialami masyarakat diatasi tanpa campur tangan
Morbiditas  Diperkirakan 70-90 % dari semua serangan kesakitan yg dialami masyarakat diatasi tanpa campur tangan
Morbiditas  Diperkirakan 70-90 % dari semua serangan kesakitan yg dialami masyarakat diatasi tanpa campur tangan
Morbiditas  Diperkirakan 70-90 % dari semua serangan kesakitan yg dialami masyarakat diatasi tanpa campur tangan

Morbiditas

Morbiditas  Diperkirakan 70-90 % dari semua serangan kesakitan yg dialami masyarakat diatasi tanpa campur tangan

Diperkirakan 70-90 % dari semua serangan kesakitan yg dialami masyarakat diatasi tanpa campur tangan dari sistem pel-kes yg formal

Tetapi diatasi lewat pengobatan rumah atau pengobatan tradisional

78

SURVEI MORBIDITAS  Menurut tipe angka yg dihasilkan, survei dibagi menjadi; 1. Survei prevalensi  untuk
SURVEI MORBIDITAS  Menurut tipe angka yg dihasilkan, survei dibagi menjadi; 1. Survei prevalensi  untuk

SURVEI MORBIDITAS

SURVEI MORBIDITAS  Menurut tipe angka yg dihasilkan, survei dibagi menjadi; 1. Survei prevalensi  untuk
SURVEI MORBIDITAS  Menurut tipe angka yg dihasilkan, survei dibagi menjadi; 1. Survei prevalensi  untuk
SURVEI MORBIDITAS  Menurut tipe angka yg dihasilkan, survei dibagi menjadi; 1. Survei prevalensi  untuk

Menurut tipe angka yg dihasilkan, survei dibagi menjadi;

1. Survei prevalensi untuk penyakit2 kronis

2. Survei insidensiuntuk penyakit2 akut

79

Survei prevalensi  Pada survei ini setiap orang dikunjungi satu kali dan hasilnya dinyatakan sebagai angka
Survei prevalensi  Pada survei ini setiap orang dikunjungi satu kali dan hasilnya dinyatakan sebagai angka

Survei prevalensi

Survei prevalensi  Pada survei ini setiap orang dikunjungi satu kali dan hasilnya dinyatakan sebagai angka
Survei prevalensi  Pada survei ini setiap orang dikunjungi satu kali dan hasilnya dinyatakan sebagai angka
Survei prevalensi  Pada survei ini setiap orang dikunjungi satu kali dan hasilnya dinyatakan sebagai angka

Pada survei ini setiap orang dikunjungi satu kali dan hasilnya dinyatakan sebagai angka prevalensi

80

…..Survei prevalensi  Kerugiannya;  Penyakit2 relatif akut dan berlangsung singkat (diare, gonorrhoea) cenderung terlewatkan, sehingga
…..Survei prevalensi  Kerugiannya;  Penyakit2 relatif akut dan berlangsung singkat (diare, gonorrhoea) cenderung terlewatkan, sehingga
…..Survei prevalensi  Kerugiannya;  Penyakit2 relatif akut dan berlangsung singkat (diare, gonorrhoea) cenderung terlewatkan, sehingga

…..Survei

…..Survei prevalensi  Kerugiannya;  Penyakit2 relatif akut dan berlangsung singkat (diare, gonorrhoea) cenderung terlewatkan, sehingga
…..Survei prevalensi  Kerugiannya;  Penyakit2 relatif akut dan berlangsung singkat (diare, gonorrhoea) cenderung terlewatkan, sehingga

prevalensi

Kerugiannya;

Penyakit2 relatif akut dan berlangsung singkat (diare, gonorrhoea) cenderung terlewatkan, sehingga angka point prevalence tampak rendah Sedangkan,Penyakit2 yg lebih kronis cenderung dilaporkan secara berlebihan dan angka point prevalence tampak tinggi

81

…..Survei prevalensi  Bentuk survei prevalensi yg umumnya dikerjakan; 1. survei rumah ke rumah 2. survei
…..Survei prevalensi  Bentuk survei prevalensi yg umumnya dikerjakan; 1. survei rumah ke rumah 2. survei
…..Survei prevalensi  Bentuk survei prevalensi yg umumnya dikerjakan; 1. survei rumah ke rumah 2. survei

…..Survei

…..Survei prevalensi  Bentuk survei prevalensi yg umumnya dikerjakan; 1. survei rumah ke rumah 2. survei
…..Survei prevalensi  Bentuk survei prevalensi yg umumnya dikerjakan; 1. survei rumah ke rumah 2. survei

prevalensi

Bentuk survei prevalensi yg umumnya dikerjakan;

1. survei rumah ke rumah 2. survei pencarian kasus

82

Survei insidensi  Untuk mengenali kasus2 penyakit yg baru  Diperlukan pemeriksaan beberapa kali  Sehingga
Survei insidensi  Untuk mengenali kasus2 penyakit yg baru  Diperlukan pemeriksaan beberapa kali  Sehingga

Survei insidensi

Survei insidensi  Untuk mengenali kasus2 penyakit yg baru  Diperlukan pemeriksaan beberapa kali  Sehingga
Survei insidensi  Untuk mengenali kasus2 penyakit yg baru  Diperlukan pemeriksaan beberapa kali  Sehingga
Survei insidensi  Untuk mengenali kasus2 penyakit yg baru  Diperlukan pemeriksaan beberapa kali  Sehingga

Untuk mengenali kasus2 penyakit yg baru Diperlukan pemeriksaan beberapa kali Sehingga dapat dikenali, orang2 yg pada mulanya sehat tetapi kemuadian menderita sakit

Bentuk yg sederhana bisa dikerjakan adalah dgn mengunjungi rumahtangga2 yg terpilih di dlm populasi pada interval yg tetap (umumnya setiap dua minggu)

83

PEMERIKSAAN LABORATORIUM  Bahan : darah, tinja, urine, sputum, swab kulit tenggorok, kerokan/biopsi kulit, punksi kelenjar,
PEMERIKSAAN LABORATORIUM  Bahan : darah, tinja, urine, sputum, swab kulit tenggorok, kerokan/biopsi kulit, punksi kelenjar,
PEMERIKSAAN LABORATORIUM  Bahan : darah, tinja, urine, sputum, swab kulit tenggorok, kerokan/biopsi kulit, punksi kelenjar,
PEMERIKSAAN LABORATORIUM  Bahan : darah, tinja, urine, sputum, swab kulit tenggorok, kerokan/biopsi kulit, punksi kelenjar,

PEMERIKSAAN LABORATORIUM

PEMERIKSAAN LABORATORIUM  Bahan : darah, tinja, urine, sputum, swab kulit tenggorok, kerokan/biopsi kulit, punksi kelenjar,

Bahan : darah, tinja, urine, sputum, swab kulit tenggorok, kerokan/biopsi kulit, punksi kelenjar, swab urethra, vagina, cervix

Spesimen lain : jentik nyamuk, dan vektor lainnya

84

...
...
... Lab cont  Pengambilan  Pengumpulan  Detail 85

Lab

cont

... Lab cont  Pengambilan  Pengumpulan  Detail 85
... Lab cont  Pengambilan  Pengumpulan  Detail 85
... Lab cont  Pengambilan  Pengumpulan  Detail 85

Pengambilan sampel Pengumpulan spesimen Detail teknik

85

 Semua komponen tersebut diatas merupakan hal yang penting dalam penegakan diagnosis komunitas  Dari hasil
 Semua komponen tersebut diatas merupakan hal yang penting dalam penegakan diagnosis komunitas  Dari hasil
 Semua komponen tersebut diatas merupakan hal yang penting dalam penegakan diagnosis komunitas  Dari hasil

Semua komponen tersebut diatas merupakan hal yang penting dalam penegakan diagnosis komunitas

 Semua komponen tersebut diatas merupakan hal yang penting dalam penegakan diagnosis komunitas  Dari hasil
 Semua komponen tersebut diatas merupakan hal yang penting dalam penegakan diagnosis komunitas  Dari hasil

Dari hasil diagnosis komunitas kita melaksanakan tindakan komunitas semisal therapi / penatalaksanaan pada penyakit individu.

Hal ini akan dibahas pada topik Manajemen Masalah Kesehatan Komunitas

86

TERIMAKASIH 87
TERIMAKASIH 87
TERIMAKASIH 87
TERIMAKASIH 87
TERIMAKASIH 87

TERIMAKASIH

87