Anda di halaman 1dari 18

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) adalah hal yang tidak dapat terpisah
dari perjalanan hidup manusia. Karena pada dasarnya, sejak Ilmu Pengetahuan dan
Teknologi (IPTEK) dikembangkan, banyak penemuan-penemuan baru yang memberi
banyak manfaat bagi umat manusia dari berbagai bidang, seperti di bidang biologi (Ilmu
mengenai makhluk hidup), kimia (Ilmu mengenai reaksi-reaksi kimia), perairan, hingga
teknologi.
Terdapat banyak manfaat dari Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, diantaranya
memberikan pengetahuan kepada umat manusia mengenai awal mula mereka tercipta,
mengenai aktivitas-aktivitas yang dilakukan sehari-hari dapat menimbulkan reaksi kimia
yang akan memberi dampak, mengenai air serta asal muasal (siklus) air, hingga mengenai
alat-alat yang mampu meringankan pekerjaan manusia mengevisienkan waktu dengan
kualitas yang baik.
Seiring berjalannya waktu, Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) terus
dikembangkan untuk menunjang kehidupan umat manusia ditahun-tahun yang akan
datang. Selain itu, banyaknya Ilmu Pengetahun dan Teknologi (IPTEK) yang telah
ditemukan dan dikembangkan sebenarnya telah tertulis didalam Al-Quran kitab umat
muslim sejak 14 abad yang lalu. Namun, masih banyak umat manusia yang belum
menyadari hal ini. Seperti yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah, Baihaqi dll yang
menyatakan bahwa Rasulullah SAW telah bersabda Menuntut ilmu itu wajib atas setiap
Muslim.
Oleh karena itu, penulis membuat karya tulis ini untuk semakin membuktikan
kesempurnaan Al-Quran. Agar semakin banyak umat manusia yang mengetahui dan
mengakui keagungan dan kesempurnaan Al-Quran.
A. Rumusan Masalah mengikuti pembahasan
Berdasarkan latar belakang tersebut, maka rumusan masalah yang diambil adalah :
1. Apa pengaruh Al-Quran terhadap Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (bidang biologi,
kimia dan perairan)?
2. Apa pengaruh Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) terhadap Al-Quran?
3. Bagaimana membangkitkan IPTEK bagi kaum muslim?
1.2 Tujuan Penulisan

Adapun tujuan penulisan karya tulis ini adalah :


1. Untuk mengetahui pengaruh Al-Quran terhadap Ilmu Pengetahuan dan Teknologi di
bidang biologi, kimia, dan perairan.
2. Untuk mengetahui pengaruh Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) terhadap AlQuran.
3. Untuk mengetahui cara membangkitkan IPTEK bagi kaum muslim.
1.3 Manfaat Penulisan
Adapun manfaat penulisan karya tulis ini adalah :
1. Bagi pembaca
a. Agar pembaca dapat lebih mengetahui dan mempertegas kebenaran Al-Quran di
dalam bidang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK).
2. Bagi kaum muslim
a. Agar kaum muslim lebih termotivasi untuk memperdalam Ilmu Pengetahuan dan
Teknologi (IPTEK) agar bukti kebenaran Al-Quran dapat terus bertambah.
b. Kaum muslim lebih meningkat imannya terhadap Al-Quran yang merupakan
kitab yang benar dari Tuhan.
3. Bagi penulis
a. Agar penulis mampu meningkatkan kemampuan didalam bidang penulisan karya
tulis ilmiah.
b. Agar penulis semakin termotivasi dalam mengungkap kebenaran-kebenaran AlQuran di bidang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK)

BAB II
KAJIAN PUSTAKA

2.1 Pengertian Al-Quran


Dari segi bahasa, Al-Quran berarti "yang dibaca" atau "bacaan". Sedangkan,
menurut istilah pengertian Al-Qur'an adalah kitab suci umat Islam yang berisi firman-firman
Allah SWT, yang diwahyukan dalam bahasa Arab kepada Nabi Muhammad dan
membacanya bernilai ibadah. Al-Qur'an berfungsi sebagai petunjuk/pedoman bagi umat
manusia dalam mencapai kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat. Sebagai pedoman hidup,
isi/kandungan Al-Qur'an terbagi menjadi tiga pembahasan pokok yaitu akidah, ibadah, dan
prinsip-prinsip syariat.
Islam sebagai agama penyempurna dan paripurna bagi kemanusiaan, sangat
mendorong dan mementingkan umatnya untuk mempelajari, mengamati, memahami dan
merenungkan segala kejadian di alam semesta. Dengan kata lain Islam sangat mementingkan
pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Berbeda dengan pandangan dunia Barat yang melandasi pengembangan IPTEKnya hanya untuk kepentingan duniawi yang matre dan sekular, maka Islam mementingkan
pengembangan dan penguasaan IPTEK untuk menjadi sarana ibadah-pengabdian muslim
kepada Allah SWT dan mengemban amanat Khalifatullah (wakil/mandataris Allah) di muka
bumi untuk berkhidmat kepada kemanusiaan dan menyebarkan rahmat bagi seluruh alam
(Rahmatan lil Alamin). Ada lebih dari 800 ayat dalam Al-Quran yang mementingkan proses
perenungan, pemikiran dan pengamatan terhadap berbagai gejala alam, untuk ditafakuri dan
menjadi bahan dzikir (ingat) kepada Allah. Yang paling terkenal adalah ayat:

Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam
dan siang terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang berakal, (yaitu) orangorang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan
mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): Ya Tuhan kami,
tiadalah Engkau ciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami
dari siksa neraka. (Q.S. Ali Imran [3] : 190-191).

Allah akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan berilmu


pengetahuan beberapa derajat. (Q.S. Mujadilah [58] : 11 )
2.2 Pengertian ilmu pengetahuan dan teknologi
Dalam sudut pandang filsafat ilmu, pengetahuan dengan ilmu sangatberbeda
maknanya.Pengetahuan adalah segala sesuatu yang diketahuimanusia melalui tangkapan
pancaindra, intuisi dan firasat sedangkan, ilmuadalah pengetahuan yang sudah diklasifikasi,
diorganisasi, disistematisasidan diinterpretasi sehingga menghasilkan kebenaran obyektif,
sudah diujikebenarannya dan dapat diuji ulang secara ilmiah.Secara etimologis katailmu
berarti kejelasan, oleh karena itu segala yang terbentuk dari akar katanya mempunyai ciri
kejelasan. Dalam Al-Quran, ilmu digunakan dalam arti proses pencapaian pengetahuan

dan obyek pengetahuan sehingga memperoleh kejelasan. Dalam kajian filsafat, setiap ilmu
membatasi diri padasalah satu bidang kajian. Sebab itu seseorang yang memperdalam
ilmutertentu disebut sebagai spesialis, sedangkan orang yang banyak tahu tetapitidak
mendalam disebut generalis.
Pandangan Al-Quran tentang ilmu dan teknologi dapat diketahui prinsipprinsipnya dari analisis wahyu pertama yang diterima oleh Nabi Muhammad SAW. Bacalah
dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan, Dia telah menciptakan manusia dari
segumpal darah, Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah, Yang mengajar (manusia)
dengan perantaran kalam, Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya (Q.S.
Al-Alaq;1-5) . Istilah teknologi merupakan produk ilmu pengetahuan.Dalam sudutpandang
budaya, teknologi merupakan salah satu unsur budaya sebagai hasil penerapan praktis dari
ilmu pengetahuan. Meskipun pada dasarnya teknologi juga memiliki karakteristik obyektif
dan netral. Dalam situasi tertentu teknologi tidak netral lagi karena memiliki potensi untuk
merusak dan potensi kekuasaan. Disinilah letak perbedaan ilmu pengetahuan dengan
teknologi. Dalam KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), teknologi diartikan sebagai
kemampuan teknik yang berlandaskan pengetahuan ilmu eksakta dan berdasarkan proses
teknis.
Teknologi juga dapat membawa dampak positif berupa kemajuan dan
kesejahteraan bagi manusia juga sebaliknya dapat membawa dampak negatif berupa
ketimpangan-ketimpangan dalam kehidupan manusia dan lingkungannya yang berakibat
kehancuran alam semesta. Dalam pemikiran islam, ada dua sumber ilmu yaitu akal dan
wahyu. Keduanya tidak boleh dipertentangkan. Manusia diberi kebebasan dalam
mengembangkan akal budinya berdasarkan tuntunan Al-Quran dan sunnah rasul. Atas dasar
itu ilmu dalam pemikiran Islam ada yang bersifat abadi (mutlak) karena bersumber dari
Allah. Ada pula ilmu yang bersifat perolehan (nisbi) karena bersumber dari akal pikiran
manusia.
2.3 Penyikapan Terhadap Perkembangan IPTEK
Dalam menghadapi perkembangan budaya manusia dengan perkembangan
IPTEK yang sangat pesat, dirasakan perlunya mencari keterkaitan antara sistem nilai dan
norma-norma Islam dengan perkembangan tersebut. Menurut Mehdi Ghulsyani (1995),
dalam menghadapi perkembangan IPTEK ilmuwan muslim dapat dikelompokkan dalam tiga
kelompok:

Kelompok yang menganggap IPTEK modern bersifat netral dan berusaha melegitimasi

hasil-hasil IPTEK moderen dengan mencari ayat-ayat Al-Quran yang sesuai.


Kelompok yang bekerja dengan IPTEK moderen, tetapi berusaha juga mempelajari

sejarah dan filsafat ilmu agar dapat menyaring elemen-elemen yang tidak islami.
Kelompok yang percaya adanya IPTEK Islam dan berusaha membangunnya.
Untuk kelompok ketiga ini memunculkan nama Al-Faruqi yang mengintrodusir

istilah Islamisasi ilmu pengetahuan. Dalam konsep Islam pada dasarnya tidak ada
pemisahan yang tegas antara ilmu agama dan ilmu non-agama. Sebab pada dasarnya ilmu
pengetahuan yang dikembangkan manusia merupakan jalan untuk menemukan kebenaran
Allah itu sendiri. Sehingga IPTEK menurut Islam haruslah bermakna ibadah.Yang
dikembangkan dalam budaya Islam adalah bentuk-bentuk IPTEK yang mampu
mengantarkan manusia meningkatkan derajat spiritialitas, martabat manusia secara
alamiah.Bukan IPTEK yang merusak alam semesta, bahkan membawa manusia ketingkat
yang lebih rendah martabatnya.
Dari uraian diatas hakekat penyikapan IPTEK dalam kehidupan sehari-hari
yang islami adalah memanfaatkan perkembangan IPTEK untuk meningkatkan martabat
manusia dan meningkatkan kualitas ibadah kepada Allah SWT.Kebenaran IPTEK menurut
Islam adalah sebanding dengan kemanfaatannya IPTEK itu sendiri.

IPTEK akan bermanfaat apabila:


a.
b.
c.
d.

Mendekatkan pada kebenaran Allah dan bukan menjauhkannya.


Dapat membantu umat merealisasikan tujuan-tujuannya (yang baik).
Dapat memberikan pedoman bagi sesama.
Dapat menyelesaikan persoalan umat. Dalam konsep Islam sesuatu hal dapat
dikatakan mengandung kebenaran apabila ia mengandung manfaat dalam arti luas.

2.4 Ilmu Pengetahuan dan Teknologi di jaman Islam


Islam pernah berjaya di bidang IPTEK sekitar abad VIII sampai dengan abad
XIII. Tradisi keilmuan umat Islam dipelopori oleh Al-Kindi (filosof penggerak dan
pengembang ilmu pengetahuan) yang mengatakan bahwa Islam itu dapat memperoleh ilmu
pengetahuan dan teknologi dari manapun sumbernya, asalkan tidak bertenangan dengan

akidah dan syariat. Hal ini sejalan dengan hadits nabi yang menyuruh umatnya berlayar
sampai ke negeri China untuk memperoleh ilmu pengetahuan. Padahal China adalah negara
non muslim. Menurut Harun Nasution, pemikiran rasional berkembang pada jaman Islam
(650-1250 M). Pemikiran ini dipengaruhi oleh persepsi tentang bagaimana tingginya
kedudukan akal seperti yang terdapat dalam al-Qur`an dan hadits. Persepsi ini bertemu
dengan persepsi yang sama dari Yunani melalui filsafat dan sains Yunani yang berada di kotakota pusat peradaban Yunani di Dunia Islam Zaman Klasik, seperti Alexandria (Mesir),
Jundisyapur (Irak), Antakia (Syiria), dan Bactra (Persia). W. Montgomery Watt
menambahkan lebih rinci bahwa ketika Irak, Syiria, dan Mesir diduduki oleh orang Arab
pada abad ketujuh, ilmu pengetahuan dan filsafat Yunani dikembangkan di berbagai pusat
belajar. Terdapat sebuah sekolah terkenal di Alexandria, Mesir, tetapi kemudian dipindahkan
pertama kali ke Syiria, dan kemudian pada sekitar tahun 900 M ke Baghdad. Maka para
khalifah dan para pemimpin kaum Muslim lainnya menyadari apa yang harus dipelajari dari
ilmu pengetahuan Yunani.
2.5 Keutamaan IPTEK yang tercantum dalam Al-Quran
Al Mujadalah: 11
Wahai orang-orang yang beriman! Apabila dikatakan kepadamu,Berilah kelapangan di
dalam majelis-majelis,maka lapangkanlah, niscaya Allah akan Memberi kelapangan
untukmu. Dan apabila dikatakan, Berdirilah kamu, maka berdirilah, niscaya Allah akan
Mengangkan derajat orang-orang beriman diantara kamu dan orang-orang yang diberi
ilmu beberapa derajat. Dan Allah Maha Teliti apa yang kamu kerjakan.
Az Zumar: 9

(Apakah kamu orang musyrik yang lebih beruntung) ataukah orang yang beribadah
pada waktu malam dengan sujud dan berdiri, karena takut akan adzab akhirat dan
mengharapkan rahmat Tuhannya? Katakanlah, apakah sama orang-orang yang
mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui? Sebenarnya hanya orangorang yang berakal sehat yang dapat menerima pelajaran.

Al Baqarah: 269

Dia memberikan hikmah kepada siapa saja yang Dia kehendaki. Barangsiapa diberi
hikmah, sesungguhnya dia telah diberi kebaikan yang banyak. Dan tidak ada yang dapat
mengambil pelajaran kecuali orang-orang yang berakal sehat. (Hikmah adalah
kemampuan untuk memahami syariat-syariat agama.)
2.6 Al-Quran Dalam Kaitannya Dengan IPTEK di Berbagai Bidang
Biologi (Embrio)
o Surah Al-Alaq ayat 1-2
Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan. Dia telah
o
o
o
o
o

menciptakan manusia dari segumpal darah.


Surah Al- Muminun ayat 23
Surah Al-Hajj ayat 5
Surah Al-Sajdah : 8
Surah Al-Insan : 2
Surah Al-Muminun ayat 12-14
Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal)
dari tanah. Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam
tempat yang kokoh (rahim). Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah,
lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu

Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan
daging. Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha
sucilah Allah, Pencipta Yang Paling Baik. (Q.S. Al-Muminun: 12-14)

Kimia (Makan dan Minum Panas)


o Dalam Hadits Ibnu Abbas menuturkan Bahwasanya Nabi Shallallaahu alaihi wa
Salam melarang bernafas pada bejana minuman atau meniupnya. (HR. At
Turmudzi dan dishahihkan oleh Al-Albani).
o Dari Asma binti Abu Bakr, sesunguhnya jika beliau membuat roti tsarid wadahnya
beliau ditutupi sampai panasnya hilang kemudian beliau mengatakan, aku
mendengar Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda, Sesungguhnya
makanan yang sudah tidak panas itu lebih besar berkahnya. [HR Hakim no 7124.
Hakim mengatakan, Hadits sahih sesuai dengan kriteria Muslim. Pernyataan
beliau ini disetujui oleh adz Dzahabi. Hadits di atas dimasukkan oleh al Albani
dalam Silsilah Shahihah jilid 1 bagian 2 no. hadits 392.

Perairan (Siklus Air dan 2 Macam Air)


(Siklus Air)
o Surah Al-Tariq : 11
o Surat An-Nur : 43
o Surat Ar-Rum : 48
o Surat Al-Zumar : 21
o Surat Al-Muminun : 18
o Surat Ar-Rum : 24
o Surat Al-Hijr : 22
o Surat Al-Aaraf : 57
o Surat Al-Rad : 17
o Surat Al-Furqan : 48-49
o Surat Al-Fatir : 9
o Surat Yasin : 34
o Surat Al-Jathiya : 5
o Surat Qaf : 9
o Surat Al-Waqiah : 68-70
o Surat Al-Mulk : 30
(2 Macam Air)

o Surah Al-Furqan : 53
o Surah Ar-Rahman : 19-20
Geologi (Gunung Sebagai Tiang)
o Surah An-Naba : 6-7
o Surah Al-Ghasiyah : 19
o Surah Al-Naziyat : 32
o Surah Al-Anbiya : 31
o Surah Luqman : 10
o Surah An-Nahl : 15

BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
3.1 Metode Penelitian
Metode yang digunakan dalam penulisan karya tulis ilmiah ini adalah penelitian
korelasional, yaitu penelitian yang bertujuan untuk melihat ada tidaknya hubungan antara
variabel atau gejala tertentu terhadap variabel atau gejala lainnya. Metode ini dipilih agar
pembaca dapat lebih memahami keterkaitan Al-Quran terhadap pengembangan ilmu
pengetahuan dan teknologi.
3.2 Teknik Pengumpulan Data
Pengumpulan data primer dilakukan dengan menggunakan teknik

wawancara singkat

kepada responden. Sedangkan data sekunder dikumpulkan dari beberapa literature seperti
ayat-ayat Al-Quran, hadits-hadits, internet, dll. Pemilihan responden menggunakan teknik
acak bertujuan (purposive random sampling).
3.3 Teknik Analisis Data
Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis kualitatif artinya
data yang telah terkumpul, diolah atau disajikan dalam bentuk uraian dan penjelasan. Data
primer dalam penelitian ini berfungsi sebagai pelengkap dari data sekunder yang telah
dikumpulkan.
3.4 Data dan Sumbernya
Penelitian ini menggunakan data primer dan data sekunder. Data primer adalah data yang
dikumpulkan sendiri kepada sumbernya atau yang diperoleh langsung dari lapangan dengan
cara wawancara mendalam dan kuesioner. Data sekunder merupakan data yang diperoleh
atau dikumpulkan peneliti dari berbagai sumber yang telah ada (peneliti sebagai tangan
kedua). Data primer diambil dari pertanyaan singkat yang diajukan kepada responden. Data
sekunder diambil dari beberapa situs di internet dan berbagai hadits serta ayat dalam AlQuran.
3.5 Waktu dan Lokasi Penelitian
Penelitian ini dilakukan secara singkat pada tanggal 24-30 Oktober 2014 di kabupaten
Polewali Mandar tepatnya di gedung SMA N 1 Polewali.
3.6 Populasi dan Sampel

Dari metode penelitian yang telah dilakukan, digunakan populasi dan sampel sebagai
berikut :
Populasi :
Sampel :
3.7 Hipotesis
Hipotesis merupakan dugaan sementara dalam suatu penelitian yang masih perlu untuk
dikaji lebih lanjut guna mendapatkan hasil yang tepat. Hipotesis dalam penelitian ini adalah
sebagai berikut :
Al-Quran memiliki pengaruh yang sangat besar kepada perkembanganIPTEK
IPTEK 100% sangat bergantung pada Al-Quran
Masih banyak umat muslim yang minim ilmu pengetahuan dan tidak menyadari bahwa
Al-Quran juga merupakan sumber pengetahuan

BAB IV
HASIL & PEMBAHASAN
Dalam bab ini akan dijelaskan keterkaitan Al-Quran dengan IPTEK di bidang biologi, kimia,
perairan dan geologi.
4.1 Al-Quran dan Biologi (Bentuk Embrio)
Ada sekelompok orang Arab yg mengumpulkan data mengenai isi Al-Quran dan
hadits yang berkaitan dengan embriologi, kemudian mereka menyampaikannya
kepada Prof. Keith Moore (Ketua jurusan anatomi di Universitas Toronto, Canada).
Setelah membaca sebagian terjemahan Al-Quran, beliau diminta untuk
mengomentarinya. Beliau berkata bahwa: Sebagian besar ayat-ayat Al-Quran
sangat sesuai dengan embriologi modern yang ada sekarang, namun ada beberapa
ayat yang tidak bisa saya katakan benar atau salah karena saya sendiri tidak tahu.
Ayat yang dimaksud adalah Surat Al-Alaq ayat 1-2:
Baca, katakan, dan nyatakan dengan nama Tuhan yang menciptakan. Yang
menciptakan manusia dari sesuatu yang lengket, lintah seperti substansi.
Prof. Keith Moore kemudian pergi ke lab.nya untuk membuktikan ayat ini.
Kemudian dia menganalisa tahap awal embrio di bawah mikroskop dan
membandingkannya dengan foto seekor lintah. Dan ia pun tercengang akan
kemiripannya.

Surat Al-Muminun : 23 & Surat Al-Hajj : 5


Umat manusia diciptakan dari nutfah (Arab: suatu kuantitas yang sangat kecil),
dan kita tahu bahwa saat pengeluaran mani dari berjuta-juta sel sperma untuk
membuahi sel telur dan Al-Quran mengacu pada nutfah.
Surat Al-Sajdah : 8
kami telah menciptakan manusia dari sulalah. Hanya satu sel sperma dari jutaan
sel sperma lainnya yang dapat membuahi sel telur. Al-Quran merujuk pada sulalah.
Surat Al-Insan : 2

Kami menciptakan manusia dari Nutfatun Amshaaj 1 menit kuantitas dari cairan
campuran yaitu sel sperma dan sel telur. Keduanya diperlukan dalam pembuahan.
Surat Al-Muminuun ayat 12-14
Kami telah menciptakan manusia dari nutfah (1 menit kuantitas cairan) dan
meletakkannya pada tempat yang aman, lalu kami mengubahnya menjadi alaqah
(lintah seperti substansi, sesuatu yang lengket, gumpalan darah beku). Lalu
mengubah alaqah itu menjadi mutghah (kunyahan seperti gumpalan). Kemudian
kami mengubah mutghah menjadi izzama (tulang), lalu menyelimuti tulang itu
dengan daging dan kami menjadikan makhluk baru.
Gumpalan darah beku
Prof. Keith Moore mengatakan mulanya embrio selain mirip lintah, juga mirip sekali
dengan gumpalan darah beku. Karena pada awal pertumbuhannya, yaitu tahap alaqah
(3-4 minggu) darah dibekukan dalam tempat tertutup. Dan saat embrio berumur 3
minggu sirkulasi darah tidak dapat terjadi, tapi nanti itu dianggap sebagai
kemunculan darah beku.

4.2 Al-Quran dan Kimia (meniup makanan dan minuman)


Makanan maupun minuman yang bersuhu tinggi (panas) akan menghasilkan uap air (H2O).
Sedangkan pada saat manusia menghembuskan nafas (meniup) akan menghasilkan karbon
dioksida (CO2). Jika uap air (H2O) dan karbon dioksida (CO 2) bertemu maka akan bereaksi
dan menghasilkan asam karbonat (H2CO3). Perlu diketahui bahwa didalam darah itu
terdapat H2CO3 yang berguna untuk mengatur pH (tingkat keasaman) di dalam darah. Darah
adalah Buffer (larutan yang dapat mempertahankan pH) dengan asam lemahnya berupa
H2CO3 dan dengan basa konjugasinya berupa HCO3- sehingga darah memiliki pH sebesar
7,35 7,45 dengan reaksi sebagai berikut:
CO2 + H2O H2CO3
CO2 + H2O HCO3- + H+
Tubuh menggunakan penyangga pH (buffer) dalam darah sebagai pelindung terhadap
perubahan yang terjadi secara tiba-tiba dalam pH darah. Adanya kelainan pada mekanisme
pengendalian pH tersebut, bisa menyebabkan salah satu dari 2 kelainan utama dalam
keseimbangan asam basa, yaitu asidosis atau alkalosis.
Asidosis adalah suatu keadaan dimana darah terlalu banyak mengandung asam (atau terlalu
sedikit mengandung basa) dan sering menyebabkan menurunnya pH darah. Sedangkan
Alkalosis adalah suatu keadaan dimana darah terlalu banyak mengandung basa (atau terlalu
sedikit mengandung asam) dan kadang menyebabkan meningkatnya pH darah.
Kembali lagi ke permasalahan awal, dimana makanan yang seseorang tiup, lalu
karbondioksida dari mulut orang tersebut akan berikatan dengan uap air dari makanan dan
menghasilkan asam karbonat yang akan mempengaruhi tingkat keasaman dalam darah orang
tersebut sehingga akan menyebabkan suatu keadaan dimana darah orang tersebut akan
menjadi lebih asam dari seharusnya sehingga pH dalam darah menurun, keadaan ini lebih
dikenal dengan istilah asidosis. Seiring dengan menurunnya pH darah, pernafasan menjadi
lebih dalam dan lebih cepat sebagai usaha tubuh untuk menurunkan kelebihan asam dalam

darah dengan cara menurunkan jumlah karbon dioksida. Pada akhirnya, ginjal juga berusaha
mengkompensasi keadaan tersebut dengan cara mengeluarkan lebih banyak asam dalam air
kemih. Tetapi kedua mekanisme tersebut tidak akan berguna jika tubuh terus menerus
menghasilkan terlalu banyak asam, sehingga terjadi asidosis berat. Sejalan dengan
memburuknya asidosis, penderita mulai merasakan kelelahan yang luar biasa, rasa
mengantuk, semakin mual dan mengalami kebingungan. Bila asidosis semakin memburuk,
tekanan darah dapat turun, menyebabkan shock, koma dan bahkan kematian.
4.3 Al-Quran dan Perairan
Siklus Air
o Surat Al-Tariq : 11
Dengan kemampuan langit untuk mengembalikan. Hampir semua uraian dalam AlQuran menyebutkan bahwa ayat ini mengacu kepada kemampuan langit untuk
mengembalikan hujan yang berarti penguapan. Lapisan ozon yang ada di langit
selain berfungsi menurunkan hujan, juga berguna untuk memancarkan energi dan
unsur lain ke bumi yang dibutuhkan makhluk hidup. Lapisan ini tidak hanya
menurunkan hujan tapi juga memantulkan gelombang telekomunikasi, radio, televisi.
Selain itu lapisan ini juga memantulkan atau menyerap sinar-sinar berbahaya dari
luar angkasa, misalnya sinar UV (ultraviolet) dari matahari diserap ionosfer, karena
jika tidak ada yang menghalaunya maka tidak akan ada kehidupan di bumi ini.
o Surat An-Nur : 43
o Surat Ar-Rum : 48
o Surat Al-Zumar : 21
o Surat Al-Muminun : 18
o Surat Ar-Rum : 24
o Surat Al-Hijr : 22
o Surat Al-Aaraf : 57
o Surat Al-Rad : 17
o Surat Al-Furqan : 48-49
o Surat Al-Fatir : 9
o Surat Yasin : 34
o Surat Al-Jathiya : 5
o Surat Qaf : 9
o Surat Al-Waqiah : 68-70
o Surat Al-Mulk : 30

Kelautan
o Surah Al-Furqan : 53
Bahwa Allah-lah yang menciptakan dua macam air, yang satu manis dan enak, dan
satunya asin dan pahit, keduanya dapat bertemu tapi mereka tidak akan bersatu
karena ada rintangan yang tidak dapat dilalui.
o Surah Ar-Rahman : 19-20
Allah-lah yang telah membuat 2 macam air mengalir, meskipun mereka bertemu
keduanya tidak dapat bercampur sebab diantara mereka ada rintangan yang tidak
dapat dilewati. Saat ini setelah kemajuan ilmu kelautan diketahui bahwa kapanpun
satu jenis air mengalir ke jenis air lainnya, maka air tersebut akan kehilangan unsur
pokoknya dan menjadi sama dengan air yang mengalir. Ada daerah lebih homogen
yang dimaksud Al-Quran dengan barzakh (rintangan tak terlihat).

4.4 Al-Quran dan Geologi (gunung sebagai tiang)


Surah An-Naba : 6-7
Kami telah menciptakan bumi sebagai suatu permukaan yang luas gununggunungnya sebagai tiang.
Al-Quran tidak mengatakan gunung menjulang tinggi seperti tiang, melainkan

gunung adalah tiang.


dalam bahasa Arab berarti tiang atau pasak tenda.
Saat ini dengan kemajuan ilmu geologi, diketahui bahwa gunung memiliki akar-akar
yang dalam. Dan bagian luar yang dilihat pada gunung hanya persentase kecilnya
saja. Dan yang tidak kelihatan mirip seperti tiang yang ditancapkan ke tanah.
Surah Al-Ghasiyah : 19 & Surah Al-Naziyat : 32
Kami telah membuat gunung-gunung tegak di bumi. Para ahli geologi saat ini
mengatakan bahwa gunung dapat menstabilkan bumi. Buku The Earth merupakan
salah satu buku yang dijadikan rujukan di hampir seluruh universitas geologi. Salah
satu penulisnya adalah Dr. Frank Fritsch yang menulis dalam bukunya : gunung
merupakan irisan yang memiliki akar kuat di bawahnya dan fungsi gunung adalah
menstabilkan bumi.
Surah Al-Anbiya : 31, Surah Luqman : 10, dan Surah An-Nahl : 15
Kami telah membuat gunung-gunung berdiri tegak di bumi kalau tidak, gununggunung itu akan goncang bersamamu. Fungsi gunung dalam Al-Quran adalah
untuk melindungi dari goncangan.

BAB V
PENUTUP
5.1Kesimpulan
Kesimpulan dari penelitian ini adalah Al-Quran sangat berpengaruh besar terhadap IPTEK
di berbagai bidang dan dapat dikatakan Al-Quran melampaui batas IPTEK, karena banyak
ilmu pengetahuan terkini yang telah dijelaskan berabad-abad sebelumnya di Al-Quran.
Adapun cara meningkatkan ilmu pengetahuan dan teknologi di kalangan muslim adalah
dengan mendalami kitab untuk semua umat yang tidak mungkin diragukan kebenarannya,
yakni Al-Quran. Teori-teori yang dipelajari selama ini bisa saja salah, namun Al-Quran
yang merupakan ilmu pengetahuan langsung dari Tuhan tidak mungkin salah.

5.2Saran

Seperti sabda Rasulullah saw. : Menuntut ilmu itu wajib atas setiap muslim. Jadi
tuntutlah ilmu setinggi-tingginya dengan tidak melenceng dari ajaran agama dan AlQuran.
Sebagai umat muslim, sudah seharusnya untuk dapat memahami kitab Al-Quran
lebih dari umat lainnya.
Al-Quran merupakan sumber petunjuk kepada umat manusia baik di dunia dan
akhirat, sehingga jika mengalami kesulitan berdoalah kepada Allah swt. dan mencari
petunjuk atas permasalahan yang dialami di dalam Al-Quran dan hadits-hadits.