Anda di halaman 1dari 14

Battery sizes: Mengenal berbagai ukuran baterai yang umum

10.31 Energi
Di saat kita barusan membeli barang elektronik, untuk mengaktifkan /
menghidupkannya kita diharuskan membeli beberapa baterai. Karaguan pun
muncul, bateri sebesar apa yang harus kita beli yang cocok buat barang tersebut.
Pada casing-nya hanya tertulis misalkan, "AAA SIze". Dari casing tempat baterai-nya
kita bisa memperkirakan bahwa baterai
yang dibutuhkan adalah baterai yang
kecil, namun sekecil apa kita tidak bisa
memastikan.
Dalam bahasa kita sehari-hari ukuran-ukuran baterai ini adalah: Paling kecil, kecil,
tanggung dan besar serta kotak. Namun istilah ini kurang cukup memberikan
informasi yang kita butuhkan.
Berikut ukuran-ukuran baterai yang umum serta informasi yang bisa kita dapatkan
dari tulisan-tulisan pada body baterai.

Nama
umum

Kapasitas yg
umum (mAh)

Dimensi-mm
(Diameter x Tinggi)

AAA

R03 (Zinc-carbon)
LR03 (Alkaline)
HR03 (Ni-MH)
KR03 (Ni-Cd)
ZR03 (Ni-OOH)
FR03 (Li-FeS2)

540
1200
800 - 1000
-

10,5 x 44,5

AA

R6 (Zinc-carbon)
LR6 (Alkaline)
FR6 (Li-FeS2)
HR6 (Ni-MH)
KR6 (Ni-Cd)
ZR6 (Ni-OOH)

1100
2700
3000
1700 - 2900
600 - 1000
-

14,5 x 50,5

R14 (Zinc-carbon)
LR14 (Alkaline)
HR14 (Ni-MH)

3800
8000
4500 - 6000

Nama IEC
(menurut bahan kimia-nya)

26,5 x 50

KR14 (Ni-Cd)
ZR14 (Ni-OOH)

R20 (Zinc-carbon)
LR20 (Alkaline)
HR14 (Ni-MH)
KR14 (Ni-Cd)
ZR14 (Ni-OOH)

8000
12000
2200 - 12000
-

34,2 x 61,5

9V

6F22 (Zinc-carbon)
6LR61 (Alkaline)
6KR61 (Ni-Cd)
6HR61 (Ni-MH)

400
565
120
175 - 300

Panjang = 26,5
Lebar = 17,5
Tinggi = 48,5

Sebagai contoh kita lihat gambar berikut:

Gambar.1. HR03 berarti, baterai ukuran AAA yang berbahan Ni-MH (Nickel Metal
Hybrid), dengan kapasitas 800 - 1000 mAh. Baterai yang berbahan Ni-MH selalu
baterai yang dapat di-cas ulang (rechargeable).
Sedangkan MX2400 merupakan nama lain dari HR03 yang maknanya sama.
Gambar.2. LR6 berarti, baterai ukuran AA yang berbahan Alkaline dengan kapasitas
2700 mAh. Jika kita lihat tulisan sebelumnya pada Mengenal jenis-jenis baterai,
baterai berbahan Alkaline bisa sebagai baterai sekali pakai (disposal / single-use)
atau baterai yang dapat di-cas ulang (rechargeable). Baterai yang rechargeable
biasanya pada body baterai ada tertulis "RECHARGEABLE".

Battery sizes [2]: Mengenal ukuran baterai kancing (baterai jam)


17.14 Energi
Baterai kancing (button cells) maksudnya baterai yang secara umum bentuknya
seperti kancing baju. Sering juga disebut dengan baterai koin (coin cells) untuk
ukuran diameter yang lebih besar, Baterai ini banyak digunakan pada jam tangan
dan kalkulator. Namun zaman
sekarang penerapannya cukup banyak,
tidak terbatas hanya pada jam tangan
dan kalkulator.
Penamaan baterai jenis ini mengikuti standar yang ditetapkan oleh lembaga IEC
(International Electrotechnical Commission) yang terdiri dari gabungan huruf dan
angka-angka. Huruf mewakili bahan kimia-nya sedangkan angka-angkanya mewakili
ukuran baterai tersebut.
Kita ambil contoh gambar berikut:

Gambar-1. CR2016

Pada gambar-1, baterai koin di atas terdapat tulisan CR2016.


Huruf "C" = baterai Lithium
Angka "20" = diameter 20,0 mm
Angka "16" = tebal 1,6 mm
Untuk huruf-huruf yang digunakan sesuai standar IEC digolongkan seperti tabel-1
berikut.
Nama
Umum

Huruf

Elektroda
Elektroda Positif (+)
Negatif (-)

Tegangan
Nominal
(V)

Batas
Tegangan
akhir (V)

Alkaline

Manganese Dioxide Zinc

1,5

1,0

Silver

Silver Oxide

Zinc

1,55

1,2

Zinc-air

Oxygen

Zinc

1,4

1,2

Lithium

Manganese Dioxide Lithium

2,0

Carbon
Monofluoride

2,0

Lithium

Copper Oxide

Zinc

1,5

1,2

Tabel-1

Dari gambar di atas, kolom huruf mewakili bahan kimianya yang juga sering dipakai
sebagai nama umum yang sering dipakai. Kolom elektroda positif / negatif
menunjukkan bahan kimia yang digunakan untuk masing-masing elektroda.
Tegangan Nominal menunjukan tegangan yang siap digunakan,
sedangkan batas tegangan akhir (end-point voltage) adalah batas tegangan yang
tidak bisa dipergunakan lagi. Jika sudah mencapai batas tegangan ini, tegangan
akan langsung drop.
Untuk angka-angka yang digunakan untuk menunjukkan ukuran fisik baterai,
menurut standar IEC, biasanya terdiri dari 3 atau 4 angka. Jika terdiri dari 3 angka,
maka angka pertama menunjukkan diameter baterai dan dua angka terakhir
menunjukkan tebalnya baterai. Jika terdiri dari 4 angka, dua angka pertama
menunjukkan diameter baterai dan dua angka terakhir menunjukkan tebal baterai.
Tabel-2 berikut menunjukkan ukuran diameter baterai dan toleransinya:
Kode
Angka

Diameter
(mm)

Toleransi
(mm)

4,8

+/- 0,15

5,8

+/- 0,15

6,8

+/- 0,15

7,9

+/- 0,15

9,5

+/- 0,15

10

10,0

+/- 0,20

11

11,6

+/- 0,20

12

12,5

+/- 0,25

16

16

+/- 0,25

20

20

+/- 0,25

23

23

+/- 0,50

24

24,5

+/- 0,50

Tabel-2

Kita ambil contoh lagi seperti 2 gambar berikut.

Gambar-2. LR936

Gambar-2 di atas kode-nya LR936,


Huruf "L" = Alkaline
Angka pertama "9" = Diameter 9,5 mm
Dua angka terakhir "36" = Tebal baterai 3,6 mm
Di pasaran banyak juga kode produk baterai kancing / koin mengikuti standar
tertentu seperti contoh gambar-3 berikut.

Gambar-3. 337

Dari gambar-3 di atas kode nama produk hanya terdiri dari tiga angka yaitu 337. Dari
kombinasi 3 angka ini tidak menjelaskan jenis baterai (bahan kimianya) dan ukuran
fisiknya seperti kode penamaan menurut standar IEC.
Untuk mengetahui hal ini kita perlu mencari datasheet produk tersebut dari
produsennya. Atau kita bisa juga menggunakan tabel konversi berikut yang berguna
untuk mencari persamaan produk untuk merk dari produsen yang lain.
VOLT

EVERREAD ENERGIZE DURACEL


PANASONI
MAXELL
VARTA
Y
R
L
C

1,5

301

301

D301

SR43SW

SP301

V301

1,5

303

303

D303

SR44SW

SP303

V303

1,5

309

309

D309

SR754SW

WS6

V309

1,35

313

313

D313

NP313

V313

1,5

314

314

SR716W

1,5

315

315

D315

SR716SW

SP315

V315

1,5

317

317

D317

SR516SW

SP317

V317

1,5

319

319

D319

SR527SW

SP319

V319

1,5

321

321

D321

SR616SW

SP321

V321

1,35

323

323

D323

WH-6

V323

1,35

325

325

D325

WH-1

V325

1,5

328

328

1,5

329

329

D329

SR731SW

V329

1,5

333

333

SR610SW

1,5

335

335

SR512SW

SP335

1,5

337

337

SR416SW

SR416SW

1,5

339

339

SR614SW

V339

1,5

341

341

V341

1,35

343

343

D343

NP343

V343

1,5

344

344

D344

SR1136S
W

WS12

V344

1,5

350

350

D350

V350

1,35

354

354

D354

V354

1,5

357

357

D357

SR44W

SP357

V357

1,5

361

361

D361

SR721W

SP361

V361

1,5

362

362

D362

SR721SW

SP362

V362

1,5

364

364

D364

SR621W

SP364

V364

1,5

365

365

SR1116W

1,5

366

366

D366

SR1116S
W

V366

1,5

370

370

D370

SR920W

SP370

V370

1,5

371

371

D371

SR920SW

SP371

V371

1,5

372

372

SR916W

SP372

1,5

373

373

D373

SR916SW

SP373

V373

1,5

376

376

SR626W

SP376

1,5

377

377

D377

SR626SW

SP377

V377

1,5

379

379

D379

SR521SW

SP379

V379

1,5

381

381

D381

SR1120S
W

V381

1,5

384

384

D384

SR41SW

SP384

V384

1,5

386

386

D386

SR43W

SP386

V386

1,35

387

387

D387

V387

1,35

388

388

D388

V388

1,5

389

389

D389

SR1130W

SP389

V389

1,5

390

390

D390

SR1130S
W

WS-10

V390

1.5

391

391

D391

SR1120W

SP391

V391

1,5

392

392

D392

SR41W

SP392

V392

1,5

393

393

D393

SR754W

SP393

V393

1,5

394

394

D394

SR936SW

V394

1,5

395

395

D395

SR927SW

SP395

V395

1,5

396

396

D396

SR726W

SP396

V396

1,5

397

397

D397

SR726SW

SP397

V397

1,5

399

399

D399

SR927W

SP399

V399

Tabel-3

Dengan demikian gambar baterai kancing di atas yang kode produknya 337, sama
dengan SR416SW yang berarti, berbahan Silver Oxide, diameter 4,8 mm, tebal 1,6

mm.
Sebagai catatan, tabel-3 di atas semua berbahan SIlver Oxide, kecuali kode produk
313, 323, 325, 343, 354, 387 dan 388 yang berbahan Mercury.
Untuk baterai kancing / koin yang berbahan Lithium kita lihat tabel-4 berikut.
EVERREADY ENERGIZER DURACELL MAXELL PANASONIC

VARTA

CR1025

ECR1216

ECR1216

CR1216

ECR1220

ECR1220

DL1220

CR1220

CR1220

CR1220

ECR1225

ECR1225

ECR1616

ECR1616

CR1616

CR1616

ECR1620

ECR1620

DL1620

CR1620

CR1620

CR1620

ECR2012

ECR2012

CR2012

CR2012

ECR2016

ECR2016

DL2016

CR2016

CR2016

CR2016

ECR2025

ECR2025

DL2025

CR2025

CR2025

CR2025

ECR2032

ECR2032

DL2032

CR2032

CR2032

CR2032

ECR2320

ECR2320

CR2320

ECR2430

ECR2430

DL2430

CR2430

CR2430

Tabel-4

Dari Tabel-3 (Silver Oxide) dan Tabel-4 (Lithium) di atas dapat kita simpulkan:
1. Dari ke-enam produsen di atas produk mereka dapat saling menggantikan untuk
produk baterai yang berada dalam satu baris. Misalkan kita ingin mengganti baterai
jam tangan merk VVARTA "V379" namun tidak tersedia di toko terdekat, kita bisa
menggantinya dengan merka lain seperti MAXELL "SR521SW", atau PANASONIC
"SP379", atau DURACELL "D379".
2. Beberapa baterai dapat saling menggantikan seperti:
- baterai 376 dengan 377
- baterai 396 dengan 397
- baterai 361 dengan 362
- baterai 395 dengan 399
- baterai 303 dengan 357
3. Khusus Tabel-4, sengaja tidak dicantumkan besarnya tegangan karena semua
tegangannya 3 Volt.
Bagi yang ingin print tabel di atas versi pdf-nya klik di sini.

Types of batteries: Mengenal jenis-jenis baterai berdasarkan bahan kimianya

17.35 Energi
Hampir semua barang elektronik yang kita bawa pasti mengandung baterai sebagai
tenaga penggeraknya. Sebut saja, seperti handphone, jam tangan, gadget dan
laptop yang kita tenteng. Semua menggunakan baterai sebagai 'nyawa'-nya.
Ada baiknya kita mengenal jenisjenisnya agar kita dapat
memperlakukannya sesuai dengan "keinginan"-nya, sehingga baterai kita akan awet
dan bekerja sesuai harapan. Dengan demikian barang elektronik kita akan selalu
dalam kondisi siap pakai.
Disamping itu, jika kita mengenal baterai dengan baik maka kita akan tahu fungsi
dan penerapannya secara tepat.

Secara garis besar, berdasarkan bahan kimia-nya baterai dibagi dalam dua kategori
utama, yaitu:
A. Baterai Primer (Primary Batteries)
Jenis ini disebut juga baterai sekali pakai (single-use battery) yang berarti setelah
habis arus listriknya baterai tersebut harus dibuang ditempat semestinya.
B. Baterai Sekunder (Secondary Batteries)
Jenis ini disebut juga baterai yang dapat di-cas ulang (rechargeable batteries) jika
telah habis arus listriknya.
Berikut berbagai macam baterai untuk masing-masing kategori di atas.
A. Baterai Primer (Primary Batteries)

1. Heavy Duty, atau Carbon Zinc (Zn-MnO2) battery. Ini merupakan baterai primer
yang paling murah yang banyak digunakan dalam rumah tangga seperti pada jam
dinding dan remote control.

2. Alkaline, zinc-alkaline manganese dioxide battery. Baterai jenis ini memiliki power
yang lebih dan umur simpan yang lebih lama dari baterai Heavy Duty.

3. Lithium Cells. Baterai Lithium memiliki kemampuan kinerja yang jauh lebih baik
melampaui baterai elektrolit konvensional. Umur simpannya bisa lebih dari 10 tahun
dan tetap bekerja dengan baik pada suhu yang sangat rendah. Baterai Lithium
umumnya sebesar uang coin saja, maksimal ukuran AA. Hal ini atas pertimbangan
keselamatan dan keamanan saja jika digunakan masyarakat umum. Sebenarnya
ada juga ukuran yang lebih besar namun penggunaannya hanya terbatas pada
kepentingan militer saja.

4. Silver Oxide Cells. Baterai jenis ini memiliki kepadatan energi sangat tinggi tetapi
harganya mahal karena terbuat dari bahan silver (perak). Karenanya ukurannya
sangat kecil sebesar kancing baju yang digunakan pada jam tangan dan calculators.

5. Zinc Air Cells. Baterai jenis ini menjadi standar yang digunakan pada alat bantu
dengar. Memiliki waktu pakai yang sangat lama karena hanya memiliki material
anoda saja, sedangkan katoda-nya memanfaatkan udara di sekitarnya.
B. Baterai Sekunder (Secondary Batteries)

1. Rechargeable Alkaline. Merupakan baterai alkaline yang paling murah yang


dapat di-cas ulang, memiliki umur simpan yang lama dan cocok untuk penggunaan
yang umum / moderat. Di antara baterai yang dapat di-cas ulang, jenis baterai ini
merupakan jenis yang paling rendah siklus penge-cas-an ulangnya, sekitar 25 kali
atau lebih. Namun demikian baterai ini tetap menjadi pilihan karena populernya
baterai alkaline ditambah lagi dapat di-cas ulang.

2. Nickel-Cadmium (Ni-Cd). Baterai Ni-Cd merupakan baterai yang bisa di-cas


ulang yang kokoh serta handal dan mempunyai daya yang tinggi serta dapat
digunakan dalam rentang temperatur yang luas. Kekurangannya baterai jenis ini
memiliki waktu pakai yang rendah (lebih sering nge-cas-nya). Arus listrik (setelah dicas penuh) akan berkurang 30% per bulan jika tidak dipergunakan. Memiliki
kandungan racun (toxic) 15%, karsinogenic cadmium, (zat yang dapat menyebabkan
kangker), karenanya harus di re-cycle, jangan dibuang sembarang tempat. Baterai
jenis ini walaupun berbahaya tetap banyak digunakan terutama pada alat-alat
pertukangan.

3. Nickel-Metal Hydride (Ni-MH). Baterai Ni-MH memiliki 30% lebih kapasitasnya


dibanding baterai Ni-Cd pada tegangan yang sama. Cycle life ( jumlah cas ulang
setelah pemakaian) lebih tinggi dan memiliki kemampuan pada beban arus yang
lebih tinggi. Self-discharge (arus berkurang selama penyimpanan) rata-rata 40% per
bulan. Baterai Ni-MH tidak mengandung racun cadmium, tapi tetap mengandung zat
karsinogen, soperti nickel-oxides dan cobalt.

4. Lithium Ion, (Li-Ion). Lithium-ion merupakan terobosan baru dalam dunia baterai
rechargeable. Beratnya lebih ringan 30% dan kapasitasnya lebih 30% dibanding
baterai Ni-MH. Self-discharge-nya rata-rata 20% per bulan. Jika terkena panas akan
merusak baterai bahkan dapat terbakar. Tidak mengandung racun cadmium tetapi
tetap mengandung zat karsinogen sepeti cobalt oxides dan nickel oxides. Baterai
jenis ini banyak digunakan pada laptop dan handphone dan selalu dijual sebagai
bagian dari perangkat elektroniknya karena harus menggunakan charger khusus.

5. Lead-Acid. Baterai lead-acid (asam timbal) lebih dikenal dengan nama aki.
Sangat populer diseluruh dunia, daya tahan tinggi dan sangat ekonomis. Namun
karena beratnya, baterai ini tidak memungkinkan digunakan pada barang elektronik
yang portable. Bahan timbal (lead) merupakan racun dan bersifat karsinogen.
Karenanya harus di daur ulang dengan baik. Proses daur ulang baterai Lead Acid
merupakan proses daur ulang paling sukses dunia. Saat ini 93% baterai lead-acid
telah didaur-ulang dan dipergunakan untuk memproduksi baterai lead- acid yang
baru.
Berikut tabel rangkuman penggunaan dari masing-masing jenis baterai.
- Baterai Primer (Single-use Batteries)
Jenis Baterai
Volt(V)
Penggunaan yang umum
Alkaline

1,5

CD/MD/MP3 players, mainan, game


elktronik, camera, senter, remote control

Carbon Zinc

1,5

Jam dinding, radio, alarm asap

Lithium coin

Calculator, electronic organizers

Lithium photo

3 / 6 Camera

Silver Oxide (botton


cells)

1,55 jam tangan

Zinc-air

1,4

Alat bantu dengar

- Baterai Sekunder (Rechargeable Batteries)


Jenis Baterai
Volt(V)
Penggunaan yang umum
Rechargeable Alkaline

1,5

CD/MD/MP3 players, mainan, game


elktronik, camera, senter, remote control dan
lampu listrik tenaga matahari

Ni-MH

1,2

Digital camera, mainan remote control

Ni-Cd

1,2

Alat pertukangan

Li-ion

3,6 - Notebook, PDAs, handphone, camcorder,


3,7 digital camera

Lead-acid

12

Aki mobil, UPS, lampu tenaga surya, mobil


golf, pelayaran.

Glossary of

battery: Istilah pada baterai


Berikut beberapa istilah karakteristik pada baterai. Penting untuk mengetahui
karakteristiknya agar kita lebih memahami sebuah baterai apalagi jika kita ingin
merancang sebuah perangkat yang menggunakan baterai sebagai salah satu
komponen pendukungnya.
- Ampere Hour (AH): Satuan besarnya kapasitas listrik yang tersimpan pada
sebuah baterai. Ini merujuk pada kemampuan baterai tersebut dalam menyuplai
arus listrik (dalam satuan ampere) selama periode waktu tertentu (dalam satuan
jam) sampai arus listriknya betul-betul habis. Umumnya menggunakan satuan mAH
(mili Ampere-Hour) = seperseribu Ampere Hour.
- Capacity: Ukuran besarnya energi listrik yang bisa dihasilkan oleh sebuah baterai,
biasanya dalam satuan ampere-hours (AH atau mAH) atau watt-hours.
- CCA (Cold Cranking Ampere): Maximal arus listrik yang bisa disuplai oleh sebuah
baterai selama 30 detik dalam suhu nol derajat F (sekitar -18 derajat C) sebelum
tegangannya drop menjadi sekitar 7,2 V (untuk aki 12 V) hingga tidak dapat
digunakan. Istilah ini hanya dipakai pada jenis aki starter seperti aki mobil.
- Cutoff Voltage: Batas tegangan terendah baterai yang masih bisa menghasilkan
arus listrik. Di bawah tegangan ini baterai tidak akan berfungsi lagi. Besarnya
tegangan cutoff ini berbeda-beda untuk tiap jenis baterai. Dikenal juga dengan istilah
End-point Voltage.

- Cycle Life: Kemampuan sebuah baterai rechargeable (dapat diisi ulang). Berapa
kali baterai tersebut dapat diisi ulang. Patokannya, jika sebuah baterai ketika di cas
hanya mampu terisi kurang dari 80% kapasitas aslinya, maka baterai tersebut
dianggap sudah tidak layak pakai lagi. Berarti Cycle Life-nya sudah berakhir.
- DOD (Depth of Discharge): Nilai yang menunjukkan besarnya arus listrik yang
telah digunakan, dihitung dalam persen. Kebalikan dari DOD adalah SOC (State of
Charge), besarnya arus listrik yang tersisa setelah dipakai.

- Energy Density: Kerapatan energi, yang merupakan rasio perbandingan besarnya


energi baterai terhadap berat baterai (dalam satuan watt-hours per pound) atau
volume baterai (watt-hours per cubic inch).
- Gassing: Proses terbentuknya gas di dalam baterai (aki) akibat reaksi kimia ketika
baterai di-cas.
- Open-Circuit Voltage: Tegangan yang diukur pada ke dua kutub baterai ketika
tidak terhubung ke beban atau perangkat.
- Reserve Capacity (RC): Diukur dalam satuan menit. Berapa lama sebuah baterai
(yang sudah di cas penuh) dapat menggerakkan beban 25 ampere pada suhu 27 C
hingga tegangan baterai turun menjadi 10,5 V (untuk aki 12 V), atau 1,75 V per cell.
Karakteristik ini biasa digunakan untuk Deep Cycle battery pada beban berat (beban
yang membutuhkan arus listrik yang tinggi).
- Sulfation: Penumpukan timbal sulfat (Lead sulfates) pada pelat-pelat di dalam aki.
Jika penumpukkan ini semakin banyak menutupi permukaan pelat-pelat, aki tidak
bisa menghasilkan arus listrik lagi. Aki harus diganti.
- Self Discharge: Kondisi dimana baterai akan tetap membuang arus listriknya
sendiri walau dalam keadaan tanpa beban atau tidak dipakai. Hal ini disebabkan
adanya reaksi kimia internal dari baterai tersebut. Ini memang salah satu dari
karakteristik baterai.
Besarnya nilai self-discharge ini tergantung dari:
- suhu penyimpanan, semakin tinggu suhu di sekeliling baterai semakin banyak arus
listrik terbuang.
- usia baterai, semakin tua baterai semakin tinggi nilai self-discharge -nya
- jenis-jenis bahan kimia baterai, seperti terlihat tabel berikut:

AAA

Ni-Cad

Ni-MH

Lead Acid

Li-Ion

Rechageable
Alkaline

Self Discharge
per bulan
(suhu ruangan)

20%

30%

5%

10%

0,3%

Jadi jangan kaget, ketika anda akan memakai kamera digital anda yang telah
tersimpan lama, ternyata baterainya "low", padahal saat menyimpan seingat anda
baterainya "full".