Anda di halaman 1dari 68

RANGKAIAN

LISTRIK ARUS
BOLAK-BALIK

ELKDAS.26
40 JAM

V = Vm Sin t
p
I = Im Sin(wt - )
2

Penyusun :
TIM FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA

DIREKTORAT PENDIDIKAN MENENGAH


KEJURUAN DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN
DASAR DAN MENENGAH

DEPARTEMEN PENDIDIKAN
NASIONAL
EDISI
2001

KATA PENGANTAR
Modul
- BALIK

dengan

merupakan

judul

RANGKAIAN

bahan

ajar

yang

LISTRIK
digunakan

ARUS

BOLAK

sebagai

panduan

praktikum peserta diklat (siswa) Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) untuk


membentuk

salah

satu

bagian

dari

kompetensi

Penerapan

Konsep

Dasar
Elektro.
Modul

ini

menguraikan

tentang

dasar

listrik

arus

bolak-balik

baik satu phasa maupun tiga phasa serta rangkaian seri dan paralel
dari komponen
Belajar

RLC

1 membahas

mempunyai

dalam

arus

listrik

bolak-balik..

dasar

listrik

arus

bolak-balik

rangkaian seri berbeban

bolak-balik.
rangkaian

(AC).yang

4 sub pokok bahasan yaitu tegangan, arus, sudut fasa, dan

beda fasa, respon elemen dalam AC. Kegiatan


mengenai

Kegiatan

Sedangkan Kegiatan
paralel

arus

resistor
Belajar

Belajar 2 membahas

dan induktor
3

membahas

dalam

arus

mengenai

listrik bolak-balik. Selanjutnya Kegiatan Belajar 4

membahas analisis rangkaian listrik arus searah yaitu analisis loop pada
Kegiatan

Belajar

menguraikan
maupun

3 dan analisis simpul

tentang

segitiga.

rangkaian

Uraian

pada

tiga phasa,

Kegiatan

baik

Belajar

sambungan

bintang

ini merupakan akhir dari pembahasan rangkaian

listrik arusbolak-balik.
Modul ini terkait dengan modul lain yang membahas fisika dasar
dan hukum kelistrikan sehingga sebelum menggunakan modul ini
siswa diwajibkan telah memahami modul tersebut.

Yogyakarta,

Nopember 2001

Penyusun.
Tim Fakultas Teknik
Universitas Negeri Yogyakarta
ii

DISKRIPSI JUDUL
RANGKAIAN
teori

dan

atau

LISTRIK ARUS BOLAK-BALIK merupakan modul


praktikum

yang

memuat

penerapan

dari

hukum-

hukum kelistrikan, serta memuat kajian atau teori dalam menganalisa


rangkaian dalam arus bolak-balik..
Modul ini terdiri dari 4 (empat) kegiatan belajar yang mencakup
dasar

listrik

resistor dan

arus

bolak-balik,

induktor,

rangkaian

rangkaian
paralel

seri

arus

bolak-balik beban

arus

listrik

bolak-balik,

serta

rangkaian tiga phasa. Dengan menguasai modul ini diharapkan peserta diklat
mampu menganalisis rangkaian listrik arus bolak-balik dan menerapkannya
dalam praktek.

iii

PETA KEDUDUKAN

iv

PRASYARAT
Untuk

melaksanakan

BOLAK -BALIK

memerlukan

modul

RANGKAIAN

kemampuan

awal

LISTRIK

yang

harus

peserta diklat, yaitu :


Peserta diklat telah memahami.konsep dasar fisika teknik.
Peserta

diklat

telah

memahami

komponen-komponen

dasar kelistrikan, seperti sumber tegangan, komponen pasif.


Peserta diklat telah memahami hukum -hukum
kelistrikan. Peserta diklat dapat menggunakan alat ukur
analog. Peserta diklat dapat menggunakan CRO.

ARUS
dimiliki

DAFTAR ISI
Halaman
HALAMAN JUDUL ............................................................................................. i
KATA PENGANTAR .......................................................................................... ii
DESKRIPSI JUDUL

......................................................................................... iii

PETA KEDUDUKAN MODUL .......................................................................... iv


PRASYARAT

................................................................................................... v

DAFTAR ISI

.................................................................................................. vi

PERISTILAHAN/ GLOSSARY .......................................................................... viii


PETUNJUK PENGGUNAAN MODUL ............................................................... ix
TUJUAN ............................................................................................................ x
1. Tujuan Akhir

..................................................................................... x

2. Tujuan Antara ..................................................................................... x


KEGIATAN BELAJAR 1 .................................................................................... 1
Lembar Informasi
Lembar Kerja

................................................................................... 1

.......................................................................................... 8

Kesehatan dan Keselamatan Kerja ......................................................... 9


Langkah Kerja ......................................................................................... 9
Lembar Latihan ........................................................................................ 12
KEGIATAN BELAJAR 2 .................................................................................... 13
Lembar Informasi
Lembar Kerja

................................................................................... 13

.......................................................................................... 19

Kesehatan dan Keselamatan Kerja ......................................................... 19


Langkah Kerja

......................................................................................... 20

Lembar Latihan ........................................................................................ 22


KEGIATAN BELAJAR 3 ................................................................................... 24
Lembar Informasi
Lembar Kerja

................................................................................... 24

.......................................................................................... 27

Kesehatan dan Keselamatan Kerja ......................................................... 28


vi

Langkah Kerja ......................................................................................... 28


Lembar Latihan ........................................................................................ 30
KEGIATAN BELAJAR 4 .................................................................................... 32
Lembar Informasi
Lembar Kerja

................................................................................... 32

.......................................................................................... 34

Kesehatan dan Keselamatan Kerja ......................................................... 35


Langkah Kerja ......................................................................................... 35
Lembar Latihan ........................................................................................ 37
LEMBAR EVALUASI ........................................................................................ 39
LEMBAR KUNCI JAWABAN ........................................................................... 41
Kunci Jawaban Kegiatan Belajar 1 ........................................................... 41
Kunci Jawaban Kegiatan Belajar 2 ........................................................... 43
Kunci Jawaban Kegiatan Belajar 3 ........................................................... 45
Kunci Jawaban Kegiatan Belajar 4 ........................................................... 47
Kunci Jawaban Lembar Evaluasi

........................................................... 49

DAFTAR PUSTAKA............................................................................................ 51

vii

PERISTILAHAN / GLOSSAARY

Phasor

merupakan

vektor

yang

digunakan

besaran yang

nilainya

bervariasi

dan membentuk

grafik

fungsi

sepeperti besaran listrik AC.

viii

untuk
menurut

sinus

menggambarkan
fungsi

(gelombang

waktu
AC)

PETUNJUK PENGGUNAAN MODUL

Langkah-langkah yang harus dilakukan uantuk mempelajari


modul
1.

Persiapkan

alat

dan

bahan

yang

digunakan

pada

setiap

kegiatan belajar.
2. Pelajari

dengan

baik

lembar

informasi

sehingga

konsep

dan

persamaan-persamaan dapat dipahami dengan baik.


3.

Dalam

mempersiapkan

besaran- besar
alat

dalam

alat

untuk

rangkaian,

praktek
kemudian

hitunglah

dulu

tentukan

batas

yang digunakan.

4. Rakitlah setiap komponen sesuai dengan gambar rangkaian yang


diberikan pada setiap kegiatan belajar.
5. Ceklah kembali rangkaian yang sudah dibuat.
6.

Konsultasikan

rangkaian

kepada

instruktur

dihubungkan ke sumber tegangan.


7. Hati-hatilah selama melaksanakan praktik.
8. Kembalikan semua peralatan praktik yang digunakan.

ix

sebelum

TUJUAN
1. Tujuan Akhir
Peserta

diklat

mampu

memahami

mampu

menganalisis

konsep

rangkaian

listrik

arus bolak-balik.
Peserta

diklat

rangkaian

listrik

arus

bolak- balik.
Peserta diklat mampu menghitung beban, daya, faktor daya
pada listrik arus bolak-nalik.
Peserta

diklat

mampu

membuat

rangkaian

berbeban

pada

rangkaian listrik arus bolak-balik.


1. Tujuan Antara
Peserta diklat mampu menghitung tegangan, arus , daya dan
faktor daya pada rangkaian listrik arus bolak-balik.
Peserta diklat mampu menganalisis rangkaian seri arus bolak-balik.
Peserta

diklat

mampu

menghitung

impedansi,

faktor

daya,

serta frekuensi resonansi pada rangkaian seri arus bolak-balik.


Peserta

diklat

mampu

menggambar

diagram

phasor

impedansi, arus dan tegangan saat resonansi.


Peserta

diklat

mampu

menghitung

impedansi,

arus,

daya,

faktor daya, serta frekuensi resonansi pada rangkaian paralel arus


bolak- balik.
Peserta

diklat

mampu

menghitung

tegangan

dan

arus

faktor

daya

pada sambungan segitiga maupun bintang.


Peserta

diklat

mampu

menghitung

daya

dan

pada rangkaian tiga phasa.


Peserta diklat mampu menganalisis rangkaian tiga phasa.
.

KEGIATAN BELAJAR 1

DASAR LISTRIK BOLAK-BALIK (AC)


Lembar Informasi
1. Tegangan dan Arus Listrik Bolak-Balik
Suatu

bentuk

gelombang

tegangan

listrik

bolak-balik

dapat digambarkan seperti pada Gambar 1 di bawah ini.


Vm Sin t
Amplitudo
t

T=2
Gambar 1. Bentuk Gelombang Tegangan Listrik Bolak-Balik.
Pesamaan tegangan sesaat

Vm sin
2pft

Vm sin 2p t Vm sinwt
T

Dimana
v = Tegangan sesaat
Vm = Tegangan Maksimum
= Frekuensi = 1/t (Hz)
T = Periode = waktu untuk satu gelombang
= kecepatan sudut = 2

= 2 /T = radian perdetik

Frekuensi dalam listrik AC merupakan banyaknya gelombang yang terjadi


dalam satu detik. Jika waktu yang diperlukan oleh satu gelombang disebut
periode (T) maka.

1
atau T
T

1
f

jika generator mempunyai P kutub dan berputar sebanyak N kali dalam


satu menit, maka frekuensi mempunyi persamaan

PN
120

P = Jumlah kutub generator


N = Jumlah putaran permenit (rpm)
2. Sudut Fase dan Beda Fase
Dalam rangkaian listrik arus bolak-balik sudut fase dan beda fase
akan memberikan informasi tentang tegangan dan arus. Sedangkan beda
fase antara tegangan dan arus pada listrik arus bolak-balik

memberikan

informasi

atau

tentang

sifat

beban

dan

penyerapan

daya

energi

listrik. Dengan mengetahui beda fase antara tegangan dan arus dapat
diketaui sifat beban apakah resistif, induktif atau kapasitif.
3. Tegangan Efektif dan Arus Efektif
Tegangan listrik arus bolak balik yang diukur dengan multimeter
menunjukan

tegangan

efektif.

Nilai

tegangan

dan

arus

efektif

pada

arus bolak balik menunjukan gejala yang sama seperti panas yang
timbul jika
dilewati arus searah :
Tegangan Maksimum

TeganganEfektif

2
= 0.707 Tegangan Maksimum
Ief

I mak
2

= 0.707 Imax
4. Respon Elemen
a. Resistor dalam arus bolak balik
Rangkaian yang terdiri dari sebuah sumber tegangan bolak
baliik dan sebuah resistor seperti Gambar 2 di bawah

VR

IR

V = Vm Sin t
i = Im Sin t

~
V = Vm Sin t
Gambar 2. Rangkaian R, Bentuk Phasor, dan
Bentuk Gelombang Pada
AC Persamaan tegangan sumber
v = Vm Sin t
Persamaan tegangan pada Resistor R
v =iR
v = tegangan sesaat
i = arus ses aat
R = resistansi
Sehingga

i =

Vm Sin wt
R

i = Im Sin t
Pada beban resistor murni tegangan dan arus mempunyai
fasa sama (sefase).
Daya sesaat ( p )
P = vi

= Vm Sin t .Im Sin t


= Vm Im Sin
t
=

Vm Im
2

( 1 - Cos 2 t
)

Vm Im Vm Im Cos 2 t
2
2

Untuk satu gelombang nilai rata rata


Vm Im
2

Cos 2 t

sehingga daya
P=

Vm Im
2

Vm
2

Im
2

Atau
P = V I watt
V = Tegangan Efektif
I = Arus Efektif
b. Induktor murni dalam arus bolak balik
Bila tegangan bolak balik dipasang pada induktor murni seperti
Gambar

di

bawah,

maka

induktor

menghasilkan

yang melawan sumber yang besarnya


V=L

di
VL

dt

L
~

IL

v = Vm Sin t
Gambar 3. Rangkaian L dan Bentuk Pashor Pada AC.
Tegangan Sumber
v = Vm Sin t
sehingga
Vm Sin t = L

di
dt

ggl

di

Vm

Sin t dt
L
Vm
i
Sin t
L
Vm
i
( Cos t)
L
Vm
i
Sin ( t
)
L
2

Arus sesaat ( i ) maksimum Im =

Vm
L

jika

Sin ( t - ) mempunyai
2

nilai 1maka persamaan arus pada Induktor menjadi


I = Im Sin ( t - )
2
Arus ketinggalan dengan sudut

2 atau 90 .

Daya Sesaat
Bentuk gelombang tegangan dan arus pada induktor dapat
dilihat dalam Gambar 4 berikut ini.
V = Vm Sin t
p
I = Im Si n(wt - )
2

Gambar 4. Bentuk Gelombang Tegangan dan Arus Pada Induktor


P

= vi
= Vm Im Sin t Sin t - )
2
(

p = daya sesaat

Daya Untuk seluruh siklus


P=-

Vm Im 2
2

Sin 2 t dt

Dari persamaan di atas dapat dijelaskan bahwa induktor murni


tidak menyerap daya listrik

hanya menyimpan energi listrik sesaat

dalam jumlah terbatas.


c. Kapasitor dalam arus bolak balik
Rangkaian yang terdiri dari sebuah sumber tegangan bolak baliik
dan sebuah kapasitor seperti Gambar 5 di bawah.
IC

VC

v = Vm Sin t
Gambar 5. Rangkaian C dan Bentuk Phasor Pada AC
Tegangan sumber mempunyai persamaan
v = Vm Sin t
Muatan pada kapasitor
q = Cv
q = Muatan pada plat kapasitor
C = Kapasitansi kapas itor
V = Beda potensial/tegangan

Persamaan Arus
dCv
dt
dCvVmsin t
dt
C Vm Cos t

dq
dt

Vm
Sin ( t
1/ C
i Im Sin ( t

2
2

Dari persamaan tersebut terlihat bahwa arus mendahului tegangan


dengan sudut

2 atau 90

Daya
Daya sesaat pada kapasitor ( p
) P = vi
= Vm Sin t Im Sin ( t
= Vm Im Sin t
=

V fase
fase

400
158 2

1
Vm Im Sin t
2

daya untuk seluruh siklus


P=

Dari

persamaan

1
2
di

Vm Im

Sin 2 t dt

atas

dapat

dilihat

bahwa

kapasitor

tidak menyerap daya listrik


Karakteristik tegangan dan arus dari ketiga elemen pasif tersebut
dapat dilihat dalam Tabel 1 berikut .

Tabel 1. Karakteristik tegangan dan arus R, L, dan C


Elemen

Sudut fasa arus

Diagram

Impedansi

Dan tegangan

V = V m Sin

Fasa sama

Arus ketinggalan 90

i = Im Sin

t
t

XL= L = 2

atau
2
B

Arus

mendahului
0

tegangan90

atau

XC =

1
C

1
2

Lembar Kerja
Alat dan bahan :
1. Trafo isolasi ....................................................................

1 buah

2. Trafo step down 220 / 9 18 V .....................................

1 buah

3. Multimeter / Voltmeter ...................................................

2 buah

4. Variac................................................................................

1 buah

5. Kabel Penghubung ........................................................

secukupnya

6. Saklar................................................................................

1 buah

Kesehatan dan Keselamatan Kerja


1. Jangan menghubungkan rangkaian ke sumber tegangan
sebelum benar.
2. Jangan

membuat

sambungan

terbuka

terutama

pada

tegangan tinggi
3. Perhatikan batas ukur dan saklar pemilih pada multimeter.
4. Kalibrasikan CRO sebelum digunakan dengan teliti dan hati hati.
5. Letakkan peralatan pada tempat yang aman dan mudah diamati
6. Jangan menggunakan alat ukur di luar batas kemampuan
7. Pastikan posisi variac dalam kondisi minimum.
Percobaan I. Tegangan Efektif
Langkah Kerja
1. Siapkan alat dan bahan yang digunakan dalam percobaan ini.
2. Buatlah rangkaian seperti Gambar 6 di bawah ini

S
V

Trafo Isolasi
220/220 V

Variac

Trafo Step Down

Gambar 6. Rangkaian Percobaan


3. Setelah rangkaian benar hubungkan ke sumber tegangan dan tutup
saklar .
4. Atur

tegangan

Variac

Tabel 2 di bawah.

sehingga

multimeter

Amati penunjukan

menunjukan

seperti

CRO setiap perubahan

tegangan.
5. Bandingkan hasil pengukuran voltmeter dan CRO dengan teori.

6. Lanjutkan dengan percobaan kedua.


Tabel 2. Pengamatan CRO
Voltmeter

CRO (p-p)

2V
4V
6V
8V
10 V
Percobaan II. Respon Elemen RLC
Alat dan bahan :
1. Lampu Pijar ..............................................................

1 buah

2. Ballas lampu TL ......................................................

1 buah

3. Kapasitor non polar 250 V ...................................

1 buah

4. Saklar........................................................................

1 buah

5. Variac........................................................................

1 buah

6. Voltmeter..................................................................

1 buah

7. Amperemeter ...........................................................

1 buah

8. Wattmeter ................................................................

1 buah

9. Kabel Penghubung .................................................

secukupnya.

Langkah Kerja
1. Siapkan alat dan bahan yang digunakan dalam percobaan ini.
2. Buatlah rangkaian seperti Gambar 7 di bawah ini.
3. Setelah

rangkaian

benar

hubungkan

dengan

sumber

tegangan kemudian tutup saklar.


4. Atur

variac

sehingga

diperoleh

tegangan

seperti

nilai

Tabel 3.
5. Catatlah

penunjukan

setiap perubahan tegangan.

wattmeter

dan

amperemeter

dalam

S
W

A
Sumber 220 V

Lampu

variac
Gambar 7. Rangkaian Percobaan.
6. Gantilah

lampu

pijar

dengan

ballas,

atur

tegangan

seperti

langkah 3.
7. Catatlah

penunjukan

amperemeter

dan

wattmeter

ke

dalam

Tabel 3.
8. Gantilah ballas dengan kapasitor atur tegangan seperti langkah 3
9.

Hentikanlah

kegiatan

tempat semula.

dan

Kemudian

kembalikan

semua

buat

peralatan

kesimpulan

ke

secara

keseluruhan berdasarkan percobaan tadi.


10. Bandingkan

daya,

arus

dan

tegangan

pada

masing

masing percobaan.
11. Hitung faktor daya dari lampu, ballas dan kapasitor.
Tabel 3. Pengamatan Arus dan Daya
Lampu
Tegangan
50 V
100 V
150 V
200 V

Ballas
P

Kapasitor
P

Lembar Latihan
1. Hitunglah

banyak

putaran

generator

setiap

detik

bila

diketahui

sebuah pembangkit listrik tenaga air ( PLTA ) mempunyai generator


dengan 20 kutub, untuk menghasilkan frekuensi 50 Hz !
2. Hitunglah penunjukan voltmeter dari suatu tegangan bolak balik
gelombang sinus yang menunjukan 200 volt puncak

- puncak jika

dilihat CRO !
3. Hitunglah arus yang mengalir pada lampu dan tahanan lampu bila
lampu pijar 220 230 volt, 100 watt dipasang pada tegangan
225 volt. !
4. Sebuah kompor listrik 225 volt, 900 watt mempunyai

elemen

pemanas 5 m. hitunglah arus dan tahanan elemen. Jika elemen


pemanas
menjadi

putus,
4,8

kemudian

m.

hitunglah

disambung
besar

sehingga

tahanan,

arus

panjangnya
dan

daya

kompor yang dipasang pada tegangan 225 volt !


5. Hitunglah arus dan daya yang diserap oleh kapasitor, jika dua buah
kapasitor
tegangan

60

220 V, 50 HZ
!

dan

40

diseri

dan

dipasang

pada

KEGIATAN BELAJAR 2

RANGKAIAN SERI ARUS BOLAK BALIK


BEBAN RESISTOR DAN INDUKTOR
Lembar Informasi
Sebuah

resistor

ohm

dan

Induktor

henry

diseri

dan dihubungkan dengan sebuah sumber tegangan arus bolak balik


seperti
Gambar 8 di bawah ini.
B

VR

VL

Gambar 8. Rangkaian Dengan Beban R dan L


Drop tegangan seperti terlihat pada

OAB . Drop tegangan pada R =

VR digambarkan

oleh

vektor

OA,

dan

drop

VL digambarkan

oleh

vektor

AB.

Tegangan

tegangan
Sumber

jumlah
secara vektor dari VR dan
VL
2

VR

(IR )

VL

(IX L )2

X L2

I R2

V
R2

Besaran R 2

XL

X L disebut impedansi ( Z ) dari rangkaian,


2

yaitu : Z = R + XL

pada
V

merupakan

Dari gambar di atas terlihat bahwa arus ketinggalan terhadap teganagn


dengan sudut

adalah :
tg

XL

L
R

reak tan si
resis tan si

Daya (P)
Daya rata-rata yang diserap rangkaian RL merupakan hasil kali V
dengan komponen I yang searah V
P
Cos

= V I Cos

disebut faktor daya rangkaian


Daya = Volt Ampere (VA) x Faktor Daya
Watt = VA x Cos

Jika daya dala kilowatt maka


KW

= K VA x Cos

= VI Cos
(R/Z)

= VI x

= V/2 x I x
P
2

=I R
P

= I R watt

FAKTOR DAYA (Pf = Power Faktor)


Faktor daya dapat dirumuskan
1. Kosinus beda fase antara arus dan tegangan.
2.

resistansi
impedansi

3.

watt
Volt .Ampere

R
Z
W
VA

kW
kVA

Sehingga
Pf = Cos
Jika

digambarkan

Gambar 9 berikut ini.

dengan

R
Z

W
VA

segitiga

kW
kVA

daya

seperti

ditunjukkan

oleh

KVA (S)
KVAR
(Q)

Daya dapat dibedakan menjadi :


- Daya aktif = P = kW
- Daya reaktif = Q =k VAR
- Daya semu = S = kVA
- Hubungan ketiga jenis daya

KW.(P)
Gambar 9. Segitiga Daya
Hubungan Ketiga jenis daya adalah sebagai berikut
2

:S =P +Q
2

kVA = kW + k VAR

kW = kVA Cos
kVAR =k VA
Sin

Beban Resistor dan Kapasitor


Sebuah resistor R dan kapasitor C diseri dan diberi tegangan bolakbalik, seperti ditunjukkan oleh Gambar 10.
R

XC
Z

~
V
VR
I

VR

VC

I
V

Gambar 10. Rangkaian RC Seri dan Diagram Phasornya.

VR = I R

= drop tegangan pada R (fasa sama dengan nol).

VC = I XC

= drop tegangan pada C (ketinggalan terhadap I


dengan sudut /2)

XC

= reaktansi kapasitif (diberi tanda negatif) karena arah VC


pada sudut negatif Y
2

VR

(IR) 2 ( IXC ) 2

VC

2
I R 2 XC

R
2

XC

Z = R + XC disebut impedensi rangkaian.


Dari gambar di atas terlihat bahwa I mendahului V dengan sudut
di mana
tg

-XC
R

Jika tegangan sumber dinyatakan dengan


V = Vm Sin t
Maka arus dalam rangkaian R C seri dapat dinyatakan dengan
I = Im sin ( t +

Beban R L C Seri
Sebuah rangkaian seri R-L-C diberi tegangan V seperti Gambar
11di bawah ini.

~
Gambar 11. Gambar R-L-C Seri

VC
I

VR

VR = I R

VC

= drop tegangan pada R sefasa dengan I

VL = I XL

= drop tegangan pada L mendahului I dengan sudut 90

VC = I XC

= drop tegangan pada C ketinggalan terhadap dengan sudut


90

= tegangan sumber yang merupakan jumlah secara


vektor dari VR, VL dan VC, seperti terlihat dalam
Gambar 12 berikut ini. Perhatikan Gambar 12 berikut
ini.

V
VL VC

VR

-VC

X L XC

R
XC

Gambar 12. Diagram Phasor

VR

R2

(VL VC )2
2

(X L X C ) 2
X2

Beda fasa antara tegangan dan arus :


Tg

(X L - X C )
XR
R

Sedangkan faktor daya :


Cos

R
Z

R
R

(XL X C )

Jika sumber tegangan diberikan


V = Vm Sin t
Sehingga arus mempunyai persamaan :
I = Im sin ( t

Tanda negatif bila arus ketinggalan terhadap tegangan, XL > XC


atau beban bersifat induktif.
Tanda positif bila arus mendahului tegangan, XL < XC atau beban
bersifat kapasitif.
Resonansi RLC Seri.
Resonansi pada rangkaian RLC seri terjadi jika reaktansi sama
dengan nol. Hal ini terjadi bila XL = XC. Frekuensi saat resonansi disebut fo,
maka :
XL
2 foL

fo

= XC
1
=
2pfoC
=

1
2p LC

Faktor Kualitas J
Faktor kualitas dalam rangkaian seri RLC adalah tegangan
magnetisasi saat rangkaian berresonansi.
Pada saat resonansi arus maksimum :
Im =

V
R

Tegangan pada induktor atau kapasitor = Im XL


Tegangan sumber adalah V = Im R
Jadi tegangan magnetisasi adalah sebagai berikut :
I mR
R
I mX L X
L

2
p
f
o
L
R

Faktor kualitas
= 2pfoL
R

di mana

fo =

1
2p LC

Sehingga
=

1
L
( )
R C

Faktor kualitas juga dapat didefinisikan sebagai berikut :


energi maksimal yang disimpan
energi yang diserap dalam 1 perioda

=2

Sedangkan lebar band :


=

w0
0

Lembar Kerja
Alat dan bahan :
1. Trafo isolasi 220 V / 220 V........................................

1 buah

2. Fuction Generator / AFG ...........................................

1 buah

3. Amperemeter AC ........................................................

1 buah

4. Voltmeter AC ...............................................................

1 buah

5. Rheostat 500

1 buah

/ 1 A..................................................

6. Ballast lampu TL 20 watt / 220 V .............................

1 buah

7. Decade Capasitor .......................................................

1 buah

8. Decade iIduktor ..........................................................

1 buah

9. Saklar ..........................................................................

1 buah

10. Kabel penghubung ....................................................

secukupnya.

Kesehatan dan Keselamatan Kerja :


1. Jangan menghubungkan rangkaian ke sumber tegangan
sebelum rangkaian benar.
2. Perhatikan batas ukur dari alat yang digunakan, jangan melebihi
batas kemampuan.
3. Perhatikan kapasitas dari resistor, ballast, dan kapasitor.

4. Jangan membuat sambungan kabel yang terbuka.


Percobaan I
Langkah kerja
1. Siapkan alat yang digunakan dalam percobaan ini.
2. Buatlah rangkaian seperti Gambar 13 di bawah ini.
A
S
AC 220 V

AFG

Trafo Isolasi
220/220 V
Gambar 13. Rangkaian Percobaan
3. Setelah

rangkaian

benar hubungkan

ke sumber

tegangan

dan

tutuplah saklar S.
4. Atur frekuensi
sehingga

function generator hingga 50 Hz, atur keluaran

10 V p

p dan usahakan agar tegangan ini tetap

selama percobaan.
5. Aturlah frekuensi seperti nilai dalam Tabel 4.
6. Catatlah besarnya arus setiap perubahan frekuensi.
7. Gantilah resistor dengan ballast kemudian ulangi langkah 3, 4
dan 5.
8. Gantilah ballast dengan kapasitor kemudian ulangi langkah 3, 4
dan 5.
9. Setelah percobaan I selesai lanjutkan percobaan berikutnya.

Tabel 4. Pengamatan Perubahan Arus Oleh Perubahan Frekuensi


Frekuensi
(Hz)

Resistor

Arus (ampere)
Ballast

Kapasitor

50
100
200
400
500
1000
Percobaan II
Langkah kerja
1. Siapkan alat yang digunakan dalam percobaan ini.
2. Buatlah rangkaian seperti Gambar 14 di bawah ini.

CRO

AC 220 V

AFG
C

Trafo Isolasi
220/220 V
Gambar 14. Rangkaian Percobaan
3. Setelah rangkaian benar, hubungkan dengan sumber tegangan
dan tutup saklar S.
4. Aturlah keluaran CRO pada saat tanpa beban pada
frekuensi
50 Hz, hubungkan beban ke function generator, kemudian
atur frekuensi
CRO.

function

generator

dan

amati

tegangan

pada

Carilah frekuensi pada function generator

sehingga tegangan pada

CRO menunjukkan harga tertinggi.


5. Bandingkan hasil pengukuran dengan analisa teori.
6.

Setelah

selesai

semua.

kembalikan peralatan

yang

kemudian

Hentikan
digunakan

kegiatan

dan

tempat

semula,

ke

buat kesimpulan dari keseluruhan percobaan tersebut.

Lembar Latihan
1. Sebuah kumparan mempunyai resistansi 80

dan induktor 0,192 H

dipasang pada tegagan 225 V, 50 H. Hitunglah :


a. Arus yang mengalir
b. Faktor daya
c. Daya aktif, reaktif dan daya semu.
2. Sebuah

rangkaian

seri jika dihubungkan

dengan

tegangan

100

V DC menyerap daya 500 W jika dihubungkan dengan 100 V AC,


50
Hz menyerap daya 200 watt. Hitung besar resistensi dan induktansi.
3. Sebuah kapasitor 10

F diseri dengan resistor 120

dan dipasang

pada tegangan 100 V, 50 Hz.


Hitunglah :
a. Arus
b. Beda fasa antara arus dan
tegangan. c. Daya yang diserap
4. Hitunglah

besar R dan C dari suatu rangkaian seri R c

yang dihubungkan dengan tegangan 125 V, 60 Hz. Arus yang


mengalir
2,2 A dan daya yang diserap 96,8 watt !
5. Hitunglah besar C agar lampu pijar 750 watt,100 V mendapat
tegangan

yang

sesuai,

bila

lampu

tersebut

pada tegangan 230 V, 60 Hz diseri dengan kapasitor. !

digunakan

6. Hitunglah

kapasitansi

kapasitor,

induktansi,

dan

resistansi,

jika

diketahui sebuah resistor, kapasitor dan induktor variabel diseri dan


dihubungkan

dengan

sumber

tegangan

200

V,

Arus maks imum 314 mA dan tegangan pada kapasitor 300 V !

50

Hz.

KEGIATAN BELAJAR 3

RANGKAIAN PARALEL ARUS LISTRIK BOLAK-BALIK


Lembar Informasi
Dalam rangkaian arus bolak-balik apabila beban diparalel maka
untuk

menganalisis

rangkaian

tersebut

dapat

diselesaikan

dengan beberapa cara, antara lain :


1. Metode Vektor
Misalkan rangkaian paralel terdiri dari dua cabang seperti Gambar
15 di bawah ini
A
C

I 2 R2

Gambar 15. Rangkaian AC dengan Beban Diparalel.


Dari Cabang A diperoleh persamaan sebagai berikut :
Z1 =

I1 =

Cos

1 =

V
Z1

R1
Z1

L2

atau

X 2L
1 = Cos

R
( 1)
Z1

Dari cabang B diperoleh persamaan :


Z2 =

I2 = V
Z2
Cos

1=

L
2

V
R 2 X 2C
R2
Z2

atau

1 = Cos

R
( 2 )
Z2

Pada cabang

A arus ketinggalan terhadap tegangan dengan sudut

1. Sedang pada cabang B arus mendahului tegangan dengan


sudut
2 dan arus I merupakan jumlah vektor dari I1 dan dapat
dijelaskan dengan Gambar 16 berikut ini.
I2
2

1
I1

Gambar 16. Gambar Vektor dari Rangkaian RLC


Paralel.
Arus I1 dan I2 mempunyai komponen ke sumber X (komponen aktif)
dan komponen ke sumber Y (komponen reaktif).
Jumlah komponen aktif I1 dan I2 = I1 Cos
Jumlah komponen reaktif = I2 Sin

1 + I 2 Cos

2 I1 Sin

Sehingga arus total I


I = ( I1 Cos 1 I Cos
2

(I
2 Sin

I1Sin 1) 2

Sedangkan sudut fase antara V dan I


tg

I 2 Sin 2 I1Sin 1
I1 Cos

1 I 2 Cos

2. Metode Admitansi.
Rangkaian

seperti

Gambar

17

dapat

metode admintasi.
R1

L1

R2

L2

R3

dianalisis

dengan

Gambar 17. Rangkaian dengan Beban Paralel.

Z1 = R1 2 X L2

1
=
Z1

Y1 =

Z2 = R 22 X L2 2
Z3 =

g 12

Y1 =
1
=
Z1 3

Y1 =

XC

( b1) 2

1
=
Z2

g 22

g 23

( b3 ) 2

( b 2) 2

Y = Y1 + Y2 +
Y3
Z=

1
Y

Resonansi Pada Rangkaian Paralel


Jika

rangkaian

paralel

dihubungkan

dengan

sumber

yang

frekuensinya berubah-ubah, maka pada frekuensi tertentu komponen arus


reaktif

jumlahnya

akan

nol.

Pada

kondisi

ini

rangkaian

disebut
beresonansi. Perhatikan Gambar 18 berikut ini.
I

IC

IC
IL Cos

X
1

R
I2 Sin

IL

Gambar 18. Rangkaian RLC Paralel dan Diagram Phasor.

Rangkaian beresonansi saat IC - IL Sin


IL Sin
IL =
=
IC =

=0

= IC
V
Z

Sin

XL
Z
V
XC

V XL
V
2
x
=
atau XL x XC= Z
Z
Z
XC
XL = L

dan

Xc =

1
C

maka

= Z2

L
2
2
= R + XL
C
2

= R + (2 f0L)
2 f0 =

1
LC

sehingga

f0 =

LC

Jika R diabaikan maka freakuensi resonansi menjadi


f=

1 1
sama seperti Resonansi Seri.
C 2

Lembar Kerja
Alat dan bahan :
1. Variac..............................................................................

1 buah

2. Trafo isolasi 220 V / 220 V..........................................

1 buah

3. CRO ................................................................................

1 buah

4. Function generator (AFG) ...........................................

1 buah

5. Amperemeter AC ..........................................................

1 buah

6. Wattmeter AC ...............................................................

1 buah

7. Voltmeter AC .................................................................

1 buah

8. Lampu pijar ....................................................................

1 buah

9. Lampu TL .......................................................................

1 buah

10. Kapasitor ........................................................................

1 buah

11. Kabel penghubung .......................................................

secukupnya.

kesehatan dan keselamatan kerja


1. Jangan menghubungkan rangkaian ke sumber tegangan
sebelum rangkaian benar.
2. Perhatikan batas ukur alat yang digunkaan, hitunglah dulu arus,
tegangan dan daya supaya tidak melebihi batas ukur alat
yang digunakan.
3. Jangan membuat sambungan kabel terbuka.
4. Kalibrasi CRO dengan benar.
5. Letakkan alat ukur yang teratur dan rapi serta mudah diamati.
6. Kosongkan

kapasitor

yang

telah

dipakai

dengan

menggunakan resistor yang sesuai.


Percobaan I
langkah kerja
1. Siapkan alat dan bahan yang digunakan dalam percobaan ini.
2. Buatlah rangkaian seperti Gambar 19 di bawah ini.

A
AC
220 V

Gambar 19. Rangkaian Percobaan


3. Setelah rangkaian benar hubungkan dengan sumber tegangan
dan tutup saklar S.

4. Atur tegangan mulai dari nilai kecil sampai besarnya


mendekati sama dengan tegangan kerja lampu dan kapasitor.
5. Catatlah arus dan daya setiap perubahan tegangan pada Tabel 5.
6. Gantilah lampu dan kapasitor dengan kapasitas yang lain,
seperti pada Tabel 5.
Tabel 5. Pengamatan Arus dan daya Kapasitor.
V

C = 1,5 F
I

L= 40 W

C = 3,25

L = 40 W

50
100
150
200
220
7. Gantilah lampu pijar dengan lampu TL aturlah tegangan tetap
220 V.
8. Catatlah besar arus serta daya ke dalam Tabel 5.
9. Matikan sumber tegangan dan ganti kapasitor dengan yang
lain sesuai dengan Tabel 6 di bawah.
Tabel 6. Pengamatan Arus dan Daya Lampu
TL
C ( F)
1,5
3,25
4,5
6,5
Tanpa C

TL = 10 W

TL = 15 W

TL = 20 W
I

10. Bandingkan

hasil

besar kapasitor

pengukuran
yang

tepat

dengan
untuk

teori

dan

tentukan

mesing-mesing

lampu

TL dengan menganalisa tegangan, arus dan daya tanpa C.


Lembar latihan
1. Sebuah

kumparan

mempunyai

resistansi

0,0191 H diparalel dengan kapasitor 398

dan

induktansi

F dan resistansi

6 serta dihubungkan dengan tegangan 200 V, 50 Hz.


0,019 H

1,8

6
398 F

200 V, 50 Hz

Hitunglah:
a. Arus masing-masing cabang.
b. Daya masing-masing cabang
c. Arus total
d.
Sudut fase antara arus dan
tegangan
2. Hitunglah arus total dan faktor daya dari rangkaian di bawah ini !
3

8
6

100 V

3. Hitunglah
mempunyai

frekuensi

resonansi

dari

sebuah

induktor

yang

induktansi 0,25 H dan resistansi 50 ohm dan di

paralel dengan kapasitor 4 F

KEGIATAN BELAJAR 4

RANGKAIAN TIGA FASE


Lembar Informasi
Tegangan dan Arus pada Hubungan Bintang ( Y )
Tegangan sistem tiga fase hubungan bintang terdiri dari empat
terminal salah satunya titik nol. Urutan fase ada yang menyebut RST , a b
c , atau fase I , II , III. Dalam hubungan bintang sumber tegangan tiga
fase
ditunjukkan oleh Gambar 20 di bawah ini.
VT

VST

VTR

VR

Vef

VS

Vef

- 120

VT

Vef

120

VR, VS dan VT disebut dengan teg angan

N
VS

VR

fase

VRS
Gambar 20. Diagram Phasor Sambungan Bintang
Sedangkan

VRS = VR

VS VST = VS VT VTR = VT VR
Disebut dengan tegangan line ( vl
) VL = Vfase x

Berdasarkan gambar phasor di atas


0

VRS

VL

30

VT R

VL

150 0

VST

VL

900

Jika

sumber

dengan beban

tiga

fase

seimbang,

hubungan

sambungan

bintang

bintang

dihubungkan

dapat

digamabarkan

sebagai
berikut ( Gambar 21).
R

IR

IN

IS

IT

Gambar 21. Hubungan Bintang dengan Beban Seimbang


Pada Hubungan Y Y
VL = Vf x

I = If

Pada beban seimbang IR + IS + IT = I N = 0


P
Daya total

sehingga

3 X Vf I f cos

Vf
P = Si

VL

If

n (w t -

IL
p
2

Arus dan Tegangan pada Sambungan Segitiga (

Sambungan segitiga dapat ditunjukkan oleh Gambar 22 di bawah.


I1 = IR - IS
IS
IR
I3 = IT IR

IT

I2 = IS
IT

Gambar 21. Sambungan Segitiga.

Pada sambungan segitiga


Tegangan line = tegangan fase
VL = Vf
Arus line =
IL =

3 arus fase
3 If

Jika beban seimbang besar arus line akan sama


I1 = I2 =I3 =IL
0

tetapi sudut fase berbeda 120 listrik.


Daya pada sambungan segitiga
Daya setiap fase

Pf

V f I cos

Daya total
P

3 x Vf I f cos

karena Vf
P

VL

If

IL
3

maka

3 Vf I f cos

Lembar Kerja
Alat dan Bahan :
1. Multimeter ......................................................................

1 buah

2. Amperemeter AC ..........................................................

4 buah

3. Transformator 3 phase ................................................

1 buah

4. Rheostat 500

1 buah

/ 1,1 A ................................................

5. Loading Resistor 300

/ 5 A......................................

1 buah

6. Saklar 3 phasa..............................................................

1 buah

7. Capasitor non polar 3,25 F / 250 V .........................

1 buah

8. Box dan kabel penghubung ........................................

secukupnya

Kesehatan dan Keselamatan Kerja


1. Jangan menghubungkan rangkaian ke sumber tegangan sebelum
rangkaian benar.
2. Perhatikan

batas

ukur

alat

yang

digunkaan,

hitunglah

dulu

arus, tegangan dan daya supaya tidak melebihi batas ukur alat
yang digunakan.
3. Jangan membuat sambungan kabel terbuka.
4. Letakkan alat ukur yang teratur dan rapi serta mudah diamati.
5. Hati-hatilah dalam melaksanakan praktik.
Langkah Kerja
1. Siapkan alat dan bahan yang akan digunakan dalam percobaan ini.
2. Buatlah rangkaian seperti Gambar 22 di bawah ini.
A1
A1

A3

a1
a4

A2
B1

b1

b4

B3

A3

C1

c1

RL

c4

C3

Gambar 22. Rangkaian Percobaa


3. Letakkan posisi R pada harga maksimum ( 300 ohm).
4. Setelah

rangkaian

benar,

hubungkan

ke

sumber

tegangan

3 phasa.kemudian aturlah beban RL hingga diperoleh arus I1


sebesar
0,5 A.
5. Catatlah penunjukkan amperemeter yang lain ke dalam Tabel 7.

6. Matikan

sumber

tegangan

sisi sekundernya

dan

gantilah

rangkaian

pada

seperti Gambar 23 di bawah ini tanpa

merubah
beban.
A1

a1
A4

A3

A1
A4

S
B1

b1
b4

A2

B3

C1

RL

c1
c4

C3

A3

Gambar 23. Rangkaian Percobaan.


7. Setelah

rangkaian

benar,

hubungkan

ke

sumber

tegangan

3 phasa.
8. Catatlah

penunjukkan

masing-masing

amperemeter

ke

dalam

Tabel 7.
Tabel 7. Pengamatan Arus
Percobaan I
! 2 (A)

9. Matikan

Percobaan II

I3 (A)

sumber

!1 (A)

tegangan

dan

!2 (A)

!3 (A)

gantilah

rangkaian

!4 (A)

pada

sisi sekundernya dengan rangkaian seperti Gambar 24 di bawah ini.


10. Setelah
3 phasa.

rangkaian

benar,

hubungkan

ke

sumber

tegangan

A1

a1
a4
a5
a8

A3

R
S

b1
b4
b5
b8

B1

T
B3

c1
c4
c5
c8

C1
C3

Gambar 24. Rangkaian Percobaan


11. Ukurlah tegangan sesuai dengan Tabel 8. dan masukkan data
yang anda peroleh ke Tabel 8.
Sambungan

Tegangan (V)

a. Ua1 a8
b. Ub1 b8
c. Uc1 c8
d. Ua8 b8
e. Ua8 c8
f.
12. Setelah

selesai

Ub8 c8
semua,

matikan

sumber

tegangan,

kemudian

lepas semua rangkaian dan kembalikan semua alat dan bahan


yang digunakan ke tempat semula dengan rapi.
13. Buatlah kesimpulan dari percobaan di atas.
Lembar Latihan
1.

Bagaimanakah

hubungan

antara

tegangan line dari data yang diperoleh ?

tegangan

phasa

dengan

2. Bagaimanakah

hubungan

antara arus phasa dengan arus line

untuk percobaan di atas ?


3.

Sumber

tegangan

tegangan line
seimbang

tiga

400

fase
V

hubungan

dihubungkan

bintang

dengan

dengan

beban

sambungan bintang yang setiap fase terdiri dari R = 40

dan XL = 30

Hitunglah :
a. Arus line
b. Total daya yang diserap
4. Tiga

buah

resistansi 20
a.

Hitunglah

kumparan

yang

sama

masingmasing

mempunyai

dan indukatansi 5 H
arus

disambung bintang

dan

daya

yang

diserap

jika

kumparan

dan

dihubungkan

dengan

tegangan

tiga

fase dengan tegangan line 400 V, 50 Hz. !


b. Hitunglah arus dan daya yang diserap jika kumparan disambung
segitiga.

LEMBAR EVALUASI
A. Pertanyaan
1.

Suatu

sumber

tegangan

mempunyai

persamaan

sebagai

berikut v = 311 sin 314 t. jika sumber tegangan tersebut diukur


dengan multimeter, berapa besar tegangan yang ditunjukkan multimeter ?
2. Hitunglah arus dari sumber tegangan v = 311 sin 314 t yang
dihubungkan

dengan tahanan 100 ohm serta tentukan

beda

fase antara arus dan tegangan !


3. Hitunglah arus yang mengalir dan beda fase antara arus dengan
tegangan dari sumber tegangan v = 311 sin 314 t yang dihubungkan
dengan kapasitor 3,25 F !
4.

Sebuah

sumber

tegangan

100

sin

314

diberi

beban

kapasitor, arus yang mengalir 0,4 ampere, hitunglah kapasitansi dari


kapasitor !
5. Sebuah

kumparan

mempunyai

resistansi

10

ohm

dan

induktansi

0,125 H. Jika kumparan dihubungkan dengan sumber tegangan 220 V,


25 Hz. Hitunglah impedansi, arus yang mengalir, dan daya
yang diserap serta faktor daya !
6. Hitunglah

resistansi

dan

induktansi

sebuah

kumparan

yang dihubungkan dengan tegangan 250 v, 50 Hz dan mengalirkan


arus
10 A serta faktor daya 0,8 !
7. Sebuah rangkaian seri terdiri dari R = 10 Ohm, L == 100mH/ , C = 500
F/ . Hitunglah
a. Arus yang megalir jika diberi tegangan 100 V, 50
Hz. b. Faktor daya rangkaian.
c. Frekuensi yang menghasilkan resonansi.
8. Rangkaian seri terdiri dari R = 15 ohm, L = 4 H dan C = 25 F.
Dihubungkan dengan tegangan 230 V. Hitunglah!
a. Frekuensi resonansi
b. Arus pada saat resonansi

9. Hitunglah arus total dan faktor daya dari rangkaian di bawah ini !
5

6
8

200 V, 50 Hz

10. Sebuah

sumber

tiga

fase

yang

mempunyai

tegangan

400

V dihubungkan dengan beban tiga fase hubungan bintang yang tiap


fase terdiri dari R = 4

dan XL = 3

. Hitunglah arus jaringan dan

daya yang diserap !


B. Kriteria Kelulusan
Kriteria

Skor

Bobot

Nilai

keterangan

(1 10)
Nomor Soal :

WL (Wajib

Lulus)

> 70

1
1
Nilai akhir

LEMBAR KUNCI JAWABAN


Kunci Jawaban Kegiatan Belajar 1
1. Banyak putaran generator setiap detik adalah
F
N

PN
120
120f

120 x50
20

300 rpm

2. Penunjukan voltmeter adalah sebagai berikut


: Tegangan puncak puncak (Vp-p) = 200
volt
Tegangan maksimum ( Vm) =
Tegangan Efektif ( V ) =

Vp

200

Vm

100

= 100 volt

= 70,7 volt

3. Arus yang mengalir pada lampu dan tahanan lampu adalah :


Lampu

pijar

menyerap

pada tegangan

nilai

daya

tengah

dari

Karena lampu sudah dipasang

100

watt

tegangan

(bila
yang

dipasang
tercantum).

pada nilai tengah maka daya

lampu adalah
100 watt
P=VI
I =

P
V

100
225

0,44 A

Arus yang mengalir pada lampu = 0,44 A


P

2
V
R
2
V

225

100

506,25

Jadi tahanan lampu pijar pada tegangan 225 v adalah 506,25

4. Arus dan tahanan elemen adalah :


Sebelum elemen putus.
P
I

VI
P 900 watt
V 225 volt

4A

Arus pada kompor


P VI

4A

V
R

2
V
R
2
2
V
(225)
R
56,25
P
900
Tahanan elemen pemanas 56,25
setelah putus dan disambung
4,8
R
x56,25 55
5
Besar tahanan kompor 55
V 225
I
4,1 A
R
55

Arus pada kompor

4,1 A

P VI 225 x 4,1 92,5 watt


daya pada kompor menjadi 922,5 watt
5. Arus dan daya yang diserap oleh kapasitor adalah
Kapasitor ekivalen dari susunan seri.
C1xC 2
C1 C 2

60 x 40
60 40

24 F

Besar reaktansi
XC

1
C

V
Xc

1
2 x 50 x 24 x10 -6
10 6
2 x 50 x 24
220
1,67
132,7

arus yang mengalir = 1,67 A


daya yang diserap kapasitor = 0

132,7

Kunci Jawaban Kegiatan Belajar 2


6. XL = 2 f L = 2 x 50 x 0,192 = 60c
2

Z = 80
I=

V
S

60

225

= 100

2,25

100

Arus yang mengalir 2,25 Ampere


Faktor daya = Cos

80

R
Z

100

0,8

Daya aktif (P) = I R= 2,25 x 80 = 405 awtt


Daya semu (S) = VI = 225 x 2,25 = 506,25 VA
Daya reaktif (Q) = S 2

506,2 2

405 2 =

7. Besar resistensi dan induktansi


dihubungkan 100 V DC
I
R

P
V

500
100

100

5A
20

Dihubungkan 100 V AC, 50 Hz


2

P=I R

I=
100
3,16

V
I

Z =

2
Z= R

XL =

P
R

200

31,64

XL2
R

31,64

XL = 2 fL
L=

XL
2 f

3,1 6

20

24,5
2 x50

78mH

20

24,5

8. Penyelesaian :
1

XC

2pfC

318,3

2p x 50 x 10

10

XC

100

340

120

318,3

340

0,294 A

a. Arus yang mengalir = 0,294 A


Tg

-XC

318,3

120

= tg

-1

318,3
120

69,20

b. Beda fasa antara arus dan tegangan =


69,20 c. Daya yang diserap
P = I2 R

= (0,294)2 x 120 = 10,4 watt

9. Besar R dan C adalah


2

P=I R

XC =

125
2,2

V
I

XC

96,8
(2,2) 2

R=

Z2

20
56,82

R2

(56,82) 2

20 2

53,2

1
2pfC
1
2pfX C

1
6,28 x 60 x 53,2

0,00005 F = 50 F

10. Besar C agar lampu mendapat tegangan yang sesuai adalah :


V

V 2 - VR
= 207,1 V

Arus pada lampu :


I

750

100

1
wVC

7,5 A

7,5
6,28 x 60 x 207,1

96 F

Jadi kapasitor yang diperlukan adalah 98 F


11. kapasitansi kapasitor, induktansi, dan resistansi adalah
V
R

Saat resonansi, arus maksimum sama dengan


I=

V
R

R=

V
I

637 ohm

Saat resonansi, tegangan induktor dan kapasitor


sama. VC = I XC
XC =
Maka

VC
I

300
314.10

300
314 .10

di mana

XC =

1
2p f0 C

1
314 C
1
300 x 10 3

= 3,33 F
XL

VL
I

300
314 x10
3

300
314 x 314 x 10

Kunci Jawaban Kegiatan Belajar 3


1. Penyelesaian :
a. Cabang I
XL = 2 fL = 2 X 50 x 0,0191 = 6
Z1 =

R 12

X L2

di mana

10

-3

3,04 H

XL = 2 foL

I1 =

200
10

V
Z1

20A

Arus I ketinggalan terhadap tegangan dengan sudut


-1

Cos
Cos

R1

= Cos

Z1

8
) = 36,520
10

1 = 0,8

Sin

1=

0,6 b. Cabang II
XC =

1
2 fC

1
2 x50 x398x10

Z2 = R 1
I2 =

XC

200
10

V
Z2

=8

10

20A

Arus yang mendahului V dengan sudut Cos


=
Q2 = Sin

R
Z

6
10

= 0,6

XC
8
=
= 0,8
Z
10

c. Daya pada masing-masing cabang.


2

P1 = I1 R1= 20 .8 = 3200 Watt = 3,2 kW


P2 = I2 R2= 20 .6 = 24200 Watt = 2,4
kW
d. Arus total
Komponen aktif = I1 Cos
Komponen reaktif = I1 Sin
I Total =

28

1 + I2 Cos

- I2 Sin

2=
2

20. 0,8 + 20. 0,6 = 28

= 20. 0,8 - 20. 0,6 = 4

4 = 28,3 A

e. Sudut fase
= Tg 1.

4
28

= ...

2. Arus total dan faktor daya dari rangkaian tersebut :


g1 =

R1
R12

X12

= 0,12 mho

b1 =

g2 =

b2 =

X1
R12

X12
R2

R 22

X22

X2
R 22

X22

32

42
8

62

6
82

62

= 0,16 mho

= 0,08 mho

= 0,06 mho

G = g1 + g2 = 0,12 + 0,08 = 0,20 mho


b = b 1 + b2 = -0,16 + 0,06 = - 0,10 mho
Y= G

Y = 0,2 2 0,12 = 0,223 mho


I = VY = 100 X 0,223
A Arus total = 22,3 A
Faktor Daya Cos

0,2
= 0,9
0,223

G
Y

3. Frekuensi resonansi :
f0 =

f0 =

1
2

1
LC

1
2

R
2
L
1

0,25x4x10

50
2
0,25

= 156 Hz
Kunci Jawaban Kegiatan Belajar 4
1. Hubungan antara tegangan fasa dan tegangan line
a. Sambungan bintang
3 b. Sambungan segitiga

= V line = V fasa
= V line = V fasa

2. Hubungan antara arus fasa dan arus line


a. Sambungan bintang
fasa b. Sambungan segitiga

= I line = I
= I line =

I fasa

3. Penyelesaian :
Zf

XL

40

30

50
R 40
Z 50
400 V

cos
VL

400

Vf

Vf

If

0,8

Zf
400

3
50
8
A
3

80
3

3 VL I L cos
8
3.400 .
.0,8
3
2560 watt

4. Rfase = 20
XL = 2 fL = 2 x 50 x 0,5 = 157
Zfase = 20 2 157 2
cos

R fase
Z fase

158,2

20
158,2

0,1264

a. Hubungan Bintang
Vfase =
=

VL

400

Vfase
Z fase

231
158,2

231V
1,46A IL = 1,46 A

Daya yang diserap


P=

3 x 400 x 1,46 x 0,1264

= 127,8 Watt
b. Hubungan segi tiga
Vfase = V2 = 400 V
Ifase =
IL =

Vfase
Z fase

Zfase = 158,2

400
158,2

Rfas2e001, 2400
3 Ifase = cos
Zfase12,
5
x64
158,2

= 4,38 A

Daya yang diserap


3 V L IL

P =
Cos

P =
3 x 400 x 4,38 x
0,1264
P = 383,4 Watt
Arus

hubungan

yang diserap

segitiga

hubungan

segitiga

kali

hubungan

3 kali dayaa

bintang

daya

yang diserap

hubungan bintang.
Kunci Jawaban Lembar Evaluasi
1. Tegangan yang ditunjukkan oleh multimeter adalah 220 V
2. Besar arus adalah 2,2 Ampere dan beda fasa antara arus
0

dan tegangan adalah 0

3. Arus yang mengalir adalah 0,225 A, beda fasa arus dan tegangan
0

adalah 90 arus mendahulu.


4. Kapasitansi dari kapasitor adalah 36 F
5. Impedansi

= 22

Arus yang mengalir

= 10 A

Daya yang diserap

= 1000

W Faktor daya
0,4545

6. Resistansi kumparan

=20

Induktansi kumparan

= 0,048 H.

7. Arus yang mengalir jika diberi tegangan 100 V, 50 Hz = 7,07


A Faktor daya rangkaian

= 0,707

Frekuensi yang menghasilkan resonansi = 70,71 Hz


8. Frekuensi resonansi

= 15,9 Hz

Arus pada saat resonansi


9. Arus total
Faktor daya

= 15, 33 A

= 46,5 A
=

0,9987
10. Arus jaringan
Daya yang diserap

80
3

= 25.600 Watt.

DAFTAR PUSTAKA
Edminister, Joseph A, Ir Soket Pakpahan, Teori dan soal-soal
Rangkaian
Listrik, Erlangga, Jakarta, 1988.
Hayat, William H, Kemmerly, Jack E, Pantur Silaban PhD,
Rangkaian
Listrik jilid I, Erlangga, Jakarta 1982.
Hayat, William H, Kemmerly, Jack E, Pantur Silaban PhD,
Rangkaian
Listrik jilid II, Erlangga, Jakarta 1982.
Theraja, Fundamental of Electrical Enginering and Electronics, S Chand
& Co (PUT) LTD, New Delhi, 1976.