Anda di halaman 1dari 5

SATUAN ACARA PENYULUHAN

Pokok Bahasan
: Maag pada Remaja (Gastritis)
Sub Pokok Bahasan : Penyebab Maag (Gastritis) pada Remaja
Sasaran

: Mahasiswa Poltekkes

Target
Mahasiswa Poltekkes

Hari/Tanggal
Kamis, 21 Mei

jurusan Gizi

2015

Waktu
30 menit

Tempat
Kelas DIII
GIZI tingkat 2

Latar Belakang
Saat ini dikalangan Dewasa , banyak sekali yang mudah terkena Maag (Gastritis) , terutama pada
Mahasiswa yang beraktivitas Padat sehingga biasanya tidak sempat untuk sarapan . Maag di
anggap bukan masalah yang serius , padahal bila di biarkan akan menjadikan Maag kronik dan
itu sangat membahayakan . Maag adalah Gangguan pencernaan bagian atas yang secara umum
dikenal sebagai penyakit maag merupakan gangguan saluran cerna yang cukup sering
dikeluhkan. Selain disebabkan oleh faktor organik seperti adanya luka/peradangan pada saluran
cerna bagian atas (lambung), gangguan ini juga dihubungkan dengan faktor psikologis
mendasarinya. Gangguan ini ditandai antara lain oleh adanya rasa sakit dan atau rasa penuh di
daerah epigastrium (ulu hati), kanan atau kiri di bawah lengkung iga. Rasa sakit bersifat
membakar atau samar-samar, tidak jarang menjalar, intensitasnya sedang, menghebat karena
makanan atau langsung setelah makan, tidak ada hubungannya dengan kejadian tertentu.
Tujuan
1.

Umum:

Meningkatkan pengetahuan tentang kesehatan Terutama pada penyakit maag (Gastritis).


2.

Khusus:

Setelah dilakukan penyuluhan, Mahasiswa mampu memahami tentang:


v
v
v

Gejala gejala Maag ( Gastritis ).


Penyebab Terjadinya Maag .
Cara Mengatasi Maag (Gastritis).

Materi
Materi selengkapnya terlampir
Pelaksanaan
No
.

Uraian
Kegiatan

Kegiatan
Penyuluh

1.

pembukaan

2.

Membuka
materi

Mengucapkan salam
Memperkenalkan diri
a. Menyampaikan
permasalahan banyak
dijumpai dikalangan remaja
yang mengalami maag.
Menyampaikan tujuan dan topik :
Mahasiswa mengetahui apa yang di
maksud gastritis, penyebab ,
dan cara mencegahnya , dan
untuk
meningkatkan
a.
b.

Wkt
Audience/tersulu
h
Menjawab salam
Mendengarkan

3
mnt
25
mnt

pengetahuan mahasiswa.
b. Meminta peserta (minimal
2) untuk bebagi
pengalaman.
c. Mengucapkan terimakasih
kepada peserta yang
berkomentar.
d. Menyebutkan kembali
komentar/pengalaman
peserta.
3.

Penyampaian
Materi

a.

b.

c.

a.
b.

4.

Melibatkan
peserta

c.

d.

e.
f.

5.

Menutup
ceramah

Apa yang dimaksud gastritis


dan apa penyebab terjadinya
gastritis.
Memberikan ilustrasi/contoh
: banyak para remaja yang
sering sekali mudah terkena
maag karena dari pola
makan yang tidak teratur.
Memberikan contoh
makanan yang baik untuk
dikonsumsi dan yang kurang
baik untuk dikonsumsi.
Mahasiswa membagi
pengetahuan /keterampilan .
Memberikan kesempatan
bertanya (menunjuk 2
orang).
Mengucapkan terima kasih
pada mahasiswa yang
bertanya.
Meminta mahasiswa
melakukan peragaan /
praktek materi.
Meminta mahasiswa tepuk
tangan.
Meminta saran/komentar
atas peragaan yang telah
dilakukan mahasiswa.

Melakukan evaluasi kepada


mahasiswa.
b. Menyampaikan/memberi
rangkuman informasi
kepada mahasiswa.
c. Menyampaikan anjuran
tentang pola makaan teratur
agar mencegah timbulnya
maag.
a.

Metode
Ceramah dan tanya jawab
Media
Alat bantu/media yang digunakan dalam penyuluhan : poster
Setting tempat
Duduk Berhadapan.

Evaluasi
Pertanyaan yang diajukan pada Mahasiswa :
v
v
v

Apa yang menyebabkan terjadinya Maag ?


Apa saja makanan yang menyebabkan terjadinya Maag ?
Bagaimana untuk Mengatasi Maag ?

Referensi:
http://windyasih.wordpress.com/masalah/pada/sistem/pencernaan.
http://macam-macampenyakit.com/gangguan-pencernaan-pada-sistem-pencernaan.

Defenisi Gastritis
Gangguan pencernaan bagian atas yang secara umum dikenal sebagai penyakit maag
merupakan gangguan saluran cerna yang cukup sering dikeluhkan. Selain disebabkan oleh faktor
organik seperti adanya luka/peradangan pada saluran cerna bagian atas (lambung), gangguan ini
juga dihubungkan dengan faktor psikologis mendasarinya. Gangguan ini ditandai antara lain oleh
adanya rasa sakit dan atau rasa penuh di daerah epigastrium (ulu hati), kanan atau kiri di bawah
lengkung iga. Rasa sakit bersifat membakar atau samar-samar, tidak jarang menjalar,
intensitasnya sedang, menghebat karena makanan atau langsung setelah makan, tidak ada
hubungannya dengan kejadian tertentu. Gejala-gejala lain yang timbul antara lain gangguan
menelan, eruktasi (bersendawa), pirosis (merasa terbakar dan rasa asam atau pahit), mual dan
muntah, kembung (meteorismus), dan lain-lain.
Penderita gastritis biasanya menunjukkan perubahan yang cukup mencolok yaitu sikap
depresi. Seringkali penderita menyalahkan lingkungan atau makanannya, tetapi ternyata dengan
diet (makanan) juga tidak mengurangi rasa sakitnya. Mereka memiliki angan-angan untuk
dirawat, dimanja, dan untuk memiliki objek yang diinginkan sehingga mereka sulit menemukan
kepuasan yang dibutuhkannya. Keseimbangan yang rapuh yang mudah menjadi runtuh dapat
terlihat ketika penderita mengalami keluhan pada saluran cernanya dan jelas terlihat adanya
ketergantungan pada objek yang memanjakannya. Tetapi penderita merasa takut tergantung pada
orang yang menguasainya dan ketergantungan ini dirasakannya sebagai suatu penghinaan. Rasa
takut ketergantungan, dan terhina mengakibatkan sikap agresif terhadap mereka, yang dapat
memberikan kepuasan. Timbulnya depresi pada penderita gastritis dikarena mereka mengelakkan
agresi yang timbul agar tidak kehilangan obyek yang memanjanya, dan ini menimbulkan rasa
bersalah (guild) yang dirasakan dirinya sebagai sesuatu yang sangat buruk.
Ada banyak hal yang menjadi penyebab terjadinya penyakit gastritis, namun yang paling
umum adalah
1. Jadwal makan yang tidak teratur membuat lambung sulit beradaptasi dan dapat mengkibatkan
kelebihan asam lambung dan akan mengiritasi dinding mukosa lambung. Itulah sebabnya salah
satu pencegahan gastritis adalah dengan makan tepat waktu.
2. Stress dapat mengakibatkan perubahan hormonal di dalam tubuh yang dapat merangsang sel
dalam lambung yang berlebihan
3. Makanan yang teksturnya keras dan dimakan dalam keadaan panas misalnya bakso
4. Mengkonsumsi minuman yang mengandung kafein seperti kopi dan teh, makanan pedas dan
asam, dan makanan yang mengandung gas seperti ubi, buncis, kol dan lain-lain.
Gejala dan Tanda-Tanda
Gejala penyakit gastritis yang biasa terjadi adalah
Mual dan muntah

Nyeri epigastrum yang timbul tidak lama setelah makan dan minum unsur-unsur yang dapat
merangsang lambung ( alkohol, salisilat, makanan tercemar toksin stafilokokus )
Pucat
Lemah
Keringat dingin
Nadi cepat
Nafsu makan menurun secara drastic
Suhu badan meningkat
Sering bersendawa terutama dalam keadaan lapar
Berikut beberapa faktor gejala yang disebabkan terganggunya lambung, diantaranya :
1. Muntah
Muntah terjadi karena disebabkan otot di sekitar perut berkontraksi tiba-tiba dan mengeluarkan
isi perut. Hal ini disebabkan luka pada lambung akibat infeksi, makanan yang menyengat, atau
alkohol. Dapat juga disebabkan adanya gangguan pada saluran pencernaan. Makanan basi atau
sudah memiliki kandungan racun juga dapat menjadi penyebab muntah.
Muntah pun bisa berkali-kali selama beberapa hari. Keadaan seperti ini biasanya dialami oleh
perempuan yang sedang mengidam. Mengidam biasanya ditandai dengan muntah yang berkalikali. Selain itu, hiatus hernia juga bisa memicu sulit menelan dan kebocoran asam lambung ke
dalam esofagus. Gangguan ini terjadi jika ada sebagian isi perut terdesak memasuki lubang
diafragma dan sangat mungkin terjadi jika sedang hamil atau kegemukan.
2. Sakit Perut
Sakit perut terjadi karena disebabkan oleh terganggunya lambung atau sistem pencernaan yang
lain. Kebanyakan, sakit perut muncul akibat gangguan kecil sistem pencernaan. Namun, sakit
yang berat dan terus-menerus perlu segera mendapatkan perawatan medis.
Perawatan medis diperlukan jika :
Sakit perut terasa sakit selama lebih dari 4 jam berturut-turut
Jika disertai muntah, namun muntah tersebut tidak meredakan sakit
Jika perut menjadi bengkak dan lunak
Jika disertai dengan pingsan, limbung, atau nanar
3. Masuk Angin
Meskipun masalah sepele, tetapi masuk angin dapat menyebabkan perasaan tidak enak dan
menyiksa. Penyebabnya bisa karena menelan udara, hiatus hernia, pencernaan tak sempurna,
ataupun penyerapan yang tak sempurna. Buang angin adalah salah satu cara untuk mengatasi
gejala masuk angin.
Terganggunya sistem pencernaan pada lambung juga dapat disebabkan oleh stress atau aktivitas
yang berlebihan sehingga lupa akan kebutuhan tubuh, seperti makan dan minum. Pola makan
yang tidak teratur juga dapat menyebabkan terganggunya lambung yang akhirnya akan
berpengaruh pada organ-organ yang lainnya.
Bagaimana cara mencegah gastritis?
Cara mencegah penyakit gastritis antara lain makan secara benar yaitu; menghindari makanan
yang mengiritasi lambung terutama makanan pedas, asam, gorengan, atau berlemak. Kita juga
harus makan dalah jumlah dan waktu yang benar dan dilakukan dengan santai. Cara pencegahan
yang lain adalah menghindari konsumsi alkohol dan merokok. Lakukan olahraga yang teratur
dan hindari stress.
Cara pencegahan diatas digunakan untuk orang-orang yang memiliki riwayat gastritis yang terusmenerus kambuh. Untuk orang-orang yang tidak menderita gastritis, hindarilah penyakit
gastritis dengan makan teratur dan dalam jumlah yang cukup. Makanan yang dimakan juga
harus yang higienis.
Pencegahan Gastritis

Agar kita terhindari dari penyakit gastritis, sebaiknya lakukan pencegahan gastritis dibawah ini:
Makan yang teratur
Hindari alkohol
Makan dalam porsi kecil dan sering
Menghindari stress
Mengunyah 32 kali
Menghindari rokok
Pengobatan
Obat-obat yang biasa digunakan untuk mengobati maag antara lain :
Antasida. Menetralisir asam lambung dan menghilangkan rasa nyeri.
Ranitidin. Mengobati tukak lambung.
Simetidin. Mengobati dispepsia
Pompa Proton. Mencegah pertumbuhan bakteri, menghentikan produksi asam lambung
dan menghambat infeksi bakteri H. pylori.
Agen Cytoprotektif. Melindungi lapisan lambung dan usus halus.
Anti sekretorik. Menekan sekresi asam.
Pankreatin. Membantu pencernaan lemak, karbohidrat, protein dan mengatasi gangguan
sakit pencernaan seperti perut kembung, mual, dan sering mengeluarkan gas.
Untuk pengobatan dirumah, yang sebaiknya dilakukan bila terserang maag adalah :
1. Minum obat maag yang mengandung antasida (dijual bebas).
2. Kompres hangat pada ulu hati (meringankan gejala nyeri).
3. Setelah 20-30 menit. Makanlah secara perlahan.
4. Istirahat
Perhatian, tidak dianjurkan memberikan antasida pada anak-anak usia dibawah 12 tahun kecuali
atas petunjuk dokter. Penderita maag juga dianjurkan untuk menghindari makanan yang pedas,
asam, terlalu panas, terlalu ingin, terlalu banyak rempah, dan berlemak.
Penderita maag harus ke dokter apabila :
1. Nyeri ulu hati cukup hebat dan tidak berkurang setelah mengonsumi antasida.
2. Muntah dan sakit perut yang melilit.
3. Nyeri semakin hebat dalam beberapa jam.
4. Terlihat lemas.
Cara pengobatan penyakit maag bisa dilakukan dengan menghindari jenis makanan yang
sebaiknya tidak dikonsumsi untuk penderita maag :
1.
2.
3.
4.

5.

6.

Makanan yang pedas dan panas


Makanan yang mengandung gas
Makanan yang teksturnya keras dan sulit untuk dicerna
Makanan yang bias membuat klep kerongkongan bagian bawah mnenjadi lemah,
sehingga menyebabkan cairan pada lambung malah naik ke kerongkongan. Misalnya
adalah cokelat merupakan makanan yang tiggi akan lemak, alcohol, serta gorengan
Makanan dan minuman yang banyak mengandung kandungan serat serta gas. Jangan
mengkonsumsi sayur sayuran seperti : sawi, sayur kol, buah nangka, buah pisang
ambon, buah kedondong dan minuman bersoda karena jenis makanan dan minuman
tersebut akan menyebabkan naiknya asam lambung
Cara mengobati maag dengan menghindari kegiatan atau aktivitas yang bias
meningkatkan asam lambung. Misalnya adalah jangan merokok dan jangan makan
permen karet.