Anda di halaman 1dari 6

2.

1 SUDUT DALAM DAN SUDUT LUAR SEGITIGA


Definisi:
Segitiga adalah bangun datar yang mempunyai 3 sisi dan 3 sudut pada bagian dalamnya. Simbol
yang sering digunakan adalah . Segitiga diberi nama menggunakan 3 huruf pada ketiga titik
sudutnya.
Teorema 2.1. Jumlah ukuran sudut-sudut dalam segitiga adalah 1800
Bukti:
1

Menggunakan teorema kesejajaran

2 3

kita peroleh

A
C
Sudut luar segitiga terbentuk bila sisi-sisi segitiga diperpanjang.
Teorema 2.2. Ukuran sebuah sudut luar suatu segitiga sama dengan jumlah dua sudut dalam
yang tidak berpelurus dengan sudut luar tersebut.
Coba Anda buktikan sebagai latihan!

2.2 JENIS SEGITIGA

Kita dapat mengelompokkan segitiga berdasarkan ukuran sisi-sisinya, ukuran sudut-sudutnya,


maupun gabungan keduanya, seperti didefinisikan sebagai berikut:
A. Jenis segitiga ditinjau dari ukuran sisi-sisinya

1. Segitiga samasisi adalah segitiga yang ketiga ukuran sisinya sama panjang.
2. Segitiga samakaki adalah segitiga yang dua ukuran sisinya sama panjang.
3. Segitiga sebarang adalah segitiga yang panjang sisi-sisinya tidak sama panjang.
4. B.

Jenis segitiga ditinjau dari ukuran sudutnya


1. Segitiga siku-siku adalah segitiga yang ukuran salah satu sudutnya 900.
2. 2.

Segitiga tumpul adalah segitiga yang salah satu ukuran sudutnya tumpul.

3. 3.

Segitiga lancip adalah segitiga yang ketiga ukuran sudutnya lancip.

C. Jenis segitiga ditinjau dari ukuran sisi-sisi dan sudutnya


1. Segitiga siku-siku samakaki adalah segitiga yang ukuran salah satu sudutnya 90 dan dua
sisinya sama panjang.
2. Segitiga tumpul samakaki adalah segitiga yang salah satu sudutnya tumpul dan panjang
kedua sisinya sama.
3. 3.
Segitiga lancip samakaki adalah suatu segitiga yang salah satu sudutnya lancip dan
panjang kedua sisinya sama.

2.3 GARIS-GARIS ISTIMEWA DALAM SEGITIGA


Dalam segitiga terdapat empat garis istimewa, garis-garis tersebut adalah garis tinggi, garis bagi
sudut dalam (atau garis bagi), garis berat, garis sumbu yang didefinisikan sebagai berikut:
1. Garis tinggi suatu segitiga adalah segmen garis yang ditarik dari suatu titik sudut
segitiga hingga sebuah titik pada sisi didepan sudut itu atau perpanjangannya dan
tegaklurus sisi itu atau perpanjangannya.

2. Garis bagi suatu sudut dalam suatu segitiga adalah segmen garis yang ditarik dari suatu
titik sudut segitiga hingga sebuah titik pada sisi didepan sudut itu dan membagi sudut itu
menjadi dua sama besar.
3. Garis berat suatu segitiga adalah segmen garis yang ditarik dari suatu titik sudut segitiga
hingga titik tengah sisi dihadapan sudut itu.
4. Garis sumbu suatu segitiga adalah garis yang tegak lurus dan melalui titik tengah suatu
sisi segitiga.
Langkah-langkah melukis (mengonstruksi) garis tinggi, garis bagi dalam sudut, garis sumbu, dan
garisberat dalam dalam suatu segitiga sebagai berikut:
Melukis (mengonstruksi) garis tinggi segitiga ABC dari titik sudut A.
Dengan titik A sebagai titik awal tarik garis tegak lurus ke sisi BC
Melukis (mengonstruksi) garis bagi sudut B dalam sgitiga ABC.
1. Untuk membagi sudut ABC, buat suatu busur yang memotong sisi-sisi sudut. Sebut titik
potong itu D dan E.
2. Dengan ujung jangka pada D dan dengan membuka jangka lebih dari DE, buat suatu busur di
bagian dalam sudut itu. Ulangi prosedur ini dan usahakan setting sama tetapi dengan ujung
jangka pada E. Label perpotongan dari busur itu titik F.
3. Gambar . Maka membagi sudut ABC . Dengan cara yang sama, anda dapat melukis
(mengonstruksi) garis bagi lainnya dalam suatu segitiga ABC.

Melukis (mengonstruksi) garis sumbu pada sisi AB dari segitiga ABC.


1. Tempatkan ujung jangka pada B dan buat busur dibagian atas dan di bagian bawah .
2. Usahakan jari-jari sama, tempatkan ujung jangka pada A dan buat busur di bagian atas dan
bagian bawah
3. Label titik potong busur D dan E. Hubungkan titik D dan E di mana? AB yang merupakan
garis sumbu pada. Dengan cara yang sama, anda dapat melukis (mengonstruksi) garis sumbu
lainnya dari segitiga ABC.
Melukis (mengonstruksi) garis berat pada .

1. Buka jangka sedemikian sehingga terbuka lebih dari setengah panjang


2. Tempatkan ujung jangka pada B dan buat busur dibagian atas dan di bagian bawah .
3. Usahakan jari-jari sama, tempatkan ujung jangka pada C dan buat busur di bagian atas dan di
bagian bawah.
4. Label titik potong busur D dan E. Titik Q pada yang merupakan titik tengah .
5. Hubungkan titik A dengan titik Q, diperoleh yang merupakan garis berat dari titik A ke dalam
segitiga ABC. Dengan cara yang sama, anda dapat melukis (mengonstruksi) garis berat lainnya
dari segitiga ABC.

2.4

KONGRUENSI SEGITIGA

Bentuk-bentuk kongruen adalah bangun-bangun yang memiliki ukuran dan bentuk yang sama.
Bentuk-bentuk tersebut merupakan duplikat yang persis satu sama lainnya. Bentuk-bentuk
tersebut dapat dibuat bertumpang tindih sehingga bagian-bagiannya yang bersesuaian saling
berhimpit.
Segitiga yang mempunyai ukuran dan bentuk yang sama persis disebut segitiga kongruen.
Simbol kongruen adalah . Dua segitiga dikatakan kongruen jika ketiga sisi dan ketiga sudut suatu
segitiga mempunyai ukuran yang sama dengan ketiga sisi dan ketiga sudut segitiga yang satunya.
Segitiga kongruen diberi nama dengan mengurutkan sudut-sudut dengan urutan yang sama.
Postulat 2.1 (Postulat S S S)
Jika setiap sisi suatu segitiga sama dengan sisi-sisi segitiga yang lain maka ke dua segitiga itu
adalah kongruen.
Postulat 2.2 (Postulat S Sd S)
Jika dua sisi dan sebuah sudut yang diapit dari suatu segitiga sama dengan bagian-bagian yang
sama dari segitiga yang lain, maka kedua segitiga itu kongruen.
Postulat 2.3 (Postulat Sd S Sd)
Jika dua sudut dan sebuah sisi yang diapit dari suatu segitiga sama dengan bagian-bagian yang
sama dari segitiga yang lain, maka kedua segitiga itu kongruen.
Teorema 2.3 (Teorema Sd Sd S)

Jika dua sudut dan sebuah sisi yang tidak diapit dari suatu segitiga sama dengan bagian-bagian
yang sama dari segitiga yang lain, maka kedua segitiga itu kongruen.

Teorema Kongruensi Dua Segitiga Siku-siku.

Teorema 2.4. Jika sisi miring dan satu kaki suatu segitiga siku-siku sama dengan bagian-bagian
yang sama dari segitiga siku-siku yang lain, maka kedua segitiga itu kongruen.
Teorema 2.5. Jika sisi miring dan satu sudut lancip suatu segitiga siku-siku sama dengan bagianbagian yang sama dari segitiga siku-siku yang lain, maka kedua segitiga itu kongruen.
Teorema 2.6. Jika kaki-kaki suatu segitiga siku-siku sama dengan bagian-bagian yang sama dari
segitiga siku-siku yang lain, maka kedua segitiga itu kongruen.
Teorema 2.7. Jika satu kaki dan satu sudut lancip suatu segitiga siku-siku sama dengan bagianbagian yang sama dari segitiga siku-siku yang lain, maka kedua segitiga itu kongruen.

Ciri-ciri Segitiga Sama Kaki dan Sama Sisi


Teorema 2.8. Besar dua sudut dihadapan kaki yang sama dari segitiga sama kaki adalah sama.
Teorema 2.9. Besar ketiga sudut segitiga sama sisi adalah sama.
Teorema 2.10. Jika dua sudut suatu segitiga sama, maka segitiga itu adalah segitiga sama kaki.
Teorema 2.11. Jika ketiga sudut suatu segitiga sama, maka segitiga itu adalah segitiga sama sisi.
Latihan:
1. Buktikan bahwa:
a. dua segitiga sama kaki kongruen jika sisi alas dan satu sudut alasnya sama
b.dua segitiga siku-siku kongruen jika satu sisi siku-siku dan sudut dihadapannya sama
c. dua segitiga sama kaki kongruen jika satu sisi tegak dan garis berat ke sisi tersebut sama
1. dua segitiga sama kaki kongruen jika satu sudut alas dan garis bagi sudut alas itu sama

2. Dua segitiga sama kaki mempunyai alas berimpit. Buktikan bahwa garis yang
menghubungkan puncak kedua segitiga tersebut membagi sudut puncak dan alas segitiga
menjadi dua bagian yang sama.
3. Segitiga ABC adalah segitiga sembarang. CD CB, CD=CB, A dan D terletak
berseberangan terhadap BC. CE AC, CE=AC, B dan E terletak berseberangan terhadap
AC. Buktikan bahwa AD=BE.
https://duniamatematika15.wordpress.com/2013/12/06/segitiga/