Anda di halaman 1dari 34
Jimmy S. Juwana E-mail: jimmy28112000@yahoo.com Hp. 081 679 4511
Jimmy S. Juwana
E-mail: jimmy28112000@yahoo.com
Hp. 081 679 4511

DASAR HUKUM

DASAR HUKUM • Kepres R.I. No. 42 Tahun 2002 tentang Pedoman APBN. (pasal 14 ayat 4

Kepres R.I. No. 42 Tahun 2002 tentang

Pedoman APBN. (pasal 14 ayat 4 butir d)

Penetapan Standarisasi dilakukan secara berkala oleh Bupati/Walikota untuk Harga

Satuan BGN untuk keperluan dinas seperti

Kantor, Rumah Dinas, Gedung Rumah Sakit,

Ged. Sekolah, Pagar dan bangunan fisik

•

lainnya.

Permen PU No 45/2007 (dulu: Kepmen

Kimpraswil No: 332/2002) tentang Pedoman

Teknis Pembangunan Bangunan Gedung Negara. (Standar Harga satuan tertinggi pembangunan BGN ditetapkan secara berkala

untuk setiap Kab./kota oleh Bupati / Walikota

setempat.

Kepres RI No. 42 tahun 2002 psl 14 :  ayat (1) : Dalam melaksanakan

Kepres RI No. 42 tahun 2002 psl 14 :

ayat (1) : Dalam melaksanakan belanja

negara dilakukan standarisasi kompunen

kegiatan termasuk harga satuannya.

ayat (2 ) Standarisasi harga satuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1)

digunakan untuk menyusun pembiayaan

kegiatan-kegiatan yang diusulkan dalam dokumen anggaran

Ayat (3) Dalam menyusun standarisasi harga satuan sedapat mungkin

menggunakan data dasar yang bersumber

dari penerbitan resmi Biro Pusat Statistik

(BPS), Kementerian/Lembaga, dan

Pemerintah Daerah.

Ayat

(4)

Penetapan standarisasi perlu

oleh

dilakukan

Bupati/Walikota setempat

secara

berkala

dan Pemerintah Daerah.  Ayat (4) Penetapan standarisasi perlu oleh dilakukan Bupati/Walikota setempat secara berkala
dan Pemerintah Daerah.  Ayat (4) Penetapan standarisasi perlu oleh dilakukan Bupati/Walikota setempat secara berkala
LATAR BELAKANG KONDISI DAERAH YANG BERBEDA PEKERJA- AN YANG BERAGAM DESAIN YANG BERAGAM HS DAERAH

LATAR BELAKANG

KONDISI DAERAH YANG BERBEDA

LATAR BELAKANG KONDISI DAERAH YANG BERBEDA PEKERJA- AN YANG BERAGAM DESAIN YANG BERAGAM HS DAERAH YANG

PEKERJA-

AN YANG

BERAGAM

KONDISI DAERAH YANG BERBEDA PEKERJA- AN YANG BERAGAM DESAIN YANG BERAGAM HS DAERAH YANG BERAGAM PERLUNYA:
KONDISI DAERAH YANG BERBEDA PEKERJA- AN YANG BERAGAM DESAIN YANG BERAGAM HS DAERAH YANG BERAGAM PERLUNYA:
DESAIN YANG BERAGAM
DESAIN YANG
BERAGAM
BERBEDA PEKERJA- AN YANG BERAGAM DESAIN YANG BERAGAM HS DAERAH YANG BERAGAM PERLUNYA: PEDOMAN HARGA SATUAN
BERBEDA PEKERJA- AN YANG BERAGAM DESAIN YANG BERAGAM HS DAERAH YANG BERAGAM PERLUNYA: PEDOMAN HARGA SATUAN

HS DAERAH YANG BERAGAM

YANG BERAGAM DESAIN YANG BERAGAM HS DAERAH YANG BERAGAM PERLUNYA: PEDOMAN HARGA SATUAN PER M 2

PERLUNYA:

PEDOMAN HARGA SATUAN PER M 2 BANGUNAN GEDUNG NEGARA

TUJUAN

Pengendalian penyelenggaraan

bangunan gedung negara pada

tahap

pembangunan,

perawatan,

pemanfaatan dan

penghapusan

Penyediaan sistem informasi

standar harga bangunan gedung

lingkup lokal dan nasional

Agar terwujud bangunan gedung

negara yang sesuai dengan fungsi, keselamatan, kesehatan,

kenyamanan, kemudahan, efisien,

serasi dengan lingkungan, serta tertib penyelenggaraan.

fungsi, keselamatan, kesehatan, kenyamanan, kemudahan, efisien, serasi dengan lingkungan, serta tertib penyelenggaraan.
fungsi, keselamatan, kesehatan, kenyamanan, kemudahan, efisien, serasi dengan lingkungan, serta tertib penyelenggaraan.

Penyelenggaraan Bangunan Gedung

Penyelenggaraan Bangunan Gedung PERATURAN DAERAH TENTANG BANGUNAN KAJIAN TEKNIS RTB IMB SLF PEMBANGUNAN PELAKSANAAN
PERATURAN DAERAH TENTANG BANGUNAN KAJIAN TEKNIS
PERATURAN DAERAH TENTANG BANGUNAN
KAJIAN
TEKNIS
Gedung PERATURAN DAERAH TENTANG BANGUNAN KAJIAN TEKNIS RTB IMB SLF PEMBANGUNAN PELAKSANAAN PEMANFAATAN PERENCANAAN
RTB
RTB
Gedung PERATURAN DAERAH TENTANG BANGUNAN KAJIAN TEKNIS RTB IMB SLF PEMBANGUNAN PELAKSANAAN PEMANFAATAN PERENCANAAN
Gedung PERATURAN DAERAH TENTANG BANGUNAN KAJIAN TEKNIS RTB IMB SLF PEMBANGUNAN PELAKSANAAN PEMANFAATAN PERENCANAAN
Gedung PERATURAN DAERAH TENTANG BANGUNAN KAJIAN TEKNIS RTB IMB SLF PEMBANGUNAN PELAKSANAAN PEMANFAATAN PERENCANAAN
Gedung PERATURAN DAERAH TENTANG BANGUNAN KAJIAN TEKNIS RTB IMB SLF PEMBANGUNAN PELAKSANAAN PEMANFAATAN PERENCANAAN
Gedung PERATURAN DAERAH TENTANG BANGUNAN KAJIAN TEKNIS RTB IMB SLF PEMBANGUNAN PELAKSANAAN PEMANFAATAN PERENCANAAN

IMB

PERATURAN DAERAH TENTANG BANGUNAN KAJIAN TEKNIS RTB IMB SLF PEMBANGUNAN PELAKSANAAN PEMANFAATAN PERENCANAAN

SLF

DAERAH TENTANG BANGUNAN KAJIAN TEKNIS RTB IMB SLF PEMBANGUNAN PELAKSANAAN PEMANFAATAN PERENCANAAN PEMBONGKARAN
DAERAH TENTANG BANGUNAN KAJIAN TEKNIS RTB IMB SLF PEMBANGUNAN PELAKSANAAN PEMANFAATAN PERENCANAAN PEMBONGKARAN
DAERAH TENTANG BANGUNAN KAJIAN TEKNIS RTB IMB SLF PEMBANGUNAN PELAKSANAAN PEMANFAATAN PERENCANAAN PEMBONGKARAN
PEMBANGUNAN
PEMBANGUNAN
TENTANG BANGUNAN KAJIAN TEKNIS RTB IMB SLF PEMBANGUNAN PELAKSANAAN PEMANFAATAN PERENCANAAN PEMBONGKARAN PELESTARIAN

PELAKSANAAN

BANGUNAN KAJIAN TEKNIS RTB IMB SLF PEMBANGUNAN PELAKSANAAN PEMANFAATAN PERENCANAAN PEMBONGKARAN PELESTARIAN PENDATAAN

PEMANFAATAN

PERENCANAAN

PEMBONGKARAN

SLF PEMBANGUNAN PELAKSANAAN PEMANFAATAN PERENCANAAN PEMBONGKARAN PELESTARIAN PENDATAAN PERATURAN, PEDOMAN, STANDAR TEKNIS

PELESTARIAN

SLF PEMBANGUNAN PELAKSANAAN PEMANFAATAN PERENCANAAN PEMBONGKARAN PELESTARIAN PENDATAAN PERATURAN, PEDOMAN, STANDAR TEKNIS
PENDATAAN PERATURAN, PEDOMAN, STANDAR TEKNIS
PENDATAAN
PERATURAN, PEDOMAN, STANDAR TEKNIS
• Harga Satuan Bangunan Gedung Negara (HSBGN) adalah standar harga satuan tertinggi untuk biaya pelaksanaan
• Harga Satuan Bangunan Gedung Negara (HSBGN) adalah standar harga satuan tertinggi untuk biaya pelaksanaan

Harga Satuan Bangunan Gedung Negara

(HSBGN) adalah standar harga satuan

tertinggi untuk biaya pelaksanaan kontruksi fisik per-m 2 pembangunan bangunan gedung negara dan

diberlakukan sesuai dengan klasifikasi,

lokasi, dan tahun pembangunannya.

Standar HSBGN ditetapkan secara berkala untuk setiap kabupaten/kota oleh

Bupati/Walikota setempat.

HSBGN dibedakan Klasifikasi

Harga satuan per-m 2 tertinggi untuk Pembangunan Gedung Negara

klasifikasi sederhana dan tidak

sederhana, lokasi Kabupaten/kota,

Bertingkat dan Tidak Bertingkat.

Harga Satuan per-m 2 Pembangunan Bangunan Rumah Negara dibedakan menurut tipe rumah negara, lokasi

Kabupaten/kota.

Harga Satuan per-m’ Pembangunan

Pagar Bangunan Gedung Negara.

dibedakan menurut klasifikasi

bangunan gedung, letak pagar, tipe

rumah negara, lokasi Kabupaten/kota.

Gedung Negara. dibedakan menurut klasifikasi bangunan gedung, letak pagar, tipe rumah negara, lokasi Kabupaten/kota.
Gedung Negara. dibedakan menurut klasifikasi bangunan gedung, letak pagar, tipe rumah negara, lokasi Kabupaten/kota.
KLASIFIKASI BGN Klas Penggunaan Bangunan BG Kantor yang sudah ada disain prototipe-nya/ sd. 2 lantai/luas

KLASIFIKASI BGN

Klas Penggunaan Bangunan
Klas
Penggunaan Bangunan
KLASIFIKASI BGN Klas Penggunaan Bangunan BG Kantor yang sudah ada disain prototipe-nya/ sd. 2 lantai/luas sd.

BG Kantor yang sudah ada disain prototipe-nya/ sd. 2 lantai/luas sd. 500 m 2

Rumah Dinas Tipe C,D, dan E tidak bertingkat

SEDERHANA 
SEDERHANA

Pelayanan kesehatan: Puskesmas

Pendidikan: lanjutan dan dasar sd. 2 lantai

TIDAK
TIDAK

BG Kantor belum ada prototipe-nya/ di atas 2 lantai/ > 500 m 2

Rumah Dinas Tipe A & B, atau C,D,& E bertingkat

 SEDERHANA 
SEDERHANA

Rumah Sakit Klas A, B, C, & D

Universitas/Akademi. Pend lanj. & dasar > 2 lantai

KHUSUS
KHUSUS

Istana Negara/Wisma Negara

Instalasi Nuklir, pertahanan, laboratorium

Terminal udara/laut/darat, stasiun KA, stadion OR

Rumah tahanan

Gedung benda berbahaya

Bangunan Monumental

Gedung perwakilan negara RI di luar negeri

KLASIFIKASI RUMAH NEGARA Klas Penggunaan Bangunan  Menteri/Kepala Lembaga Tinggi/Tertinggi Negara Khusus  Sekjen,

KLASIFIKASI RUMAH NEGARA

Klas Penggunaan Bangunan
Klas
Penggunaan Bangunan
KLASIFIKASI RUMAH NEGARA Klas Penggunaan Bangunan  Menteri/Kepala Lembaga Tinggi/Tertinggi Negara Khusus  Sekjen,
 Menteri/Kepala Lembaga Tinggi/Tertinggi Negara Khusus  Sekjen, Dirjen, Irjen, Kepala Badan, Deputi A 
 Menteri/Kepala Lembaga Tinggi/Tertinggi Negara
Khusus
 Sekjen, Dirjen, Irjen, Kepala Badan, Deputi
A
 Pejabat yang setingkat
B
 Direktur, Karo, Inspektur, KaKanwil, Asisten Deputi
 Pejabat yang setingkat
C
C

Kasubdit, Kabag, Kabid

Pejabat yang setingkat

PNS gol IV a sd IV c

D
D

Kasi, Kasubag, Kasubdid

Pejabat yang setingkat

PNS gol III a sd III d

E
E

Kasubseksi

Pejabat yang setingkat

PNS gol II d ke bawah

yang setingkat  PNS gol III a sd III d E  Kasubseksi  Pejabat yang
STANDAR LUAS BGN
STANDAR LUAS BGN
STANDAR LUAS BGN Jenis Luas Gedung Kantor  Gedung Kantor Klasifikasi Tidak Sederhana seluas 10 M
Jenis Luas
Jenis
Luas
Gedung Kantor
Gedung Kantor

Gedung Kantor Klasifikasi Tidak

Sederhana seluas 10 M 2 /personil

Gedung Kantor Klasifikasi Sederhana seluas 9,6 m 2 /personil

Ruang Khusus atau Rg. Pelayanan

Masyarakat dihitung tersendiri

Rincian Standar Luas Ruang Terlampir

Rumah Negara
Rumah Negara

Tipe Khusus : 400m 2 / 1000m 2 (LB/LT)

Tipe A

: 250m 2

/ 600m 2 (LB/LT)

Tipe B

: 120m 2 / 350m 2 (LB/LT)

Tipe C

:

70m 2 / 200m 2 (LB/LT)

Tipe D

:

50m 2 / 120m 2 (LB/LT)

Tipe E

:

36m 2 / 100m 2 (LB/LT)

BGN Lainnya
BGN Lainnya

Mengikuti ketentuan yang dikeluarkan oleh Instansi ybs.

TOLERANSI MAKSIMAL KELEBIHAN TANAH  DKI Jakarta 20%  Ibukota Provinsi 30%  Ibukota Kab/Kota

TOLERANSI MAKSIMAL KELEBIHAN TANAH

DKI Jakarta

20%

Ibukota Provinsi

30%

Ibukota Kab/Kota

40%

Perdesaan

50%

PEMBIAYAAN PEMBANGUNAN BANGUNAN GEDUNG NEGARA DIGOLONGKAN:  Pembiayaan pembangunan untuk pekerjaan standar (yang ada

PEMBIAYAAN PEMBANGUNAN BANGUNAN

GEDUNG NEGARA DIGOLONGKAN:

PEMBIAYAAN PEMBANGUNAN BANGUNAN GEDUNG NEGARA DIGOLONGKAN:  Pembiayaan pembangunan untuk pekerjaan standar (yang ada

Pembiayaan pembangunan untuk pekerjaan standar (yang ada standar

harga satuan tertingginya) dan

Pembiayaan pembangunan untuk pekerjaan non-standar (yang belum

tersedia standar harga satuan

tertingginya).

Pembiayaan pembangunan bangunan

gedung negara dituangkan dalam

Dokumen Pembiayaan yang terdiri atas komponen-komponen biaya untuk

kegiatan pelaksanaan konstruksi, kegiatan pengawasan konstruksi atau

manajemen konstruksi, kegiatan

perencanaan konstruksi, dan kegiatan pengelolaan proyek.

HARGA SATUAN TERTINGGI RATA-RATA PER M 2 BANGUNAN BERTINGKAT UNTUK BANGUNAN GEDUNG NEGARA  Harga

HARGA SATUAN TERTINGGI RATA-RATA PER M 2 BANGUNAN BERTINGKAT UNTUK BANGUNAN GEDUNG NEGARA

Harga satuan tertinggi rata-rata

per-m 2 bangunan gedung bertingkat adalah didasarkan pada harga satuan lantai dasar tertinggi per m 2 untuk bangunan gedung bertingkat, kemudian

dikalikan dengan koefisien/faktor

pengali untuk jumlah lantai yang

bersangkutan, sebagai berikut:

bertingkat, kemudian dikalikan dengan koefisien/faktor pengali untuk jumlah lantai yang bersangkutan, sebagai berikut:

FAKTOR PENGALI JUMLAH LANTAI

Jumlah

Lantai

Bangunan

Bangunan 2 lantai

Bangunan 3 lantai

Bangunan 4 lantai

Bangunan 5 lantai

Bangunan 6 lantai

Bangunan 7 lantai

Bangunan 8 lantai

Harga Satuan per m 2 Tertinggi

1,090 standar harga gedung bertingkat

1,120 standar harga gedung bertingkat

1,135 standar harga gedung bertingkat

1,162 standar harga gedung bertingkat

1,197 standar harga gedung bertingkat

1,236 standar harga gedung bertingkat

1,265 standar harga gedung bertingkat

HB n = (1 + 0,0237) n-1 SHGB
HB n = (1 + 0,0237) n-1 SHGB
FUNGSI KHUSUS Fungsi Bangunan/Ruang Harga Satuan per m 2 Tertinggi ICU/ICCU/UGD/CMU 1,50 standar harga

FUNGSI KHUSUS

Fungsi Bangunan/Ruang

Harga Satuan per m 2 Tertinggi

ICU/ICCU/UGD/CMU

1,50 standar harga bangunan

Ruang Operasi

2,00 standar harga bangunan

Ruang Radiology

1,25 standar harga bangunan

Rawat Inap

1,10 standar harga bangunan

Laboratorium

1,10 standar harga bangunan

Ruang Kebidanan & Kandungan

1,20 standar harga bangunan

Ruang Gawat Darurat

1,10 standar harga bangunan

Power House

1,25 standar harga bangunan

Ruang Rawat Jalan

1,10 standar harga bangunan

Dapur & Laundry

1,10 standar harga bangunan

Bengkel

1,00 standar harga bangunan

Lab. SLTP/SMA/SMK

1,15 standar harga bangunan

Selasar Luar Beratap/Teras

0,50 standar harga bangunan

SPESIFIKASI TEKNIS BANGUNAN GEDUNG NEGARA

SPESIFIKASI TEKNIS BANGUNAN GEDUNG NEGARA

TATA

BANGUNAN & LINGKUNGAN

Jarak antar bangunan, KDB, KLB, Ketinggian dan GSB :

sesuai Perda Setempat

Ketinggian langit-langit: 2,80 m’

Kelengkapan S&P: parkir, aksesibilitas, air bersih, persampahan dan limbah serta Tata Hijau

BAHAN

BANGUNAN

Lantai: keramik, vinil, tegel PC

Dinding Luar: bata, batako diplester & dicat, dan kaca

Dinding dalam: bata, batako diplester & dicat, dan kaca,

serta partisi kayu lapis

Plafond: kayu lapis dicat

Atap: genteng, GRC, seng, sirap, aluminium, dll.

Kosen/Daun Pintu: kayu klas II dicat, atau aluminium

STRUKTUR

BANGUNAN

Pondasi: batu belah, kayu, beton bertulang

Struktur Lantai: beton bertulang, baja, kayu klas kuat II

Kolom/Balok : beton bertulang, baja, kayu klas kuat II

Rangka Atap: kayu klas kuat II, baja

Memenuhi persyaratan SNI
Memenuhi persyaratan SNI
SPESIFIKASI TEKNIS BANGUNAN GEDUNG NEGARA

SPESIFIKASI TEKNIS BANGUNAN GEDUNG NEGARA

UTILITAS

BANGUNAN

Air Bersih: PAM, sumur min. 100 liter/orang/hari

Drainase dan Pembuangan Kotoran: sesuai kebutuhan

Sarana PPB Kebakaran: sesuai Permen PU 26/2008 dan

SNI yang berlaku

Penerangan & ventilasi sesuai SNI yang berlaku

Penangkal Petir: lokal

SARANA

PENYELEMATAN

Tangga penyelamatan: lebar min. 1,20 m’

Tanda Penunjuk Arah Keluar: jelas dasar putih huruf hijau

Pintu: lebar min. 1,00 m’, satu ruang minimal 2 pintu &

membuka keluar.

Koridor/selasar: lebar min. 1,80 m’.

Aksesibilitas sesuai Permen PU no 30/2006

Memenuhi persyaratan SNI
Memenuhi persyaratan SNI

PARADIGMA BARU

PARADIGMA LAMA

SURVEI LAPANGAN DI TIAP KECAMATAN KLAS TIDAK SEDERHANA Model Teknis Bang Sederhana Rata-rata Klas A
SURVEI LAPANGAN DI TIAP KECAMATAN
KLAS
TIDAK
SEDERHANA
Model Teknis
Bang Sederhana
Rata-rata
Klas A & B
KLAS
SEDERHANA
Penentuan Model Teknis HSBGN Variant Variasi Luas Bangunan
Penentuan Model Teknis HSBGN
Variant Variasi Luas Bangunan
Luas sama Harga bisa beda
Luas sama
Harga bisa beda

6 x 6 m2

3 x 12 m2

Luas 36 m2

Keliling= 30 m

Luas 36 m2

Keliling 24 m

Variasi Luas Bangunan Luas sama Harga bisa beda 6 x 6 m2 3 x 12 m2
Penentuan Model Teknis HSBGN Variant Kemiringan dan Lokasi Tanah
Penentuan Model Teknis HSBGN
Variant Kemiringan dan Lokasi Tanah

Pasangan pondasiPasangan dinding Plesteran Pasangan lantai Beton Dst. Upah masing- masing Satukan volume berdasarkan tiap jenis

Pasangan dindingPasangan pondasi Plesteran Pasangan lantai Beton Dst. Upah masing- masing Satukan volume berdasarkan tiap jenis bahan

PlesteranPasangan pondasi Pasangan dinding Pasangan lantai Beton Dst. Upah masing- masing Satukan volume berdasarkan tiap jenis

Pasangan lantaiPasangan pondasi Pasangan dinding Plesteran Beton Dst. Upah masing- masing Satukan volume berdasarkan tiap jenis bahan

BetonPasangan pondasi Pasangan dinding Plesteran Pasangan lantai Dst. Upah masing- masing Satukan volume berdasarkan tiap

Dst.pondasi Pasangan dinding Plesteran Pasangan lantai Beton Upah masing- masing Satukan volume berdasarkan tiap jenis

Upah masing- masingPasangan dinding Plesteran Pasangan lantai Beton Dst. Satukan volume berdasarkan tiap jenis bahan Satukan

Plesteran Pasangan lantai Beton Dst. Upah masing- masing Satukan volume berdasarkan tiap jenis bahan Satukan

Satukan

volume

berdasarkan tiap jenis bahan Satukan koefisien upah tenaga kerja
berdasarkan
tiap jenis
bahan
Satukan
koefisien upah
tenaga kerja
Satukan volume berdasarkan tiap jenis bahan Satukan koefisien upah tenaga kerja Data harga bahan & Data
Data harga bahan & Data upah
Data harga bahan
&
Data upah
BPS cek cek KONSEP DATA STANDAR LAPANGAN SUMBER LAIN (3 bulanan) HARGA
BPS
cek
cek
KONSEP
DATA
STANDAR
LAPANGAN
SUMBER LAIN
(3 bulanan)
HARGA
inflasi
inflasi
PENETAPAN BAPPENAS DAN ANGGARAN
PENETAPAN
BAPPENAS DAN
ANGGARAN
Keuangan negara
Keuangan
negara
P&KP
P&KP

HARGA BGN

HARGA BGN ARSITEKTUR dan FINISHING Harga Standar STRUKTUR dan UTILITAS Harga Non Standar PENYIAPAN dan PEMATANGAN
ARSITEKTUR dan FINISHING Harga Standar STRUKTUR dan UTILITAS
ARSITEKTUR dan FINISHING
Harga Standar
STRUKTUR dan UTILITAS
Harga Non Standar
Harga Non Standar
PENYIAPAN dan PEMATANGAN LAHAN
PENYIAPAN dan PEMATANGAN LAHAN
MASTERPLAN dan RTBL
MASTERPLAN dan RTBL
AMDAL
AMDAL
PENINGKATAN ARS dan STRUKTUR
PENINGKATAN ARS dan STRUKTUR
PEK. KHUSUS KELENGKAPAN BANG
PEK. KHUSUS KELENGKAPAN BANG
PENYAMBUNGAN (AIR, LISTRIK,TELP.dll)
PENYAMBUNGAN (AIR, LISTRIK,TELP.dll)
ASURANSI
ASURANSI
PENGELOLAAN PROYEK (REMOTE AREA)
PENGELOLAAN PROYEK (REMOTE AREA)
PERIJINAN KHUSUS
PERIJINAN KHUSUS
KONSULTAN VE
KONSULTAN VE
PEK. LAIN-LAIN
PEK. LAIN-LAIN
BB  BB .1 0,0237   n n o Pembiayaan Pekerjaan Non-Standar
BB  BB .1 0,0237
 n
n
o
Pembiayaan Pekerjaan Non-Standar

Dihitung berdasarkan rincian

volume kebutuhan nyata dan harga pasar yang wajar, dengan terlebih dahulu berkonsultasi kepada instansi

Teknis Setempat;

Besarnya biaya perencanaan,

manajemen

konstruksi/pengawasan, dihitung berdasarkan billing-

rate;

Total nilai biaya pekerjaan non-

standar maksimum sebesar

150% dari total biaya pekerjaan standar, dan dapat

berpedoman pada Tabel pekerjaan non standar.

Jenis Pekerjaan

Prosentase

Alat Pengkondisian Udara

10-20% dari X

Elevator/Eskalator

8-12% dari X

Tata Suara (Sound System)

3-6% dari X

Telepon & PABX

3-6% dari X

Instalasi Informasi & Teknolgi (IT)

6-11% dari X

Elektrikal (termasuk Genset)

7-12% dari X

Sistem Proteksi Kebakaran

7-12% dari X

Sistem Penangkal Petir Khusus

2-5% dari X

Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL)

2-4% dari X

Interior (termasuk Furniture)

15-25% dari X

Gas Pembakaran

1-2% dari X

Gas Medik

2-4% dari X

Pencegahan Bahaya Rayap

1-3% dari X

Pondasi Dalam

7-12% dari X

Fasilitas Difabel

3-8% dari X

Sarana/Prasarana Lingkungan

3-8% dari X

Basement (per m 2 )

120% dari Y

Peningkatan mutu

15-30% dari Z

BIAYA KOSTRUKSI FISIK KOMPONEN BIAYA BIAYA PENGELOLA PROYEK HARGA STANDAR BIAYA PENGAWASAN/MK

BIAYA

KOSTRUKSI FISIK

KOMPONEN

BIAYA

BIAYA KOSTRUKSI FISIK KOMPONEN BIAYA BIAYA PENGELOLA PROYEK HARGA STANDAR BIAYA PENGAWASAN/MK
BIAYA KOSTRUKSI FISIK KOMPONEN BIAYA BIAYA PENGELOLA PROYEK HARGA STANDAR BIAYA PENGAWASAN/MK
BIAYA KOSTRUKSI FISIK KOMPONEN BIAYA BIAYA PENGELOLA PROYEK HARGA STANDAR BIAYA PENGAWASAN/MK
BIAYA KOSTRUKSI FISIK KOMPONEN BIAYA BIAYA PENGELOLA PROYEK HARGA STANDAR BIAYA PENGAWASAN/MK
BIAYA KOSTRUKSI FISIK KOMPONEN BIAYA BIAYA PENGELOLA PROYEK HARGA STANDAR BIAYA PENGAWASAN/MK

BIAYA PENGELOLA PROYEK

HARGA STANDAR

HARGA

STANDAR

HARGA STANDAR
BIAYA KOSTRUKSI FISIK KOMPONEN BIAYA BIAYA PENGELOLA PROYEK HARGA STANDAR BIAYA PENGAWASAN/MK

BIAYA

PENGAWASAN/MK

KOMPONEN

BIAYA

SUMBER

DAYA

LOKASI

BIAYA

KOMPONEN BIAYA SUMBER DAYA LOKASI BIAYA TRANSPORASI

TRANSPORASI

BAGAN PENYUSUNAN STANDAR HARGA

BAGAN PENYUSUNAN STANDAR HARGA SURVEI DATA LAPANGAN (KAB/KOTA) DAN REMOTE AREA CONTOH ANALISA HARGA BAHAN DAN
SURVEI DATA LAPANGAN (KAB/KOTA) DAN REMOTE AREA CONTOH ANALISA HARGA BAHAN DAN BANGUNAN PEKERJAAN UPAH
SURVEI DATA LAPANGAN (KAB/KOTA) DAN REMOTE AREA
CONTOH
ANALISA
HARGA
BAHAN DAN
BANGUNAN
PEKERJAAN
UPAH
KONSEP
STANDAR HARGA
MODEL
TEKNIS BGN
KONSEP
STANDAR HARGA
KONSEP
KLASIFIKA SI PENYUSUNAN BANGUNA N GEDUNG MODEL TEKNIS NEGARA
KLASIFIKA
SI
PENYUSUNAN
BANGUNA
N GEDUNG
MODEL TEKNIS
NEGARA
SI PENYUSUNAN BANGUNA N GEDUNG MODEL TEKNIS NEGARA KOMPONEN BIAYA PEMB. PERATURAN/STANDAR DAN KRITERIA YANG
SI PENYUSUNAN BANGUNA N GEDUNG MODEL TEKNIS NEGARA KOMPONEN BIAYA PEMB. PERATURAN/STANDAR DAN KRITERIA YANG
SI PENYUSUNAN BANGUNA N GEDUNG MODEL TEKNIS NEGARA KOMPONEN BIAYA PEMB. PERATURAN/STANDAR DAN KRITERIA YANG
KOMPONEN BIAYA PEMB.
KOMPONEN
BIAYA PEMB.
BANGUNA N GEDUNG MODEL TEKNIS NEGARA KOMPONEN BIAYA PEMB. PERATURAN/STANDAR DAN KRITERIA YANG BERLAKU STANDAR HARGA

PERATURAN/STANDAR DAN KRITERIA YANG BERLAKU

BANGUNA N GEDUNG MODEL TEKNIS NEGARA KOMPONEN BIAYA PEMB. PERATURAN/STANDAR DAN KRITERIA YANG BERLAKU STANDAR HARGA

STANDAR HARGA

Deputi Bidang

Pembiayaan

Bappenas

Deputi Bidang Pembiayaan Bappenas Direktur Jenderal Anggaran Kem. Keuangan R.I S-1047/A/2000 1202/D.II/03/2000

Direktur Jenderal Anggaran

Direktur Jenderal Anggaran
Direktur Jenderal Anggaran
Kem. Keuangan R.I

Kem. Keuangan R.I

Kem. Keuangan R.I
Direktur Jenderal Anggaran Kem. Keuangan R.I
Direktur Jenderal Anggaran Kem. Keuangan R.I
Direktur Jenderal Anggaran Kem. Keuangan R.I
S-1047/A/2000 1202/D.II/03/2000 Harga Satuan Pembangunan Bangunan Gedung Negara (HSBGN) T.A. 2000 dilaksanakan oleh
S-1047/A/2000
1202/D.II/03/2000
Harga Satuan Pembangunan
Bangunan Gedung Negara (HSBGN)
T.A. 2000
dilaksanakan oleh Kab./ Kota
Dalam hal Kab. / Kota
belum siap/ mampu
Ketua Bappeda Provinsi &
Kanwil Anggaran setempat
siap/ mampu Ketua Bappeda Provinsi & Kanwil Anggaran setempat Lampiran Ketentuan Teknis Penyelenggaraan BGN
siap/ mampu Ketua Bappeda Provinsi & Kanwil Anggaran setempat Lampiran Ketentuan Teknis Penyelenggaraan BGN

Lampiran

Ketentuan Teknis

Penyelenggaraan

BGN

siap/ mampu Ketua Bappeda Provinsi & Kanwil Anggaran setempat Lampiran Ketentuan Teknis Penyelenggaraan BGN
-FORM -MODEL TEKNIK - PROGRAM DATA LAPANGAN PENETAPAN BUPATI/WALIKOTA CEK KONSEP STANDAR HARGA CEK SUMBER

-FORM

-MODEL TEKNIK

- PROGRAM

DATA

LAPANGAN

PENETAPAN BUPATI/WALIKOTA
PENETAPAN
BUPATI/WALIKOTA

CEK

KONSEP STANDAR HARGA
KONSEP
STANDAR
HARGA

CEK

SUMBER LAIN

KANTOR

BPS

SURVEI

KEPPRES RI No 42 Th 2002 Pedoman Pelaksanaan APBN Ps 14 Ayat 4 butir d

KEPPRES RI No 42 Th 2002 Pedoman Pelaksanaan APBN Ps 14 Ayat 4 butir d

No 42 Th 2002 Pedoman Pelaksanaan APBN Ps 14 Ayat 4 butir d Harga Satuan Pembangunan
No 42 Th 2002 Pedoman Pelaksanaan APBN Ps 14 Ayat 4 butir d Harga Satuan Pembangunan
Harga Satuan Pembangunan Bangunan Gedung Negara (HSBGN) T.A. 2002 dilaksanakan oleh Kab./ Kota
Harga Satuan Pembangunan
Bangunan Gedung Negara (HSBGN)
T.A. 2002
dilaksanakan oleh Kab./ Kota
PENGEMBANGAN HSBGN NORMAL STANDAR HARGA BGN RAWA/AIR MUAI SUSUT BESAR PERBUKITAN REMOTE

PENGEMBANGAN HSBGN

NORMAL
NORMAL
STANDAR HARGA BGN
STANDAR
HARGA BGN
RAWA/AIR
RAWA/AIR
MUAI SUSUT BESAR
MUAI SUSUT BESAR
PERBUKITAN
PERBUKITAN
REMOTE
REMOTE
Standar Harga Satuan BGN Dinas SISTEM INFORMASI Pemerintah Daerah STANDAR HARGA Masyarakat

Standar

Harga Satuan BGN

Dinas SISTEM INFORMASI Pemerintah Daerah STANDAR HARGA Masyarakat
Dinas
SISTEM INFORMASI
Pemerintah
Daerah
STANDAR HARGA
Masyarakat
Jimmy S. Juwana E-mail: jimmy28112000@yahoo.com Hp. 081 679 4511
Jimmy S. Juwana E-mail: jimmy28112000@yahoo.com Hp. 081 679 4511
Jimmy S. Juwana
E-mail: jimmy28112000@yahoo.com
Hp. 081 679 4511