Anda di halaman 1dari 8

Laporan Pendahuluan Bundle Branch Block

PEMINATAAN KLINIK CVCU


(CVCU)

Oleh:
FUAD AMIRUDDIN
C12110271

CI Lahan

CI Institusi

()

()

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN


FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS HASANUDDIN
2016

A. BUNDLE BRANCH BLOCK


1. Definisi
Blokade Berkas Cabang adalah suatu jenis blockade konduksi yang melibatkan
interupsi sebagian atau seluruhnya aliran impuls elektrik melalui berkas cabang kanan
atau kiri. Berkas His adalah sekelompok serat yang mengadakan impuls elektrik dari
nodus atrioventricular. Berkas His terbagi dalam dua cabang berkas. Cabang berkas yang
ditinggalkan menyalurkan impuls ke sebelah kiri bilik jantung, dan cabang berkas kanan
menyalurkan impuls ke sebelah kanan bilik jantung. Konduksi mungkin terhalang pada
berkas cabang kanan atau kiri.
Blokade Berkas Cabang terjadi ketika salah satu cabang bundel menjadi sakit atau
rusak, dan berhenti melakukan impuls listrik, yaitu salah satu cabang bundel menjadi
"diblokir." Efek utama dari blok cabang berkas adalah untuk mengganggu kontraksi
normal, terkoordinasi dan simultan dari dua ventrikel. Kontraksi satu ventrikel (satu
cabang berkas yang diblokir) terjadi sedikit setelah kontraksi lainnya.
Ketika cabang bundle atau menjadi terluka (karena penyakit jantung yang
mendasarinya, infark miokard, atau operasi jantung), mungkin berhenti melakukan
impuls listrik tepat. Hal ini menyebabkan jalur diubah untuk depolarisasi ventrikel.
Karena impuls listrik tidak dapat lagi menggunakan jalur disukai di seluruh cabang
berkas, mungkin bukan bergerak melalui serat otot dengan cara yang baik memperlambat
gerakan listrik dan mengubah arah propagasi dari impuls. Akibatnya, ada hilangnya
sinkroni ventrikel, ventrikel depolarisasi yang berkepanjangan, dan mungkin ada
penurunan yang sesuai dalam output jantung. Ketika gagal jantung hadir, alat pacu
jantung khusus dapat digunakan untuk mensinkronisasi ventrikel. Secara teori alat pacu
jantung seperti ini akan mempersingkat interval QRS, sehingga membawa waktu
kontraksi ventrikel kiri dan kanan lebih dekat bersama-sama dan mungkin fraksi
penyemburan.
Sistem listrik jantung memiliki dua cabang bundel - kanan dan kiri - dan di
Bundle Branch Block, satu atau yang lain dari cabang-cabang bundel tidak lagi
melakukan impuls listrik normal. Orang dengan Bundle Branh Block biasanya akan
memiliki baik cabang blok berkas kanan (Right Bundle Branch Block) atau blok cabang
berkas kiri (Left Bundle Branch Block), tergantung pada mana dari dua cabang bundel
adalah "diblokir." Pentingnya memiliki bundle branch block akan bervariasi dari orang ke
orang

Blokade berkas cabang biasanya tidak menyebabkan gejala. Blokade berkas


cabang sebelah kanan tidak serius dan mungkin terjadi pada orang yang sehat. Tetapi, hal
itu juga dapat mengindikasikan adanya kerusakan jantung yang berarti, misalnya;
sebelum serangan jantung. Blokade berkas cabang sebelah kiri cenderung lebih serius.
Pada orang usia lanjut, sering menunjukkan penyakit arteri koroner karena tekanan darah
tinggi atau penyakit atherosclerosis

2. Distribusi Arteri Koroner pada Bundle Branch


Sistem konduksi pada septum intraventrikular dibagi menjadi dua area yaitu :
Daerah atas, yang termasuk didalamnya adalah: AV-node, bundle of His,
dimana daerah atas ini disuplai oleh pembuluh darah RCA yang berjalan pada

bagian posterior dari vena intraventricular.


Daerah bawah, terdiri dari dua cabang utama bundle branches dan sel-sel
purkinje. Daerah ini disuplai sebagian besar oleh percabangan dari LAD. Dari
pembahagian tersebut terlihat bahwa jika terjadi oklusi di RCA sering
dihubungkan dengan gangguan pada level AV node seperti blok derajat tinggi.
Sedangkan jika terjadi oklusi di LAD akan menghasilkan gambaran bundle

branch block atau free wall block.


Penetrasi dari percabangan LAD ke arah septum selalu dalam bentuk multiple
sehingga

jika

menyebabkan

terjadi
tejadinya

bundle branch block


3. Right Bundle Branch

oklusi

pada

gangguan

pembuluh

konduksi

yang

darah

ini

dikenal

dapat
dengan

Berkas kanan adalah percabangan dari berkas A-V (AntrioVentrikular) yang terletak
pada bagian bawah septum endokardium ventrikel. Cabang ini akan menyebar ke bawah
menuju apeks ventrikel, dan secara bertahap akan membagi setiap cabang menjadi
cabang yang lebih kecil. Cabang-cabang ini selanjutnya akan berjalan menyamping
mengelilingi tiap ruang ventrikel dan kembali menuju basis jantung. Ujung cabang
cabang yang membagi menjadi kecil disebut serabut purkinje, akan menembus massa otot
dan akhirnya bersambung dengan serabut serabut otot jantung.
Terdapat dua bentuk gangguan dari RBBB. Pertama yaitu gangguan pada konduksi
cabang utama kanan dari berkas His yang disebut sebagai RBBB proksimal. Gangguan
konduksi pada cabang kanan bagian proksimal akan menyebabkan penundaan dari
kontraksi ventrikel kanan. Yang kedua, konduksi percabangan terminal dari berkas
cabang kanan mengalami penundaan, hal ini disebut RBBB distal. Gangguan konduksi
cabang kanan bagian distal, akan menyebabkan ketidaksinkronan kontraksi dari ventrikel
kanan.
Yang menarik, ini dapat dibuktikan melalui pemeriksaan fisik, yang dapat menuntun
klinisi untuk membedakan gangguan di proksimal atau di bagian distal. Brooks et al.
mendemonstrasikan echophonocardiographically yaitu pada pasien dengan RBBB
proksimal, waktu interval penutupan antara katup mitral dan trikuspid mengalami
pemanjangan, sedangkan pada pasien dengan RBBB distal, terdapat waktu penundaan
antara penutupan katup trikuspid dan pembukaan katup pulmonal.
Telah dibuktikan bahwa ada perbedaan penyebab terjadinya gangguan konduksi pada
bagian proksimal dan gangguan konduksi pada bagian distal. Blok pada bagian proksimal
biasanya disebabkan oleh lesi terlokalisasi dan tunggal, sedangkan blok distal disebabkan
karena lesi difuse dan sebagai manifestasi adanyan proses yang progresif.
Konduksi dapat mengalami penundaan atau perlambatan dikarenakan trauma,
peningkatan tekanan ventrikel, atau keadaan iskemia dan infark.

Pada EKG akan terlihat


a. Pola RSR pada V1-V3 (M-shaped kompleks QRS)
Hal ini terjadi karena adanya penundaan aktivasi ventrikel kanan sehngga
menghasilkal gelombang R kedua (R) pada prekordial kanan.

b. Apabila durasi gelombang QRS > 120 ms atau 3 kotak kecil dikatakan Complete
RBBB, sebaliknya apabila QRS < 120 ms dikatakan Incomplete RBBB
c. Gelombang S yang lebar dan dalam pada lead lateral (I, aVL, V5-V6)

d. Abnormalitas sekunder ST/T ( ST depresi atau T inversi ) pada lead prekordial


sebelah kanan

4. Left Bundle Branch


LBBB terjadi akibat adnaya hambatan atau block impuls pada tingkat berkas
cabang kiri. Karena block ada diberkas cabang kiri dengan sendirinya fase awal aktifasi
ventrikel (aktifasi septum) pasti berubah. Pada LBBB urutan aktifasi ventrikel menjadi
abnormal, baik dalam vektor awal maupun vektor akhir kompleks QRS. Akibat block,
eksitasi ventrikel akan di mulai oleh implus yang dihantarkan melalui berkas cabang
kanan. Berkas cabang kanan berjalan dari atas septum ke distal (di sisi kanan septum
interventrikel) menuju apex ventrikel kanan sebagai sebuah serabut tanpa memberikan
cabang apa-apa. Daerah yang di eksitasi lebih awal adalah sisi kanan septum ventrikel,
apex dan dinding bebas ventrikel kanan. Proses eksitasi septum selanjutnya berlangsung
dari sisi kanan ke kiri. Pada LBBB, gelombang q septal ini akan hilang akibat perubahan
arah vektor awal QRS.
Selanjutnya eksitasi diteruskan ke ventrikel kiri yang ada di kiri belakang. Dengan
demikian depolarisasi dan rerata vektor QRS juga berubah ke arah kiri dan posterior.
Karena depolarisasi dihantarkan tidak melalui sistem konduksi normal, maka defleksi
yang timbul tampak lebar. Selain itu hjuga terdapat perubahan arah repolarisai, vektor
segmen ST dan T menjadi berlawanan arah dengan vektor QRS. Akibatnya, terekam
gambaran ST depresi dan infersi gelomabang T di sadapan precordial kiri, Sadapan 1
dan AVL.
LBBB sering kali merupakan petunjuk adanya kelainan struktural di jantung.
Konduksi patologis yang sering berhubungan adalah hipertensi lama, stenosis aorta,
kardiomiopati dilatasi, infrak miokard, PJK , dan kelainan sistem konduksi listrik
jantung. LBBB sering timbul pada PJK dengan fungsi ventrikel kiri yang rendah.
Karakteristik EKG :

a. Gelombang R yang tinggi dan lebar pada lead lateral (V5, V6, I, aVL) yang
biasa membentuk huruf M

b. Apabila durasi gelombang QRS > 120 ms atau 3 kotak kecil dikatakan
Complete LBBB, sebaliknya apabila QRS < 120 ms dikatakan Incomplete
LBBB
c. Gelombang S yang lebar dan dalam di lead V1-V3

d. Abnormalitas ST/T, bisa terdapat ST elevasi di lead prekordial kiri dan T


inversi serta ST depresi di lead lateral
e. Tidak terdapat gelombang Q pada lead lateral