Anda di halaman 1dari 32

Muh.

Ichsan Hayatuddin

KATA PENGANTAR
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,
Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan
rahmat dan hidayah-Nya serta salawat dan salam kepada
jujungan Nabiullah saw. Rasa syukur yang setinggi-tingginya atas
terselesaikannya laporan Konstruksi Kapal I yang mencakup
Midship ini.
Laporan ini berisikan mengenai proses penggambaran
Midship, memberitahukan langkah-langkah pembuatan midship,
dan hal-hal yang harus ditentukan sebelum midship.
Ucapan terima kasih yang sangat besar pula penulis
sampaikan kepada Dosen konstruksi Kapal yang telah
memberikan kesempatan, pengajaran, arahan bagi penulis untuk
mengerjakan tugas ini, sehingga penulis menjadi lebih mengerti
dan memahami tentang bagaiman menggambar midship, tak
lupa penulis juga mengucapkan terima kasih yang sebesarbesarnya kepada seluruh pihak yang baik secara langsung
maupun tidak langsung telah membantu dalam upaya
penyelesaian laporan ini baik mendukung secara moril maupun
materi.
Penulis menyadari bahwa masih banyak terdapat
kesalahan, kekurangan dan kekhilafan dalam penulisan laporan
ini. Untuk itu, saran dan kritik tetap penulis harapkan demi
perbaikan laporan ini agar kedepan lebih baik. Akhir kata penulis
berharap laporan ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Terima
Kasih.

Gowa 11 Maret 2016

KONSTRUKSI KAPAL 1

MIDSHIP SECTION

Muh. Ichsan Hayatuddin

DAFTAR ISI

Sampul
Kata
Pengantar...
................i
Lembar
Pengesahan ...........................................................................
......................ii
Lembar
Penilaian ................................................................................
.....................iii
Lembar
Asistensi ................................................................................
......................iv
Daftar
Isi.................v
BAB I. Pendahuluan
1.1.
Latar
belakang
.........................................................................................1
1.2.
Rumusan
Masalah
....................................................................................2
1.3.
Batasan
Masalah
......................................................................................2
1.4.
Maksud
dan
Tujuan
..................................................................................2
BAB II. Landasan Teori
2.1.
Pengertian
Konstruksi
..............................................................................3
2.2. Macam macam Konstruksi Kapal
..........................................................3
2.3. Elemen Elemen Konstruksi pada Midship
Kapal .....................................7
2.4. Konstruksi Alas Tunggal dan Alas
Ganda ................................................12

KONSTRUKSI KAPAL 1

MIDSHIP SECTION

Muh. Ichsan Hayatuddin

BAB III. Penyajian Data


3.1.
Ukuran
Utama
Kapal
.............................................................................15
3.2. Perhitungan Koefisien Dan Radius
Bilga ..................................................15
BAB IV. Pembahasan
4.1. Perhitungan Beban yang Bekerja pada
Kapal ..........................................17
4.2.
Perhitungan
Pelat
Kapal ...........................................................................19
4.3.
Perhitungan
Konstruksi
Alas .....................................................................22
4.4.
Perhitungan
Konstruksi
Gading ................................................................24
4.5. Perencanaan Konstruksi Geladak dan Ambang
Palka .............................30
BAB V. Penutup
5.1.
Kesimpulan
............................................................................................ 31
5.2.
Saran-saran
........................................................................................... 31
Daftar
Pustaka ..................................................................................
.......................32

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Dalam pembangunan suatu kapal, diperlukan beberapa faktor
yang harus diperhatikan. Selain perencanaan bentuk dan
KONSTRUKSI KAPAL 1

MIDSHIP SECTION

Muh. Ichsan Hayatuddin

karakteristik badan kapal, juga perencanaan kekuatan dan


susunan kapal itu sendiri. Konstruksi kapal pada umumnya
teridri dari dua bagian utama, yaitu badan kapal dan bangunan
atas kapal atau rumah geladak.
Sedangkan pengertian konstruksi dalam kaitannya dengan
disiplin ilmu perkapalan adalah bagaimana suatu kapal dibangun
sesuai dengan urutan-urutannya, serta bagaimana hubungan
dari bagian-bagian dari kapal serta bagaimana
cara
penyambungannya.
Pada umumnya konstruksi dari badan kapal, terdiri dari
lambung kanan, dasar dan atau beberapa geladak. Sedangkan
bangunan atas kapal atau rumah geladak adalah bangunan
tambahan yang terletak di bagian atas badan kapal. Bangunan
atas yang terletak di sebelah depan kapal, dimulai dari linggi
muka disebut forecastle, sedangkan bangunan atas yang terletak
di tengah adalah bridge dan yang di belakang disebut poop.
Pada dasarnya proses penggambaran konstruksi ini dapat
dilakukan dengan tiga macam cara, yakni sistem konstruksi
melintang, sistem konstruksi memanjang dan sistem konstruksi
kombinasi. Penggambaran yang akan dilakukan disini adalah
penggambaran terhadap bagian midship, detail, potongan dan
bukaan kulit.
Fungsi dari penggambaran konstruksi ini adalah antara lain
untuk memudahkan dalam proses pembangunan suatu type
kapal karena memberikan petunjuk urutan-urutan pembangunan
dan cara penyambungan dengan memperlihatkan penampang
dari pelat-pelat dan ukuran dari tiap lajur pelat, serta
menggambarkan letak dari seluruh lubang atau bukaan pada
lambung kapal.
1.2 Rumusan Masalah
Kapal sebagai sarana transportasi, selain mengalami beban
muatan
juga
mengalami
beban
konstruksinya
sendiri.
Permasalahan yang akan dihadapi disini adalah bagaimana
merencanakan konstruksi untuk suatu kapal General cargo yang
dapat memikul beban yang dialami oleh kapal itu sendiri.
1.3 Batasan Masalah
Untuk mencapai tujuan pembuatan tugas ini maka masalah
yang dibahas akan dibatasi pada hal-hal berikut:
KONSTRUKSI KAPAL 1

MIDSHIP SECTION

Muh. Ichsan Hayatuddin

1. Type kapal, yakni kapal general cargo


2. Elemen bentuk pada konstruksi
3. Bukaan kulit
1.4 Maksud dan tujuan
Maksud dan tujuan pembuatan laporan ini secara umum
adalah agar :
1. Mengetahui ukuran konstruksi yang dapat menahan beban
yang dialami oleh kapal
2. Mengetahui berat baja yang diperlukan kapal
3. Berfungsi sebagai pedoman/petunjuk dalam pembangunan
kapal

KONSTRUKSI KAPAL 1

MIDSHIP SECTION

Muh. Ichsan Hayatuddin

BAB II
LANDASAN TEORI

II.1

Pengertian Konstruksi
Konstruksi secara umum berarti komponen-komponen
suatu bangunan yang mendukung suatu bangunan yang
mendukung sutau desain. Dalam bidang perkapalan,
konstruksi kapal merupakan susunan komponen-komponen
pada bangunan kapal yang mana terdiri dari badan kapal
beserta bangunan atas(super structure).
II.2 Macam-Macam Sistem Konstruksi
Pada dasar badan kapal terdiri dari komponenkomponen konstruksi yang letaknya arah melintang dan
memanjang. Dalam menyusun komponen-komponen di atas
menjadi konstruksi badan kapal secara keseluruhan dikenal
beberapa cara yang biasa dipakai dalam praktek antar lain:
A. Sistem Rangka Konstruksi Melintang

KONSTRUKSI KAPAL 1

MIDSHIP SECTION

Muh. Ichsan Hayatuddin

Sistem rangka konstruksi melintang ialah merupakan


konstruksi dimana beban yang bekerja pada konstruksi diterima
oleh pelat kulit dan balok-balok memanjang dari kapal dengan
pertolongan balok-balok yang terletak melintang kapal. Fungsi
balok-balok memanjang adalah:
1. Menjamin kestabilan bentuk lengkungan balok-balok
melintang utama
2. Untuk pembagian gaya yang terpusat pada beberapa
balok melintang utama yang berdekatan
Kebaikan dari rangka konstruksi melintang:
1. Menghasilkan konstruksi yang sederhana
2. Mudah dalam pembangunannya
3. Kekuatan melintang kapal baik sekali dengan adanya
gading-gading utama
4. Jumlah dinding sekat melintang diperkecil
5. Memperkecil ruang palka
6. Mempergunakan ruang palka dengan baik
Kejelekan dari sistem rangka konstruksi melintang:
1. Modulus penampang melintang kapal adalah kecil
dimana balok-balok memanjang hanyalah pelat
geladak, dasar ganda dan kulit dasar serta penumpu
tengah yang tidak terpotong dan penumpu geladak.
2. Kestabilan dari pelat kulit lebih kecil.

KONSTRUKSI KAPAL 1

MIDSHIP SECTION

Muh. Ichsan Hayatuddin

3. Sistem konstruksi ini hanya dipakai pada kapal-kapal


yang pendek dimana kekuatan memanjang kapal
sebagai akibat momen lengkung kapal tidak besar
dan tidak begitu berbahaya.
B. Sistem Rangka Konstruksi Memanjang

KONSTRUKSI KAPAL 1

MIDSHIP SECTION

Muh. Ichsan Hayatuddin

Sistem konstruksi rangka memanjang ialah konstruksi


dimana padanya bekerja beban yang diterima oleh rangka
konstruksi dan diuraikan pada hubungan-hubungan kaku
melintang kapal dengan pertolongan balok-balok memanjang.
Fungsi balok-balok memanjang adalah:
1. Menjamin kestabilan bentuk lengkungan balok-balok
melintang
utama.
2. Untuk pembagian gaya yang terpusat pada beberapa
balok melintang utama yang berdekatan.
Kebaikan dari sistem rangka konstruksi memanjang ialah:
1. Dengan adanya balok-balok memanjang yang tidak
terpotong akan memperbesar modulus penampang
melintang kapal.
2. Dengan melekatnya balok-balok memanjang pada
pelat dasar ganda berarti akan lebih kaku konstruksikonstruksi
tersebut
serta
memperbesar
kestabilannya.
Kejelekan dari sistem rangka konstruksi memanjang ialah:
1. Mengharuskan membuat dinding sekat melintang
yang banyak pada kapal.
2. Memperbesar jumlah lubang palka.
KONSTRUKSI KAPAL 1

MIDSHIP SECTION

Muh. Ichsan Hayatuddin

3. Mempersatukan
operasi
pemuatan
dan
pembongkaran barang.
4. Sulit mengangkat barang-barang berukuran besar.
C. Sistem rangka konstruksi kombinasi.

Mengingat akan kekurangan-kekurangan pada sistem


konstruksi melintang maka timbul pemakaian sistem rangka
konstruksi kombinasi. Sistem rangka konstruksi kombinasi ialah
gabungan dari sistem rangka konstruksi melintang dan sistem
rangka konstruksi memanjang.
II.3

Elemen Konstruksi pada Midship Section


1. Wrang
Merupakan bagian konstruksi kapal yang menggunakan
konstruksi alas ganda (double bottom) berupa pelat yang
melintang sepanjang lebar kapal. Ada tiga jenis wrang
yaitu wrang pelat(solid floor), wrang terbuka(open floor),
dan water tight floor. Wrang sangat berguna dalam
menambah kekuatan melintang kapal.
2. Lubang Manusia(man hole)

KONSTRUKSI KAPAL 1

MIDSHIP SECTION

Muh. Ichsan Hayatuddin

3.

4.

5.

6.

7.

8.

Merupakan elemen konstruksi yang banyak dijumpai pada


jenis wrang pelat(solid floor). Pemasangan man hole atau
lubang manusia pada alas ganda berguna untuk tempat
jalannya
pekerja
pada
waktu
pengelasan
dan
pemeriksaan alas kapal. Bentuk man hole adalah bulat
atau lonjong dan dibuat secukupnya agar orang bisa
masuk dan keluar lewat man hole.
Lubang Pembebasan
Merupakan elemen konstruksi yang banyak dijumpai pada
kapal yamg memiliki konstruksi alas ganda dan jenis
wrang terbuka. Lubang pembebasan yang berbentuk
lingkaran berfungsi sebagai peringan pada konstruksi
dasar ganda.
Penumpu Utama
Merupakan pelat penumpu yang terletak vertikal pada
bagian tengah konstruksi alas. Berfungsi agar di dalam
ruang dasar ganda dapat dilaksanakan pekerjaan pada
pembuatan, reparasi kapal, ketika kapal kandas pada
dasar perairan dan terjadi pada pelat kulit, dasar sedapat
mungkin dihindarkan dari kerusakan.
Penumpu Samping
Bentuknya vertikal merupakan pelat penumpu yang
terletak dikiri dan kanan center girder(penumpu tengah)
dimana bersama-sama center girder menambah kekuatan
memanjang kapal dan ikut mengambil bagian pada
lengkungan kapal.
Gading Besar (Web frame)
Membentuk profil T, merupakan penegar-penegar sebagai
penguat pelat lambung. Web frame berfungsi sebagai
penerus gaya-gaya atau beban yang diterima oleh pelat
sisi untuk disalurkan ke konstruksi dasar, terutama pada
sistem rangka konstruksi melintang.
Gading Utama
Berbentuk profil L, sebagai penguat pelat lambung sisi
kapal dalam arah melintang.
Gading Alas
Merupakan kelanjutan dari gading utama, maka profilnya
adalah profil L, dipasang pada pelat alas. Jadi gading alas
berfungsi untuk menumpu beban yang diterima pelat
alas.

KONSTRUKSI KAPAL 1

MIDSHIP SECTION

Muh. Ichsan Hayatuddin

9. Gading Balik
Merupakan kelanjutan dari gading-gading utama. Bentuk
profilnya adalah profil L, gading balik diletakkan pada
pelat alas dalam(inner bottom). Gading balik berfungsi
untuk menumpu beban yang bekerja pada alas dalam.
10.
Balok Geladak
Balok geladak dipasang pada tiap jarak gading-gading.
Ada dua cara pemasangan balok geladak:
1. Arah melintang
Pemasangan balok geladak arah melintang berfungsi
agar:
a.
Gading-gading dapat lebih berfungsi
sebagai penguat melintang dari gading-gading
sehingga tidak melengkung ke arah dalam atau ke
arah luar akibat adanya tekanan air atau gaya-gaya
lain yang bekerja pada sisi kapal.
b.
Menahan geladak sebanyak mungkin
beserta muatan diatasnya, dalam hal ini balok
geladak harus cukup tegar agar tidak melentur ke
bawah.
2. Arah memanjang
Pemasangan balok geladak secara memanjang
berfungsi untuk:
a. Penguatan memanjang, sehingga kekakuan seluruh
struktur kapal bertambah.
b. Menyangga geladak sebanyak mungkin serta
muatan diatasnya,
sehingga balok
geladak memiliki ketegaran yang cukup.
11.
Penumpu Geladak
Berbentuk profil T, terletak pada pelat geladak dan
berfungsi untuk menumpu geladak.
12.
Bracket
Merupakan pelat siku yang berfungsi sebagai penguat
sambungan antara dua elemen konstruksi, misalnya
digunakan pada sambungan antara balok geladak dengan
gading
besar(web
Frame)
atau
dengan
gading
utama(main Frame).
13.
Pelat Kulit
KONSTRUKSI KAPAL 1

MIDSHIP SECTION

Muh. Ichsan Hayatuddin

Terletak pada bagian terluar kapal yang membungkus


gading-gading dimana berfungsi sebagai:
a. Melindungi ruangan-ruangan kapal dari air laut.
b. Menahan tekanan air laut yang tegak lurus lambung
kapal
c. Menahan gaya-gaya lengkungan dan puntiran yang
timbul dalam pelayaran
d. Menahan beban-beban setempat, antara lain : pada
waktu peluncuran kapal, benturan-benturan dengan
kapal lain, dan pukulan ombak di haluan kapal.
14.
Lunas
Lunas ialah balok memanjang di dasar kapal yang
terletak pada bidang memanjang kapal, antara linggi
haluan dan linggi buritan sepanjang kapal. Lunas
merupakan bagian konstruksi terpenting pada suatu
kapal, bersama-sama dengan lunas dalam pelat antar
lunas.
15.
Lunas Bilga
Lunas bilga adalah bagian konstruksi yang bebentuk sirip
yang dipasang pada bilga kapal yang dipasang
memanjang pada daerah bilga kapal, sepanjang seperdua
sampai duapertiga panjang kapal. Berfungsi sebagai anti
rolling device (alat untuk mengurangi keolengan kapal).
16.
Kubu-kubu (Pagar)
Kubu-kubu merupakan pagar pada tepi kapal yang
berfungsi menjaga keselamatan penumpang dan awak
kapal serta melindungi barang-barang diatas geladak
agar tidak jatuh ke dalam laut pada saat kapal mengalami
oleng.
17.
Geladak
Geladak disamping berfungsi untuk kekedapan kapal juga
melindungi barang- barang muatan dan ruangan tempat
tinggal anak buah kapal serta penumpang, selanjutnya
geladak juga berfungsi menambah kekuatan memanjang
kpal.
18.
Ambang Palka
Ambang palka adalah lubang pada geladak kapal yang
berfungsi sebagai tempat masuk keluarnya muatan ke
ruang muat dan juga berfungsi menjamin kelancaran
bongkar muat.
KONSTRUKSI KAPAL 1

MIDSHIP SECTION

Muh. Ichsan Hayatuddin

19.
Penutup Palka
Penutup palka adalah kayu atau metal ringan atau baja
yang menutup ambang palka yang mana berfungsi untuk
melindungi muatan.
II.4 Konstruksi Alas Tunggal dan Konstruksi Alas Ganda
1. Konstruksi alas tunggal (single bottom)
Rangka dasar dari konstruksi alas tunggal terdiri dari balok
melintang kapal dan balok-balok memanjang yaitu : Lunas pada
tengah yang terletak pada bidang memanjang tengah kapal dan
lunas dalam samping yang terletak antara lambung kiri dan
lunas dalam tengah.
2. Konstruksi alas ganda(double bottom)
Pada pengoperasian kapal dengan sistem konstruksi alas
tunggal ternyata mengalami kesulitan. Untuk mencukupi
kemampuan manuver kapal pada pelayaran tanpa muatan, kapal
harus diisi dengan ballst padat. Pada abad ke-19 ballast padat
diganti dengan ballast cair, untuk menyimpan ballast cair
tersebut di atas ruang dibuat tangki-tangki yang dihubungkan
satu sama lain dengan pipa-pipa. Untuk mengurangi kejelekankejelekan di atas maka konstruksi tangki dirubah yang mana di
atas wrang diletakkan balok-balok memanjang. Di atas balokbalok tadi diletakkan pelat yang selanjutnya dinamai pelat dasar
ganda. Pada sistem dasar ganda bentuk pertama ini dimana
balok-balok memanjang biasanya 1,5 kali jarak antara wrang.
Bentuk kedua dari sistem dasar ganda adalah terdiri dari
pelat vertikal memanjang setinggi ruang dasar ganda, memotong
wrang dan dihubungkan sisi atasnya dengan pelat dasar ganda.
Sistem dasar ganda ini memberikan kemungkinan memperkecil
tingginya sampai ukuran yang efisien dan bersamaan dengan itu
menghilangkan kerugian yang berlebihan dari volume yang
berguna di ruang palka dengan adanya dasar ganda.
Bentuk ketiga adalah sistem rangka dasar berpetak-petak.
Balok dasar sistem ini adalah wrang pelat yang lubang peringan
diletakkan pada tiap-tiap gading dan kontinu dari lunas dalam
tengah sampai pelat tepi lunas dalam samping terdiri dari pelat
yang terpotong-potong yang diletakkan diantara wrang-wrang
yang berarti juga menghilangkan sistem bracket. Sistem rangka
dasar dengan wrang yang tidak terpotong-potong menjadi
peraturan BKI untuk bangunan kapal dengan dua variasi:
KONSTRUKSI KAPAL 1

MIDSHIP SECTION

Muh. Ichsan Hayatuddin

a.

Dengan wrang yang kontinu pada tiap


gading

b.

Dengan wrang yang kontinu berselangselang dengan wrang yang diberi peringan yang
dinamai juga wrang terbuka.
Konstruksi ini merupakan perkembangan sistem dasar
ganda yang berfungsi sebagai tangki ballast cair, di samping itu
ruang dasar ganda dipakai untuk menyimpan air tawar, sebagai
tempat cadangan air tawar dan tempat untuk menyimpan
minyak pelumas yang dibatasi dengan dua wrang kedap air
dengan jarak satu gading. Ruanagan ini disebut cofferdam.

BAB III
PENYAJIAN DATA

III. 1. Ukuran Pokok Kapal (Main Dimention)


- Type Kapal
= General Cargo
- Length Between Perpendicular (LBP)
=
91,96
meter
- Breath (B)
=
16,45
meter
- Defth (H)
=
7,72
meter
- Draught ( T)
= 5,34 meter
- Speed (Vs)
= 12 knot

III. 2. Perhitungan Koefisien


a. Coefficient Block (CB)
( Sabit Series 60 )
KONSTRUKSI KAPAL 1

MIDSHIP SECTION

Muh. Ichsan Hayatuddin

= 1,173 - (( 0,368 x V(knot) ) / ( Lbp(m)0,5 ))

Cb

= 1,173 - (( 0,368 x 11,4) / (61,900,5 ))


= 0,64

b. Coefficient Midship (CM)


Dalam buku "Ship Design and Ship Theory" hal.52, untuk
menentukan nilai CM yaitu menggunakan persamaan
sebagai berikut:
( Sabit Series 60 )
Cm =
=
=
=

0,93 + ( 0,08 x Cb )
0,93 + ( 0,08 x 0,64)
0,93 + 0,051
0,981

c. Coefficien Waterline (CW)


Dalam buku "Ship Design and Ship Theory ",hal.37 :
Cw = 0,97 x ( Cb0,5 )
= 0,97 x (0,640,5)
= 0,78
d.

Koefisien Prismatik
Koefisien Prismatik Horizontal (Cph)
Dalam buku "Element of Ship Design" hal.53 :
Cph = Cb / Cm
= 0,64/0,98
= 0,65

Koefisien Prismatik Vertical (Cpv)


Cpv = Cb / Cw
= 0,64/0,78
= 0,83

KONSTRUKSI KAPAL 1

MIDSHIP SECTION

Muh. Ichsan Hayatuddin

BAB IV
PEMBAHASAN

4.1 PERHITUNGAN BEBAN YANG BEKERJA PADA KAPAL


4.1.1 Beban geladak cuaca
Yang dianggap sebagai geladak cuaca adalah semua
geladak yang bebas kecuali geladak yang tidak efektif yang
terletak di belakang 0,15 L dari garis tegak haluan. (BKI 2013
Vol. II Sec. 4.B.1.
Beban geladak Cuaca dihitung berdasarkan formula
sebagai berikut :
Rules BKI 2013, Volume II, Section
4,B.I
PD = Po x((20 x T)/(10+Z-T)x H) x Co
Dimana :
KONSTRUKSI KAPAL 1

MIDSHIP SECTION

Muh. Ichsan Hayatuddin

Po = Beban Luas dasar Dinamis


Po = 2,1 (cb + 0,7) x Co x CL x f
Co = 10,75 - (((300-L)/100)^1,5) x Crw
CL =1
untuk L 90
f1 =
1
untuk tebal plat geladak cuaca
f2 =
0.75
untuk main frame, stiffner, dan
balok geladak
f3 =
0.6
untuk gading besar, senta, side
girder, center girder,
stringers
Crw =0.75
untuk daerah pelayarn local
- Untuk pelat geladak Cuaca (Po1)
Po1 = 2,1 ( cb + 0,7 ) x Co x CL x f1
=
24.99 KN/ m2
- Z = Jarak vertikal dari pusat beban ke base line
Z = H + Chamber
=
8.0 m
o Beban geladak untuk menghitung plat kulit dan geladak
cuaca
PD2 = Po1 x( (20xT)/(10 + Z - T) x H ) x CD2
= 27.20085878
KN/ m2
o Beban geladak untuk menghitung main frame, stiffener, dan
deck beam
PD2 = Po2 x( (20xT)/(10 + Z - T) x H ) x CD2
=20.40KN/ m^2
o Beban geladak untuk menghitung side girder, center girder,
strong beam dan web frame
PD2 = Po3 x( (20xT)/(10 + Z - T) x H ) x CD2
=
16.32051527
KN/ m2

4.2. KONSTRUKSI PELAT

KONSTRUKSI KAPAL 1

MIDSHIP SECTION

Muh. Ichsan Hayatuddin

4.2.1. Tebal Pelat sisi di bawah garis muat adalah sebagai


berikut
( Rules BKI 2013 Volume II, Section 7, A 7-5/9 )
tS= 1,21 a + tk ( mm )
dimana ;
a = 0.6
PS1 =

m
80.32 KN/m^2

( untuk buritan kapal )

PS2 =

35.56 KN/m^2

( for midship )

PS3 =

147.45

k = Faktor baja yaitu

KN/m^2
=

tk = marjin Korosi yaitu =

( Forcastle deck )
1
2.5

Tebal Pelat Sisi Minimum (BKI Volume II Section 6-2)


ts min
=
a.

(L x K) ^0,5

9.6

mm

L 50 m

Tebal pelat sisi pada midship tidak boleh kurang dari


ts1 = 6.8

4.2.2. Pelat Lajur Alas


( Rules BKI 2013 Volume II, Section 6, B 6-2/20 )

B = Lebar Pelat lajur alas tidak kurang dari


B = 1259.8
mm atau 1.26 m
4.2.3. Pelat Kubu-kubu (Bulkwark)
( Rules BKI 2013 Volume II, Section 6, K 6-19/20 )
tebal pelat bulkwark tidak boleh kurang dari :

KONSTRUKSI KAPAL 1

MIDSHIP SECTION

Muh. Ichsan Hayatuddin

6.310 mm

atau 6 mm

tinggi bulkwark tidak boleh kurang dari 1 meter


modulus stay Bulkwark
w
=
4.p.e.l2
di mana :

PS

= 16.32 KN/m2

(di

= Jarak antara Stay


= 3 x a0
=
1.80 m

gunakan

min)

Panjang stay
W
=
profil =
braket

=
1
m
117.51
cm3
180 90 10
mm
=
260 x 9 mm

4.2.4. Freeing ports


A = 0,07 l

( Untuk l > 20 m)

dimana :
1 = 64.372
sehingga :
A = 4.506 m2

4.3.

PERHITUNGAN KONSTRUKSI ALAS

1. Perhitungan Konstruksi Alas


a.

Pelat alas dalam

KONSTRUKSI KAPAL 1

MIDSHIP SECTION

Muh. Ichsan Hayatuddin

Tebal pelat alas dalam tidak kurang dari :


Ti
=
1.1 x a x (P x K)^0,5 + tk
=
8.45 mm atau 8
mm
di mana :
k
Tk
P1
P1
P2
P2
Ps
Ps
a

P
=
=
=
=
=
=
=
=
=

=
Tekanan desain (KN/m2)
1.0 (untuk baja normal)
2.5 (corrosion allowance)
10 * (T-Hdb)
42.4975
KN/m2
10* (H-Hdb)
66.2975
KN/m2
Beban alas dalam
57.71 KN/m2
0.66 m
(jarak antar gading)

Tekanan di sini diambil yang terbesar yaitu


= 66.30
b.

Pelat tepi (Margin Plate)

Tebal pelat tepi lebih tebal 20 % dari tebal pelat alas dalam
t

=
ti + 20% ti
=
10.14 mm atau 11
Dimana
tib = Tebal pelat alas =
c.

8 mm

Penumpu tengah (Center girder)


Tinggi penumpu tengah tidak boleh kurang dari :
Hdb =
h minimal

1.090 m
=
600

11.9372
mm

Tebal penumpu tengah 0.7 L dari tengah kapal :


t

=
(0,07 x L)+ 5,5
=
12
mm
(BKI VOL. II 2012 Section 8, B.2.2.1 Page 2)

KONSTRUKSI KAPAL 1

MIDSHIP SECTION

Muh. Ichsan Hayatuddin

d.

e.

Penumpu sisi (side girder)


t
=
(0,04 x L) + 5
=
8.7504
mm

atau 9

Wrang plate (plate floor)


tebal wrang plate tidak kurang dari :
t
=
[Hdb / 100 - 1.0] K1/2
=
9.90 mm atau 10

f.

g.

Lubang lalu orang (man hole) pada wrang plate :

panjang (L) :
panjang (L) :

0,75 x Hdb
818 mm

Tinggi (H)
Tinggi (H)

:
:

0,5 x Hdb
545 mm

Radius
Radius

:
:

(1/3)x Hdb
182 mm

Wrang terbuka (Bracket floor)

Modulus penampang gading alas dan gading balik tidak


kurang dari :
W
=
n x c x a x l2 x P x k
di mana : a
0.6639
(jarak antar gading)
n
0.44 jika P = P2
n
0.55 jika P = PI
n
0.7 jika P = P3
l
panjang tak ditumpu
l=
2.741666667
m
Panjang untuk gading balik adalah nilai terbesar dari ketiga
persamaan berikut :
P1 :
P1 :
P2 :

Beban alas dalam


57.71 KN/m2
10 x (T-Hdb)

KONSTRUKSI KAPAL 1

MIDSHIP SECTION

Muh. Ichsan Hayatuddin

P2 :
P3 :
P3 :

42.50 KN/m2
10xT + (P0 x Cf)
70.49 KN/m2

Jadi nilai P adalah


Untuk gading alas
Untuk gading balik

:
:
:

70.49 KN/m2
57.71 KN/m2

Modulus untuk gading balik adalah :


W
=
95.04 cm3
profil =
100x65x11
Modulus untuk gading alas adalah :
W
=
147.74
cm3
profil =
130x65x12

4.4. PERHITUNGAN KONSTRUKSI GADING-GADING


4.4.1 Gading - Gading

Utama ( main Frame)

( Rules BKI 2013 Volume II, Section 9, A 9-2/12 )


Modulus gading utama tidak boleh kurang dari :
W

= n c a l2 ps Cr k

Dimana :
k= 1
n = 0,9 -0,0035 LBP
= 0.58
a = 0.66392
diambil = 0.6
I=
Panjang tak di tumpu( tergantung posisi)
Imidship = 3.63 m
(di bawah twindeck)
Imidship = 3
m
(di atas twin deck)
PS1 =
73.96 KN/m^2
(untuk buritan kapal)
Ps2 = 49.55 KN/m^2
(untuk midship kapal )
PS3 =
104.96
KN/m^2
(untuk haluan Kapal )
Crmin =
0.75
c = 0.6
KONSTRUKSI KAPAL 1

MIDSHIP SECTION

Muh. Ichsan Hayatuddin

jadi :
1)
Modulus gading utama pada daerah midship di
bawah tween deck
W = 101.9136608
cm^3
profil =
120 x 80 x 8
Bracket = 200 x 7,5
2)
Modulus gading utama pada daerah midship di
atas tween deck
W = 69.61 cm^3
profil =
100 x 50 x 10
Bracket = 170 x 6,5
4.4.2. Gading Gading Besar Pada Kapal
( Rules BKI 2013 Volume II, Section 9, A 9-5/12 )
Modulus gading besar tidak boleh kurang dari :
W = 0,55 e l2 Ps n k
Dimana :
e
PS 1c
PS 2c
PS 3c
n
k

=
=
=
=
=
=

Modulus gading
deck
W
=
Profil =
Bracket =

1.8
64.03 KN/m^2
(untuk Buritan)
39.64 KN/m^2
(untuk midship)
88.84 KN/m^2
(untuk haluan)
0.5 for midship
1
besar pada daerah midship di atas tween
176.59
150 x
240 x

75
8,5

x
mm

11

mm

Perencanaan profil T
Perencanaan profil T
h
=
15
cm
s
=
7.5 cm
f
=
0.05 xe x Ps x l x k
f
=
12.84 cm2
KONSTRUKSI KAPAL 1

MIDSHIP SECTION

Muh. Ichsan Hayatuddin

Tebal pelat geladak (td) =


b
fs
F
b'
fs/F
f/F
Dari

=
=
=
=
=

40 x s
hxs =
b x td =
f/s =
0.38
0.04
diagram W =

Wo =
2025.0
Jadi : Wo > W (Memenuhi)
jadi,
profil =
150 x
Bracket = 240 x

1.0

cm

=
300
112.5
300.00
1.71

0.45

17
8,5

x
mm

75

mm

Modulus gading besar pada daerah haluan di bawah tween


deck
W
=
579.45
profil =
320 x
26
mm
Bracket = 420 x
10.5
mm
Perencanaan profil T
Perencanaan profil T
h
=
32
cm
s
=
2.6 cm
f
=
0.05 xe x Ps x l x k
f
=
29.02 cm2
Tebal pelat geladak (td) =
b
fs
F
b'
fs/F
f/F
Dari

=
=
=
=
=

40 x s
hxs =
b x td =
f/s =
0.80
0.28
diagram W =

1.0

cm

=
104
83.2
104.00
11.16

0.6

Wo =
1996.8
Jadi : Wo > W (Memenuhi)
KONSTRUKSI KAPAL 1

MIDSHIP SECTION

Muh. Ichsan Hayatuddin

jadi,
profil =

320 mm

112 mm

Bracket =

420 mm

10.5 mm

26

mm

4.5. KONSTRUKSI DECK


4.5.1.

Menghitung Plat Geladak


( Rules BKI 2013 Volume II, Section 7, A 7-5/9 )

Tebal pelat geladak cuaca pada kapal tidak boleh kurang dari :
tG = 1,21 a + tk
dimana :
a
PD 2
K
tk

=
=
=
=

0.6
27.20 KN/m2
(for Midship )
1
Faktor untuk baja
2.5
Marjin Korosi

Tebal Pelat minimun


tG
=
(4,5 + 0,05 L) k
=
9.098
=
10

mm

Tebal pelat geladak pada Midship kapal tidak boleh kurang


dari :
tG = 6.29 =
10
mm ( tebal pelat minimum)

4.5.2.

Balok Geladak (Deck Beam)


( Rules BKI 2013 Volume II, Section 10.B.1 )

Balok geladak (deck beam) pada geladak atas dan geladak


antara memiliki ukuran yang sama.Modulus balok geladak
dihitung berdasarkan rumus

KONSTRUKSI KAPAL 1

MIDSHIP SECTION

Muh. Ichsan Hayatuddin

W = c a PD l2 k

dimana :
c=
a=
MIDSHIP
k=
PD2b
I=

0.75
0.6

(cm3)

untuk Beam
jarak gading yg di recanakan untuk

1
faktor material
=
20.40 KN/m^2
( for Midship)
4.1125
Panjang Tak di tumpu

a. Modulus penampang balok geladak pada midship


W
W

=
=

c a PD1b l2 k
155.2630863

Profil
Bracket

=
=

120
230

4.5.3.
Balok Geladak
Upper/Main Deck

x
x

80
8

Besar

12

(Strong

Beam)

Pada

( Rules BKI 2013 Volume II, Section 10.B.1 )


W
Dimana :
c=
e=
k=
PD2c
l=

= c e PD l2 k

0.75
1.8
1
=
16.32 KN/m^2
4.1125
m

Modulus
Midship
W
Profil

(cm3)

penampang
=
=

KONSTRUKSI KAPAL 1

strong

372.6314071
250 x
90

untuk midship

beam

untuk

daerah

10

MIDSHIP SECTION

Muh. Ichsan Hayatuddin

Bracket

310

10.5

Perencanaan profil T
h
=
25
cm
s
=
9
cm
f
=
0.05 xe x Pd x l x k
f
=
6.04 cm2
Tebal pelat geladak (td) =
b
fs
F
b'
fs/F
f/F
Dari

=
=
=
=
=

40 x s
hxs =
b x td =
f/s =
0.63
0.02
diagram W =

Wo =
2250.0
Wo > W (Memenuhi)
jadi,
profil =
250 x
Bracket = 310 x

4.5.4.
Balok Geladak
Tween Deck

1.0

cm

=
360
225
360.00
0.67

0.25

7
x
10.5 mm

Besar

90

mm

(Strong

Beam)

Pada

Jika Panjang tak di tumpu sama maka Perhitunga


pada Twin deck sama dengan main deck/upper deck.

4.5.5.

Pembujur Geladak (Longitudinal Deck)


( Rules BKI 2013 Volume II, Section 9.B.3.1 )

Rumus :
W

= 83,3/spr m a l2 p

dimana :
K=

KONSTRUKSI KAPAL 1

(cm3)

MIDSHIP SECTION

Muh. Ichsan Hayatuddin

mk = 0.5
m = 0.125
spr = 150 N/mm
l=
0.6
a= 3
PD2 =
20.40
Sehingga :
W
Profil
Bracket

4.5.6.

=
=
=

1.53 cm3
60
x
100 x

40
6.5

x
6
mm

mm

Balok Palka (Hatchway Beam)

(BKI Vol. II 2006 Bab 17 Hal 17-9)


Modulus penampangnya
W
=
(125.c.a.l^2.P)/Tb
=
781.1979185
di mana :
c
e

=
=

1
1.8

( jarak antar gading besar)

=
0.5 x B
=
8.225 m
P
=
PD
(Beban geladak cuaca)
=
27.20085878
KN/m2
Tb
=
Reh/1.5
untuk =
0.91
Reh =
265
Tb
=
176.6666667
profil =
300
x 15
mm
bracket= 400 x 13 mm

4.5.7. Penegar (Stay)


Modulus penampangnya :

KONSTRUKSI KAPAL 1

MIDSHIP SECTION

Muh. Ichsan Hayatuddin

W
di mana :
e
P
l
k

4 x e x Pa x l2 x k

=
=
=
=
=

2,564 m
PD (Beban geladak cuaca)
25,50 KN/m2
1
(tinggi bulkwark)
1,0 (untuk baja)

Jadi,
W
Profil
Bracket

= 70,50
= 100 x 50 x 10 mm
= 170 x 6,5
mm

4.5.8. Ambang palka


Tebal pelat ambang palka tidak boleh kurang dari :
t

=
=
=

6.0 + 0.0833 x Lbp


6,0 + 0,0833 x 91,96
13,66
mm

tinggi ambang palka minimum 600 mm

4.5.9.

Penutup Palka (Hatchway Cover)

Tebal penutup palka


t

=
=
=

10 x a
10 x 0,663
6,63
mm

KONSTRUKSI KAPAL 1

MIDSHIP SECTION

Muh. Ichsan Hayatuddin

BAB V
PENUTUP
V.1. Kesimpulan

Perencanaan kekuatan dan susunan kapal adalah merupakan bagian dari


pembangunan suatu kapal, dimana ada beberapa faktor penentu yang harus di
perhatikan selain kekuatan dan susunan kapal tadi. Semuanya rancang pada
konstruksi kapal yang terdiri dari badan kapal dan bangunan atas kapal.
Konstruksi kapal tidak dibangun berdasarkan perasaan atau penglihatan
saja, pembangunan itu berdasarkan atas peraturan-peraturan yang telah disepakati
oleh Biro Klasifikasi. Dibangun sesuai dengan urutan-urutannya, cara
menghubungkan dari bagian satu ke bagian lainnya adalah pengertian konstruksi
dalam ilmu perkapalan.

V.2. Saran

Perlunya kerjasama yang baik

Perlunya penyusunan kerangka tugas dengan baik sebelum pemberian


tugas agar dapat terselesaikan sesuai perencanaan awal

KONSTRUKSI KAPAL 1

MIDSHIP SECTION

Muh. Ichsan Hayatuddin

Perlu adanya satu pedoman/acuan pada tugas ini

DAFTAR PUSTAKA
1. BKI Vol. 2, (2006). Peraturan Lambung.
2. Djaya, Indra Kusna. Teknik Konstruksi Kapal
Baja. Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah
Kejuruan.

Harvald. Phoels. Ship Design And Ship Theory, University of Hannnove

KONSTRUKSI KAPAL 1

MIDSHIP SECTION