Anda di halaman 1dari 105

PENYUSUNAN PERENCANAAN TARGET

INDIKATOR EKONOMI DAERAH


KABUPATEN BOGOR
TAHUN 2014-2018
(LAPORAN AKHIR )
2017
2016
2015
2014

Kerjasama :

BAPPEDA KABUPATEN BOGOR


dengan

BPS KABUPATEN BOGOR

2018

KATA PENGANTAR

Alhamdulillahirobbil aalamiin, puji dan syukur senantiasa kita panjatkan


ke khadhirat Allah SWT, karena berkat rahmat dan bimbingan-Nya, Laporan
Akhir Penyusunan Perencanaan Target Indikator Ekonomi Daerah Kabupaten
Bogor Tahun 2014-2018 dapat diselesaikan dengan baik.
Laporan Akhir

ini memuat 4 (empat) bab yang terdiri dari: BAB I

PENDAHULUAN (terdiri dari latar belakang, maksud dan tujuan, dan ruang
lingkup), BAB II METODOLOGI (Metodologi : PDRB, Indeks Harga Konsumen/IHK,
Penduduk, Ketenagakerjaan, Kemiskinan dan Nilai Tukar Petani/NTP), BAB III
HASIL DAN PEMBAHASAN (Pembahasan dan Analisis Indikator : PDRB, Indeks
Harga Konsumen/IHK, Penduduk, Ketenagakerjaan, Kemiskinan dan Nilai Tukar
Petani/NTP ) dan BAB IV KESIMPULAN.
Akhirnya, kepada semua pihak yang telah membantu dalam Penyusunan
Laporan Pendahuluan Penyusunan Perencanaan Target Indikator Ekonomi Daerah
Kabupaten Bogor Tahun 2014-2018 ini kami haturkan terima kasih. Kami
berharap masukan dari semua pihak untuk kesempurnaan penyusunan kegiatan
ini .

Cibinong,

Desember 2013

Kepala Badan Pusat Statistik


Kabupaten Bogor,

Drs. Erwan Syahriza


NIP. 196207281990031001

Penyusunan Perencanaan Target Indikator Ekonomi Kabupaten BogorTahun 2014-2018

Daftar Isi

DAFTAR ISI
Halaman
KATA PENGANTAR ....................................................................
DAFTAR ISI .............................................................................
DAFTAR TABEL ........................................................................
DAFTAR GAMBAR .....................................................................

i
ii
iv
viii

BAB I

PENDAHULUAN ...........................................................
1.1. Latar Belakang ....................................................
1.2. Maksud dan Tujuan ...............................................
1.3. Ruang Lingkup .....................................................
1.4. Sumber Data .......................................................

1
1
2
2
2

BAB II

METODOLOGI .............................................................
2.1. Konsep dan Definisi ...............................................
2.2. Metodologi .........................................................
2.2.1. Metode Analisis deret Waktu (Time Series) ..............
2.2.2. Metode Aritmatik .............................................
2.2.3. Metode Geometrik ...........................................
2.2.4. Metode Eksponensial .........................................
2.2.5. Metode Proyeksi Ketenagakerjaan......................
2.2.6. Model Kemiskinan Kabupaten Bogor .......................

3
3
18
19
15
16
16
17
18

BAB III

HASIL DAN PEMBAHASAN .................................................


3.1. PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO (PDRB) ...................
3.1.1. PDRB Kabupaten Bogor menurut Lapangan Usaha ......
3.1.2. PDRB Kabupaten Bogor menurut Penggunaan ...........
3.1.3. PDRB Perkapita ..............................................
3.1.4. Daya Beli..... ..............................................

23
24
24
46
51
54

3.2. ESTIMASI PENDUDUK ..................................................


3.2.1. Jumlah Penduduk, Sex Ratio dan Pertumbuhan Penduduk
3.2.2. Distribusi Penduduk ...........................................
3.2.3. Kepadatan Penduduk ..........................................
3.2.4. Piramida Penduduk ............................................
3.2.5. Dependency Ratio ..............................................

56
56
57
64
66
69

3.3. ESTIMASI KETENAGAKERJAAN......................................


3.3.1. Penduduk Usia Kerja .....................................
3.3.2. Angkatan Kerja dan Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja
(TPAK) ......................................................
3.3.3. Penduduk Bekerja dan Pengangguran .....................
3.3.4. Penduduk Bekerja dan Lapangan Usaha ..................
3.3.5. Penduduk Bekerja dan Tingkat Pendidikan................

74
74

Penyusunan Perencanaan Target Indikator Ekonomi Kabupaten BogorTahun 2014-2018

75
78
79
82

ii

3.4. KEMISKINAN ..............................................................


3.4.1. Perkembangan Tingkat Kemiskinan di Kabupaten Bogor
3.4.2. Perubahan Garis Kemiskinan di Kabupaten Bogor ......
3.4.3. Prediksi Indeks Kedalaman dan Indeks Keparahan
Kemiskinan di Kabupaten Bogor ............................
3.4.4. Gini Ratio atau Koefisien Gini ...............................

BAB IV

84
84
86
87

3.5. PREDIKSI INFLASI ........................................................

91

3.6. PREDIKSI NILAI TUKAR PETANI (NTP) DI KABUPATEN BOGOR.....

93

KESIMPULAN......................................................................

96

Penyusunan Perencanaan Target Indikator Ekonomi Kabupaten BogorTahun 2014-2018

iii

Daftar Tabel dan Gambar

DAFTAR TABEL

No. Tabel
Tabel 2.1.

Tabel 2.2.
.
Tabel 3.1.1.
Tabel 3.1.2.

Judul Tabel
Output Hasil Analisis Regresi Data Panel Keterkaitan
antara Kemiskinan dengan Indikator Ekonomi Daerah
Lainnya di Kabupaten Bogor ..................................
Output Hasil Analisis Regresi Data Panel Keterkaitan
antara Kemiskinan dengan Sektor-sektor dalam PDRB
Kabupaten Bogor ................................................
PDRB Atas Dasar Harga Berlaku Kabupaten Bogor Menurut
Lapangan Usaha Tahun 2012-2013 (Juta Rupiah) ...............
Distribusi Persentase PDRB Atas Dasar Harga Berlaku
Kabupaten Bogor Menurut Lapangan Usaha Tahun 2014-2018

PDRB Atas Dasar Harga Konstan 2000 Kabupaten Bogor


Menurut Lapangan Usaha Tahun 2012-2013 (Miliar Rupiah)..
Tabel 3.1.4.
Laju Pertumbuhan PDRB Kabupaten Bogor Tahun 2014-2018
(persen)..............................................................
Tabel 3.1.5.
Sumber Pertumbuhan PDRB Kabupaten Bogor Tahun 20142018 (persen)......................................................
Tabel 3.1.6. PDRB Atas Dasar Harga Berlaku Kabupaten Bogor
Berdasarkan 17 Lapangan Usaha Tahun 2014-2018 (Milyar
Rupiah................................................................
Tabel 3.1.7. PDRB di Kabupaten Bogor Tahun 2012 dan 2013 menurut
Penggunaan Atas Dasar Harga Konstan 2000 (juta rupiah
Distribusi Persentase PDRB Atas Dasar Harga Berlaku
Kabupaten Bogor Berdasarkan 17 Lapangan Usaha Tahun
2014-2018............................................................
Tabel 3.1.8. PDRB Atas Dasar Harga Konstan 2010 Kabupaten Bogor
Menurut 17 Lapangan Usaha Tahun 2011-2013 (Juta Rupiah)
Tabel 3.1.9. Laju Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten Bogor Menurut 17
Lapangan Usaha Tahun 2014-2018 (persen)....................
Tabel 3.1.10. PDRB Atas Dasar Harga Berlaku Kabupaten Bogor Barat
Menurut Lapangan Usaha Tahun 2014-2018 (Milyar Rupiah)
Tabel 3.1.11. Distribusi Persentase PDRB Atas Dasar Harga Berlaku
DOB Kabupaten Bogor Barat Menurut Lapangan Usaha
Tahun 2014-2018....................................................
Tabel 3.1.12. PDRB Atas Dasar Harga Konstan DOB Kabupaten Bogor Barat
Menurut Lapangan Usaha Tahun 2014-2018 (Milyar Rupiah).

Halaman

22

23
25
26

Tabel 3.1.3.

Tabel 3.1.13. Laju Pertumbuhan PDRB Kabupaten Bogor Barat


Tahun 2014-2018 (persen)........................................
Tabel 3.1.14. Sumber Pertumbuhan PDRB DOB Kabupaten Bogor Barat
Tahun 2014-2018....................................................
Penyusunan Perencanaan Target Indikator Ekonomi Kabupaten BogorTahun 2014-2018

27
28
29
30

31
32
33
34

35
36
37
38
iv

Daftar Tabel dan Gambar

No. Tabel

Judul Tabel

Tabel 3.1.15. PDRB Atas Dasar Harga Berlaku DOB Kabupaten Bogor Barat
Berdasarkan 17 Lapangan Usaha Tahun 2014-2018 (Milyar
Rupiah)...............................................................
Tabel 3.1.16. PDRB Atas Dasar Harga Berlaku Kabupaten Bogor-DOB KBB
Menurut Lapangan Usaha Tahun 2014-2018 (Milyar Rupiah)
Tabel 3.1.17. Distribusi Persentase PDRB Atas Dasar Harga Berlaku
Kabupaten Bogor tanpa DOB KBB Menurut Lapangan Usaha
Tahun 2014-2018...................................................
Tabel 3.1.18. PDRB Atas Dasar Harga Konstan DOB Kabupaten Bogor Barat
Menurut Lapangan Usaha Tahun 2014-2018 (Milyar Rupiah)
Tabel 3.1.19. Laju Pertumbuhan PDRB Kabupaten Bogor tanpa DOB KBB
Tahun 2014-2018..................................................
Tabel 3.1.20. Sumber Pertumbuhan PDRB Kabupaten Bogor Tanpa DOB
Kabupaten Bogor Barat Tahun 2014-2018 (persen)............
Tabel 3.1.21. PDRB Atas Dasar Harga Berlaku Kabupaten Bogor tanpa
DOB Kabupaten Bogor Barat Berdasarkan 17 Lapangan
Usaha Tahun 2014-2018 (Milyar Rupiah).........................
Tabel 3.1.22. PDRB Kabupaten Bogor menurut Penggunaan Atas Dasar
Harga Berlaku Tahun 2014-2018 (miliar rupiah)................
Tabel 3.1.23. Distribusi Persentase PDRB Kabupaten Bogor menurut
Penggunaan Atas Dasar Harga Berlaku Tahun 2014-2018.....
Tabel 3.1.24. PDRB di Kabupaten Bogor Tahun 2014 - 2018 menurut
Penggunaan Atas Dasar Harga Konstan 2000 (miliar rupiah)
Tabel 3.1.25. Laju Pertumbuhan PDRB di Kabupaten Bogor Tahun 2014 2018 menurut Penggunaan (persen).............................
Tabel 3.1.26. Sumber Pertumbuhan PDRB di Kabupaten Bogor Tahun 2014
- 2018 menurut Penggunaan (persen)...........................
Tabel 3.2.1. Jumlah Penduduk Hasil Sensus Penduduk 2010 (Mei)
menurut Kabupaten/Kota se Jawa Barat........................
Tabel 3.2.2
Jumlah Penduduk menurut Kecamatan dirinci menurut
Jenis Kelamin, Sex Ratio (SR), LPP, Distribusi di Kabupaten
Bogor, Hasil SP 2010 (Mei 2010).................................
Tabel 3.2.3
Proyeksi Jumlah Penduduk menurut kecamatan di
Kabupaten Bogor dirinci menurut Jenis Kelamin, Tahun
2014(Juni)...........................................................
Tabel 3.2.4
Proyeksi Jumlah Penduduk menurut kecamatan
di Kabupaten Bogor Barat dirinci menurut Jenis Kelamin,
Tahun 2014.........................................................
Tabel 3.2.5
Proyeksi Jumlah Penduduk menurut kecamatan di
Kabupaten Bogor tanpa Bogor Barat dirinci menurut Jenis
Kelamin, Tahun 2014.............................................
Penyusunan Perencanaan Target Indikator Ekonomi Kabupaten BogorTahun 2014-2018

Halaman

39
40

41
42
43
44

45
47
48
49
50
51
57

58

61

62

63
v

Daftar Tabel dan Gambar

Tabel 3.2.6
Tabel 3.2.7
Tabel 3.2.8
Tabel 3.2.9
Tabel 3.2.10

Tabel 3.2.11
Tabel 3.3.1
Tabel 3.3.2

Tabel 3.3.3

Tabel 3.3.4

Tabel 3.3.5

Tabel 3.3.6

Tabel 3.3.7

Tabel 3.3.8

Tabel 3.4.1

Tabel 3.4.2

Kepadatan penduduk di Kabupaten Bogor, Bogor Barat dan


Bogor tanpa Bogor Barat, Tahun 2014-2018....................
Kepadatan Penduduk menurut Kecamatan Di Kabupaten
Bogor, Tahun 2014.................................................
Jumlah Penduduk Per Kelompok Umur Menurut Jenis
Kelamin Di Kabupaten Bogor, Tahun 2014 (Juni)..............
Jumlah Penduduk Per Kelompok Umur Menurut Jenis
Kelamin Di Kabupaten Bogor Barat, Tahun 2014 (Juni).....
Jumlah Penduduk Per Kelompok Umur Menurut Jenis
Kelamin Di Kabupaten Bogor tanpa Bogor Barat, Tahun
2014(Juni)..........................................................
Prediksi Jumlah Penduduk (Juni) menurut Kelompok Umur
dan Dependecy ratio di Kabupaten Bogor, Tahun 2014-2018
Prediksi Jumlah Penduduk Usia Kerja, tahun 2013-2018....
Jumlah Penduduk Berumur 15 Tahun Ke Atas Menurut
Kegiatan Selama Seminggu yang Lalu di Kabupaten Bogor
Tahun 2014-2018...................................................
Persentase Penduduk Berumur 15 Tahun Ke Atas Menurut
Kegiatan Selama Seminggu yang Lalu di Kabupaten Bogor,
Bogor Barat dan Bogor tanpa Bogor Barat Tahun 2014-2018
Prediksi Angkatan Kerja Menurut Kegiatan Selama
Seminggu yang Lalu di Kabupaten Bogor, Bogor Barat dan
Bogor tanpa Bogor Barat Tahun 2014-2018.....................
Prediksi Penduduk Usia 15 tahun ke atas yang Bekerja
Menurut Lapangan Usaha di Kabupaten Bogor, Bogor Barat
dan Bogor tanpa Bogor Barat Tahun 2014-2018................
Persentase Prediksi Penduduk Usia 15 tahun ke atas yang
Bekerja Menurut Lapangan Usaha di Kabupaten Bogor,
Bogor Barat dan Bogor tanpa Bogor Barat Tahun 2014-2018
Prediksi Penduduk Usia 15 tahun ke atas yang Bekerja
Menurut Tingkat Pendidikan yang Ditamatkan
di
Kabupaten Bogor, Bogor Barat dan Bogor tanpa Bogor Barat
Tahun 2014-2018..................................................
Persentase Prediksi Penduduk Usia 15 tahun ke atas yang
Bekerja Menurut Tingkat Pendidikan yang Ditamatkan di
Kabupaten Bogor, Bogor Barat dan Bogor tanpa Bogor Barat
Tahun 2014-2018...................................................
Prediksi Jumlah dan Persentase Penduduk Miskin
Kabupaten Bogor, Bogor Barat dan Bogor tanpa Bogor
Barat, 2014-2018...................................................
Garis Kemiskinan di Kabupaten Bogor dan Perubahannya
Kabupaten Bogor, Bogor Barat dan Bogor tanpa Bogor Barat
Tahun 2014-2018...................................................

Penyusunan Perencanaan Target Indikator Ekonomi Kabupaten BogorTahun 2014-2018

64
65
70
71

72
73
75

76

77
78

80

81

82

83

85

86
vi

Daftar Tabel dan Gambar

Tabel 3.4.3

Tabel 3.4.4

Prediksi Indeks Kedalaman (P1) dan Keparahan Kemiskinan


(P2) Kabupaten Bogor, Bogor Barat dan Bogor tanpa Bogor
BaratTahun 2014-2018............................................
Prediksi Gini Ratio Kabupaten Bogor, Bogor Barat dan Bogor
tanpa Bogor Barat Tahun 2014-2018.............................

Penyusunan Perencanaan Target Indikator Ekonomi Kabupaten BogorTahun 2014-2018

87
89

vii

Daftar Tabel dan Gambar

DAFTAR GAMBAR

No. Gambar

Judul Gambar

Gambar 3.1.1.

Peta Wilayah Kabupaten Bogor dan DOB Kabupaten


Bogor Barat ...................................................
PDRB Perkapita per tahun atas dasar harga berlaku
Tahun 2014-2018 (juta rupiah).............................
PDRB Perkapita per tahun atas dasar harga konstan
Tahun 2014-2018 (juta rupiah).......................
Daya Beli Masyarakat Tahun 2014-2018...................
Piramida Penduduk Kabupaten Bogor Berdasarkan
Jenis Kelamin dan Kelompok Umur, Tahun 2014 (Juni)

Gambar 3.1.2.
Gambar 3.1.3.
Gambar 3.1.4.
Gambar 3.2.1.
Gambar 3.2.2.

Gambar 3.2.3.

Gambar 3.6.1.

Halaman

Piramida
Penduduk
Kabupaten
Bogor
Barat
Berdasarkan Jenis Kelamin dan Kelompok Umur,
Tahun 2014 (Juni)...........................................
Piramida Penduduk Kabupaten Bogor tanpa Bogor
Barat Berdasarkan Jenis Kelamin
dan Kelompok
Umur, Tahun 2014 (Juni).................................
Prediksi NTP Kabupaten Bogor Tahun 2014-2018

Penyusunan Perencanaan Target Indikator Ekonomi Kabupaten BogorTahun 2014-2018

23
52
53
55
66

67

68
94

viii

Pendahuluan

BAB I
PENDAHULUAN
1.1.

Latar Belakang
Undang-undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan

Pembangunan Nasional merupakan landasan hukum di bidang perencanaan


pembangunan baik oleh Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah. Peraturan
ini merupakan satu kesatuan tata cara perencanaan pembangunan untuk
menghasilkan rencana pembangunan jangka penjang, jangka menengah, dan
tahunan yang dilaksanakan oleh unsur penyelenggara pemerintah di Pusat dan
Daerah dengan melibatkan masyarakat.
Berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 Tahun 2010 tentang
Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan,
Tatacara

Penyusunan,

Pengendalian,

dan

Evaluasi

Pelaksanaan

Rencana

Pembangunan Daerah mengamanatkan bahwa perencanaan daerah dirumuskan


secara transparan, responsif, efisien, efektif, akuntabel, partisipatif, terukur,
berkeadilan, dan berwawasan lingkungan. Adapun Perencanaan pembangunan
daerah adalah suatu proses penyusunan tahapan kegiatan yang melibatkan
berbagai unsur pemangku kepentingan di dalamnya, guna pemanfaatan dan
pengalokasian sumber daya yang ada, dalam rangka meningkatkan kesejahteraan
sosial dalam suatu lingkungan wilayah/daerah dalam jangka waktu tertentu.
Merujuk kepada peraturan di atas dan berdasarkan telah berakhirnya RPJMD
Kabupaten Bogor periode tahun 2008-2013, bersamaan dengan berakhirnya masa
jabatan bupati maupun wakil bupati periode tersebut, Kabupaten Bogor perlu
menyusun Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten
Bogor periode tahun 2014-2018. Penyusunan prediksi/estimasi target indikatorindikator ekonomi daerah sangat diperlukan sebagai pendukung bagi penyusunan
dokumen dimaksud.

Indikator yang sering digunakan sebagai indikator ekonomi

daerah adalah Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) menurut Lapangan Usaha
dan Penggunaan, Laju Pertumbuhan Ekonomi, Struktur Perekonomian, Pendapatan
Perkapita, Daya Beli Masyarakat, Indeks Harga Konsumen, Inflasi, Nilai Tukar
Petani, Penduduk, Ketenagakerjaan dan Penggangguran serta Kemiskinan.

Penyusunan Perencanaan Target Indikator Ekonomi Kabupaten BogorTahun 2014-2018

Pendahuluan

1.2.

Maksud dan Tujuan


Maksud

Penyusunan

Perencanaan

Target

Indikator

Ekonomi

Daerah

Kabupaten Bogor Tahun 2014-2018 adalah menyediakan data prediksi/estimasi


indikator ekonomi daerah Kabupaten Bogor untuk periode 5 tahun ke depan.
Sedangkan tujuan Penyusunan Perencanaan Target Indikator Ekonomi Daerah
Kabupaten Bogor Tahun 2014-2018 adalah terpenuhinya data dan analisis prediksi
indikator ekonomi daerah Kabupaten Bogor berupa Produk Domestik Regional Bruto
(PDRB), Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE), Indeks Harga Konsumen (IHK), Nilai
Tukar

Petani

(NTP),

Pendapatan

Perkapita,

Daya

Beli

Masyarakat,

Ketenagakerjaan, Kemiskinan, Gini Ratio, dan Penduduk tahun 2014-2018.


1.3.

Ruang Lingkup
Ruang lingkup Penyusunan Perencanaan Target Indikator Ekonomi Daerah

Kabupaten Bogor Tahun 2014-2018 adalah untuk 3 (tiga) wilayah, yakni: Wilayah
Kabupaten Bogor utuh (meliputi 40 kecamatan), wilayah Kabupaten Bogor inti
(meliputi 26 kecamatan tanpa Bogor Barat) dan wilayah Kabupaten Bogor Barat
(meliputi 14 kecamatan). Oleh karena keterbatasan raw data, kecukupan sampel
yang ada dan data-data pendukung lainnya, dalam penyusunan target indikator
ekonomi daerah ini terdapat beberapa indikator yang belum bisa terpecah ke
dalam tiga wilayah yang menjadi ruang lingkup penyusunan, berikut disampaikan
secara rinci:
1.4. Sumber Data
Sumber data yang digunakan dalam penyusunan Prediksi/estimasi Indikator
Ekonomi Daerah Kabupaten Bogor Tahun 2014-2018 ini adalah hasil Sensus
Penduduk, Sensus Ekonomi, Sensus Pertanian, series data Survei Sosial Ekonomi
Nasional (Susenas), series data Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas), Survei
Industri Tahunan dan Bulanan, Survei Keuangan Daerah, series data Indikator
Ekonomi Daerah Kabupaten Bogor, Survei Penduduk Antar Sensus (Supas), Survei
Jasa dan Pariwisata, Survei Harga Konsumen, Survei Pertanian/Ubinan, dan survey
BPS lainnya, serta data sekunder dari dinas/instansi/BUMD/BUMN.

Penyusunan Perencanaan Target Indikator Ekonomi Kabupaten BogorTahun 2014-2018

Metodologi

BAB II
METODOLOGI
2.1.

Konsep dan Definisi

Produk Domestik Regional Bruto (PDRB)


Merupakan jumlah nilai produk barang dan jasa akhir yang dihasilkan oleh seluruh
unit produksi di dalam suatu wilayah atau daerah pada suatu periode tertentu,
biasanya satu tahun, tanpa memperhitungkan kepemilikan faktor produksi. PDRB
dapat dihitung dengan menggunakan 3 (tiga) pendekatan, yaitu: Produksi,
Pendapatan, dan Pengeluaran.
PDRB Atas Dasar Harga Berlaku
PDRB yang dinilai berdasarkan harga pada tahun berjalan, baik nilai produksi,
biaya antara maupun komponen nilai tambah.
PDRB Atas Dasar Harga Konstan
PDRB yang dinilai berdasarkan harga pada tahun tertentu atau tahun dasar, baik
pada saat menilai produksi, biaya antara maupun komponen nilai tambah.
Laju Pertumbuhan PDRB
Besarnya persentase kenaikan PDRB dalam harga konstan (tahun tertentu)
terhadap PDRB dlam harga konstan pada tahun sebelumnya.
PDRB per Kapita
PDRB dibagi dengan jumlah penduduk pertengahan tahun.
PDRB Menurut Penggunaan
PDRB penggunaan menggambarkan penggunaan barang dan jasa yang diproduksi
oleh berbagai sektor dalam masyarakat. Penggunaan PDRB tersebut secara garis
besar ada 2 macam yaitu: Konsumsi Antara yang digunakan untuk memenuhi
kebutuhan dalam proses produksi dan Konsumsi Akhir untuk memenuhi kebutuhan
konsumsi masyarakat.

Penyusunan Perencanaan Target Indikator Ekonomi Kabupaten BogorTahun 2014-2018

Metodologi

Harga Konsumen (HK)


Harga transaksi yang terjadi antara penjual (pedagang eceran) dan pembeli
(konsumen) secara eceran dengan pembayaran tunai. Eceran yang dimaksud adalah
membeli suatu barang atau jasa dengan menggunakan satuan terkecil untuk
dipakai/ dikonsumsi.
Nilai Tukar Petani (NTP)
Adalah rasio antara indeks harga yang diterima petani (It) dengan indeks harga
yang dibayar petani (Ib) dinyatakan dalam persentase. Secara konseptual, NTP
pengukur kemampuan tukar produk pertanian yang dihasilkan petani dengan
barang atau jasa yang dikonsumsi oleh rumah tangga petani dan keperluan
mereka menghasilkan produk pertanian.

Indeks Harga Yang Diterima Petani (IHTP)


IHTP dapat digunakan untuk melihat fluktuasi harga komoditas pertanian yang
dihasilkan petani. Indeks ini juga digunakan sebagai data penunjang dalam
penghitungan nilai produksi sektor pertanian.

Indeks Harga Yang Dibayar Petani (IHBP)


IHBP dapat digunakan untuk melihat fluktuasi harga komoditas/jasa yang
dikonsumsi oleh petani serta fluktuasi harga barang yang diperlukan untuk
memproduksi hasil pertanian.
Penduduk
Semua orang yang berdomisili di wilayah geografis suatu daerah selama 6 bulan
atau lebih dan atau mereka yang berdomisili kurang dari 6 bulan tetapi bertujuan
menetap.
Laju pertumbuhan penduduk
Adalah angka yang menunjukan tingkat pertambahan penduduk pertahun dalam
jangka waktu tertentu. Angka ini dinyatakan sebagai persentase dari penduduk

Penyusunan Perencanaan Target Indikator Ekonomi Kabupaten BogorTahun 2014-2018

Metodologi

dasar.

Laju pertumbuhan penduduk digunakan untuk

mengetahui

perubahan

jumlah penduduk antar dua periode waktu.


Kepadatan Penduduk
Perbandingan jumlah penduduk dengan luas wilayah.
Rasio Jenis Kelamin (sex ratio)
Perbandingan antara banyaknya penduduk laki-laki dengan banyaknya penduduk
perempuan pada suatu daerah dan waktu tertentu.
Piramida Penduduk
Grafik berbentuk piramida yang merupakan gambaran secara visual dari komposisi
penduduk menurut umur dan jenis kelamin. Penggunaan piramida akan membantu
memudahkan mengenal dan memahami karakteristik penduduk suatu wilayah
menurut umur dan jenis kelamin.
Dependency Ratio
Suatu nilai yang menggambarkan beban tanggungan ekonomi penduduk kelompok
usia produktif terhadap kelompok usia non produktif.
Estimasi penduduk adalah penaksiran atau perkiraan penduduk, biasanya tentang
jumlahnya pada waktu tertentu. Menurut Swanson dan Siegel (2004), estimasi
terbagi menjadi tiga jenis, yaitu estimasi antarsensus (intercensal estimate),
estimasi pascasensus (post-censal estimate), dan proyeksi. Jadi, proyeksi penduduk
merupakan bagian dari estimasi penduduk. Proyeksi penduduk menggunakan
metode

yang

lebih

rinci

dibanding

metode

estimasi

lainnya,

karena

memperhitungkan perkembangan fertilitas, mortalitas, dan migrasi untuk kurun


waktu tertentu sehingga menghasilkan tingkat kepercayaan yang lebih tinggi.
Penduduk Usia Kerja
Penduduk yang berusia 15 tahun ke atas, sesuai dengan ketentuan dalam UU
Ketenagakerjaan No. 13 Tahun 2003.

Penyusunan Perencanaan Target Indikator Ekonomi Kabupaten BogorTahun 2014-2018

Metodologi

Angkatan Kerja
Penduduk usia kerja yang bekerja dan pengangguran.
Bukan Angkatan Kerja
Penduduk usia kerja yang pada periode referensi tidak mempunyai/melakukan
aktivitas ekonomi, baik karena sekolah, mengurus rumah tangga atau lainnya
(pensiun, penerima transfer/kiriman, penerima deposito/bunga bank, jompo atau
alasan yang lain).
Bekerja
Kegiatan melakukan pekerjaan dengan maksud memperoleh atau membantu
memperoleh penghasilan atau keuntungan paling sedikit selama satu jam dalam
seminggu yang lalu. Bekerja selama satu jam tersebut harus dilakukan berturutturut dan tidak terputus. Kegiatan bekerja ini mencakup, baik yang sedang bekerja
maupun yang punya pekerjaan tetapi dalam seminggu yang lalu sementara tidak
aktif bekerja, misal karena cuti, sakit dan sejenisnya. Di beberapa negara, konsep
bekerja didasarkan atas kebiasaan (Gainful Worker Concept). Konsep ini
menentukan seseorang apakah bekerja atau tidak berdasarkan kebiasaannya (usual
activity). Konsep ini tidak memakai batasan waktu tertentu.
Pengangguran
Terdapat dua definisi pengangguran yaitu definisi standar dan definisi luas
(relaxed). Pengangguran definisi standar yaitu meliputi penduduk yang tidak
bekerja tetapi sedang mencari pekerjaan/mempersiapkan suatu usaha. Sedangkan
pengangguran definisi luas juga mencakup penduduk yang tidak aktif mencari kerja
tetapi bersedia/siap bekerja. Sejak tahun 2001, definisi pengangguran yang
digunakan dalam Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) adalah definisi luas,
sehingga pengangguran mencakup empat kriteria yaitu: mencari pekerjaan,
mempersiapkan usaha, putus asa/merasa tidak mungkin mendapatkan pekerjaan
(discouraged worker) dan sudah diterima bekerja tapi belum mulai bekerja.

Penyusunan Perencanaan Target Indikator Ekonomi Kabupaten BogorTahun 2014-2018

Metodologi

Lapangan Usaha
Menurut Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tahun 1998, lapangan usaha adalah
bidang kegiatan suatu organisasi/lembaga/usaha (establishment) tempat seseorang
bekerja selama periode waktu acuan yang dibuat untuk data karakteristik ekonomi
(atau yang dikerjakan terakhir, jika orang tersebut tidak bekerja). Kegiatan
establishment adalah jenis barang yang diproduksi atau jasa yang diberikan.
Miskin
Kondisi kehidupan serba kekurangan yang dialami seseorang/rumahtangga sehingga
tidak mampu memenuhi kebutuhan minimal/layak bagi kehidupannya.
Definisi Umum Kemiskinan adalah kondisi di mana seseorang atau sekelompok
orang tidak mampu memenuhi hak-hak dasarnya untuk mempertahankan dan
mengembangkan kehidupan yang bermartabat. Hak-hak dasar antara lain:
- terpenuhinya kebutuhan pangan,
- kesehatan,

pendidikan,

pekerjaan,

perumahan,

air

bersih,

pertanahan,

sumberdaya alam dan lingkungan hidup,


- rasa aman dari perlakuan atau ancaman tindak kekerasan dan hak untuk
berpartisipasi dalam kehidupan sosial-politik.

Penduduk miskin
Penduduk yang memiliki rata-rata pengeluaran per kapita per bulannya di bawah
Garis Kemiskinan.

Pengeluaran
Pengeluaran per kapita untuk makanan dan bukan makanan. Makanan mencakup
seluruh jenis makanan termasuk makanan jadi, minuman, tembakau, dan sirih.
Bukan makanan mencakup perumahan, sandang, biaya kesehatan, pendidikan, dan
sebagainya.
Metode yang digunakan untuk menentukan penduduk miskin adalah Garis Kemiskinan
(GK), yang terdiri dari dua komponen yaitu Garis Kemiskinan Makanan (GKM) dan
Penyusunan Perencanaan Target Indikator Ekonomi Kabupaten BogorTahun 2014-2018

Metodologi

Garis Kemiskinan Non Makanan (GKNM). Jadi definisi penduduk miskin adalah
penduduk yang memiliki rata-rata pengeluaran per kapita per bulan di bawah Garis
Kemiskinan.

Garis Kemiskinan (GK)


Merupakan nilai pengeluaran kebutuhan minimum makanan yang disetarakan
dengan 2.100 kilo kalori per kapita per hari.
Garis Kemiskinan Makanan (GKM)
Merupakan nilai pengeluaran kebutuhan minimum makanan yang disetarakan
dengan 2.100 kilo kalori per kapita per hari. Paket komoditi kebutuhan dasar
makanan diwakili oleh 52 jenis komoditi (padi-padian, umbi-umbian, ikan, daging,
telur dan susu, sayuran, kacang-kacangan, buah-buahan, minyak dan lemak, dll).

Garis Kemiskinan Non Makanan (GKNM)


Kebutuhan minimum untuk perumahan, sandang, pendidikan, kesehatan dan
kebutuhan dasar lainnya. Paket komoditi kebutuhan dasar bukan makanan diwakili
oleh 51 jenis komoditi di perkotaan dan 47 komoditi di perdesaan.

Gini ratio atau Angka Koefisien Gini


Ukuran kemerataan pendapatan yang dihitung berdasarkan kelas pendapatan.
Angka koefisien Gini terletak antara 0 (nol) dan 1 (satu). Nol mencerminkan
kemerataan sempurna dan satu menggambarkan ketidakmerataan sempurna.
2.2.

Metodologi
Dalam penyusunan Perencanaan Target Indikator Ekonomi Daerah Kabupaten

Bogor

Tahun

2014-2018

ini,

beberapa

metode

akan

digunakan

untuk

memproyeksikan angka indikator ekonomi daerah Kabupaten Bogor untuk 5 tahun


ke depan. Tentunya, penggunaan metodologi yang tepat untuk masing-masing

Penyusunan Perencanaan Target Indikator Ekonomi Kabupaten BogorTahun 2014-2018

Metodologi

indikator akan disesuaikan dengan pola dan ketersediaan raw data/data yang ada.
Berikut ini adalah beberapa metodologi yang akan digunakan:

2.2.1. Metode Analisis Deret Waktu (Time Series)


Time Series adalah data/observasi menurut deret waktu. Salah satu segi
pada data deret waktu adalah terlibatnya sebuah besaran yang dinamakan
Autokorelasi (autocorrelation), yang konsepsinya sama dengan korelasi untuk
data bivariat, dalam analisis regresi biasa. Signifikansi (keberartian) autokorelasi
menentukan analisis regresi yang harus dilakukan pada data deret waktu. Segi lain
dalam data deret waktu adalah kestasioneran data, hal ini sangat diperlukan dalam
analisis data deret waktu, karena akan memperkecil kekeliruan baku.
Jika autokorelasi tidak signifikan (dalam kata lain data deret waktu tidak
berautokorelasi), maka analisis regresi yang harus dilakukan adalah analisis regresi
sederhana biasa, yaitu analisis regresi data atas waktu. Sedangkan jika signifikans
(berautokorelasi) harus dilakukan analisis regresi data deret waktu, yaitu analisis
regresi antar nilai pengamatan. Jika data deret waktu berautokorelasi pada lag-k,
maka selanjutnya membangun model hubungan fungsional antar pengamatan
(model regresi deret waktu, model autoregresi), model regresi deret waktu dari
data yang berautokorelasi pada lag-k, dinamakan model autoregresi order-k (lagk), ditulis AR(k).
Model-model klasik dengan metode Box Jenkins merupakan model yang
menggambarkan time series yang stasioner (stationary time series models).
Dengan demikian tahapan yang dilakukan untuk pemodelan ini adalah dengan
identifikasi stasioneritas dari data, baik dalam mean maupun dalam variance.
1. Stasioneritas
Kestasioneran data merupakan kondisi yang diperlukan dalam analisis
regresi deret waktu karena dapat memperkecil kekeliruan model, sehingga jika
data tidak stasioner, maka harus dilakukan transformasi stasioneritas melalui
proses diferensi (jika trendnya linier), sedangkan jika tidak linier, maka
transformasinya harus dilakukan dulu transformasi linieritas trend melalui proses
logaritma

natural

(jika

trendnya

eksponensial),

dan

proses

pembobotan

Penyusunan Perencanaan Target Indikator Ekonomi Kabupaten BogorTahun 2014-2018

Metodologi

(penghalusan eksponensial sederhana) jika bentuknya yang lain, yang selanjutnya


proses diferensiasi pada data hasil proses linieritas.
Berdasarkan deskripsinya, bentuk kestasioneran ada dua, yaitu stasioner kuat
(strickly stationer), atau stasioner orde pertama (primary stationer) dan stasioner
lemah (weakly stationer), atau stasioner orde kedua (secondary stationer).
Deskripsi umum kestasioneran adalah sebagai berikut, data deret Z1 , Z2 , . . .
disebut stasioner kuat jika distribusi gabungan Z t1 , Zt 2 , . . . , Zt n sama dengan
distribusi gabungan Z t1 k , Zt 2 k , . . . , Zt n k , untuk setiap nilai t1, t2, . . . , tn dan k.
Sedangkan disebut stasioner lemah, jika rata-rata hitung data konstan, E(Zt) = ,
dan autokovariansnya

merupakan fungsi

dari lag,

k =

f(k). Sedangkan

ketidakstasioner data diklasifikasikan atas tiga bentuk yaitu:


1. Tidak stasioner dalam rata-rata hitung, jika trend tidak datar (tidak sejajar
sumbu waktu) dan data tersebar pada pita yang meliput secara seimbang
trendnya.
2. Tidak stasioner dalam varians, jika trend datar atau hampir datar tapi data
tersebar membangun pola melebar atau menyempit yang meliput secara
seimbang trendnya (pola terompet).
3. Tidak stasioner dalam rata-rata hitung dan varians, jika trend tidak datar dan
data membangun pola terompet.
Untuk menelaah ketidakstasioneran data secara visual, tahap pertama dapat
dilakukan pada peta data atas waktu, karena biasanya mudah, dan jika belum
mendapatkan kejelasan, maka tahap berikutnya ditelaah pada gambar ACF dengan
PACF. Telaahan pada gambar ACF, jika data tidak stasioner maka gambarnya akan
membangun pola,
1. Menurun, jika data tidak stasioner dalam rata-rata hitung (trend naik atau
turun),
2. Alternating, jika data tidak stasioner dalam varians,
3. Gelombang, jika data tidak stasioner dalam rata-rata hitung dan varians.

Penyusunan Perencanaan Target Indikator Ekonomi Kabupaten BogorTahun 2014-2018

10

Metodologi

2. Proses Autoregressive
Jika jumlah terbatas dari bobot
dan

untuk k

bukan nol, misalkan

, hasil proses ini kemudian disebut proses

(model) autoregressive dari order , yang dinotasikan sebagai AR(). Ini diberikan
oleh:

atau
( )
Dimana:
( )

Ketika

| |

Agar menjadi, akar-akar dari

).

proses ini selalu dapat dibalik (invertible).


( )

harus terletak di luar lingkaran satuan.

Proses autoregressive (AR) berguna dalam menggambarkan situasi di mana nilainilai sekarang dari suatu kurun waktu tertentu tergantung pada nilai-nilai
sebelumnya ditambah sisaan yang acak.

a.

Proses Autoregressive Orde Pertama AR(1)


Untuk Proses autoregressive orde pertama AR(1), modelnya adalah
)

(
atau

Telah disebutkan di atas, proses ini selalu dapat dibalik (invertible). Agar
stasioner, akar-akar dari (

harus terletak di luar lingkaran satuan.

Dengan demikian, untuk proses stasioner, kita mempunyai |

Proses AR(1)

seringkali dinamakan Proses Markov sebab nilai dari sepenuhnya ditentukan oleh
pengetahuan tentang

Penyusunan Perencanaan Target Indikator Ekonomi Kabupaten BogorTahun 2014-2018

11

Metodologi

Autocorelation Function (ACF) dari Proses AR(1)


Autocovariances diperoleh melalui:
E(

E(

E(

Dan fungsi autocorrelation menjadi


, k
. Dengan demikian, saat |

Dimana kita gunakan secara nyata bahwa

dan proses adalah stasioner, AFC menurun secara eksponensial (sinusoida) atau
alternating tergantung pada tanda (+ atau -) dari
autokorelasinya

adalah

positif;

jika

Jika 0
tanda

1, semua
autokorelasinya

menunjukkan pola alternating diawali dengan nilai negatif.


Partial Autocorelation Function (ACF) dari Proses AR(1)
Untuk proses AR(1), bentuk PACF-nya adalah
{
dengan demikian, PACF dari proses AR(1) menunjukkan positif atau negatif cutt off
pada lag 1 tergantung pada tanda

b.

Proses Autoregressive Orde Kedua AR(2)


Model autoregressive orde kedua, AR(2) adalah
)

(
atau

Proses AR(2), sebagai model autoregressive terbatas, selalu dapat dibalik


(invertible). Untuk menjadi stasioner, akar-akar dari ( )

harus terletak di luar lingkaran satuan. Kondisi stasioner dari model AR(2) dapat
Penyusunan Perencanaan Target Indikator Ekonomi Kabupaten BogorTahun 2014-2018

12

Metodologi

juga diekspresikan dalam nilai-nilai parameter. Misalkan


akar dari (

dan

atau ekuivalen dari

merupakan akar1

. Kita

mempunyai

dan

Sekarang,

dan

Kondisi diperlukan | |

menyiratkan | |

untuk 1 dan 2. Dengan

demikian,
|

dan
|

Kemudian, kita harus mengikuti syarat yang diperlukan untuk stationaritas terlepas
dari apakah akar yang riil atau kompleks:
{

Untuk akar-akar riil, kita perlu

0, yang berarti bahwa

Atau ekuivalen,

{
Penyusunan Perencanaan Target Indikator Ekonomi Kabupaten BogorTahun 2014-2018

13

Metodologi

Untuk akar-akar yang kompleks, kita mempunyai

Jadi,

dalam hal nilai-nilai parameter, kondisi stasionerity dari model AR(2) adalah
diberikan oleh daerah dalam gambar segitiga berikut
{

Autocorelation Function (ACF) dari Proses AR(2)


Kita peroleh autocavariance dengan mengalikan

pada kedua sisi dan

mengambil nilai harapan,


(

E(

E(

Dengan demikian, fungsi autocorrelation menjadi

Secara khusus, bila

dan 2

Partial Autocorelation Function (ACF) dari Proses AR(2)


Menghitung autokorelasi parsial antara Z dengan Zt+k dapat dilakukan sebagai
berikut:
k = 1i-1 + 2i-2
Untuk k 1
11 = 1

1
2
1

22

Penyusunan Perencanaan Target Indikator Ekonomi Kabupaten BogorTahun 2014-2018

14

Metodologi

33

1
1

1
2

1
2
3
2
1

1
1

=0

c.

Identifikasi Model
Pada tahap identifikasi model data time series yang stasioner digunakan:

1. ACF atau Autocorrelation Function yaitu fungsi yang menunjukkan besarnya


korelasi antara pengamatan pada waktu ke t dengan pengamatan pada waktuwaktu sebelumnya.
2. PACF atau Partial Autocorrelation Function yaitu fungsi yang menunjukkan
besarnya korelasi parsial antara pengamatan pada waktu ke t dengan
pengamatan-pengamatan pada waktu-waktu sebelumnya.
Secara umum bentuk model dari data time series dinyatakan sebagai model
Autoregressive Integrated Moving Average atau ARIMA (p,d,q) yang stasioner
dengan:
1. Autoregressive = AR(p) yaitu ACFnya turun eksponensial (sinusoida) menuju
0 dengan bertambahnya k dan PACFnya cut off setelah lag p.
2. Moving Average = MA(q) yaitu ACFnya cut off setelah lag q dan PACF-nya
turun eksponensial (sinusoida).
Differencing = d, yaitu pengurangan Zt terhadap Zt+d untuk membuat data time
series menjadi stasioner dalam mean.
2.2.2. Metode Aritmatik
Metode aritmatik mengasumsikan bahwa angka indikator pada masa depan
akan bertambah dengan pertambahan nilai yang sama setiap tahun. Formula
yang digunakan pada metode Prediksi aritmatik adalah:

Penyusunan Perencanaan Target Indikator Ekonomi Kabupaten BogorTahun 2014-2018

15

Metodologi

Pt P0 1 rt

1 P
r t 1
t P0
Keterangan:
Pt = Nilai Indikator pada tahun t

P0

= Nilai Indikator pada tahun awal

r
t

= laju pertumbuhan Indikator


= periode waktu antara tahun dasar dan tahun t (dalam tahun)

2.2.3. Metode Geometrik


Metode geometrik menggunakan asumsi bahwa angka akan bertambah
secara geometrik menggunakan dasar perhitungan bunga majemuk (Adioetomo dan
Samosir, 2010). Laju pertumbuhan Indikator (rate of growth) dianggap sama untuk
setiap tahun. Berikut formula yang digunakan pada metode geometrik:

Pt P0 1 r

1
t

P
r t 1
P0
dimana:

Pt

= Nilai indikator pada tahun t

P0

= Nilai indikator pada tahun awal

r
t

= laju pertumbuhan Indikator


= periode waktu antara tahun dasar dan tahun t (dalam tahun)

2.2.4. Metode Eksponensial


Metode eksponensial menggambarkan pertambahan yang terjadi secara
sedikit-sedikit sepanjang tahun, berbeda dengan metode geometrik yang

Penyusunan Perencanaan Target Indikator Ekonomi Kabupaten BogorTahun 2014-2018

16

Metodologi

mengasumsikan bahwa pertambahan hanya terjadi pada satu saat selama kurun
waktu tertentu. Formula yang digunakan pada metode eksponensial adalah:

Pt P0ert

1 P
r ln t
t P0
Keterangan:

Pt

= jumlah (indikator) pada tahun t

P0

= jumlah (indikator) pada tahun awal

r
t
e

= laju pertumbuhan (indikator)


= periode waktu antara tahun dasar dan tahun t (dalam tahun)
= bilangan pokok dari sitem logaritma natural yang besarnya adalah
2,7182818

2.2.5. Metode Proyeksi Ketenagakerjaan


Secara fungsional, angkatan kerja (sisi penawaran tenaga kerja) dipengaruhi
oleh banyak faktor termasuk jumlah penduduk, struktur umur, jenis kelamin
penduduk, tingkat pendapatan riil dan distribusinya, angka upah riil, struktur
ekonomi, partisipasi dalam sistem pendidikan, kebiasaan atau tradisi kerja dan
partisipasi kerja. Tetapi, dalam praktek sangat sulit (jika mungkin) untuk
memasukkan semua variabel itu dalam proyeksi angkatan kerja.
Jika dilihat dari sisi permintaan tenaga kerja, banyak faktor yang
mempengaruhi

kemampuan

penyerapan

tenaga

kerja.

Dengan

sistem

perekonomian yang bersifat global, gerak perekonomian suatu daerah tidak


terlepas dari geliat perekonomian daerah lain. Apa yang terjadi pada wilayah lain,
berimbas pada aktivitas ekspor impor yang pada akhirnya berpengaruh terhadap
kemampuan penyerapan tenaga kerja. Jika ditelusuri, banyak mata rantai terkait

Penyusunan Perencanaan Target Indikator Ekonomi Kabupaten BogorTahun 2014-2018

17

Metodologi

kemampuan penyerapan tenaga kerja, namun dalam praktek juga sangat sulit
untuk memasukkan semua variabel itu dalam proyeksi kesempatan kerja.
Salah satu metode yang digunakan dalam proyeksi tenaga kerja pada tulisan
ini adalah metode yang mempertimbangkan komponen demografi (struktur
penduduk) dan angka partisipasi angkatan kerja menurut jenis kelamin. Struktur
penduduk yang digunakan adalah struktur penduduk hasil proyeksi sementara
berdasarkan data SP2010 yang dilakukan oleh BPS. Selain metode demografi,
ditempuh juga metode peramalan menggunakan model ekonometrika dengan
memperhitungkan pertumbuhan ekonomi, mencakup PDRB total maupun PDRB
sektoral. Asumsi yang digunakan adalah bahwa berbagai faktor yang mempengaruhi
proses produksi yang berdampak pada kemampuan penyerapan tenaga kerja dan
pencapaian kesejahteraan masyarakat pada akhirnya termuara pada besaran
PDRB.
Ada beberapa skenario yang ingin diambil yaitu:
1. Proyeksi berdasarkan struktur umur penduduk dan komposisi Angkatan Kerja
(AK) dan Bukan Angkatan Kerja (BAK). Asumsi yang digunakan adalah tenaga
kerja tumbuh linear mengikuti pola data Sakernas triwulanan periode 20052012.
2. Proyeksi menggunakan Model Ekonometrika I. Model ini mengkaitkan data
struktur umur penduduk, struktur ketenagakerjaan dan Produk Domestik Bruto
(PDB) total. Model ini mengasumsikan bahwa penyerapan tenaga kerja sektoral
dipengaruhi oleh pertumbuhan PDRB total.
3. Proyeksi menggunakan Model Ekonometrika II. Model ini mengkaitkan data
struktur umur penduduk, struktur ketenagakerjaan dan Produk Domestik
Regional Bruto (PDRB) sektoral. Model ini mengasumsikan bahwa penyerapan
tenaga kerja sektoral dipengaruhi oleh pertumbuhan PDRB sektor yang
bersangkutan.
2.2.6. Model Kemiskinan Kabupaten Bogor
Penghitungan

penduduk

miskin

tingkat

Kabupaten

Bogor

Barat

dan

Kabupaten Bogor tanpa Bogor Barat dilakukan dengan menggunakan gabungan


data Susenas Kor, sehingga kecukupan sampel untuk estimasi pada tingkat
kabupaten terpenuhi. Metode yang digunakan adalah dengan menggunakan
Penyusunan Perencanaan Target Indikator Ekonomi Kabupaten BogorTahun 2014-2018

18

Metodologi

metode yang didasarkan pada Hukum Engel. Dasar dari Hukum Engel adalah
semakin miskin seseorang maka akan semakin tinggi proporsi pengeluaran untuk
makanan.
Langkah-langkah penghitungannya adalah seperti berikut ini:
a.

Melakukan penghitungan penduduk miskin tingkat Kabupaten Bogor Barat,


Bogor tanpa Bogor Barat. Penghitungan

penduduk

miskin

tingkat

kabupaten Bogor Barat, Bogor tanpa Bogor Barat dilakukan

dengan

menggunakan gabungan data Susenas Kor tahun 2000-2012, sehingga


kecukupan

sampel

untuk

estimasi

pada

tingkat kabupaten terpilah

terpenuhi.
b.

Metode

yang

digunakan

adalah

dengan

menggunakan

metode yang

didasarkan pada Hukum Engel. Dasar dari Hukum Engel adalah semakin
miskin seseorang maka akan semakin tinggi proporsi pengeluaran untuk
makanan.
c.

Menghitung jumlah dan persentase penduduk miskin Kabupaten Bogor


Barat, Bogor tanpa Bogor Barat berdasarkan GK kabupaten Bogor dengan
menggunakan data Susenas Kor gabungan.

d.

Jumlah dari penduduk miskin Kabupaten Bogor Barat, Bogor tanpa Bogor
Barat disesuaikan dengan jumlah penduduk miskin Kabupaten Bogor yang
sudah dirilis. Perlu langkah iterasi untuk penyesuaian tersebut.

e.

Melakukan estimasi garis kemiskinan dengan memasukkan faktor inflasi.

f.

Melakukan estimasi penduduk dengan menggunakan metode matematik.


Estimasi penduduk digunakan sebagai pembagi dari penduduk miskin untuk
memperoleh persentase penduduk miskin (head count index).
Sejak tahun 2011 Bappeda Kabupaten Bogor bekerjasama dengan BPS

Kabupaten Bogor telah membuat kajian mengenai keterkaitan antara kemiskinan


dengan beberapa indikator ekonomi daerah di Kabupaten Bogor dan Wilayah
sekitarnya. Berikut adalah hasil kajian keterkaitan kemiskinan dengan beberapa
indikator lainnya:
1. Model Kemiskinan I
Pada tahun 2011 telah dikaji dengan menggunakan metode analisis Regresi
Data Panel mengaitkan antara kemiskinan dengan variabel jumlah penduduk, PDRB
Penyusunan Perencanaan Target Indikator Ekonomi Kabupaten BogorTahun 2014-2018

19

Metodologi

(Laju pertumbuhan ekonomi), rata-rata lama sekolah dan pengangguran. Dengan


menggunakan model :

LNMISKINit ( 0 i t ) 1 LNPENDUDUKit
2 LNPDRBit 3 LNRLSit 4 LNPENGANGGURANit
Keterangan :
MISKINit
PENDUDUKit
PDRBit
RLSit
PENGANGGURANit
j
i
t
ui

=
=
=
=
=
=
=
=
=

jumlah Penduduk Miskin di kabupaten i tahun t.


jumlah penduduk di kabupaten i tahun t.
PDRB di kabupaten i tahun t.
rata-rata lama sekolah di kabupaten i tahun t
jumlah pengangguran di kabupaten i tahun t.
parameter yang diestimasi, j = 0, 1, 2, 3, 4.
efek individu kabupaten i
efek waktu tahun t
komponen error.

Maka model kemiskinan I yang dihasilkan adalah:

Tabel 2.1. Output Hasil Analisis Regresi Data Panel Keterkaitan antara Kemiskinan
dengan Indikator Ekonomi Daerah Lainnya di Kabupaten Bogor
Variable

Coefficient

Std. Error

t-Statistic

Prob.

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

-20.98648

6.684282

-3.139676

0.0040

4.089762

0.835343

4.895907

0.0000

2. PDRB

-1.289988

0.433259

-2.977407

0.0059

3. RLS

-2.421340

0.728541

-3.323545

0.0025

0.011814

0.057945

0.203889

0.8399

1. Penduduk

4. Pengangguran
R-squared

0.991597

Adjusted R-squared

0.988296

F-statistic

300.3689

Prob(F-statistic)

0.000000

2. Model Kemiskinan II
Pada tahun 2011 juga telah dikaji dengan menggunakan metode analisis Regresi
Data Panel mengaitkan antara kemiskinan dengan variabel sektor-sektor dalam
PDRB (9 sektor). Model kedua ini merupakan pengembangan dari model kemiskinan
Penyusunan Perencanaan Target Indikator Ekonomi Kabupaten BogorTahun 2014-2018

20

Metodologi

I. Pada model kemiskinan I dihasilkan bahwa PDRB cukup signifikan dalam menekan
angka kemiskinan, akan tetapi belum terjawab sektor-sektor mana saja dalam
PDRB yang signifikan dapat menurunkan angka kemiskinan. Model kemiskinan II ini
akan dapat menjawabnya. Dengan menggunakan model :
(

Keterangan :
PENDUDUKMISKINit = jumlah Penduduk Miskin di kabupaten i tahun t.
Hit
= pangsa PDRB perkapita sektor j di kabupaten i tahun t.
= PDRB perkapita di sektor j di kabupaten i tahun t.
Dit
j
= parameter yang diestimasi, i = 0, 1, 2, 3, 4...9.
i
= efek individu kabupaten i
t
= efek waktu tahun t
ui
= komponen error.
Maka model kemiskinan II yang dihasilkan adalah:
Tabel 2.2. Output Hasil Analisis Regresi Data Panel Keterkaitan antara
Kemiskinan dengan Sektor-sektor dalam PDRB Kabupaten Bogor
Variable
(1)
C
LNSEKTOR1
LNSEKTOR2
LNSEKTOR3
LNSEKTOR4
LNSEKTOR5
LNSEKTOR6
LNSEKTOR7
LNSEKTOR8
LNSEKTOR9
R-squared
Adjusted R-squared
F-statistic
Prob(F-statistic)

Coefficient
(2)
43.76966
-3.482684
-1.097694
-3.834151
1.650489
-0.546108
-0.883050
0.229349
1.523320
3.524320

Std. Error
(3)
8.114605
1.088122
0.307461
0.691504
0.506048
0.323682
0.393162
0.508156
0.627190
0.777219
0.991981
0.984497
132.5391
0.000000

t-Statistic
(4)
5.393936
-3.200639
-3.570190
-5.544657
3.261524
-1.687175
-2.246022
0.451336
2.428800
4.534529

Prob.
(5)
0.0001
0.0060
0.0028
0.0001
0.0053
0.1122
0.0402
0.6582
0.0282
0.0004

Penyusunan Perencanaan Target Indikator Ekonomi Kabupaten BogorTahun 2014-2018

21

Metodologi

Keterangan Sektor :

1.

Pertanian,Peternakan, Kehutanan, & Perikanan

2.

Pertambangan dan penggalian

3.

Industri Manufaktur

4.

Listrik, Gas & Air Minum

5.

Konstruksi

6.

Perdagangan, Hotel,& Restoran

7.

Pengangkutan dan Telekomunikasi

8.

Lembaga Keuangan

9.

Jasa-Jasa

Penyusunan Perencanaan Target Indikator Ekonomi Kabupaten BogorTahun 2014-2018

22

Hasil dan Pembahasan

BAB III
HASIL DAN PEMBAHASAN
Penyusunan target IED tahun 2014-2018 ini merupakan salah satu upaya
untuk menentukan perencanaan pembangunan daerah agar dapat bermanfaat bagi
kemakmuran dan kesejahteraan rakyat.

Dalam penyusunan target IED ini telah

mengakomodir kemungkinan berdirinya Daerah Otonomi Baru (DOB) Kabupaten


Bogor Barat yang terlepas dari Kabupaten Bogor. Keempatbelas kecamatan yang
akan menjadi Kabupaten Bogor Barat tergambar dalam peta berikut ini.

Gambar 3.1.1. Peta wilayah Kabupaten Bogor dan DOB Kabupaten Bogor Barat
Penyusunan target Indikator Ekonomi Daerah Kabupaten Bogor tahun 20142018 akan disajikan menjadi 3 uraian yaitu :
a. Uraian pertama berisikan data target seluruh kecamatan yang ada di
Kabupaten Bogor, meliputi 40 Kecamatan.
b. Uraian kedua berisi data target dari 14 kecamatan calon Daerah Otonomi Baru
(DOB) Kabupaten Bogor Barat (KBB), yaitu Kecamatan Tenjo, Parung Panjang,
Rumpin, Jasinga, Cigudeg,

Sukajaya, Nanggung, Pamijahan, Cibungbulang,

Leuwiliang, Leuwisadeng, Tenjolaya, Ciampea dan Dramaga.


Penyusunan Perencanaan Target Indikator Ekonomi Kabupaten Bogor Tahun 2014-2018

23

Hasil dan Pembahasan

c. Uraian ketiga berisi data target dari 26 Kecamatan, di luar calon Daerah
Otonomi Baru (DOB) Kabupaten Bogor Barat (KBB).
3.1.

PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO (PDRB)


Pembahasan pada sub bab ini akan dibagi menjadi 4 (empat) pokok bahasan,

yaitu : PDRB menurut lapangan usaha (sektor) dan PDRB menurut penggunaan,
PDRB perkapita dan daya beli. Analisis dilakukan secara deskriptif mengenai PDRB
atas dasar harga berlaku, PDRB atas dasar harga konstan, laju dan sumber
pertumbuhan komponen-komponen PDRB menurut penggunaan dan struktur
ekonomi.

3.1.1. PDRB Kabupaten Bogor menurut Lapangan Usaha


1. PDRB Kabupaten Bogor (terdiri atas 40 kecamatan)
Pembahasan pada bagian ini akan menguraikan PDRB Kabupaten Bogor
menurut lapangan usaha. Estimasi dilakukan terhadap PDRB atas dasar harga
berlaku dan PDRB atas dasar harga konstan baik atas dasar harga konstan 2000
maupun 2010.
Pada tahun 2014, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga
berlaku di Kabupaten Bogor diprediksi mencapai 124,29 triliun rupiah. Nilai ini
terus mengalami peningkatan hingga pada tahun 2018 PDRB Kabupaten Bogor
diprediksi sebesar 193,68 triliun rupiah. Sektor ekonomi yang menunjukkan Nilai
Tambah Bruto (NTB) terbesar adalah sektor industri pengolahan yang mencapai Rp.
70,87 triliun dan terus meningkat hingga pada tahun 2018 sektor industri
pengolahan diprediksi mencapai 106,34 triliun rupiah. NTB terbesar kedua adalah
sektor perdagangan, hotel dan restoran yang mencapai nilai 26,41 triliun rupiah
pada tahun 2014 dan mencapai 42,00 triliun rupiah pada tahun 2018. Kedua sektor
tersebut memiliki andil besar terhadap pembentukan PDRB. Sektor yang memiliki
peranan relatif kecil adalah sektor keuangan,persewaan dan jasa perusahaan
sebesar 1,79 triliun rupiah dan mencapai 2,89 triliun rupiah pada tahun 2018.
Tabel 3.1.1 menguraikan PDRB atas dasar harga berlaku di Kabupaten Bogor tahun
2014-2018.

Penyusunan Perencanaan Target Indikator Ekonomi Kabupaten Bogor Tahun 2014-2018

24

Hasil dan Pembahasan

Tabel 3.1.1. PDRB Atas Dasar Harga Berlaku Kabupaten Bogor


Menurut Lapangan Usaha Tahun 2014-2018 (Milyar Rupiah)
No.

Lapangan Usaha

2014

2015

2016

2017

2018

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

(7)

Pertanian, Peternakan,
Kehutanan dan Perikanan

5.004,07

5.466,54

6.044,74

6.634,96

7.397,08

Pertambangan dan
Penggalian

1.920,84

2.212,06

2.596,48

3.016,21

3.473,32

Industri

70.874,75

78.597,93

87.502,27

97.375,87

106.342,67

Listrik, Gas dan Air Bersih

3.409,62

3.746,67

4.182,52

4.640,84

5.178,95

Konstruksi

5.977,04

7.055,14

8.327,71

9.768,73

11.194,47

Perdagangan, Hotel dan


Restoran

26.412,87

30.120,54

33.544,40

37.183,13

42.003,28

Pengangkutan dan
Komunikasi

5.338,40

6.355,85

7.275,15

8.256,12

9.618,41

Keuangan, Real Estat dan


Jasa Perusahaan

1.792,57

1.987,39

2.245,09

2.521,26

2.894,01

Jasa-Jasa

3.559,56

3.974,09

4.437,54

4.925,35

5.580,82

124.289,72

139.516,21

156.155,90

174.322,47

193.683,00

Kabupaten Bogor

Distribusi persentase PDRB sektoral menunjukkan peranan masing-masing


sektor terhadap nilai PDRB secara keseluruhan. Semakin besar persentase suatu
sektor, semakin besar pula pengaruh sektor tersebut di dalam perkembangan
ekonomi suatu daerah. Distribusi persentase juga dapat memperlihatkan kontribusi
nilai tambah setiap sektor dalam pembentukan PDRB, sehingga akan tampak
sektor-sektor yang menjadi motor penggerak pertumbuhan (sektor andalan) di
wilayah yang bersangkutan. Jika dilihat distribusi persentase lapangan usaha dari
tahun ke tahun, terlihat adanya pergeseran di beberapa sektor lapangan usaha.
Sektor industri pengolahan memperlihatkan penurunan kontribusi, sedangkan
sektor konstruksi menunjukkan peningkatan kontribusi dalam penciptaan nilai
tambah. Demikian juga dengan sektor pengangkutan dan komunikasi mengalami
peningkatan dari tahun ke tahun meski peningkatannya relatif sedikit. Tabel 3.1.2
menyajikan distribusi persentase PDRB Kabupaten Bogor tahun 2014-2018.
Penyusunan Perencanaan Target Indikator Ekonomi Kabupaten Bogor Tahun 2014-2018

25

Hasil dan Pembahasan

Tabel 3.1.2. Distribusi Persentase PDRB Atas Dasar Harga Berlaku Kabupaten
Bogor Menurut Lapangan Usaha Tahun 2014-2018
No.

Lapangan Usaha

2014

2015

2016

2017

2018

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

(7)

Pertanian, Peternakan,
Kehutanan dan Perikanan

4,03

3,92

3,87

3,81

3,82

Pertambangan dan
Penggalian

1,55

1,59

1,66

1,73

1,79

Industri

57,02

56,34

56,04

55,86

54,91

Listrik, Gas dan Air Bersih

2,74

2,69

2,68

2,66

2,67

Konstruksi

4,81

5,06

5,33

5,60

5,78

Perdagangan, Hotel dan


Restoran

21,25

21,59

21,48

21,33

21,69

Pengangkutan dan
Komunikasi

4,30

4,56

4,66

4,74

4,97

Keuangan, Real Estat dan


Jasa Perusahaan

1,44

1,42

1,44

1,45

1,49

Jasa-Jasa

2,86

2,85

2,84

2,83

2,88

100,00

100,00

100,00

100,00

100,00

Kabupaten Bogor

Berdasarkan harga konstan tahun 2000, PDRB tahun 2014 atas dasar harga
konstan diprediksi mencapai 41,08 triliun rupiah. Nilai ini terus mengalami
peningkatan pada tahun berikutnya hingga pada tahun 2018 PDRB Kabupaten Bogor
atas dasar harga konstan diprediksi sebesar 52,19 triliun rupiah. Sektor yang
memberikan kontribusi terbesar dalam penciptaan nilai tambah adalah sektor
industri pengolahan disusul sektor perdagangan, hotel dan restoran. Tabel 3.1.3
menunjukkan nilai PDRB atas dasar harga konstan Kabupaten Bogor tahun 20142018.

Penyusunan Perencanaan Target Indikator Ekonomi Kabupaten Bogor Tahun 2014-2018

26

Hasil dan Pembahasan

Tabel 3.1.3. PDRB Atas Dasar Harga Konstan 2000 Kabupaten Bogor
Menurut Lapangan Usaha Tahun 2012-2013 (Miliar Rupiah)
No.

Lapangan Usaha

2014

2015

2016

2017

2018

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

(7)

(1)
1

Pertanian, Peternakan,
Kehutanan dan Perikanan

Pertambangan dan
Penggalian

Industri

1.846,78

1.917,76

1.979,02

2.027,51

2.074,71

453,82

487,51

533,03

578,90

616,86

24.423,87

25.777,68

27.228,23

28.827,31

30.480,77

Listrik, Gas dan Air Bersih

1.432,56

1.485,66

1.563,71

1.641,45

1.721,82

Konstruksi

1.604,78

1.806,69

2.016,17

2.231,92

2.439,92

Perdagangan, Hotel dan


Restoran

7.651,49

8.192,05

8.800,67

9.430,70

10.175,99

Pengangkutan dan
Komunikasi

1.334,13

1.462,53

1.559,89

1.677,19

1.809,68

Keuangan, Real Estat dan


Jasa Perusahaan

743,44

785,17

833,71

883,04

935,64

Jasa-Jasa

1.590,29

1.675,84

1.760,12

1.842,71

1.935,72

41.081,15

43.590,88

46.274,55

49.140,73

52.191,12

Kabupaten Bogor

Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE) Kabupaten Bogor pada tahun 2014


diprediksi akan tumbuh sebesar 6,07 persen. Nilai pertumbuhan ekonomi
Kabupaten Bogor terus meningkat hingga pada tahun 2018 diprediksi akan
mencapai 6,21 persen. Pertumbuhan ekonomi yang cukup baik diperlukan untuk
menjaga stabilitas ekonomi dan penciptaan lapangan kerja. Laju pertumbuhan
ekonomi Kabupaten Bogor selama periode 2014-2018 ditunjukkan pada Tabel 3.1.4.
Berdasarkan prediksi PDRB tahun 2014-2018, terlihat bahwa secara umum
pertumbuhan ekonomi Kabupaten Bogor berada pada kisaran 6 persen.
Tabel 3.1.4. menunjukkan bahwa sektor konstruksi diprediksi akan mencapai
kinerja yang sangat baik, dengan pertumbuhan rata-rata di atas dua digit. Sektor
pertambangan dan penggalian, sektor perdagangan, hotel dan restoran serta sektor
pengangkutan dan komunikasi merupakan sektor dengan pertumbuhan yang lebih
tinggi dibandingkan rata-rata laju pertumbuhan Kabupaten Bogor.
Penyusunan Perencanaan Target Indikator Ekonomi Kabupaten Bogor Tahun 2014-2018

27

Hasil dan Pembahasan

Tabel 3.1.4. Laju Pertumbuhan PDRB Kabupaten Bogor


Tahun 2014-2018 (persen)
No.

Lapangan Usaha

2014

2015

2016

2017

2018

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

(7)

(1)
1

Pertanian, Peternakan,
Kehutanan dan Perikanan

4,96

3,84

3,19

2,45

2,33

Pertambangan dan
Penggalian

7,92

7,42

9,34

8,61

6,56

Industri

4,98

5,54

5,63

5,87

5,74

Listrik, Gas dan Air Bersih

3,85

3,71

5,25

4,97

4,90

Konstruksi

12,88

12,58

11,59

10,70

9,32

Perdagangan, Hotel dan


Restoran

8,92

7,06

7,43

7,16

7,90

Pengangkutan dan
Komunikasi

7,56

9,62

6,66

7,52

7,90

Keuangan, Real Estat dan


Jasa Perusahaan

6,09

5,61

6,18

5,92

5,96

Jasa-Jasa

4,64

5,38

5,03

4,69

5,05

6,07

6,11

6,16

6,19

6,21

Kabupaten Bogor

Berdasarkan

sumber

pertumbuhannya,

sektor

industri

pengolahan

merupakan sektor yang memberikan kontribusi terbesar terhadap pertumbuhan


ekonomi Kabupaten Bogor. Hal ini ditunjukkan melalui nilai sumber pertumbuhan
sektor industri pengolahan yang paling besar yaitu sekitar 3 persen dari total LPE
yang mencapai sekitar 6 persen. Tingginya sumber pertumbuhan yang berasal dari
sektor industri pengolahan menunjukkan kekuatan dan potensi sektor industri
pengolahan dalam menentukan capaian pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Bogor.
Sektor perdagangan, hotel dan restoran memberikan kontribusi di atas satu
persen dari total pertumbuhan ekonomi Kabupaten Bogor. Adapun sektor-sektor
lainnya memberikan kontribusi terhadap sumber pertumbuhan relatif kecil yaitu di
bawah satu persen. Berdasarkan penghitungan sumber pertumbuhan, maka pada
umumnya pertumbuhan sektor yang memiliki kontribusi besar dalam penciptaan

Penyusunan Perencanaan Target Indikator Ekonomi Kabupaten Bogor Tahun 2014-2018

28

Hasil dan Pembahasan

NTB akan memberikan kontribusi yang besar pula dalam sumber pertumbuhan.
Rincian sumber pertumbuhan tiap lapangan usaha terdapat pada Tabel 3.1.5.
Tabel 3.1.5. Sumber Pertumbuhan PDRB Kabupaten Bogor
Tahun 2014-2018 (persen)
No.

Lapangan Usaha

2014

2015

2016

2017

2018

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

(7)

Pertanian, Peternakan,
Kehutanan dan Perikanan

0,23

0,17

0,14

0,10

0,10

Pertambangan dan
Penggalian

0,09

0,08

0,10

0,10

0,08

Industri

2,99

3,30

3,33

3,46

3,36

Listrik, Gas dan Air Bersih

0,14

0,13

0,18

0,17

0,16

Konstruksi

0,47

0,49

0,48

0,47

0,42

Perdagangan, Hotel dan


Restoran

1,62

1,32

1,40

1,36

1,52

Pengangkutan dan
Komunikasi

0,24

0,31

0,22

0,25

0,27

Keuangan, Real Estat dan


Jasa Perusahaan

0,11

0,10

0,11

0,11

0,11

Jasa-Jasa

0,18

0,21

0,19

0,18

0,19

6,07

6,11

6,16

6,19

6,21

Kabupaten Bogor

Berdasarkan Peraturan Kepala Badan Pusat Statistik Nomor 57 Tahun 2009


tentang Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (Perka BPS No 57 Tahun
2009 tentang
Desember

Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI))

pada

bulan

2009 yang merupakan revisi dari KBLI Tahun 2005, maka KBLI yang

digunakan dalam penyusunan PDRB Kabupaten Bogor tahun dasar 2010 mengacu
pada Perka

BPS

tersebut. Berdasarkan Perka BPS No. 57 Tahun 2009, jumlah

sektor (kategori) yang disajikan sebanyak 21, namun dalam publikasi ini dijadikan
17 sektor, artinya ada sektor yang merupakan gabungan dari dua atau lebih
kategori. Hal ini dilakukan dalam rangka menyesuaikan dengan penyajian PDRB
perubahan tahun dasar 2000 ke 2010 (17 sektor) yang disajikan secara nasional.

Penyusunan Perencanaan Target Indikator Ekonomi Kabupaten Bogor Tahun 2014-2018

29

Hasil dan Pembahasan

Pada tahun 2014, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga
berlaku di Kabupaten Bogor diprediksi mencapai 124,29 triliun rupiah, nilai ini
terus meningkat hingga pada tahun 2018 PDRB Kabupaten Bogor diprediksi
mencapai 193,68 triliun rupiah. Sektor yang mendominasi perekonomian Kabupaten
Bogor adalah sektor industri pengolahan dan sektor perdagangan besar dan eceran
dan reparasi mobil dan motor. PDRB berdasarkan klasifikasi 17 sektor atas dasar
harga berlaku disajikan dalam Tabel 3.1.6.
Tabel 3.1.6. PDRB Atas Dasar Harga Berlaku Kabupaten Bogor
Berdasarkan 17 Lapangan Usaha Tahun 2014-2018 (Milyar Rupiah)
No.

LAPANGAN USAHA

2014

2015

2016

2017

2018

(2)

(1)

(3)

(4)

(5)

(6)

(7)

Pertanian, Kehutanan dan


Perikanan

5.004,07

5.466,54

6.044,74

6.634,96

7.397,08

Pertambangan dan Penggalian

1.920,84

2.212,06

2.596,48

3.016,21

3.473,32

Industri Pengolahan

70.874,75

78.597,93

87.502,27

97.375,87

106.342,67

Pengadaan Listrik, Gas

3.248,92

3.569,88

3.988,01

4.427,59

4.944,38

Pengadaan Air

Konstruksi

Perdagangan Besar dan Eceran,


dan Reparasi Mobil dan Motor

8
9

194,51

213,25

234,57

5.977,04

7.055,14

8.327,71

9.768,73

11.194,47

25.050,90

27.996,33

31.140,85

35.312,44

Transportasi dan Pergudangan

4.328,70

5.181,38

5.909,03

6.677,07

7.745,09

Penyediaan Akomodasi dan


makan Minum

4.038,10

4.287,17

4.669,79

5.054,74

5.566,68

1.009,70

1.174,46

1.366,11

1.579,05

1.873,32

391,58

429,94

488,99

553,09

639,71

1.187,28

1.319,97

1.492,20

1.676,60

1.925,83

213,71

237,48

263,90

291,57

328,47

2.059,60

2.367,19

2.645,52

2.942,66

3.336,85

1.376,82

1.582,44

1.768,50

1.967,14

2.230,65

599,55

689,09

770,11

856,61

971,36

102,53

117,84

131,70

146,49

166,11

124.289,72

139.516,21

156.155,90

174.322,47

193.683,00

11 Jasa Keuangan
12 Real Estate
13 Jasa Perusahaan
Administrasi Pemerintahan,
Pertahanan dan Jaminan Sosial

15 Jasa Pendidikan
16

176,80

21.795,83

10 Informasi dan komunikasi

14

160,69

Jasa Kesehatan dan Kegiatan


Sosial

17 Jasa lainnya
KABUPATEN BOGOR

Pada Tabel 3.1.6, sektor ekonomi yang menunjukkan Nilai Tambah Bruto
(NTB) terbesar adalah sektor industri pengolahan yang mencapai 70,84 triliun
Penyusunan Perencanaan Target Indikator Ekonomi Kabupaten Bogor Tahun 2014-2018

30

Hasil dan Pembahasan

rupiah. Sektor perdagangan besar dan eceran dan reparasi mobil dan motor
memiliki andil terbesar kedua setelah industri pengolahan yaitu sebesar 21,79
triliun

rupiah.

Kedua

sektor

tersebut

memiliki

andil

terbesar

terhadap

pembentukan PDRB. Sedangkan sektor yang memiliki peranan paling kecil adalah
sektor jasa lainnya yaitu sebesar 102,53 milyar rupiah. Adapun distribusi
persentase tiap sektor berdasarkan 17 sektor lapangan usaha disajikan dalam Tabel
3.1.7.
Tabel 3.1.7. Distribusi Persentase PDRB Atas Dasar Harga Berlaku
Kabupaten Bogor Berdasarkan 17 Lapangan Usaha Tahun 2014-2018
No.

LAPANGAN USAHA

(1)

(2)
Pertanian, Kehutanan dan
Perikanan

2014

2015

2016

2017

2018

(3)

(4)

(5)

(6)

(7)

4,03

3,92

3,87

3,81

3,82

1,55

1,59

1,66

1,73

1,79

57,02

56,34

56,04

55,86

54,91

Pertambangan dan Penggalian

Industri Pengolahan

Pengadaan Listrik, Gas

2,61

2,56

2,55

2,54

2,55

Pengadaan Air

0,13

0,13

0,12

0,12

0,12

Konstruksi

4,81

5,06

5,33

5,60

5,78

Perdagangan Besar dan Eceran,


dan Reparasi Mobil dan Motor

17,54

17,96

17,93

17,86

18,23

Transportasi dan Pergudangan

3,48

3,71

3,78

3,83

4,00

Penyediaan Akomodasi dan


makan Minum

3,25

3,07

2,99

2,90

2,87

10 Informasi dan komunikasi

0,81

0,84

0,87

0,91

0,97

11 Jasa Keuangan

0,32

0,31

0,31

0,32

0,33

12 Real Estate

0,96

0,95

0,96

0,96

0,99

13 Jasa Perusahaan

0,17

0,17

0,17

0,17

0,17

1,66

1,70

1,69

1,69

1,72

1,11

1,13

1,13

1,13

1,15

0,48

0,49

0,49

0,49

0,50

0,08

0,08

0,08

0,08

0,09

100,00

100,00

100,00

100,00

100,00

14

Administrasi Pemerintahan,
Pertahanan dan Jaminan Sosial

15 Jasa Pendidikan
16

Jasa Kesehatan dan Kegiatan


Sosial

17 Jasa lainnya
KABUPATEN BOGOR

Distribusi persentase PDRB sektoral menunjukkan peranan masing-masing


sektor dalam sumbangannya terhadap PDRB secara keseluruhan. Semakin besar
Penyusunan Perencanaan Target Indikator Ekonomi Kabupaten Bogor Tahun 2014-2018

31

Hasil dan Pembahasan

persentase suatu sektor, semakin besar pula pengaruh sektor tersebut di dalam
perkembangan

ekonomi

suatu

daerah.

Distribusi

persentase

juga

dapat

memperlihatkan kontribusi nilai tambah setiap sektor dalam pembentukan PDRB,


sehingga akan tampak sektor-sektor yang menjadi motor penggerak pertumbuhan
(sektor andalan) di wilayah yang bersangkutan. Pada Tabel 3.1.7. terlihat bahwa
sektor industri pengolahan mengalami penurunan kontribusi dalam penciptaan nilai
tambah dar tahun ketahun. Sebaliknya, sektor perdagangan besar dan eceran dan
reparasi mobil dan motor mengalami peningkatan kontribusi penciptaan nilai
tambah dari tahun ke tahun. PDRB Kabupaten Bogor 17 sektor berdasarkan harga
konstan 2010 disajikan pada Tabel 3.1.8.
Tabel 3.1.8. PDRB Atas Dasar Harga Konstan 2010 Kabupaten Bogor
Menurut 17 Lapangan Usaha Tahun 2011-2013 (Juta Rupiah)
No.

LAPANGAN USAHA

2014

2015

2016

2017

2018

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

(7)

(1)

Pertanian, Kehutanan dan


Perikanan

3.654,81

3.795,29

3.916,51

4.012,47

4.105,89

Pertambangan dan Penggalian

1.141,63

1.226,37

1.340,90

1.456,28

1.551,77

Industri Pengolahan

54.202,35

56.902,44

60.056,53

63.436,01

67.161,54

Pengadaan Listrik, Gas

2.667,03

2.765,76

2.910,79

3.055,16

3.204,41

Pengadaan Air

133,33

138,61

146,65

154,84

163,39

Konstruksi

4.403,85

4.957,93

5.532,79

6.124,86

6.695,67

Perdagangan Besar dan Eceran,


dan Reparasi Mobil dan Motor

15.736,52

17.072,27

18.314,86

19.719,51

21.130,16

Transportasi dan Pergudangan

3.369,59

3.679,37

3.915,62

4.152,95

4.416,60

Penyediaan Akomodasi dan


makan Minum

2.840,22

2.960,29

3.151,51

3.343,74

3.588,76

10 Informasi dan komunikasi

830,54

916,74

981,53

1.079,99

1.193,12

11 Jasa Keuangan

326,23

342,77

367,99

393,80

422,44

12 Real Estate

929,38

986,20

1.046,52

1.107,87

1.172,95

13 Jasa Perusahaan

175,13

183,08

192,06

200,99

210,04

1.435,59

1.529,35

1.604,24

1.677,79

1.753,14

903,78

959,99

1.004,01

1.046,93

1.090,69

395,36

420,38

440,11

459,41

479,11

65,48

68,43

71,75

74,95

79,06

93.210,85

98.905,27

104.994,38

111.497,57

118.418,74

14

Administrasi Pemerintahan,
Pertahanan dan Jaminan Sosial

15 Jasa Pendidikan
16

Jasa Kesehatan dan Kegiatan


Sosial

17 Jasa lainnya
KABUPATEN BOGOR

Penyusunan Perencanaan Target Indikator Ekonomi Kabupaten Bogor Tahun 2014-2018

32

Hasil dan Pembahasan

Berdasarkan Tabel 3.1.8, PDRB atas harga konstan tahun 2014 diprediksi
akan mencapai 93,21 triliun. Nilai ini terus meningkat hingga mencapai 118,42
triliun rupiah pada tahun 2018. Sektor yang mendominasi penciptaan nilai tambah
adalah sektor industri pengolahan dan perdagangan besar dan eceran dan reparasi
mobil dan motor.
Pada tahun 2014, Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE) Kabupaten Bogor
diprediksi mencapai 6,07 persen. Nilai ini terus mengalami peningkatan hingga
pada tahun 2018 LPE Kabupaten Bogor diprediksi mencapai 6,21 persen. Rincian
LPE tiap sektor disajikan dalam Tabel 3.1.9.
Tabel 3.1.9. Laju Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten Bogor
Menurut 17 Lapangan Usaha Tahun 2014-2018 (persen)
No.

LAPANGAN USAHA

(1)

(2)
Pertanian, Kehutanan dan
Perikanan

2014

2015

2016

2017

2018

(3)

(4)

(5)

(6)

(7)

4,96

3,84

3,19

2,45

2,33

Pertambangan dan Penggalian

7,92

7,42

9,34

8,61

6,56

Industri Pengolahan

4,45

4,98

5,54

5,63

5,87

Pengadaan Listrik, Gas

3,84

3,70

5,24

4,96

4,89

Pengadaan Air

4,12

3,96

5,81

5,58

5,52

Konstruksi

12,88

12,58

11,59

10,70

9,32

Perdagangan Besar dan Eceran,


dan Reparasi Mobil dan Motor

10,83

8,49

7,28

7,67

7,15

Transportasi dan Pergudangan

7,46

9,19

6,42

6,06

6,35

Penyediaan Akomodasi dan


makan Minum

4,41

4,23

6,46

6,10

7,33

10 Informasi dan komunikasi

7,72

10,38

7,07

10,03

10,48

11 Jasa Keuangan

6,44

5,07

7,36

7,01

7,27

12 Real Estate

6,22

6,11

6,12

5,86

5,87

13 Jasa Perusahaan

4,63

4,54

4,90

4,65

4,50

4,78

6,53

4,90

4,59

4,49

4,47

6,22

4,59

4,27

4,18

4,58

6,33

4,69

4,38

4,29

4,59

4,51

4,85

4,46

5,48

6,07

6,11

6,16

6,19

6,21

14

Administrasi Pemerintahan,
Pertahanan dan Jaminan Sosial

15 Jasa Pendidikan
16

Jasa Kesehatan dan Kegiatan


Sosial

17 Jasa lainnya
KABUPATEN BOGOR

Penyusunan Perencanaan Target Indikator Ekonomi Kabupaten Bogor Tahun 2014-2018

33

Hasil dan Pembahasan

Pada tahun 2018, LPE Kabupaten Bogor diprediksi mencapai 6,21 persen.
Nilai ini setara dengan LPE Provinsi Jawa Barat pada tahun 2012. Sektor yang
mengalami pertumbuhan cukup tinggi adalah sektor konstruksi, perdagangan besar
dan eceran dan reparasi mobil dan motor, dan sektor informasi dan komunikasi.
Pertumbuhan sektor yang relatif kecil adalah sektor listrik dan gas. Sedangkan
sektor dengan pertumbuhan yang menurun adalah sektor pertanian, kehutanan dan
perikanan.
2. PDRB Kabupaten Bogor Barat
Pada tahun 2014, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga
berlaku di DOB Kabupaten Bogor Barat diprediksi mencapai 13,03 triliun rupiah.
Nilai ini terus mengalami peningkatan hingga pada tahun 2018 PDRB Kabupaten
Bogor Barat diprediksi sebesar 22,17 triliun rupiah. Tabel 3.1.10 menguraikan PDRB
atas dasar harga berlaku di Kabupaten Bogor tahun 2014-2018.
Tabel 3.1.10. PDRB Atas Dasar Harga Berlaku Kabupaten Bogor Barat
Menurut Lapangan Usaha Tahun 2014-2018 (Milyar Rupiah)
No.

Lapangan Usaha

2014

2015

2016

2017

2018

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

(7)

Pertanian, Peternakan,
Kehutanan dan Perikanan

2.045,04

2.222,30

2.414,93

2.624,25

2.851,72

Pertambangan dan
Penggalian

1.360,64

1.496,71

1.646,38

1.811,01

1.992,11

Industri

1.126,25

1.276,92

1.447,75

1.641,44

1.861,03

Listrik, Gas dan Air


Bersih

906,97

1.018,77

1.144,35

1.285,41

1.443,86

Konstruksi

183,43

216,20

254,84

300,38

354,06

Perdagangan, Hotel dan


Restoran

5.659,80

6.636,05

7.780,70

9.122,79

10.696,38

Pengangkutan dan
Komunikasi

562,19

669,04

796,19

947,51

1.127,58

Keuangan, Real Estat dan


Jasa Perusahaan

140,95

159,55

180,60

204,44

231,42

Jasa-Jasa

1.046,53

1.165,63

1.298,27

1.446,01

1.610,57

13.031,79

14.861,17

16.964,02

19.383,25

22.168,74

Kabupaten Bogor Barat

Penyusunan Perencanaan Target Indikator Ekonomi Kabupaten Bogor Tahun 2014-2018

34

Hasil dan Pembahasan

Sektor ekonomi yang menunjukkan Nilai Tambah Bruto (NTB) terbesar


adalah sektor perdagangan, hotel dan restoran yang mencapai 5,66 triliun rupiah
pada tahun 2014 dan terus meningkat hingga pada tahun 2018 sektor ini diprediksi
mencapai 10,69 triliun rupiah. NTB terbesar kedua adalah sektor pertanian yang
mencapai nilai Rp. 2,04 triliun rupiah pada tahun 2014 dan meningkat menjadi
2,85 triliun rupiah pada tahun 2018. Kedua sektor tersebut memiliki andil besar
terhadap pembentukan PDRB. Sektor yang memiliki peranan relatif kecil adalah
sektor keuangan, persewaan dan jasa perusahaan yaitu sebesar

140,95 miliar

rupiah pada tahun 2014 dan meningkat menjadi 231,42 miliar rupiah. Tabel 3.1.11
menyajikan distribusi persentase PDRB Kabupaten Bogor tahun 2014-2018.
Tabel 3.1.11. Distribusi Persentase PDRB Atas Dasar Harga Berlaku
DOB Kabupaten Bogor Barat Menurut Lapangan Usaha Tahun 2014-2018
No.

Lapangan Usaha

2014

2015

2016

2017

2018

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

(7)

Pertanian, Peternakan,
Kehutanan dan Perikanan

15,69

14,95

14,24

13,54

12,86

Pertambangan dan
Penggalian

10,44

10,07

9,71

9,34

8,99

Industri

8,64

8,59

8,53

8,47

8,39

Listrik, Gas dan Air


Bersih

6,96

6,86

6,75

6,63

6,51

Konstruksi

1,41

1,45

1,50

1,55

1,60

Perdagangan, Hotel dan


Restoran

43,43

44,65

45,87

47,07

48,25

Pengangkutan dan
Komunikasi

4,31

4,50

4,69

4,89

5,09

Keuangan, Real Estat dan


Jasa Perusahaan

1,08

1,07

1,06

1,05

1,04

Jasa-Jasa

8,03

7,84

7,65

7,46

7,27

100,00

100,00

100,00

100,00

100,00

Kabupaten Bogor Barat

Penyusunan Perencanaan Target Indikator Ekonomi Kabupaten Bogor Tahun 2014-2018

35

Hasil dan Pembahasan

Berdasarkan Tabel 3.1.11. yang menguraikan distribusi persentase lapangan


usaha dari tahun ke tahun, terlihat adanya pergeseran di beberapa sektor lapangan
usaha. Sektor pertanian serta sektor pertambangan dan penggalian menunjukkan
penurunan kontribusi, sedangkan sektor perdagangan, hotel dan restoran
menunjukkan peningkatan kontribusi dalam penciptaan nilai tambah. Demikian
juga dengan sektor pengangkutan dan komunikasi mengalami peningkatan dari
tahun ke tahun meski relatif sedikit.
Berdasarkan harga konstan 2000, PDRB DOB Kabupaten Bogor Barat tahun
2014 atas harga konstan diprediksi mencapai 4,15 triliun rupiah. Nilai ini terus
mengalami peningkatan pada tahun berikutnya hingga pada tahun 2018 PDRB
Kabupaten Bogor atas dasar harga konstan diprediksi sebesar 5,17 triliun rupiah.
Tabel 3.1.12. menunjukkan nilai PDRB atas dasar harga konstan Kabupaten Bogor
Barat tahun 2014-2018.
Tabel 3.1.12. PDRB Atas Dasar Harga Konstan DOB Kabupaten Bogor Barat
Menurut Lapangan Usaha Tahun 2014-2018 (Milyar Rupiah)
No.

Lapangan Usaha

2014

2015

2016

2017

2018

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

(7)

Pertanian, Peternakan,
Kehutanan dan Perikanan

744,67

753,49

762,61

772,06

781,71

Pertambangan dan
Penggalian

351,44

378,90

415,45

450,02

481,08

Industri

376,99

391,85

411,40

432,36

457,57

Listrik, Gas dan Air


Bersih

370,33

384,97

402,01

423,63

446,86

Konstruksi

47,64

51,51

55,96

60,51

64,77

Perdagangan, Hotel dan


Restoran

1.614,37

1.732,33

1.859,29

1.997,36

2.146,18

Pengangkutan dan
Komunikasi

134,77

144,84

155,67

167,46

180,15

Keuangan, Real Estat dan


Jasa Perusahaan

56,52

59,42

62,79

66,47

70,45

Jasa-Jasa

453,43

471,43

492,63

515,81

541,71

4.150,15

4.368,75

4.617,80

4.885,69

5.170,48

Kabupaten Bogor Barat

Penyusunan Perencanaan Target Indikator Ekonomi Kabupaten Bogor Tahun 2014-2018

36

Hasil dan Pembahasan

Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE) Kabupaten Bogor Barat pada tahun 2014
diprediksi akan tumbuh sebesar 5,05 persen. Nilai pertumbuhan ekonomi
Kabupaten Bogor Barat terus meningkat hingga pada tahun 2018 diprediksi akan
mencapai 5,25 persen. Berdasarkan prediksi PDRB Kabupaten Bogor Barat tahun
2014-2018, terlihat bahwa secara umum pertumbuhan ekonomi Kabupaten Bogor
berada pada kisaran 5 persen. Nilai ini masih di bawah LPE Kabupaten Bogor yang
berada pada kisaran 6 persen.
Pada prediksi PDRB Kabupaten Bogor Barat tahun 2014-2018, sektor yang
menunjukkan

pertumbuhan

cukup

tinggi

adalah

sektor

konstruksi,

sektor

perdagangan, hotel dan restoran serta sektor pengangkutan dan komunikasi. Sektor
dengan kinerja yang rendah ditunjukkan melalui laju pertumbuhannya yang
rendah. Sektor tersebut adalah sektor pertanian. Laju pertumbuhan ekonomi
Kabupaten Bogor selama periode 2014-2018 ditampilkan pada Tabel 3.1.9.
Tabel 3.1.13. Laju Pertumbuhan PDRB Kabupaten Bogor Barat
Tahun 2014-2018 (persen)
No.

Lapangan Usaha

2014

2015

2016

2017

2018

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

(7)

Pertanian, Peternakan,
Kehutanan dan Perikanan

1,03

1,19

1,21

1,24

1,25

Pertambangan dan
Penggalian

8,55

7,82

9,64

8,32

6,90

Industri

3,08

3,94

4,99

5,10

5,83

Listrik, Gas dan Air


Bersih

3,85

3,95

4,43

5,38

5,48

Konstruksi

7,05

8,12

8,65

8,12

7,05

Perdagangan, Hotel dan


Restoran

7,20

7,31

7,33

7,43

7,45

Pengangkutan dan
Komunikasi

7,46

7,47

7,48

7,57

7,58

Keuangan, Real Estat dan


Jasa Perusahaan

4,17

5,13

5,66

5,87

5,98

Jasa-Jasa

3,62

3,97

4,50

4,71

5,02

5,04

5,27

5,70

5,80

5,83

Kabupaten Bogor Barat

Penyusunan Perencanaan Target Indikator Ekonomi Kabupaten Bogor Tahun 2014-2018

37

Hasil dan Pembahasan

Berdasarkan sumber pertumbuhannya, sektor perdagangan, hotel dan


restoran merupakan sektor yang memberikan kontribusi terbesar terhadap
pertumbuhan ekonomi Kabupaten Bogor Barat. Hal ini ditunjukkan melalui nilai
sumber pertumbuhan sektor perdagangan, hotel dan restoran yang paling besar
yaitu sekitar 3 persen dari total LPE yang mencapai sekitar 5 persen. Tingginya
sumber pertumbuhan yang berasal dari sektor perdagangan, hotel dan restoran
menunjukkan kekuatan dan potensi yang dimiliki sektor ini dalam menentukan
capaian pertumbuhan ekonomi di DOB Kabupaten Bogor Barat. Berdasarkan
penghitungan sumber pertumbuhan, maka pada umumnya pertumbuhan sektor
yang memiliki kontribusi besar dalam penciptaan NTB akan memberikan kontribusi
yang besar pula dalam sumber pertumbuhan. Rincian sumber pertumbuhan tiap
lapangan usaha terdapat pada Tabel 3.1.14.
Tabel 3.1.14. Sumber Pertumbuhan PDRB DOB Kabupaten Bogor Barat
Tahun 2014-2018
No.

Lapangan Usaha

2014

2015

2016

2017

2018

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

(7)

Pertanian, Peternakan,
Kehutanan dan Perikanan

0,19

0,21

0,21

0,20

0,20

Pertambangan dan
Penggalian

0,70

0,66

0,84

0,75

0,64

Industri

0,29

0,36

0,45

0,45

0,52

Listrik, Gas dan Air


Bersih

0,35

0,35

0,39

0,47

0,48

Konstruksi

0,08

0,09

0,10

0,10

0,09

Perdagangan, Hotel dan


Restoran

2,74

2,84

2,91

2,99

3,05

Pengangkutan dan
Komunikasi

0,24

0,24

0,25

0,26

0,26

Keuangan, Real Estat dan


Jasa Perusahaan

0,06

0,07

0,08

0,08

0,08

Jasa-Jasa

0,40

0,43

0,49

0,50

0,53

5,04

5,27

5,70

5,80

5,83

Kabupaten Bogor Barat

Penyusunan Perencanaan Target Indikator Ekonomi Kabupaten Bogor Tahun 2014-2018

38

Hasil dan Pembahasan

Pada tahun 2014, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga
berlaku di DOB Kabupaten Bogor Barat diprediksi mencapai 13,031 triliun rupiah,
nilai ini terus meningkat hingga pada tahun 2018 PDRB Kabupaten Bogor diprediksi
mencapai 22,17 triliun rupiah. Sektor yang mendominasi perekonomian Kabupaten
Bogor Barat adalah sektor perdagangan besar dan eceran dan reparasi mobil dan
motor. PDRB Kabupaten Bogor Barat berdasarkan klasifikasi 17 sektor atas dasar
harga berlaku disajikan dalam Tabel 3.1.15.
Tabel 3.1.15. PDRB Atas Dasar Harga Berlaku DOB Kabupaten Bogor Barat
Berdasarkan 17 Lapangan Usaha Tahun 2014-2018 (Milyar Rupiah)
No.

URAIAN

(1)

(2)
Pertanian, Kehutanan dan
1
Perikanan
Pertambangan dan
2
Penggalian
3 Industri Pengolahan
4 Pengadaan Listrik, Gas
5 Pengadaan Air
6 Konstruksi
Perdagangan Besar dan
7 Eceran, dan Reparasi Mobil
dan Motor

2014

2015

2016

2017

2018

(3)

(4)

(5)

(6)

(7)

2.045.039,36

2.222.300,79

2.414.927,03

2.624.249,87

2.851.716,55

1.360.641,30

1.496.705,43

1.646.375,98

1.811.013,57

1.992.114,93

1.126.247,09

1.276.920,16

1.447.750,77

1.641.435,67

1.861.032,38

666.932,93

745.831,03

864.204,94

1.001.030,27

1.144.513,77

32.986,84

36.937,07

42.151,51

48.212,69

54.297,13

183.425,02

216.204,07

254.840,92

300.382,38

354.062,34

4.474.208,25

5.233.721,60

6.066.829,40

7.040.610,20

8.174.043,04

Transportasi dan
Pergudangan

888.587,89

1.082.512,88

1.280.493,21

1.509.614,15

1.792.815,54

Penyediaan Akomodasi dan


Makan Minum

828.933,73

895.691,07

1.011.948,55

1.142.822,67

1.288.561,16

207.269,77

245.373,08

296.037,53

357.006,05

433.632,36

80.383,42

89.824,83

105.964,19

125.047,82

148.078,45

243.723,42

275.771,97

323.360,74

379.060,89

445.785,97

43.869,22

49.615,36

57.187,53

65.920,78

76.033,37

422.791,00

494.561,33

573.285,98

665.303,55

772.407,46

282.631,49

330.609,23

383.235,85

444.748,66

516.346,54

123.074,48

143.966,82

166.883,57

193.669,89

224.847,85

21.046,85

24.619,64

28.538,61

33.119,31

38.451,02

13.031.792,07

14.861.166,36

16.964.016,30

19.383.248,41

22.168.739,85

10 Informasi dan komunikasi


11 Jasa Keuangan
12 Real Estate
13 Jasa Perusahaan
14

Administrasi Pemerintahan,
Pertahanan dan Jaminan

15 Jasa Pendidikan
16

Jasa Kesehatan dan


Kegiatan Sosial

17 Jasa lainnya
KABUPATEN BOGOR BARAT

Penyusunan Perencanaan Target Indikator Ekonomi Kabupaten Bogor Tahun 2014-2018

39

Hasil dan Pembahasan

3. PDRB Kabupaten Bogor tanpa Bogor Barat (26 kecamatan)


Pada tahun 2014, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga
berlaku di Kabupaten Bogor setelah Daerah Otonomi Baru (DOB) Kabupaten Bogor
Barat (KBB) keluar, diprediksi mencapai 111,26 triliun rupiah. Nilai ini terus
mengalami peningkatan hingga pada tahun 2018 PDRB Kabupaten Bogor tanpa DOB
KBB Bogor Barat diprediksi sebesar 171,51 triliun rupiah. Tabel 3.1.16 menguraikan
PDRB atas dasar harga berlaku di Kabupaten Bogor tahun 2014-2018.
Tabel 3.1.16. PDRB Atas Dasar Harga Berlaku Kabupaten Bogor-DOB KBB
Menurut Lapangan Usaha Tahun 2014-2018 (Milyar Rupiah)
No.

Lapangan Usaha

2014

2015

2016

2017

2018

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

(7)

Pertanian, Peternakan,
Kehutanan dan Perikanan

Pertambangan dan
Penggalian

Industri

2.959,03

3.244,24

3.629,81

4.010,71

4.545,37

560,20

715,35

950,11

1.205,20

1.481,20

69.748,50

77.321,01

86.054,52

95.734,44

104.481,64

Listrik, Gas dan Air Bersih

2.502,64

2.727,90

3.038,17

3.355,42

3.735,09

Konstruksi

5.793,62

6.838,94

8.072,86

9.468,35

10.840,41

Perdagangan, Hotel dan


Restoran

20.753,07

23.484,49

25.763,70

28.060,34

31.306,90

Pengangkutan dan
Komunikasi

4.776,21

5.686,81

6.478,96

7.308,62

8.490,83

Keuangan, Real Estat dan


Jasa Perusahaan

1.651,63

1.827,84

2.064,48

2.316,82

2.662,58

Jasa-Jasa

2.513,03

2.808,46

3.139,27

3.479,33

3.970,25

111.257,93

124.655,04

139.191,88

154.939,22

171.514,26

Kabupaten Bogor-DOB KBB

Sektor ekonomi yang menunjukkan Nilai Tambah Bruto (NTB) terbesar adalah
sektor industri pengolahan yang mencapai 69,76 triliun rupiah pada tahun 2014 dan
terus meningkat hingga pada tahun 2018 sektor industri pengolahan diprediksi
mencapai 104,48 triliun rupiah. NTB terbesar kedua adalah sektor perdagangan,
hotel dan restoran yang mencapai nilai 20,75 triliun rupiah pada tahun 2014 dan
meningkat menjadi 31,31 triliun rupiah pada tahun 2018. Kedua sektor tersebut
Penyusunan Perencanaan Target Indikator Ekonomi Kabupaten Bogor Tahun 2014-2018

40

Hasil dan Pembahasan

memiliki andil besar terhadap pembentukan PDRB. Sektor yang memiliki peranan
relatif kecil adalah sektor pertambangan dan penggalian yang pada tahun 2014
diprediksi mencapai 560,20 miliar rupiah dan meningkat menjadi 1,48 triliun pada
tahun 2018. Tabel 3.1.17 menyajikan distribusi persentase PDRB Kabupaten Bogor
tanpa DOB KBB tahun 2014-2018.
Tabel 3.1.17. Distribusi Persentase PDRB Atas Dasar Harga Berlaku
Kabupaten Bogor tanpa DOB KBB Menurut Lapangan Usaha Tahun 2014-2018
No.

Lapangan Usaha

2014

2015

2016

2017

2018

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

(7)

Pertanian, Peternakan,
Kehutanan dan Perikanan

2,66

2,60

2,61

2,59

2,65

Pertambangan dan
Penggalian

0,50

0,57

0,68

0,78

0,86

Industri

62,69

62,03

61,82

61,79

60,92

Listrik, Gas dan Air Bersih

2,25

2,19

2,18

2,17

2,18

Konstruksi

5,21

5,49

5,80

6,11

6,32

Perdagangan, Hotel dan


Restoran

18,65

18,84

18,51

18,11

18,25

Pengangkutan dan
Komunikasi

4,29

4,56

4,65

4,72

4,95

Keuangan, Real Estat dan


Jasa Perusahaan

1,48

1,47

1,48

1,50

1,55

Jasa-Jasa

2,26

2,25

2,26

2,25

2,31

100,00

100,00

100,00

100,00

100,00

Kabupaten Bogor-DOB KBB

Tabel 3.1.17 yang menyajikan distribusi persentase lapangan usaha dari


tahun ke tahun, menunjukkan adanya pergeseran di beberapa sektor lapangan
usaha. Sektor industri pengolahan menunjukkan penurunan kontribusi, sedangkan
sektor

konstruksi

dan

sektor

pengangkutan

dan

komunikasi

menunjukkan

peningkatan kontribusi dalam penciptaan nilai tambah.


Berdasarkan harga konstan 2000, PDRB Kabupaten Bogor tanpa DOB KBB,
tahun 2014 diprediksi mencapai 36,93 triliun rupiah. Nilai ini terus mengalami
Penyusunan Perencanaan Target Indikator Ekonomi Kabupaten Bogor Tahun 2014-2018

41

Hasil dan Pembahasan

peningkatan pada tahun berikutnya hingga pada tahun 2018 PDRB Kabupaten Bogor
atas dasar harga konstan diprediksi sebesar 47,02 triliun rupiah. Tabel 3.1.18
menunjukkan nilai PDRB atas dasar harga konstan Kabupaten Bogor Barat tahun
2014-2018.
Tabel 3.1.18. PDRB Atas Dasar Harga Konstan DOB Kabupaten Bogor Barat
Menurut Lapangan Usaha Tahun 2014-2018 (Milyar Rupiah)
No.

Lapangan Usaha

2014

2015

2016

2017

2018

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

(7)

Pertanian, Peternakan,
Kehutanan dan Perikanan

Pertambangan dan
Penggalian

Industri

1.102,11

1.164,27

1.216,41

1.255,45

1.293,00

102,38

108,60

117,59

128,88

135,78

24.046,87

25.385,83

26.816,82

28.394,95

30.023,20

Listrik, Gas dan Air Bersih

1.062,23

1.100,69

1.161,70

1.217,81

1.274,96

Konstruksi

1.557,14

1.755,18

1.960,21

2.171,41

2.375,15

Perdagangan, Hotel dan


Restoran

6.037,12

6.459,72

6.941,38

7.433,34

8.029,81

Pengangkutan dan
Komunikasi

1.199,36

1.317,69

1.404,22

1.509,73

1.629,52

Keuangan, Real Estat dan


Jasa Perusahaan

686,91

725,75

770,93

816,56

865,19

Jasa-Jasa

1.136,86

1.204,40

1.267,49

1.326,90

1.394,02

36.931,00

39.222,13

41.656,75

44.255,04

47.020,64

Kabupaten Bogor - DOB KBB

Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE) Kabupaten Bogor tanpa DOB Kabupaten


Bogor Barat pada tahun 2014 diprediksi akan tumbuh sebesar 6,18 persen. Nilai
pertumbuhan ekonomi Kabupaten Bogor Barat terus meningkat hingga pada tahun
2018 diprediksi akan mencapai 6,25 persen. Berdasarkan prediksi PDRB Kabupaten
Bogor tanpa DOB KBB tahun 2014-2018, terlihat bahwa secara umum pertumbuhan
ekonomi Kabupaten Bogor tanpa DOB KBB berada pada kisaran 6 persen lebih. Nilai
ini telah melampaui LPE Kabupaten Bogor yang berada pada kisaran 6 persen.
Penyusunan Perencanaan Target Indikator Ekonomi Kabupaten Bogor Tahun 2014-2018

42

Hasil dan Pembahasan

Pada prediksi PDRB Kabupaten Bogor Barat tanpa DOB Kabupaten Bogor
Barat tahun 2014-2018, sektor yang menunjukkan pertumbuhan cukup tinggi adalah
sektor

konstruksi,

sektor

perdagangan,

hotel

dan

restoran

serta

sektor

pengangkutan dan komunikasi. Sektor dengan kinerja yang masih rendah


ditunjukkan melalui laju pertumbuhannya yang rendah. Sektor tersebut adalah
sektor jasa-jasa. Laju pertumbuhan ekonomi Kabupaten Bogor selama periode
2014-2018 ditampilkan pada Tabel 3.1.19.
Tabel 3.1.19. Laju Pertumbuhan PDRB Kabupaten Bogor tanpa DOB KBB
Tahun 2014-2018
No.

Lapangan Usaha

2014

2015

2016

2017

2018

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

(7)

Pertanian, Peternakan,
Kehutanan dan Perikanan

7,80

5,64

4,48

3,21

2,99

Pertambangan dan
Penggalian

5,82

6,07

8,27

9,60

5,36

Industri

5,01

5,57

5,64

5,88

5,73

Listrik, Gas dan Air Bersih

3,85

3,62

5,54

4,83

4,69

Konstruksi

13,07

12,72

11,68

10,77

9,38

Perdagangan, Hotel dan


Restoran

9,39

7,00

7,46

7,09

8,02

Pengangkutan dan
Komunikasi

7,57

9,87

6,57

7,51

7,93

Keuangan, Real Estat dan


Jasa Perusahaan

6,25

5,65

6,22

5,92

5,96

Jasa-Jasa

5,05

5,94

5,24

4,69

5,06

6,18

6,20

6,21

6,24

6,25

Kabupaten Bogor-DOB KBB

Berdasarkan

sumber

pertumbuhannya,

sektor

industri

pengolahan

merupakan sektor yang memberikan kontribusi terbesar terhadap pertumbuhan


ekonomi Kabupaten Bogor Barat. Hal ini ditunjukkan melalui nilai sumber
pertumbuhan sektor industri pengolahan yang paling besar yaitu sekitar 3 persen
dari total LPE yang mencapai sekitar 6 persen. Tingginya sumber pertumbuhan
yang berasal dari sektor industri pengolahan menunjukkan kekuatan sektor ini
Penyusunan Perencanaan Target Indikator Ekonomi Kabupaten Bogor Tahun 2014-2018

43

Hasil dan Pembahasan

dalam menentukan capaian pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Bogor tanpa DOB


Kabupaten Bogor Barat. Berdasarkan penghitungan sumber pertumbuhan, maka
pada umumnya pertumbuhan sektor yang memiliki kontribusi besar dalam
penciptaan NTB akan memberikan kontribusi yang besar pula dalam sumber
pertumbuhan. Rincian sumber pertumbuhan tiap lapangan usaha terdapat pada
Tabel 3.1.20.
Tabel 3.1.20. Sumber Pertumbuhan PDRB Kabupaten Bogor Tanpa DOB Kabupaten
Bogor Barat Tahun 2014-2018 (persen)
No.

Lapangan Usaha

2014

2015

2016

2017

2018

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

(7)

Pertanian, Peternakan,
Kehutanan dan Perikanan

0,23

0,17

0,13

0,09

0,08

Pertambangan dan
Penggalian

0,02

0,02

0,02

0,03

0,02

Industri

3,30

3,63

3,65

3,79

3,68

Listrik, Gas dan Air Bersih

0,11

0,10

0,16

0,13

0,13

Konstruksi

0,52

0,54

0,52

0,51

0,46

Perdagangan, Hotel dan


Restoran

1,49

1,14

1,23

1,18

1,35

Pengangkutan dan
Komunikasi

0,24

0,32

0,22

0,25

0,27

Keuangan, Real Estat dan


Jasa Perusahaan

0,12

0,11

0,12

0,11

0,11

Jasa-Jasa

0,16

0,18

0,16

0,14

0,15

6,18

6,20

6,21

6,24

6,25

Kabupaten Bogor-DOB KBB

PDRB Kabupaten Bogor tanpa DOB Kabupaten Bogor Barat berdasarkan


klasifikasi 17 sektor atas dasar harga berlaku disajikan dalam Tabel 3.1.21. Dalam
tabel tersebut terlihat bahwa PDRB Kabupaten Bogor setelah dikeluarkan DOB
Kabupaten Bogor Barat pada tahun 2014 diprediksi mencapai 111,26 triliun rupiah.
Nilai ini terus mengalami peningkatan hingga pada tahun 2018 PDRB Kabupaten
Bogor tanpa DOB KBB Bogor Barat diprediksi sebesar 171,51 triliun rupiah. Sektor
Penyusunan Perencanaan Target Indikator Ekonomi Kabupaten Bogor Tahun 2014-2018

44

Hasil dan Pembahasan

industri pengolahan menempati porsi terbesar disusul sektor perdagangan besar


dan eceran dan reparasi mobil dan motor di posisi kedua.
Tabel 3.1.21. PDRB Atas Dasar Harga Berlaku Kabupaten Bogor tanpa
DOB Kabupaten Bogor Barat Berdasarkan 17 Lapangan Usaha Tahun 2014-2018
(Milyar Rupiah)
No.

URAIAN

2014

2015

2016

2017

2018

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

(7)

(1)
1

Pertanian, Kehutanan dan

2.959,03

3.244,24

3.629,81

4.010,71

4.545,37

560,20

715,35

950,11

1.205,20

1.481,20

69.748,50

77.321,01

86.054,52

95.734,44

104.481,64

2.581,99

2.824,04

3.123,80

3.426,56

3.799,87

127,71

139,86

152,36

165,03

180,27

5.793,62

6.838,94

8.072,86

9.468,35

10.840,41

17.321,62

19.817,18

21.929,50

24.100,24

27.138,40

3.440,11

4.098,87

4.628,54

5.167,46

5.952,27

3.209,17

3.391,48

3.657,85

3.911,92

4.278,11

10 Informasi dan komunikasi

802,43

929,09

1.070,07

1.222,04

1.439,69

11 Jasa Keuangan

311,20

340,12

383,02

428,04

491,63

12 Real Estate

943,56

1.044,19

1.168,84

1.297,54

1.480,04

13 Jasa Perusahaan

169,84

187,87

206,71

225,65

252,44

1.636,81

1.872,63

2.072,23

2.277,36

2.564,45

1.094,19

1.251,83

1.385,27

1.522,39

1.714,31

476,48

545,12

603,23

662,94

746,51

81,48

93,22

103,16

113,37

127,66

111.257,93

124.655,04

139.191,88

154.939,22

171.514,26

Perikanan

2 Pertambangan dan Penggalian


3 Industri Pengolahan
4 Pengadaan Listrik, Gas
5 Pengadaan Air
6 Konstruksi
Perdagangan Besar dan
7 Eceran, dan Reparasi Mobil
dan Motor
8 Transportasi dan Pergudangan
9

14

Penyediaan Akomodasi dan


Makan Minum

Administrasi Pemerintahan,
Pertahanan dan Jaminan Sosial

15 Jasa Pendidikan
16

Jasa Kesehatan dan Kegiatan


Sosial

17 Jasa lainnya
KABUPATEN BOGOR - DOB KBB

Penyusunan Perencanaan Target Indikator Ekonomi Kabupaten Bogor Tahun 2014-2018

45

Hasil dan Pembahasan

3.1.2. PDRB Kabupaten Bogor menurut Penggunaan


Pembahasan pada bagian ini mengenai PDRB Kabupaten Bogor menurut
penggunaan atau disebut juga menurut pengeluaran. Analisis dilakukan secara
deskriptif mengenai PDRB atas dasar harga berlaku, PDRB atas dasar harga
konstan, laju dan sumber pertumbuhan komponen-komponen PDRB menurut
penggunaan, dan struktur ekonomi. Karena keterbatasan data untuk penghitungan
prediksi PDRB penggunaan, data-data yang disajikan hanya menghitung prediksi
PDRB penggunaan Kabupaten Bogor tahun 2014-2018, belum dapat mengitung PDRB
penggunaan DOB Kabupaten Bogor Barat. Perhitungan PDRB menurut penggunaan
di Kabupaten Bogor hingga saat ini baru dihitung sampai komponen-komponennya,
sedangkan penghitungan untuk sub komponennya masih belum bisa dilakukan, hal
tersebut dikarenakan keterbatasan data.
Dari sisi pengeluaran, penggunaan PDRB atas dasar harga berlaku pada tahun
2014 sebagian besar digunakan untuk Konsumsi Rumah tangga sebesar 59,53 triliun
rupiah, digunakan untuk Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) sebesar 35,56
triliun rupiah, Eksport Netto sebesar 11,63 triliun rupiah, Perubahan stok sebesar
10,94 triliun rupiah, dan Konsumsi Pemerintah sebesar 5,99 triliun rupiah.
Sedangkan yang digunakan untuk konsumsi lembaga non profit menempati posisi
terkecil sebesar 602,64 miliar rupiah. Tabel 3.1.22. menggambarkan nilai PDRB
menurut penggunaan.
Nilai prediksi PDRB Kabupaten Bogor menurut penggunaan terus mengalami
peningkatan hingga pada tahun 2018 mencapai 193,68 triliun rupiah. Pengeluaran
terbesar masih ditempati komponen pengeluaran konsumsi rumah tangga sebesar
91,92 triliun rupiah disusul pembentukan modal tetap bruto sebesar 60,13 triliun
rupiah.

Penyusunan Perencanaan Target Indikator Ekonomi Kabupaten Bogor Tahun 2014-2018

46

Hasil dan Pembahasan

Tabel 3.1.22. PDRB Kabupaten Bogor menurut Penggunaan Atas Dasar Harga
Berlaku Tahun 2014-2018 (miliar rupiah)
No.

Lapangan Usaha

2014

2015

2016

2017

2018

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

(7)

Pengeluaran Konsumsi
Rumahtangga

59.531,08

66.768,26

73.926,22

83.091,74

91.917,08

Pengeluaran Konsumsi
Lembaga Non Profit

602,64

644,42

687,38

731,52

776,84

Pengeluaran Konsumsi
Pemerintah

5.999,53

6.743,97

7.538,19

8.549,84

9.275,98

Pembentukan Modal tetap


Bruto

35.547,57

40.574,61

46.441,10

52.285,30

60.129,77

Perubahan Stok

10.974,40

12.242,05

13.401,15

14.327,76

14.768,72

Ekspor Netto

11.634,50

12.542,91

14.161,86

15.336,32

16.814,62

124.289,72

139.516,21

156.155,90

174.322,47

193.683,00

Kabupaten Bogor

Berdasarkan distribusi persentase setiap komponen PDRB penggunaan tahun


2014-2018 yang disajikan dalam Tabel 2.1.23, terlihat bahwa komponen yang
memberikan kontribusi terbesar dalam PDRB penggunaan Kabupaten Bogor adalah
pengeluaran konsumsi rumah tangga. Artinya, sebagian besar output baik produksi
di dalam Kabupaten Bogor maupun impor dari luar Kabupaten Bogor sebagian besar
digunakan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga. Pada tahun 2014 porsi
penggunaan konsumsi rumah tangga adalah sebesar 47,90 persen, selanjutnya
menurun pada tahun berikutnya yang mencapai 47,86 persen, yang pada tahun
2018

diprediksi

mencapai

47,46

persen.

Sebaliknya,

PMTB

menunjukkan

peningkatan kontribusi terhadap PDRB total di Kabupaten Bogor. Kontribusi PMTB


pada tahun 2014 diperkirakan mencapai 28,60 persen dan terus meningkat hingga
pada tahun 2018 mencapai 31,05 persen. Rincian distribusi persentase berdasarkan
PDRB penggunaan tahun 2014-2018 disajikan pada tabel 3.1.23

Penyusunan Perencanaan Target Indikator Ekonomi Kabupaten Bogor Tahun 2014-2018

47

Hasil dan Pembahasan

Tabel 3.1.23. Distribusi Persentase PDRB Kabupaten Bogor menurut Penggunaan


Atas Dasar Harga Berlaku Tahun 2014-2018

No.

Lapangan Usaha

2014

2015

2016

2017

2018

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

(7)

Pengeluaran Konsumsi
Rumahtangga

47,90

47,86

47,34

47,67

47,46

Pengeluaran Konsumsi
Lembaga Non Profit

0,48

0,46

0,44

0,42

0,40

Pengeluaran Konsumsi
Pemerintah

4,83

4,83

4,83

4,90

4,79

Pembentukan Modal tetap


Bruto

28,60

29,08

29,74

29,99

31,05

Perubahan Stok

8,83

8,77

8,58

8,22

7,63

Ekspor Netto

9,36

8,99

9,07

8,80

8,68

100,00

100,00

100,00

100,00

100,00

Kabupaten Bogor

PDRB penggunaan atas dasar harga konstan ditampilkan pada Tabel 3.1.24.
Penggunaan PDRB atas dasar harga konstan memiliki struktur yang sama dengan
PDRB penggunaan atas dasar harga berlaku. Pada tabel 3.1.24 terlihat bahwa
penggunaan untuk konsumsi rumah tangga menempati posisi terbesar yaitu pada
tahun 2014 mencapai 22,78 triliun rupiah. Selanjutnya konsumsi terbesar
berikutnya secara berturut-turut adalah PMTB sebesar 8,15 triliun rupiah, Eksport
Netto sebesar 5,73 triliun rupiah, Konsumsi Pemerintah sebesar 2,33 triliun rupiah
dan Perubahan Stok sebesar 1,79 triliun rupiah. Sedangkan yang digunakan untuk
Konsumsi Lembaga Non Profit sebesar 302,25 miliar rupiah.

Penyusunan Perencanaan Target Indikator Ekonomi Kabupaten Bogor Tahun 2014-2018

48

Hasil dan Pembahasan

Tabel 3.1.24. PDRB di Kabupaten Bogor Tahun 2014 - 2018 menurut Penggunaan
Atas Dasar Harga Konstan 2000 (miliar rupiah)
No.

Lapangan Usaha

2014

2015

2016

2017

2018

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

(7)

Pengeluaran Konsumsi
Rumahtangga

22.776,19

24.140,61

25.500,11

27.020,86

28.611,96

Pengeluaran Konsumsi
Lembaga Non Profit

302,25

316,33

330,91

345,99

361,59

Pengeluaran Konsumsi
Pemerintah

2.334,37

2.514,64

2.648,55

2.843,53

3.047,72

Pembentukan Modal tetap


Bruto

8.150,42

8.807,10

9.684,93

10.479,02

11.455,93

Perubahan Stok

1.788,30

1.859,70

1.931,78

2.044,63

2.075,89

Ekspor Netto

5.729,62

5.952,50

6.178,27

6.406,94

6.638,51

41.081,15

43.590,88

46.274,55

49.140,98

52.191,60

Kabupaten Bogor

Berdasarkan PDRB penggunaan atas dasar harga konstan, dapat diprediksi


laju pertumbuhan ekonomi Kabupaten Bogor tahun 2014-2018. Tabel 3.1.25
menyajikan data LPE Kabupaten Bogor berdasarkan komponen PDRB penggunaan.
Pada tabel tersebut terlihat bahwa pertumbuhan yang cukup tinggi dicapai oleh
komponen pembentukan modal tetap bruto, bahkan pada tahun 2016 diprediksi
mencapai 9,97 persen.
Pertumbuhan yang relatif besar juga dicapai oleh komponen pengeluaran
pemerintah. Pada tahun 2014, pertumbuhan pengeluaran pemerintah diperkirakan
mencapai 7,11 persen, dan pada tahun 2018 diperkirakan mencapai 7,18 persen.
Salah satu fungsi pemerintah adalah memberikan jasa layanan kepada publik atau
masyarakat dalam bentuk kolektif atau individual. Artinya, bahwa setiap rupiah
yang dikeluarkan oleh pemerintah harus dapat dirasakan manfaatnya oleh
masyarakat, baik langsung maupun tidak langsung. Peningkatan pengeluaran
pemerintah

secara

riil

mendatangkan

sebuah

konsekuensi

logis

bahwa

masyarakat seharusnya dapat merasakan peningkatan pengeluaran konsumsi


pemerintah tersebut melalui pelayanan publik yang lebih baik. Rincian laju

Penyusunan Perencanaan Target Indikator Ekonomi Kabupaten Bogor Tahun 2014-2018

49

Hasil dan Pembahasan

pertumbuhan PDRB Kabupaten Bogor berdasarkan penggunaan disajikan pada Tabel


3.1.25.
Tabel 3.1.25. Laju Pertumbuhan PDRB di Kabupaten Bogor Tahun 2014 - 2018
menurut Penggunaan (persen)
No.

Lapangan Usaha

2014

2015

2016

2017

2018

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

(7)

Pengeluaran Konsumsi
Rumahtangga

6,50

5,99

5,63

5,96

5,89

Pengeluaran Konsumsi
Lembaga Non Profit

4,67

4,66

4,61

4,56

4,51

Pengeluaran Konsumsi
Pemerintah

7,11

7,72

5,33

7,36

7,18

Pembentukan Modal tetap


Bruto

7,35

8,06

9,97

8,20

9,32

Perubahan Stok

3,14

3,99

3,88

5,84

1,53

Ekspor Netto

3,21

3,89

3,79

3,70

3,61

6,07

6,11

6,16

6,19

6,21

Kabupaten Bogor

Berdasarkan sumber pertumbuhannya, komponen pengeluaran rumah tangga


merupakan komponen yang memberikan kontribusi terbesar terhadap pertumbuhan
ekonomi Kabupaten Bogor. Hal ini ditunjukkan melalui nilai sumber pertumbuhan
komponen pengeluaran rumah tangga yang paling besar yaitu sekitar 3 persen dari
total LPE yang mencapai sekitar 6 persen. Tingginya sumber pertumbuhan yang
berasal dari komponen pengeluaran rumah tangga menunjukkan kontribusi yang
sangat besar dari komponen pengeluaran rumah tangga dalam menentukan capaian
pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Bogor.
Komponen

yang

cukup

besar

dalam

memberikan

kontribusi

dalam

pencapaian pertumbuhan ekonomi Kabupaten Bogor adalah pembentukan modal


tetap bruto yang memberikan kontribusi sekitar lebih dari satu persen dari total
LPE sekitar 6 persen. Komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB)
menggambarkan bagian dari pendapatan (income) yang direalisasikan dalam
bentuk investasi (fisik) atau digunakan sebagai fungsi kapital. Fungsi kapital
Penyusunan Perencanaan Target Indikator Ekonomi Kabupaten Bogor Tahun 2014-2018

50

Hasil dan Pembahasan

merupakan input tidak langsung (indirect input) di dalam proses produksi di


berbagai lapangan usaha. Kapital ini bisa bersumber dari produksi di dalam
Kabupaten Bogor atau dari luar Kabupaten Bogor. Bentuk-bentuk PMTB dapat
berwujud bangunan baik berupa tempat tinggal atau bukan tempat tinggal, mesin
dan peralatannya, alat angkutan maupun binatang ternak (misalkan sapi perah,
induk ayam petelur). Berikut Tabel 3.1.26 yang menyajikan sumber pertumbuhan
PDRB Kabupaten Bogor berdasarkan penggunaan.
Tabel 3.1.26. Sumber Pertumbuhan PDRB di Kabupaten Bogor Tahun 2014 2018 menurut Penggunaan (persen)

No.

Lapangan Usaha

2014

2015

2016

2017

2018

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

(7)

Pengeluaran Konsumsi
Rumahtangga

3,59

3,32

3,12

3,29

3,24

Pengeluaran Konsumsi
Lembaga Non Profit

0,03

0,03

0,03

0,03

0,03

Pengeluaran Konsumsi
Pemerintah

0,40

0,44

0,31

0,42

0,42

Pembentukan Modal tetap


Bruto

1,44

1,60

2,01

1,72

1,99

Perubahan Stok

0,14

0,17

0,17

0,24

0,06

Ekspor Netto

0,46

0,54

0,52

0,49

0,47

6,07

6,11

6,16

6,19

6,21

Kabupaten Bogor

3.1.3. PDRB Perkapita


Indikator yang sering digunakan untuk menggambarkan tingkat kemakmuran
masyarakat secara makro salah satunya adalah pendapatan per kapita per tahun.
Semakin tinggi pendapatan yang diterima penduduk di suatu wilayah maka tingkat
kesejahteraan di wilayah bersangkutan dapat dikatakan bertambah baik. PDRB per
kapita dapat dijadikan sebagai pendekatan untuk indikator pendapatan perkapita.
Penyusunan Perencanaan Target Indikator Ekonomi Kabupaten Bogor Tahun 2014-2018

51

Hasil dan Pembahasan

Gambar 3.1.2. memperlihatkan PDRB perkapita Kabupaten Bogor, Kabupaten Bogor


barat dan Kabupaten Bogor tanpa kabupaten Bogor Barat pada tahun 2014-2018.
45,00
40,65
37,70
34,80
32,04
29,42

40,00
35,00
30,00
25,00

33,90
31,16
28,52
26,06
23,75

20,00
15,00
8,98

10,00

10,15

14,85
13,06
11,50

5,00
0,00
Bogor

Bogor Barat
2014

2015

2016

2017

Bogor - Bogor Barat


2018

Gambar 3.1.2. PDRB Perkapita per tahun atas dasar harga berlaku
Tahun 2014-2018 (juta rupiah)
Gambar 3.1.2. memperlihatkan PDRB perkapita Kabupaten Bogor atas dasar
harga berlaku mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Pada tahun 2014, PDRB
per kapita atas dasar harga berlaku Kabupaten Bogor diperkirakan mencapai 23,75
juta rupiah. Pada tahun-tahun berikutnya, nilai ini mengalami peningkatan hingga
pada tahun 2018 mencapai 33,90 juta rupiah.
PDRB perkapita atas dasar harga berlaku Kabupaten Bogor Barat pada tahun
2014 diperkirakan hanya mencapai 8,98 juta rupiah. Pada tahun-tahun berikutnya,
nilai ini mengalami peningkatan hingga pada tahun 2018 mencapai 14,85 juta
rupiah. Berdasarkan nilai PDRB perkapita atas dasar harga berlaku ini, DOB
Kabupaten Bogor Barat dapat dikategorikan menjadi kabupaten termiskin seProvinsi Jawa Barat.
PDRB perkapita atas dasar harga berlaku Kabupaten Bogor tanpa Kabupaten
Bogor Barat pada tahun 2014 diperkirakan mencapai 29,42 juta rupiah. Pada tahuntahun berikutnya, nilai ini mengalami peningkatan hingga pada tahun 2018
mencapai 40,65 juta rupiah. Berdasarkan nilai PDRB perkapita Kabupaten Bogor
Penyusunan Perencanaan Target Indikator Ekonomi Kabupaten Bogor Tahun 2014-2018

52

Hasil dan Pembahasan

tanpa DOB Kabupaten Bogor Barat, maka Kabupaten Bogor dapat dikategorikan
sebagai kabupaten kaya di Provinsi Jawa Barat.
Peningkatan PDRB per

kapita

dari tahun ke

tahun, masih

belum

menggambarkan secara riil kenaikan pendapatan perkapita masyarakat di


Kabupaten Bogor secara umum. Hal ini disebabkan PDRB per kapita yang dihitung
berdasarkan PDRB atas dasar harga berlaku masih mengandung faktor inflasi yang
sangat

berpengaruh

terhadap

pendapatan

perkapita.

Untuk

mengamati

perkembangan pendapatan perkapita secara riil dapat digunakan PDRB per kapita
yang dihitung atas dasar harga konstan. Gambar 3.1.3 menyajikan PDRB perkapita
atas dasar harga konstan antara ketiga wilayah yang dianalisis.
12,00
9,76

10,00

8,00

7,85

8,14

8,45

8,78

11,14
10,77
10,41
10,08

9,14

6,00

4,00
2,86

3,29 3,46
2,99 3,13

2,00

0,00
Bogor

Bogor Barat
2014

2015

2016

2017

Bogor - Bogor Barat


2018

Gambar 3.1.3. PDRB Perkapita per tahun atas dasar harga konstan
Tahun 2014-2018 (juta rupiah)
Bila dilihat berdasarkan dasar harga konstan, PDRB per kapita Kabupaten
Bogor atas dasar harga konstan diperkirakan

sebesar Rp. 7,85 juta pada tahun

2014. Nilai ini menunjukkan peningkatan dari tahun ke tahun hingga pada tahun
2018 diperkirakan mencapai 9,14 juta rupiah. PDRB per kapita DOB Kabupaten
Bogor Barat atas dasar harga konstan diperkirakan

sebesar Rp. 2,86 juta pada

tahun 2014. Nilai ini menunjukkan peningkatan dari tahun ke tahun hingga pada
tahun 2018 diperkirakan mencapai 3,46 juta rupiah. PDRB perkapita Kabupaten
Penyusunan Perencanaan Target Indikator Ekonomi Kabupaten Bogor Tahun 2014-2018

53

Hasil dan Pembahasan

Bogor tanpa DOB Kabupaten Bogor Barat atas dasar harga konstan diperkirakan
sebesar 9,76 juta rupiah pada tahun 2014. Nilai ini menunjukkan peningkatan dari
tahun ke tahun hingga pada tahun 2018 diperkirakan mencapai 11,14 juta rupiah.

3.1.4. DAYA BELI MASYARAKAT

Pada bidang ekonomi, pembangunan manusia direpresentasikan oleh


pengeluaran perkapita per tahun yang disesuaikan/ Purchasing Power Parity (PPP).
Komponen ini mempunyai hubungan langsung maupun tidak langsung dengan
beberapa variabel seperti: keterampilan, kesempatan kerja, dan pendapatan.
Pengukuran komponen daya beli didekati dengan besarnya konsumsi per kapita
yang telah disesuaikan. Pemakaian variabel konsumsi riil dimaksudkan untuk
mengeliminir perbedaan dan perubahan harga (inflasi) yang terjadi, sehingga
angka yang dihasilkan dapat dibandingkan antar daerah dan antar waktu. Daya beli
masyarakat dapat menggambarkan tingkat kemampuan masyarakat untuk membeli
barang-barang yang dibutuhkan baik makanan maupun non makanan.
Kestabilan perekonomian sangat menentukan daya beli masyarakat.
Perubahan kebijakan di sektor ekonomi yang cenderung mendapat respon negatif
dari masyarakat seperti kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) dan ongkos
transportasi ternyata turut serta mempengaruhi kemampuan daya beli di
masyarakat dalam jangka panjang. Hal ini disebabkan pada umumnya setiap
kenaikan pada dua sektor tersebut langsung diikuti oleh kenaikan harga berbagai
kebutuhan pokok/dasar. Untuk itu, diperlukan langkah-langkah yang cukup
kondusif dari pemerintah agar setiap kebijakan yang diambil tetap mengedepankan
kepentingan masyarakat secara luas.
Gambar 3.1.3 menunjukkan bahwa daya beli masyarakat Kabupaten Bogor
mengalami peningkatan dari tahun ke tahun.

Pada tahun 2014 daya beli

masyarakat diprediksi mencapai Rp. 974.703,-. Nilai ini terus mengalami


peningkatan hingga pada tahun 2018 daya beli masyarakat mencapai Rp.
1.696.790,-. Untuk DOB Kabupaten Bogor Barat, daya beli masyarakat pada tahun
2014 diprediksi sebesar Rp. 716.399,- yang akan terus meningkat hingga mencapai
Rp. 1.199.386,- pada tahun 2018. Jika DOB Kabupaten Bogor Barat telah berdiri,

Penyusunan Perencanaan Target Indikator Ekonomi Kabupaten Bogor Tahun 2014-2018

54

Hasil dan Pembahasan

maka daya beli masyarakat Kabupaten Bogor akan lebih tinggi dibandingkan
sebelum Kabupaten Bogor Barat berdiri. Kondisi ini sejalan dengan kondisi PDRB
perkapita antara Kabupaten Bogor, Kabupaten Bogor Barat dan Kabupaten Bogor
setelah DOB Kabupaten Bogor Barat berdiri. Daya beli masyarakat Kabupaten Bogor
pada tahun 2014 diprediksi mencapai 1.105.079,- dan meningkat menjadi
1.955.084,- pada tahun 2018.

Gambar 3.1.4. Daya Beli Masyarakat Tahun 2014-2018

Penyusunan Perencanaan Target Indikator Ekonomi Kabupaten Bogor Tahun 2014-2018

55

Hasil dan Pembahasan

3.2. ESTIMASI PENDUDUK


Misi pertama pembangunan Provinsi Jawa Barat tahun 2013-2018 adalah
membangun masyarakat yang berkualitas dan berdaya saing. Dalam misi tersebut
terkandung makna sekaligus menjadi tantangan pembangunan. Salah satu
tantangan pembangunan 2013-2018 di Provinsi Jawa Barat (dalam RPJMD Provinsi
Jawa Barat 2013-2018) adalah tekanan jumlah penduduk yang semakin tinggi.
Kabupaten Bogor (4.771.932 jiwa) merupakan penyumbang jumlah penduduk
terbesar di Provinsi Jawa Barat dengan laju pertumbuhan 3,15 persen per tahun
(tahun 2000-2010).
Pertumbuhan penduduk dan persebarannya juga merupakan salah satu isu
strategis dalam RPJMD Provinsi Jawa Barat tahun 2013-2018. Karenanya
ketersediaan data dasar kependudukan dan estimasinya tahun 2013-2018 terkait
jumlah dan struktur penduduk yang akan digunakan sebagai input dalam
perencanaan pembangunan untuk rujukan dalam memperkirakan jumlah sumber
daya manusia (SDM) atau tenaga kerja yang dapat diserap dalam kegiatan
pembangunan dan sebagai output untuk menentukan kelompok sasaran (target
groups) pembangunan mutlak diperlukan.
3.2.1.Jumlah Penduduk, Sex ratio dan Pertumbuhan Penduduk
Jumlah penduduk yang besar merupakan potensi sekaligus modal dasar
pembangunan. Penduduk yang berkualitas akan membawa ke arah kemajuan dan
akan menjadi beban jika penduduknya tidak berkualitas.
Berdasarkan hasil Sensus Penduduk tahun 2010, jumlah penduduk Kabupaten
Bogor 4.771.932 jiwa atau menyumbang sekitar 2,01 persen dari total penduduk
Indonesia. Jumlah penduduk Kabupaten Bogor menduduki urutan ke-11 terbanyak
penduduknya jika dibandingkan dengan jumlah penduduk menurut urutan provinsi
di Indonesia. Kabupaten Bogor menempati urutan pertama terbanyak penduduknya
pada tingkat kabupaten/kota seluruh Indonesia. Jumlah penduduk Kabupaten
Bogor menyumbang 11,08 persen dari total penduduk Provinsi Jawa Barat (Laporan
Antara: Indikator Makro Kabupaten Bogor 2013).

Penyusunan Perencanaan Target Indikator Ekonomi Kabupaten Bogor Tahun 2014-2018

56

Hasil dan Pembahasan

Tabel 3.2.1. Jumlah Penduduk Hasil Sensus Penduduk 2010 (Mei)


menurut Kabupaten/Kota se Jawa Barat

No

KelompokUmur

(1)

(2)

Lakilaki

JenisKelamin
Perempuan

Total

Distribusi
%

(3)

(4)

(5)

(6)

1
**
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
**
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26

Kab.Bogor
2.452.562
1.727.098
Kab.BogorTanpaBogorBarat
Kab.Bandung
1.620.274
Kab.Bekasi
1.347.223
Kab.Garut
1.217.768
KotaBandung
1.215.348
Kab.Sukabumi
1.193.342
KotaBekasi
1.183.620
Kab.Cianjur
1.123.091
Kab.Karawang
1.096.892
Kab.Cirebon
1.059.463
KotaDepok
880.816
Kab.Tasikmalaya
834.996
Kab.Indramayu
856.640
Kab.Ciamis
758.889
Kab.BandungBarat
770.702
Kab.Subang
739.925
Kab.BogorBarat
725.464
Kab.Majalengka
582.892
Kab.Sumedang
547.797
Kab.Kuningan
520.632
KotaBogor
484.791
Kab.Purwakarta
436.082
KotaTasikmalaya
321.460
KotaCimahi
274.124
KotaSukabumi
152.080
KotaCirebon
148.600
KotaBanjar
87.031
JAWABARAT
21.907.040
Sumber : BPS, Sensus Penduduk 2010 (Mei)
Keterangan : ** = bagian dari Kabupaten Bogor
Laju

pertumbuhan

penduduk

2.319.370
4.771.932
1.643.690 3.370.788
1.558.269
3.178.543
1.283.178
2.630.401
1.186.353
2.404.121
1.179.525
2.394.873
1.148.067
2.341.409
1.151.251
2.334.871
1.048.190
2.171.281
1.030.899
2.127.791
1.007.733
2.067.196
857.754
1.738.570
840.679
1.675.675
807.097
1.663.737
773.615
1.532.504
739.582
1.510.284
725.232
1.465.157
675.680
1.401.144
583.581
1.166.473
545.805
1.093.602
514.957
1.035.589
465.543
950.334
416.439
852.521
314.004
635.464
267.053
541.177
146.601
298.681
147.789
296.389
88.126
175.157
21.146.692 43.053.732

menggambarkan

tingkat

11,08
7,83
7,38
6,11
5,58
5,56
5,44
5,42
5,04
4,94
4,80
4,04
3,89
3,86
3,56
3,51
3,40
3,25
2,71
2,54
2,41
2,21
1,98
1,48
1,26
0,69
0,69
0,41
100,00

pertambahan

penduduk per-tahun dalam jangka waktu tertentu. Angka ini dinyatakan sebagai
persentase dari penduduk dasar. Laju pertumbuhan penduduk digunakan untuk
mengetahui perubahan jumlah penduduk antar dua periode waktu. Jika jumlah
Penyusunan Perencanaan Target Indikator Ekonomi Kabupaten Bogor Tahun 2014-2018

57

Hasil dan Pembahasan

penduduk hasil sensus penduduk 2010 dibandingkan dengan hasil penduduk 2000
diperolehlah laju pertumbuhan penduduk (LPP). LPP Kabupaten Bogor tahun
2000-2010 sebesar 3,15 persen. Artinya rata-rata setiap tahun selama tahun 2000
hingga 2010 rata-rata pertumbuhan penduduk Kabupaten Bogor meningkat sebesar
3,15 per tahun. LPP sebesar ini digunakan untuk menghitung proyeksi penduduk
hingga tahun 2018. Tabel 3.2.2. menyajikan data hasil proyeksi penduduk
pertengahan tahun dari tahun 2014 hingga tahun 2018.
Tabel 3.2.2. Prediksi Jumlah Penduduk (Juni) Sex Ratio dan LPP
Kabupaten Bogor menurut Jenis Kelamin, Tahun 2014-2018
Tahun

Lakilaki

(1)

(2)

Perempuan

L+P

(3)
(4)
KabupatenBogor
2.678.161
2.555.428
5.233.589
2014
2.738.973
2.615.686
5.354.659
2015
2.798.744
2.675.801
5.474.545
2016
2.857.928
2.735.990
5.593.918
2017
2.917.763
2.795.082
5.712.845
2018
KabupatenBogorBarat
748.610
702.757
1.451.367
2014
754.687
708.879
1.463.566
2015
760.001
714.491
1.474.492
2016
764.691
719.650
1.484.341
2017
769.091
724.061
1.493.152
2018
KabupatenBogortanpaBogorBarat
2014
1.929.551
1.852.671
3.782.222
2015
1.984.286
1.906.807
3.891.093
2016
2.038.743
1.961.310
4.000.053
2017
2.093.237
2.016.340
4.109.577
2018
2.148.672
2.071.021
4.219.693
Sumber: BPS, Proyeksi Hasil SP2010

SexRatio

LPP

(5)

(6)

105
105
105
104
104

2,38
2,31
2,24
2,18
2,13

107
106
106
106
106

0,93
0,84
0,75
0,67
0,59

104
104
104
104
104

2,95
2,88
2,80
2,74
2,68

Pada tahun 2018 diperkirakan jumlah penduduk Kabupaten Bogor sebanyak


5.712.845 jiwa dengan komposisi laki-laki 2.917.763 jiwa dan perempuan
2.795.082 jiwa. Laju pertumbuhan penduduk per tahun dari tahun 2010 hingga
2018 cenderung menurun. Hal ini salah satunya disebabkan oleh kecenderungan
penurunan jumlah penduduk alami.

Penyusunan Perencanaan Target Indikator Ekonomi Kabupaten Bogor Tahun 2014-2018

58

Hasil dan Pembahasan

Berdasarkan hasil sensus penduduk tahun 2010,

jumlah penduduk

Kabupaten Bogor Barat tahun 2010 (Mei) sebanyak 1.401.144 jiwa terdiri atas lakilaki

725.464 jiwa dan perempuan 675.680

jiwa. Jumlah penduduk Kabupaten

Bogor Barat menyumbang 3,25 persen dari total penduduk Provinsi Jawa Barat.
Kabupaten Bogor Barat

(1.401.144 jiwa ) menduduki urutan ke-17 penduduk

terbanyak se-Provinsi Jawa Barat. Laju pertumbuhan penduduk Kabupaten Bogor


Barat 2000-2010 sebesar 1,85 persen.
Diperkirakan tahun 2018 jumlah penduduk Kabupaten Bogor Barat sebanyak
1.493.152 jiwa. Sex ratio di Kabupaten Bogor Barat tahun 2010 2018 diperkirakan
berkisar antara 109 hingga 106.
Jumlah penduduk Kabupaten Bogor tanpa Bogor Barat berdasarkan hasil
SP2010 (Mei) sebanyak 3.370.788 jiwa yang terdiri atas laki-laki 1.727.098 jiwa dan
perempuan sebanyak 1.643.690 jiwa. Jumlah penduduk Kabupaten Bogor tanpa
Bogor Barat menyumbang 3,25 persen dari total penduduk Provinsi Jawa Barat.
LPP Kabupaten Bogor tanpa Bogor Barat 2000-2010 sebesar 3,74 persen.
Tingginya LPP Kabupaten Bogor tanpa Bogor Barat lebih disebabkan karena
wilayahnya memiliki potensi ekonomi yang tinggi terutama sektor industri seperti
di Kecamatan Gunung Putri dan Kecamatan Cileungsi. Selain itu LPP yang tinggi
juga terjadi di Kecamatan Bojong gede yang merupakan tempat pemukiman yang
nyaman dan terjangkau karena kemudahan akses terutama mereka yang bekerja
di wilayah Jakarta dan sekitarnya. Jumlah perumahan di Kecamatan tersebut
meningkat tajam dalam sepuluh tahun terakhir.
Berdasarkan hasil sensus penduduk 2010, jika dilihat antar kecamatan seKabupaten Bogor LPP terbesar terjadi di Kecamatan Gunung Putri sebesar 6,27
persen, kemudian Kecamatan Bojonggede sebesar 5,86 persen dan Kecamatan
Cileungsi sebesar 5,72 persen. Ketiga kecamatan tersebut berada pada Kabupaten
Bogor tanpa

Bogor Barat. Hal ini sekaligus berdampak pada tingginya LPP

Kabupaten Bogor tanpa Bogor Barat.

Penyusunan Perencanaan Target Indikator Ekonomi Kabupaten Bogor Tahun 2014-2018

59

Hasil dan Pembahasan

3.2.2. Distribusi Penduduk


Jumlah penduduk Kabupaten Bogor tahun 2014 diperkirakan sebanyak
5.233.589 jiwa yang terdiri atas laki-laki sebanyak 2.678.161 jiwa dan perempuan
sebanyak 2.555.428 jiwa. Jika dilihat antar kecamatan jumlah penduduk terbesar
terdapat di Kecamatan Cibinong sebanyak 377.059 jiwa atau menyumbang 7,20
persen dari total penduduk Kabupaten Bogor, kemudian Kecamatan Gunungputri
sebanyak 381.653 jiwa atau menyumbang sebanyak 7,2 persen dari total penduduk
Kabupaten Bogor.
Jumlah penduduk Kabupaten Bogor Barat tahun 2014 sebanyak 1.451.367
jiwa yang terdiri atas 748.610 jiwa laki-laki dan 702.757 jiwa perempuan. Sex ratio
antar kecamatan berkisar antara 102 (Kecamatan Dramaga) hingga 109 (Kecamatan
Leuwisadeng dan Cigudeg).

Penyusunan Perencanaan Target Indikator Ekonomi Kabupaten Bogor Tahun 2014-2018

60

Hasil dan Pembahasan

Tabel 3.2.3 Proyeksi Jumlah Penduduk menurut kecamatan di Kabupaten


Bogor dirinci menurut Jenis Kelamin, Tahun 2014(Juni)

No

Kecamatan

(1)

(2)

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40

Nanggung
Leuwiliang
Leuwisadeng
Pamijahan
Cibungbulang
Ciampea
Tenjolaya
Dramaga
Ciomas
Tamansari
Cijeruk
Cigombong
Caringin
Ciawi
Cisarua
Megamendung
Sukaraja
BabakanMadang
Sukamakmur
Cariu
Tanjungsari
Jonggol
Cileungsi
KelapaNunggal
GunungPutri
Citeureup
Cibinong
BojongGede
TajurHalang
Kemang
RancaBungur
Parung
Ciseeng
GunungSindur
Rumpin
Cigudeg
Sukajaya
Jasinga
Tenjo
ParungPanjang

Lakilaki

Perempuan

(3)

(4)

43.980
60.577
37.681
70.420
66.345
78755
28.990
53.278
84.229
50.742
43.450
48.995
61.331
56.836
61.218
53.233
96.824
58.621
39.556
22.904
25.681
67.786
150.303
55.558
188.770
109.542
191.410
146.204
56.380
52.209
26.828
65.921
54.827
60.193
69.773
63.250
29.322
48.636
35.362
62.241
2.678.161
KABUPATEN BOGOR

2014(Juni)
Sex
Jumlah
Ratio
(5)

41.078
85.058
56.728
117.305
34.675
72.356
66.744
137.164
62.538
128.883
74.460
153.215
27.728
56.718
52.271
105.549
80.737
164.966
47.511
98.253
39.634
83.084
46.909
95.904
58.226
119.557
53.155
109.991
57.033
118.251
48.736
101.969
92.466
189.290
55.238
113.859
37.120
76.676
22.719
45.623
24.912
50.593
65.582
133.368
146.683
296.986
52.630
108.188
192.883
381.653
105.140
214.682
185.649
377.059
140.358
286.562
53.945
110.325
49.742
101.951
25.109
51.937
62.006
127.927
51.248
106.075
57.300
117.493
64.494
134.267
57.813
121.063
27.055
56.377
45.588
94.224
33.242
68.604
58.343
120.584
2.555.428 5.233.589

(6)

107
107
109
106
106
106
105
102
104
107
110
104
105
107
107
109
105
106
107
101
103
103
102
106
98
104
103
104
105
105
107
106
107
105
108
109
108
107
106
107
105

Pertumbuhan
Penduduk

Distribusi
(%)

(7)

(8)

0,36
0,92
0,58
0,66
0,78
1,06
0,86
1,22
2,56
1,69
1,42
2,10
1,18
1,68
1,25
1,32
2,25
2,53
0,74
0,24
0,34
2,12
4,74
3,29
5,29
2,01
3,65
4,88
3,20
2,50
0,97
3,25
1,96
3,34
1,02
0,84
0,37
0,36
0,98
2,34
2,38

1,63
2,24
1,38
2,62
2,46
2,93
1,08
2,02
3,15
1,88
1,59
1,83
2,28
2,10
2,26
1,95
3,62
2,18
1,47
0,87
0,97
2,55
5,67
2,07
7,29
4,10
7,20
5,48
2,11
1,95
0,99
2,44
2,03
2,24
2,57
2,31
1,08
1,80
1,31
2,30
100,00

Penyusunan Perencanaan Target Indikator Ekonomi Kabupaten Bogor Tahun 2014-2018

61

Hasil dan Pembahasan

Tabel 3.2.4. Proyeksi Jumlah Penduduk menurut kecamatan


di Kabupaten Bogor Barat dirinci menurut Jenis Kelamin, Tahun 2014
No

Kecamatan

(1)

(2)

Laki-laki

Perempuan

(3)

(4)

1 Nanggung
2 Leuwiliang
3 Leuwisadeng
4 Pamijahan
5 Cibungbulang
6 Ciampea
7 Tenjolaya
8 Dramaga
9 Rumpin
10 Cigudeg
11 Sukajaya
12 Jasinga
13 Tenjo
14 Parung Panjang
KAB. BOGOR BARAT

43.980
60.577
37.681
70.420
66.345
78755
28.990
53.278
69.773
63.250
29.322
48.636
35.362
62.241
748.610

Penyumbang

penduduk

(5)

41.078
56.728
34.675
66.744
62.538
74.460
27.728
52.271
64.494
57.813
27.055
45.588
33.242
58.343
702.757

terbesar

2014 (Juni)
Sex
Jumlah
Ratio

di

85.058
117.305
72.356
137.164
128.883
153.215
56.718
105.549
134.267
121.063
56.377
94.224
68.604
120.584
1.451.367

Kabupaten

Pertumbuhan Distribusi
Penduduk
(%)

(6)

107
107
109
106
106
106
105
102
108
109
108
107
106
107
107

Bogor

(7)

(8)

0,36
0,92
0,58
0,66
0,78
1,06
0,86
1,22
1,02
0,84
0,37
0,36
0,98
2,34
0,93

5,86
8,08
4,99
9,45
8,88
10,56
3,91
7,27
9,25
8,34
3,88
6,49
4,73
8,31
100,00

Barat

adalah

Kecamatan Ciampea sebanyak 153.215 jiwa atau 10,56 persen dari total penduduk
Kabupaten Bogor Barat dan terendah adalah Kecamatan Kecamatan sebesar 3,88
persen.
Tabel 3.2.4. menunjukkan pertumbuhan penduduk antar kecamatan di
Kabupaten Bogor Barat berkisar antara 0,36 persen (Kecamatan Nanggung dan
Jasinga) hingga 2,34 persen (Kecamatan Parung Panjang).
Jumlah penduduk Kabupaten Bogor tanpa Bogor Barat pada tahun 2014
diperkirakan sebanyak 3.782.222 jiwa terdiri atas laki-laki 1.929.551 jiwa dan
perempuan sebanyak 1.852.671jiwa atau memiliki sex ratio sebesar 104. Dilihat
antar kecamatan sex ratio tertinggi terdapat di Kecamatan Megamendung (109)
dan terendah terdapat di Kecamatan Gunungputri sebesar 98.
Pertumbuhan penduduk tahun 2014 tertinggi terdapat di Kecamatan
Gunungputri sebesar 5,29 persen dan terendah terdapat di Kecamatan Cariu
sebesar minus 0,24 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Penyusunan Perencanaan Target Indikator Ekonomi Kabupaten Bogor Tahun 2014-2018

62

Hasil dan Pembahasan

Tabel 3.2.5. Proyeksi Jumlah Penduduk menurut kecamatan di Kabupaten


Bogor tanpa Bogor Barat dirinci menurut Jenis Kelamin, Tahun 2014
No

Kecamatan

(1)
(2)
CIOMAS
1
TAMANSARI
2
CIJERUK
3
CIGOMBONG
4
CARINGIN
5
CIAWI
6
CISARUA
7
MEGAMENDUNG
8
SUKARAJA
9
10 BABAKANMADANG
11 SUKAMAKMUR
12 CARIU
13 TANJUNGSARI
14 JONGGOL
15 CILEUNGSI
16 KLAPANUNGGAL
17 GUNUNGPUTRI
18 CITEUREUP
19 CIBINONG
20 BOJONGGEDE
21 TAJURHALANG
22 KEMANG
23 RANCABUNGUR
24 PARUNG
25 CISEENG
26 GUNUNGSINDUR
KAB. BOGOR TANPA
BOGOR BARAT

2014 (Juni)
Sex
Jumlah
Ratio

Laki-laki

Perempuan

(3)

(4)

84.229
50.742
43.450
48.995
61.331
56.836
61.218
53.233
96.824
58.621
39.556
22.904
25.681
67.786
150.303
55.558
188.770
109.542
191.410
146.204
56.380
52.209
26.828
65.921
54.827
60.193

80.737
47.511
39.634
46.909
58.226
53.155
57.033
48.736
92.466
55.238
37.120
22.719
24.912
65.582
146.683
52.630
192.883
105.140
185.649
140.358
53.945
49.742
25.109
62.006
51.248
57.300

164.966
98.253
83.084
95.904
119.557
109.991
118.251
101.969
189.290
113.859
76.676
45.623
50.593
133.368
296.986
108.188
381.653
214.682
377.059
286.562
110.325
101.951
51.937
127.927
106.075
117.493

1.929.551

1.852.671

3.782.222

(5)

(6)

Pertumbuhan Distribusi
Penduduk
(%)
(7)

(8)

104
107
110
104
105
107
107
109
105
106
107
101
103
103
102
106
98
104
103
104
105
105
107
106
107
105

2,56
1,69
1,42
2,10
1,18
1,68
1,25
1,32
2,25
2,53
0,74
0,24
0,34
2,12
4,74
3,29
5,29
2,01
3,65
4,88
3,20
2,50
0,97
3,25
1,96
3,34

4,36
2,60
2,20
2,54
3,16
2,91
3,13
2,70
5,00
3,01
2,03
1,21
1,34
3,53
7,85
2,86
10,09
5,68
9,97
7,58
2,92
2,70
1,37
3,38
2,80
3,11

104

2,95

100,00

Penyumbang penduduk terbesar di Kabupaten Bogor tanpa Bogor Barat


tahun 2014 adalah Kecamatan Gunung Putri dengan jumlah penduduk sebanyak
381.653

jiwa atau sebesar 10,09 persen dari total penduduk Kabupaten Bogor

tanpa Bogor Barat dan terendah terdapat di Kecamatan Cariu dengan penduduk
sebanyak 45.623jiwa atau -0,24 persen dari

penduduk Kabupaten Bogor tanpa

Bogor Barat.

Penyusunan Perencanaan Target Indikator Ekonomi Kabupaten Bogor Tahun 2014-2018

63

Hasil dan Pembahasan

3.2.3. Kepadatan Penduduk


Kepadatan penduduk mencerminkan banyaknya penduduk tiap satuan luas
wilayah dalam km2. Luas wilayah yang digunakan dalam menghitung kepadatan
penduduk adalah luas daratan wilayah Kabupaten Bogor artinya tidak termasuk
luas perairan seperti waduk, danau atau setu.
Kepadatan penduduk di Kabupaten Bogor pada tahun 2018 diperkirakan
mencapai 2.145 jiwa/km2, di Kabupaten Bogor Barat sebesar 1.329 km2 dan Bogor
tanpa Bogor Barat akan mencapai 2.740 jiwa/km2 (Tabel 4.8).
Tabel 3.2.6. Kepadatan penduduk di Kabupaten Bogor, Bogor Barat dan Bogor
tanpa Bogor Barat, Tahun 2014-2018
JumlahPenduduk
Tahun
Bogor

BogorBarat

Bogor
Tanpa
BogorBarat

(1)
(2)
(3)
(4)
5.233.589
1.451.367
3.782.222
2014
5.354.659
1.463.566
3.891.093
2015
5.474.545
1.474.492
4.000.053
2016
5.593.918
1.484.341
4.109.577
2017
5.712.845
1.493.152
4.219.693
2018
Keterangan: Luas wilayah Kab Bogor = 2.663,82 km2; Bogor
dan Bogor tanpa Bogor Barat = 1.540,01 km2

Kepadatan(jiwa/km2)

Bogor

Bogor
Barat

(5)
(6)
1.965
1.291
2.010
1.302
2.055
1.312
2.100
1.321
2.145
1.329
Barat= 1.123,82 km2

Bogor
Tanpa
Bogor
Barat
(7)
2.456
2.527
2.597
2.669
2.740

Dilihat antar Kecamatan pada tahun 2014, kecamatan dengan penduduk


terpadat adalah Kecamatan Ciomas mencapai 10.117 jiwa/km2, sedangkan
kepadatan terendah terdapat di Kecamatan Tanjungsari sebesar 389 jiwa/km2.

Penyusunan Perencanaan Target Indikator Ekonomi Kabupaten Bogor Tahun 2014-2018

64

Hasil dan Pembahasan

Tabel 3.2.7. Kepadatan Penduduk menurut Kecamatan


Di Kabupaten Bogor, Tahun 2014
Kode

Kecamatan

(1)
010
020
021
030
040
050
051
060
070
071
080
081
090
100
110
120
130
140
150
160
161
170
180
181
190
200
210
220
221
230
231
240
241
250
260
270
271
280
290

(2)
NANGGUNG
LEUWILIANG
LEUWISADENG
PAMIJAHAN
CIBUNGBULANG
CIAMPEA
TENJOLAYA
DRAMAGA
CIOMAS
TAMANSARI
CIJERUK
CIGOMBONG
CARINGIN
CIAWI
CISARUA
MEGAMENDUNG
SUKARAJA
BABAKANMADANG
SUKAMAKMUR
CARIU
TANJUNGSARI
JONGGOL
CILEUNGSI
KLAPANUNGGAL
GUNUNGPUTRI
CITEUREUP
CIBINONG
BOJONGGEDE
TAJURHALANG
KEMANG
RANCABUNGUR
PARUNG
CISEENG
GUNUNGSINDUR
RUMPIN
CIGUDEG
SUKAJAYA
JASINGA
TENJO

300

PARUNGPANJANG
KABUPATENBOGOR

Jumlah
Penduduk
(3)
85.058
117.305
72.356
137.164
128.883
153.215
56.718
105.549
164.966
98.253
83.084
95.904
119.557
109.991
118.251
101.969
189.290
113.859
76.676
45.623
50.593
133.368
296.986
108.188
381.653
214.682
377.059
286.562
110.325
101.951
51.937
127.927
106.075
117.493
134.267
121.063
56.377
94.224
68.604
120.584
5.233.589

Luas
Km2
(4)
135,25
61,77
32,83
80,88
32,66
51,06
23,68
24,38
16,31
21,61
31,66
40,43
57,30
25,81
63,74
39,87
42,97
98,71
126,78
73,66
129,99
126,86
73,79
97,64
56,29
67,19
43,37
29,55
29,28
63,70
21,69
73,77
36,79
51,26
111,01
158,90
76,28
208,07
64,45
62,59
2.663,82

%
(5)
5,08
2,32
1,23
3,04
1,23
1,92
0,89
0,92
0,61
0,81
1,19
1,52
2,15
0,97
2,39
1,50
1,61
3,71
4,76
2,77
4,88
4,76
2,77
3,67
2,11
2,52
1,63
1,11
1,10
2,39
0,81
2,77
1,38
1,92
4,17
5,97
2,86
7,81
2,42
2,35
100,00

Kepadatan
Penduduk
(6)
629
1.899
2.204
1.696
3.946
3.000
2.395
4.330
10.117
4.546
2.624
2.372
2.087
4.262
1.855
2.557
4.405
1.153
605
619
389
1.051
4.025
1.108
6.781
3.195
8.694
9.696
3.768
1.600
2.395
1.734
2.883
2.292
1.210
762
739
453
1.064
1.926
1.965

Penyusunan Perencanaan Target Indikator Ekonomi Kabupaten Bogor Tahun 2014-2018

65

H
Hasil dan Pe
embahasan

3.2..4. Piramid
da Pendud
duk
Kompossisi pendud
duk berdaasarkan jen
nis kelamiin dan kellompok um
mur dapat
disajikan dala
am bentuk
k piramidaa penduduk seperti terlihat ppada Gamb
bar 3.2.1.
Piramida Pend
duduk Kab
bupaten Bo
ogor tergolong penduduk mudaa menuju "transisi".
eh panjangg batang piramida
p
untuk
u
kelo mpok umu
ur 5-9 dan
Hal ini diperlihatkan ole
14 tahun yang
y
sedik
kit lebih p
panjang da
ari kelomp
pok umur lainnya da
an batang
10-1
uk kelompo
ok umur 600 tahun ke
e atas yang cukup peendek. Arttinya, ada
piramida untu
enderungan komposiisi pendud uk Kabupa
aten Bogorr di masa ddepan akan semakin
kece
dido
ominasi ole
eh penduduk usia pro
oduktif. Hal ini menggambarkaan bahwa penduduk
Kabu
upaten Bo
ogor sedang mengaalami pertumbuhan, dimana tingkat kelahiran,
tingkat kematian dan tingkat p
pertumbuhan penduduk masihh tinggi. Tingginya
tingkat kelahiran diperliihatkan ole
eh panjang
gnya kelom
mpok umurr 0-4 dan 5-9
5 tahun,
seda
angkan tin
ngginya tiingkat ke matian diiperlihatka
an oleh ssemakin pendeknya
p
kelo
ompok umu
ur 60 ke attas.

75th+

22.15
51

27.084

7074th

21.68
82

24.798

6569th

2
32.432

6064th

45.345
4

46.030

5559th

73.482

5054th

59.897

1055.946

4549th

92.126

139.9088

4044th

122.9933
1163.069

181.419

3539th

219
9.225

3034th

205.155

232.2
270

2529th

232.0
087

252.019
9

2024th

250
0.507

242.05
50

1519th

243..070

9
257.739

1014th
59th

32.660

7.795
247
266.969

281.907

275.060
2

289.869

04th
400.00
00

280.032
300.000
0

266.873
200.000

100.000

Laakilaki

100.000

2000.000

300
0.000

400.000

Perempuan
P
n

Ga
ambar 3.2.1. Piramida Pendud
duk Kabupa
aten Bogorr Berdasarkkan Jenis Kelamin
K
da
an Kelomp
pok Umur, Tahun 201
14 (Juni)

Penyusunan Perencanaa
an Target Ind
dikator Ekonomi Kabupatten Bogor Taahun 2014-20
018

66

H
Hasil dan Pe
embahasan

Jika dip
perhatikan
n, piramid
da pendud
duk Kabupaten Bogoor bentuk grafiknya
cend
derung mengerucut
m
t di baggian atas.. Model piramida

Kabupate
en Bogor

merrupakan pe
erpaduan dua
d modell piramida
a, yaitu mo
odel 3 dann 5. Model 3, untuk
kelo
ompok umu
ur 60 ke ba
awah, sedaangkan mo
odel 5 untu
uk kelomp ok umur 60
6 ke atas.
Perp
paduan mo
odel ini dapat dijelasskan bahw
wa tingkat kelahiran di Kabupa
aten Bogor
masih relatif tinggi, angka
a
beb
ban tanggungan terrgolong reendah, da
an tingkat
golong tingggi.
perttumbuhan masih terg

75
5th+

7.386

8.752

707
74th

7.226

8.352

656
69th

144.348

555
59th

16.7
763
26.302

30.065

454
49th

33.332

37.331

404
44th

44.658

353
39th

41.6448

3
53.083

303
34th

499.040
53.475

56.027

252
29th
151
19th

13.99
98

20.5992

505
54th

202
24th

9.876

9.885

606
64th

61.742

66.773
70.065

67.493
3

3
79.733

74..749

14th
101
88.459
59th 84.194
04th

82.539
80.094
8

78.78
85

100.000 8
80.000

74..602
60.00
00

40.000

20.000

Lakilaaki

20.000 40.000

600.000

80.00
00 100.000

Peremp
puan

G
Gambar 3.2.2. Piram
mida Pendu
uduk Kabup
paten Bogo
or Barat Beerdasarkan
n Jenis
Kelamin dan Kellompok Um
mur, Tahun
n 2014 (Junni)
Gambarr 3.2.2. Piramida Penduduk
k Kabupatten Bogorr Barat

tergolong

pend
duduk mu
uda menujju "transissi". Hal in
ni diperlih
hatkan oleeh panjan
ng batang
piramida untu
uk kelompo
ok umur 0--4, 5-9 dan
n 10-14 tah
hun yang seedikit lebih panjang
k umur lainnya dan batang piramida untuk kelom
mpok umurr 60 tahun
dari kelompok
ke a
atas yang cukup pendek. Arrtinya, ada kecende
erungan kkomposisi penduduk
Kabu
upaten Bo
ogor di masa depan
n akan se
emakin did
dominasi ooleh penduduk usia
prod
duktif. Hall ini mengg
gambarkan
n bahwa pe
enduduk Kabupaten
K
Bogor Barrat sedang
men
ngalami pe
ertumbuhan, dimanaa tingkat kelahiran,
k
tingkat keematian da
an tingkat
Penyusunan Perencanaa
an Target Ind
dikator Ekonomi Kabupatten Bogor Taahun 2014-20
018

67

H
Hasil dan Pe
embahasan

perttumbuhan penduduk
k masih tiinggi. Tingginya tin
ngkat kelaahiran dipe
erlihatkan
oleh
h panjangn
nya kelompok umur 0-4 dan 5-9
5 tahun, sedangkaan tingginy
ya tingkat
kem
matian dipe
erlihatkan oleh semaakin pendeknya kelom
mpok umurr 60 ke ata
as.
Dalam kurun wak
ktu 10 tah
hun, kabup
paten bog
gor barat ssudah men
nunjukkan
unan angka kelahira n, hal ini terlihat pa
ada panjanng batang kelompok
tingkat penuru
ur 0-4 th le
ebih pendek diband ingkan 5-9
9 tahun da
an lebih peendek diba
andingkan
umu
10-1
14 tahun. Hal
H ini juga
a ditunjukkkan oleh LPP
L 2000-2010 yang hhanya 1,85
5 persen.
755th+

14.765

18.332

707
74th

14.456

16.446

656
69th
606
64th

331.682

555
59th

202
24th
151
19th
14th
101

65.824

02.577
10

404
44th

252
29th

43.134

75.881

454
49th

303
34th

31.347

52.8990

505
54th

353
39th

22.784

22.547

89.601
1221.421

136.761
1
166.142

156.115

6.243
176

178.612

185.246

188.765

17
71.985

175.5
577

178
8.006

173.0
046

48
193.44

4.430
184

59th 205.675

194.966

04th 201.247
7

19
92.271

250.000 20
00.000 150.0
000 100.000 50.000

La kilaki

50.000 100.000 1550.000 200.00


00 250.000

Perempuan
P

mbar 3.2.3. Piramida


a Pendudukk Kabupate
en Bogor ta
anpa Bogoor Barat Be
erdasarkan
Gam
Jenis Kela
amin dan Kelompok Umur, Tahun 2014 ((Juni)
Gambarr 3.2.3. Piramida
P
P
Penduduk Kabupate
en Bogor tanpa Bogor Barat
terggolong pen
nduduk mu
uda menujju "transissi". Hal ini diperlihaatkan oleh
h panjang
bata
ang piramida untuk kelompok
k
umur 0-4, 5-9 dan 10-14
1
tahuun yang sed
dikit lebih
panjjang dari kelompok
k
umur
u
lainn
nya dan ba
atang piram
mida untukk kelompok umur 60
tahu
un ke atas yang cuku
up pendek.. Artinya, ada
a kecend
derungan kkomposisi penduduk
Kabu
upaten Bo
ogor di masa depan
n akan se
emakin did
dominasi ooleh penduduk usia
prod
duktif. Hall ini menggambarkan
n bahwa penduduk
p
Kabupaten
K
n Bogor tanpa Bogor
Bara
at sedang mengalam
m
i pertumb uhan, dimana tingka
at kelahiraan, tingkat kematian
Penyusunan Perencanaa
an Target Ind
dikator Ekonomi Kabupatten Bogor Taahun 2014-20
018

68

Hasil dan Pembahasan

dan tingkat pertumbuhan penduduk masih tinggi. Tingginya tingkat kelahiran


diperlihatkan oleh panjangnya kelompok umur 0-4 dan 5-9 tahun, sedangkan
tingginya tingkat kematian diperlihatkan oleh semakin pendeknya kelompok umur
60 ke atas.
Kabupaten Bogor tanpa Bogor Barat memiliki penduduk usia produktif yang
tinggi, hal ini terlihat dari batang piramida kelompok umur 25-29, 30-34 dan 35-39
tahun yang sedikit lebih panjang. Struktur seperti ini biasanya ditemukan
diwilayah-wilayah

yang

memiliki

potensi

ekonomi/industri

sebagai

mata

pencaharian.

3.2.5 Dependency Ratio


Penyajian data penduduk menurut kelompok umur seringkali disederhanakan
menjadi tiga kelompok, yaitu kurang dari 15 tahun, 15-64 tahun dan 65 tahun atau
lebih. Penduduk dapat digolongkan atas usia produktif dan tidak produktif. Jika
persentase penduduk (0-14) tahun minimal 40% dan penduduk 65 tahun keatas
tidak melebihi 5% dari total penduduk maka digolongkan penduduk usia tidak
produktif. Sebaliknya penduduk usia produktif, apabila persentase mereka yang
berusia (0-14) tahun maksimal 30% dan mereka yang berusia (15-64) tahun
persentasenya lebih dari 60%.

Penyusunan Perencanaan Target Indikator Ekonomi Kabupaten Bogor Tahun 2014-2018

69

Hasil dan Pembahasan

Tabel 3.2.8. Jumlah Penduduk Per Kelompok Umur Menurut Jenis Kelamin
Di Kabupaten Bogor, Tahun 2014 (Juni)
Kelompok Umur

Laki-laki

Perempuan

Jumlah L+P

(1)

(2)

(3)

(4)

0-4
5-9
10-14
15-19
20-24
25-29
30-34
35-39
40-44
45-49
50-54
55-59
60-64
65-69
70-74
75+

280.032
289.869
281.907
257.739
242.050
252.019
232.270
219.225
181.419
139.908
105.946
73.482
46.030
32.432
21.682
22.151
Jumlah
2.678.161
Sumber : BPS, Proyeksi Hasil SP 2010

266.873
275.060
266.969
247.795
243.070
250.507
232.087
205.155
163.069
122.933
92.126
59.897
45.345
32.660
24.798
27.084
2.555.428

546.905
564.929
548.876
505.534
485.120
502.526
464.357
424.380
344.488
262.841
198.072
133.379
91.375
65.092
46.480
49.235
5.233.589

Dari gambaran diatas dapat kita lihat bahwa komposisi penduduk Kabupaten
Bogor merupakan penduduk usia produktif dimana penduduk usia (15-64) tahun
sebanyak 65,20 persen, sedangkan penduduk usia non produktif (0-14) tahun
sebanyak 31,73 persen, dan usia 65 tahun keatas sebanyak 3,07 persen. Hal ini
memberikan indikasi bahwa permasalahan ketenagakerjaan di Kabupaten Bogor
merupakan pekerjaan rumah yang harus mendapat perhatian serius.
Penduduk usia produktif dan tidak produktif erat kaitannya dengan rasio
beban ketergantungan (Burden of Dependency Ratio). Rasio beban ketergantungan
merupakan perbandingan antara penduduk tidak produktif (0-14 tahun dan 65
tahun keatas) dengan penduduk produktif (berusia 15-64 tahun).
Hasil proyeksi menunjukan bahwa rasio ketergantungan anak di Kabupaten
Bogor tahun 2014 sebesar 48,67 persen, dan rasio ketergantungan lanjut sebesar
4,71 persen atau secara keseluruhan angka beban ketergantungan Kabupaten Bogor
sebesar 53,38 persen. Hal ini dapat diartikan bahwa untuk setiap 100 penduduk
usia produktif harus menanggung sebanyak 53-54 penduduk yang tidak produktif.
Penyusunan Perencanaan Target Indikator Ekonomi Kabupaten Bogor Tahun 2014-2018

70

Hasil dan Pembahasan

Tabel 3.2.9. Jumlah Penduduk Per Kelompok Umur Menurut Jenis Kelamin
Di Kabupaten Bogor Barat, Tahun 2014 (Juni)
Kelompok Umur

Laki-laki

Perempuan

Jumlah L+P

(1)

(2)

(3)

(4)

0-4
5-9
10-14
15-19
20-24
25-29
30-34
35-39
40-44
45-49
50-54
55-59
60-64
65-69
70-74
75+

78.785
84.194
88.459
79.733
70.065
66.773
56.027
53.083
44.658
37.331
30.065
20.592
14.348
9.885
7.226
7.386
Jumlah
748.610
Sumber : BPS, Proyeksi Hasil SP 2010

74.602
80.094
82.539
74.749
67.493
61.742
53.475
49.040
41.648
33.332
26.302
16.763
13.998
9.876
8.352
8.752
702.757

153.387
164.288
170.998
154.482
137.558
128.515
109.502
102.123
86.306
70.663
56.367
37.355
28.346
19.761
15.578
16.138
1.451.367

Komposisi penduduk dilihat menurut kelompok umur pada tahun 2014 di


Kabupaten Bogor Barat merupakan penduduk usia produktif, dimana penduduk usia
(15-64) tahun sebanyak 62,78 persen, sedangkan penduduk usia non produktif
(0-14) tahun sebanyak 33,67 persen, dan usia 65 tahun ke atas sebanyak 3,55
persen. Hal ini memberikan indikasi bahwa permasalahan ketenagakerjaan di
Kabupaten Bogor Barat merupakan pekerjaan rumah yang harus mendapat
perhatian serius.
Rasio ketergantungan anak di Kabupaten Bogor Barat tahun 2014 sebesar
53,63 persen, dan rasio ketergantungan lanjut sebesar 5,65 persen atau secara
keseluruhan angka beban ketergantungan Kabupaten Bogor Barat sebesar 59,28
persen. Hal ini dapat diartikan bahwa untuk setiap 100 penduduk usia produktif
harus menanggung sebanyak 59 penduduk yang tidak produktif.

Penyusunan Perencanaan Target Indikator Ekonomi Kabupaten Bogor Tahun 2014-2018

71

Hasil dan Pembahasan

Tabel 3.2.10. Jumlah Penduduk Per Kelompok Umur Menurut Jenis Kelamin
Di Kabupaten Bogor tanpa Bogor Barat, Tahun 2014(Juni)
Kelompok Umur

Laki-laki

Perempuan

Jumlah L+P

(1)

(2)

(3)

(4)

0-4
5-9
10-14
15-19
20-24
25-29
30-34
35-39
40-44
45-49
50-54
55-59
60-64
65-69
70-74
75+

201.247
205.675
193.448
178.006
171.985
185.246
176.243
166.142
136.761
102.577
75.881
52.890
31.682
22.547
14.456
14.765
Jumlah
1.929.551
Sumber : BPS, Proyeksi Hasil SP 2010

192.271
194.966
184.430
173.046
175.577
188.765
178.612
156.115
121.421
89.601
65.824
43.134
31.347
22.784
16.446
18.332
1.852.671

393.518
400.641
377.878
351.052
347.562
374.011
354.855
322.257
258.182
192.178
141.705
96.024
63.029
45.331
30.902
33.097
3.782.222

Dilihat dari komposisi penduduk menurut kelompok umur, Kabupaten Bogor


tanpa Bogor Barat merupakan penduduk usia produktif dimana penduduk usia
(15-64) tahun sebanyak 66,12 persen, sedangkan penduduk usia non produktif
(0-14) tahun sebanyak 30,99 persen, dan usia 65 tahun keatas sebanyak 2,89
persen. Tingginya penduduk usia produktif merupakan potensi besar suatu wilayah
untuk berkembang lebih baik dengan mengurangi tingkat pengangguran.
Rasio ketergantungan anak di Kabupaten Bogor tanpa Bogor Barat tahun
2014 sebesar 46,86 persen, dan rasio ketergantungan lanjut sebesar 4,37 persen
atau secara keseluruhan angka beban ketergantungan Kabupaten Bogor tanpa
Bogor Barat sebesar 51,24 persen. Hal ini dapat diartikan bahwa untuk setiap 100
penduduk usia produktif harus menanggung sebanyak 51 penduduk yang tidak
produktif.

Penyusunan Perencanaan Target Indikator Ekonomi Kabupaten Bogor Tahun 2014-2018

72

Hasil dan Pembahasan

Jika dibandingkan antara Kabupaten Bogor Barat dengan Kabupaten Bogor


tanpa Bogor Barat, beban ketergantungan Bogor Barat (59,28%) lebih tinggi
dibandingkan Bogor tanpa Bogor Barat (51,24%).
Mengingat keterbatasan data, dalam melakukan estimasi penduduk menurut
kelompok umur tidak menggunakan metode komponen yang memperhatikan
migrasi maupun angka kematian menurut kelompok umur. Hal ini berdampak pada
angka dependecy ratio yang relatif sama.
Tabel 3.2.11. Prediksi Jumlah Penduduk (Juni) menurut Kelompok Umur
dan Dependecy ratio di Kabupaten Bogor, Tahun 2014-2018
Penduduk
Total

Dependency
Ratio

(5)

(6)

5.233.589
5.354.659
5.474.545
5.593.918
5.712.845

53,38
53,32
53,25
53,18
53,11

1.451.367
1.463.566
1.474.492
1.484.341
1.493.152

59,28
59,27
59,26
59,25
59,25

3.782.222
3.891.093
4.000.053
4.109.577
4.219.693

51,24
51,19
51,14
51,10
51,05

Tahun
014th
(1)

(2)

1564th

65th+

(3)
(4)
KabupatenBogor
1.660.710
3.412.072
160.807
2014
1.698.032
3.492.574
164.053
2015
1.734.933
3.572.367
167.245
2016
1.771.620
3.651.903
170.395
2017
1.808.114
3.731.221
173.510
2018
BogorBarat
488.673
911.217
51.477
2014
492.737
918.927
51.902
2015
496.387
925.832
52.273
2016
499.668
932.063
52.610
2017
502.600
937.642
52.910
2018
BogortanpaBogorBarat
1.172.037
2.500.855
109.330
2014
1.205.295
2.573.647
112.151
2015
1.238.546
2.646.535
114.972
2016
1.271.952
2.719.840
117.785
2017
1.305.514
2.793.579
120.600
2018
Sumber: BPS, Proyeksi Hasil SP2010

Penyusunan Perencanaan Target Indikator Ekonomi Kabupaten Bogor Tahun 2014-2018

73

3.3. ESTIMASI KETENAGAKERJAAN


Indikator terukur yang dirancang dalam RPJMD Provinsi Jawa Barat tahun
2013-2018 yang berhubungan dengan sasaran pembangunan kesejahteraan rakyat
di bidang ekonomi antara lain pertumbuhan ekonomi yang meningkat rata-rata
6,0 6,5 persen pertahun pada periode 2013-2018, inflasi terkendali pada angka
sekitar 0,30 0,35 persen per tahun, menurunkan tingkat pengangguran menjadi
7 8 persen pada akhir tahun 2018, dan menurunnya penduduk miskin menjadi
sekitar 5,00 4,10 persen pada akhir tahun 2018.
Masalah ketenagakerjaan di Indonesia dan Kabupaten Bogor khususnya
merupakan masalah yang besar dan kompleks. Besar karena menyangkut jutaan
jiwa, dan kompleks karena mempengaruhi sekaligus dipengaruhi oleh banyak faktor
yang saling berinteraksi mengikuti pola yang tidak selalu mudah untuk dipahami.
Banyaknya faktor yang mempengaruhi kondisi ketenagakerjaan tersebut, juga tidak
selalu mudah untuk diprediksi. Akibatnya, prediksi situasi ketenagakerjaan di suatu
wilayah, menjadi relatif sulit, kecuali disertai asumsi-asumsi tertentu.
3.3.1. Penduduk Usia Kerja
Penduduk usia kerja adalah mereka yang berusia 15 tahun ke atas. Tabel
3.3.1 memperlihat jumlah dan persentase penduduk Usia kerja yang ada di
Kabupaten Bogor, Bogor Barat dan Bogor tanpa Bogor Barat.
Jumlah penduduk usia kerja tahun 2018 di Kabupaten Bogor diprediksi
sebanyak 3.901.496 jiwa atau 68,27 persen dari total penduduk Kabupaten Bogor.
Sebanyak 75 persen dari jumlah penduduk usia kerja bertempat tinggal pada
Kabupaten Bogor tanpa Bogor Barat. Jumlah penduduk usia kerja di Kabupaten
Bogor tanpa Bogor Barat tahun 2018 diprediksi sebanyak 2.913.453 jiwa atau 68,96
persen dari total penduduk Kabupaten Bogor minus Bogor Barat.
Jumlah penduduk usia kerja di Kabupaten Bogor tahun 2018 diprediksi
sebanyak 988.043 jiwa atau sekitar 66,32 persen dari total penduduk di Kabupaten
Bogor Barat.

Penyusunan Perencanaan Target Indikator Ekonomi Kabupaten Bogor Tahun 2014-2018

74

Hasil dan Pembahasan

Tabel 3.3.1. Prediksi Jumlah Penduduk Usia Kerja, tahun 2013-2018

Tahun
(1)

Bogor

Bogor Barat

Bogor tanpa Bogor


Barat

Jumlah

Jumlah

Jumlah

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

(7)

2014

3.572.103 68,23

960.559 66,32 2.611.544

68,96

2015

3.655.265 68,24

968.587 66,32 2.686.678

68,96

2016

3.737.653 68,25 975.778 66,32 2.761.875

68,96

2017

3.819.703 68,26 982.246 66,32 2.837.457

68,96

2018

3.901.496 68,27 988.043 66,32 2.913.453

68,96

3.3.2. Angkatan Kerja dan Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK)


Penduduk usia kerja dikelompokkan menjadi dua yaitu angkatan kerja dan
bukan angkatan kerja. Angkatan kerja (AK) adalah penduduk usia kerja yang
bekerja ditambah penduduk yang menganggur. Bukan angkatan kerja (BAK) adalah
mereka yang bersekolah, mengurus rumah tangga, dan lainnya.

Indikator Ekonomi Daerah Kabupaten Bogor Tahun 2013

75

Tabel 3.3.2. Jumlah Penduduk Berumur 15 Tahun Ke Atas Menurut Kegiatan


Selama Seminggu yang Lalu di Kabupaten Bogor Tahun 2014-2018
Keterangan

2014

2015

2016

2017

2018

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

Angkatan Kerja
- Bekerja
- Menganggur
Bukan Angkatan Kerja
- Sekolah
- Mengurus Rumah Tangga
- Lainnya
Penduduk Usia Kerja
Angkatan Kerja
- Bekerja
- Menganggur
Bukan Angkatan Kerja
- Sekolah
- Mengurus Rumah Tangga
- Lainnya
Penduduk Usia Kerja
Angkatan Kerja
- Bekerja
- Menganggur
Bukan Angkatan Kerja
- Sekolah
- Mengurus Rumah Tangga
- Lainnya
Penduduk Usia Kerja

KabupatenBogor
2.341.933 2.390.804
2.435.382
2.148.503 2.197.637
2.245.338
193.430 193.167 190.044
1.230.170 1.264.463
1.302.272
279.367 289.222 322.313
745.004 760.671 760.885
205.799 214.570 219.073
3.572.103 3.655.267 3.737.654
KabupatenBogorBarat
640.911 653.668 664.890
562.496 575.360 587.848
78.415 78.308
77.042
319.648 314.920 310.889
54.499 53.879
57.707
203.176 198.968 191.971
61.973 62.073
61.211
960.559 968.588 975.779
KabupatenBogortanpaBogorBarat
1.701.022 1.737.136
1.770.492
1.586.007 1.622.277
1.657.490
115.015 114.859 113.002
910.522 949.543 991.383
224.868 235.343 264.606
541.828 561.703 568.914
143.826 152.497 157.863
2.611.544 2.686.679
2.761.875

2.485.185
2.296.838
188.347
1.334.517
339.924
768.820
225.773
3.819.702

2.537.583
2.349.422
188.161
1.363.913
349.772
780.509
233.632
3.901.496

677.686
601.332
76.354
304.560
58.095
185.912
60.553
982.246

691.378
615.099
76.279
296.665
56.774
180.027
59.864
988.043

1.807.499
1.695.506
111.993
1.029.957
281.829
582.908
165.220
2.837.456

1.846.205
1.734.323
111.882
1.067.248
292.999
600.482
173.768
2.913.453

TPAK merupakan penduduk usia kerja yang termasuk dalam angkatan kerja
(AK) yaitu mereka yang bekerja dan pengangguran. TPAK Kabupaten Bogor
diprediksi berkisar antara 65 hingga 66 persen selama kurun waktu 2014-2018.
Penduduk usia kerja yang bekerja cenderung bertambah dan pengganggur
cenderung mengalami penurunan.

Penyusunan Perencanaan Target Indikator Ekonomi Kabupaten Bogor Tahun 2014-2018

76

Hasil dan Pembahasan

Penduduk usia kerja yang termasuk dalam bukan angkatan kerja (BAK)
adalah mereka yang sekolah, mengurus rumah tangga dan lainnya. BAK Kabupaten
Bogor diprediksi berkisar 34 hingga 35 persen selama kurun waktu 2014-2018.
Tabel 3.3.3. Persentase Penduduk Berumur 15 Tahun Ke Atas Menurut
Kegiatan Selama Seminggu yang Lalu di Kabupaten Bogor, Bogor Barat dan Bogor
tanpa Bogor Barat Tahun 2014-2018
Keterangan

2014

2015

2016

2017

2018

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

Angkatan Kerja
- Bekerja
- Menganggur
Bukan Angkatan Kerja
- Sekolah
- Mengurus Rumah Tangga
- Lainnya
Penduduk Usia Kerja
Angkatan Kerja
- Bekerja
- Menganggur
Bukan Angkatan Kerja
- Sekolah
- Mengurus Rumah Tangga
- Lainnya
Penduduk Usia Kerja
Angkatan Kerja
- Bekerja
- Menganggur
Bukan Angkatan Kerja
- Sekolah
- Mengurus Rumah Tangga
- Lainnya
Penduduk Usia Kerja

KabupatenBogor
65,56 65,41
60,15 60,12
5,42 5,28
34,44 34,59
7,82 7,91
20,86 20,81
5,76 5,87
100,00
100,00

65,16
60,07
5,08
34,84
8,62
20,36
5,86
100,00

KabupatenBogorBarat
66,72 67,49 68,14
58,56 59,40 60,24
8,16 8,08 7,90
33,28 32,51 31,86
5,67 5,56 5,91
21,15 20,54 19,67
6,45 6,41 6,27
100,00 100,00 100,00
KabupatenBogortanpaBogorBarat
65,13 64,66 64,10
60,73 60,38 60,01
4,40 4,28 4,09
34,87 35,34 35,90
8,61 8,76 9,58
20,75 20,91 20,60
5,51 5,68 5,72
100,00 100,00 100,00

65,06
60,13
4,93
34,94
8,90
20,13
5,91
100,00

65,04
60,22
4,82
34,96
8,97
20,01
5,99
100,00

68,99
61,22
7,77
31,01
5,91
18,93
6,16
100,00

69,97
62,25
7,72
30,03
5,75
18,22
6,06
100,00

63,70
59,75
3,95
36,30
9,93
20,54
5,82
100,00

63,37
59,53
3,84
36,63
10,06
20,61
5,96
100,00

Berdasarkan hasil Sakernas tahun 2012, tingkat Partisipasi Angkatan Kerja


(TPAK) total Kabupaten Bogor tahun 2012 sebesar 65,11 persen artinya 65,11
persen dari penduduk usia kerja di Kabupaten Bogor terlibat dan berusaha terlibat
dalam kegiatan produktif menghasilkan barang dan jasa. TPAK tahun 2012 (65,11%)
Indikator Ekonomi Daerah Kabupaten Bogor Tahun 2013

77

mengalami peningkatan jika dibandingkan TPAK tahun 2011 (62,54%). TPAK


Kabupaten Bogor tahun 2012 sebesar 65,11 persen atau

berada di atas TPAK

Provinsi Jawa Barat (63,78%), namun masih dibawah dari TPAK Nasional (67,88%).
3.3.3. Penduduk Bekerja dan Pengangguran
Angkatan kerja terdiri atas mereka yang bekerja dan menganggur. Indikator
yang dapat diperoleh terkait dengan komponen angkatan kerja adalah tingkat
kesempatan kerja (TKK) dan tingkat pengangguran terbuka (TPT).
TKK merupakan komplemen dari TPT. Tingkat kesempatan kerja (TKK)
adalah perbandingan penduduk usia kerja yang bekerja terhadap total angkatan
kerja. TKK Kabupaten Bogor tahun 2014 2018 diperdiksi sebesar 91 hingga 93
persen.
Pengangguran merupakan bagian dari angkatan kerja. Mereka yang
tergolong usia kerja yang mencari kerja digolongkan sebagai pengangguran.
Tabel 3.3.4. Prediksi Angkatan Kerja Menurut Kegiatan Selama Seminggu yang Lalu
di Kabupaten Bogor, Bogor Barat dan Bogor tanpa Bogor Barat Tahun 2014-2018
Keterangan

2014

2015

2016

2017

2018

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

Angkatan Kerja
- Bekerja
- Menganggur

KabupatenBogor
2.341.933 2.390.804 2.435.382 2.485.185 2.537.583
2.148.503 2.197.637 2.245.338 2.296.838 2.349.422
193.430 193.167 190.044 188.347 188.161

Indikator

91,74
91,92
8,26
8,08
- Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT)
KabupatenBogorBarat
640.911 653.668
Angkatan Kerja
562.496 575.360
- Bekerja
78.415 78.308
- Menganggur
- Tingkat Kesempatan Kerja (TKK)

Indikator
- Tingkat Kesempatan Kerja (TKK)
- Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT)

87,77
12,23

88,02
11,98

92,20
7,80

92,42
7,58

92,59
7,41

664.890 677.686 691.378


587.848 601.332 615.099
77.042 76.354 76.279

88,41
11,59

88,73
11,27

Penyusunan Perencanaan Target Indikator Ekonomi Kabupaten Bogor Tahun 2014-2018

88,97
11,03

78

Hasil dan Pembahasan

KabupatenBogortanpaBogorBarat
1.701.022 1.737.136 1.770.492 1.807.499 1.846.205
1.586.007 1.622.277 1.657.490 1.695.506 1.734.323
115.015 114.859
113.002 111.993
111.882

Angkatan Kerja
- Bekerja
- Menganggur
Indikator

- Tingkat Kesempatan Kerja (TKK)


- Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT)

93,24
6,76

93,39
6,61

93,62
6,38

93,80
6,20

93,94
6,06

Tingkat pengangguran terbuka (TPT) merupakan perbandingan antara


penduduk usia kerja yang menganggur terhadap angkatan kerja. TPT Kabupaten
Bogor tahun 2013-2018 diprediksi mengalami penurunan hingga 7,41 persen di
tahun 2018.
3.3.4. Penduduk Bekerja dan Lapangan Usaha
Jumlah dan proporsi penduduk yang bekerja menurut lapangan usaha
merupakan

salah

satu

indikator

yang

digunakan

melihat

potensi

sektor

perekonomian dalam menyerap tenaga kerja. Indikator tersebut juga digunakan


sebagai salah satu ukuran untuk menunjukkan struktur perekonomian suatu
wilayah.
Diperkirakan empat sektor lapangan usaha masih mendominasi penyerapan
tenaga kerja di Kabupaten Bogor untuk periode 2014 hingga 2018 yaitu industri;
perdagangan, hotel, restoran; Jasa-jasa dan sektor pertanian.
Di Kabupaten Bogor Barat pekerja lebih banyak diserap di sektor
perdagangan, industri pengolahan, pertanian dan sector jasa. Pola yang berbeda
dengan Kabupaten Bogor tanpa Bogor Barat, di Kabupaten Bogor tanpa Bogor
Barat pekerja lebih banyak diserap disektor industri pengolahan, perdagangan,
jasa dan sektor pertanian.
Proporsi Pekerja di sektor pertanian di Kabupaten Bogor Barat lebih tinggi
dibandingkan Kabupaten Bogor tanpa Bogor Barat. Sebaliknya sector industry dan
jasa proporsinya lebih tinggi di Kabupatenn Bogor tanpa Bogor Barat dibandingkan
Kabupaten Bogor.

Indikator Ekonomi Daerah Kabupaten Bogor Tahun 2013

79

Tabel 3.3.5. Prediksi Penduduk Usia 15 tahun ke atas yang Bekerja Menurut
Lapangan Usaha di Kabupaten Bogor, Bogor Barat dan Bogor tanpa Bogor Barat
Tahun 2014-2018
Lapangan Usaha

2014

2015

2016

2017

2018

(1)

(3)

(4)

(5)

(6)

(7)

Kabupaten Bogor
278.923 280.678 282.627
52.516 54.159 54.301
654.847 682.858 704.037
3.070 3.104 3.034
104.851 99.291 109.570
564.173 578.675 597.746
147.214 149.645 147.601
48.100 49.063 53.471
294.808 300.164 305.802
2.148.502 2.197.637 2.258.189
Kabupaten Bogor Barat
1. Pertanian
97.333
98.106
98.462
2. Pertambangan & Penggalian
32.907
33.968
33.993
3. Industri Pengolahan
124.288
129.869
133.348
4. Listrik, Gas dan Air Minum
564
572
557
5. Konstruksi
26.859
25.483
28.015
6. Perdagangan, Hotel & Restoran
164.513
169.042
173.988
7. Transportasi & Komunikasi
36.147
36.813
36.172
8. Lembaga Keuangan
8.238
8.420
9.138
9. Jasa Sosial Kemasyarakatan
71.647
73.088
74.176
Jumlah
562.496 575.361 587.849
Kabupaten Bogor tanpa Bogor Barat
1. Pertanian
181.590
182.572
182.748
2. Pertambangan & Penggalian
19.609
20.191
20.152
3. Industri Pengolahan
530.559
552.989
566.299
4. Listrik, Gas dan Air Minum
2.506
2.532
2.458
5. Konstruksi
77.992
73.808
80.928
6. Perdagangan, Hotel & Restoran
399.660
409.633
420.498
7. Transportasi & Komunikasi
111.067
112.832
110.572
8. Lembaga Keuangan
39.862
40.643
43.992
9. Jasa Sosial Kemasyarakatan
223.161
227.076
229.844
Jumlah
1.586.006 1.622.276 1.657.491
1. Pertanian
2. Pertambangan & Penggalian
3. Industri Pengolahan
4. Listrik, Gas dan Air Minum
5. Konstruksi
6. Perdagangan, Hotel & Restoran
7. Transportasi & Komunikasi
8. Lembaga Keuangan
9. Jasa Sosial Kemasyarakatan
Jumlah

281.734
55.754
726.452
3.010
117.524
611.230
147.463
56.580
311.376
2.311.123

281.283
55.998
745.882
2.988
116.890
623.388
147.377
59.344
316.271
2.349.421

98.275 98.858
34.928
35.232
137.811
142.827
553
554
30.092
30.188
178.158
183.194
36.191
36.487
9.685
10.256
75.639
77.503
601.332 615.099
181.926 182.425
20.652 20.766
583.723 603.055
2.436
2.434
86.702 86.702
429.454 440.194
110.342 110.890
46.503 49.088
233.767 238.768
1.695.505 1.734.322

Penyusunan Perencanaan Target Indikator Ekonomi Kabupaten Bogor Tahun 2014-2018

80

Hasil dan Pembahasan

Tabel 3.3.6. Persentase Prediksi Penduduk Usia 15 tahun ke atas yang Bekerja
Menurut Lapangan Usaha di Kabupaten Bogor, Bogor Barat dan Bogor tanpa Bogor
Barat Tahun 2014-2018
Lapangan Usaha

2014

2015

2016

2017

2018

(1)

(3)

(4)

(5)

(6)

(7)

16,75

16,34

16,07
5,73

5,85
5,90
5,78
22,10
22,57
22,68
0,10
0,10
0,09
4,77
4,43
4,77
29,25
29,38
29,60
6,43
6,40
6,15
1,46
1,46
1,55
12,74
12,70
12,62
100,00
100,00
100,00
Kabupaten Bogor Barat
1. Pertanian
17,30
17,05
16,75
2. Pertambangan & Penggalian
5,85
5,90
5,78
3. Industri Pengolahan
22,10
22,57
22,68
4. Listrik, Gas dan Air Minum
0,10
0,10
0,09
5. Konstruksi
4,77
4,43
4,77
6. Perdagangan, Hotel & Restoran
29,25
29,38
29,60
7. Transportasi & Komunikasi
6,43
6,40
6,15
8. Lembaga Keuangan
1,46
1,46
1,55
9. Jasa Sosial Kemasyarakatan
12,74
12,70
12,62
Jumlah
100,00
100,00
100,00
Kabupaten Bogor tanpa Bogor Barat
1. Pertanian
11,45
11,25
11,03
2. Pertambangan & Penggalian
1,24
1,24
1,22
3. Industri Pengolahan
33,45
34,09
34,17
4. Listrik, Gas dan Air Minum
0,16
0,16
0,15
5. Konstruksi
4,92
4,55
4,88
6. Perdagangan, Hotel & Restoran
25,20
25,25
25,37
7. Transportasi & Komunikasi
7,00
6,96
6,67
8. Lembaga Keuangan
2,51
2,51
2,65
9. Jasa Sosial Kemasyarakatan
14,07
14,00
13,87
Jumlah
100,00
100,00
100,00

5,81
22,92
0,09
5,00
29,63
6,02
1,61
12,58
100,00

23,22
0,09
4,91
29,78
5,93
1,67
12,60
100,00

16,34
5,81
22,92
0,09
5,00
29,63
6,02
1,61
12,58
100,00

16,07
5,73
23,22
0,09
4,91
29,78
5,93
1,67
12,60
100,00

10,73
1,22
34,43
0,14
5,11
25,33
6,51
2,74
13,79
100,00

10,52
1,20
34,77
0,14
5,00
25,38
6,39
2,83
13,77
100,00

Kabupaten Bogor
17,30
17,05

1. Pertanian
2. Pertambangan & Penggalian

3. Industri Pengolahan
4. Listrik, Gas dan Air Minum
5. Konstruksi
6. Perdagangan, Hotel & Restoran
7. Transportasi & Komunikasi
8. Lembaga Keuangan
9. Jasa Sosial Kemasyarakatan
Jumlah

Indikator Ekonomi Daerah Kabupaten Bogor Tahun 2013

81

Komposisi ini menunjukkan adanya transisi pergeseran sektor yang banyak menyerap
tenaga kerja Kabupaten Bogor dari sektor pertanian ke sektor industri, perdagangan dan
jasa.

3.3.5. Penduduk Bekerja dan Tingkat Pendidikan


Pendidikan sangat berpengaruh terhadap dunia kerja. Tingkat
pendidikan penduduk yang bekerja di Kabupaten Bogor masih sangat rendah.
Diperkirkan masih sekitar separuh penduduk yang bekerja berpendidikan maksimun
tamat SD. Proporsi pekerja yang berpendidikan rendah cenderung mengalami
penurunan.
Tabel 3.3.7. Prediksi Penduduk Usia 15 tahun ke atas yang Bekerja Menurut Tingkat
Pendidikan yang Ditamatkan di Kabupaten Bogor, Bogor Barat dan Bogor tanpa
Bogor Barat Tahun 2014-2018
Pendidikan

2014

2015

2016

2017

2018

(1)

(3)

(4)

(5)

(6)

(7)

1.123.119
484.727
527.870
161.122
2.296.838

1.137.721
500.759
544.411
166.531
2.349.422

SD
SLTP
SLTA
Perguruan Tinggi
Jumlah

SD
SLTP
SLTA
Perguruan Tinggi
Jumlah

SD
SLTP
SLTA
Perguruan Tinggi
Jumlah

Kabupaten Bogor
1.078.693 1.094.106 1.108.201
442.120 455.334 469.355
482.994 497.128 511.874
144.697 151.069 155.908
2.148.504 2.197.637 2.245.338
Kabupaten Bogor Barat
371.123 377.467 383.297
108.679 112.283 116.077
70.131 72.443 74.839
12.563
13.167
13.636
562.496
575.360
587.849
Kabupaten Bogor tanpa Bogor Barat
707.570
716.639
724.904
333.441
343.051
353.278
412.863
424.685
437.035
132.134
137.902
142.272
1.586.008 1.622.277 1.657.489

389.494 395.644
120.247 124.618
77.446 80.161
14.145
14.676
601.332 615.099
733.625 742.077
364.480 376.141
450.424 464.250
146.977 151.855
1.695.506 1.734.323

Penyusunan Perencanaan Target Indikator Ekonomi Kabupaten Bogor Tahun 2014-2018

82

Hasil dan Pembahasan

Proporsi pekerja yang berpendidikan rendah lebih tinggi di Kabupaten Bogor


Barat dibandingkan dengan Kabupaten Bogor tanpa Bogor barat. Sebaliknya
proporsi pekerja yang berpendidikan tamat Perguruan Tinggi lebih besar di
Kabupaten Bogor tanpa Bogor Barat dibandingkan Kabupaten Bogor Barat. Proporsi
pekerja yang berpendidikan tinggi di prediksi mengalami peningkatan.
Tabel 3.3.8. Persentase Prediksi Penduduk Usia 15 tahun ke atas yang Bekerja
Menurut Tingkat Pendidikan yang Ditamatkan di Kabupaten Bogor, Bogor Barat dan
Bogor tanpa Bogor Barat Tahun 2014-2018
Pendidikan

2014

2015

2016

2017

2018

(1)

(3)

(4)

(5)

(6)

(7)

SD
SLTP
SLTA
Perguruan Tinggi
Jumlah

SD
SLTP
SLTA
Perguruan Tinggi
Jumlah

SD
SLTP
SLTA
Perguruan Tinggi
Jumlah

Kabupaten Bogor
50,21
49,79
49,36
20,58
20,72
20,90
22,48
22,62
22,80
6,73
6,87
6,94
100,00
100,00
100,00
Kabupaten Bogor Barat
65,98
65,61
65,20
19,32
19,52
19,75
12,47
12,59
12,73
2,23
2,29
2,32
100,00
100,00
100,00
Kabupaten Bogor tanpa Bogor Barat
44,61
44,17
43,74
21,02
21,15
21,31
26,03
26,18
26,37
8,33
8,50
8,58
100,00
100,00
100,00

48,90
21,10
22,98
7,01
100,00

48,43
21,31
23,17
7,09
100,00

64,77
20,00
12,88
2,35
100,00

64,32
20,26
13,03
2,39
100,00

43,27
21,50
26,57
8,67
100,00

42,79
21,69
26,77
8,76
100,00

Indikator Ekonomi Daerah Kabupaten Bogor Tahun 2013

83

Hasil dan pembahasan

3.4. KEMISKINAN
Kemiskinan merupakan salah satu persoalan mendasar yang menjadi pusat
perhatian pemerintah di negara manapun termasuk di Indonesia.

Kemiskinan dan

penanggulangannya telah menjadi prioritas pembangunan dan menjadi agenda


pokok yang mengerahkan berbagai sumber daya pembangunan. Pada tahun 2014
Pemerintah Indonesia menargetkan angka kemiskinan menjadi 8 - 10 persen.
Kemiskinan masih menjadi salah satu isu strategis RPJMD 2013-2018 Provinsi Jawa
Barat yaitu penanggulangan penduduk miskin.
Dalam RPJMD Provinsi Jawa Barat terkait dengan kemiskinan target yang
ingin dicapai pada tahun 2018 antara lain persentase penduduk miskin diturunkan
sebesar 5,0 hingga 4,10 persen, meningkatkan kemampunan daya beli sebesar Rp.
665 ribu, dan memeratakan kesejahteraan masyarakat dengan capaian indeks gini
0,30 hingga 0,35 point.
Sebagai bagian wilayah provinsi Jawa Barat kabupaten Bogorpun berupaya
mendukung program pembangunan, karenanya perencanaan dan capaian pada
tatanan kabupaten perlu ditentukan. Karena prediksi indikator terkait kemiskinan
dan kesejahteraan masyarakat perlu dihitung.
3.4.1. Prediksi Tingkat Kemiskinan di Kabupaten Bogor
Kemiskinan merupakan persoalan mendasar, tidak hanya di negara maju
terlebih di negara berkembang dan terbelakang. Di Indonesia kepdulian
menurunkan kemiskinan terus diupayakan, hingga pemerintah membentuk Tim
Nasional Penanggulangan Percepatan Kemiskinan (TNP2K).
Kabupaten

Bogorpun

berupaya

menurunkan

tingkat

kemiskinan.

Diperkirakan kemiskinan di kabupaten Bogor masih berkisar pada angka 9 hingga 8


persen.
Prediksi penduduk miskin periode 2013 hingga 2018 masih berada pada
kisaran angka 8 hingga 9 persen. Penurunan persentase kemiskinan dari tahun 2015
hingga 2018 sangat kecil kecuali ada upaya khusus.
Persentase penduduk miskin kabupaten Bogor

sebagian besar

disumbang oleh penduduk miskin yang berada di Kabupaten Bogor Barat.


Persentase Penduduk Miskin di Kabupaten Bogor Barat sangat tinggi. Seperlima
Penyusunan Perencanaan Target Indikator Ekonomi Kabupaten Bogor Tahun 2014-2018

84

Hasil dan pembahasan

lebih dari masyarakat yang tinggal di Kabupaten Bogor Barat merupakan penduduk
miskin.
Tabel 3.4.1. Prediksi Jumlah dan Persentase Penduduk Miskin Kabupaten
Bogor, Bogor Barat dan Bogor tanpa Bogor Barat, 2014-2018
Tahun

Jumlah Penduduk
Miskin (ribu jiwa)

Persentase (%)

(1)

(2)

(3)

2014
2015
2016
2017
2018
2014
2015
2016
2017
2018
2014
2015
2016
2017
2018

KabupatenBogor
470,91
9,00
475,29
8,88
480,22
8,77
485,62
8,68
491,44
8,60
BogorBarat
283,34
19,70
293,90
20,25
296,24
20,24
298,16
20,22
300,23
20,23
BogortanpaBogorBarat
163,55
4,45
193,89
5,13
189,92
4,88
190,34
4,76
187,09
4,55

Perubahan
persentase
penduduk miskin (%)
(4)

0,26
0,12
0,10
0,09
0,08
0,22
0,55
0,01
0,02
0,01
0,14
0,67
0,25
0,12
0,21

Prediksi penduduk miskin di Kabupaten Bogor Barat tahun 2013-2018 masih


berkisar antara 19 hingga 20 persen. Perlu upaya sangat keras untuk menggerakan
roda perekonomian Kabupaten Bogor Barat. Relatif sangat sulit untuk menurunkan
tingkat kemiskinan di Kabupaten Bogor Barat.
Kabupaten Bogor minus Kabupaten Bogor merupakan wilayah yang
potensial industri, perdagangan dan sektor Jasa. Pusat pemerintah ada di
Kabupaten ini. Angka kemiskinan tahun 2013 hingga 2018 diperkirakan antara 4-5
persen.

Penyusunan Perencanaan Target Indikator Ekonomi Kabupaten Bogor Tahun 2014-2018

85

Hasil dan pembahasan

3.4.2.Perubahan Garis Kemiskinan di Kabupaten Bogor


Garis kemiskinan diperkirakan terus meningkat, hal ini diprediksi oleh
adanya inflasi. Adapun persentase perubahan garis kemiskinan diperkirakan
cenderung menurun.
Garis kemiskinan di Kabupaten Bogor tanpa Bogor Barat diperkirakan lebih
rendah dibandingkan dengan Kabupaten minus Kabupaten Bogor Barat, hal ini salah
satunya karena perbedaan pola kecukupan untuk hidup layak yang lebih tinggi di
Kabupaten Bogor minus Bogor Barat.
Tabel 3.4.2 Garis Kemiskinan di Kabupaten Bogor dan Perubahannya Kabupaten
Bogor, Bogor Barat dan Bogor tanpa Bogor Barat
Tahun 2014-2018

Tahun

Garis Kemiskinan
(Rp/Kapita/Bulan)

Perubahan (%)

(1)

(2)

(3)

2014
2015
2016
2017
2018
2014
2015
2016
2017
2018
2014
2015
2016
2017
2018

Kabupaten Bogor
300.119,320.667,341.215,361.763,382.311,Kabupaten Bogor Barat
278.483,296.346,314.208,332.071,349.933,Kabupaten Bogor tanpa Bogor Barat
303.861,322.956,342.050,361.145,386.852,-

7,35
6,85
6,41
6,02
5,68
6,85
6,41
6,03
5,68
5,38
6,71
6,28
5,91
5,58
7,12

Penyusunan Perencanaan Target Indikator Ekonomi Kabupaten Bogor Tahun 2014-2018

86

Hasil dan pembahasan

3.4.3. Prediksi Indeks Kedalaman dan Indeks Keparahan Kemiskinan di


Kabupaten Bogor
Persoalan

kemiskinan

bukan

hanya

sekadar

berapa

jumlah

dan

persentase penduduk miskin. Dimensi lain yang perlu diperhatikan adalah tingkat
kedalaman dan keparahan dari kemiskinan. Selain upaya memperkecil jumlah
penduduk miskin, kebijakan penanggulangan kemiskinan juga mengarah pada
pengurangan tingkat kedalaman dan keparahan dari kemiskinan.
Tabel 3.4.3. Prediksi Indeks Kedalaman (P1) dan Keparahan Kemiskinan (P2)
Kabupaten Bogor, Bogor Barat dan Bogor tanpa Bogor Barat
Tahun 2014-2018
Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1)
Tahun
Bogor
(1)
2014
2015
2016
2017
2018

(2)
1,40
1,43
1,41
1,42
1,42

Indeks Keparahan Kemiskinan (P2)

Bogortanpa
BogorBarat
BogorBarat
(4)
1,33
1,33
1,30
1,28
1,32

(3)
1,42
1,46
1,43
1,46
1,46

Bogor

Bogor
Barat

(5)
0,33
0,34
0,33
0,34
0,34

(6)
0,38
0,34
0,36
0,36
0,37

Bogor
tanpa
BogorBarat
(7)
0,34
0,33
0,33
0,32
0,32

Persoalan kemiskinan bukan hanya sekedar berapa jumlah dan persentase


penduduk miskin. Dimensi lain yang perlu diperhatikan adalah tingkat kedalaman
dan keparahan dari kemiskinan.

Selain harus mampu memperkecil jumlah

penduduk miskin, kebijakan kemiskinan juga sekaligus harus bisa mengurangi


tingkat kedalaman dan keparahan dari kemiskinan.
Indeks Kedalaman Kemiskinan (Poverty Gap Index-P1) merupakan ukuran
rata-rata kesenjangan pengeluaran masing-masing penduduk
garis

kemiskinan. Semakin

tinggi

nilai indeks,

semakin

miskin

terhadap

jauh

rata-rata

pengeluaran penduduk dari garis kemiskinan.


Indeks kedalaman kemiskinan (P1) di Kabupaten Bogor dan Kabupaten Bogor
tanpa Bogor Barat cenderung menurun. Artinya rata-rata pengeluaran penduduk
Penyusunan Perencanaan Target Indikator Ekonomi Kabupaten Bogor Tahun 2014-2018

87

Hasil dan pembahasan

miskin cenderung mendekati garis kemiskinan. Keadaan ini merupakan indikasi


bahwa dalam periode tersebut, rata-rata

pengeluaran

penduduk

miskin

cenderung makin mendekati garis kemiskinan.


Indeks Keparahan Kemiskinan (Poverty Severity Index-P2) memberikan
gambaran mengenai penyebaran pengeluaran diantara penduduk miskin. Indeks
keparahan kemiskinan di Kabupaten Bogor, Kabupaten Bogor Barat dan Kabupaten
Bogor tanpa Bogor Barat di prediksi termasuk kategori sedang dengan kisaran 0,3.
3.4.4. Gini Ratio
Distribusi pendapatan nasional menggambarkan merata atau timpangnya
pembagian hasil pembangunan suatu negara di kalangan penduduknya. Distribusi
pendapatan nasional akan menentukan bagaimana pendapatan nasional yang
tinggi akan mampu menciptakan perubahan-perubahan dan perbaikan-perbaikan
dalam masyarakat. Distribusi pendapatan nasional yang tidak merata, tidak akan
menciptakan kemakmuran bagi masyarakat secara umum.
Gini ratio merupakan salah satu ukuran yang paling sering digunakan untuk
mengukur

tingkat

ketimpangan

pendapatan

secara

menyeluruh. Tingkat

ketimpangan pendapatan di Kabupaten Bogor tanpa Bogor Barat lebih tinggi


dibandingkan dengan Bogor Barat, hal ini tercermin dari gini ratio Kabupaten Bogor
minus Bogor Barat lebih tinggi dibandingkan dengan Bogor Barat. Salah satu
penyebab tingginya gini ratio di Kabupaten Bogor tanpa Bogor Barat lebih tinggi
dibandingkan dengan kabupaten Bogor Barat adalah lebih heterogennya pola
kehidupan di Kabupaten tersebut.
Diprediksi gini ratio Kabupaten Bogor, Kabupaten Bogor Barat dan Bogor
tanpa Bogor Barat masih tergolong ke dalam kategori sedang hingga tahun 2018.

Penyusunan Perencanaan Target Indikator Ekonomi Kabupaten Bogor Tahun 2014-2018

88

Hasil dan pembahasan

Tabel 3.4.4. Prediksi Gini Ratio Kabupaten Bogor, Bogor Barat dan Bogor tanpa
Bogor Barat Tahun 2014-2018

Tahun

Bogor

Bogor Barat

Bogor tanpa
Bogor Barat

(1)
2014
2015
2016
2017
2018

(2)
0,35
0,35
0,35
0,35
0,36

(3)
0,27
0,30
0,31
0,32
0,32

(4)
0,37
0,36
0,37
0,37
0,37

Penyusunan Perencanaan Target Indikator Ekonomi Kabupaten Bogor Tahun 2014-2018

89

Hasil dan Pembahasan

3.5.

PREDIKSI INFLASI
Inflasi merupakan suatu proses meningkatnya harga-harga secara umum dan

terus-menerus (kontinu) berkaitan dengan mekanisme pasar yang dapat disebabkan


oleh berbagai faktor, antara lain, konsumsi masyarakat yang meningkat,
berlebihnya likuiditas di pasar yang memicu konsumsi atau bahkan spekulasi,
sampai termasuk juga akibat adanya ketidaklancaran distribusi barang. Dengan
kata lain, inflasi juga merupakan proses menurunnya nilai mata uang secara
kontinu. Inflasi adalah proses dari suatu peristiwa, bukan tinggi-rendahnya tingkat
harga. Artinya, tingkat harga yang dianggap tinggi belum tentu menunjukan inflasi.
Inflasi adalah indikator untuk melihat tingkat perubahan, dan dianggap terjadi jika
proses kenaikan harga berlangsung secara terus-menerus dan saling pengaruhmemengaruhi. Istilah inflasi juga digunakan untuk mengartikan peningkatan
persediaan uang yang kadangkala dilihat sebagai penyebab meningkatnya harga.
Inflasi merupakan salah satu indikator penting yang mendapat perhatian
khusu dari pemerintah. Hal ini disebabkan inflasi merupakan salah tolok ukur
perekonomian di suatu wilayah. Pemerintah bersama Bank Indonesia setiap tahun
selalu menyusun strategi program-program makro dan mikro ekonomi untuk
menetapkan target nilai inflasi selama setahun. Data inflasi selalu dirilis setiap
awal bulan oleh pemerintah pusat, dalam hal ini BPS, untuk memonitor
perkembangan inflasi di Indonesia. Hal ini disebabkan inflasi berhubungan erat
dengan daya beli masyarakat dan stabilitas ekonomi makro.
Kabupaten Bogor dalam menyusun target indikator ekonomi Kabupaten
Bogor tahun 2014-2018 memasukkan inflasi sebagai salah satu indikator yang
ditetapkan. Berdasarkan data-data time series inflasi di Kabupaten Bogor
diprediksi untuk kondisi 2014 sampai 2018.
Secara umum, inflasi tahun 2014-2018 diprediksi masih terkendali pada level
3,5-5,5 persen. Nilai ini didasarkan pada beberapa asumsi sebagai berikut :
1. Terjaganya harga bahan-bahan kebutuhan pokok makanan
Terjaganya harga-harga bahan makanan tak lepas dari upaya pemerintah
untuk memperbaiki infrastruktur pertanian dan keterhubungan antar
wilayah. Hal ini membuat lancarnya pasokan bahan makanan. Disamping itu,
Penyusunan Perencanaan Target Indikator Ekonomi Kabupaten BogorTahun 2014-2018

90

Hasil dan Pembahasan

peningkatan produksi pangan yang didukung oleh meningkatnya luas lahan


dan produktivitas pertanian turut berperan dalam menjaga stabilitas harga.
2. Relatif stabilnya kelompok harga bahan kebutuhan yang diatur pemerintah
(administered prices).
Komoditi yang termasuk dalam administered price adalah barang-barang
yang mekanisme pembentukan harganya banyak dipengaruhi oleh kebijakan
pemerintah. Walaupun pada periode-periode lainnya pergerakan harga
komponen ini terbentuk dari mekanisme pasar, namun pada periode
tertentu terdapat pengaruh dari kebijakan pemerintah yang berdampak
sangat signifikan terhadap pembentukan keseimbangan harga yang baru
pada komponen ini. Sehingga dalam jangka panjang, pembentukan harga
komponen ini dapat dikatakan lebih banyak dipengaruhi oleh kebijakan
pemerintah. Jika barang-barang yang termasuk golongan administered
priced (misal : BBM, Tarif Dasar Listrik, tarif air minum) relatif stabil
harganya, maka inflasi akan dapat terkendali.
3. Membaiknya ekspektasi inflasi
Ekspektasi

inflasi

yang

tinggi

akan

mendorong

masyarakat

untuk

mengalihkan aset finansial yang dimilikinya menjadi asset riil, seperti


tanah, rumah, dan barang-barang konsumsi lainnya. Begitu juga sebaliknya
ekspektasi inflasi yang rendah akan memberikan insentif terhadap
masyarakat untuk menabung serta melakukan investasi pada sektor-sektor
produktif.

Ekspektasi

inflasi

dapat

dibentuk

diantaranya

melalui

pengumuman kepada publik mengenai target inflasi yang hendak dicapai


dalam beberapa periode ke depan. Disamping itu, penetapan harga dan
upah cenderung mengikuti koridor target inflasi yang ditetapkan dan kurang
responsif terhadap fluktuasi inflasi sesaat. Dengan penetapan terget inflasi,
diharapkan mempengaruhi ekspektasi masyarakat yang pada akhirnya
memiliki kekuatan untuk mengendalikan infalsi sesuai target yang
ditetapkan.

Penyusunan Perencanaan Target Indikator Ekonomi Kabupaten BogorTahun 2014-2018

91

Hasil dan Pembahasan

4. Stabilnya nilai tukar rupiah


Relatif stabilnya nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing akan
mendorong kestabilan harga barang-barang impor. Hal ini turut berperan
untuk mngendalikan laju inflasi.
Prediksi inflasi Kabupaten Bogor yang berada pada kisaran 3,5-5,5 persen
per tahun dikategorikan sebagai inflasi rendah. Berdasarkan keparahannya inflasi
juga dapat dibedakan :
1. Inflasi ringan (kurang dari 10% / tahun)
2. Inflasi sedang (antara 10% sampai 30% / tahun)
3. Inflasi berat (antara 30% sampai 100% / tahun)
4. Hiperinflasi (lebih dari 100% / tahun)
Inflasi memiliki dampak positif dan dampak negatif tergantung parah atau
tidaknya inflasi. Apabila inflasi itu ringan, justru mempunyai pengaruh yang positif
dalam arti dapat mendorong perekonomian lebih baik, yaitu meningkatkan
pendapatan nasional dan membuat orang bergairah untuk bekerja, menabung dan
mengadakan investasi. Sebaliknya,jika inflasi tak terkendali (hiperinflasi), keadaan
perekonomian menjadi tak menentu. Dengan prediksi inflasi sebesar 3,5-5,5
persen per tahun pada rentang waktu 2014-2018, diharapkan dapat menjadi
stimulus bagi masyarakat Kabupaten Bogor.

Penyusunan Perencanaan Target Indikator Ekonomi Kabupaten BogorTahun 2014-2018

92

Hasil dan Pembahasan

3.6. PREDIKSI NILAI TUKAR PETANI (NTP) DI KABUPATEN BOGOR


Pembangunan di segala bidang merupakan arah dan tujuan pemerintah.
Hakikat dari pembangunan itu sendiri adalah meningkatnya kesejahteraan
masyarakat. Kabupaten Bogor merupakan suatu wilayah dengan banyak potensi
yang dimilikinya. Salah satunya adalah potensi dalam bidang pertanian. Alam dan
iklimnya yang subur, menjadi penopang berkembangnya sektor pertanian di
Kabupaten Bogor. Peran sektor pertanian menjadi penting karena sektor ini
menjadi penopang pertumbuhan ekonomi wilayah, penyedia lapangan kerja,
penyedia kebutuhan pangan masyarakat, serta pendorong tumbuhnya sektor
industri. Akan tetapi kondisi yang terjadi sangat berbeda. Nasib petani dari hari ke
hari kian terpuruk. Tingkat kesejahteraannya tidak membaik, seiring dengan laju
pertumbuhan ekonomi yang seharusnya dinikmati bersama. Posisi tawar petani
berada pada posisi yang lemah. Kebijakan pemerintah telah banyak dilakukan
namun belum mengena sasaran dan belum intensif. Akibatnya, nilai tukar produk
pertanian rendah. Peningkatan pendapatan di sektor pertanian pun termasuk
paling lambat kecuali bagi petani yang sudah menembus pasar ekspor dikarenakan
produk unggulan mereka.
Kebijakan dalam pembangunan, khususnya dibidang kesejahteraan seolah
menempatkan petani pada posisi yang diperhatikan, namun dalam kenyataan
membuktikan

bahwa

pertanian

menjadi

sektor

yang

inferior

pengembangannya. Kondisi ini pada gilirannya akan membuat

dalam

keterpurukan

pertanian yang pada akhirnya menurunkan kesejahteraan petani.


NTP, yang diperoleh dari perbandingan indeks harga yang diterima petani
terhadap indeks harga yang dibayar petani (dalam persentase), merupakan salah
satu indikator untuk melihat tingkat kemampuan/daya beli petani di perdesaan.
NTP juga menunjukkan daya tukar (term of trade) dari produk pertanian dengan
barang dan jasa yang dikonsumsi maupun untuk biaya produksi. Semakin tinggi
NTP, secara relatif semakin kuat pula tingkat kemampuan/daya beli petani.
Dalam penyusunan target indikator ekonomi daerah Kabupaten Bogor, NTP
merupakan salah satu indikator yang dihitung nilainya selama lima tahun ke depan
yaitu

2014-2018.

Penghitungan

prediksi

NTP

ini

berdasarkan

kebutuhan

Penyusunan Perencanaan Target Indikator Ekonomi Kabupaten Bogor Tahun 2014-2018

93

Hasil dan Pembahasan


P
n

perencanaan pembang
gunan yan
ng berpihak bagi kesejahterraan peta
ani. Data
prediksi NTP tahun
t
2014
4-2018 disaajikan pad
da Gambar 3.6.1.

Gam
mbar 3.6.1. Prediksi NTP Kabup
paten Bogo
or Tahun 22014-2018
Pada Ga
ambar 3.6.1 terlihatt bahwa NTP
N
Kabup
paten Bogoor mencap
pai 104,60
pad
da tahun 2014.
2
Nilai ini menggalami pe
eningkatan dari tahuun ke tahu
un hingga
akh
hirnya men
ncapai 117,56 pada ttahun 2018
8. Nilai NT
TP yang beerada di attas 100 ini
men
nunjukkan kesejahteraan pettani yang lebih baiik karena petani mengalami
m
surp
plus, pendapatannya
a naik dan pengeluarrannya lebiih rendah.
Secara umum
u
NTP menghasi lkan 3 pen
ngertian :

NTP > 100


1 berartti NTP pad a suatu pe
eriode terttentu lebihh baik dibandingkan
dengan NTP pada
a tahun daasar, dengan kata la
ain petani mengalam
mi surplus.
Harga produksi naik leb
bih besar dari ke
enaikan hharga kon
nsumsinya.
Pendap
patan petan
ni naik dan
n menjadi lebih besa
ar dari penngeluarannya.

NTP = 100
1 berartti NTP pad
da suatu pe
eriode tertentu sam
ma dengan NTP pada
tahun dasar,
d
deng
gan kata laain petani mengalam
mi impas. K
Kenaikan/p
penurunan
harga produksiny
ya sama dengan persentase
p
e kenaikann/penurun
nan harga
barang konsumsi. Pendapattan petani sama deng
gan penge luarannya.

Penyusunan Perencanaa
an Target Ind
dikator Ekonomi Kabupatten Bogor Taahun 2014-20
018

94

Hasil dan Pembahasan

NTP < 100 berarti NTP pada suatu periode tertentu menurun dibandingkan
NTP pada tahun dasar, dengan kata lain petani mengalami defisit. Kenaikan
harga produksi relatif lebih kecil dibandingkan dengan kenaikan harga
barang konsumsinya. Pendapatan petani turun dan lebih kecil dari
pengeluarannya.

Penyusunan Perencanaan Target Indikator Ekonomi Kabupaten Bogor Tahun 2014-2018

95

Kesimpulan

BAB IV
KESIMPULAN

1. Kinerja perekonomian Kabupaten Bogor pada tahun 2014-2018 diprediksi


berkisar 6,07-6,21 persen. Kinerja DOB Kabupaten Bogor Barat diprediksi
lebih rendah dari kabupaten induknya, yaitu berkisar 5,04-5,83 persen pada
tahun 2014-2018. Kinerja perekonomian Kabupaten Bogor setelah DOB
Kabupaten Bogor berdiri diprediksi meningkat, menjadi sebesar 6,18-6,25
persen pada tahun 2014-2018. PDRB perkapita DOB Kabupaten Bogor Barat
diprediksi hanya 8,98-14,85 juta per orang per tahun. Nilai ini setara dengan
sepertiga PDRB Kabupaten Bogor. Bisa jadi, setelah pemisahan dari
induknya, DOB Kabupaten Bogor Barat menjadi kabupaten termiskin di
Provinsi Jawa Barat.
2. Laju Pertumbuhan Penduduk Kabupaten Bogor diprediksi sebesar 2,38-2,13
persen pada tahun 2014-2018. Laju pertumbuhan penduduk DOB Kabupaten
Bogor Barat mencapai 0,93-0,59 persen pada tahun 2014-2018. Laju
pertumbuhan penduduk Kabupaten Bogor setelah DOB Kabupaten Bogor
Barat berdiri menjadi 2,95-2,68 persen pada tahun 2014-2018.
3. Tingkat Pengangguran Terbuka di Kabupaten Bogor Barat lebih tinggi
dibandingkan dengan Kabupaten Bogor. TPT Kabupaten Bogor, DOB
Kabupaten Bogor Barat dan Kabupaten Bogor tanpa Kabupaten Bogor Barat
menunjukkan penurunan pada tiap tahunnya.
4. Tingkat kemiskinan di Kabupaten Bogor diprediksi sekitar 8 persen, DOB
Kabupaten Bogor Barat sekitar 20 persen dan Kabupaten Bogor tanpa
Kabupaten Bogor Barat diprediksi sekitar 4 persen.
5. Inflasi di Kabupaten Bogor selama tahun 2014-2018 diprediksi mencapai
kisaran 3,5-5,5 persen.
6. NTP di Kabupaten Bogor pada tahun 2014-2018 diprediksi antara 104,60117,56. Peningkatan ini menunjukkan meningkatnya kesejahteraan para
petani di Kabupaten Bogor.

Penyusunan Perencanaan Target Indikator Ekonomi Kabupaten BogorTahun 2014-2018

96