Anda di halaman 1dari 50

PENJELASAN

KERANGKA
KARLISMIL
KUANTITATIF

BAB I
PENDAHUL
UAN

1. Umum.
a. ......
b. .....
c. ......
d. .....
2. Maksud dan Tujuan.
a. Praktis.
1) Maksud.
2) Tujuan.
b. Penelitian.
1) Maksud.
2) Tujuan.
3. Nilai Guna.
a. Nilai strategis.
b. Nilai praktis.
c. Nilai akademis.
4. Ruang Lingkup dan Tata urut.
a. Ruang Lingkup.
b. Tata urut.
5. Pengertian.

a. ................................

HARAPAN

HARAPAN PENULIS DR
PERMASALAHAN YG ADA
SESUAI DGN TEORI,
PERATURAN YG BERLAKU
ATAU KETENTUAN YG
BERSIFAT IDEALITAS

a. Pada tahun 2011, pemerintah Australia dan Meksiko


(diperintah oleh President Felipe Calderon) menyatakan bahwa
semua peran militer terbuka untuk wanita. Sejak itu, pemilihan
untuk personil militer di Angkatan Bersenjata negara-negara ini
tergantung pada kemampuan calon (personil), dan tidak
(berdasarkan) jender. Kebijakan pemerintahAustralia dan
Meksiko mengikuti kebijakan dari negara lain yang telah
memperkenalkan kebijakan serupa, seperti Amerika, Israeldan
negara-negaralaindi Eropa Barat.Sebelumnya di Australia, telah
terjadi banyak diskusi publik di media tentang kebijakan ini.
Akan tetapi, konsep ini menjadi tidak berharga karena argumen
yang mereka diskusikan tidak berdasarkan pada argumen yang
berlaku pada hari ini, tetapi lebih sering mencerminkan ide-ide
kuno tentang kemampuan wanita dan hubungannya dengan
perang. Di sisi lain, Indonesia juga memiliki kesempatan untuk
meninjau kembali peran wanita dalam militer, dan kebijakankebijakan yang berkaitan dengan wanita dalam militer, begitu
juga sistem manajemen untuk wanita TNI. TNI dapat
memperkirakan bahwa wanita TNI akan dapat mencapai

Rekruitmen personel prajurit wanita untuk dididik


menjadi militer sangat terbatas.Dengan keterbatasan
ini, peran prajurit korps wanitaTNI pada saat ini
belum maksimal.Disisi lain, korps wanita mempunyai
potensi SDM yang berkualitas (sesuai karakter
kewanitaan)
dalam
memberikan
kontribusi
mendukung tugas-tugas TNI, dalam menegakkan
keutuhan dan kedaulatan NKRI. Berdasarkan data
statistik, 50% jumlah penduduk Indonesia adalah
wanita, pada lingkungan TNI sendiri jumlah prajurit
wanita 10% adalah wanita. Idealnya, untuk
mendorong wanita masuk militer dalam jumlah besar
maka jumlah dan jenis peran militer yang tersedia
untuk wanita harus ditingkatkan, tanpa ada
pembatasan bagi wanita untuk dapat menunjukkan
kemampuan mereka. Hal ini akan memberikan
kesempatan untuk dapat melakukan perekrutan
orang terbaik untuk pekerjaan tersebut. Dengan

b. ................................

KENYATAAN

REALITA PENULIS DR
PERMASALAHAN YG ADA,
LALU TIMBUL SUATU
FENOMENA SEPERTI
TERJADI KESENJANGAN,
KETIDAKSESUAIAN DGN
HARAPAN

b. Manajemen dari kekuatan pertahanan,


di
bangun
dan
dikelola
melalui
perencanaan formal kekuatan pertahanan
(perencanaan
pertahanan),
sehingga
sumber daya manusia yang dimiliki dapat
dioptimalkan. Peran dan status wanita saat
ini dalam militer, sangatlah kompleks. Hal
ini mencerminkan, sejarah budaya dan
politik menyangkut keterlibatan wanita
dalam semua aspek kehidupan, baik di
dalam masyarakat maupun secara pribadi
sifat kewanitaan tetap melekat. Demikian
juga
dalam
kehidupan
internasional
maupun
dalam
kehidupan
nasional

TNI menempatkan wanita dalam berbagai


peran, tetapi dengan beberapa pengecualian
dalam fungsi peran administratif (atau staf),
pendidikan, logistik, teknik dan kesehatan.
Namun bahkan dalamperan-peran tersebut
wanita tidak diijinkan bekerja sebagai
komandan (misalnya Danki, atau komandan
pleton). Wanita tidak termasuk dalam tim
yang
melaksanakan
operasi
kontra
pemberontakan
(di
mana
pengalaman
operasional sebelumnya negara-negara lain
telah
membuktikan
bahwa
mereka
meningkatkan efektifitas komunikasi dengan
penduduk setempat). Ada beberapa Korps di

Saat ini, tampaknya tidak ada doktrin


resmi militer atau dokumen yang
menangani pembangunan Wanita TNI,
ataupun upaya untuk meningkatkan
jumlah dan jenis peran wanita dalam
bidang militer. Hal ini menyebabkan
wanita, memiliki keterbatasan dalam
hal memperoleh pendidikan yang sama
dengan laki-laki. Dalam mengejar
karier, wanita juga harus berjuang
untuk bersaing di akademi militer atau
staf perguruan tinggi seperti halnya

c. ................................

PERUMUS
AN
MASALAH
MERUPAKAN BREAKDOWN DARI MASALAH YG
DIMUNCULKAN DALAM PENELITIAN/PENULISAN,
ATAU MERUPAKAN DETAIL OPERASIONAL ATAS
MASALAH PENELITIAN/PENULISAN.
SUATU PERTANYAAN YG RELEVAN DGN FOKUS
PENELITIAN/PENELITIAN
DGN KRITERIA PERTANYAAN 5 W (WHAT, WHO,
WHERE, WHEN & WAY) + 1 H (HOW ).

c. Dalam rangka untuk memiliki


Tentara Nasional Indonesia yang
kuat, dan dapat diandalkan dari
hasil optimalisasi sumber daya
manusia yang dibutuhkan. Secara
khusus
rekruitmen
terbaik
diperoleh dengan memilih orang
yang paling mampu dan paling
memenuhi syarat untuk pekerjaan
itu.
Ada sejumlah pertanyaan
yang dapat diajukan dalam tujuan
dan
peluang
dari
kebijakan

1) Apakah rekrutmen dan pekerjaan prajurit wanita


TNI dibatasi karena peran dan pekerjaan (tugas
pokok) disesuaikan dengan karakter wanita?
2) Bagaimana peran dan kinerja prajurit wanita TNI
saat ini dalam tugas militer sudah maksimal atau
belum?
3) Apakah
rekrutmen
prajurit
wanita
TNI
menggunakan perbandingan rasio jumlah penduduk
wanita Indonesia (50% wanita) dengan kebutuhan
prajurit wanita dalam organisasi TNI?
4) Apakah
rekrutmen
prajurit
wanita
TNI,
mengutamakan kualitas (orang/wanita yang terbaik
untuk pekerjaan spesifik) dalam organisasi TNI
5) Mengapa TNI tidak mengembangkan peran
prajurit wanita TNI lebih luas lagi, pada jabatan
komandan di satuan tempur (sesuai fungsi dan

d. ................................

URGENSI
PENULISA
N
SESUATU DIANGGAP SANGAT PENTING
(URGENT) APABILA KETIADAANNYA DPT
BERAKIBAT NEGATIF ATAU MENGGANGGU
SISTEM.
MENJELASKAN
TENTANG
PENTINGNYA
MENGAPA PENULIS MENULISKAN TULISAN
INI.

d. Sekarang ini adalah periode yang penting dalam


pembangunan kekuatan TNI. TNI mulai meningkatkan
penggunaan pendekatan yang lebih outward-looking (melihat ke
luar) serta pengembangan doktrin yang lebih ofensif dan
defensif dan lebih seimbang untuk menghadapi peningkatan
ancaman dari negara lain. Selain itu, TNI juga melakukan
peningkatan upaya percepatan untuk pencegahan dengan
melakukan perombakan secara struktural. Sebuah regulasi (yang
merupakan petunjuk dari Presiden SBY mengenai kebijakan
militer) dalam rangka pembentukan unit gabungan yang disebut
Kogabwilhan, akan dilaksanakan pada bulan Juni mendatang.
Dalam
rangka
mendukung
kebijakan
ini,
Kementerian
Pertahanan, dalam kerangka MEF, telah melaksanakan kebijakan
right sizing (restrukturisasi) dalam pemenuhan personilnya.
Kebijakan ini dapat diartikan bahwa pemenuhan personil akan
lebih diutamakan pada satuan-satuan tempur daripada satuan
pendukung (banpur atau banmin). Di dalam kebijakan ini,
kekuatan personil sebagai sumber daya manusia yang saat ini
sudah dimiliki TNI selayaknya dapat digunakan dan ditata
kembali sehingga dapat memberikan manfaat atau pengaruh
yang lebih besar.

Kebijakanright sizing (restrukturisasi)


dan zero growth langsung bahwa TNI
tidak bisa meningkatkan jumlah personil
TNI secara total. Oleh karena itu peran
wanita dalam TNI harus ditingkatkan
dalam
rangka
memiliki
kekuatan
pertahanan yang lebih efektif terkait
dengan kebijakan tersebut. Kebijakankebijakan
ini
mendorong
perlunya
sumber daya manusia yang digunakan
TNI untuk efek terbesar mereka. Jadi
dari pada membatasi perekrutan dan
peran wanita alangkah kebijakan gila
baiknya ini mendukung perluasan peran
wanita dalamTNI.

Maksud. Karya tulis ini dimaksudkan


untuk memberikan gambaran kepada
pimpinan TNI tentang peran wanita
TNI dalam meningkatkan kinerja TNI
untuk mendukung tugas pokok.
Tujuan.
Karya tulis ini, bertujuan
untuk memberikan masukan dan
sumbang saran kepada pimpinan TNI
bagaimana
memanfaatkan
dan
meningkatkan peran wanita TNI
dalam mendukung tugas pokok TNI.

PRAKTIS

Maksud. Penelitian ini dimaksudkan, untuk memberikan


manfaat kepada civitas akademika dalam mengembangkan
ilmu peran wanita dalam institusi militer.
Adapun
manfaatnya;Pertama, aspek teoritis yaitu mengembangkan
ilmu tentang peran prajurit wanita TNI yang memiliki potensi
SDM yang berkualitas.
Kedua, aspek praktis yaitu
mengungkap, mengidentifikasi,mengkaji dan melakukan
perbandingan yang ada pada obyek yang diteliti.
Tujuan. Penelitian ini bertujuan; Pertama, untuk mengungkap
peran
prajurit
wanita
TNI
saat
ini;Kedua,untuk
mengidentifikasi apakah ada peran lain yang tepat bagi
wanita;Ketiga, apakah peran parajurit wanita dapat diperluas
untuk memberikan efisiensi yang tepatuntuk perubahan
TNI;Keempat, untuk mengkaji apakah TNI dalam rekruitmen
prajurit wanita TNI, mengedepankan kualitas untuk tugastugas tertentu; dan Kelima, melakukan perbandingan
rekruitmen prajurit wanita dan peran prajurit wanita
TNI/militer di negara demokrasi tertentu.

PENELITIAN

Nilai Strategis. Tulisan ini diharapkan dapat


memberikan masukan bagi pimpinan TNI dalam
rangka
meningkatkan
peran
wanita
guna
peningkatan SDM TNI. Tulisan ini diharapkan dapat
menunjukkan kepadapara pemimpin TNI bagaimana
peran wanita TNI dalam mendukung restrukturisasi
strategis TNI dan juga mendukung kebijakan SDM
strategis berupa 'right sizing' dan 'zero growth'.
Secara strategis, karlismil ini diharapkan dapat
menunjukkan kepada para pimpinan bahwa ada
efisiensi lebih lanjut yang dapat dicapai dalam
meningkatkan peran wanita TNI. Strategis ini berarti
bahwa militer dapat memenuhi kewajibannya di
bawah keterbatasan anggaran dan jumlah personel.

NILAI GUNA

Nilai Praktis. Manfaat dan keuntungan yang


diperoleh penulis melalui penelitian ini bervariasi.
Penulis adalah seorang wanita, telah bertugas di
Angkatan Darat di dua negara barat yang berbeda
yakni Inggris dan Austalia. Memiliki pengalaman
pribadi dengan kemampuan dan berbagai peran
yang dilakukan. TNI sangat dipengaruhi oleh agama
islam serta budaya timur/Asia. Peran wanita di
Indonesia sangat terbatas bila dibandingkan dengan
peran wanita di negara barat. Penelitian ini sangat
berguna
dalam
rangka
mengungkap,
mengidentifikasi, dan melakukan perbandingan
yang ada pada obyek yang diteliti, tentang
bagaimana peran prajurit wanita TNI dan pilihan apa
yang mungkin ada untuk kemajuan prajurit wanita
TNI ke depan.

NILAI GUNA

Nilai Akademis. Manfaatyang dapat diambil untuk


kepentingan lembaga pendidikan Seskoadadalah
sebagai bahan kajiankesetaraan jender prajurit.
Manfaat lain, dengan adanya kesetaraan jender
dalam memperoleh pekerjaan dan pendidikan yang
lebih banyak akan menyebabkan bertambahnya
kuota Pasis wanita TNI untuk mengikuti Dikreg
Seskoad. Seskoad,perlu melihat ke depan dan
memastikan mereka dilengkapi psikologis dan juga
dengan fasilitas yang memadai. Saat ini dari 299
perwira siswa Dikreg LII Seskoad tahun 2014, hanya
ada satu prajurit wanita (Kowad) dan yang sangat
khusus adalah satu orang perwira siswi (prajurit
wanita) dari Australia.

NILAI GUNA

RUANG LINGKUP DAN TATA URUT

a)

RUANG LINGKUP

b)

TATA URUT

PENGERTIAN
21

BAB II
LANDASA
N DAN
KERANGK
A
PEMIKIRA
N

6. Umum.
7. Landasan Pemikiran.
a. Landasan Idiil.
b. Landasan Konstitusional.
c. Landasan Konsepsional.
d. Landasan Hukum.
e. Landasan Historis.
f. Landasan Visional.
g. Landasan Operasional.
8. Kerangka Pemikiran.
a. Tinjauan Pustaka.
b. Deduksi.
c. Hipotesis.
d. Keaslian Penelitian.
22

9. Umum.
10. Design Penelitian.
11. Jenis dan Sumber Data
a. Data Sekunder.
b. Data Primer.
BAB III
METODE
PENELITIA
N

12. Populasi dan Sampel.


a. Populasi.
b. Sampel.
13. Teknik Pengumpulan Data.
14. Teknik Analisis Data (Statistica
15. Lokasi dan Waktu Penelitian.
a. Lokasi Penelitian.
b. Waktu Penelitian.
c. Pentahapan Penelitian.
d. Jadwal Penelitian.
23

BAB III
METODE
PENELITIAN

24

DESAIN PENELITIAN ADALAH PERENCANAAN,


PENYUSUNAN, DAN STRATEGI INVESTIGASI
SEBAGAI
TUNTUNAN
ATAU
ARAHAN
TERHADAP
JAWABAN
PERTANYAAN
PENELITIAN YANG TELAH DIBUAT (GUBA :
1984)

DESAIN PENELITIAN

DESAIN PENELITIAN KUALITATIF MERUPAKAN


GUIDELINES MENGENAI APA YG MENJADI
MASALAH
UTK
DIJAWAB
MELALUI
PENELITIAN YG AKAN DILAKUKAN, SERTA
TTG BAGAIMANA PROSEDUR PENELITIAN YG
DILAKUKAN UTK DAPAT MENJAWAB TUJUAN
YG DIMAKSUD DLM PENELITIAN (BOGDAN &

25

Desain Penelitian
Desain penelitian yang digunakan peneliti
adalah berbentuk studi kasus, dengan alasan
karena penelitian ini diarahkan untuk
memahami dan menjelaskan penerapan
prinsip-prinsip CSR, apakah telah dilakukan
oleh perusahaan serta menguraikan kendalakendala yang dihadapi perusahaan dalam
pelaksanakan Corporate Social Responsibility
(CSR). Sehingga peneliti mampu membuat
penjelasan dari fenomena-fenomena yang
ada.
26

JENIS & SUMBER DATA

DATA SEKUNDER

DATA PRIMER

27

data yang menjadi perhatian peneliti


dalam suatu ruang lingkup, dan waktu
yang sudah ditentukan, sebagaimana
pendapat Sugiyono (2002:55) yang
mengemukakan bahwa populasi adalah
wilayah generalisasi yang terdiri atas
obyek/subyek yang memiliki kuantitas
dan
karakteristik
tertentu
yang
ditetapkan
oleh
peneliti
untuk
dipelajari
dan
kemudian
ditarik
kesimpulannya. Dalam penelitian ini
yang menjadi populasi adalah seluruh
mahasiswa S-1 dari 7 CONTOH
Fakultas
dan
6
KALIMAT
Sekolah dalam kampusPOPULASI
ITB yang28

Sampel. Sampel adalah sebagian dari


jumlah dan karakteristik yang dimiliki
oleh
populasi
tersebut.
Dengan
pemahaman
ini
maka
peneliti
menentukan sampel sebagai sumber
data yang tepat di lingkungan kampus
ITB. Selaras dengan pendapat Riduan
(2007:56) yang mengatakan bahwa
Sampel adalah bagian dari populasi,
maka
sampel
penelitian
adalah
sebagian dari populasi yang diambil
sebagai sumber data dan dapat
CONTOH KALIMAT
mewakili seluruh
populasi.
SAMPEL
29

Teknik pengambilan sampel menggunakan rumus dari Taro Yamane


yang
dikutif oleh Rakhmat (1998:82) sebagai berikut:
=

n=

N
N.d

+1

Dimana:
n = Jumlah sampel
N = Jumlah populasi
d
= Presisi yang
ditetapkan

14071

= 14071.(0,1) = 99,29 = 100

+1
30

PENGHITUNGAN SAMPEL
BERDASARKAN POPULASI
N
o

Fakultas/Sekolah

Jumlah
Populas Prosentase Jumlah Sampel
i

F. MIPA

1.078

F. Tek Industri

1.132

F.
Ilmu
&
Tek
Kebumian
F.
Tek
Sipil
&
Lingkungan
F.
Tek
Mesin
&
Dirgantara
F.
Seni
Rupa
&
Desain
F. Tek Tambang &
Minyak
S. Farmasi

S. Ilmu & Tek Hayati

4
5
6
7

862
1.375
1.135
1.143
978
1.053
871

8% 96
8
8% 92
7
6% 90
5
10% 93
9
8% 92
7
8% 92
7
7% 91
6
8% 91
7
6% 90

x 8%

x 8%

x 6%

x 10%

x 8%

x 8%

x 7%

x 8%

x 6%

31

TEHNIK
PENGUMPULAN DATA

NO

TEHNIK

NAMA
INSTRUMEN

Observasi

Check list, rating


Perilaku dan interaksi
scale, catatan berkala sosial

Questioner

Angket

Response,
pengalaman dan
persepsi

Dokumentasi

Dokumen

Makna teks dan


dokumen

TARGET DATA

32

TEHNIK ANALISIS DATA

Keterangan

rxy= Korelasikoefisien PPM


n = Jumlahresponden
X = Skor yang
diperolehsubyekdariseluruhitem
Y = Skor total yang
diperolehdarisubyekdariseluruhitem
= Jumlahskordalamdistribusi X
= Jumlahskordalamdistribusi Y
2
= Jumlahkuadratmasingskor X
= Jumlahkuadratmasingskor Y
33

REGRESI LINEAR
Y = a + bX
KOEFISIEN a

a
KOEFISIEN b

34

TEKNIK ANALISA DATA DGN


MENGGUNAKAN RUMUS STANDAR
DEVIASI

o
o
o
o

rxy
X
Y
SD

o
o
o

SD = Standardeviasi.
N = Jumlahresponden.
x
=
jumlahsemuadeviasisetelahdikuatdratkan.

= Koefisienkorelasixy
= JumlahskorVariabel X
= JumlahskorVariabel Y
=

35

TABEL PERHITUNGAN MENCARI


KOEFISIEN KORELASI .....(X) DGN TAFSIR
(Y)
NO ITEM
PERTANYA
AN

XY

X2

Y2

1
2
3
4
5
6
7
8
DSTNYA

36

INTERPRETASI KOEFISIEN KORELASI NILAI R


Interval Koefisien

Tingkat Hubungan

0,00 0,199

Sangat Rendah

0,20 0,399

Rendah

0,40 0,599

Cukup

0,60 0,799

Kuat

0,80 1,000

Sangat Kuat

37

UNTUK MENENTUKAN BESARNYA


SUMBANGAN VARIABEL X TERHADAP Y
DAPAT DITENTUKAN DENGAN RUMUS
KOEFISIEN DETERMINAN (KP)

KP = r2 x 100%

Dimana:
KP = Nilai Koefisien
Determinan
R = Nilai Koefisien
Korelasi
38

SEDANGKAN UJI LANJUTAN YAITU UJI


SIGNIFIKANSI YANG BERFUNGSI APABILA
PENELITI INGIN MENCARI MAKNA HUBUNGAN
VARIABEL X TERHADAP Y, MAKA HASIL KORELASI
PPM TERSEBUT DIUJI DENGAN UJI SIGNIFIKANSI
DENGAN
RUMUS

Thitung =

thitung = Nilai t
r = Nilai Koefisien
Korelasi
n = Jumlah Sampel
39

UNTUK MEMPERMUDAH PENGELOLAHAN DATA,


MAKA
SETIAP
JAWABAN
DARI
INDIKATOR
DIIDENTIFIKASI DENGAN MENGGUNAKAN SKALA
LIKERT YANG MEMPUNYAI GRADASI DARI SANGAT
POSITIF SAMPAI SANGAT NEGATIF (SUGIYONO,
2001 : 74) DENGAN SKOR 5 SAMPAI 1.
SELANJUTNYA DATA TERSEBUT DIMASUKKAN
REKAPITULASI JAWABAN RESPONDEN
DALAM
TABEL
REKAPITULASI
JAWABAN
NOMER ITEM
NO URUT
RESPONDEN
RESPONDE
N
1
2
3
4
5
6
7
8
9
dst..

Total Skor

dst..

40

SETIAP ITEM PERNYATAAN ATAU


PERTANYAAN DIBUAT TABEL
TANGGAPAN RESPONDEN
TANGGAPAN RESPONDEN TENTANG
(X) atau (Y)
N
O

ALTERNATIF
JAWABAN

FREKUENS PROSENTAS
SKOR
I
E

JUMLAH
SKOR

Sangat setuju

Setuju

Cukup setuju

Kurang setuju

Tidak setuju

JUMLAH

41

BAB IV
KONDISI SAAT
INI

16. Umum.
a. Gambaran Umum lokasi Penelitian.
b. Gambaran Umum Informan.
17. Hasil Penelitian.
a. Hasil Analisa Statistikal.
b. Pembahasan Hasil Analisa Statistikal.
18. Permasalahan Faktual.
42

BAB V
FAKTOR-FAKTOR
YANG
MEMPENGARUHI

19. Umum.
20. Faktor Internal.
a. Kekuatan.
b. Kelemahan.
21. Faktor Eksternal.
a. Peluang.
b. Kendala/Tantangan.

43

BAB VI
KONDISI YANG DIHARAPKAN
22. Umum.
23. Hasil Operasional.
BAB VII
PEMECAHAN MASALAH
24.
25.
26.
27.
28.
29.
30.
31.

Umum.
Tujuan.
Sasaran.
Objek.
Subjek.
Prosedur Pemecahan Masalah.
Sarana dan Prasarana.
Gagasan Inovatif.
BAB VIII
PENUTUP

32. Kesimpulan.
33. Saran..

44

TEHNIK PENULISAN SUMBER KUTIPAN


1. FOOT
NOTES
(CACATAN
KAKI),
DIBUAT
UTK
MENUNJUKKAN SUMBER SUATU KUTIPAN, CATATAN PENJELAS,
PENDAPAT, FAKTA, ATAU IKHTISAR.
CONTOH:
Rumusan masalah berbeda dengan masalah. Kalau masalah
itu merupakan kesenjangan antara yang diharapkan dengan
yang terjadi, maka rumusan masalah itu merupakan suatu
pertanyaan
yang
akan
dicarikan
jawabannya
melalui
pengumpulan data.
2 Sugiyono, Metode Penelitian Kombinasi/Mixed Methods. (Bandung : Alfabeta,
2013) h.58.

Dalam catatan kaki lazim digunakan tiga singkatan


- Ibid (ibide).
- Op.Cit. (opera citato).
- Loc. Cit. (loco citato)
45

2. IN NOTE (KUTIPAN LANGSUNG DI AWAL


KALIMAT). SUMBER KUTIPAN LANGSUNG DITULIS
DIAWAL KALIMAT, TERCANTUM NAMA PENULIS,
TAHUN BUKU DAN NOMOR HALAMAN.

Contoh :
Definisi operasional menurut Nazir (1998:152) adalah
suatu definisi yang diberikan kepada suatu variabel atau
konstruk dengan cara memberikan arti, atau
menspesifikasikan kegiatan, ataupun memberikan suatu
operasional yang diperlukan untuk mengukur konstruk
atau variabel.

46

3. END NOTE (KUTIPAN LANGSUNG DI AKHIR


KALIMAT). SUMBER KUTIPAN DITULIS DI AKHIR
KALIMAT. CARA PENULISANNYA ADALAH SETELAH
KALIMAT YANG DIKUTIP DITULIS LANGSUNG DI
DAHULUI KURUNG BUKA, NAMA PENULIS, TAHUN
DAN NOMOR HALAMAN .

Contoh :
. . . . . , kebanyakan orang Indonesia mampu
menggunakan bahasa ibu dan bahasa Indonesia secara
bergantian dalam komunikasi sehari-hari (Bolinger,
1981:149).
47

DAFTAR PUSTAKA.
DAFTAR YANG BERISI JUDUL BUKUS, ARTIKELS &
BAHANS PENERBITAN LAINNYA, YANG MEMPUNYAI
PERTALIAN DGN SEBUAH KARANGAN /TULISAN
SUMBER ASLINYA.

o
o
o
o
o
o

URUT ALFABET
NAMA BELAKANG DULU, BARU DEPAN.
TAHUN TERBIT.
JUDUL BUKU.
KOTA DAN NAMA PENERBIT.
MANA YANG TERBIT LEBIH DAHULU PENULISNYA
SAMA.

48

1. Alma, Buchari. 1998. Pengantar Bisnis. Bandung : Alfabeta,.


2. Ann Majchrzak. 1994. Methods for Policy Research, Beverly Hills, London : Sage
Publication.
3. Buku Putih Pertahanan. Wikipedia bahasa indonesia, ensiklopedia bebas,
November 1, 2012. http://id. wikipedia. org/w /index. Php ?title =
buku_Putih_Pertahanan & oldid = 4852865.
4. Handayaningrat, Soewarno.1990. Pengantar Studi Ilmu Administrasi dan
Manajemen. Jakarta : CV Haji Masagung.
5. Sugiyono. 2004. Metode Penelitian Kualitatif. Bandung : Alfabeta.
6. ------------. 2011. Metode Penelitian Kuantitatif
Alfabeta.

kualitatif dan RD. Bandung :

7. Uber Silalahi. 2006. Metode Penelitian Sosial. Bandung : Unpar press.

49

50