Anda di halaman 1dari 10

Klasifikasi Asam Amino

Gambar 1. Struktur Asam Amino


Struktur asam amino secara umum adalah satu atom C yang mengikat empat gugus:
gugus amina (NH2), gugus karboksil (COOH), atom hidrogen (H), dan satu gugus sisa (R,
dari residue) atau disebut juga gugus atau rantai samping yang membedakan satu asam amino
dengan asam amino lainnya.
Atom C pusat tersebut dinamai atom C ("C-alfa") sesuai dengan penamaan senyawa
bergugus karboksil, yaitu atom C yang berikatan langsung dengan gugus karboksil. Oleh
karena gugus amina juga terikat pada atom C ini, senyawa tersebut merupakan asam amino.
Asam amino biasanya diklasifikasikan berdasarkan sifat kimia rantai samping tersebut
menjadi empat kelompok. Rantai samping dapat membuat asam amino bersifat asam lemah,
basa lemah, hidrofilik jika polar, dan hidrofobik jika nonpolar. Asam Amino sendiri di bagi
menjadi 3 jenis :
1. Asam amino essensial.
Asam amino esensial adalah asam amino yang tidak bisa diproduksi sendiri
oleh tubuh, sehingga harus didapat dari konsumsi makanan.
a. Leucine (Leu, L), (BCAA = Branched-Chain Amino Acids = Asam amino dengan
rantai bercabang)

Gambar 2. Struktur Leucine

Memiliki fungsi membantu mencegah penyusutan otot dan membantu pemulihan pada
kulit dan tulang
b. Isoleucine (Ile, I), (BCAA = Branched-Chain Amino Acids = Asam amino dengan
rantai bercabang)

Gambar 3. Struktur Isoleucine


Memiliki fungsi membantu mencegah penyusutan otot dan membantu dalam
pembentukan sel darah merah
c. Valine (Val,V), (BCAA = Branched-Chain Amino Acids = Asam amino dengan rantai
bercabang)

Gambar 4. Struktur Valine


- Tidak diproses di organ hati, dan lebih langsung diserap oleh otot
- Membantu dalam mengirimkan asam amino lain (tryptophan, phenylalanine,
tyrosine) ke otak
d. Lycine (Lys, K)

Gambar 5. Struktur Lycine

- Kekurangan lycine akan mempengaruhi pembuatan protein pada otot dan jaringan
penghubugn lainnya
- Bersama dengan Vitamin C membentuk L-Carnitine
- Membantu dalam pembentukan kolagen maupun jaringan penghubung tubuh lainnya
(cartilage dan persendian)
e. Tryptophan (Trp, W)

Gambar 6. Struktur Tryptophan


- Pemicu serotonin (hormon yang memiliki efek relaksasi)
- Merangsang pelepasan hormon pertumbuhan
f. Methionine (Met, M)

Gambar 7. Struktur Methionine


- Prekusor dari cysteine dan creatine
- Menurunkan kadar kolestrol darah
- Membantu membuang zat racun pada organ hati dan membantuk regenerasi jaringan
baru pada hati dan ginjal
g. Threonine (Thr, T)

Gambar 8. Struktur Threonine


- Salah satu asam amino yang membantu detoksifikasi
- Membantu pencegahan penumpukan lemak pada organ hati
- Komponen penting dari kolagen
- Biasanya kekurangannya diderita oleh vegetarian
h. Phenylalanine (Phe, F)

Gambar 9. Struktur Phanylananine


- Prekursor untuk tyrosine
- Meningkatkan daya ingat, mood, fokus mental
- Digunakan dalam terapi depresi
- Membantuk menekan nafsu makan
2. Asam amino non-essensial.
Asam amino non-esensial adalah asam amino yang bisa diprosuksi sendiri
oleh tubuh, sehingga memiliki prioritas konsumsi yang lebih rendah dibandingkan
dengan asam amino esensial.
a. Aspartic Acid (Asp, D)

Gambar 10. Struktur Aspartic Acid

- Membantu mengubah karbohidrat menjadi energy


- Membangun daya tahan tubuh melalui immunoglobulin dan antibodi
- Meredakan tingkat ammonia dalam darah setelah latihan
b. Glyicine (Gly, G)

Gambar 11. Struktur Glyicine


- Membantu tubuh membentuk asam amino lain
- Merupakan bagian dari sel darah merah dan cytochrome (enzim yang terlibat dalam
produksi energi)
- Memproduksi glucagon yang mengaktifkan glikogen
- Berpotensi menghambat keinginan akan gula
c.

Alanine (Ala, A)

Gambar 12. Struktue Alanine


- Membantu tubuh mengembangkan daya tahan
- Merupakan salah satu kunci dari siklus glukosa alanine yang memungkinkan otot
dan jaringan lain untuk mendapatkan energi dari asam amino
d. Serine (Ser, S)

Gambar 13. Struktur Serine


- Diperlukan untuk memproduksi energi pada tingkat sel

- Membantuk dalam fungsi otak (daya ingat) dan syaraf


3. Asam amino essensial bersyarat.
Asam amino esensial bersyarat adalah kelompok asam amino non-esensial,
namun pada saat tertentu, seperti setelah latihan beban yang keras, produksi dalam
tubuh tidak secepat dan tidak sebanyak yang diperlukan sehingga harus didapat dari
makanan maupun suplemen protein.
a. Arginine (Arg, R), (asam amino essensial untuk anak-anak)

Gambar 14. Struktur Arginine


- Diyakini merangsang produksi hormon pertumbuhan
- Diyakini sebagai pemicu Nitric Oxide (suatu senyawa yang melegakan pembuluh
darah untuk aliran darah dan pengantaran nutrisi yang lebih baik) dan GABA
- Bersama glycine dan methionine membentuk creatine
b. Histidine (His, H), (asam amino essensial pada beberapa individu)

Gambar 15. Struktur Histidine


- Salah satu zat yang menyerah ultraviolet dalam tubuh
- Diperlukan untuk pembentukan sel darah merah dan sel darah putih
- Banyak digunakan untuk terapi rematik dan alergi
c. Cystine (Cys, C)

Gambar 16. Struktur Cystine


- Mengurangi efek kerusakan dari alkohol dan asap rokok
- Merangsang aktivitas sel darah putih dalam peranannya meningkatkan daya tahan
tubuh
- Bersama L-Aspartic Acid dan L-Citruline menetralkan radikal bebas
- Salah satu komponen yang membentuk otot jantung dan jaringan penyambung
(persendian, ligamen, dan lain-lain)
- Siap diubah menjadi energi
- Salah satu elemen besar dari kolagen
d. Glutamic Acid (Glu, E), (Asam Glutamic)

Gambar 17. Struktur Glutamic Acid


- Pemicu dasar untuk glutamine, proline, ornithine, arginine, glutathine, dan GABA
- Diperlukan untuk kinerja otak dan metabolisme asam amino lain
e. Tyrosine (Tyr, Y)

Gambar 18. Struktur Tyrosine

- Pemicu hormon dopamine, epinephrine, norepinephrine, melanin (pigmen kulit),


hormon thyroid
- Meningkatkan mood dan fokus mental
f. Glutamine (Gln, Q)

Gambar 19. Struktur Glutamine


- Asam amino yang paling banyak ditemukan dalam otot manusia
- Dosis 2 gram cukup untuk memicu produksi hormon pertumbuhan
- Membantu dalam membentuk daya tahan tubuh
- Sumber energi penting pada organ tubuh pada saat kekurangan kalori
- Salah satu nutrisi untuk otak dan kesehatan pencernaan
- Mengingkatkan volume sel otot
g. Taurine

Gambar 20. Struktur Taurine


- Membantu dalam penyerapan dan pelepasan lemak
- Membantu dalam meningkatkan volume sel otot
h. Ornithine

Gambar 21. Struktur Ornithine

- Dalam dosis besar bisa membantu produksi hormon pertumbuhan


- Membantu dalam penyembuhan dari penyakit
- Membantu daya tahan tubuh dan fungsi organ hati
Asam amino biasanya diklasifikasikan berdasarkan sifat kimia rantai samping tersebut
menjadi empat kelompok. Rantai samping dapat membuat asam amino bersifat asam lemah,
basa lemah, hidrofilik jika polar, dan hidrofobik jika nonpolar.
1. Asam amino polar
a.

Memiliki gugus R yang tidak bermuatan

b.

Senyawa : Serin , threonin, sistein, metionin, asparagin, glutamin

c.

Bersifat hidrofilik mudah larut dalam air

d.

Cenderung terdapat di bagian luar protein

e.

Sistein berbeda dgn yg lain, karena ggs R terionisasi pada pH tinggi (pH = 8.3)
sehingga dapat mengalami oksidasi dengan sistein membentuk ikatan disulfide

f.

(-S-S-) sistin (tdk tmsk dlm a.a. standar karena selalu terjadi dari 2 buah
molekul sistein dan tidak dikode oleh DNA)

2. Asam amino non polar


a.

Memiliki gugus R alifatik

b.

Glisin, alanin, valin, leusin, isoleusin dan prolin

c.

Bersifat hidrofobik. Semakin hidrofobik suatu asam amino seperti Ile (I) biasa
terdapat di bagian dalam protein.

d.

Prolin berbeda dgn asamm amino siklis. Tapi mempunyai banyak kesamaan
sifat dengan kelompok alifatis ini.

e.

Umum terdapat pada protein yang berinteraksi dengan lipid

3. Asam amino gugus aromatik


a.

Fenilalanin, tirosin dan triptofan

b.

Bersifat relatif non polar hidrofobik

c.

Fenilalanin bersama dgn V, L & I asam amino paling hidrofobik

d.

Tirosin gugus hidroksil , triptofan cincin indol

e.

Sehingga mampu membentuk ikatan hidrogen penting untuk menentukan


struktur ensim

f.

Asam amino aromatik mampu menyerap sinar UV 280 nm sering digunakan


untuk menentukan kadar protein

4. Asam amino bermuatan positif (+)

a.

Lisin, arginin, dan histidin

b.

Mempunyai gugus yg bsft basa pd rantai sampingnya

c.

Bersifat polar terletak di permukaan protein dapat mengikat air.

d.

Histidin mempunyai muatan mendekati netral (pd gugus imidazol) dibanding lisin
gugus amino-arginin gugus guanidino

e.

Karena histidin dapat terionisasi pada pH mendekati pH fisioligis sering


berperan dalam reaksi ensimatis yang melibatkan pertukaran proton

5. Asam amino bermuatan negatif (-)


a.

Aspartat dan glutamat

b.

Mempunyai gugus karboksil pada rantai sampingnya bermuatan (-) / acid pada
pH 7