Anda di halaman 1dari 29

The Secret of The Secret

By Yan Nurinda
Kumpulan artikel motivasi dari www.portalnlp.com
Sebuah ebook yang saya susun dari artikel-artikel menarik di www.portalnlp.com
Silahkan Download ebook menarik lainnya di www.samidnawa.wordpress.com

The Secret of The Secret Bagian 1


Apr 18th, 2008
Saya coba menimpali saja tulisan rekan Gim Hok yang ditulis sebelum ini, kerena memang The
Secret adalah suatu fenomena luar biasa .. booming gempar pokoknya sekali lagi rrrrruar
biasa!
Dalam kancah atas nama motivasi atau pemberdayaan diri. akhirnya terpolarisasi 2
kubu antara yang setuju dengan fenomena the secret ada pula yang komentar-nya ah
ember aja tuh The Secret yang berkelimpahan cuma Rhonda Byrne dengan konco-konco-nya !
Emang nasib orang cuma sekedar dirasa-rasakan trus benar bisa menarik realita ? Kehidupan kok
dianggap lemper..? Penyet sana penyet sini trus jadi!
He he he .! Trus saya sendiri kubu yang mana tuh?
Oke, saya adalah kubu yang mendukung The Secret! Tetapi dengan amat sangat
banyak catatan kaki alias footnote.
***
Secara pribadi, jalan hidup saya adalah jalan hidup The Secret ! Baik kehidupan rungsep
yang telah saya jalani, kehidupan agak enak sampai yang lumayan enak bahkan yang sangat
enek ! Semua cocok-cocok saja dengan kaidah dasar dari The Secret!
***
Napak tilas sebentar ya .
Saya mulai menyadari kehidupan The Secret sekaligus mempelajari fenomena The
Secret justru mulai bertahun-tahun silam . tepatnya ketika saya mulai mempelajari
Psychocybernetic (Dr. Maxwell) dan juga ketika saya memperoleh suatu buku kuno yaitu The
Magic Power of Your Mind karangan Walter M. Germain, yang diterbitkan pada tahun 1956. Kisah
penemuan buku ini di tukang loak pun memenuhi prinsip dasar The Secret, yaitu The Law of
Attraction !
Dari pengetahuan-pengetahuan tersebut, Plus dengan kisah hidup saya yang di suatu
masa benar-benar diselamatkan oleh sang Kekuatan Pikiran, maka saya mendedikasikannya
dalam suatu workshop yang saya beri judul Alpha Power yang digelar dalam beberapa versi mulai
dari tahun 2003 sampai dengan 2007. Bahkan beberapa rekan kontributor di portal sempat
bergabung di versi awal dari workshop ini, versi yang masih sangat premature. Sekarang workshop
sudah di-anumerta-kan, karena mulai melenceng dari tujuan semula! Dinamakan sebagai Alpha
Power karena menyangkut pemberdayaan diri yang sangat luar biasa yang dilakukan cukup di

Alpha Brainwave! Yang diberdayakan apa? Semuanya, yang intinya akan menghasilkan yang
diistilahkan oleh The Secret sebagai The Law of Attraction!
Oleh karena itu, dengan segenap kerendahan hati. Saya bermaksud untuk sharing
kepada para The Secret Mania, tentu dengan perspektif yang berbeda.! Sekali lagi hanya
sharing. bukan mau usaha marketing pelatihan! Toh Alpha Power sudah anumerta!
***
Akan tetapi, sebelum Sharing ini benar-benar terjadi, maka terlebih dahulu saya akan melemparkan
konsep kesemestaan yang mendasari The Secret ! Anda harus memberikan persetujuan atau
ketidak setujuan terlebih dahulu !
Prinsip Pertama :

Kita hidup dalam kesempurnaan ! Kita diberikan berbagai perangkat kesadaran yang
sangat sempurna oleh YME, sekaligus alam semesta yang sempurna pula, dengan
hukum-hukum yang bersifat tetap dan mengikat segenap penghuninya, hukum ini
adalah : The Alchemy of The Universe !
Di sini kita mulai masuk ke persimpangan pemikiran yang agak kritis dan sekaligus sensitif.
apakah kita memandang kehidupan dan kesemestaan ini sebagai suatu hubungan horisontal atau
vertikal atau antara horisontal dan vertikal?
Maksud saya, kalau KeTuhanan dan Agama . sudah pasti suatu hubungan yang kita
tempatkan sebagai hubungan vertikal, antara mahluk dan Khalik-nya! Tetapi jika kehidupan dan
semesta tempat kita hidup kira-kira menurut anda masuk ke wilayah horisontal atau vertikal
atau campurannya tadi?
The Secret atau sejenisnya, hanya dapat dipahami dan diberlakukan dengan efektif jika anda
menempatkan diri anda dan alam semesta dalam suatu hubungan horisontal murni yang tunduk
dengan The Alchemy of The Universe !
Lho ?
Ya, ini menurut saya! Jadi ini akan melahirkan Prinsip Kedua yang merupakan penjelasan
lebih detail dari Prinsip Pertama.
Prinsip Kedua :

Terima kasih TUHAN, karena KAU telah memberikan aku kesempatan untuk menjalani
kehidupan, dan KAU telah memberikan kesempurnaan yang luar biasa bagi diriku, dan
KAU karuniakan pula aku alam semesta yang sempurna dengan segenap hukumnya yang
sangat sempurna pula, dimana aku dapat berpikir dan berkehendak bebas, tetapi akan
tetap dan selalu terikat dengan kesempurnaan hukum alam semesta ini !
Dari prinsip yang kedua ini, maka sebaiknya jangan pernah lagi kita mengatakan :
Kenapa ya saya ini sudah berkelakuan baik, tetapi kok nasib saya semakin hari semakin jelek?
Kenapa ya saya yang sekolahnya rajin, lulus Cum Laude pula! Tetapi kok teman saya yang sering
nyontek dulu malahan sekarang jadi konglomerat?
Kenapa ya saya sering menyumbang dan berderma, kok tega-teganya perampok menyatroni rumah
saya?
Kenapa ya, saya sudah sedemikian rajin beribadah dengan ihlas, kok hidup saya makin terpuruk?
Karena pernyataan-pernyataan di atas tidak akan pernah ada jawabnya! Karena kita secara tidak
sadar telah menempatkan diri kita sangat rendah, yaitu hanya sekedar menjadi obyek
kehidupan.. dan tentu saja sangat tidak berdaya!

Bandingkan dengan Tuan Amin, seorang ahli kimia yang menurut dia sangat ahli dalam
membuat sesuatu yang kimiawi! Suatu hari Tuan Amin mencoba membuat pupuk kimia. Nah,
setelah campur-sana campur-sini tiba-tiba blaaaaaaar. boro-boro jadi pupuk. malahan
mbeledos jadi bom kecil! Tetapi yang luar biasa, Tuan Amin dengan tenangnya berkata : Wah,
pasti rumusnya salah, atau campurannya kurang pas !. he he.. luar biasa. karena Tuan Amin
walaupun tidak sukses, tetapi menempatkan dirinya sebagai Subyek atau Sang Creator!
Alam semesta bak kumpulan dari mega-trilyunan unsur kimia, yang melintasi seluruh dimensi
energi alam semesta itu sendiri, anda bebas untuk membuat rumus dan mencampur-campurnya!
Salah atau benar soal nanti ! Tidak penting anda memahami atau tidak memahami, tetapi yang jelas
andapun kini tengah mencampur-campur unsur-unsur ini pada setiap milidetik dalam hidup anda!
Anda adalah Sang Ahli Kimia Alam Semesta! Anda adalah Subyek bagi hidup anda sendiri! Anda
adalah Sang Alchemist yang memainkan hidup anda dengan The Alchemy of The Universe! Anda
adalah Sang Creator bagi hidup anda!
Dari penjelasan yang berazaskan Prinsip Kedua ini, kita akan memasuki prinsip yang ketiga,
yang merupakan konsekwensi logis dari penjelasan ini :
Prinsip Ketiga :

Apapun yang kita peroleh atau alami pada hari ini, baik atau buruk, kebahagiaan atau
kesengsaraan, dan berbagai hitam dan putih lainnya. Pasti benar-benar berasal dari
formulasi Sang Alchemist yang berada dalam diri kita ! Kalau jelek ya namanya Sang
Alchemist pasti sedang salah rumus .. dan kalau oke punya, pasti Sang
Alchemist memang pas rumusnya atau kebetulan pas ! Gitu aja kok repot !
Jadi mulai sekarang sebaiknya kita ngomong seperti ini :

Tidak punya uang Wah, busyet. gue pasti pasti mikir apa nih kok jadinya sekarang nggak
punya uang ?
Dirampok Wah, gile beneer. Pikiran gue pasti ada yang korsleeet nih kok jadinya rampok
jadi demen sama gue ?
Dapat lotere Nah ini dia, ini so pasti pikiran gue yang bekerja dengan sangat canggih ..
kebetulan kali ya ? no way ! Nggak ada tuh kebetulan ! Yang ada cuma gue nggak ingetin rumusnya
!
***
Oke, ini adalah prinsip-prinsip dasar yang harus disepakati bersama terlebih dahulu! The
Secret atau Alpha Power atau mungkin bagus juga kalau disebut sebagai Gaya Hidup LoA, baru
dapat mulai dipelajari bagi mereka yang total menyetujui presupposition ini!
Silakan kirimkan comment Setuju or Tidak Menyetujui..! baru nanti diputuskan apakah
artikel perlu dilanjutkan disini atau dilanjutkan disana! He he.!
Maap, kalau ada salah-salah kata! Tabik!
******

The Secret of The Secret Bagian 2


Apr 22nd, 2008
Sebelumnya saya ucapkan terima kasih terhadap rekan-rekan yang telah memberikan respon, baik
secara terbuka, maupun yang langsung mengirimnya melalui email saya, karena mungkin dianggap
berisikan hal-hal yang relatif sensitif.
Gaya Hidup LoA (Law of Attraction) adalah salah satu pilihan diantara sekian banyak
pilihan gaya hidup lainnya! Tidak penting lagi dia benar atau salah, karena memang tidak
seorangpun yang dapat menjamin kebenarannya! Yang lebih penting adalah apakah masingmasing gaya hidup tersebut dapat memberdayakan kita?
Seringkali bukanlah gaya hidup-nya yang salah atau benar, tetapi konsistensi dalam
sikap bathin kita yang seringkali justru menimbulkan masalah besar!
***
Amat sangat banyak cara untuk menghadapi kehidupan, kita sudah sangat akrab dengan
berbagai presupposition yang berasal dari sumber yang beragam, dari keyakinan, agama, pokokpokok pemikiran spiritual, dsb!
Kita boleh memilih prinsip : Kelahiran, jodoh, rejeki, kematian, adalah urusan
Tuhan. Tetapi mengapa seringkali kita protes ketika orang yang kita cintai dipanggil Tuhan?
Atau kita memilih prinsip : Jalan hidup kita telah ditulis sebelum kita lahir. Tetapi mengapa
seringkali kita tidak menerima ketika kemiskinan tidak mau beranjak dari kehidupan kita?
Kita dapat juga memilih : Nasib suatu kaum tidak akan berubah, jika kaum tersebut
tidak merubahnya. Tetapi mengapa kita protes ke Tuhan ketika nasib kita tidak juga kunjung
berubah? Bukankah lebih berarti bahwa kita yang tidak terampil dalam mengubah nasib?
Atau kita mengambil pilihan netral, yaitu : Manusia berusaha, tetapi Tuhan
menentukan. Tetapi mengapa kita tidak serta-merta merelakan apapun yang akan menjadi
hasilnya?
Dan ketika kita berprinsip Semuanya sudah ada takdir-nya. Mengapa kita masih repotrepot berusaha? Toh semua sudah takdir?
***
Gaya Hidup LoA hanya merupakan salah satu pilihan, dan tetap saja konsistensi bathin
menjadi lebih penting! Gaya hidup ini akan membuat kita benar-benar bertanggung-jawab penuh
terhadap kehidupan kita sendiri!
Kita adalah Co-Creator untuk mengerjakan alam semesta ini, ketika batu telah tersedia,
maka kita dapat membangun gedung, ketika uap panas muncul dari dalam bumi, kita dapat
membuat pembangkit listrik, dan ketika ada hukum ketertarikan, maka kita dapat pula menarik
kebahagiaan, penderitaan, bahkan keberlimpahan atau kemiskinan! Dan ini bahkan sangat
mewakili dari suatu hal yang telah seringkali kita dengar, bahwa manusia adalah khalifah di muka
bumi atau pimpinan di muka bumi!
***
Gaya Hidup LoA mengasumsikan bahwa di alam semesta berlangsung hukum sebab-akibat
yang sangat sempurna dan sangat holistik, mulai dari tingkat fisik sampai dengan tingkat non fisik,
melintasi layer eksistensi yang tak berhingga.
Sebab Big-Bang maka menyebabkan lahirnya alam semesta fisik! Sebab lapisan bumi
bergeser, maka menyebabkan terjadinya bencana Tsunami! Sebab pemanasan global maka
menyebabkan punahnya Mamooth dan binatang purba lainnya! Sebab aliran lahar yang sangat

spektakuler maka lahirlah pulau-pulau baru di Hawaii! Hal ini semua menunjukkan berlangsungnya
hukum semesta di tingkat fisik yang sangat sempurna!
Dan hukum itu diasumsikan juga berlangsung di tingkat yang lebih murni, di tingkat
transcendental ! Dan memang benar berlangsung! Jika kita pernah mempelajari esoterisme, maka
kita akan sangat faham bahwa selain energi-energi fisik di semesta fisik, juga terdapat energi yang
lebih halus di tingkat ether yaitu subtle energy, yang juga terikat dengan hukum semesta yang
tentu saja berlangsung di tingkat ether!
Dan bagaimana mengenai manusia? Ya tentu saja termasuk! Bahkan manusia memiliki berjuta
bentuk, diluar bentuk yang selama ini kita kenal dalam kehidupan sehari-hari! Andaikata anda
melihat tubuh saya melalui Mikroskop Elektron, maka niscaya anda tidak dapat lagi membedakan
manakah kursi dan manakah saya, semuanya hanyalah kumpulan elektron! Apalagi jika kita
melakukan proses transcendental lebih jauh lagi, maka anda akan melihat saya sebagai quantum.
Dan yang sangat menarik, bahwa quantum bersifat chaos, artinya quantum saya akan melesat
kesana-kemari dan tidak pernah berada di diri saya secara tetap, atau selalu bertukar, tetapi
anehnya quantum ini juga bersifat ordered yang akan membentuk entitas diri saya! Hii serem
juga ya, karena ternyata saya hanya benar-benar ada di dimensi normal yang kita kenal, tetapi di
dimensi yang setengah transcendental saja saya sudah berubah menjadi quantum! Bayangkan
jika kita benar-benar transcendental, maka kita menjadi tidak pernah ada sama sekali!
***
Oke, semoga ilustrasi tadi dapat memberikan gambaran bahwa bentuk murni manusia adalah
tidak pernah ada, tetapi menggambarkan bahwa sekaligus manusia ada di-mana-mana atau
manusia pada tahap tertentu hakikatnya adalah alam semesta itu sendiri! Jadi jelas bahwa jika
perdebatan Gaya Hidup LoA salah satunya adalah mengenai apakah benar pikiran dapat bekerja
sedahsyat itu ?, maka saya yakin kini anda dapat menjawabnya sendiri dengan sangat baik!
Wah membingungkan dan malahan membuat makin tidak jelas? Ya pasti! Karena kita masih
terbiasa hanya meng-indera sesuatu yang bersifat fisik, itupun menggunakan sensor berupa pancaindra (VAKGO)!
Deepak Choppra pernah menulis : Jika anda ingin mengetahui rahasia dunia, maka anda

tidak perlu kemana-mana, cukup di kamar saja, bahkan anda cukup diam saja, maka dunia akan
membuka segenap topengnya !
Suatu kalimat yang sederhana, tetapi membutuhkan pemahaman dan kemampuan untuk
memahaminya ! Jika kita mampu melakukan proses Transcendental, yaitu menurunkan gelombang
otak sampai dengan tingkat yang terendah (NDE Brainwave), tetapi tetap dalam kondisi Full
Awareness, maka kita akan mulai memahami apa yang ditulis oleh Deepak Choppra tersebut !
Kita akan memahami bahwa ada suatu wilayah yang merupakan Non Sensory Perception World
atau Non VAKGO, yang dulu oleh para tetua kita di Asia Tengah disebut sebagai Shamballa atau
Shang-Rilla ! Atau oleh mbah Marto dari penghayatan mulat saliro di Solo disebut sebagai
suwung. wang wung!.
Disinilah awal lahirnya pengertian The Alchemy of The Universe atau The Law of Attracton
atau lain-lainnya yang sejenis alias se-ordo !
***
Dan sekali lagi bahwa Gaya Hidup LoA adalah pilihan ! Jika kita tidak nyaman, jangan
dipaksakan ! Lebih baik pilih presupposition lain yang dapat membuat kita nyaman dan
berdaya, dan yang lebih penting lagi adalah menumbuhkan sikap konsistensi bathin atas pilihan
tersebut !
Semuanya benar ! Semuanya dapat memberdayakan ! Kita hanya perlu konsisten !
***

Dan, akhirnya. semua pendapat, teori, asumsi, atau hipotesa saya ini, masih sangat dapat dan sangat boleh
diperdebatkan! Ada pepatah Jika anda puas beritahu teman, tapi jika anda kecewa beritahu saya ! . He he rumah
makan padang. kaleee!!
Maap, jika ada salah-salah kata! Tabik!

******

The Secret of The Secret Bagian 3


Apr 25th, 2008
Barang lama kemasan baru !
Katanya : pikiran berlimpah akan menarik keberlimpahan dalam bentuk riel.
Katanya : pikiran sehat akan menarik hal-hal yang akan menciptakan kondisi tubuh yang sehat.
Katanya : pikiran khawatir akan menarik realita yang benar-benar memperkuat kekhawatiran
dimaksud.
Dsb ..
Dikatakan secara sederhana bahwa hal ini dikarenakan pikiran manusia dapat memancarkan
magnet yang akan menarik kondisi yang bersifat selaras dengan apa yang dipikirkan, terlepas
pikiran yang dimaksud adalah baik atau buruk !
Nah disini saya akan memulai .. melalui teori empiris lainnya yang semoga
dapat memperkaya wacana para peminat Gaya Hidup LoA !
***
Jauh sebelum Rhonda Byrne .. bahkan jauh sebelum Maxwell Maltz sudah
dikembangkan suatu teori kesadaran manusia berdasarkan pemahaman empiris, dimana teori ini
merupakan bagian dari Teori Parapsikologi atau Psikologi yang ditambah dengan Para (kalau nggak
salah artinya disamping), jadi maksudnya disamping ilmu Psikologi jadi mirip anak dan
keponakan lah ..! Mirip-mirip gituu deee ..!
Teori yang saya baca dari buku The Magic Power of Your Mind yang nantinya ternyata
memiliki referensi dari buku kuno lain lagi, membagi perangkat kesadaran manusia menjadi 3
bagian utama, yaitu : (1). Conscious Mind (2). UnConscious Mind, dan (3). Supra-Conscious
Mind (atau saya sering juga menyebutnya dengan Super-Conscious Mind.
Conscious Mind
Dapat kita anggap sebagai wilayah dimana kita berkeinginan, jadi jika kita ingin sehat,
ingin kaya, nah inilah yang menjadi area dari Conscious Mind.
UnConscious Mind
Dapat kita anggap sebagai tempat dimana segenap perilaku kita berada, juga kecenderungan
sikap, dan kontrol otomatis organ tubuh kita (misal detak jantung). Atau secara gampangnya
UnConscious Mind berorientasi kepada internal diri kita (fisik, psikologis) atau internal world
Super-Conscious Mind
Merupakan kesadaran kita yang dapat berhubungan dengan external word atau alam
semesta.

Jika Conscious Mind dan UnConscious Mind lebih sering disebut sebagai bagian dari otak
kita, atau bersifat physical, maka Super-Conscious Mind dapat dianggap sebagai bagian atau
extension dari UnConscious Mind tetapi tidak berada di lapisan physical kita, melainkan di lapisan
energi, tepatnya adalah Subtle Energy, yang mungkin secara tradisional sering juga di-istilahkan
sebagai Chi, Ki, Manna, Huna, Barraka, dsb. (setiap wilayah di muka bumi ini dapat memiliki
istilah yang berbeda-beda, note : territory-nya sama, map-nya beda-beda).
Sebenarnya sih Super-Conscious Mind bukanlah energi tetapi suatu kesadaran, tetapi
cara kerjanya menumpang di ray yang dikenal sebagai subtle energy, mirip dengan data (voice)
GSM yang menumpang di gelombang dengan frekwensi tertentu. Untuk lebih mudah, boleh-lah
dianggap bahwa representasi dari Super-Conscious Mind ini adalah berupa Subtle-Energy.
***
Nah, dari penjelasan sederhana ini mungkin mulai agak nyambung, bagaimana sih
mekanisme ketika seseorang memberikan empowerment ke diri-nya agar berkelimpahan uang
kemudian dapat benar-benar menghadirkan uang ke dalam dirinya ? Dalam hal ini, Conscious Mind
adalah pihak yang berkeinginan, kemudian akibat dari Empowerment tersebut (jika berlangsung
efektif), maka mungkin yang bersangkutan mendadak menjadi rajin, netral, pintar melihat
peluang, pintar menilai resiko, dll, dan ini merupakan kerja dari UnConscious Mind yang bertugas
menggerakkan internal-word seseorang. Kemudian, mungkin saja yang bersangkutan tiba-tiba
secara ajaib dipertemukan dengan kondisi-kondisi yang dapat membuatnya benar-benar dapat
mewujudkan keinginannya tersebut, misalkan bertemu dengan orang yang tepat di saat yang
tepat. Nah inilah yang merupakan hasil kerja dari Super-Conscious Mind yang bermain di area
external word!
Jadi jika kita berbicara mengenai The Law of Attraction, maka mungkin yang dimaksudkan
dan diharapkan oleh banyak orang adalah kesaktian yang ditimbulkan oleh Super-Conscious Mind
ini !
***
Dalam berbagai pengetahuan yang berbasiskan esoterisme, soal mewujudkan sesuatu atau goal
manifestation adalah sesuatu yang biasa, dan sudah jadi menu standar dan tidak diributkan
atau dihebohkan seperti halnya The Secret !
Walaupun dengan tata-cara yang berbeda dikarenakan map yang dipergunakan berbeda, tetapi
percayalah bahwa semuanya ternyata sama-sama berbicara terhadap territory yang 100% sama !
Contohnya :
Dalam Reiki dikenal istilah materialisasi dengan menggunakan misal : bola energi chokurei,
dengan afirmasi : saya senang sekali karena memiliki mobil jaguar pada akhir tahun 3017, lalu bola
dibuang, jangan di-ingat-ingat, biarkan berkelana ke alam semesta, membentuk perwujudannya
sendiri.
Fenomena Telepati, Thought Projection, ESP, merupakan fenomena subtle energy, hanya
saja di-aplikasikan secara langsung, karena bersifat relatif sederhana. Tidak seperti konsep
keberlimpahan yang bisa jadi super-complex ! Bukan sekedar siapa men-telepati siapa ?! Ya,
jadinya bagusnya alam semesta saja yang di-telepati !
Bahkan ilmu pelet, juga menggunakan mantra-mantra yang notabene akan menghasilkan
subtle energy yang akan men-transmissikan keinginan sang pemelet agar memasuki wilayah
rasa (baca : UnConscious) dari Sang Sasaran. Ini contohnya memang agak tidak tepat, tetapi hal
yang mirip adalah mereka sama-sama bermain di tingkatan Subtle Energy yang dapat
menghubungkan satu orang dengan lainnya. Bukankah afirmasi dalam LoA salah satunya adalah
menghadirkan orang yang tepat pada kesempatan yang tepat bagi kita ? Lewat mana ? Ya lewat
media Subtle Energy !

***
Semoga dengan penjelasan dari sudut yang berbeda ini akan memberikan pemahaman atau
wacana tambahan yang akan membuat Gaya Hidup LoA dapat dipandang sebagai sesuatu yang
biasa-biasa saja dan sudah ada sejak dulu ! Apalagi fenomena LoA-nya sendiri, tidak usah
dipelajari-pun ya sudah ada !
Kemudian, mekanisme LoA agar dapat lebih dipahami secara lebih membumi, bahwa itu
hanya sekedar penyelarasan antara Conscious Mind, UnConscious Mind dan Super-Conscious
Mind yang dapat menjadi sedemikian sakti-nya jika ketiganya dapat berjajar bagaikan 3 buah
vektor yang memiliki arah yang sama ! Blaaaaar ! Terjadilah ! .. he he
Ya disini masalahnya ., untuk membuat ketiga-nya sejajar ? Susahnya minta ampun,
perlu ilmu pendukung lain .. mulai dari NLP, Hypnosis, bahkan mungkin ilmu kudu .. yaitu .
kudu yakin .. kudu manteb kudu berhasil !
Hanya sekedar wacana !
Dan, masih bersambung lagi
Maap, jika ada salah-salah kata ! Tabik !

****

The Secret of The Secret Bagian 4


May 1st, 2008
Servomechanism
Mari kita lanjut perbincangan mengenai LoA, dimana khusus untuk pembahasan LoA ini saya
memang bertujuan menyuguhkan-nya melalui sudut pandang yang berbeda, yang mudahmudahan dapat memperkaya siapapun para peminat teori LoA.
Konsep terpenting dari LoA adalah Hukum Ketertarikan atau Tarik Menarik, dan kini saya akan
mencoba membahasnya berdasarkan sudut pandang Psychocybernetic-nya Dr. Maxwell.
***
Jika kita coba mengamati dengan seksama, maka pada umumnya perilaku kita maupun apa yang
kita sering dapatkan dan temui biasanya merupakan suatu pola atau membentuk suatu pola
kecenderungan, dan pola ini jika tidak di-intervensi atau mengalami konversi ekstrim, maka pola
ini cenderung semakin mapan dan semakin kuat.
Orang yang sering bangun kesiangan, maka akan cenderung untuk selalu bangun
kesiangan dan bilamana sudah menjadi pola permanen, bahkan menjadi sangat ajaib, karena
perilaku ini benar-benar menemukan cara-nya sendiri untuk membuat kesiangan ini terjadi.
Orang yang gampang sekali memperoleh hutang, pasti disebabkan ia telah melakukannya
secara berulang-kali sejak lama, sehingga seakan-akan alam semesta akan mengatakan ya dia
pantas dan harus diberi hutang setiap kali ia mengajukan pinjaman. Ini bukan persoalan baik atau
buruk, karena konglomerat pengemplang BLBI-pun pasti sudah memiliki pola ini sejak lama, dan
pola ini bertambah kuat dan permanen, sehingga mereka-pun menjadi sangat sakti untuk
diberikan hutang lagi, bahkan pada saat mereka sangat terpuruk sekalipun!
Bagi mereka yang tidak pernah berhutang, percayalah mereka ini tetap akan sulit untuk
memperoleh pinjaman, bahkan ketika mereka memerlukannya untuk urusan hidup dan mati ! Tidak
adil ya ?!
Demikian juga mereka yang hidupnya selalu dirundung penderitaan dan sial, maka
percayalah ini telah menjadi skill yang sangat terlatih bagi mereka, walaupun pasti mereka tidak
menginginkannya!

Tentu saja mereka yang hidup berkelimpahan juga ternyata telah memelihara skill dan
kecenderungan ini sejak lama, walaupun dengan kualitas dan kuantitas yang mungkin berbeda.
Hati-hati jika anda ternyata memiliki kecenderungan untuk bekerja sangat keras! Anda akan
ditarik oleh alam semesta untuk selalu bekerja keras! Renungkanlah kembali, apakah anda
memang menggemari kerja keras, atau sebenarnya anda bekerja keras dengan tujuan
untuk memperoleh keberlimpahan? Tetapi jika anda memang benar-benar hobi bekerja keras, ya
tentu bukanlah suatu masalah!
Mereka yang sering jatuh sakit, ternyata telah memiliki bakat ini sejak lama, dimulai
dengan sakit-sakit ringan sampai di kemudian hari mereka menjadi lebih terlatih untuk sakit
lebih berat !
***
Ternyata jika kita amati dengan seksama, semua hal yang kita peroleh dan alami,
merupakan bentuk dari suatu kecenderungan yang semakin hari semakin kuat!
Inilah yang disebut sebagai Servomechanism!
***
Servomechanism atau mekanisme servo dapat dijelaskan dengan analogi penembakan
peluru kendali ! Peluru kendali ditembakkan ke sasaran nun jauh disana dengan pengaturan
koordinat target yang di-set melalui komputer. Ketika peluru kendali meluncur, maka ia akan
bergerak dengan pola gerakan lurus, tetapi setiap beberapa mili-detik ia akan dibelokkan arahnya
oleh pemandu yang telah di-set melalui komputer, dan seterusnya arah ini akan selalu di-revisi,
dan akhirnya Blaaaaaar.! sasaran-pun diketemukan!
Jadi ketika target telah dikunci, maka akan berlangsung gerakan yang selalu di-revisi
arahnya secara terus-menerus, sehingga peluru kendali ini harus mencapai sasaran!
***
Demikian juga dengan segenap peristiwa kehidupan. Ketika seseorang sudah dikunci harus
mengalami sesuatu, maka apapun yang dilakukan akan selalu memperoleh revisi dari alam
semesta yang menyebabkan akhirnya Blaaaar .! Ia mengalaminya !. Atau dalam bahasa yang
lebih manusiawi adalah ketika seseorang sudah memiliki kecenderungan atau pola untuk menjadi
sesuatu, maka dapat dipastikan ia dengan mudah mencapai apa yang dimaksud dengan menjadi
sesuatu tersebut !
Dengan kata lain, semuanya hanyalah soal kecenderungan!
Cenderung sakit. cenderung sehat. cenderung kaya.. cenderung miskin.
cenderung ditolak. cenderung diterima cenderung memiliki banyak teman..
cenderung memiliki banyak musuh. cenderung menipu. cenderung ditipu.!
Dan sekali lagi bahwa pola atau kecenderungan atau Servomechanism ini akan semakin
kuat jika tidak di-intervensi ! Baik pola baik, maupun pola buruk !
***
Saya mencoba memberanikan diri untuk menganalogikan mengenai apa yang disebut dengan
Takdir dan Nasib, sama sekali bukan berdasarkan pengertian agama, tetapi berdasarkan
bahasa Mind Power yang menjadi landasan dari LoA atau sejenisnya, hanya sekedar untuk
memperkaya wacana !
Ada orang menyeberang rel kereta, dan saat yang sama kereta melaju dengan
cepat, ia tertabrak, tubuh-nya hancur lebur, mati !
Setiap orang yang ditabrak kereta sampai hancur lebur, pasti mati ! Karena hukum semesta
yang berlangsung secara sempurna telah terpenuhi. Mungkin ini yang lebih mendekati dengan
pengertian Takdir, yaitu sesuatu yang telah menjadi ketetapan. Disebut juga sebagai The
Alchemy of Universe, atau hukum Alkemia Alam Semesta, atau Hukum Semesta.

Tetapi mengapa orang tersebut menyeberang rel kereta tepat di saat kereta tersebut
meluncur ? Apalagi anggap saja sebenarnya orang tersebut benar-benar belum siap untuk
meninggalkan dunia ? Nah inilah yang mungkin mendekati pengertian dari Nasib ! Suatu gerakan,
suatu kecenderungan ! Disebut juga sebagai Servomechanism.
***
Dan sebagai suatu pola atau kecenderungan, maka Servomechanism adalah sesuatu yang
benar-benar dapat diubah arahnya ! Tentu dengan usaha dan strategi yang tepat !
Artinya jika saja kita dapat membentuk atau merubah Servomechanism kita menjadi
Servomechanism muda foya-foya tua kaya raya . hidup sejahtera . mati masuk
surga .! kan enak juga tuh! He he..
Lalu Bagaimana cara merubah Servomechanism?
Sebelum kita merubah Servomechanism, maka sebaiknya kita memahami terlebih dahulu,
perangkat-perangkat manakah dalam diri kita yang membentuk Servomechanism ini?
Kita bahas di Artikel berikutnya .
Bersambung
***
Sekedar suatu sumbangan pengetahuan, untuk memperkaya wacana ! Jauh dari kebenaran mutlak, dan
sangat boleh diperdebatkan ! Tinggalkan saja bagian yang tidak memberdayakan, dan ambilah bagian
yang mungkin memberdayakan !
Maap, jika ada salah-salah kata ! Tabik !

****

The Secret of The Secret Bagian 5


May 2nd, 2008
Servomechanism & Kompetensi
Ringkasan artikel lalu :
Pada akhirnya seluruh yang kita peroleh atau kita dapatkan lebih dikarenakan kecenderungankecenderungan yang telah melekat dan telah menjadi pola permanen, atau disebut dengan
Servomechanism.
Sehingga fokus kita kini relatif lebih menyempit, yaitu bagaimana menciptakan Servomechanism
yang memberdayakan, dalam arti dapat menciptakan gerakan-gerakan yang membawa kita ke
berbagai obsesi dan tujuan dalam kehidupan kita.
***
Membentuk Servomechanism
Sayangnya Servomechanism bukanlah sekedar buah dari keinginan, jadi tidak penting lagi
apa keinginan kita, karena gerakan sesungguhnya telah dibentuk oleh Servomechanism ini. Setiap
orang pasti ingin sehat, tetapi yang seringkali terjadi justru Servomechanism menuju ke wilayah
sakit?! Mengapa? Kenapa? Ada apa?
Servomechanism adalah representasi dari vektor atau semacam resultan dari vektor-vektor
kesadaran kita, yaitu : Conscious Mind, UnConscious Mind, dan Super-Conscious Mind. Keinginan
hanyalah salah satu dari kesadaran kita yaitu Conscious Mind, akan tetapi kekuatan sesungguhnya
terletak di UnConscious Mind dan Super-Conscious Mind.
Dalam kalimat yang lebih mudah, Servomechanism sebenarnya merupakan representasi dari
sesuatu yang telah menjadi milik kita, yaitu Belief System dan Self Image. Baik Belief
System maupun Self Image keduanya merupakan istilah yang menggambarkan sistem keyakinan

kita. Akan tetapi Self Image atau Citra Diri lebih menggambarkan penilaian atau gambaran
kita terhadap diri kita sendiri dan bukannya diri kita sebenarnya, identik dengan The
Map is not The Territory dan Everyone Lives in Their Own Unique Model of The World !
***
Dari penjelasan di atas, maka satu-satunya cara untuk memperoleh Servomechanism Sukses
adalah dengan membentuk terlebih dahulu Belief System & Self Image Sukses ! Atau dengan kata
lain sukses merupakan sesuatu yang telah menjadi kompetensi dalam diri kita !
Loh kok jadi kompetensi ? Ya, karena segala sesuatu yang terjadi dalam hidup kita tidak lebih adalah
buah dari kompetensi yang kita miliki !
Mereka yang gampang sakit pasti karena mereka memiliki kompetensi tinggi di bidang sakit !
Mereka yang mudah menjadi kaya raya, juga pasti memiliki kompetensi tinggi di area itu !
Mereka yang mudah sekali tertimpa sial, juga karena telah demikian kompeten !
Jadi secara sederhana urutannya menjadi :
Self Image & Belief System menghasilkan Kompetensi menghasilkan Servomechanism
menghasilkan Hasil.
***
Apa sih kompetensi ?
Saya yakin, kita semua para pembelajar NLP pasti ingat mengenai tahapan pembelajaran
manusia yang dibagi atas 4 tahapan kompetensi, dimana dalam definisi baku-nya adalah :
Tahap 1 : Tidak sadar bahwa tidak mampu
Tahap 2 : Sadar bahwa tidak mampu
Tahap 3 : Sadar bahwa mampu
Tahap 4 : Tidak sadar bahwa mampu
Nah kompetensi yang dimaksudkan di pembahasan di atas adalah kompetensi yang telah mencapai
Tahap 4, karena kompetensi pada tahap inilah yang membentuk Servomechanism yang dimaksud !
Sebagai ilustrasi :
Makan ! Saya yakin bahwa kita seluruh pembaca portal ini pasti tidak pernah terpikirkan bahwa
besok kita semua mampu mengadakan atau membeli makan atau tidak ? Dan yang luar biasa
bahwa tanpa sempat berpikir-pun kita semua besok hampir dipastikan akan makan seperti
biasanya ! Nah, ini yang disebut dengan kompetensi pada tahap yang tertinggi (Tahap 4) !
Maaf, di luar sana, masih sangat banyak saudara kita yang benar-benar harus secara sadar
mengusahakan makan tersebut agar mereka dapat benar-benar makan ! (Kompetensi Tahap 3).
Atau bahkan ada yang benar-benar sudah menyadari bahwa dengan cara apapun mereka besok
tidak akan dapat menikmati makanan (Kompetensi Tahap 2).
Ilustrasi lain :
Tetapi apakah sebagian besar kita tetap dalam Kompetensi Tahap 4 ketika kita diminta untuk
menghasilkan uang sejumlah 1 Milyar dalam waktu 3 hari ?
Lalu apakah perbedaan kompetensi antara besok makan dan 1 Milyar dalam 3 hari ?
Di lain pihak kitapun meyakini bahwa bagi Tuhan YME dan Alam Semesta tidak
bedanya antara permintaan besok makan dan 1 Milyar dalam 3 hari ! Silakan
merenungi ! Ini benar-benar hanya soal kompetensi !
***

Jadi .. gaya hidup LoA adalah soal mengembangkan diri untuk menjadi kompeten pada tahap
tertinggi, misal kompetensi untuk menarik keberlimpahan!
Jadi gaya hidup LoA adalah soal melenyapkan kompetensi-kompetensi tahap tertinggi yang
bersifat tidak memberdayakan yang telah menjadi Belief System & Self Image kita semua!
Jadi gaya hidup LoA adalah hal yang wajar-wajar saja, dimana untuk ini NLP, Hypnosis,
Psychocybernetic, dll. dapat berperan dengan sangat besar untuk merubah isi dari Belief System &
Self Image agar membentuk kompetensi tertinggi yang bersifat positif!
Dan, percayalah . Inilah kejaiban sesungguhnya dari LoA ! Kompetensi akan
menarik apapun juga ! Dan saat inilah The Law of Attraction akan benar-benar
bekerja secara nyata !
***
Lalu kita memulainya dari mana ??
Kita bahas di artikel berikutnya ..
Bersambung .
***
Sekedar suatu sumbangan pengetahuan, untuk memperkaya wacana ! Jauh dari kebenaran mutlak, dan
sangat boleh diperdebatkan ! Tinggalkan saja bagian yang tidak memberdayakan, dan ambilah bagian
yang mungkin memberdayakan !
Maap, jika ada salah-salah kata ! Tabik !

****

The Secret of The Secret Bagian 6


May 5th, 2008
3 Pilar Dasar

Ringkasan artikel yang lalu :


Pada akhirnya, kompetensi merupakan dasar dari implementasi LoA. Tanpa upaya untuk
mencapai kompetensi, maka LoA tidak ubahnya seperti permainan Roulette, terkadang kita
menang, terkadang kita apes, dan tentu saja menjadi tidak ada artinya lagi, sama halnya dengan
konsep sial dan untung yang telah kita kenal selama ini, walaupun kini dengan bahasa yang lebih
halus, yaitu apapun, semuanya merupakan hasil dari upaya kita ! Sebaliknya, dengan spirit
menuju kompetensi, maka permainan Roulette ini pasti akan lebih sering kita menangkan, soal
bahwa itu taruhan kecil atau taruhan besar, adalah juga soal kompetensi !
***
Ketika konsep LoA sudah dapat kita terima, maka kini kita mulai dapat memasuki
perjalanan panjang yang indah, yaitu menumbuhkan kompetensi di berbagai hal dalam diri kita,
mulai dari habitual mindset atau apapun yang diperlukan, agar LoA dapat bekerja untuk kita !
(Baca : sesuai dengan keinginan kita).
***
Menurut pemahaman dan pengalaman saya, beserta pengalaman dari berbagai pihak yang
merasa terbantu dengan prinsip LoA (catatan : Saya banyak menangani Client yang khusus ingin
di-treatment untuk memasuki gaya hidup LoA), akhirnya saya mencoba memberanikan diri untuk
menyusun pilar dasar yang diperlukan untuk me-LoA, dan saya berharap hal ini dapat
memperkaya para pembaca, yang saya yakin sudah sangat banyak yang canggih dalam

menerapkan LoA. Pilar dasar ini ada 3 buah, yaitu : (1). New Paradigm (2). Basic Technique
(3). Mindset & Lifesyle.
Saya coba meng-analogikan dengan :
Misalkan ada suatu pendapat, yaitu bahwa dari sebatang pohon yang sangat besar, katanya
dapat dibuat berbagai macam furniture dan handycraft yang indah dan berseni. Nah ini saya sebut
sebagai New Paradigm, yaitu suatu konsep dasar atau semacam presupposition yang dapat kita
jadikan sebagai pegangan untuk mengetahui apa saja yang mungkin kita capai !
Tetapi konsep dasar ini tidak serta merta akan melahirkan berbagai furniture atau handycraft
yang indah. Kita membutuhkan keterampilan dasar, misal : menggergaji, memahat, memaku,
mengukir, mengecat, dsb. Ini saya sebut dengan Basic Technique, atau semacam infrastruktur.
Selanjutnya untuk mewujudkan furniture dan handycraft yang dimaksud, kita masih harus memiliki
berbagai hal, yaitu antara lain : semangat, kesabaran, ketelitian, selera seni, bahkan kita perlu
mengembangkan kesehatan dan kebugaran agar kita dapat menggergaji pohon besar tersebut.
Tanpa kekuatan dan semangat, mustahil kita dapat menggergaji pohon tersebut. Tanpa ketelitian
dan kesabaran, mustahil rasanya kita mengukir sebongkah kayu sehingga menjelma menjadi
handycraft yang indah ! Ini saya sebut sebagai Mindset & Lifestyle.
Nah, mungkin analogi di atas tidaklah terlalu tepat, akan tetapi saya mencoba untuk
menggambarkan perlunya langkah yang bersifat holistik dalam segenap hal, termasuk saat kita
meng-implementasikan gaya hidup LoA ! Ingat kita hidup di dunia yang sangat riel, dimana tangan
masih terasa sakit jika dicubit, dan perut tetap merasa lapar jika tidak diisi, juga kita masih sering
kesal jika terjebak macet di jalan tol !
***
3 Pilar Dasar :
New Paradigm
Pahami dengan baik paradigma baru LoA yang memandang alam semesta dengan cara
yang sedikit berbeda ini. Pastikan bahwa kita tidak memiliki konflik bathin terhadap paradigma ini.
Jika kita merasa tidak pas dengan Paradigma LoA, maka tinggalkan dan pilihlah paradigma lain
yang lebih dapat memberdayakan kita !
Basic Technique
Untuk mencapai kompetensi LoA, akan amat sangat banyak proses programming maupun
de-programming yang ditujukan untuk merubah Belief System dan Self Image kita, juga untuk
programming berbagai keinginan-keinginan kita (materialisasi), serta untuk memasukkan berbagai
mindset baru yang diperlukan. Untuk hal ini silakan pergunakan berbagai teknik pemberdayaan diri
yang paling sesuai dan efektif untuk kita, mulai NLP, Hypnosis, Psychocybernetic, atau apapun juga !
Label tidak lagi penting, yang lebih diperlukan adalah efektivitasnya !
Mindset & Lifestyle
LoA merupakan paradigma dasar yang dapat dianalogikan seperti halnya Undang-Undang
Dasar. Untuk membuatnya dapat bekerja dalam tataran kehidupan riel, maka akan sangat banyak
peratuan-peraturan yang harus dibuat berdasarkan pokok-pokok pikiran yang berasal dari
Undang-Undang Dasar tersebut, dengan prinsip bahwa peraturan-peraturan harus mendukung
dan tidak boleh bertentangan dengan induknya !
Untuk mempercepat kompetensi agar LoA dapat bekerja sesuai dengan keinginan kita, maka
mungkin akan sangat banyak Mindset yang harus diubah, dan juga amat sangat banyak gaya hidup
atau Lifestyle yang harus diubah pula !

***
Baiklah kita mulai memasuki detail untuk memasuki kompetensi ! Saya tidak akan
membahas pilar pertama, karena ini sudah kita sepakati bersama di artikel-artikel awal. Saya akan
memulainya dengan Pilar yang kedua, yaitu : Basic Technique.
Basic Technique
Disebut sebagai teknik yang sangat mendasar, karena dengan teknik inilah kita akan
melakukan programming atau de-programming terhadap diri kita. Silakan pilih berbagai teknik
yang paling sesuai bagi kita, dan saya yakin disini banyak para pakar yang akan berbaik hati untuk
membagikan tips dalam melakukan programming dan de-programming melalui teknik NLP.
Yang lebih terpenting lagi adalah kita benar-benar memahami dan meyakini apa hal-hal mendasar
yang perlu kita programming atau kita de-programming terlebih dahulu !
Sebagai contoh :
Apakah mungkin kita dapat mewujudkan keinginan : memiliki mobil Honda Jazz berwarna
silver pada akhir tahun 2008????
Jika ternyata Self-Image kita masih berisikan program lama, yaitu : Saya selalu gagal dalam
mencapai cita-cita saya !
Apakah mungkin kita dapat mewujudkan keinginan : menjadi motivator terkenal Indonesia di
akhir tahun 2009???
Jika ternyata Self-Image kita masih berisikan program lama, yaitu : Saya tidak pernah
mampu berkomunikasi dengan baik di depan publik!
Apakah mungkin kita dapat mewujudkan keinginan : memiliki bisnis sendiri yang dapat
menghasilkan nett-income Rp. 5 Juta per-bulan sejak Maret 2009????
Jika ternyata Self-Image kita masih berisikan program lama, yaitu : Saya tidak mungkin
dapat berbisnis karena keluarga saya dari 3 generasi semuanya adalah pegawai!
***
Dari ilustrasi di atas, semoga dapat diperoleh gambaran bahwa seringkali suatu penciptaan
tidak berhasil hanya dikarenakan tidak memiliki pijakan yang cukup stabil!
Loh . Kalau perlu pijakan untuk apa ribut-ribut dengan konsep LoA dong? LoA kan di-disain
untuk menghasilkan kejaiban tanpa sebab??
Ya, disinilah salah satu catatan perbedaan LoA dalam versi saya! Saya tidak pernah percaya
adanya keajaiban di alam semesta ini! Saya lebih mempercayai bahwa semuanya benar-benar akan
tunduk dengan hukum alam semesta, termasuk hal yang kita anggap ajaib sekalipun! Menurut
saya, keajaiban sesungguhnya dari prinsip LoA adalah bahwa kita akan mengalami percepatan
yang luar biasa ketika kita benar-benar menghayati hukum ini! Ingat percepatan adalah sangat
berbeda dengan pengecualian atau pelanggaran! Percepatan lebih bermakna lebih cepat
memasuki kompetensi untuk selaras dengan hukum alam semesta!
Memang sih, dalam menerapkan prinsip LoA sebagai gaya hidup sejak tahun 2003, saya
juga cukup sering mengalami kejadian-kejadian ajaib, tetapi akhirnya saya pikir lebih positif jika
dijadikan saja sebagai katalis untuk lebih memasuki penghayatan LoA, karena dengan istilah
ajaib, berarti tetap masih berada diluar kompetensi saya alias tidak dijamin bisa diulangi secara
tepat ! Seharusnya kita justru dapat me-model hal-hal semacam ini untuk menambah percepatan!
Mas Ronny FR pernah menjelaskan kepada saya soal modelling (sambil ngobrol soal onta dengan
Kang Asep), bahwa ada 3 hal kunci dalam modelling, yang singkatnya kira-kira dalam LoA ini kita
harus menduplikasi state saat melontarkan materilisasi, belief yang ada, strategi yang diterapkan,
sampai ke fisiologi-nya, nah ini semua yang akan mengantarkan kita ke kompetensi, alias mampu

mengulang-ulang keajaiban! (Bener nggak ya? Soalnya kuliah-nya Mas Ronny di jam 18.00 tapi
satuan waktu Eropa .. he he ..)
***
Dari uraian di atas, maka salah satu obyek penting yang harus dilakukan Programming dan
De-Programming adalah Self Image, sebelum kita mem-program berbagai keinginan atau citacita besar kita!
SELF IMAGE

Self Image atau Citra Diri sama sekali bukanlah realita diri kita sendiri, melainkan hanyalah
cara kita memandang dan menilai diri kita sendiri! A Map is Not The Terittory
Self Image acapkali bersifat sangat halus, dan tidak tampak, alias bekerja di tingkat UnConscious.
Terkadang kita perlu memasuki keheningan terlebih dahulu agar kita dapat menemukan SelfImage ini! Diperlukan kejujuran dan lepasnya sang Ego untuk melihat Self-Image kita sendiri
secara benar!
Self Image mirip dengan selubung atau filter pemikiran yang membungkus diri kita,
dimana setiap pemikiran yang tidak sesuai dengan Self Image ini akan segera dimatikan,
sedangkan pemikiran yang sesuai dengan Self Image ini akan hidup dan semakin diperkuat!
Contoh :
Ketika kita memiliki Self Image : Saya orang yang tidak menarik !
Saat kita mencoba berpikir : Saya di pesta nanti pasti banyak menemukan teman baru !, maka
Self Image akan segera membunuh pikiran ini, dengan self-talk misalnya : Ah kamu hanya
bermimpi . orang-orang hanya ingin berkenalan dengan orang yang menarik . bukan orang
seperti kamu yang tidak menarik sama sekali !.
Tetapi saat kita mencoba berpikir : Saya di pesta nanti . pasti seperti biasa .. akan diacuhkan
orang ., maka Self Image akan segera memperkuat pikiran ini, dengan self-talk misalnya : ya
.. kamu harus berusaha menahan emosi dan bersabar .. inilah resiko bagi pribadi yang tidak
menarik seperti kamu !.
Semoga dari ilustrasi yang sederhana ini, kita dapat mulai melakukan introspeksi diri, manakah
kiranya hal-hal mendasar yang terdapat di dalam Self-Image kita yang kiranya sangat tidak
mendukung untuk mencapai kompetensi gaya hidup LoA ?
Berikut ini beberapa program yang kiranya cukup baik dan bersifat umum yang dapat kita
masukkan sebagai infrastruktur LoA di Self-Image kita, sebelum kita menanamkan programprogram besar lainnya :
Tuhan memberikan saya kesempurnaan.
Tuhan selalu menuntun saya untuk menemukan kesempurnaan hukum semesta
Saya selalu dikaruniai Tuhan YME kemakmuran yang melimpah-ruah.
Saya selalu bersyukur terhadap kehidupan
Saya berhak untuk meraih kesuksesan
Seluruh pikiran, ucapan, dan tindakan saya, selalu membawa saya kepada keberlimpahan
Seluruh kebutuhan dan keinginan saya selalu terpenuhi dengan cara yang sangat mudah
Saya adalah pribadi yang menarik
Saya adalah magnet keberlimpahan
Saya adalah pribadi yang cerdas, tangguh, dan bijaksana
Walaupun contoh-contoh di atas tidak besifat spesifik, akan tetapi jika kita cukup jeli, maka kita tetap
dapat menyelaraskannya dengan prinsip : Well-Formed Outcome dari NLP, yaitu dengan

membuat target waktu kapan kiranya program-program ini dapat menjadi Self-Image kita atau
telah mencapai kompetensi dalam pola-pikir bathin kita ? Untuk urusan ini anda boleh menodong
mas Ronny FR atau mbak Issa Kumalasari untuk meng-convert-nya menjadi Outcome sehingga
berbagai presupposition ala LoA ini dapat ter-install secara permanen dalam diri kita, sehingga
dapat menjadi infrastruktur bagi program-program berikutnya !
***
Ok artikel berikutnya akan menyajikan suatu teknik sederhana untuk merubah Self-Image
Bersambung
***
Sekedar suatu sumbangan pengetahuan, untuk memperkaya wacana ! Jauh dari kebenaran mutlak, dan sangat boleh
diperdebatkan ! Tinggalkan saja bagian yang tidak memberdayakan, dan ambilah bagian yang mungkin memberdayakan
!
Maap, jika ada salah-salah kata ! Tabik !

****

The Secret of The Secret Bagian 7


May 7th, 2008

Ringkasan Artikel Lalu :


Konsep untuk memasuki gaya hidup LoA adalah holistik atau menyeluruh. Secara sederhana
terdapat 3 pilar penting, yaitu : (1). New Paradigm (2). Basic Technique (3) Mindset & Lifestyle.
Gaya hidup LoA adalah mempercepat diri untuk memasuki pemahaman hukum kesemestaan,
bukan sekedar gaya hidup kaget-kagetan karena memperoleh sesuatu yang ajaib. Keajaiban
harus dijadikan sebagai katalisator untuk mempercepat kompetensi.
Self-Image merupakan salah satu obyek penting yang harus ditangani melalui berbagai teknik dasar
(Basic Technique) yang sesuai untuk kita dalam rangka melakukan Programming maupun DeProgramming.
***
Basic Technique Untuk Merubah Self Image
Pada saat ini, ketika pemberdayaan diri telah menjadi bagian hidup manusia moderen,
maka kita dapat mempelajari berbagai teknik untuk melakukan Programming dan DeProgramming, beberapa yang telah dianggap sebagai teknik de-facto adalah teknik yang
dikembangkan oleh NLP dan Hypnosis.
Sekali lagi saya sangat yakin di portal ini penuh dengan para pakar yang menguasai kedua hal
tersebut. Oleh karena itu sebagai wacana tambahan, saya akan perkenalkan teknik yang sangat
sederhana yang berasal dari Psychocybernetic, dimana dalam teknik inipun dapat diterapkan juga
jurus-jurus NLP dan Hypnosis !
Tetapi sebelum kita membahas teknik sederhana ini, ada baiknya kita merenungkan SelfImage semacam apakah yang paling ideal untuk kita implant-kan ke diri kita ? Ini terkait dengan
pertanyaan dari Mas Bobby pada artikel sebelum ini.
Pertanyaan ini sangat cerdas dan mendasar! Karena tidak mudah untuk menjawabnya,
bahkan kita akan membahas hal ini lebih jauh lagi di bagian Mindset & Lifestyle, karena janganjangan kita perlu berhari-hari untuk mendisain Self-Image ideal kita sendiri!
Disain Self-Image terkait dengan Visi & Misi kehidupan kita, atau cita-cita dan keinginan kita, yang
tentu sangat berbeda untuk setiap orang, setiap profesi, setiap tingkat pengalaman & pemahaman,
dan masih banyak parameter lainnya!

***
Sebagai contoh sederhana. Jika anda menanyakan apa yang paling diinginkan oleh seorang
Mahasiswa yang baru di-wisuda? Maka hampir dapat dipastikan bahwa jawabannya adalah sekitar
mendapat pekerjaan yang baik dan memperoleh gaji besar! Ya! Karena lambang-lambang inilah
yang umumnya ada dalam cipta dan karsa pada tingkatan tersebut!
Jangan mencoba untuk menyatakan : Apakah anda tidak ingin mencapai kedamaian?
karena bagi mereka yang berusia 25 tahun mungkin belum memahami arti dari kedamaian..
mungkin malahan bagi mereka ini.. jika memiliki banyak uang. bisa mentraktir sana-sini.
mungkin itu akan sama dengan damai????
Jadi mungkin Self-Image yang perlu dan tepat bagi para wisudawan baru. adalah Saya
adalah profesional yang sangat cemerlang! atau Saya adalah eksekutif muda, pujaan setiap
wanita!.
Ini bukannya men-generalisasi. Tetapi hanya sekedar suatu ilustrasi . bahwa Self-Image
terkait dengan keinginan, dan keinginan terkait dengan tahapan kehidupan!
***
Kedamaian?? Apaan tuh? Yang paling paham damai itu apa? Mungkin salah satu-nya adalah
saya ! Loh sombong amat? Bukan. sama sekali bukan tetapi karena sekian belas tahun dalam
hidup saya sangat penuh dengan kesulitan . dikejar hutang. bersaing dengan kolega..
takut dengan masa depan. dan 1001 problema hidup lainnya! Jadi saya jadi sangat paham
artinya damai.!
Bagi saya. damai itu salah satunya adalah bisa makan singkong goreng sambil ngopi, tanpa
khawatir telpon berbunyi karena ada Debt Collector menagih Kartu Kredit! Damai yang lain adalah
ketika saya bisa tidur sangat nyenyak, sejenak melupakan bahwa anak saya tahun ini harus masuk
SMP dan uang pangkal masuk SMP yang agak berkualitas sekarang ini adalah nyaris 500 kali lipat
dari uang SPP saya per-semester ketika kuliah di Surabaya dulu !
Saya sangat paham artinya tidak damai . karena pada tahun 2002 saya pernah membuat
suatu perusahaan yang bergerak di bidang Forex, dan hampir setahun lamanya . bahkan dalam
mimpi-mimpi saya-pun yang keluar adalah lambang-lambang USD/JPY, GBP/CHF, CAD/AUD?????
Mungkin kalau saya direkam saat mengigau pasti suaranya adalah : Hoi .. ayo .. Buy Sell ..
Order Hedging .. ayo cepet taruh 15 lot ya kalah lagi . gimana sih ?!
Jadi percayalah . jika anda juga punya sejarah hidup yang sama rungsep-nya seperti saya
., maka sebetulnya anda termasuk orang yang beruntung seperti saya juga .. karena mungkin
programming Saya selalu mengalami kedamaian adalah sesuatu yang benar-benar dapat kita
rasakan .. benar-benar kita inginkan . bahkan mungkin melebihi orang lain ! Dapet banget
rasanya gituu boooo ..!
***
Nah dari uraian di atas, maka silakan anda definisikan sendiri hal-hal apakah yang benarbenar-benar-benar anda inginkan dalam hidup ini ?? Apakah Visi dan Misi anda ? Silakan
transformasikan dalam bentuk sesuatu yang bisa diprogramkan bagi Self-Image ! Tetapi jika anda
masih bingung . ya mungkin kita dapat memprogram Self-Image yang umum dan global dulu alias
core, karena bagaimanapun juga ini akan menjadi infrastruktur bagi programming lainnya.
Misal : Saya selalu dikarunai kemudahan dalam segala hal ! lah kan umum dan cukup
oke kan ? Atau : Seluruh kebutuhan dan keinginan saya selalu terpenuhi dengan cara
yang sangat mudah ! oke juga kan ? Be Creative ..!
***

Metode C.R.A.F.T.
Ini adalah salah satu metode Self-Image Programming yang diperkenalkan oleh teknik
Psychocybernetic.
CRAFT adalah suatu sequence 5 langkah atau 5 hal yang dilakukan terus menerus sampai
dengan tercapai kompetensi, artinya Self-Image tersebut sudah ter-implant dengan permanen,
sudah masuk dalam kategori kompetensi tertinggi, yaitu tidak sadar bahwa mampu atau tidak
sadar bahwa sudah memiliki Self-Image baru !
C = Cancel, R = Replace, A = Affirmation, F = Focus, T = Train.
Jadi misalkan kita ingin memasukkan Self-Image, yaitu Saya adalah pribadi yang sehat
! (maksudnya fisiknya sehat), maka :
C = Cancel
Sejak itu awasilah segenap ucapan, pemikiran, self-talk kita! Dan jika kita kebetulan berucap
yang bertentangan dengan program kita misal : Aaaah . hari ini badan gue sakit banget.!
atau misal hanya suatu self-talk atau sikap bathin : Habis mandi air dingin kok badan agak
meriang ya? Mau sakit nih kali?
Nah! Segera lakukan Cancellation, segera ucapkan batal batal. Batal. nggak jadi .!.
Walaupun terkesan main-main, tetapi sebenarnya kita tengah bermain dengan awareness yang
luar biasa, bahkan kita dengan sangat sadar membatalkannya agar tidak di-record oleh Sang Pikiran
Bawah Sadar!
R = Replace
Setelah melakukan pembatalan, segera ucapkan kalimat pengganti (Replace), misal : Saya
dikaruniai Tuhan fisik yang sangat sehat dan sempurna! atau Gue sangat sehat-sehat . hat .
hat . sehat abiissss! terserah versi mana yang paling menyentuh bathin kita !
A = Affirmation
Sering-seringlah mengucapkan afirmasi yang bertema sehat, juga boleh kita mengkoleksi
gambar-gambar atau lambang-lambang yang berkaitan dengan sehat, karena ini adalah upaya
efektif untuk meng-edukasi Pikiran Bawah Sadar yang notabene adalah mahluk lambang atau citra
(image)!
F = Focus
Luangkan waktu sekali sehari untuk Focus, yaitu melakukan Visualisasi Kreatif, SelfProgramming, Self Hypnosis, atau apapun itu. Yang penting kita dapat memasuki teater imajinatif
untuk menghidupkan apa yang kita inginkan!
T = Train
Entah faktanya kita sudah sehat atau belum sehat ? Tidak penting ! Pada tahapan ini kita
wajib untuk bergaya bahwa seakan-akan kita sudah benar-benar menjadi pribadi yang sehat !
Fisiologis kita harus dibuat sedemikian rupa, sehingga kita tampak sehat ! Ini NLP banget ya ! Pada
tahapan ini kita in action untuk men-Training diri kita sendiri!
***
Nah, C.R.A.F.T. ini harus anda lakukan dengan awareness yang sangat tinggi ! Untuk itu
nanti di bagian Mindset & Lifestyle saya akan bahas khusus apakah yang dimaksudkan dengan
Awareness dalam konteks LoA versi saya!

Setiap tema programming membutuhkan waktu yang berbeda-beda untuk mencapai kompetensi,
tetapi secara umum untuk programming yang moderat, dibutuhkan waktu sekitar 6 minggu untuk
mencapai kompetensi! Dan saat itulah Servomechanism anda siap bergerak tanpa dapat dibendung
. untuk membawa anda ke sasaran!! LoA dalam konteks tema tersebut akan mulai bekerja untuk
anda!
***
Mungkin untuk saat ini metode C.R.A.F.T di atas masih terlalu global ya ? Masih belum begitu
detail ya ? Oke . pada artikel berikutnya saya akan mencoba membahas secara lebih detail beserta
contoh-contoh dalam kehidupan nyata!
Bersambung .
***
Sekedar suatu sumbangan pengetahuan, untuk memperkaya wacana ! Jauh dari kebenaran mutlak, dan
sangat boleh diperdebatkan ! Tinggalkan saja bagian yang tidak memberdayakan, dan ambilah bagian
yang mungkin memberdayakan !
Maap, jika ada salah-salah kata ! Tabik !

****

The Secret of The Secret Bagian 8


May 11th, 2008

Ringkasan Artikel Sebelumnya :


C.R.A.F.T. merupakan salah satu teknik sederhana untuk merubah Self-Image sehingga mencapai
tahap kompetensi tertinggi, yaitu Tidak Sadar Mampu atau Sub-Conscious Competence.
C.R.A.F.T. merupakan akronim dari Cancel, Replace, Affirm, dan Training, dimana teknik ini
walaupun sederhana, tetapi memiliki efektifitas yang bagus, dengan catatan bahwa Self-Image yang
ingin dicapai benar-benar didukung oleh konsep dan pengertian yang baik.
***
Sebelum dilanjutkan dengan penjelasan detail dari CRAFT, maka terlebih dahulu kita akan
melompat sejenak ke pembahasan mengenai pilar ke-3, yaitu : Mindset & Life Style. Kenapa?
Karena salah satu efektivitas CRAFT atau berbagai metode programming yang ada sebenarnya
sangat tergantung dari seberapa perlu dan seberapa mendesak program tersebut bagi kita? Jadi
sekali lagi, seringkali yang salah bukanlah metode-nya, tetapi justru program-nya tidak memiliki
relevansi yang dekat dengan kebutuhan kita!
Maksudnya? Sebagai contoh, saya rasa kita semua sepakat bahwa tekun adalah salah satu
sifat yang positif, yang pasti sangat berguna untuk situasi & kondisi apapun juga ! Tetapi mengapa
kita semua tidak secara otomatis berusaha menjadikan tekun sebagai salah satu sifat dasar atau
Self-Image kita? Ya! Karena tidak setiap kita secara langsung dapat menghubungkan tekun
dengan hasil yang kita harapkan Meminjam istilah NAC, sifat tidak tekun tidak terhubung
langsung dengan kepedihan, padahal pada umumnya kita sangat mudah terpacu jika sesuatu itu
langsung terkait dengan kepedihan kita!
***
Sebagai contoh, secara umum pria Indonesia yang berumur sekitar 30 tahun secara
UnConscious punya keinginan yang amat sangat kuat untuk memiliki rumah sendiri, dalam arti kata
rumah yang dimiliki atas nama sendiri, soal bahwa itu adalah rumah via KPR dengan masa 40 tahun
adalah soal nanti! Kenapa? Karena rumah adalah salah satu lambang penting bagi orang
Indonesia. Mungkin ini salah satu efek akibat adanya istilah rumah-tangga dalam kultur bahasa

Indonesia. Berjuta alasan dapat diungkapkan betapa perlunya rumah bagi orang Indonesia. Bahkan
biarpun nyelip di ujung dunia, rasanya masih lebih nyaman dan terhormat dibandingkan tinggal
di kawasan menteng, tetapi dalam status kontrak?!
Dan uniknya, karena ini de-facto sudah menjadi suatu keharusan, maka LoA umumnya
dapat bekerja mudahnya untuk urusan satu ini ! Mulai dari mendapat fasilitas pinjaman kantor untuk
DP, sampai dengan ketemu iklan rumah dengan DP 0%, dll. Saya yakin bahwa para pembaca portal
ini dapat menceritakan berbagai kejaiban saat mewujudkan sang rumah impian masing-masing!
Kenapa? Mungkin status tidak punya rumah benar-benar terelasi dengan suatu kepedihan
kultural & sosial bagi sebagian besar kita!
Tetapi anehnya, memiliki kendaraan dan deposito tetap saja sulit? Kenapa ya? Oleh karena
itu, mungkin dapat kita usulkan saja untuk mengganti istilah Rumah-Tangga dengan RumahMobil-Deposito-Tangga, sehingga LoA-pun dapat bekerja secara lebih mudah untuk itu?!
Maaf, ilustrasi di atas bukan bermaksud men-generalisir, melainkan benar-benar hanya sebuah
contoh yang mungkin sangat umum bagi kultur kita. Pesan moralnya adalah bahwa sesuatu yang
telah menjelma menjadi keharusan, maka akan lebih mudah di-programkan ke diri kita!
***
Nah, kaitannya dengan Self-Image dan CRAFT apa ya ?
Kaitannya adalah bagaimana merancang Self-Image yang kira-kira bagus dan perlu, terutama
untuk me-LoA, serta beraroma menjadi suatu keharusan bagi diri kita? Karena jika sudah menjadi
keharusan, maka tentunya programming-nya akan menjadi relatif lebih mudah?!
Sekali lagi ini bukanlah sesuatu yang mudah! Bahkan ini adalah salah satu kunci! Oleh karena itu
saya akan segera melompat sejenak untuk memaparkan pilar ke-3, agar kita dapat melakukan
beberapa reframing yang bermanfaat untuk menyusun Self-Image yang dimaksud!
***
Pilar Ke-3 : Mindset & Lifestyle
Mindset & Lifestyle yang dimaksudkan disini adalah beberapa pola pikir dan gaya-hidup yang
mungkin dapat dipertimbangkan dalam rangka untuk memasuki gaya hidup LoA.
Beberapa Mindset & Lifestyle berikut ini mungkin akan bersifat overlapping, karena sebenarnya
menjelaskan teritori yang sama, akan tetapi dari sudut pandang yang berbeda !
Oke, kita mulai mengurai masing-masing dari Pilar Ke-3 ini.
***
Mindset & Life Style : Awareness
Agak sulit untuk menterjemahkan Awareness dalam Bahasa Indonesia, karena kata ini
memiliki makna yang sangat dalam dari sekedar suatu kesadaran. Dalam bahasa jawa dan sunda
terdapat istilah yang hampir mirip, yaitu eling! Mungkin boleh kita anggap sementara ini
Awareness adalah Kesadaran Diri Setiap Saat!
Saya pribadi menempatkan Awareness sebagai salah satu kunci kesaktian manusia yang
amat sangat penting !
Pernahkah kita mendengar kalimat klasik semacam ini :
Wah
kok
tiba-tiba
rambut
gue
Gile gue sekarang kalau naik tangga ngos-ngosan!

jadi

banyak

ubannya

nih!

Aneh ya? Hampir setiap hari kita bercermin, tetapi kok tiba-tiba baru hari ini sang uban baru
terlihat? Apakah sang uban ini tiba-tiba muncul? Tentu tidak! Apakah mungkin cerminnya rusak,

sehingga baru dapat menampilkan sang uban hari ini? Tentu juga tidak! Lah terus gimana?
Faktanya baru hari ini kita tersadarkan bahwa rambut kita mulai ber-uban?
Ya ini adalah penjelasan sederhana mengenai Awareness! Pada dasarnya tidak ada satupun
yang berlangsung tiba-tiba dalam diri kita atau dalam hidup kita! Menjadi tua, menjadi sakit, menjadi
miskin, menjadi kaya, semuanya tidak pernah berlangsung tiba-tiba! Semuanya berlangsung secara
kontinyu . tetapi kita sering membuatnya menjadi garis putus-putus dengan tidak bekerjanya
awareness secara sempurna!
***
Pernahkah kita aware terhadap perubahan yang terjadi di setiap milimeter persegi tubuh
kita pada setiap pagi ketika kita mandi? Jangan-jangan kita di suatu hari nanti terkaget-kaget Loh
kok perut saya sekarang jadi buncit?.
Pernahkah kita aware berapa lembar rambut kita yang rontok atau berubah warna setiap
kali kita bercermin? Jangan-jangan kita di suatu hari nanti terkaget-kaget Loh kok saya sudah
botak ya?.
Pernahkan kita aware terhadap gerakan emosi kita sendiri ketika kita mengalami kejadian
baik maupun kejadian buruk? Jangan-jangan suatu hari ini kita mengatakan : Saya kok sekarang
gampang sedih ya? Padahal dulu selagi muda saya adalah orang yang periang!.
Pernahkan kita aware bagaimana kisah sukses dan gagal tercipta dalam setiap hari
kehidupan kita? Jangan-jangan kita suatu hari merenungi dan berkata Sekarang kok saya sial
melulu ya? Padahal dulu saya selalu memperoleh apa yang saya inginkan!
Pernahkan kita aware seberapa penurunan yang terjadi pada kemampuan kita berjalan kaki
setiap hari? Jangan-jangan kita suatu hari merenungi dan berkata Sekarang kok saya jalan kaki 1
jam saja lutut saya sudah gemetar ya?
***
Awareness membuat kita tidak pernah kehilangan apapun juga ! Sebaliknya kehilangan
adalah pertanda bahwa kita lepas dari kontinuitas hidup kita sendiri akibat tidak ada atau
berkurangnya Awareness!
Pernahkah kita aware terhadap makanan yang kita santap di suatu siang hari dalam hidup
kita? Apakah kita aware bahwa ada petani yang telah bersusah payah untuk menanam padi untuk
nasi yang kita makan? Bahwa ada pedagang sayuran keliling yang telah berjasa untuk
mendistribusikan sayuran yang sekarang kita santap? Bahwa ada seekor ikan yang dikorbankan
hidupnya agar menjadi lauk kita?
Awareness adalah kesadaran setiap saat di segenap aspek kehidupan yang kita jalani!
Awareness akan membimbing kita untuk menyadari apa yang kita miliki! Awareness akan
membimbing kita untuk memelihara yang kita miliki ! Bahkan Awareness dapat membimbing kita
untuk dapat memiliki apa-apa yang kini belum kita miliki! Dan yang jelas. Awareness akan
membimbing ke rasa syukur ! Dan rasa syukur akan menarik rasa syukur yang lebih besar lagi! The
Law of Attraction!
***
Hukum Ketertarikan telah dan selalu bekerja ! Tetapi hanya dengan Awareness kita dapat
membaca keajaiban yang ditunjukkan oleh alam semesta bagi kita !
Jadi .. apakah Awareness cukup pantas untuk kita jadikan sebagai salah satu keharusan bagi
diri kita ?
Misal dengan menjadikannya sebagai salah satu program bagi Self-Image kita :
Saya adalah pribadi yang sangat sadar dalam setiap detik kehidupan saya ?
Saya selalu hadir dalam setiap detik kehidupan saya !
***

Latihan Awareness :

Perlambat sedikit gerakan kita!


Rasakan setiap detail saat kita mandi, mengenakan baju, bahkan mengenakan tali sepatu!
Rasakan setiap detail pergerakan emosi dalam kegiatan sehari-hari!
Nikmati makan siang dengan sepenuh hati!
Amati siapakah orang yang kita cintai dan siapa pula orang yang kita benci, dan apa yang
menyebabkan mereka menjadi orang yang kita cintai dan orang yang kita benci?
Hayati apakah kita kaya atau miskin, dan apa yang menyebabkan kita merasa kaya atau
merasa miskin?
Bersambung ..
***
Sekedar suatu sumbangan pengetahuan, untuk memperkaya wacana ! Jauh dari kebenaran mutlak, dan
sangat boleh diperdebatkan ! Tinggalkan saja bagian yang tidak memberdayakan, dan ambilah bagian
yang mungkin memberdayakan !
Maap, jika ada salah-salah kata ! Tabik !
****

The Secret of The Secret Bagian 9


Jul 24th, 2008
Mohon maaf, karena tulisan seri LoA ini baru dapat terbit kembali, dan kelihatannya saya masih agak
gagap, karena format dari Blog ini ternyata baru dan yang pasti sangat bagus dan rapih ! Oke
banget buat mas Ronny !
Sampai dimana ya waktu itu ?

Ringkasan Artikel Sebelumnya :


C.R.A.F.T. merupakan suatu teknik sederhana untuk mencapai kompetensi. Tetapi seperti halnya
berbagai teknik Self-Programming lainnya, maka teknik-teknik yang ada tidak akan bekerja secara
efektif jika kita tidak memahami dengan benar aspek-aspek dan filosofi dari apa yang akan kita
program-kan. Oleh karena itu dalam menerapkan CRAFT untuk LoA, maka kita perlu mengkaji
beberapa hal yang saya kelompokkan sebagai Pilar Ke-3, yaitu : Mindset & Lifestyle.
Salah satu Mindset & Lifestyle yang sangat penting dan dapat dikatakan merupakan dasar dari
segalanya adalah Awareness yang mungkin dalam istilah bahasa Jawa sering juga disebut sebagai
Eling. Secara sederhana Awareness adalah kesadaran untuk berbuat atau tidak berbuat sesuatu,
serta kesadaran untuk mengalami atau tidak mengalami sesuatu.
***
Mindset & Lifestyle : Living at Present
Secara umum kita memahami bahwa terdapat 3 wilayah waktu, yaitu : masa lalu, masa kini,
dan ,masa datang. Deepak Choppra, salah satu guru spiritual moderen yang banyak memberikan
pengaruh terhadap pemikiran-pemikiran saya, menggambarkannya dengan kata-kata yang sangat
romantis : The Past is History, The Future is Mistery.!
The Past is History mungkin agak mudah kita pahami, yaitu bahwa masa silam adalah
sekedar sebuah sejarah. tidak akan pernah kembali tidak akan pernah terulang! Dan uniknya,
walaupun kita telah memahaminya dengan baik, tetapi sangat sulit umumnya bagi kita untuk
mengimplementasikannya, apalagi untuk menjadikannya sebagai presupposition yang harus kita
install-kan ke diri kita dengan berbagai konsekwensi yang menyertainya .!

The Future is Mistery, suatu kalimat yang mudah untuk diterjemahkan, akan tetapi sangat
sulit dipahami filosofinya, apalagi untuk diimplementasikan. Nah, pemahaman terhadap pengertian
bahwa masa datang adalah misteri, justru merupakan salah satu kunci dari LoA.
Dari pernyataan sekaligus fakta bahwa The Past is History dan The Future is Mistery, maka
karunia sesungguhnya atau karunia yang benar-benar riel adalah saat ini dan disini ! Kehidupan
yang sesungguhnya bukan di kemarin atau di besok, tetapi benar-benar ada di saat ini dan disini !
Kemampuan kita untuk menghayati hal ini merupakan kunci penting lainnya dari LoA.
***
Kemampuan merasakan saat ini dan disini atau Living at Present merupakan kemampuan
yang akan membimbing kita untuk menghayati rasa syukur dari apa-apa yang telah kita miliki, dan
juga merupakan kemampuan yang akan memandu kita untuk membaca tanda-tanda alam semesta
terkait dengan berbagai empowerment yang telah kita lontar-kan ke alam semesta ! Living at
Present akan membuat kita menjadi waskita untuk menyaksikan rentetan kejadian yang selalu
berada dalam skenario penciptaan kita (sadar atau tidak sadar) !
***
Mari kita sekedar melakukan evaluasi . seberapa sering kita berada di saat ini di sini ?
Atau sebaliknya, seberapa sering kita justru berada di masa lalu atau justru di masa datang !
Sebagai ilustrasi, misalkan saya bersantai di sebuah kedai kopi, untuk sekedar menikmati Double
Expresso! Lalu kemungkinan saya akan menikmati kopi tersebut sambil :
Pertama : Memikirkan masa depan saya yang tidak jelas, memikirkan bahwa saya belum
memiliki simpanan yang cukup untuk bekal menyekolahkan anak saya di perguruan tinggi terbaik
pada 6 tahun mendatang! Atau mungkin dengan sedikit kreativitas, maka saya dengan mudah
membayangkan bahwa 15 tahun lagi saya mungkin sudah tidak dapat lagi bekerja, dan tentu saja
saya tidak memiliki pensiun, karena bahkan pekerjaan saya hari inipun jauh dari jelas?
Kedua : Saya membayangkan, jika saja pada tahun 1996 atau tahun 2002 saya tidak
melakukan kebodohan dalam bisnis, tentu kehidupan saya sudah sangat mendekati mimpi-mimpi di
masa muda saya ? Atau lebih jauh lagi, saya berandai-andai jika dulu saya tidak berhenti bekerja dari
perusahaan X, maka mungkin hari ini saya sudah menjadi CEO dengan berbagai fasilitas dan gaya
hidup papan atas ?
He he yang manapun yang saya pilih. sudah pasti Double Expresso yang seharusnya
nikmat itu menjadi terkontaminasi dengan emosi negatif saya!
Kenapa saya tidak dapat menikmati Double Expresso tersebut dengan kesadaran saat ini
dan disini, serta kesadaran bahwa saya masih diberikan kesempatan untuk bernafas, diberikan
sedikit uang untuk membeli Double Expresso tersebut? Atau jika lebih kreatif lagi saya mungkin
dapat menikmati bahwa saat ini saya adalah orang yang bebas & merdeka ala Pak Marhaen! Saya
masih diberikan kesehatan yang sangat baik? Saya memiliki keluarga yang lengkap, sepasang anak
yang normal dan pintar? Dan masih ribuan karunia luar biasa lainnya??!
Kenapa saya justru memikirkan masa datang yang tidak pernah ada?! Ya benar-benar tidak
pernah ada! Dia benar-benar hanya merupakan karya dari pikiran saya saat ini! Bahkan faktanya
saya tidak akan pernah benar-benar mengetahui apakah besok saya masih hidup? Apakah lusa
saya masih dapat bernafas? Se-ekstrim apapun bayangan masa depan . benar-benar hanyalah
karya dari mahluk yang dinamakan pikiran! Masa depan tidak pernah benar-benar ada, sampai
dengan kita berada di sana ! Atau saya justru memikirkan masa silam yang benar-benar tidak akan
pernah kembali bagaimanapun kita mengupayakannya?
Bersambung ..
***

Sekedar suatu sumbangan pengetahuan, untuk memperkaya wacana ! Jauh dari kebenaran mutlak, dan sangat boleh
diperdebatkan ! Tinggalkan saja bagian yang tidak memberdayakan, dan ambilah bagian yang mungkin memberdayakan
!
Maap, jika ada salah-salah kata ! Tabik !

****

The Secret of The Secret Bagian 10


Aug 15th, 2008

Ringkasan Artikel Sebelumnya :


Living at The Present atau kemampuan untuk merasakan dan memahami bahwa kehidupan riel
sesungguhnya ada di saat ini dan disini merupakan salah satu dari Life Style & Mindset yang
diperlukan dalam LoA.
Living at The Present merupakan salah satu gerbang untuk memasuki rasa syukur, dimana
kemampuan untuk selalu bersyukur pada setiap saat akan menarik rasa syukur yang lebih besar,
dan rasa syukur yang lebih besar seringkali dikarenakan oleh karunia yang lebih besar pula.
***
Living at The Present atau sikap hidup kekinian merupakan sikap hidup yang susah-susah
gampang untuk dipahami, apalagi untuk diimplementasikan. Pemahaman yang salah mengenai
kekinian tidak mustahil akan membuat kita terjebak ke dalam pola hidup pasrah atau bahkan
apatis. Toh masa depan belum benar-benar ada! Bukankah The Future is Mistery? Dan
bukankan keajaiban dapat membalikkan kehidupan kita?
Salah satu jebakan pengetahuan adalah ketika sesuatu yang tadinya holistik tiba-tiba
berubah menjadi sebagian ! Di mana hal ini merupakan suatu realita yang sangat-sangat NLP,
yaitu ketika suatu territory dirubah menjadi suatu map, dan map tersebut kali ini kebetulan saja
bernama pengetahuan!
Konsep Living at The Present sangat berbahaya jika dipahami secara sebagian dan berdiri
sendiri. Karena konsep ini akan diimplementasikan ke dalam hidup yang sangat holistik ! Holistik
artinya menyeluruh sekaligus super-kompleks!
Saya sangat percaya bahwa tidak saja konsep Living at The Present yang harus dipahami
sebagai suatu komponen dalam suatu bangunan holistik, akan tetapi demikian juga dengan
berbagai pengetahuan-pengetahuan lainnya. Termasuk misalnya pengetahuan NLP, Hypnosis,
Neuro Association Conditioning, dll! Pengetahuan-pengetahuan ini benar-benar hanya berbicara
secara subyektif di domainnya masing-masing. Dan ini merupakan salah satu ciri dan resiko dari
mahluk yang bernama pengetahuan!
Sebaliknya jika kita cukup bijak, maka setiap pengetahuan, setiap pengalaman, setiap
penalaran, justru akan menjadi pilar-pilar yang akan memperkuat daya dan pemahaman kita
terhadap kehidupan!
***
Dari sudut pandang lain, sering dikatakan bahwa kehidupan adalah suatu streaming, yaitu
kontinuitas antara Past, Present, dan Future.
Tetapi dari dari salah satu Map lainnya yang benama Meditasi dikatakan bahwa pada
kondisi Samadhi bahkan tidak ada lagi yang dinamakan dengan Past, Present, atau Future,
karena dimensi waktu tidak lagi dikenal di wilayah ini. Fenomena Dj Vu merupakan salah satu

fenomena yang sangat akrab di hampir semua kita, yaitu ketika secara tidak sengaja kita melintas
ke The Future!
Nah malahan bertambah bingung kan ? Kok LoA tetapi malahan melintas kemana-mana? Ya,
memang saya ingin membuat kita semua bingung, karena dengan bingung mungkin kita akan lebih
mudah memasuki pemahaman bahwa LoA, Living at The Present dan masih banyak lainnya yang
akan menyusul, merupakan konsep-konsep yang membutuhkan perenungan sangat dalam untuk
mengenali ke-holistik-kannya ! Ingat tujuan akhir kita adalah menjadi berdaya dan bukannya
frustasi oleh berbagai teori dan pengetahuan (baca Map)!
Secara praktis, jika kehidupan adalah kontinuitas antara Present, Past, dan Future, maka
Present pasti dibentuk oleh Past dan Future dibentuk oleh Present! Sebagai suatu hasil
maka kita tidak dapat berbuat apapun juga pada detik ini (Present) , selain menerima segala sesuatu
yang merupakan buah dari kegiatan dan pemikiran kita di masa lalu (Past).
Tetapi, sebagai suatu kesempatan untuk bereaksi maka detik ini (Present) kita selalu dapat
memilih untuk berpikir atau bertindak dalam 1001 macam cara! Dan yang menarik, ternyata bahwa
dari pilihan berpikir dan bertindak kita inilah yang akan membentuk streaming antara Present dan
Future! Atau dengan kata lain, reaksi setiap detik dalam hidup kita inilah yang akan membentuk
berbagai penerimaan kita di masa datang! Hal yang mungkin sangat penting untuk digaris-bawahi
. bahwa reaksi ini benar-benar merupakan suatu pilihan, terlepas kita menyadari atau tidak
menyadari ! Bahkan ketika kita tidak memilih, maka sesungguhnya kita telah melakukan pemilihan
yaitu menyerahkannya kepada reaksi natural kita sebagai mahluk habitual!
***
Nah, mungkin sudah menjadi lebih sederhana, karena fokusnya adalah seberapa cerdas
reaksi kita dalam merespons setiap stimulus yang terjadi dalam detik-per-detik kehidupan kita ?
Gaya hidup LoA salah satunya bertujuan untuk memicu kecerdasan reaksi ini, sehingga kita dapat
membentuk streaming yang akan menghantarkan kita ke berbagai impian-impian besar di masa
datang !
Deepak Choppra mengatakan : Tidak penting lagi dengan Karma yang kita dapatkan pada
hari ini, karena ia merupakan buah dari hal-hal yang kita tanam di masa lalu, tetapi yang lebih
penting adalah seberapa cerdas kita menyikapi Karma ini dalam bentuk perbuatan yang akan
membuahkan Karma berikutnya di masa datang ! Catatan : Deepak Choppra menterjemahkan
Karma sebagai bagian dari hukum sebab akibat yang berlaku di alam semesta ini.
***
Nah akhirnya prinsip Living at The Present adalah suatu metodologi agar kita dapat
melahirkan reaksi-reaksi yang cerdas dan up to date!
Sebagai suatu analogi! Pemain catur adalah contoh terbaik dari mereka yang benar-benar
menghayati kekinian alias prinsip Living at The Present!
Ketika kita melangkahkan bidak catur, maka biasanya kita akan menyusun strategi untuk 3-4
langkah berikutnya, tentu saja dengan catatan seandainya lawan melangkah sesuai dengan
perkiraan kita!
Nah, ketika lawan benar-benar melangkah sesuai dengan perkiraan kita, maka langkah yang
telah kita rencanakan benar-benar relevan untuk dijalankan!
Tetapi apa yang terjadi jika lawan ternyata melangkah ke sisi yang berbeda dengan pikiran
kita? Ya, tentu saja kita harus merevisi segalanya, berpikir ulang, dan melangkah sesuai dengan
kondisi terakhir (up to date), dan tentu saja setelah membalas langkah, kita boleh kembali menyusun
rencana 3-4 langkah berikutnya!
Luar biasa! Ini adalah gabungan dari planning setiap saat, evaluasi setiap saat, dan replanning setiap saat! Benar-benar suatu kekinian yang benar-benar up to date!

Artinya, Living at The Present bukanlah hidup tanpa planning, tetapi justru hidup dengan planning
yang selalu up to date !
***
Suatu kisah nyata .
Suatu hari dalam kehidupan saya, saya berkeinginan untuk menjadi berkelimpahan secara
materi (suatu keinginan wajar bagi kebanyakan orang), dan sebagai seseorang yang rasional dan
berpengetahuan, saya transformasikan dengan suatu rencana untuk membuat suatu bisnis di bidang
X! Kenapa? Karena saya merasa kompeten di bidang ini, dan saya juga masih aktif sebagai
seorang eksekutif di perusahaan nasional yang bergerak di bidang yang sama!
Dalam perjalanannya, ternyata pengalaman saya sebagai seorang eksekutif tidak banyak
membantu ketika saya memasuki wilayah enterpreneur ! Begitu banyak kesulitan yang saya temui,
bahkan sedemikian nyatanya kesulitan itu! Tetapi apakah saya terhenti? Tidak! Saya justru
tertantang, karena saya merasa memiliki pengalaman di bisnis ini! Di sisi lain, sebenarnya banyak
peluang-peluang di bisnis lain yang dibukakan bagi saya, tetapi anehnya saya tetap bersikukuh
untuk tidak mau kalah dengan bisnis X ini!
Akhirnya saya terhenti! Benar-benar terhenti, dan saya justru kehilangan banyak hal ketika
saya terhenti!
Nah, yang menarik faktanya saya bertempur bukan dengan bisnis itu sendiri, akan
tetapi justru dengan ego saya yang merasa berpengalaman dan mampu! Dan lebih menarik
lagi, saya benar-benar tidak dapat membaca tanda-tanda alam semesta yang telah membukan pintu
keberlimpahan yang sesungguhnya ..! Benar-benar tidak terlihat, karena saya asyik bertempur
dengan ego saya sendiri!
***
Tentu saja kisah di atas tidak dimaksudkan untuk memperlemah siapapun juga yang tengah
berjuang dalam menggapai impian!
Living at The Present justru akan membuat kita mampu bereaksi dengan sangat bijak .. kapan
kita harus terus berjuang . kapan kita harus berhenti .. bahkan kita dapat memasuki kesadaran
yang lebih dini manakala perjuangan kita mulai bergeser ke arah yang benar-benar salah!!
***
Living at The Present akan membuat kita lebih peka untuk merasakan tanda-tanda alam semesta
yang tengah mewujudkan impian-impian yang telah kita lontarkan !
Bahkan salah satu agama besar . diturunkan dengan diawali oleh suatu kata yang indah . yaitu
.. Bacalah .! yang lebih bijak jika kita maknai secara lebih luas sebagai suatu ajakan untuk
selalu membaca tanda-tanda dari alam semesta !
Bersambung ..
***
Sekedar suatu sumbangan pengetahuan, untuk memperkaya wacana ! Jauh dari kebenaran mutlak, dan sangat boleh
diperdebatkan ! Tinggalkan saja bagian yang tidak memberdayakan, dan ambilah bagian yang mungkin memberdayakan
!
Maap, jika ada salah-salah kata ! Tabik !

****

The Secret of The Secret Bagian 11


Aug 17th, 2008

Ringkasan Artikel Sebelumnya :


Prinsip Living at The Present dimaksudkan untuk melahirkan reaksi-reaksi cerdas yang dapat
membimbing kita untuk menemukan atau merasakan sinyal-sinyal dari alam semesta yang akan
menarik kita menuju hal-hal yang kita ingin capai.
Prinsip Living at The Present yang dipahami secara benar tidak akan menjerumuskan kita ke sikap
hidup pasrah dan apatis, sebaliknya Living at The Present akan membimbing kita untuk selalu
merevisi setiap planning kita agar selalu up to date.
***
Untuk melengkapi prinsip Awareness dan Living at The Present maka berikut ini saya akan
menyoroti salah satu aspek yang berkaitan dengan aktivitas bathin dan fisik yang nyaris selalu
bersama dengan kita di sepanjang hidup kita!
Mindset & Lifestyle : Stimulus vs Response
Apakah Stimulus? Stimulus adalah rangsangan dari dunia luar, dalam hal ini adalah segala
sesuatu yang kita terima dari dunia luar ya apapun yang kita terima dari dunia luar
menyenangkan atau tidak menyenangkan. menggembirakan atau menyedihkan. ya.. semuanya!
Apakah Response? Response adalah reaksi yang kita munculkan setelah menerima stimulus
yang kita terima! Response ini dapat saja berupa reaksi secara sadar, serta reaksi spontan alias
reaksi tanpa disadari.! Response ini dapat berupa aktivitas fisik aktivitas bathin atau gabungan
keduanya!
Lalu kenapa kita harus repot-repot untuk mempermasalahkan keberadaan Stimulus vs
Response ini? Toh mereka sudah menjadi bagian alamiah kita?
Ya harus! Karena untuk membaca keajaiban semesta yang merupakan konsep utama yang
ditawarkan LoA, kita benar-benar harus belajar membaca! Dan penyikapan yang benar atas
fenomena Stimulus vs Response ini akan mempermudah kita dalam membaca keajaiban alam
semesta!
Mas Ronny FR pernah mengatakan kepada saya bahwa LoA ini sudah bekerja atau
dari sono-nya sudah merupakan bagian dari gejala alam! Kita hanya perlu membuka diri saja .
dan kita akan dapat menikmati keajaibannya!
Nah ini pernyataan yang sangat menarik . jika kita anggap bahwa istilah membuka diri
adalah suatu konsep yang baik dan memberdayakan maka berikutnya kita harus mentransformasikan konsep ini agar dapat di-implementasikan dalam kehidupan sehari-hari !
Jadi . pembahasan mengenai Stimulus vs Response merupakan bentuk transformasi dari
konsep membuka diri agar dapat membaca dan menerima keajaiban alam semesta!
Bahkan seorang Stepphen Covey perlu meletakkan penyikapan terhadap Stimulus vs
Response ini di bagian-bagian awal dari bukunya yang sangat terkenal : 7 Habit!
***
Apa yang terjadi jika di suatu pagi hari yang sangat cerah . tiba-tiba seseorang tanpa ba ..
bi .. bu langsung menempeleng kita? Ya, kemungkinan besar kita secara refleks akan langsung
balas menempeleng . minimal akan keluar sumpah serapah alias absensi seluruh isi kebun binatang
.?? Atau . Stimulus = ditempeleng, Response = balas tempeleng plus sumpah serapah!

Kenapa Response atau reaksi kita pada umumnya seperti itu? Apakah kita tidak memiliki
pilihan untuk bereaksi yang berbeda?
Nah sampai disini kita harus membahas terlebih dahulu pandangan kita sebagai manusia
terhadap mahluk yang bernama manusia!
Apakah kita memandang manusia sebagai mahluk yang bereaksi atas dasar pattern utama
yang telah terekam sebelumnya? Terlepas dari pattern tersebut berasal dari kejadian, pengetahuan,
pemahaman yang benar atau salah?
Apakah memang seseorang yang tiba-tiba tanpa ba .. bi bu . langsung menempeleng
kita adalah seorang penjahat? Atau minimal orang tersebut menjadi pantas untuk ditempeleng lagi
minimal 5 kali lebih keras? Atau kalau perlu harus di-mutilasi? Darimanakah pengetahuan tersebut
berasal? Apakah berasal dari pengalaman empiris atau penalaran induktif?
Apakah tidak ada kemungkinan lain? Sehingga kita dapat sedikit berbeda dengan anjing
parlov yang selalu meneteskan air liur saat bel dibunyikan?
Apakah ada kemungkinan bahwa yang menempeleng kita ternyata adalah seorang ayah yang
baru saja kehilangan anaknya yang sangat dicintainya yang mati karena pembunuhan. dan ia
terkena gangguan jiwa temporer sehingga menganggap setiap orang di depannya adalah pembunuh
anaknya?
Wah.. contohnya terlalu ideal dan mengada-ada ya??! Ya. saya memang sengaja
mendramatisir. namanya saja contoh.! Tetapi percayalah bahwa banyak reaksi dalam
kehidupan sehari-hari (nyaris semuanya). sebenarnya hanya merupakan sub-routine call yang
terdapat dalam harddisk kita masing-masing!
Lha jika hampir semua reaksi merupakan sub-routine, maka dari manakah keajaiban
semesta berkesempatan memasuki diri kita? Maksudnya bagaimana keajaiban semesta dapat kita
sadari keberadaannya?
***
Diantara Stimulus dan Response sesungguhnya ada jeda! Dan jeda inilah yang konon
merupakan salah satu pembeda antara manusia sebagai mahluk dengan kesempurnaan tertinggi
dengan mahluk lainnya!
Seni memainkan jeda inilah yang merupakan salah satu rahasia utama dari LoA!
Kemampuan kita untuk mengelola jeda akan melahirkan reaksi-reaksi yang dapat merubah
kehidupan kita secara ekstrim. baik menjadi hal baik atau sebaliknya menjadi hal yang jelek..!
Saya pernah berbincang dengan seorang narapidana Nusakambangan (ketika saya masih
bersekolah SMP di kota Cilacap), dimana yang bersangkutan membunuh orang hanya karena merasa
sakit hati karena dihina sebagai anak haram! Ketika berbincang dengan saya, yang bersangkutan
menyatakan benar-benar menyesali tindakan yang telah dilakukannya dan bahkan berpesan
panjang lebar terhadap saya agar jangan terjerumus ke hal yang sama! Luar biasa .hanya karena
tidak mengelola jeda secara bijak.. yang bersangkutan harus menebus belasan tahun hidupnya di
balik tembok penjara.!
***
Diantara Stimulus dan Response terdapat jeda! Dan di dalam jeda terdapat berbagai
pilihan bebas.. bahkan pilihan baru yang benar-benar berada di luar kekayaan pengalaman
empiris dan kekayaan penalaran induktif kita!
Lalu bagaimana agar kita dapat mengelola jeda dengan baik? Sehingga melahirkan reaksi-reaksi
yang lebih memberdayakan?
Ya, sekali lagi diperlukan kebiasaan pendukung sebelumnya, yaitu Living at The Present,
karena kebiasaan ini akan membuat kita lebih mudah melepas penjara empiris dan induktif yang

berasal dari masa silam! Serta.. kita harus selalu menerapkan sikap hidup aware terlebih dahulu
.. sehingga kita benar-benar ngeh terhadap setiap gerakan kita di tingkat bathin maupun fisik!
***
Bahkan. rasa marah. sedih. kecewa seringkali hanyalah merupakan reaksi spontan
dan merupakan sub-routine call yang telah tersimpan di harddisk kita sebagai bagian dari
pemrograman empiris dan induktif!
Ketika kita telah mulai memberanikan diri untuk mengelola jeda. maka seringkali sesuatu
yang seharusnya menyedihkan. ternyata merupakan jembatan atau alasan logis bagi alam
semesta untuk menyesatkan kita ke jalan yang benar!
Saya memiliki seorang sahabat yang bercita-cita untuk menjadi seorang wirausahawan .
tetapi kesempatan tidak berpihak kepadanya. alias bertahun-tahun menjadi orang gajian! Suatu
hari ia datang kepada saya dengan lesu dan wajah berlipat, karena perusahaan tempatnya bekerja
jatuh bangkrut, bahkan tidak dapat memberikan pesangon PHK!
Hari ini. sahabat saya ini benar-benar telah hidup dalam keberlimpahan! Ia memiliki usaha
sendiri di bidang infrastruktur telekomunikasi dengan kontrak-kontrak berskala besar dari beberapa
provider nasional! Dan yang menarik ia benar-benar mensyukuri bahwa ia dulu di-PHK dan tidak
diberi pesangon.! Karena inilah yang menggerakkan dia ke arah saat ini arah yang sejak dulu
diimpikannya!
***
Membiasakan mengelola jeda memang bukan soal yang mudah! Apalagi jika kita sudah
sangat terbiasa dengan reaksi empiris & induktif! Tetapi sekali lagi. soal sulit dan mudah adalah
soal tingkat kompetensi.. dan, soal mencapai tingkat kompetensi adalah soal teknik.!
Disinilah NLP dan Hypnosis mungkin dapat berperan untuk mempercepat proses ini!
Saya pribadi sampai dengan hari ini masih terus berjuang keras untuk mengelola jeda agar
lebih baik dan semakin baik! Bahkan ini menjadi salah satu kegiatan hidup yang mengasyikkan..
kegiatan yang semakin menyadarkan. bahwa kita adalah mahluk yang sempurna tetapi sekaligus
kompleks ! Ini bukan soal sulit atau mudah. Ini soal arah. Ini soal mindset dan lifestyle!
***
Mungkin saat ini jika ada orang yang tiba-tiba tanpa ba bi bu. menempeleng kita.
maka kita-pun tetap akan menempelengnya lagi . mungkin 10 kali lebih keras. tidak masalah.
selama telah didahului oleh jeda! Jadi. mari kita menempeleng orang dalam keadaan Full
Awareness! Mari kita menempeleng orang berdasarkan suatu pilihan dan tentu saja dengan
segenap resiko atas pilihan tersebut!
Bersambung ..
***
Sekedar suatu sumbangan pengetahuan, untuk memperkaya wacana ! Jauh dari kebenaran mutlak, dan sangat boleh
diperdebatkan! Tinggalkan saja bagian yang tidak memberdayakan, dan ambilah bagian yang mungkin memberdayakan!
Maap, jika ada salah-salah kata! Tabik!

****