Anda di halaman 1dari 9

BAB I

PENDAHULUAN
Belajar yang efektif dapat dilakukan dengan berbagai metode. Tidak lagi sekedar duduk
di kelas, mendengarkan , dan mencatat apa yang guru katakan. Namun dapat dilakukan juga
dengan media informasi yang lain , salah satunya dengan menonton film.
Dipercaya bahwa belajar yang efektif akan terjadi ketika tidak menyadari bahwa kita
sedang belajar. Oleh karena itu, saat ini pun sangat marak diperkenalkan sistem belajar yang
menggunakan cd pembelajaran. Menempatkan objek belajar, ke dalam bentuk visual sehingga
memancing minat yang besar untuk mempejarinya.
Menyimak film merupakan suatu proses yang harus dilakukan secara aktif,artinya untuk
menjadi penyimak film yang baik maka para pembelajar harus berpikir aktif selama mereka
melakukan kegiatan menyimak. Yaitu memahami apa yang kita lihat dan apa yang kita dengar.
Film Ron Clarks Story didasarkan pada kisah nyata seorang guru yang telah bekerja
dengan murid-murid kurang beruntung di daerah pinggiran Carolina utara dan Harlem, New
York . Clark, dikenal dengan kemampuannya menaikkan hasil ujian murid-muridnya tersebut
dengan menggunakan metode yang melibatkan inovasi, kreativitas, dan Lima puluh lima
Peraturan Kelas.

Tujuan Umum :
1. Memenuhi tugas Ujian Tengah Semester mata kuliah Kepemimpinan Strategis dan
berpikir Sistem

Tujuan Khusus :
1. Mengetahui dan mengidentifikasi nilai nilai Kepemimpinan pada film Ron Clark
Storys
2. Mengetahui dan mengidentifikasi nilai-nilai Berpikir Sistem pada film RonClarks
Story
3. Mengetahui dan mengindentifikasi nilai-nilai Mental Model film RonClarks Story
4. Melakukan refleksi pembelajaran yang didapat dan menuliskan hal konkrit yang
dapat kelak penulis lakukan mengenai hal tersebut.

BAB II
2

SINOPSIS

Kisah ini bersetting di tahun 90-an akhir, dimana Ron Clark, masih meniti
awal karirnya dalam dunia mengajar. Ia meninggalkan kehidupan yang stabil dan
nyaman, di sebuah sekolah dasar di pinggiran kota kelahirannya North Carolina,
untuk mencari pekerjaan mengajar di sebuah sekolahdi kota New York di mana ia
merasa dia dapat lebih berguna. Dia akhirnya menemukan pekerjaan di Sekolah Dasar di
Pedalaman Harlem.
Clark sebagai orang yang berkulit putih, terlihat baik-baik, dan mempunyai
track record yang baik di sekolah sebelumnya, hendak ditetapkan oleh Kepala
Sekolah Turner untuk

menjadi

wali kelas kehormatan.

Namun Clark,bagaimanapun, ingin mengambil kelas yang paling dianak tirikan.


Clark menyadari bahwa pilihannya tersebut akan menjadi pertempuran kehendak
antara dirinya dan murid-muridnya untuk melihat siapa yang dapat bertahan lebih lama,
apakah ia yang bisa menaklukan murid-muridnya, atau sebaliknya. Dan ia pun sadar
bahwa untuk supaya para murid dapat menerima pelajaran dengan baik, ia

harus

memahami karakteristik dan latar belakang murid-muridnya terlebih dahulu sebelum ia


dapat mengajarkan mata pelajaran standar. Belum lagi ia harus mematahkan semua
pandangan yang meremehkannya.
Namun lewat semangat juang dan rasa cinta Clark terhadap apa yang dia lakukan ,
ia mampu membuat perbedaan di hidup anak-anak didiknya. Seperti pada cerita ia
membantu muridnya yang harus berjuang untuk datang ke sekolah disela-sela
kesibukannya merawat adik-adiknya, sampai akhirnya siswi tersebut mampu menjadi
murid terbaik di kelas. Kemudian kisah tentang dia yang membantu muridnya yang
mempunyai bakat dalam bidang graffiti, Clark mencoba menemukan tempat atau media
untuk mengekspresikan bakat seni muridnya tersebut. Ia pun tak pantang menyerah

ketika terserang penyakit pneumonia, Clark tetap melanjutkan proses belajar mengajar
meski harus lewat video.
Perjuangannya yang tak kenal lelah dalam mendidik dan membangkitkan lagi
semangat pada murid-murid yang termaginalkan tersebut, membuahkan hasil ketika
murid-muridnya mencapai hasil yang baik untuk ujian, bahkan salah seorang siswinya
mencapai nilai tertinggi se New York.

BAB III
PEMBAHASAN

III.1 Pembelajaran Strategic Leadership

Dahulu kepemimpinan dikategorikan sebagai orang-orang yang khusus penentu


arah, yang membuat keputusan kunci . Namun saat ini pandangan tersebut bergeser,
pemimpin bukanlah lagi soal kekuasaan melainkan memberikan kekuasaan kepada
bawahan peralatan yang dibutuhkan untuk melaksanakan atau menyelesaikan
pekerjaannya.
Pada film ini Clark, memberikan visi yang jelas bagi anak muridnya, yakni jika bersatu
maka semua akan lulus ujian dengan hasil amat baik. Dari sana Clark memupuk
perubahan, memberikan pengaruh-pengaruh positif serta gairah belajar yang infeksius
bagi murid-muridnya. Mencanangkan pedoman yang jelas yang harus diikuti untuk agar
murid-muridnya dapat mencapai kesuksesannya masing-masing.
Clark sebagai pemimpin yang efektif melihat kepemimpinan dari perspektif seorang
pelayan, bukan seorang pahlawan atau ahli. Ia rela, membuatkan makanan untuk adikadik shameeka, dikala shameeka harus mengerjakan pekerjaan rumahnya, ia
memfasilitasi murid-muridnya, bukan murid-muridnya yang memfasilitasi Clark.

III.2 Pembelajaran Mental Model


Murid murid Clark pun mempunyai masalah dengan mental model. Mereka
mempunyai pandangan sempit terhadap diri mereka sendiri, hal ini disebabkan oleh
karena mental model adalah representasi dari dunia sekitar mereka. Mereka terbiasa
diberi label badung , nakal, bodoh dan tidak bisa diatur. Dan akhirnya ucapanucapan dan perlakuan-perlakuan yang mereka terima menginternalisasi, mendarah daging
pada diri mereka.
Ketika semua orang sudah merasa tidak ada harapan pada anak-anak tersebut.
Clark percaya 100 persen bahwa anak-anak tersebut mampu lulus ujian. Seperti
terangkum di percakapan berikut ini antara Clark dan Kepala Sekolah Turner.

Principal Turner

: These kids are at the bottom of the barrel.

Ron Clark

: Don't talk about them like that.

Principal Turner

: Now all I'm asking is for your students to pass.

Ron Clark

: Oh every one of my students will pass.

Principal Turner

: [inaudible, students commenting outside office] They can become


someone else's problem.

Ron Clark

: The problem isn't the kids. It's not even what they can
achieve.
The problem is what you expect them to achieve. You are
setting the bar here. Why? Set it up here! They can make it.

Principal Turner

: This community judges us by scores. Government funding judges


us by scores. People who give me scores, they get my respect.

Ron Clark

: Okay good. In May, they'll all test at grade level.

Principal Turner

: [sighs] I don't see how that's possible.

Ron Clark

: Excuse me. Did I say grade level? I meant above grade level.
6

Mental

model

mendefinisikan pendekatan

membantu
seseorang

membentuk
untuk

perilaku

memecahkan

masalah

kita dan
dan

melaksanakan tugas. Andaikan Clark menyerah dan tidak mau mendobrak keadaan,
andaikan Clark turut serta mempunyai mental model yang sama dengan orang-orang
yang meremehkan kelasnya, maka Clark tidak akan mencapai apa yang telah ia raih
sekarang.
Clark melakukan perubahan mental model bagi murid-muridnya dengan tidak
begitu saja percaya (leap of abstraction) terhadap pendapat lingkungan sekitar yang
meremehkan anak-anak tersebut. Ia tidak semata-mata langsung berkesimpulan sama
tanpa pengujian terlebih dahulu. Ia mempersempit jarak antara teori dan praktek
(expoused theory versus Theory in use), dengan cara menumbuhkan kepercayaan diri
anak-anaknya bahwa mereka bisa menjawab pertanyaan dengan baik, dengan reward
permen, dan pujian bahwa mereka telah menuntaskan tugas dengan baik, akan mengikis
teori bahwa anak-anak ini tidak mampu bersaing, padahal prakteknya mereka
sanggup, bahkan mungkin lebih baik dari kelas-kelas lain.

III.3 Pelajaran Berpikir Sistem


Dibalik suatu masalah terdapat banyak hal yang tidak kita mengerti, tanpa
mempelajari dalam hubungan yang lebih besar. Terdapat struktur sistemik yang melatar
belakangi setiap masalah yang ada. Perubahan hanya akan menjadi tidak efektif jika kita
tidak mampu berpikir secara sistem.
Di film ini Clark mencoba menilik suatu masalah dalam sistem yang lebih besar.
Seperti contoh ketika shameeka yang tidak pernah mengerjakan pekerjaan rumah . Jika
Clark hanya berpikir reaktif, maka dia hanya akan menilik siapa melakukan apa dan
kepada siapa. Dia akan menganngap Shameeka malas, dan tidak bertanggung jawab.
Padahal kenyataannya tidak demikian. Clark berpikir generatif, dengan bertanya apa
latar belakang shameeka sehingga tidak mengerjakan tugas. Ternyata Shameeka harus
membantu ibunya menjaga adik-adiknya. Setelah itu Clark mencoba melakukan negosiasi
7

dengan ibu shameeka, mengatakan bahwa Shameeka adalah murid yang cerdas, yang
paling menonjol di kelas. Clark mencoba membuat ibunya paham, bahwa jika Shameeka
diberi kesempatan lebih banyak lagi untuk belajar dibanding bekerja maka ia dapat
masuk ke sekolah unggulan khusus anak- anak berbakat. Ibu Shameeka pun akhirnya
mengerti ,dan mengusahakan agar Shameeka mendapat waktu yang lebih banyak untuk
belajar. Tanpa berpikir sistem , solusi tersebut tidak akan timbul.

BAB IV
KESIMPULAN DAN SARAN

Film Ron Clark Storys memberi begitu banyak pelajaran dalam hal
kepemimpinan, berpikir sistem dan mental model. Clark menggabungkan kemampuan
memimpin yang efektif, memecahkan masalah secara generatif (bukan secara reaktif),
dan mengubah mental model anak-anak didiknya agar dapat meraih visi atau tujuan
bersama.
Pelajaran tersebut memberi motivasi bagi penulis untuk menerapkan hal tersebut
sehari-hari. Khususnya dalam hal memimpin Rumah Sakit nanti kelak, maka sebagai
pimpinan haruslah dapat menjadi teladan dan fasilitator bagi jajaran dibawahnya.
Memberikan arahan atau guidance dan perangkat yang tepat bagi jajaran dibawahnya.
Contohnya dengan turut melibatkan para bawahan untuk menyusun SOP misalnya.
Dengan begitu para bawahan akan turut merasa terlibat dalam kelancaran operasional
rumah sakit. Dan dapat mencapai visi bersama.
Masalah-masalah yang kelak timbul, misal perawat yang kita pimpin kurang
ramah terhadap pasien, maka masalahnya harus dilihat lebih luas, dan secara lateral.
Adakah masalah-masalah lain yang melatarbelakangi hal tersebut, bisa jadi beban kerja
terlampau berat, pasien overload, sementara tenaga kurang. Maka berpikir sistem
menjadi penting dalam hal ini.