Anda di halaman 1dari 17

1

KUMPULAN
LEMBAR KERJA PRAKTIKUM
SMA NEGERI 8 SEMARANG

LARUTAN ELEKTROLIT DAN NON ELEKTROLIT


Dra.Eny Murtiningsih

SMA Negeri 8 Semarang

I.

Tujuan : mengetahui larutan yang memiliki daya hantar listrik dan yang tidak
memiliki daya hantar listrik.

II.

Alat dan bahan


Alat
a. Batu baterai
b.
c.
d.
e.
f.
g.

Kabel penghubung
Bola lampu
Elektroda karbon
Elektroda karbon
Larutan yang diuji
Gelas kimia
Bahan

a.

Air suling

b.

Larutan HCl

c.

Asam cuka

d.

Larutan NaOH

e.

Larutan ammonia

f.

Larutan gula

g.

Larutan NaCl

h.

Alkohol

III.
Cara Kerja
1. Masukkan kira-kira 50 ml air kran ke dalam gelas kimia dan uji daya hantar
listriknya. Catat apakah lampu menyala atau timbukl pada elektroda.
2. Bersihkan elektroda dengan air dan keringkan, kemudian dengan cara yang sama uji
daya hantar listrik larutan di bawah ini.

IV.

Pengamatan

Bahan yang Diuji

Rumus zat Terlarut

Lampu Menyala/

Pengamatan

Air suling

Lampu Tidak Menyala


..

Lain
..

Larutan HCl

HCl

..

..

Asam cuka

CH3COOH

..

..

Dra.Eny Murtiningsih

SMA Negeri 8 Semarang

Larutan NaOH

NaOH

..

..

Larutan ammonia

NH3

..

..

Larutan gula

C12H22O11

..

..

Larutan NaCl

NaCl

..

..

Alkohol

C2H5OH

..

..

V.
Jawab pertanyaan-pertanyaan berikut.
1. Diantara bahan yang diuji, zat manakah yang dapat menghantarkan arus listrik dan
yang tidak dapat menghantarkan listrik.
2. Buatlah definisi tentang larutan elektrolit dan larutan non elektrolit.
3. Diantara larutan elektrolit di atas, manakah zat terlarutnya yang tergolong:
a. Ikatan ion
b. Ikatan kovalen
4. Tuliskan reaksi ionisasi (pembentukan ion) dari senyawa senyawa tersebut.

THERMOKIMIA
I.

Tujuan : Penentuan Entalpi


Menentukan perubahan entalpi reaksi antara larutan Na OH dengan larutan H Cl
menurut reaksi Na OH(aq) + HCl(aq) Na Cl(aq) + H2O(l)

II.
Alat dan Bahan
Silinder
Gelas plastic
Dra.Eny Murtiningsih

Ukuran / Satuan
50 ml

Jumlah
2 buah

250 ml

1 buah
SMA Negeri 8 Semarang

III.

Gelas kimia

100 ml

2 buah

Termometer

0 500C

1 buah

Larutan Na OH

1M

25 ml

Larutan H Cl

1M

25 ml

Urutan Kerja :

1. Ambil 25 ml larutan H Cl 1M, masukkan ke dalam gelas kimia. Ukur suhu larutan
dan catat.
2. Ambil 25 ml larutan Na OH 1M, masukkan ke dalam gelas kimia. Ukur suhu larutan
dan catat.
3. Tuangkan kedua larutan ke dalam calorimeter (gelas plastik). Aduk dengan
thermometer dan tutuplah kalori meter tersebut.
4. Catat suhu dan ditunjukkan oleh thermometer dalam kalorimeter. Catatlah suhu yang
konstan.
5. Hitunglah kalor yang dibebaskan atau diserap dengan menganggap massa jenis larutan
= massa jenis air, kalor air = 4,2 J/gr0C.

IV.

Pengamatan :
Suhu Awal

Na OH

Suhu rata-rata

Volume

Massa

Suhu Akhir

(t1)

total

total

(t2)

t(t2-t1)

H Cl

Dra.Eny Murtiningsih

SMA Negeri 8 Semarang

V.

. Perhitungan :

1. Dari data diatas ditentukan :


- Kalor yang dihasilkan dari percobaan (q)
Q = m . c. t
M = massa total larutan (gr)
- Mol Na OH =
- Mol H Cl = .
- H reaksi = q/mol
VI.

C = 4,2 J/gr0C
t = t2 t1 (0C)

Pertanyaan :

1. Hitung kalor yang menyertai reaksi .


2. Apakah reaksi yang terjadi endoterm atau eksoterm?
3. Tuliskan persamaan termokimia untuk reaksi tersebut

Dra.Eny Murtiningsih

SMA Negeri 8 Semarang

LAJU REAKSI

I.

Tujuan : mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi suatu reaksi


Reaksi :Ca CO3(q) + 2 HCl Ca Cl2(aq) + H2O + CO2(q)

II.

Alat dan Bahan


1.
2.
3.
4.

III.

Alat dan Bahan


Tabung reaksi
Alat Pengaduk
Larutan Asam Klorida
Ca CO3 (pualam)

Ukuran / Satuan
5 cm3 (kecil)

Jumlah
3

2M, 1M

15 cm3

Butir dan Serbuk

Cara Kerja :
1. Reaksikan batuan pualam (Ca CO3) dengan berbagai bentuk dan Konsentrasi

HCl.
2. Catat waktunya saat penambahan Ca CO3 sampai habis bereaksi.
IV.

V.

Pengamatan
Larutan HCl

CaCO3

Waktu

5cm3
2M
2M
1M
1M

(pualam)
Butir

....

Serbuk

....

Butir

....

Serbuk

....

Pertanyaan :

1. Jelaskan pengaruh luas permukaan bidang sentuh pualam dengan larutan HCl 2M
2. Jelaskan pengaruh konsentrasi larutan pada larutan HCl 1M
PH LARUTAN PENYANGGA

Dra.Eny Murtiningsih

SMA Negeri 8 Semarang

I.

Tujuan: Mempelajari perbedaan perubahan pH larutan penyangga


dengan

II.

penambahan sedikit asam basa atau diencerkan.

Alat dan Bahan :


Alat:
1.
Tabung reaksi
2.
Pipet tetes
3.
.

III.

Bahan:
1. Aquades
2. Kertas Indikator universal
3. Larutan H Cl 0,1 M
4. Larutan Na OH 0,1 M
5. Larutan CH3 COOH 0,1 M
6. Larutan CH3 COONa 0,1 M
7. Larutan NH4 OH 0,1 M
8. Larutan NH4 Cl 0,1 M
9. Larutan Na Cl 0,1 M

Cara Kerja :
1. Ambil 3 tabung reaksi isi air masing-masing 1 ml, tabung 1 uji dengan
indicator universal, amati harga PH.
2. Tabung 2+1 tetes HCl 0,1M uji dengan indicator, amati harga PH.
3. Tabung 3+1 NaOH 0,1M uji dengan indicator amati harga PH.
4. Sediakan tiga tabung reaksi masing-masing diisi 20 tetes larutan
CH3COOH 0,1M lalu ditambahkan masing-masing 20 tetes larutan
CH3COONa 0,1M.
5. Tabung 1 uji dengan indicator universal, amati harga PH.
6. Tabung 2+1 tetes HCl 0,1M. Uji dengan indicator, amati harga PH.
7. Tabung 3+1 tetes NaOH 0,1M. Uji dengan indicator, amati harga PH.
8. Sediakan tiga tabung reaksi masing-masing diisi 2 tetes NH4OH 0,1M
tambahkan masing-masing 20 tetes larutan NH4Cl 0,1M.
9. Tabung 1 uji dengan indicator, amati harga PH.
10. Tabung 2+1 tetes HCl 0,1M uji dengan indicator, amati harga PH.
11. Tabung 3+1 tetes NaOH 0,1M uji dengan indicator, amati harga PH.

IV.

Hasil Pengamatan :
No

Zat Yang Diuji

1.

Air

2.

NaCl

3.

Camp. CH3 COOH +

pH
Mulax

PH Setelah Penambahan
NaOH
HCl

CH3COONa
4.
Dra.Eny Murtiningsih

Camp. NH3 + NH4Cl


SMA Negeri 8 Semarang

V.

Pertanyaan :
1. Bagaimanakah perubahan pH larutan penyangga pada penambahan asam, basa
dan air?
2. Bandingkan perubahan pH larutan bukan penyangga terhadap larutan

penyangga pada penambahan asam, basa atau air?


3. Jika Konsentrasi CH3 COOH 0,1 M
CH3 COONa 0,1 M, Ka CH3 COOH = 10-5
Volume larutan diabaikan.
Hitung pH campuran tersebut dengan rumus pH penyangga asam?
Bandingkan dengan pH hasil percobaan, berapa % perbedaannya?
Contoh:

pH perhitungan 5
pH hasil percobaan 4
Perbedaannya: 5 4 x 100%
5

4. Jika konsentrasi

NH4 OH 0,1 M
NH4 Cl 0,1 M
Volume diabaikan

Kb NH3 = 10-5

Tentukan pula pH campuran dengan rumus pH penyangga basa?


Bandingkan dengan hasil pH percobaan, berapa % perbedaanya?
MENENTUKAN PH HIDROLISIS

I.

Tujuan: Mempelajari sifat asam / basa beberapa larutan garam dalam air
dengan melihat harga PH, dan indikator.

II.

Alat dan Bahan :


Alat :
1.
Pipet tetes
2.
Pipet
Bahan :
1.
2.
3.

Larutan CH3 COONa 0,1 M


Larutan Na2 CO3 1M
Larutan Na Cl 1M

Dra.Eny Murtiningsih

5. Kertas Lakmus Biru


6. Kertas Indikator Universal
7. Larutan Al2 (SO4)3
SMA Negeri 8 Semarang

4.
III.

No

Kertas Lakmus Merah


Perubahan warna
Larutan
Indikator
Lakmus
Lakmus
Garam
merah

CH3COONa

Na2CO3

NH4Cl

Na Cl

Al2 (SO4)3

8. Pb (NO3)2
pH Indikator

Sifat

Universal

Larutan

biru

Car
a

6
Pb (NO3)2
Kerja :
1. Siapkan pelat tetes dan diisi kertas lakmus merah dan biru, masing-masing
tetesi dengan larutan :
a. CH3 COONa
c. NH4 Cl
b. Na2 CO3
d. Na Cl

e. Al2 (SO4)3
f. Pb (NO3)2

IV. Amati dan catat perubahan warna yang terjadi!


1. Teteskan pula masing-masing larutan pada kertas indicator universal.
Catatperubahan warna dan harga pH yang sesuai dengan warna tersebut.

V.

Pertanyaan :

Dra.Eny Murtiningsih

SMA Negeri 8 Semarang

10

1.

Lengkapi table berikut :

No
1
2
3
4
5
6
2.
a.
b.

Larutan
Garam
CH3COONa
Na2CO3
NH4Cl
Na Cl
Al2 (SO4)3
Pb (NO3)2

Asam Pembentuk
Rumus
Jenis Asam
Kimia
CH3COOH

Asam lemah

Basa Pembentuk
Rumus
Jenis Basa
Kimia
Na OH
..
..
..
..
..

..
..
Basa lemah
..
..
..

Tulis reaksi hidrolisis yang terjadi pada larutan:


CH3COONa
c. Na2CO3
e. Al2 (SO4)3
NH4Cl
d. Na Cl
f. Pb (NO3)2

PEMBUATAN KOLOID
I.

Tujuan : Memahami pembuatan koloid dengan cara dispersi

II.
Alat dan Bahan :
Alat :
1. Lumpang porselin dan alu
2. Gelas kimia 100 ml
3. Tabung reaksi dan rak
4. Pembakar spiritus
5. Pengaduk kaca / spatula
6. Kaki tiga dan kawat kasa
7. Gelas ukur 100 ml
8. Cawan poselin

Dra.Eny Murtiningsih

9. Labu erlenmeyer
10. Pipet tetes
11. senter
Bahan :
2. gula pasir
3. serbuk belerang
4. agar-agar

SMA Negeri 8 Semarang

III.
Cara Kerja :
a. Sol belerang
1. Campurkan 1 bagian( spatula) gula dengan 1 bagian belerang, gerus dalam
lumpang sampai halus
2. Ambil 1 bagian campuran ditmbah dengan 1 bagian gula, gerus kembali di
dalam lumpang sampai halus
3. Ulangi langkah no 2 sampai 4 (empat ) kali
4. Ambil 1bagian yang ke empat masukkan ke dalam gelas kimia yang berisi 50
ml air, aduk dan amati hasilnya
5. Masukkan gelas kimia yang berisi campuran tersebut ke dalam karton hitam,
sinari dengan senter dan amati yang terjadi
b. Sol agar-agar
1. Ambil agar-agar sebanyak 2 spatula , masukkan ke dalam gelas kimia yang
berisi 25ml air mendidih, aduk dan dinginkan amati yang terjadi.
2. Masukkan gelas kimia yang berisi campuran agar-agar ke dalam karton hitam,
sinari dengan senter dan amati yang terjadi

IV.

Pengamatan
Koloid

Hasil pengamatan

Sol belerang
Sol agar-agar
V.
1.
2.
3.
4.
VI.

Pertanyaan
Termasuk cara apakah pembuatan sol belerang dan sol agar-agar? Jelaskan !
Jelaskan perbedaan pembuatan koloid dengan cara dispersi dan cara kondensasi.
Jelaskan fungsi gula pada pembuatan sol belerang
Terangkan yang terjadi pada sol belerang dan sol agar-agar saat disinari dengan
senter. Termasuk sifat koloid apakah hal tersebut?
Simpulan

ELEKTROLISA LARUTAN CuSO4 DENGAN ELEKTRODA Cu (PENYEPUHAN)

I. Tujuan : Mempelajari pada elektrolisa larutan Cu SO4 dengan elektroda Cu dan Fe.
II.

Alat dan Bahan :

Alat :
1. Pipa U
2. Elektroda Cu, Fe
3. Sumber Arus
Bahan :

Larutan Penyepuh (Cu SO4)


III.

Cara Kerja :
1. Susunlah rangkaian elektrolisa seperti gambar dibawah
2. Amplas paku sampai bersih
3. Masukkan Larutan penyepuh ke dalam pipa U
4. Paku diikat bagian atasnya dengan kabel sebagai Katoda (-), demikian juga lempeng
tembaga murni sebagai anoda (+), kemudian dimasukkan dalam pipa U dan
dihubungkan dengan arus selama 15 menit.
5. Amati perubahan yang terjadi pada Katoda dan Anoda
6. Larutan hasil penyepuhan jangan dibuang, dituang dalam beker gelas di depan

IV.

Pengamatan :

1. Perubahan pada Katoda ..


2. Perubahan pada Anoda ..
V.

Pertanyaan :

1. Buat reaksi pada katoda


2. Buat reaksi pada anoda
3. Hitung berat endapan tembaga yang ada di katoda, jika kuat arus 6 ampere
selama 15 menit dan Ar Cu = 63,5

ELEKTROLISA LARUTAN KI DENGAN ELEKTRODA C


I.

Tujuan : Mempelajari perubahan-perubahan yang terjadi pada elektrolisis


larutan KI dengan Elektroda C.

II.

Alat dan Bahan

Alat :
1.
2.
3.
4.
5.

Pipa U dan Statif


Pipet
Tabung reaksi
Sumber arus dan kabel
Elektroda C (2)

Bahan :
1.
2.
3.
4.
III.

Larutan KI
Phenol Ptalin (PP)
Amilum
Selulosa

Cara Kerja :
1. Pasanglah alat elektrolisis seperti terlihat pada gambar berikut :
2. Masukkan larutan KI dalam pipa U sampai 2 cm dari mulut pipa.

3. Ambil 2 elektroda karbon, letakkan dalam pipa U, kemudian hubungkan dengan


sumber arus.
4. Elektrolisislah larutan sampai terlihat perubahan pada kedua elektroda.
5. Ambil 1ml larutan dari katoda masukkan dalam tabung reaksi dan tambahkan 2
tetes PP, amati.
6. Ambil 1ml larutan dari anoda masukkan dalam 2 tabung reaksi dan tambahkan
masing masing 2 tetes amilum,dan selulosa amati.
IV.

Pengamatan :

1. Warna larutan sebelum dielektrolisis


2. Sesudah dielektrolisis :
a. Perubahan pada katoda:
b. Perubahan pada anoda: .
3. Katoda sesudah ditambah PP ..
4. Anoda sesudah ditambah amilum dan selulosa .
V.

Pertanyaan :

1. Tulis reaksi yang terjadi pada katoda dan anoda


2. Sebutkan zat yang terbentuk di katoda dan di anoda
3. Jika arus yang digunakan sebesar 6 ampere dengan waktu 10 menit,
Hitung volume gas Hidrogen di katoda pada t = 00C dan P = 1 atm (Ar H=1)

KEREAKTIFAN LOGAM ALKALI DAN ALKALI TANAH


I. Tujuan: Memeriksa kereaktifan logam alkali dan alkali tanah.
II.

Alat dan Bahan

Alat :
1. Beker Glass
2. Kertas Saring
3. Kaca Arloji
4. Pipet tetes
5. Ampelas
6. Pemanas Bunser (Spiritus)
7. Penjepit dan pisau
8. Tabung reaksi
III.

Bahan :
Logam Na
Logam Mg
Indikator PP
Air Suling

Cara Kerja :
1. Isi gelas kimia dengan air dua pertiga bagian dan tambahkan 3 tetes PP catat
warnanya. Potong logam Na sebesar kacang hijau dan letakkan di kertas saring
Masukkan logam Na, ke dalam gelas kimia yang berisi (air + PP). Amati yang
terjadi.
2. Isi tabung reaksi dengan air sepertiga bagian dan tambahkan 1 tetes PP catat
warnanya. Potong logam Mg sepanjang 1 cm dan diampelas sampai mengkilat.
Masukkan loga Mg yang telah diampelas ke dalam tabung reaksi berisi (air + PP)
dan panaskan dengan lampu spiritus, amati yang terjadi.
3. Mg diampelas, dibakar, abu ditampung pada cawan ditetesi air dan PP amati yang
terjadi.

IV.

Hasil Pengamatan
Logam Na
1. Warna H2O + PP
2. Penampilan logam Na sebelum diiris
3. Penampilan logam Na sesudah diiris
Perubahan
Na + H2O + PP

Hasil Pengamatan

Logam Mg
1. Warna H2O + PP
2. Penampilan logam Mg sebelum diampelas
3. Penampilan logam Mg sesudah diampelas
Perubahan
Mg + H2O
t>
Mg + H2O

Hasil Pengamatan

Mg dibakar di udara

+ 1 tetes H2O
V.

+ 1 tetes PP
Pertanyaan :

1. Tulis reaksi
a.
Na (s) + H2O
b.
Mg (s) + H2O
2. Mengapa terjadi api dan terjadi ledakan?
3. Mana yang lebih reaktif antara Na dengan Mg? Jelaskan!
4. Mana yang lebih reaktif antara:
Na dengan K
Mg dengan Ca
5. Mengapa Na harus disimpan dalam minyak sedangkan Mg tidak?
6. Tuliskan reaksi Mg dibakar di udara