Anda di halaman 1dari 12

PENGERTIAN MATERIAL TEKNIK

Standard
Material adalah suatu zat yang banyak digunakan dalam pembuatan
suatu produk yang banyak digunakan oleh manusia. Pemilihannya harus
didasarkan pada kriteria-kriteria tertentu, misalnya harga, sifat-sifat
mekanis seperti kekuatan, kekerasan, dan lain-lain serta sifat-sifat yang
lainnya. Dengan sendirinya kriteria tersebut didasarkan pada kondisi kerja
yang dikenakan pada produk tersebut.
Material untuk konstruksi tidak sama kriterianya dengan material untuk
komponen mesin, demikian juga dengan material untuk peralatan
elektronik, material untuk peralatan rumah tangga, material untuk
pesawat terbang dan lain sebagainya.
Jenis material yang digunakan dalam industri sangat banyak jenisnya,
misalnya: logam dan paduannya, gelas, keramik, kayu, karet, komposit
dan masih banyak lagi bahan-bahan lainnya, seperti bahan yang tahan
temperatur tinggi, bahan yang memiliki superkonduktivitas yang baik,
bahan yang sangat keras, bahan yang dapat dibentuk dengan deformasi
yang besar dan sebagainya. Untuk melakukan pemilihan dari logamlogam tersebut, maka sifat-sifat yang dimiliki oleh masing-masing
material tersebut harus diketahui dengan pasti.
Material science and engineering adalah suatu cabang ilmu yang
mempelajari pengetahuan dasar dari struktur dan dasar-dasar
penggunaan dan pemilihan material untuk diaplikasikan pada
penggunaan sehari-hari. Skema dari hubungan antara materials
science danmaterials engineering dijelaskan dalam gambar (1) dan pada
gambar (2) dijelaskan hubungan antara materials science and
engineering dengan disiplin ilmu lainnya.

Ilmu material atau teknik material atau ilmu bahan adalah sebuah interdisiplin
ilmu teknik yang mempelajari sifat bahan dan aplikasinya terhadap berbagai bidang ilmu dan
teknik. Ilmu ini mempelajari hubungan antara struktur bahan dan sifatnya. Termasuk ke dalam
ilmu ini adalah unsur fisika terapan, teknik kimia, mesin, sipil dan listrik. Ilmu material juga
mempelajari teknik proses atau fabrikasi (pengecoran, pengerolan, pengelasan, dan lainlain), teknik analisis, kalorimetri, mikroskopi optikdan elektron, dan lain-lain), serta analisis biaya
atau keuntungan dalam produksi material untuk industri.
Perkembangan terakhir, ilmu tentang bahan ini mendapat sumbangan yang besar dari majunya
bidang nanoteknologi dan mulai diajarkan secara luas di banyak universitas.

Sejarah[sunting | sunting sumber]


Dimulainya suatu era seringkali ditandai dengan mulai digunakannya suatu bahan baru pada
suatu peradaban, misalnya zaman batu, era perunggu, dan era besi. Teknologi bahan bisa
dikatakan merupakan salah satu teknologi yang paling tua dalam peradaban, dan merupakan
pendahulu dari cabang teknologi lainnya.

Bahan
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Material atau bahan adalah zat atau benda yang dari mana sesuatu dapat dibuat darinya, atau
barang yang dibutuhkan untuk membuat sesuatu.
Bahan kadangkala digunakan untuk menunjuk ke pakaian atau kain.
Material adalah sebuah masukan dalam produksi. Mereka seringkali adalah bahan mentah yang belum diproses, tetapi kadang kala telah diproses sebelum digunakan untuk proses
produksi lebih lanjut. Umumnya, dalam masyarakat teknologi maju, material adalah bahan
konsumen yang belum selesai. Beberapa contohnya adalah kertas dan sutra.
Daftar isi
[sembunyikan]

1Material teknik

2Sifat-sifat bahan

3Beberapa material penting

4Daftar pustaka

5Lihat pula

Material teknik[sunting | sunting sumber]


Material teknik adalah jenis material yang banyak dipakai dalam proses rekayasa dan industri.
Material teknik dikelompokkan menjadi 6 golongan, a.l.:
1. Logam : baja, besi cor, titanium, logam paduan, dll
2. Polimer : polietilan, polipropilen, polikarbonat, dll
3. Karet : isopren, neopren, karet alam, dll
4. Gelas : gelas soda, gelas silika, gelas borosilikat
5. Keramik : alumina, karbida silikon, nitrida silikon dll
6. Hibrida : komposit, sandwich, foam

Sifat-sifat bahan[sunting | sunting sumber]


1. Sifat mekanikal, meliputi kekuatan tarik dan tekan, elastisitas, kekuatan kejut, dll
2. Sifat termal, meliputi konduktivitas panas, temperatur kerja maksimum, koefisien
ekspansi termal, difusivitas termal, dll
3. Sifat listrik dan magnetik, meliputi konduktivitas listrik, dielektrika, magnetisasi, dll
4. Sifat optik, meliputi refraktivitas, reflektivitas, absostif, dll

5. Sifat kimia, meliputi korosifitas, oksidasi, ketahanan terhadap sinar ultraviolet, dll

Beberapa material penting[sunting | sunting sumber]

Logam

Baja

Aluminium

Tembaga

Polimer

karet

plastik

Keramik

Gelas

Semen portland

Batu

Tekstil

Sutra

Katun

Wol

Linen

Nilon

Polyester (Tetoron)

Rayon

Spandeks

Material berdasarkan-bio

Kulit

Tulang

Kertas

Lumber/kayu

Biomaterial

Komposit

Fiberglass

Concrete

Daftar pustaka[sunting | sunting sumber]

(Inggris) Ashby, Michael; Shercliff, Hugh; Cebon, David (2007), " Materials - Engineering,
Science, Processing and Design", Elsevier ISBN 0-7506-8391-0

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

teknologi

sejarah sains dan teknologi

Masyarakat pasca-industrial

komoditas

Materiel

permisi kak, jurusan teknik material itu apa ya? apakah saudaranya
teknik metalurgi? beda keduanya apa ya? maaf kak sksd bgt hehe..
pengen juga bisa k itb :') Khotijah
Hai Khotijah..
Satu poin plus buat kamu karena berani menanyakan hal yang tidak kamu
ketahui, disaat yang lain mungkin cuma diam.
Teknik Material atau Materials Science and Engineering adalah suatu bidang
yang mempelajari ilmu dan merekayasa material. Material dibagi menjadi 4
yaitu logam, polimer, keramik dan komposit. Memang agak mirip dengan
Teknik Metalurgi, tapi sebenarnya berbeda. Teknik Metalurgi lebih
menekankan ekstraksi bahan tambang menjadi bahan setengah jadi. Dan
Metalurgi juga lebih mempelajari ke arah Logam. Mereka mungkin tidak
belajar mengenai Polimer, Keramik dan Komposit. Jadi Teknik Material itu

cakupannya jauh lebih luas. Belum banyak Universitas di Indonesia yang


membuka Jurusan Teknik Material. Tapi jurusan Teknik Material sangat
populer di Universitas2 didunia. Karena segala inovasi di semua bidang
Teknik, pasti berasal dari yang namanya Material. Tau gadget yg kamu
gunakan tiap hari? Kenapa perkembangannya sangat cepat? Karena ada
yang namanya Teknik Material.
Yuk masuk FTMD ITB trus nanti masuk Teknik Material.

Setelah beberapa waktu absen menulis, kali ini saya akan meneruskan topik ini. Dalam postingan
yang lalu saya sudah menjelaskan logam, keramik dan polimer, dan kali ini akan dijelaskan tentang
komposit.

KOMPOSIT
Komposit adalah kelompok dari material yang terbentuk dengan menggabungkan dua (atau lebih)
material dasar. Material yang satu bertindak sebagai matrik sedangkan material yang lainnya
bertindak sebagai penguatnya, misalnya polimer sebagai matriknya, serat sebagai penguatnya
sehingga dikenal dengan fiber-reinforced polymer matrix composites. Sifat-sifat dari material
komposit ini merupakan gabungan dari sifat-sifat material penyusunnya, di mana sifat gabungan ini
tidak bisa dicapai dengan memproses material tunggal. Contoh lain dari komposit misalnya kayu
lapis, beton, ban karet yang diperkuat dengan baja, aluminium yang diperkuat oleh alumina
(alumina-reinforced aluminum matrix composites) dan lain-lain. Penggunaan yang paling umum
dari komposit yang diperkuat oleh serat oleh fiber adalah sebagai material struktur yang memerlukan
rigiditas, kekuatan dan densitas yang rendah (ringan). Sekarang ini raket tenis dan sepeda balap
terbuat dari komposit epoksi-fiber yang kuat, ringan dan harganya tidak terlalu mahal. Dalam
komposit ini, fiber/serat karbon tertanam di dalam matrik epoksi. Serat karbon memiliki kekuatan
yang tinggi dan rigid tetapi keuletannya terbatas atau getas. Karena kegetasan ini maka tidak akan
praktis jika raket tenis hanya terbuat dari karbon saja. Sedangkan epoksi yang tidak terlalu kuat,
dalam komposit ini memiliki dua peran penting. Dia bertindak sebagai media untuk mentransfer
beban ke serat, dan antarmuka serat-matrik membelokkan dan menghentikan retak kecil, sehingga
membuat komposit dapat menahan retak lebih baik dari pada komponen/material tunggal
pembentuknya.
Kekuatan dan rigiditas komposit serat karbon-epoksi dapat dikontrol dengan memvariasikan jumlah
serat karbon yang dimasukkan ke dalam matrik epoksi. Kemampuan untuk mengatur sifat-sifat ini

dan dikombinasikan dengan densitas yang rendah dan kemudahan fabrikasinya menjadikan material
ini alternatif yang sangat menarik untuk berbagai aplikasi. Disamping untuk peralatan olah raga
seperti dijelaskan tadi, komposit tersebut digunakan dalam pesawat udara seperti sudu-sudu kipas
(fan blades) dalam mesin jet dan untuk permukaan kontrol dalam struktur pesawat.
Komposit dapat juga dibuat dengan memasukkan serat keramik yang kuat ke dalam matrik logam
untuk menghasilkan material yang kuat dan rigid. Sebagai contoh, serat SiC dimasukkan ke dalam
matrik aluminium. Komposit ini yang dikenal dengan komposit bermatrik logam (metal matrix
composites) digunakan sebagai material struktur pesawat untuk komponen yang terkena beban
menengah seperti skinbadan pesawat.
Sedangkan komposit serat logam dalam matrik keramik dibuat untuk mendapatkan keuntungan dari
kekuatan keramik dan mendapatkan keuletan dari serat logam yang dapat mendeformasi dan
membelokkan retak. Pada waktu retak terbelokkan, dibutuhkan beban yang lebih agar retak tetap
menjalar, dan karenanya material menjadi lebih tangguh.
Berikut ini beberapa kemungkinan pengembangan baru bagi komposit:

Potensi yang besar untuk mengurangi berat pesawat terbang. Penggunaan awal adalah untuk
komponen dengan pembebanan ringan seperti penstabil vertikal dan permukaan kontrol yang
terbuat dari komposit serat karbon-epoksi. Dengan komposit bermatrik logam, akan
dimungkinkan penggunaan yang lebih luas termasuk untuk komponen dengan pembebanan
yang berat.

Komposit bermatrik keramik yang tahan suhu tinggi akan meningkatkan suhu operasi dari
mesin.

Peluang yang signifikan dalam peningkatan penggunaan komposit adalah untuk belajar
mendisain dengan material yang mempunyai modus kegagalan yang sangat berbeda dengan
material konvensional.

Bersambung...
Reff: Schaffer et all.
DIPOSKAN OLEH EFENDI MABRURI DI 3:14 AM NO COMMENTS:

T H U R S D A Y, A P R I L 2 , 2 0 0 9

MENGENAL JENIS-JENIS MATERIAL (2)


Pada kesempatan yang lalu saya telah memperkenalkan sekilas tentang logam dan keramik. Kali ini
saya akan meneruskan membahas tentang jenis-jenis material yang lain yaitu polimer.

POLIMER
Polimer terdiri dari molekul-molekul yang membentuk rantai yang panjang dalam bentuk grup-grup
yang berul
ang. Unsur-unsur yang umum dalam rantai utama meliputi C, O, N dan Si.

Sebagai contoh, polimer yang umum dengan struktur yang sederhana adalah polietilen. Strukturnya
adalah sebagai berikut:

Ada dua macam ikata dalam polimer yaitu ikatan primer dan sekunder. Ikatan dalam rantai utama
adalah ikatan primer yang kovalen, karenanya rantai-rantai molekulnya sangat kuat. Sedangkan antar
rantai utama ikatannya adalah ikatan sekunder yang relatif lemah. Ini berarti pada umumnya rantairantai mudah mengalamai "sliding"dengan rantai lainnya jika dikenakan beban gaya, dan karenaya
kekuatannya relatif rendah. Selain itu, banyak polimer cenderung melunak pada pemanasan ke suhu
sedang, sehingga umumnya polimner tidak digunakan untuk aplikasi suhu tinggi.
Walaupun demikian, polimer memiliki sifat-sifat yang yang membuatnya menarik di berbagai
aplikasi.Karena polimer mengandung unsur-unsur yang umum dan relatif murah proses sintesanya,
atau bahkan terdapat di alam, menjadikan polimer dapat diperoleh dengan murah. Polimer juga
memiliki densitas yang rendah dan mudah dibentuk menjadi bentuk yang komplek. Karenanya
polimer dapat menggantikan logam untuk komponen-komponen otomotif dan pesawat terbang,
terutama komponen yang tidak mendapat beban yang tinggi. Karena sifat-sifatnya, dan juga tidak
bereaksi dengan senyawa kimia (tapi yang ini masih diperdebatkan), polimer digunakan sebagai
wadah minuman dan sebagai pipa saluran air.
Seperti juga logam dan keramik, sifat-sifat polimer dapat dimodifikasi dengan perubahan komposisi
dan dengan pemrosesan. Sebagai contoh, penggantian salah satu dari empat atom H dengan cincin
benzena dapat merubah polietilen menjadi polistiren. Jika grup benzena di dalam polistiren
digantikan dengan satu atom Cl, akan terbentuk polivinilklorida (PVC). Atom Cl akan membatasi
mobilitas rantai lebih kuat dari atom H tetapi lebih lemah dari cincin benzena. Tiga jenis polimer ini
mengilustrasikan prinsip dasar yang berlaku bagi semua material, yaitu hubungan antara struktur
material dan sifat-sifatnya.
Beberapa aplikasi polimer yang potensial saat ini adala;

Pengembangan polimer bio-degradable menawarkan potensi untuk meminimalkan pengaruh


negatif pada lingkungan.

Teknologi polimer kristal-cair memungkinkan pengembangan material struktur yang ringan.

Polimer konduktor listrik dapat menggantikan kawat logam konvensional untuk apllikasi
kabel listrik yang ringan pada pesawat ruang angkasa.

Pengembangan komposit matrik polimer dengan penguat serat alam untuk aplikasi bodi
otomotif.

Sekian dulu ya...bersambung....


Referensi; J.P. Schsffer et all.

DIPOSKAN OLEH EFENDI MABRURI DI 11:45 PM NO COMMENTS:

W E D N E S D A Y, A P R I L 1 , 2 0 0 9

MENGENAL JENIS-JENIS MATERIAL


Pada postingan kali ini saya akan membahas sekilas mengenal apa itu logam, keramik, polimer,
komposit dan semikonduktor.

LOGAM
Logam merupakan padatan yang memiliki atom-atom yang tersusun secara teratur, letak atau posisi
atom-aton tersebut di dalam struktur berulang menurut pola tertentu. Struktur teratur yang berulang
ini dikenal sebagai kristal dan memberikan sifat-sifat yang spesifik. Logam adalah konduktor listrik
yang bagus, material yang relatif kuat, padat, dapat dideformasi menjadi bentuk yang komplek, dan
tahan patah getas terhadap beban impak yang tinggi. Karena sifat-sifat fisik dan mekaniknya ini,
membuat logam merupakan salah satu grup material yang sangat penting untuk aplikasi struktur dan
listrik. Logam secara ekstensif digunakan pada automobil, pesawat terbang, bangunan, jembatan,
perkakas mesin, dan aplikasi lainnya di mana dibutuhkan kombinasi kekuatan tinggi dan ketahanan
terhadap patah getas. Pada kenyataannya kombinasi sifat yang bagus antara kekuatan dan keliatan
( tahan terhadap patah) inilah yang membuat logam sangat umum digunakan sebagai material
struktur.Walaupun pengembangan paduan logam sudah hampir pada klimaksnya, usaha
meningkatkan kemampuan masih terus dilakukan, misalnya dengan penambahan partikel keramik
sebagai penguat pada matrik logam, yang dikenal dengan komposit matrik logam (MMCs-Metal
Matrix Composites). selain itu perkembangan terakhir memberikan harapan yang menjanjikan

dengan adanya perkembangan teknologi nano. Dengan teknologi ini, dimungkinkan membuat logam
yang mempunyai struktur dalam skala ukuran nano meter yang berefek terhadap peningkatan
kekuatan logam yang berlipat dari kekuatan logam dengan struktur yang sekarang ( skala mikron).

KERAMIK
Pada umumnya keramik merupakan senyawa dari unsur logam dan non-logam. Unsur non-logam
biasanya oksigen seperti pada Al2O3, MgO, CaO yang merupakan contoh tipikal dari keramik.
Perbedaan keramik dan logam ialah pada ikatan antar atomnya, pada keramik ikatannya adalah ionik
dan atau kovalen, sedangkan pada logam ikatannya adalah ikatan logam. Karenanya tidak ada
elektron bebas di dalam keramik, sehingga ia merupakan konduktor listrik yang buruk dan digunakan
sebagai penyekat (isolator) pada aplikasi listrik. Misalnya pada busi, digunakan isolator keramik
untuk memisahkan komponen logam.
Detil mengenai ikatan antar atom akan di posting di lain waktu. Tetapi kali ini cukuplah saya katakan
bahwa ikatan ionik dan ikatan kovalen itu sangat kuat. Karenaya, keramik secara intrinsik lebih kuat
dari pada logam. Akan tetapi karena strukturnya yang lebih komplek, ion-ion atau atom-atom dalam
keramik tidak mudah dipindah tempatkan oleh beban atau gaya tertentu dan ia akan cenderung patah
getas dari pada melengkung seperti logam. Kegetasan inilah umumnya yang membatasi penggunaan
keramik sebagai material struktur, meskipun perkembangan terakhir ada perbaikan dengan
memasukkan serat keramik ke dalam matrik keramik dan dengan inovasi teknologi lainnya. Akan
tetapi pula struktur ikatan yang rigid ini bagi keramik memberikan keuntungan yang lain, yaitu
kestabilan pada suhu tinggi, tahan terhadap serangan kimia, dan tahan terhadap absorpsi senyawa
asing. Karena itu keramik cocok untuk aplikasi pada suhu tinggi seperti untuk komponen di dalam
ruang pembakaran mesin jet, untuk wadah senyawa kimia yang reaktif, dan lain-lain.
Kebanyakan keramik adalah kristalin, tetapi beberapa ada yang non-kristalin. Contoh yang paling
umum adalah kaca jendela, yang terdiri dari SiO2 dengan penambahan beberapa oksida logam. Sifatsifat optik merupakan sifat yang penting pada gelas, dan dapat dikontrol melalui komposisi dan
proses.Selain itu sifat-sifat mekanik dan termal gelasdapat juga dikontrol. Gelas/kaca pengaman,
merupakan gelas yang telah dilakukan siklus termal yang memberikan permukaan gelas dalam
keadaan kompresi, sehingga tahan terhadap retak. Bahkan, gelas/kaca yang diproses seperti ini dapat
menahan retak ketika dipukul oleh palu.
Aplikasi keramik yang potensial saat ini dan memberikan pengeruh ekonomi yang besar adalah:
- Diindustri otomotif, sifat kekuatan dan termal keramik sangat dibutuhkan untuk komponben mesin.
Sebagai contoh, lebih dari 60.000 mobil di Jepang menggunakan turbocarjer keramik, yang
meningkatkan efisiensi automobil. Material ini adalah Si3N4 atau SiC yang diproses untuk tahan
terhadap patah.
- Keramik berdasarkan senyawa seperti YB2Cu3O7 danBa2Sr2CaCu2Ox telah meningkatkan suhu

kritis superkonduktor ke 95 K. Ini berarti bahwa film superkonduktor dapat digunakan sebagai
pelapis peralatan gelombang mikro dan sebagai kawat untuk berbagai macam aplikasi.
- Komputer generasi mendatang akan menggunakan komponen olektro-optik dari keramik yang akan
meningkatkan kecepatan dan efisiensi.
...Bersambung...
Referensi:J.P.Schaffer et all.
DIPOSKAN OLEH EFENDI MABRURI DI 6:11 PM NO COMMENTS:

APA SAJA JENIS-JENIS MATERIAL


Secara garis besar material dapat digolongkan menjadi lima grup besar yaitu LOGAM, KERAMIK,
POLIMER, KOMPOSIT dan SEMIKONDUKTOR. Yang termasuk logam barangkali yang familiar
adalah besi, tembaga, aluminium, emas dan lain-lain; yang termasuk keramik yang umum adalah
pasir, batu bata, semen, gelas (jendela), grafit dan lain-lain; contoh polimer yang umum adalah
selulosa, nilon, polietilen, Teflon, Kevlar, polystiren dan lain-lain; sedangkan contoh komposit
misalnya fiber karbon di dalam matrik epoxy yang digunakan dalam raket tenis; dan contoh
semikonduktor yang sederhana adalah silikon dan germanium.
Apa dasar pengolongan material menjadi grup-grup di atas? Banyak material-material yang
mempunyai struktur atom atau sifat-sifat teknik yang sama atau keduanya sama, maka akan mudah
mengelompokkan mereka berdasarkan kesamaan ini menjadi grup-grup besar ini. Tentunya
pengelompokan ini dapat berubah dengan penemuan baru dan kemajuan teknologi. Komposit, yang
juga kadang-kadang disebut material-rekayasa, merupakan contoh yang tepat dari klasifikasi grup
yang baru. Material ini dibuat dengan menggabungkan dua material atau lebih menggunakan
teknologi canggih untuk mendapatkan sifat-sifat yang tidak dapat dicapai oleh material yang sudah
ada.
Karena sifat-sifat material berkaitan dengan strukturnya, penting untuk dipahami bahwa cara
material itu diproses akan mempengaruhi strukturnya dan kemudian sifat-sifatnya. Sebagai contoh
dari konsep yang penting ini,yaitu misalnya bagaimana proses termal mempunyai pengaruh yang
besar terhadap sifat-sifat baja. Jika baja didinginkan perlahan-lahan dari suhu tinggi, baja akan relatif
lunak dan memiliki kekuatan yang rendah. Jika baja yang sama didinginkan cepat (quenching) dari
suhu tinggi yang sama, ia akan sangat keras dan getas. Akhirnya, jika baja diquench dan kemudian
dipanaskan kembali ke suhu sedang (menengah), ia akan mempunyai kombinasi yang bagus antara

kekuatan (strength) dan keliatan (toughness).


Pembahasan setiap grup material diatas, bersamaan dengan beberapa hubungan struktur-sifat akan
dibahas pada postingan berikutnya.
Sumber: J.P.Saxena et all