Anda di halaman 1dari 4

1.1.

Latar Belakang Penelitian


Berdasarkan Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004, dalam Pemerintahan Daerah

dibentuk Pemerintahan Desa. Pemerintahan Desa merupakan lembaga pemerintahan yang


berada di tingkatan paling bawah dalam struktur pemerintahan di Indonesia yang berinteraksi
langsung dan melayani kebutuhan dasar masyarakat paling bawah yang berada di wilayah
pedesaan. Oleh karena itu kinerja pemerintah desa mempunyai dampak secara langsung
terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat desa.

Pemerintah desa sebagai ujung tombak pemerintahan yang berhadapan langsung


dengan masyarakat diharapkan mampu memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat
dalam rangka mewujudkan pemerintahan yang baik. Pemerintah desa mempunyai kewajiban
dalam memberikan pelayanan melalui administtrasi desa seperti pembuatan KTP, Akte
kelahiran, Akte Kematian, Akte Kepemilikan Tanah dan lain sebagainya. Dengan jumlah
penduduk yang relatif banyak pemerintah desa di tuntut untuk dapat melaksanakan tugas
kearsipan dengan cepat dan rapi. Pekerjaan kearsipan menjadi suatu kebutuhan dan keharusan
yang harus diperhatikan karena sangat berpengaruh terhadap proses administrasi yang pada
akhirnya bermuara pada pelayanan publik.
Dari fakta yang ada pada saat ini masalah pengelolaan arsip desa belum mendapatkan
perhatian yang cukup sehingga ketika arsip diperlukan sering ditemui berbagai permasalahan,
seperti rusak dikarenakan tidak adanya pemeliharaan yang cukup, atau hilang karena sistem
pengelolaannya yang tidak mengikuti aturan atau kaidah yang benar dan sebagainya. Selain
itu buruknya pengelolaan arsip di desa pasti akan menjadi kendala keterlambatan proses
pelayanan.

Ketidak jelasan pengelolaan arsip desa terlebih yang menyangkut arsip-arsip vital
dapat mengganggu proses perjalanan pemerintahan desa. Ketidakjelasan sistem pengelolaan,
dinamika perubahan pamong desa dan kualitas serta kompetensi di bidang kearsipan juga
menjadi variabel yang menentukan. Sistem dan aturan, sumberdaya manusia, sarana, dan
prasarana yang belum tersedia secara memadai menyebabkan pelaksanaan pengelolaan arsip
tidak efektif dan kurang dapat dipertanggungjawabkan. Oleh karena itu kinerja di bidang
kearsipan bisa dikatakan juga belum memenuhi standar. Bahkan seringkali sistem
pengelolaannya mengalami ketidakjelasan, seperti kesulitan penemuan kembali, cepat rusak,
hilang atau musnah.

Melihat permasalahan yang terjadi maka perlu adanya sistem pengelolaan kearsipan
yang baik, seperti berupaya untuk memberikan pemahaman arsip sebagai bagian dari
terciptanya tertib arsip dan perlu adanya pembinaan kearsipan yang intensif kepada
pemerintah desa dengan menitik beratkan pada peningkatan pengetahuan dan keterampilan
aparat pemerintah desa sehingga dapat memberikan kontribusi bagi pelayanan terhadap
masyarakat. Hal ini sesuai dengan apa yang tercantum dalam Undang-undang kearsipan No
43 tahun 2009 tentang kearsipan, yang menyebutkan bahwa dalam penyelenggaraan
kearsipan bertujuan untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik dalam pengelolaan arsip
yang autentik dan terpercaya. Artinya penyelenggaraan yang komprehensif dan terpadu
dengan dukungan sumber daya manusia yang profesional serta prasarana dan sarana yang
memadai akan meningkatkan kualitas pelayanan publik. Akhirnya Pengeloaan Arsip dapat
mendukung Pelayanan Publik karena Ketersediaan Arsip yang utuh, faktual, sistematis,
autentik, dan terpercaya yang terukur dan dapat dibuktikan.

1.2. Pembatasan Permasalahan


Untuk pembatasan masalah secara jelas sehingga tidak terjadi salah pengertian yang dapat
menimbulkan masalah baru maka penulis membatasi ruang lingkup masalah pada :
1. faktor-faktor yang mempengaruhi pengelolaan kearsipan desa di Desa Paloan
Kecamatan Sengah Temila Kabupaten Landak.
2. Peranan pengelolaan kearsipan dalam mendukung pelayanan publik di Desa Paloan.
3. Dilakukan di lingkungan Kantor Desa Paloan.

1.3. Rumusan Permasalahan


Berdasarkan uraian yang telah dikemukakan pada latar belakang penelitian diatas, maka
rumusan masalahnya adalah Bagaimana pengelolaan kearsipan desa dalam kaitannya
dengan pelayanan publik di Desa Paloan Kecamatan Sengah Temila Kabupaten Landak?

1.4.

Tujuan Penelitian

2. Untuk mengungkapkan bagaimana pengelolaan kearsipan desa yang dilakukan oleh


pemerintah Desa Paloan dalam mendukung pelayanan publik.
3. Untuk mengungkapkan fakto-faktor yang mempengaruhi pengelolaan kearsipan desa
di Desa Paloan.

1.4.

Manfaat Penelitian

1. Manfaat Teoritis
a. Penelitian ini dilakukan untuk menambah wawasan keilmiahan yang berkaitan dengan
pengelolaan Kearsipan Desa.
b. Penelitian ini berguna untuk mempraktekkan atau menerapkan ilmu pengetahuan yang
telah penulis peroleh selama mengikuti kuliah di Program Studi Ilmu Pemerintahan.

2. Manfaat Praktis
a. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi pertimbangan dalam merumuskan
dan menyusun kebijakan terutama dalam pengelolaan kearsipan desa.
b. hasil penelitian ini diharapkan dapat memberi masukan pemikiran yang baik dan
rasional kepada dunia usaha pemerintah serta lingkungan masyarakat tentang
pengelolaan kearsipan desa.
c. Bagi pegawai kantor desa paloan Kecamatan Sengah Temila Kabupaten landak
agar dapat bekerja dengan maksimal dalam rangka mendukung pelayanan publik.
d. Dapat menjadi bahan penelitian selanjutnya mengenai Pengelolaan Kearsipan
Desa di Desa Paloan.