Anda di halaman 1dari 3

1.

Pengertian

Tindakan perbaikan (corrective action) adalah tindakan untuk menghilangkan


penyebab ketidaksesuaian agar tidak terulang lagi.
Ketidaksesuaian adalah tidak terpenuhinya suatu persyaratan.
Persyaratan (requirement) adalah ketentuan yang dipersyaratkan oleh
standar/target dan/atau kebutuhan/harapan.
Ketidaksesuaian diidentifikasi melalui:

Proses penanganan keluhan pelanggan

Proses penanganan ketidaksesuaian layanan

Proses hasil audit internal

Proses monitoring
Proses analisis data
Temuan/ laporan lainnya yang ada kaitannya ketidak
sesuaian layanan,
Prosedur ini bertujuan untuk menerangkan mekanisme tindakan perbaikan atas
ketidaksesuaian, supaya setiap tindakan perbaikan yang diambil dapat
menghilangkan penyebab ketidaksesuaian serta mencegah berulang kembali.

2.Tujuan

3.Kebijakan
4.Referensi
5.Prosedur

Tindakan perbaikan wajib dimonitor, dievaluasi dan ditindak lanjuti


Sistem Manajemen Mutu Iso 901-2008.
A.

Identifikasi Ketidaksesuaian
1.

Seluruh Karyawan Mengidentifikasi ketidaksesuaian yang


berasal dari:
a.
b.
c.
d.
e.
f.

2.
3.
4.
5.

Hasil proses pengukuran kepuasan pelanggan


Hasil proses audit internal
Hasil proses monitoring
Hasil proses analisis data
Hasil proses penanganan ketidaksesuaian layanan
Temuan/ laporan lainnya
Selurh karyawan menyampaikan ketidaksesuaian kepada
Koordinator Bagian terkait.
Koordinator pelayanan klinis, administrasi dan
manajemen dan koordinator upaya Puskesmas Mencatat ketidaksesuaian
pada formulir Laporan Ketidaksesuaian dan Penyelesaiannya (LKP)
Koordinator pelayanan klinis, administrasi dan
manajemen dan koordinator upaya Puskesmas dan pelaksana membahas
dan menganalisis penyebab ketidaksesuaian
Koordinator pelayanan klinis, administrasi dan
manajemen dan koordinator upaya Puskesmas Menetapkan rencana dan
jadwal tindakan perbaikan atas ketidaksesuaian.

B. Tindakan perbaikan
1. Koordinator pelayanan klinis, administrasi dan manajemen dan
koordinator upaya Puskesmas beserta pelaksana/ karyawan terkait
2. Koordinator pelayanan klinis, administrasi dan manajemen dan
koordinator upaya Puskesmas Melakukan tindakan perbaikan sesuai
dengan tindakan perbaikan yang sudah ditetapkan
3. Koordinator pelayanan klinis, administrasi dan manajemen dan
koordinator upaya Puskesmas Memantau aktifitas tindakan perbaikan
yang sedang dilakukan oleh staf terkait.
4. Koordinator pelayanan klinis, administrasi dan manajemen dan
koordinator upaya Puskesmas menginformasikan aktifitas tindakan
perbaikan yang tidak mencapai target kepada Ketua tim mutu,
5. Ketua tim mutu melapor kepada kepala Puskesmas hasil aktifitas
tindakan,
6. Ketua tim mutu dan kepala Puskesmas membahas hasil aktifitas tindakan
untuk ditindaklanjuti,

7. Ketua tim mutu dan Kepala Puskesmas memberikan pengarahan kepada


Koordinator Bagian dan pengelola terkait, tentang langkah-langkah yang
perlu diambil.
8. Karyawan terkait, Jika sudah selesai maka menandatangani formulir
Laporan Ketidaksesuaian dan Penyelesaiannya (LKP) pada kolom yang
sudah disediakan.
9. Melaporkan kepada Koordinator Bagian atas tindakan perbaikan yang
telah dilakukan.
C.

Verifikasi
1. Koordinator pelayanan klinis, administrasi dan manajemen dan
koordinator upaya Puskesmas menerima laporan hasil tindakan perbaikan
dari staf terkait
2. Koordinator pelayanan klinis, administrasi dan manajemen dan
koordinator upaya Puskesmas memeriksa hasil tindakan perbaikan.
3. Jika sudah sesuai maka membubuhkan tandatangan pada kolom verifikasi
melakukan Close Out, sebagai penjelasan status tindakan perbaikan sudah
selesai dilakukan
4. Jika belum selesai, kembali
atau membuat formulir Laporan
Ketidaksesuaian dan Penyelesaiannya (LKP) yang baru dan mengulangi
prosedur ini.
5. Menandatangani formulir Laporan Ketidaksesuaian dan Penyelesaiannya
(LKP).
6. Melaporkan hasil tindakan perbaikan yang telah selesai kepada Kepala
Puskesmas atau ketua tim mutu,

6.Unit

Terkait

Semua Koordinator pelayanan klinis, administrasi dan manajemen dan


koordinator upaya Puskesmas,