Anda di halaman 1dari 11

BAB 3

KLASIFIKASI
RANCANGAN
PERCOBAAN

Rancangan Percobaan disusun berdasarkan:


1. Intensitas/tingkat heterogenitas dan jumlah

faktor yg menyebabkan keragaman


kondisi/lingkungan t4 percobaan
dilaksanakan. Rancangan hasilnya disebut
Ecological design.
2. Jumlah faktor dan metode
pelaksanaan/penerapan perlakuan2 pd unit2
percobaan. Rancangan hasilnya disebut
Treatmental design.

Penamaan suatu RanCob didasarkan pada:


1. Metode penempatan perlakuan2 secara acak pd

unit2 percobaan.
a. Jika perambangan perlakuan dn ulangannya
dilakukan secara lengkap sekaligus, maka
rancangannya disebut Completelly
randomized design/CRD).
b. Jika perambangan perlakuan secara lengkap
dilakukan per satu lokal kontrol, maka disebut
Completelly Randomized Block Design/CRBD.
c. Jika perlakuan lengkap diacak per dua lokal
kontrol (baris dan lajur) disebut Latin square
Design/LSD.

2. Rancangan2 yg diberi nama berdasarkan metode


pelaksanaan a/ penerapan perlakuan2 pd satuan2 percobaan
sehingga disebut Rancangan perlakuan
a. If, penempatan atau penerapan kombinasi perlakuan pd
satuan2 percob dilakukan secara serentak disebut
rancangan faktorial
b. If, salah satu faktor perlakuan diterapkan scr acak pd
petak besar, sdgkan faktor lain secara acak pd petak kecil
disebut Rancangan petak terbagi (Split plot design).
c. If, penerapan msg2 faktor perlakuan dilakukan scr acak
pd petak2 besar per kelompok areal secara bersilangan
arah, namun alur2 petak perlakuan pd semua kelompok
tdk sama disebut RPA.
d. If, penerapan dilakukan pd masing2 alur petak pada
semua kelompok sehingga alur2 petak semua kelompok
sama disebut RKB

Atas dasar jumlah faktor yang diteliti, RanCob

dpt dipilahkan menjadi:


1. Rancangan non faktorial, jika yang diteliti
hanya 1 faktor penelitian. Rancangan ini
meliputi: RAL, RAK, dan RAKL.
2. Rancangan faktorial, jika yg diteliti terdiri dr
bbrp faktor penelitian. Meliputi rancangan
petak terbagi (RPB) yg dimodifikasi dari RAK,
rancangan petak teralur (RPA) yang
dimodifikasi dari RAKL, dan rancangan
kelompok terbagi (RKB) yg dimodifikasi dari
kombinasi RAK dan RAKL.

Atas dasar jumlah galat yg digunakan yg juga

menentukan derajat kepentingan faktor2


utama dan interaksi yg diteliti, RanCob
dibedakan menjadi:
1. Rancangan bergalat tunggal, meliputi: RAL,
RAK, dan RAKL non faktorial dan faktorial.
Rancangan ini menunjukkan bhw penelitian
ber7an utk meneliti pengaruh faktor utama
dn interaksinya dg derajat kepentingan yg
sama
2. Rancangan bergalat ganda, mrpkan
rancangan yg digunakan utk percobaan yg
mempunyai salah satu faktor (B) dan
interaksinya lbh ptg dr faktor utama lainnya
(A). Rancangan ini disebut rancangan petak

Rancangan bergalat tripel, meliputi

rancangan yg mirip dg RPB, hanya saja jumlah


faktor yg diteliti ada tiga. Rancangan ini
disebut Rancangan petak bagian ganda (splitsplit plot design). Rancangan lain ialah
rancangan petak teralur (RPA)dan rancangan
kelompok terbagi (RKB) yg digunakan utk
menonjolkan pengaruh interaksinya drpada
pengaruh faktor utamanya.

METODE ANALISA DATA


Dewasa ini berbagai metode statistika makin
banyak dipergunakan untuk analisis atau
menguji data hasil percobaan
Dalam merencanakan suatu penelitian atau
percobaan kemungkinan ada beberapa
macam uji statistika yang dapat dipakai untuk
kepentingan tersebut, oleh sebab itu perlu
dengan pertimbangan untuk memilih salah
satu diantaranya yang paling cocok dan
menguntungkan dari segi ilmiah

Suatu uji statistika dikatakan baik atau memadai,

bila dengan metode uji tersebut peluang untuk


menolak H0 cukup kecil kalau H0 benar dan peluang
akan besar kalau H0 salah
terdapat pertimbangan-pertimbangan lain dalam
menentukan atau memilih salah satu uji statistik,
pertimbangan tersebut didasarkan atas :
1. Bagaimana cara mengambil/menarik sampel atau
melakukan percobaan
2. Keadaan atau sifat dari populasi yang diamati.
3. Satuan atau skala pengukuran apa yang
dipergunakan dalam menilai respons hasil penelitian
4. Dasar teori serta tujuan dari penelitian yang
dilakukan

Pengujian yang paling teliti adalah pengujian dengan asumsi

yang kuat dan tepat


Uji statistika parametrika (Uji t dan uji F) dapat dipakai jika
ada asumsi-asumsi yang kuat untuk mendapatkan hasil yag
baik
Syarat-syarat atau asumsi-asumsi yang diperlukan untuk uji
t dan uji F adalah sebagai berikut :
1. Pengamatan dilakukan secara acak atau bebas, artinya
pemilihan setiap sampel dari populasi harus bebas terhadap
kesempatan untuk dipilih.
2. Variabel atau Peubah respons yang diukur harus dalam
skala interval atau rasional.
3. Data pengamatan yang diambil hendaknya menyebar
mengikuti sebaran normal atau paling sedikit tidak
melanggar sebaran normal.
4. Data pengamatan harus mempunyai varians/keragaman
yang homogen antar perlakuan yang dibandingkan

Syarat No. 1 dan 2 harus terpenuhi,

sedangkan syarat No. 3 dan 4 bila tidak


terpenuhi, maka dapat diusahakan supaya
dapat terpenuhi dengan jalan melakukan
transformasi data.