Anda di halaman 1dari 93

Mitya Delima

Anatomi
Saluran Kemih

Saluran Kemih
Ginjal
Saluran dan
reservoar
untuk
membawa
urine keluar
tubuh
Ureter
Vesika urinaria
Uretra
Anatomi Snell, Anatomi Moore,
Patofisiologi Price & Wilson, Sobota

Ginjal (Ren)
Bentuk seperti kacang, berwarna coklat
kemerahan.
Terletak di retroperitoneal pada dinding
abdomen, di sisi kanan dan kiri columna
vertebrae.
Ren kanan terletak lebih rendah
daripada ren sinistra karena besarnya
lobus hepatis dexter.
Pd dewasa
Panjang ginjal 12-13cm
Anatomi Snell, Anatomi Moore,
Lebar 6cm
Patofisiologi Price & Wilson, Sobota

Ren mempunyai selubung :


Capsula fibrosa : melekat erat pada
permukaan ren.
Capsula adiposa : meliputi capsula fibrosa.
Fascia renalis : terletak di luar capsula adiposa
serta meliputi ren & glandula suprarenalis.
Corpus adiposum pararenale : terletak di
luar fascia renalis.

Anatomi Snell, Anatomi Moore,


Patofisiologi Price & Wilson, Sobota

Setiap Ren memiliki


Facies anterior
Facies posterior
Margo medialis cekung terdapat celah
vertikal yg dikenal sbg hilum renale.
Hilum renale
Tempat masuknya arteri renalis
Serabut saraf
Tempat keluar : vena renalis & ureter

Margo lateralis
Extremitas superior (polus cranialis)
Extremitas inferior (polus caudalis)
Anatomi Snell, Anatomi Moore,
Patofisiologi Price & Wilson, Sobota

Anatomi Snell, Anatomi Moore,


Patofisiologi Price & Wilson, Sobota

Batas-batas
Kranial : diafragma
Glandula suprarenalis
Dextra : bentuk segitiga
Sinistra : bentuk seperti bulan sabit

Kaudal facies posterior : musculus


quadratus lumborum
Ventral
Ren dexter : hepar, duodenum, colon
ascendens
Ren sinister : gaster, splen, pankreas,
jejunum, colon descendens
Anatomi Snell, Anatomi Moore,
Patofisiologi Price & Wilson, Sobota

Setiap ren mempunyai


Cortex renalis : bagian luar
Cortex yg menonjol ke medula di antara pyramides
disebut columnae renales (kolumna Bertini)

Medula renalis : bagian dalam


Terdiri dari 12-20 pyramides renales
Basis menghadap cortex
Apex (papila) menonjol ke medial

Duktus papilaris kaliks minor kaliks mayor pelvis


ginjal ureter
Anatomi Snell, Anatomi Moore,
Patofisiologi Price & Wilson, Sobota

Anatomi Snell, Anatomi Moore,


Patofisiologi Price & Wilson, Sobota

Struktur Mikroskopik Ginjal


Nefron
Unit kerja fungsional ginjal
Setiap ginjal terdiri sekitar 1 juta nefron
Setiap nefron terdiri dari

Kapsula Bowman, yg mengitari glomerulus


Tubulus kontortus proksimal
Lengkung Henle
Tubulus kontortus distal

Anatomi Snell, Anatomi Moore,


Patofisiologi Price & Wilson, Sobota

Perbedaan Nefron Jukstamedula &


Korteks
Nefron Korteks

Nefron Jukstamedula

Glomerulus

Di korteks luar

Di bagian dalam
korteks di samping
medula

Lengkung Henle

Hanya sedikit
terbenam dalam
medula

Panjang & masuk ke


dalam medula

Kapiler peritubulus

Dikenal sebagai vasa


rekta

Anatomi Snell, Anatomi Moore,


Patofisiologi Price & Wilson, Sobota

Pendarahan Ginjal
Aorta abdominalis setinggi vertebra
lumbalis II arteri renalis bercabang
menjadi 5 arteriae segmentales (4 di
depan & 1 di belakang pelvis renalis)
arteriae lobares bercabang 2 atau 3
arteriae interlobares berjalan menuju ke
cortex bercabang arteriae arcuatae,
melengkung di atas basis bercabang
arteriae interlobulares, berjalan ke atas di
dalam cortex arteriolae aferen
glomerulus
Anatomi Snell, Anatomi Moore,
Patofisiologi Price & Wilson, Sobota

Anatomi Snell, Anatomi Moore,


Patofisiologi Price & Wilson, Sobota

Anatomi Snell, Anatomi Moore,


Patofisiologi Price & Wilson, Sobota

Venae
Vena renalis keluar dari hilum renale di depan

arteria renalis dan mengalirkan darah ke vena


cava inferior

Persarafan
Serabut plexus renalis. Serabut aferen yg

berjalan melalui plexus renalis masuk ke


medula spinalis melalui nervus thoracici 10,
11, dan 12
Anatomi Snell, Anatomi Moore,
Patofisiologi Price & Wilson, Sobota

Ureter
Saluran muskular dari ren ke facies
posterior vesica urinaria.
Setiap ureter panjangnya sekitar 23cm.
Mempunyai 3 penyempitan :
Di tempat pelvis renalis berhubungan
dengan ureter
Di tempat ureter menyilang apertura pelvis
superior
Di tempat ureter menembus dinding vesica
urinaria
Anatomi Snell, Anatomi Moore,
Patofisiologi Price & Wilson, Sobota

Anatomi Snell, Anatomi Moore,


Patofisiologi Price & Wilson, Sobota

Anatomi Snell, Anatomi Moore,


Patofisiologi Price & Wilson, Sobota

Anatomi Snell, Anatomi Moore,


Patofisiologi Price & Wilson, Sobota

Epidemiolo
gi

3,1% : 59.061 autopsi


20-60 thn: <
Anak : 2-2,5% <

Komplikasi

obstructive nephropathy dan gagal ginjal


infeksi, jaringan parut di ginjal, pembentukan
batu, dan sepsis

jaringan parut ginjal/ ureter, batu,


neoplasma/ tumor, hipertrofi prostat,
kelainan congenital pada leher kandung
kemih dan uretra, penyempitan uretra, dan
pembesaran uterus

Etiologi

HIDRONEFROSIS

HIDRONEFROSIS
Jaringan parut
ginjal/ureter.

Batu

Neoplasma/tu
mor

Hipertrofi
prostat

Kelainan
konginetal
pada leher
kandung kemih
dan uretra

Penyempitan
uretra

Pembesaran
uterus

Gejala klinis
Hipertensi
(akibat retensi
cairan dan
natrium).

Gagal jantung
kongestif.

Perikarditis
(akibat iritasi
oleh toksik
uremi).

Butiran uremik
(kristal urea
pada kulit).

Anoreksia,
mual, muntah,
cegukan.

Penurunan
konsentrasi,
kedutan otot
dan kejang.

Amenore, atrofi
testikuler

USG

BNO
IVP

Hidronefrosis
Hidronefrosis
derajat 4.
derajat 3.
Hidronefrosis
Dilatasi pelvis
Dilatasi pelvis
derajat 2.
renalis, kaliks
renalis, kaliks
Dilatasi pelvis
mayor dan kaliks mayor dan kaliks
renalis dan kaliks
minor. Serta
minor. Tanpa
mayor. Kaliks
adanya penipisan adanya penipisan
berbentuk
korteks calices
korteks. Kaliks
fattening, alias
berbentuk
berbentuk
mendatar.
ballooning alias
clubbing, alias
menggembung.
menonjol.

Hidronefrosis
derajat 1.
Dilatasi pelvis
renalis tanpa
dilatasi kaliks.
Kaliks berbentuk
blunting, alias
tumpul.

penatalaksanaan
mengatasi dan
memperbaiki
penyebab dari
hidronefrosis
(obstruksi, infeksi)
mempertahankan
dan melindungi
fungsi ginjal.

Anatomi Prostat

Fisiologi
PROSTAT

DUKTUS SEKRETORIUS
Cairan Ejakulat, bersifat :
-Basa
-Isi : enzim, sperma, PSA (prostate
specific Ag)

BPH
Kelenjar prostat

organ tubuh
pria yang terletak di sebelah inferior
bulibuli dan membungkus uretra posterior

Prostat
membesar
Uretra Pars prostatika
sempit
Aliran urin dari buli-buli
terhambat

ETIOLOGI
1. Teori DHT
(dihidrotestostero
n)
NADP
H

NADP

Testosterone

DHT
5 -reductase
DHTRA
Growth factor
hormone

2. Ketidakseimbangan antara estrogen-testosteron


3. Berkurangnya kematian sel prostat
4. Teori stem sel

Proliferasi sel-sel
prostat
Reseptor androgen
>>>

Estrog
en

Sensitivitas sel prostat terhadap


estrogen >>>
Apoptosis
<<<

Stem sel
>>
Proliferasi sel
prostat

Testoster
on

4. Interaksi Stroma-Epitel
NADPH

NADP

Testosterone

DHT
5 -reductase
DHTRA
Growth factor
hormone

Proliferasi Sel
stroma

Proliferasi Sel
Epitel

Manifestasi Klinis
Anamnesis
1. Keluhan pada saluran kemih bagian bawah
Pertanyaan

Gejala obstruksi :
hesitansi, pancaran
miksi melemah,
intermitensi, miksi
tidak puas, menetes
setelah miksi
gejala iritatif :
frekuensi, nokturia,
urgensi dan disuri.

Jawaban dan skor

Keluhan pada bulan terakhir

Tidak
sekali

<20%

<50%

50%

>50%

Hampir
selalu

a. Adakah anda merasa buli-buli


tidak kosong setelah berkemih

b. Berapa kali anda berkemih


lagi dalam waktu 2 menit

c. Berapa kali terjadi arus urin


berhenti sewaktu berkemih

d. Berapa kali anda tidak dapat


menahan untuk berkemih

e. Beraapa kali terjadi arus


lemah sewaktu memulai
kencing

f. Berapa keli terjadi bangun


tidur anda kesulitan memulai
untuk berkemih

Jumlah nilai :
g. Berapa kali anda bangun
0 = baik sekali 3 = kuranguntuk berkemih di malam hari
1 = baik
4 = buruk
2 = kurang baik
5=

2. Gejala pada saluran kemih bagian


atas
Keluhan dapat berupa gejala obstruksi
antara lain, nyeri pinggang, benjolan
dipinggang (hidronefrosis) dan
demam
(infeksi, urosepsis).

3. Gejala diluar saluran kemih


Hernia inguinalis/ hemroid

PEMERIKSAAN FISIK
Pada perabaan prostat harus diperhatikan20:
a. Konsistensi prostat (pada hiperplasia prostat
konsistensinya kenyal)
b. Simetris/ asimetris
c. Adakah nodul pada prostate
d. Apakah batas atas dapat diraba
e. Sulcus medianus prostate
f. Adakah krepitasi

Pemeriksaan Penunjang
a. Darah lengkap
Komponen yang diperiksa antara lain ureum, kreatinin,
elektrolit, BUN, dan gula darah

b. Urin
Dilakukan kultur urin dan sensitivitas untuk melihat
kemungkinan infeksi.

c. Pemeriksaan Prostate Spesific Antigen (PSA)


Pemeriksaan PSA ditujukan pada pasien yang memiliki
resiko BPH. Pemeriksaan ini dilakukan sebagai
skreening untuk deteksi dini kanker prostat.

Pemeriksaan Pencitraan
a. Foto polos abdomen (Buik Nier Overzich, BNO)
Foto polos abdomen
Mencari Tanda Retensio Urine :
- batu opak di saluran kemih/kalkulosa prostat
- bayangan kandung kemih penuh terisi urin

b. Ultrasonografi abdominal
Ultrasonografi transabdominal digunakan untuk
mendeteksi adanya hidronefrosis ataupun kerusakan
ginjal akibat obstruksi BPH yang lama.

c. Intravenous Pyelography (IVP)


Untuk lihat :
- hidroureter atau hidronefrosis,
- perkiraan besarnya kelenjar prostat yang
ditunjukkan oleh adanya indentasi prostat
(pendesakan kandung kemih oleh kelenjar
prostat),

Pemeriksaan IVP sekarang tidak


direkomendasikan pada BPH!!!

d. Transectional Ultrasound (TRUS)


-

untuk mengetahui :
volume kelenjar prostat,
Kemungkinan pembesaran prostat maligna
sebagai petunjuk untuk melakukan biopsy
aspirasi prostat
menentukan jumlah residu urin
mencari kelainan lain yang mungkin ada di
dalam kandung kemih.

PEMERIKSAAN LAIN
a. Uroflowmetri : derajat obstruksi
prostat
dapat diketahui :
-. lama waktu miksi (voiding time)
-. lama pancaran (flow time)
-. waktu yang dibutuhkan untuk mencapai pancaran
maksimum (time to max flow)
-. pancaran maksimum (max flow rate)
-. rata-rata pancaran (average flow rate)
-. volume urin yang keluar sewaktu miksi (voided
volume).

Uroflowmetri

Diagnosis Banding
Pada pasien dengan keluhan
obstruksi saluran
kemih di antaranya20:
1.
2.
3.
4.
5.

Struktur uretra
Kontraktur leher vesika
Batu buli-buli kecil
Kanker prostat
Kelemahan detrusor, misalnya pada penderita asma kronik
yang menggunakan obat-obat parasimpatolitik.

Pada pasien dengan keluhan iritatif


saluran kemih, dapat disebabkan oleh
:
1. Instabilitas detrusor
2. Karsinoma in situ vesika
3. Infeksi saluran kemih
4. Prostatitis
5. Batu ureter distal
6. Batu vesika kecil.

Komplikasi
Dilihat dari sudut pandang perjalanan penyakitnya,
hiperplasia prostat dapat menimbulkan komplikasi
sebagai berikut:
a. Inkontinensia Paradoks
b. Batu Kandung Kemih
c. Hematuria
d. Sistitis
e. Pielonefritis
f. Retensi Urin Akut Atau Kronik
g. Refluks Vesiko-Ureter
h. Hidroureter
i. Hidronefrosis
j. Gagal Ginjal

Penatalaksanaan
Dilihat dari I-PSS
1. Skor < 7 : tidak mengganggu aktivitas seharihari
edukasi gaya hidup sehat

2. Skor 8-19
Medikamentosa Penghambat reseptor adrenergik1
(1 adrenergic blocker)
Cth : - (T1/2 pendek) Prazosin,
- (T1/2 panjang)Tetrazosin,
doxazosin
- -blocker seleckif -> Tamsulosin

Resistensi otot polos prostat


<<<

3. Skor < 20-35 : Operasi.


Transuretral Resection of the Prostate
(TURP)
Transurethral Incision of the Prostate
(TUIP)
Prostatektomi terbuka
Laser prostatektomi

Nefrolithiasis : adanya timbunan zat


padat yang membatu pada ginjal
yang mempunyai komponen kristal
dan matriks organik

Etiologi
Faktor intrinsik

Faktor ekstrinsik

Herediter
Umur (30-50th)
laki-laki>perempuan

Geografi
Iklim dan temperatur
Asupan air dan
kadar mineral kalsium
Diet purin,oksalat dan
kalsium
Aktivitas

Manifestasi Klinis

Nyeri pinggang
Hematuria
Infeksi
BAK panas dan nyeri

Patofisiologi
Teori Nukleasi :
Batu dalam urine karena adanya inti
batu(nukleus).
Partikel-partikel yang berada dalam
larutan >>jenuh mengendap
dalam nukleus batu. Inti batu
dapat berupa kristal/ benda asing
saluran kemih

Teori matriks :
Matriks organik terdiri atas
serum/protein urin albumin,
globulin dan mukoprotein sebagai
kerangka tempat mengendapnya
kristal-kristal batu

Teori Penghambat Kristalisasi :


Urine orang normal mengandung zatzat penghambat pembentuk kristal,
antara lain : magnesium, sitrat,
pirofosfat, mukoprotein dan
beberapa peptida. Jika kadar salah
satu atau beberapa zat itu
berkurang, akan memudahkan
terbentuknya batu didalam saluran
kemih.

JENIS BATU
Kalsium Oksalat

Berasal dari metabolisme as.


Amino dan as. Aksorbat yaitu vit
C.

Struvit

Dari magnesium ammonium


fosfat dan kalsium karbonat
tertumpuk ammonium&pH
meningkat kelarutan fosfat
berkurang. Hal tersebut terjadi
karena adanya infeksi dari bakteri
pemecah urea (proteus,
pseudomonas, staphylococcus,
klebsiella)

asam urat

Pada penderita gout, pengguna


urikosurik mis aspirin

Diagnosis
Anamnesis
Pf :
Penderita dengan keluhan kolik hebat dapat
disertai takikardi, berkeringat dan nausea
Masa pada abdomen dapat dipalpasi pada
penderita dengan obstruksi berat atau dengan
hidronefrosis
Dapat ditemukan nyeri ketok pada daerah
kostovertebra, tanda gagal ginjal dan retensi
urin
Demam, hipertensi dan obesitas

Pemeriksaan urin :
Ph >7,6
Sedimen sel darah
merah >90%
Eksresi kalsium, asam
urat
Nitrit bakteriuria
Leukosit
Kristal kalsium oksalat
As. Urat systin

Pemeriksaan darah :

Hb turun
Leukositosis
Ureum, kreatinin
Kalsium, fosfor, asam
urat

Foto Polos Abdomen


Pembuatan foto polos abdomen
bertujuan untuk melihat
kemungkianan adanya batu radioopak di saluran kemih. Batu-batu
jenis kalsium oksalat dan kalsium
fosfat bersifat radio-opak dan paling
sering dijumpai diantara batu jenis
Jenis Batu
Radioopasitas
lain, sedangkan
batu asam
urat
Kalsium
Opak
bersifat non-opak (radio-lusen).
MAP

Semiopak

Urat/Sistin

Non opak

Indikasi pemeriksaan IVP

Peradangan
Batu
Tumor
Mencari kausa kolik abdomen

Kontra Indikasi

Alergi terhadap media kontras


Hipotensi
Pasien dengan riwayat atau serangan jantung
Multi myeloma
Neonatus
DM tidak terkontrol/parah
Pasien yang sedang dalam keadaan kolik
Hasil ureum dan creatinin (<1,1mg%)tidak
normal

Kelebihan IVP

Bersifat invasif
Kontur anatominya >jelas
Memperlihatkan fungsi eksresi ginjal
Rediasi relative rendah dan aman

Kekurangan IVP
Radiasi
Alergi kontras
Tidak dapat dilakukan pada wanita
hamil

USG

Persiapan minimal dan lebih cepat


Non invasif
Non radiasi
Dapat mendeteksi struktur yang
bergerak
(-) operator dependen

Batu ginjal / Nefrolitiasis. terlihat jelas struktur hyperechoic


(putih/tanda panah) yang diikuti bayangan hitam dibawahnya
(shadowing)

Penilaian batu ginjal, penting


diperhatikan :
Jumlah, densitas dan bayangan
Lokasi
Komplikasi (obstruksi, parut ginjal,
pembentukan striktur)
Terjadinya anomali
nefrokalsinosis

PENATALAKSANAAN
ESWL (Extracorporeal Shockwave Lithotripsy)
Dengan ESWL sebagian besar pasien tidak perlu dibius, hanya
diberi obat penangkal nyeri. Pasien akan berbaring di suatu alat
dan akan dikenakan gelombang kejut untuk memecahkan
batunya Bahkan pada ESWL generasi terakhir pasien bisa
dioperasi dari ruangan terpisah. Jadi, begitu lokasi ginjal sudah
ditemukan, dokter hanya menekan tombol dan ESWL di ruang
operasi akan bergerak. Posisi pasien sendiri bisa telentang atau
telungkup sesuai posisi batu ginjal. Batu ginjal yang sudah pecah
akan keluar bersama air seni. Biasanya pasien tidak perlu dirawat
dan dapat langsung pulang.

Bedah terbuka

Pencegahan
Setelah batu dikeluarkan tidakan
selanjutnya adalah pencegahan
kekambuhan :
Minum cukup
Diet
Aktivitas harian cukup

Prognosis

Komplikasi

Quo et vitam : bonam


Quo et sanationan :
dubia et bonam
Quo et fungsional :
dubia et bonam

Hidronefrosis
Infeksi
Gagal Ginjal

BATU SALURAN KEMIH

Keterangan

Definisi

Keadaan tidak normal di dalam ginjal, dan


mengandung komponen kristal serta matriks organik
Massa keras seperti batu yang terbentuk di
sepanjang saluran kemih dan bisa menyebabkan
nyeri, perdarahan, penyumbatan aliran kemih atau
infeksi
Batu ini bisa terbentuk di dalam ginjal (batu ginjal)
maupun di dalam kandung kemih (batu kandung
kemih)
Proses pembentukan batu ini disebut urolitiasis
(litiasis renalis, nefrolitiasis)

Epidemiol
ogi

Menyerang penduduk di seluruh dunia


Pada negara berkembang pasien batu buli-buli
Pada negara maju lebih banyak karena batu
saluran kemih bagian atas karena adanya pengaruh
status gizi & aktivitas pasien sehari-hari
Seluruh dunia rata-rata terdapat 1-12% penduduk
menderita batu saluran kemih
Merupakan penyakit ke-3 terbanyak di bidang
urologi selain ISK & pembesaran prostat jinak

Keterangan

Etiologi

Gangguan aliran urine


Gangguan metabolik
Infeksi saluran kemih
Dehidrasi
Idiopatik

FAKTOR YANG MEMPERMUDAH TERJADINYA BATU SALURAN


KEMIH
INTRINSIK
EKTRINSIK
HEREDITER
UMUR (paling
sering menyerang
usia 30-50 tahun)
JENIS KELAMIN
(pria 3x lebih
banyak
dibandingkan
perempuan)

GEOGRAFI
IKLIM & TEMPERATUR
ASUPAN AIR (kurangnya asupan air &
tingginya kadar kalsium pada air
DIET (diet banyak purin, oksalat, kalsium
mempermudah terjadinya pembentukkan
batu)
dapat meningkatkan insiden terbentukknya
batu)
PEKERJAAN (umumnya menyerang orang
dengan aktifitas sedentary lifestyle)

Patogenesis

Patofisiologi

TEORI PEMBENTUKKAN
BATU
Batu umumnya terbentuk pada tempat-tempat yang sering
mengalami stasis urin terdiri dari kristal yang tersusun
oleh bahan organik & anorganik yang larut di dalam urin &
akan terus tetap larut di dalam urin jika tidak ada keadaan
tertentu yang memicu terjadinya prespitasi kristal
Kristal membentuk inti batu (nukleasi) agregasi dan
menarik bahan lain sehingga menjadi kristal yang lebih
besar lagi menempel di epitel sal.kemih membentuk
retensi kristal & bahan-bahan lain diendapkan pada agregat
itu membentuk batu yang besar menyumbat saluran

Jenis batu
Batu kalsium
Batu struvit
Batu asam urat
Batu sistin

BATU KALSIUM OKSALAT


BATU KALSIUM FOSFAT BATU ASAM URAT

Batu xanthin
Batu triamteren
Batu silikat
BATU STRUVIT

BATU XANTHIN

TIPE BATU GINJAL


Jenis batu

Gambaran diagnostik

Sistin

Ekskresi sistin 24 jam sangat


Kromatografi memperlihatkan pola as.
Amino abnormal

Magnesium amonium
fosfat (Struvite)

ISK kronis atau rekuren


Dapat terjadi distorsi pelvis dan kaliks
ginjal bila parah

Asam urat

As. Urat serum pada 40%-50% kasus


Ekskresi as. Urat urine selama 24 jam
Urine biasanya selalu asam

Ca Oxalat dan Ca
Fosfat

Eskresi Ca 24 jam , terutama bila


asupan Ca tinggi (1000 mg/hari)
Ekskresi oxalat 24 jam biasanya
Ekskresi as. Urat 24 jam biasanya
Sintesis 1,25-dihidroksi vit. D3
Aktivitas paratiroid
Kadar Ca dan fosfat serum bervariasi
78

Penghambat Pembentukan BSK


Ion Mg jika berikatan dengan oksalat garam
Mg oksalat sehingga jumlah oksalat yang
berikatan dengan Ca akan menurun
Sitrat jika berikatan dengan Ca garam Ca sitrat
sehingga jumlah Ca yang berikatan dengan
oksalat b(-).
Senyawa lainnya yang bertindak sebagai inhibitor
dengan menghambat pertumbuhan kristal, agregasi
kristal, dan retensi kristal :
Glikosaminoglikan
Protein Tamm Horsfall / uromukoid
Nefrokalsin
osteopontin

Keterangan

Faktor
resiko

Hiperkalsiuria
Hipositraturia
Hiperurikosuria
Penurunan jumlah air kemih
Jenis cairan yang diminum
Hiperoksaluria
Ginjal spongiosa medulla
Faktor diet : intake NaCl, protein, kalsium, kalium,
sukrosa, vitamin, asam lemak
Jumlah air yang diminum

Tanda &
Gejala

Nyeri kencing/disuria hingga stranguria


Perasaan tidak enak sewaktu kencing
Kencing tiba-tiba terhenti kemudian lancar kembali
jika perubahan posisi tubuh
Nyeri pada saat miksi biasanya reffered pain
Kencing keluar batu
Pada anak sering enuresis nokturna disamping
sering menarik-narik penisnya atau menggosokgosok vulvanya

Pemeriksaan Keterangan
Anamnesis

Riwayat penyakit

Fisik

Nyeri ketok pada daerah kosto-vertebra


Teraba ginjal pada sisi sakit akibat hidronefrosis
Terlihat tanda-tanda gagal ginjal
Retensi urine
Jika disertai infeksi didapatkan demam/menggigil

Sedimen
urine

Leukosituria
Hematuria
Dijumpai kristal-kristal pembentuk batu

Kultur urin

Mungkin menunjukkan adanya pertumbuhan


kuman pemecah urea

Foto polos
abdomen

Melihat kemungkinan adanya batu radio-opak di


saluran kemih
Batu kalsium oksalat & kalsium fosfat bersifat
radio-opak (paling sering dijumpai)
Batu asam urat bersifat non opak (radio-lusen)

Pielografi
Intra Vena

Menilai keadaan anatomi & fungsi ginjal


Mendeteksi adanya batu semi-opak ataupun batu
non opak yang tidak dapat terlihat oleh foto polos
perut
Jika PIV belum dapat menjelaskan keadaan sistem

Keterangan
Gambaran
batu

USG (Ukuran, bentuk, posisi batu): diperlukan


pada hamil dan pasien yang alergi kontras.
Dapat diketahui adanya batu radiolusen.
Kelemahan: Sulit menunjukkan batu ureter, tidak
dapat dibedakan batu kalsifikasi dan batu
radiolusen
BNO (Ukuran, bentuk, posisi batu): membedakan
batu kalsifikasi dan densitas2nya. Kelemahan: tidak
dapat menentukan batu radiolusen, batu kecil, dan
batu yang tertutup bayangan struktur tulang

Investigasi
biokimiawi

Pemeriksaan lab. Rutin dan sample urin (pH, BJ,


sedimen)
Lakukan: penampungan urine 24 jam atau waktu
tertentu, penurunan pH urine, pengawetan urine
dengan timol, pemeriksaan serum, protokol diet

Urogram

Deteksi batu radiolusen sebagai defek pengisian


Menunjukkan lokasi batu dalam sistem kolektikus
Menunjukan kelainan anatomis
Urogram: batu radiolusen (filling defect +), dapat
menunjukkan lokasi batu, kelainan anatomis

Pemeriksaa Keterangan
n
Radiologi

Pemeriksaan radiologi yang diperlukan:


BNO
IVP (penting)
USG
CT-Scan
RPG (membantu urologist)
Jenis batu yang ditemukan umumnya:
Ca Oxalat
Phosphat
Triple phosphate
As. Urat
Sistin
Penilaian batu ginjal:
Jumlah, densitas, bayangan batu
Lokasi
Komplikasi (obstruksi, parut ginjal, striktur)
Anomali
Nefrokalsinosis
Batu ginjal dapat radio-opak dan radiolusen

Penatalaksanaan
Medikamentosa
Ditujukan untuk batu yang ukurannya < 5 mm, karena batu
diharapkan dapat keluar spontan. Terapi yang diberikan bertujuan
mengurangi nyeri, memperlancar aliran urine dengan pemberian
diuretikum, dan minum banyak supaya dapat mendorong batu
keluar
ESWL (Extracorporeal Shockwave Lithotripsi)
Alat ESWL adalah pemecah batu .Alat ini dapat memecah batu
ginjal, batu ureter proksimal, atau batu buli-buli tanpa melalui
tindakan invasif atau pembiusan. Batu dipecah menjadi fragmenfragmen kecil sehingga mudah dikeluarkan melalui saluran kemih.
Endourologi
PNL (Percutaneous Nephro Litholapaxy) : mengeluarkan batu
yang berada di saluran ginjal dengan cara memasukkan alat
endoskopi ke sistem kaliks melalui insisi kulit. Batu kemudian
dikeluarkan atau dipecah terlebih dahulu.
Litotripsi : memecah batu buli-buli atau batu uretra dengan
memasukkan alat pemecah batu (litotriptor) ke dalam buli-buli.

Penatalaksanaan
Ureteroskopi atau uretero-renoskopi : memasukkan alat
ureteroskopi per uretram guna melihat keadaan ureter atau
sistem pielokaliks ginjal. Dengan memakai energi tertentu, batu
yang berada di dalam ureter maupun sistem pelvikalises dapat
dipecah melalui tuntunan ureteroskopi atau uretero-renoskopi ini.
Ekstraksi Dormia : mengeluarkan batu ureter dengan
menjaringnya dengan keranjang Dormia.
Bedah Laparoskopi
Pembedahan laparoskopi untuk mengambil batu saluran kemih
saat ini sedang berkembang. Cara ini banyak dipakai untuk
mengambil batu ureter.
Bedah terbuka :
Pielolitotomi atau nefrolitotomi : mengambil batu di saluran ginjal
Ureterolitotomi : mengambil batu di ureter
Vesikolitotomi : mengambil batu di vesica urinaria
Ureterolitotomi : mengambil batu di uretra

Penatalaksanaan
Batu kalsium
Hiperkalsiuria idiopatik:
Diuretik thiazid menurunkan Ca urine dan mencegah
pembentukan batu
Kalium sitrat cegah hipokalemia
Hiperurikosuria: Diet rendah purin, Allopurinol
Hiperparatiroidisme primer: Paratiroidektomi
Asidosis tubuler renal distal:
Suplemen alkali (Natrium bukarbonat) membatasi produksi
batu baru
Larutan Shohl (as. Nitrat + sitrik)
Tiazid
Hiperoksaluria: Kolestiramin resin pengikat oksalat, Perbaikan
malabsorpsi lemak, Diet rendah lemak, intake cairan yang
banyak, Fosfat, Piridoksin
Litiasis kalsium idiopatik:
Asupan cairan tinggi pertahankan BJ = 1.005
Fosfat oral Ca urin , pirofosfat urin kemungkinan
rekurensi
Tiazid ekskresi Ca

Penatalaksanaan
Batu asam urat
Tujuan terapi: meningkatkan pH urine dan penurunan ekskresi as.
Urat urine sampai < 1 g/hr
Diberikan suplemen alkali dengan dosis terbagi, salah satu
dosisnya diberikan menjelang waktu tidur
Diberikan kalsium sitrat untuk menurunkan risiko kristalisasi
garam kalsium jika pH urine naik
Jika pH urine semalam < 5.5, naikkan dosis bikarbonat malam
hari atau ditambahkan asetazolamid
Diberikan allopurinol untuk menurunkan ekskresi as. Urat yang
sangat berlebihan
Terapi alkali dihindari jika terdapat hiperkalsiuria
Batu sistin
Asupan cairan tinggi (vol. urine sebaiknya > 3 L)
Tingkatkan pH urine dengan alkali (> 7.5)
Penisilamin digunakan hanya jika beban cairan dan terapi alkali
inefektif
Berikan merkaptopropinilglisin untuk menghancurkan kalkuli
renal dengan perfusi pelvis renalis dan diberikan peroral untuk

Penatalaksanaan
Batu Struvite
Metenamin mandelat menurunkan pH urine dan melepas
formaldehid untuk menekan infeksi kronik jika terdapat batu
Pemberian NH4Cl kronik dapat menurunkan pH urine secara
ekstrim dan menghambat pembentukan batu, tetapi juga dapat
meningkatkan kadar Ca urine dan merangsang pembentukan
batu Ca Oxalat.
Terapi antimikroba untuk melawan infeksi akut dan pemeliharaan
sterilitas urine pascaoperasi untuk mencegah rekurensi dan
pembentukan batu
Pembedahan untuk obstruksi berat, nyeri, perdarahan, atau ISK
yang sulit disembuhkan
Lakukan irigasi pelvis dan kaliks renalis dengan Renacidin untuk
menghancurkan struvite yang tersisa pascaoperasi

TERAPI GIZI UROLITIASIS

Keterangan

Diagnosis
Banding

Kolik sakluran cerna, kandung empedu, atau


apendisitis akut
Keganasan ; karsinoma epidermoid
Tumor ginjal mulai dari jenis ginjal polikista
hingga tumor Grawitz
Tumor ureter
Tumor kandung kemih
Karsinoma prostat

Keterangan

Komplikasi

Infeksi
Anemia
Kerusakan dinding kantung kencing (divertikel)
Pembengkakan ginjal karena terisi air yang
terbendung (hidronefrosis)
Gagal ginjal

Keterangan

Pencega
han

Batu kalsium
Obat diuretik thiazid(trichlormetazid) mengurangi
pembentukan batu yang baru
minum banyak air putih (8-10 gelas/hari).
Diet rendah kalsium dan mengkonsumsi natrium
selulosa fosfat. Untuk meningkatkan kadar sitrat (zat
penghambat pembentukan batu kalsium) di dalam air
kemih, diberikan kalium sitrat.
Menfurangi asupan makanan yang kaya oksalat
(misalnya bayam, coklat, kacang-kacangan, merica
dan teh)
Kadang batu kalsium terbentuk akibat penyakit lain,
seperti hiperparatiroidisme, sarkoidosis, keracunan
vitamin D, asidosis tubulus renalis atau kanker. Pada
kasus ini sebaiknya dilakukan pengobatan terhadap
penyakit-penyakit tersebut
Batu asam urat
Mengurangi asupan daging, ikan dan unggas
Mengurangi pembentukan asam urat allopurinol.
Batu asam urat terbentuk jika keasaman air kemih