Anda di halaman 1dari 2

Cara menghitung pemanfaatan aset ini mungkin belum Anda ketahui.

Ketika orang-orang
bisnis ingin menentukan arah perusahaan mereka, perhitungan pemanfaatan bisnis adalah
hal yang seringkali digunakan. Jika Anda memiliki posisi pekerjaan yang mewajibkan Anda
untuk menaksir tingkat kesuksesan relative dari sebuah perusahaan, Anda mungkin ingin
menggunakan perhitungan pemanfaatan aset untuk mengetahui seberapa efisienkah
sebuah perusahaan atau bisnis tersebut. Pemanfaatan bisnis termasuk melihat bagaimana
aset dan kesempatan berbeda digunakan. Pada banyak firma, terutama firma besar,
penaksiran pemanfaatan aset bisa sangat berguna. Bacalah artikel ini untuk mengetahui
cara dan tips umum menghitung pemanfaatan aset untuk sebuah perusahaan atau bisnis.

MENGHITUNG PEMANFAATAN ASET


1.

1. Menentukan aset bisnis. Orang-orang cenderung berpikir bahwa aset bisnis itu
berbentuk fisik, seperti peralatan, tetapi ada jangkauan berbeda dari jenis lain aset yang
dievaluasi dalam pengukuran pemanfaatan aset.
Pertimbangkan aset real estate. Salah satu jenis nilai pemanfaatan aset berhubungan
dengan real estate, dimana properti seringkali di taksir, dengan seberapa banyak
pemasukan yang dihasilkan bisnis yang ada pada real estate tersebut.

Termasuk juga aset yang lebih abstrak ruang gudang, mesin spesialisasi, dan
sebagainya. Pada banyak kasus, pemanfaatan aset dalam pengaturan industrial
diperlukan pada setiap bagian kecil bisnis yang terlibat dalam kapasitas operasi
keseluruhan. Buatlah daftar detail dari aset dan pertimbangkan apa yang bisa Anda
masukkan dalam studi penaksiran aset. Semakin banyak aset yang Anda masukkan,
semakin rumit, dan juga semakin akurat, perkiraan akhir pemanfaatan aset yang Anda
lakukan.

2. Cari tahu keuntungan teoritis keseluruhan dari aset Anda. Langkah ini termasuk
mengoleksi daftar dari aset yang ada dan menentukan seberapa besar aset ini bisa
memproduksi jika ditandemkan, dalam teori Anda. disini, Anda bisa mengetahui potensi aset
yang diproyeksikan diatas kertas, dengan menggunakan pengetahuan tertentu tentang aset
dalam pertanyaan, entah itu puncak tenaga operasi dari mesin yang ada, kapasitas
maksimal dari gudang, ataupun semua hal yang berhubungan dengan 100 persen kegunaan
dari aset bisnis.
3. Hitunglah nilai aset yang dioptimalkan, dan bandingkan dengan keuntungan
ataupun jumlah produksi. Bagian akhir dalam proses penghitungan pemanfaatan aset ini
adalah membandingkan jumlah teoritikal dengan jumlah yang ada dimasa lalu dari
perusahaan ataupun bisnis. Secara teknis, persamaan untuk pemanfaatan aset termasuk
juga membagi angka yang pertama dengan angka yang kedua. Anda lalu akan
mendapatkan persentasi dari pemanfaatan yang menampilkan seberapa efisienkah sebuah
bisnis dan operasi bisnis yang ada.

4. Gunakan perhitungan pemanfaatan aset untuk mengetahui cara meningkatkan


proses bisnis. Saat Anda mendapatkan persentasi akhir, Anda bisa mulai untuk
menjalankan rencana proyek inisiasi dimana Anda bisa memperkirakan keuntungan yang
lebih besar, ataupun produksi yang lebih besar berdasarkan inefisiensi yang ada. Cara ini
adalah cara yang paling sering digunakan untuk pemanfaatan aset, dan ini adalah analisis
teknikal yang sangat kuat untuk hampir semua bisnis.