Anda di halaman 1dari 3

Review Paper Empiris

The Impact of Agreeableness, Extraversion, and Independence on Professional


Skepticism: An Empirical Assessment of New Recruits of the Indonesian Supreme
Audit Insitution
Authors: Bambang Riyanto
1. Identifikasi masalah
- Menjaga sikap skeptisme profesional dalam proses audit merupakan salah satu elemen
-

kunci yang melindungi tingginya kualitas perkerjaan audit.


Fenomena skandal keuangan yang melibatkan KAP dan merugikan banyak pihak

termasuk publik terjadi diseluruh dunia termasuk di Indonesia.


Banyak negara yang merespon adanya penurunan kepercayaan publik terhadap profesi
akuntan publik dengan menyusunan regulasi yang lebih ketat dan kuat untuk

meningktakan indenpendensi dan skeptisme.


Meskipun aturan yang dibangun sudah sangat ketat, namun skandal keuangan yang
melibatkan auditor masih terjadi. Isu pertanyaan empiris yang muncul adalah apa faktor

yang menyebabkan auditor menjadi kurang skeptis.


Merujuk pada model yang diajukan Nelson (2009) terkait determinan skeptisme
profesional. Penelitian ini menguji dampak karakteristik (trait) dan independensi auditor

terhadap skeptisme profesional.


Penelitian ini penting, karena memberikan bukti yang berbeda terkait skeptisme di sektor
publik/auditor pemerintah (BPK). Hal ini menarik karena akan mengungkapkan fakta
sejauhmana skeptisme auditor pemerintah mengingat mengungkpkan fraud yang terjadi
di pemerintah tidak hanya berasal dari manipulasi angka akuntansi tapi penyalahagunaan
aset, korupsi, mark-up dll.

2. Identifikasi specific questions


- Apakah keramahan, extraversion, dan independesi berpengaruh pada skeptisme auditor?
3.
-

Metode penelitian
Metode survei digunakan dalam penelitian ini.
Sampel sejumlah 105 auditor BPK yang diwajibkan mengikuti pelatihan
Sejumlah 101 kuesioner telah terisi lengkap dan dapat digunakan sebagai alat analisis
Kuesioner sebagian besar diadopsi dari literatur bahasa inggris dan dilakukan prosedur

translate-retranslate.
Pengukuran variabel:

a. Skeptisme profesional (dependen) keinginan auditor untuk menunda suatu


penilaian sampai cukup informasi untuk membuat suatu keputusan. Diukur
menggunakan lima item dari Hurtt et al (2003)
b. Independensi sikap mental auditor untuk bertahan dalam pendiriannya atas
tekanan publik dan popularitas. Diukur menggunakan 14 item Wrigthsman (1992)
c. Keramahan tingginya derajat kepercayaan individual antara satu dengan yang lain.
Diukur menggunakan kuesioner yang dikembangkan Costa dan McRae (1992)
d. Extraversion cara individu beradaptasi dengan lingkungannya. Costa dan McRae
(1992)
- Teknik analisis data menggunakan analisis regresi.
4. Hasil dan simpulan
Agreeableness
Skeptisme profesi

Extraversion
Independensi

Hipotesis pertama terdukung, artinya independensi berhubungan positif dengan


skeptisme profesional, semakin independen auditor akan lebih memiliki skeptisme

profesional.
Hipotesis kedua tidak terdukung, artinya penelitian tidak berhasil memberikan dukungan
empiris terkait hubungan agreeableness/keramahan dengan skeptisme profesional. Hal

bisa jadi disebabkan reliabilitas Cronbach Alpha yang dimiliki rendah dibawah 0.60
Hipotesis ketiga terdukung, artinya semakin tinggi extraversion yang dimiliki auditor,
maka semakin tinggi pula skeptisme profesional yang dimilikinya. Berdasarkan teori
disonansi

kognitif.

Auditor

berusaha

menghindari

disonansi

kognitif

dengan

menyesuaikan skeptisme dengan karakteristik yang dimiliki. auditor yang ekstrovet


auditor akan mencoba lebih skpetis.
5. Kontribusi penelitian
- Kontribusi praktik, hasil penelitian ini memberikan masukan kepada BPK untuk lebih
menekankan kepada independensi auditor dalam program pelatihan yang dijalankan
untuk meningkatkan skeptisme profesional auditor dan akan meningkatkan kualitas
pekerjaan audit. Lebih lanjut, bukti hubungan positif trait extraversion terhadap
skeptisme bisa menjadi masukan kepada BPK dalam melakukan rekrutmen auditor.

Kontribusi teoritis, penelitian ini memberikan bukti empiris dan mengisi gap literatur
terkait dengan trait dan independensi auditor yang berdampak pada sikap skeptisme
auditor pemerintah dalam menjalankan tugas dan fungsi audit.

6. Keterbatasan dan saran future research


- Keterbatasan utama penelitian ini adalah relibilitas item tidak begitu bagus terutama
untuk agreeableness. Penelitian kedepan bisa mempertibangkan instrumen lain atau
bahkan varibel lain yang berpotensi menjelasakan skeptisme profesional auditor.