Anda di halaman 1dari 10

Bagian Pendidikan Keperawatan

Pusat Pengembangan Keperawatan


PPNI Jawa Tengah

PROPOSAL PELATIHAN
PELATIHAN DASAR BAGI PEMBIMBING
KLINIK/PRECEPTOR/MENTOR
MEMBANGUN LINGKUNGAN PEMBELAJARAN KLINIK KONDUSIF
DAN EFEKTIF

PUSAT PENGEMBANGAN KEPERAWATAN JAWA


TENGAH PERSATUAN PERAWAT NASIONAL
INDONESIA PROVINSI JAWA TENGAH
Sekretariat :
Jl. Yos Sudarso 47-49 Telp/fax: (024) 7691 3574, email:
ppni_jateng@yahoo.com, Web: www.ppnijateng.org

Bagian Pendidikan Keperawatan


Pusat Pengembangan Keperawatan
PPNI Jawa Tengah

TAHUN
2015

Sekretariat :
Jl. Yos Sudarso 47-49 Telp/fax: (024) 7691 3574, email:
ppni_jateng@yahoo.com, Web: www.ppnijateng.org

Pendahulu
an
Pendidikan klinik merupakan inti dari pendidikan keperawatan.
Lingkungan pembelajaran klinik yang efektif sangat dibutuhkan bagi
mahasiswa untuk meningkatkan pengalaman nyata tentang pelayanan
keperawatan;
meningkatkan
perkembangan
kognitif,
afektif,
psikomotor; menimbulkan pengalaman belajar yang memuaskan;
memperluas
peluang
belajar;
meningkatkan
keterampilan
kepemimpinan; mendorong belajar seumur hidup; serta meningkatkan
pemahaman tentang kehidupan profesionalisme (Secomb, 2008;
Elisabeth et al, 2009; Carlson et al, 2010).
Berbagai metode pembelajaran dan penilaian digunakan untuk
menghadapi tantangan pendidikan klinik yang kompleks, seperti
padatnya traffic pelayanan berbagai profesi kesehatan, tingginya
beban kerja pembimbing klinik yang harus memberikan memberikan
pelayanan keperawatan berkualitas, terbatasnya waktu bimbingan,
cepatnya perubahan kondisi dan kegawatan pasien, kurangnya
dukungan institusi pendidikan, dan kurangnya penguasaan strategi
pembelajaran klinik oleh pembimbing klinik (Spencer, 2007; Carlson et
al, 2010).
Peran pembimbing klinik atau preceptor sangat penting dalam
pembelajaran klinik. Preceptor yang efektif mampu mendorong
mahasiswa memperoleh pengalaman belajar di tempat praktek,
melakukan orientasi, sosialisasi dan pengembangan personal dan
profesional, meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan mampu
memecahkan masalah serta mengambil keputusan kritis ketika terjadi
perbedaan antara teori yang diperoleh dan situasi praktek yang
dihadapi. Mereka adalah the gate for the profession, yang
menentukan mana mahasiswa yang telah kompeten, dan mana yang
belum untuk mencegah unsave student (Myrick & Yonge, 2004;
Smedley & Penney, 2009).
Pelatihan yang diselenggarakan Bagian Pendidikan Keperawatan Pusat
Pengembangan Keperawatan PPNI Jawa Tengah ini sangat tepat bagi
pembimbing klinik atau preceptor guna
menciptakan lingkungan
pembelajaran klinik yang positif, meningkatkan kemampuan preceptor
dalam menggunakan berbagai metode pembelajaran dan penilaian, dan
meningkatkan kerjasama sinergi antara institusi pendidikan dan
pelayanan untuk mencapai outcome pelayanan, baik kepada pasien
maupun mahasiswa.
Tujua
n

Tujuan
khusus :
Setelah mengikuti pelatihan ini, peserta pelatihan memahami tentang
pentingnya pembelajaran klinik yang efektif bagi mahasiswa untuk
meningkatkan kualitas pendidikan keperawatan di Indonesia.

Tujuan khusus :
Peserta pelatihan mampu :
1. Memahami berbagai teori belajar dan prinsip-prinsip pembelajaran
pada orang dewasa (adult learning) pada pendidikan klinik.
2. Memahami lingkungan pembelajaran klinik yang efektif,
berbagai masalah,
tantangan dan peluangnya dalam meningkatkan mutu pelayanan
keperawatan dan mutu pendidikan.
3. Memahami pentingnya peran dan tanggung jawab preceptor dalam
pembelajaran klinik.
4. Menerapkan berbagai strategi dan metode pembelajaran klinik
yang digunakan pada pendidikan keperawatan.
5. Menerapkan berbagai metode penilaian kompetensi yang
digunakan pada
pendidikan klinik keperawatan.
Materi
1. Berbagai teori belajar sebagai dasar pembelajaran klinik
keperawatan.
2. Bagaimana karakteristik orang dewasa belajar (adult learning) ?
3. Tantangan dan peluang pendidikan klinik keperawatan di Indonesia.
4. Meningkatkan kerjasama institusi pendidikan dan pelayanan
dalam pendidikan klinik.
5. Peran dan tanggung jawab preceptor untuk meningkatkan
pembelajaran klinik.
6. Standar kompetensi pendidikan vokasi dan ners.
7. Berbagai metode pembelajaran yang digunakan pada model
preceptorship dan
mentorship.
8. Perbedaan assessment of learning dan assessment for learning,
serta berbagai metode penilaian yang digunakan pada
pembelajaran klinik keperawatan.
Metode pembelajaran
1.
2.
3.
4.

Ceramah.
Tanya jawab.
Role play.
Praktek simulasi

Jadwal kegiatan
Waktu

Mater
i

Fasilitator

Hari I
08.0008.30
08.3009.30
09.3009.45
09.45-

Pembukaan dan pretest


Materi 1 :
Adult learning dan berbagai teori
belajar pada pembelajaran klinik
Break
Materi 2 :
Lingkungan pembelajaran klinik
yang efektif bagi pendidikan
keperawatan.

Team
Edy Wuryanto

Edy Wuryanto

10.4511.45
11.4512.45
12.4513.45
13.4514.45
14.4515.15II :
Hari
08.0009.00
09.0010.00
10.0010.15
10.1511.15
11.1512.15
12.1513.15
13.1514.15

Materi 3 :
Meningkatkan kerja sama sinergi
antara institusi pendidikan dan
pelayanan
Ishoma
Materi 4 :
Standar kompentensi program
pendidikan vokasi dan ners di
Indonesia.
Materi 5 :
Model-model
pembelajaran
klinik:
preceptorship dan
mentorship. Break
Materi 6 :
Menjadi preceptor atau
Materi 7 :
Berbagai
metode
bimbingan
klinik keperawatan.
Materi 8 :
Role play dan praktek simulasi
Break
Materi 9 :
Perbedaan assessment of
learning dan
assessment for learning
Ishoma
Materi 10 :
Berbagai metode penilaian
kompetensi klinik
Materi 11 :
Role play dan praktek
simulasi. Break
Materi 12.
Role play dan praktek
simulasi. Posttest dan

Edy Wuryanto

Tri
Nurhidayati/
Fatiku YA
Tri
Nurhidayati/
Fatiku YA
Edy Wuryanto
Tri
Nurhidayati/ Edy
Wuryanto
Tri
Nurhidayati/
Fatiku YA
Fatiku
YA/
Tri
Nurhidayati
Edy
Wuryanto/ Fatiku
YA.
Fatiku YA/
Tri Nurhidayati

Fasilitat
or
Fasilitator pelatihan ini adalah para pendidik klinik yang memiliki latar
belakang pendidikan di bidang nursing education, baik dari dalam
maupun luar negeri, yang menguasai di bidangnya, dan menjadi
fasilitator
di
berbagai
pelatihan
sertifkasi
pembimbing
klinik/preceptor/mentor, khususnya di Jawa Tengah.

1.

Ns. Edy Wuryanto, M.Kep.


Keterlibatannya sebagai pengajar di berbagai perguruan tinggi,
khususnya FIK UNIMUS, Ketua PPNI Jawa Tengah (2010-sekarang),
Sekretaris Badan Kerjasama
Akper Jawa Tengah (1999-2004) dan Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi
Kesehatan Jawa Tengah (2009-sekarang) menjadikan ia tertarik pada
penelitian di nursing education. Karena itu, setelah menyelesaikan
Program Pendidikan Ners dan Magister Keperawatan di FIK-UI, ia
mengambil Program Pendidikan Doktoral di
Bagian Medical Education FK UGM, untuk mendalami penelitian di
bidang clinical nursing education yang masih langka di Indonesia.
Saat ini ia aktif sebagai fasilitator di berbagai pelatihan
pengembangan kualitas pendidikan klinik di Indonesia.

2.

Ns. Fatikhu Yatumi Asmara, MSc.


Selepas menyelesaikan di Program Pendidikan Ners FIK-UI, ia
mengambil Jurusan Nursing Education Maastricht University Belanda.
Selain sebagai staf pengajar di UNDIP, ia juga aktif menjadi fasilitator
pelatihan pembelejaran klinik yang diselenggarakan di berbagai RS
dan PT Keperawatan.

3.

Ns. Tri Nurhidayati, M.Med.


Ketertarikannya pada ilmu nursing education, membuatnya
memutuskan mengambil Jurusan Medical Education di UGM setelah
menyelesaikan pendidikan
di Program Pendidikan Ners di UMY. Ia juga menyelesaikan training
leadership
and nursing educator di Ngee Ann Polytechnic Singapura. Selain
sebagai staf pengajar,
ia
juga
aktif
menjadi
fasilitator
pengembangan pendidikan klinik di
berbagai
RS
dan
PT
Keperawatan.

Peserta

Peserta adalah pembimbing klinik dan pembimbing akademik

Jumlah peserta maksimal 40 (empat puluh) orang.


Setiap peserta membawa SPPD/surat tugas dari institusi pengirim.
Peserta harus hadir di ruangan sidang paling lambat 15 menit
sebelum acara dimulai dan mengisi daftar hadir.
Mempunyai komitmen, dan kesediaan untuk mengikuti kegiatan
pelatihan dari awal sampai akhir kegiatan.
Setiap peserta harus mentaati peraturan yang berlaku
selama mengikuti pelatihan.
Institutional dan Professional fee

Institutional fee Pusat Pengembangan Keperawatan Jawa


Tengah sebesar
Rp. 2.000.000,- (dua juta rupiah), dan professional fee bagi
fasilitator sebesar Rp.
1.000.000,- (satu juta rupiah) per jam, tidak termasuk biaya
akomodasi, transportasi dan konsumsi selama kegiatan berlangsung.

Penutup
Demikian atas perhatian dan kerjasamanya dalam kegiatan ini
diucapkan banyak terima kasih.
Semarang, Desember 2015
Pusat Pengembangan Keperawatan Jawa
Tengah
Kepala

Shobirun, MN.