Anda di halaman 1dari 3

Nama

: Ayu Rose Permatasari

NIM

: 1462030032

Rangkuman 1
Otot skeletal
1. Struktur otot rangka
Tingkat organisasi otot rangka (dari kecil ke besar)
Myofilament-Myofibril-Muscle Cell (Muscle fibril)-Fascia-Muscle
2. Faktor yang mempengaruhi performance otot
a. Dasar fisiologis
1) Dasar fisiologis
1.1. Sistem otot rangka :
- Tersusun dari serat-serat yang disebut building bloke system.
- Berawal dan berakhir pada tendon, sejajar diantara ujung
tendo sehingga terjadi reaksi saling menguatkan daya
kontraksi setiap unit.
- Serat/serabut tersusun dari myofibril terbagi atas beberapa
filament/serat.
- Filament tipis ; actin, myosin, troponin.
- Filament tebal ; myosin dengan diameter dua kali
dibanding dengan filament tipis.
- Troponin T : mengikat komponen lain
Troponin I : menghalagi interaksi myosin dengan actin
Troponin C : menyebabkan kontraksi otot
b. Dasar molekuler kontraksi otot
1. Pergeseran filament tipis pada filament tebal menyebabkan
pemendekan elemen kontraktil
2. Pergeseran selama kontraksi otot terjadi apabila kepala myosin
berikatan erat dengan actin dan lepas lagi.
3. Tiap kepala myosin memiliki tempat untuk mengikat actin.
Atropi Otot
Keadaan dimana volume atau tropis otot mengecil/ berkurangnya serabut
otot (muscle fiber) baik kontraktil maupun sacroplasmik protein.
Etiologi : disused, immobilisasi, trauma (otot,nerve,soft tissue,struktur
tulang/sendi)
Kelainan Otot (Muscle Weaknes)
Ketidakmampuan otot melakukan aktivitas yang dibutuhkan yang
seharusnya dapat dilakukan dan dipengaruhi oleh :
-

Motivasi, Kerusakan CNS,Pengaruh afferent perifer pada


central path way, trauma/penyakit, injury saraf perifer,
gangguan neurumuscular.

Kelelahan Otot (Muscle Fatique)


Ketidakmampuan/ kegagalan otot melakukan kontraksi melawan,
menahan eksternal force secara aktif dan efisien.
Spasme Otot dan kontraktur

Kontraktur adalah hilangnya/ kurang penuhnya LGS secara pasif maupun


aktif karena keterbatasan sendi, fibrosis jaringan penyokong, otot dan
kulit.
Kontraktur didefinisikan sebagai pemendekan otot secara adaptif dari otot/
jaringan lunak yang melewati sendi sehingga menghasilkan keterbatasan
LGS.
Etiologi : Imobilisasi-imbulance kekuatan otot,penyakit
neuromuscular,penyakit degenerasi,dll.
Sedangkan spasme disebabkan oleh gerakan yang tiba-tiba dimana
jaringan otot sebelumnya dalam kondisi yang tegang/kaku/kurang oksigen
pada jaringan disertai kontraksi otot dengan rasa nyeri hebat.

Kontusio dan Laseratio Otot.

Kontusio adalah cedera yang disebabkan oleh benturan atau pukulan pada
kulit.
Etiologi : benturan benda keras, pukulan, tendangan/jatuh, penggunaan
obat-obatan dalam jangka panjang.
Laseratio adalah robeknya kulit yang menyebabkan luka tidak teratur
( dampak dari benda tumpul/kekuatan ) biasanya cedera saat olahraga.

Peningkatan Performance Otot


Ialah komponen kompleks gerakan fungsional dan dipengaruhi oleh semua
sistem tubuh.
Faktor yang mempengaruhi peningkatan performance otot : kualitas morfologi
otot neurologis bokimia dan pengaruh biomedik,dll
3 unsur kinerja otot : strength, power, endurance.

Strain adalah cidera yang terjadikarenaregangan yang


berlebihanatauterjadirobekanpadaototmaupun tendon
(penghubungantaratulangdenganotot).
Gejalanya :nyeri, spasmeotot, kelemahanotot, bengkak, kram,
sulitmenggerakanotot.
Sparinadalahcidra yang terjadikarenaregangan yang
berlebihanatauterjadirobekanpadaligament (penghubungantartulang).
Gejalanya :nyeri, memar, bengkak, sulitmenggerakansendi.

Ringkasan :

Masaakut 2 kali 24 jam, cukupdenganpemberian rice, grade 1


maupun grade 2.
Grade 3 jugaapabilatidak di operasimakabisadiberi rice.
Rice => medic
Price =>kesehatanolahraga
Pricer =>kesehatanolahraga
Police =>kesehatanolahraga

R =>mencegahinjuy
I =>vasokontriksi, pembekuandarah, menguranginyeri.
C =>compression, membalutdenganelastisbendet.
E =>elevasi, meninggikandaerah yang cidra 15-30 derajat.
PenatalaksanaanRICE :penekanan 1 titikdenganwaktu 6-8 detik,
kemuadianpindahketitik yang lain sam 6-8 detikselama 7-12 menit.
Sprain :

grade 1 = over strect, reganganjaringan.


Grade 2 = terjadirobekansebagian
Grade 3 =robeksemua.

Tesgerak :

Untuk strain : gerakaktif


Untuk sprain : gerakfasif

Pencegahan agar tidakterjadicidrapadaligament :


1 Latihanstabilisasicontoh : =>buat ankle
bisadenganbermainskipingdantheraben.
Buatlututbisadengan squad.
Kontraindikasiacut : HARM

H => heat (pemberianpanas)


A => alcohol
R => running
M => massage

Massage untuk tendon dengan friction