Anda di halaman 1dari 16

MALARIA DALAM KEHAMILAN

DISUSUN OLEH;
MIFTACUL HUDA
FAA 111 0023
PEMBIMBING;
dr. Ida Bagus Wicaksana, Sp.OG
SMF ILMU OBSTETRI DAN GINEKOLOGI
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTER
UNIVERSITAS PALANGKA RAYA
RSUD dr. DORIS SYLVANUS PALANGKA RAYA
2015

PENDAHULUAN
- Infeksi malaria sampai saat ini masih
menjadi suatu masalah klinik di
Negara berkembang.
- Di Indonesia penyakit malaria masih
menjadi penyakit infeksi utama
dikawasan Indonesia bagian Timur.
- Bisa menyerang semua masyarakat
dan wanita hamil lebih rentan untuk
terinfeksi.

Pengertian
Malaria adalah penyakit infeksi
menular yang disebabkan oleh
parasit dari genus Plasmodium, yang
ditularkan melalui gigitan nyamuk
anopheles dengan gambaran
penyakit berupa demam yang sering
periodik, anemia, pembesaran limpa
dan berbagai kumpulan gejala oleh
karena pengaruhnya pada beberapa
organ misalnya otak, hati dan ginjal

Etiologi Plasmodium
Plasmodium vivax m. vivax
Plasmodium falcifarum m.
falsifarum, m. pernisiosa, m. black
water fever
Plasmodium malariae malaria
kuartana
Plasmodium ovale malaria ovale.
Plasmodium falciparum dan Plasmodium vivax
merupakan jenis yang paling sering dijumpai

Gejala klinis
Demam yg mmiliki stadium khas
(trias malaria)
Stadium menggigil
Puncak demam
Stadium berkeringat

Splenomegali
Anemia

Diagnosis
1. Anamnesis
a. Demam, mengigil (dapat disertai mual, muntah
diare, nyeri otot, dan pegal)
b. Riwayat sakit malaria, tinggal di daerah endemic
malaria, minum obat malaria 1 bulan terakhir,
transfuse darah.
c. Untuk tersangka malaria berat, dapat disertai satu
dari gejala berikut; gangguan kesadaran, kelemahan
umum, kejang, panas sangat tinggi, mata dan tubuh
kuning, perdarahan hidung, gusi, saluran cerna,
muntah, warna urine seperti teh tua, oliguria pucat.

2. Pemeriksaan fisik; panas, pucat,


splenomegali, hepatomegali,
joundice.
3. Pemeriksaan mikroskopik; sediaan
darah (tetes tebal/tipis) untuk
menentukan ada tidaknya parasit
malaria, spesies, dan kepadatan
parasit.

Komplikasi terhadap ibu

Anemia
Edema pulmonal
Supresi imunitas
Malaria serebral

Komplikasi terhadap janin

IUFD
BBLR
Malaria kongenital
Malaria plasenta

Penatalaksanaan
1. Non-falciparum
- cloroquin 25 mg/kg BB aman pada
semua trismester, tetapi resistensi di
Indonesia.
2. Falciparum
- kuinin dan clindamycin --- trimester
pertama
- Artemisin combination therapy (ACT)
--- trimester kedua dan ke tiga.

3. Terapi malaria berat


- Kina secara parenteral (kina HCL
25%, 1 ampul 500 mg/2 ml) aman
digunakan pada semua trimester
tetapi efek samping utama
hipoglikemi.
- loading dose 20 mg/kg BB dalam
500 ml dextrose 5%. Di berikan 4
jam pertama deng 2 ml/menit, 4 jam
berikutnya istrht. Kemudian 8 mg/kg
BB tiap 8 jam (maintenance dose).
- periksa gula darah setiap 12 jam.

Kemoprofilaksis Malaria
dalam Kehamilan
WHO merekomendasikan agar memberikan suatu dosis terapeutik anti
malaria untuk semua wanita hamil di daerah endemik malaria pada
kunjungan ANC yang pertama, kemudian diikuti kemoprofilaksis
teratur. Pengobatan malaria di Indonesia menghendaki hanya memakai
klorokuin untuk kemoprofilaksis pada kehamilan.

Kemoprofilaksis
Berguna untuk menurunkan anemia
maternal dan BBLR