Anda di halaman 1dari 4

1

Metode Pelaksanaan Program Sosial Budaya

Pelari (Pelatihan Tari)


Dalam program sosial budaya, kegiatan yang dilaksanakan adalah pelatihan
tari Bali. Pelatihan tari tersebut diperuntukkan untuk siswa-siswa Sekolah Dasar.
Adapun metode yang digunakan dalam pelaksanaan program tersebut adalah
sebagai berikut:
a. Metode observasi
Selama observasi, mahasiswa KKN melakukan pengamatan di Sekolah Dasar
Negeri Abangsongan terkait dengan kegiatan-kegiatan ekstrakurikuler yang
dilaksanakan di sekolah tersebut. Observasi tersebut dilaksanakan atas izin dan
bimbingan dari Kepala SD Negeri Abangsongan.
b. Metode Koordinasi
Koordinasi dilakukan berdasarkan hasil dari observasi yang telah dilakukan
sebelumnya. Mahasiswa KKN melakukan konsultasi dengan Kepala SD Negeri
Abangsongan mengenai program kerja yang ingin diusulkan kepada Kepala SD
Negeri Abangsongan. Dalam hal ini, mahasiswa KKN mengusulkan pelatihan tari
Bali untuk siswa-siswa perempuan maupun laki-laki di SD Negeri Abangsongan.
c. Metode Sosialisasi
Untuk mencari peserta pelatihan tari bali, mahasiswa KKN melakukan
sosialisasi ke SD Negeri Abangsongan dengan cara mengundang siswa-siswa
yang berminat menari untuk datang mengukuti pelatihan. Selain itu, sosialisasi
tersebut juga dibantu oleh pihak sekolah dimana Kepala SD Negeri Abangsongan
mengumumkan bahwa akan ada pelatihan tari bali oleh mahasiswa KKN.
d. Metode pelatihan
Setelah mendapat persetujuan dari Kepala SD Negeri Abangsongan untuk
melaksanakan pelatihan tari Bali, mahasiswa melaksanakan pelatihan tari Bali
untuk siswa-siswa perempuan maupun laki-laki. Pelatihan tari Bali dilaksanakan 2
x seminggu. Pelatihan tari tersebut dilaksanakan di Balai Serba Guna Desa
Abangsongan.
Untuk mengetahui tingkat keberhasilan dari pelatihan tari ini, dapat dilihat dari :
a. Evaluasi proses, yaitu dapat dilihat dari antusiasme siswa yang mengikuti
pelatihan tari. Evaluasi proses dilakukan dengan melihat kehadiran dan
antusiasme siswa mengikuti pelatihan tari.

b. Evaluasi hasil, yaitu dapat dilihat dari kemampuan siswa dalam menguasai
tarian yang diajarkan.
2. HASIL PELAKSANAAN PROGRAM
Tabel Hasil Pelaksanaan Program Sosial Budaya

NAMA
PROGRAM
Pelatihan Tari bagi
anak-anak di Desa
Abangsongan

HASIL PELAKSANAAN
PROGRAM
Anak-anak mampu
menguasai Tari Puspanjali,
Kembang Girang, dan
Gopala
Adanya bekal pengalaman
dan latihan yang nantinya
bisa diwariskan dan
dipentaskan di berbagai
keperluan acara di Desa
Abangsongan.
Anak-anak mendapat
pembinaan bagaimana cara
menari yang benar sehingga
dapat dijadikan bekal untuk
melatih anak-anak yang lain

PENANGGUNG JAWAB
1. Ni Komang Punia Antari
2. I Dewa Ayu Yustiawati
3. Luh Ayu Putu Febriani

4.1 Hambatan Pelaksanaan Program


Dalam melaksanakan program KKN di Desa Abangsongan, ada beberapa
kendala yang sedikit menghambat program yaitu:
a

Sedikitnya pengetahuan siswa mengenai dasar-dasar menari, sehingga


perlu waktu yang cukup lama unutuk mengajarkan sebuah tarian
kepada anak-anak. Anak-anak diupayakan untuk mengenal dasardasar menari terlebih dahulu seperti ngagem, nyeldet, nglier, dan lain
sebagainya.

4.2 Solusi yang Ditawarkan


Solusi yang ditawarkan untuk mengatasi hambatan seperti yang telah
disebutkan di atas diatasi dengan cara sebagai berikut:
a. Meningkatkan kedisiplinan siswa dalam mengikuti latihan sehingga
apa yang diajarkan akan lebih cepat dan mudah diingat. Pelatih juga

menyajikan

pelatihan

yang

tidak

menegangkan

melainkan

menyenangkan dan santai sehingga para siswa dapat berlatih dengan


senang.

Lampiran
Gambar 1: pelaksanaan pelatihan tari bali