Anda di halaman 1dari 10

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Sebagai ibukota negara RI, Jakarta mempunyai berbagai peran dan fungsi
spesifik yang tidak dimiliki oleh daerah-daerah lain, diantaranya sebagai pusat
pemerintahan dan pusat kegiatan internasional, baik di bidang ekonomi, politik,
budaya, maupun kegiatan lain. Kalau kondisi berbagai aspek kehidupan di Jakarta
baik, dengan stabilitas keamanan dan politik yang terkendali, maka kondisi
Indonesia secara umum pun cenderung baik begitu pula sebaliknya. Pada
kenyataannya banyak sekali permasalahan yang timbul di Jakarta. Permasalahan
yang dihadapi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan masyarakat dalam
membangun kotanya bersifat kompleks, mendalam dan kait mengait sehingga
memerlukan penanganan yang komperhensif.
1.2 Maksud dan Tujuan
Sebagai warga Indonesia khususnya warga Jakarta sudah seharusnya kita
mengetahui apa saja permasalahan yang ada di Jakarta dan bagaimana kita
mengatasi masalah tersebut. Jangan hanya mengandalkan Pemerintah saja tapi
kita harus sadar diri untuk tidak merusak lingkungan Jakarta.
1.3 Ruang Lingkup
Dalam tulisan ini akan membahas tentang apa itu organisasi, arti penting
organisasi dan metode, ciri-ciri, unsur dan teori organisasi, dan macam-macam
organisasi dari segi tujuan.

BAB II
ISI
Pada dasarnya, masalah Provinsi DKI Jakarta dapat dikategorikan dalam 2
hal, yaitu :
1.

Masalah kota yang tidak dapat dilepaskan dari masalah nasional secara
keseluruhan bahkan menjadi bagian dari masalah nasional, diantaranya :

Masih terjadinya konflik sosial politik

Masih lemahnya penegakan hukum

Kebebasan tak terkendali dan unjuk kekuatan anarkis

Lambatnya pemulihan ekonomi daerah

Masih tingginya angka pengangguran dan kemiskinan

Belum memadainya kapasitas kelembagaan dan kualitas aparatur daerah

2.

Masalah kota yang bersifat khas dan menonjol dan hanya menjadi masalah
serius di daerah perkotaan khususnya DKI Jakarta, diantaranya :

Masih terjadinya ancaman bahaya banjir

Belum tertanganinya secara baik sampah kota

Belum tertibnya masalah kota

Meningkatnya pedagang K-5 dan PMKS

Belum optimalnya peran serta masyarakat dalam pembangunan

Keterbatasan daya dukung lahan dan lingkungan hidup kota


Permasalahan Kota Jakarta di berbagai bidang :

1.

Bidang Hukum,Ketentraman, Ketertiban Umum dan Kesatuan Bangsa


Kondisi penegakan hukum di wilayah Provinsi DKI Jakarta walaupun
mulai mendapat perhatian dari semua pihak tetapi belum menunjukkan
kemajuan yang berarti. Disamping belum banyak produk hukum seperti Perda
yang dihasilkan era reformasi, terhadap produk-produk hukum yang ada juga
belum dilakukan evaluasi apakah masih relevan dengan kondisi dan
perkembangan yang terjadi. Oleh karenanya perlu segera dilakukan langkahlangkah inventarisasi terhadap Perda-perda yang diprioritaskan dan sangat
mendesak untuk dilakukan revisi. Sementara itu penciptaan rasa aman di

masyaakat masi perlu ditingkatkan. Kejahatan, baik jumlah maupun


kualitasnya relative meningkat dan terjadi hampir di semua wilayah. Keadaan
ini makin diperburuk dengan menurunnya kepercayaan masyarakat terhadap
penegakan hukum. Kondisi demikian mengakibatkan penegakan dan
perlindungan hukum masih pada tingkat yang belum memadai. Kesadaran dan
ketaatan masyarakat pada hukum berada ada titik yang sangat rendah. Kondisi
ini menyulitkan posisi pemerintah daerah dalam penegakan ketentaraman dan
ketertiban masyarakat. Oleh karena itu penegakan hukum dan perwujudan
budaya hukum serta penegakan ketentraman dan ketertiban mesyarakat
menjadi sangat penting.
Program pembangunan :

Pengembangan peraturan perundang-undangan daerah

Peningkatan kesadaran hukum

Peningkatan pelayanan dan penegakan hukum

Peningkatan ketentraman dan ketertiban

Peningkatan peran serta masyarakat dalam tramtibmas dan penanggulangan


bencana

Pengembangan sarana dan prasarana tramtib dan penanggulangan bencana

Pemantapan integrasi bangsa dan HAM

Pengembangan hubungan antar lembaga kemasyarakatan

2.

Bidang Pemerintahan
Reformasi dan tuntutan masyarakat yang berkembang menghendaki
perubahan total pada sikap dan perilaku aparat pemerintahan daerah baik
dalam menjalankan fungsi pelayanan public maupun fungsi penyelenggaraan
pemerintahan dan pembangunan. Perangkat yang dimiliki Pemerintah Provinsi
DKI Jakarta untuk menjalankan fungsi tersebut dipandang belum optimal.
Pertama, kelembagaan dan ketatalaksanaan belum bekerja secara efisien dan
efektif sehingga memrlukan peningkatan kapasitas. Kedua, kualitas SDM
aparatur pemerintah daerah masih belum memadai dan hal ini tentunya
menyangkut pula masalah disiplin, etos kerja, motivasi, tanggung jawab,
bahkan penerapan reward and punishment. Ketiga, sarana dan prasarana

yang penunjang pelaksanaan tugas pokok dan fungsi aparatur masih terbatas
baik kuantitas maupun kualitasnya. Disamping itu, pemeliharaan dan rasa
memiliki sarana dan prasarana pada sebagian aparatur masih kurang. Dengan
demikian secara keseluruhan diperlukan perbaikan dan peningkatan kualitas
aparatur pemerintah daerah dan perangkatnya untuk mampu memenuhi :
1.

Penyelenggaraan administrasi pemerintah daerah yang efektif dan efisien

2.

Fungsi pelayanan publik yang optimal

3.

Penyediaan prasarana dan sarana umum yang merata bagi semua lapisan
masyarakat
Program pembangunan :

Pengembangan otonomi daerah

Pengembangan pemerintahan tingkat provinsi

Pengembangan pemerintahan tingkat kotamadya

Penataan administrasi pertanahan

Peningkatan administrasi kepegawaian

Peningkatan pengawasan fungsional

Penataan organisasi dan ketatalaksanaan

Dll

3.

Bidang Ekonomi
Meskipun Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah berupaya melakukan
terobosan untuk mengatasi krisis ekonomi namun hasilnya belum memadai,
dimana

roda

perekonomian

belum

berjalan

sebagaimana

mestinya.

Kesenjangan ekonomi baik antar pelaku ekonomi maupun antar golongan


pendapatan masih cukup tajam dan terjadi pada segala aspek kehidupan,
sehingga struktur dan fundamental ekonomi sangat rentan terhadap gejolak
yang terjadi. Lambatnya pemulihan ekonomi telah menyebabkan angka
pengangguran masih tetap tinggi. Selain itu peningkatan angka pengangguran
juga disebabkan oleh tekanan angkatan kerja baru, serta masih berlangsungnya
urbanisasi pada kelompok usia kerja.
Walaupun tidak memiliki sumber daya alam yang memadai, tetapi
sesungguhnya potensi ekonomi Provinsi DKI Jakarta cukup baik bahkan tidak

tersaingi oleh provinsi-provinsi lain, karena disamping sebagai ibukota negara


Jakarta juga merupakan pusat perdagangan dan jasa. Jakarta juga memiliki
potensi sumber daya perikanan, industry, pariwisata dan sumber daya manusia
berkualitas yang belum diberdayakan secara lebih terarah. Apabila potensipotensi ini dipadukan dengan pengembangan UKM, maka Jakarta akan
memiliki struktur dan fundamental ekonomi yang lebih sehat dan dinamis,
baik dalam penciptaan pendapatan, perluasan kesempatan kerja maupun
keseimbangan sosial.
Program pembangunan :

Pengembangan produk pariwisata

Pengembangan pasar pariwisata

Pengembangan sarana dan pelayanan pariwisata

Penataan, penguatan basis industry dan perdagangan

Penataan, pengembangan produk industry dan perdagangan

Pengembangan ekspor

Peningkatan pelayanan penanaman modal dan usaha swasta lain

Pemberdayaan asset daerah

Pengembangan kewirausahaan

Dll

4.

Bidang Pendidikan dan Kesehatan


Krisis

ekonomi,

membengkaknya

pengangguran,

dan

merosotnya

pendapatan masyarakat telah menyebabkan semakin banyaknya keluarga yang


tidak dapat lagi membiayai pendidikan putra-putrinya terutama pada
pendidikan tingkat SLTA keatas. Akibatnya jumlah anak usia sekolah yang
putus sekolah semakin besar dan mereka terpaksa bekerja untuk menopang
kehidupan ekonomi keluarga, yang sangat kontra-produktif dengan program
wajib belajar 9 tahun. Di dunia pedidikan sendiri, keadaannya belum
mendukung tercapainya proses belajar mengajar yang lebih baik. Walaupun
tidak sedikit dari pelajar yang berprestasi baik, tetapi sesungguhnya masih
banyak kasus-kasus tawuran pelajar yang menjurus pada tindak kriminal.
Dengan demikian, bidang pendidikan memerlukan perhatian serius dan

menyeluruh, agar semua anak usia sekolah dapat mengenyam pendidikan 9


tahun bahkan 12 tahun sekaligus menata kembali sistem manajemen
pendidikan sesuai dengan perkembangan otonomi daerah.
Di bidang kesehatan, golongan masyarakat yang kurang mampu, karena
pendapatan dan kesejahteraan yang rendah tidak dapat lagi memenuhi
kebutuhan dasar kesehatannya.

Mereka

lebih

memfokuskan

sumber

penghasilannya pada pemenuhan kebutuhan pangan daripada kesehatannya.


Disamping itu lingkungan perumahan yang tidak sehat, sebagian karena
tinggal di pemukiman kumuh, menyebabkan tingkat kesehatan masyarakat
menjadi rendah dan rentan terhadap berbagai wabah penyakit. Fasilitas sarana
prasarana pelayanan kesehatan juga masih perlu ditingkatkan kapasitasnya
terutama yang menyangkut puskesmas, RSUD, dan penangana gawat darurat,
agar pelayanan kesehatan dapat merata melayani seluruh lapisan masyarakat
dengan mutu yang makin baik.
Program pembangunan :

Pengembangan pendidikan sekolah tingkat dasar

Pengembangan pendidikan luar sekolah (PLS)

Pengembangan pendidikan sekolah tingkat menengah umum dan kejuruan

Pengendalian dan peningkatan informasi perguruan tinggi

Pengembangan perpustakaan

Peningkatan kesehatan masyarakat

Peningkatan kualitas pelayanan kesehatan

Penanganan gawat darurat

Perbaikan kebijakan dan manajemen kesehatan

5.

Bidang Kependudukan dan Ketenagakerjaan


Kependudukan sebenarnya merupakan basis utama dan focus dari segala
persoalan pembangunan di Provinsi DKI Jakarta. Hampir semua kegiatan
pembangunan baik yang bersifat sektoral maupun lintas sector terarah dan
terkait dengan penduduk, atau dengan kata lain penduduk harus menjadi
subyek sekaligus obyek pembangunan. Di bidang kependudukan, persoalan
yang menjadi tantangan adalah belum tertibnya administrasi kependudukan

yang menyebabkan sulitnya membangun informasi yang teratur dan terkini


mengenai

bidang

kependudukan.

Padahal

informasi

tersebut

sangat

dibutuhkan untuk perencanaan berbagai aspek kependudukan, termasuk


perencanaan kebutuhan pendidikan, kesehatan, sarana dan prasarana,
ketentraman dan ketertiban, dan sebagainya. Penyuluhan masalah tertib
administrasi kependudukan harus makin ditingkatkan dengan menggunakan
teknologi maju, apabila Provinsi DKI Jakarta tidak ingin menjadi wilayah
yang padat dan kumuh dengan daya dukung lingkungan hidup perkotaan yang
semakin berkurang.
Di bidang ketenagakerjaan, persoalan utama yang dihadapi adalah belum
seimbangnya penyediaan lapangan kerja dengan mereka yang membutuhkan
pekerjaan. Akibatnya tingkat pengangguran cenderung masih tinggi, itupun
sebagian sudah ditampung ke dunia kerja melalui sector informal. Persoalan
kedua adalah kualitas tenaga kerja yang masih rendah dan sebagian
merupakan pendatang dengan pendidikan dan keterampilan yang kurang
memadai.
Program pembangunan :

Pengendalian kependudukan

Pembinaan administrasi kependudukan dan catatan sipil

Pengembangan kesempatan kerja

Perlindungan dan pengendalian tenaga kerja

Peningkatan produktivitas tenaga kerja

6.

Bidang Sarana dan Prasarana Kota


Persoalan menonjol yang memerlukan perhatian serius berkaitan dengan
prasarana dan sarana publik adalah :

Belum berhasilnya penataan pemukiman kumuh

Bencana banjir yang terus terjadi setiap tahun di sejumlah lokasi langganan

Belum tertanganinya masalah sampah

Belum memadainya fasilitas jalan, jembatan laying dan trotoar

Masih buruknya sistem transportasi umum

Belum optimalnya penataan ruang dan peruntukan penggunaan lahan

Masih buruknya prasarana dan sarana pelayanan publik

Belum optimalnya penerangan jalan umum terutama dipinggiran kota


Mengatasi permasalahan banjir, disamping terus mengupayakan pembangunan
sistem makro penanganan banjir dan mengoptimalkan kinerja sistem
pengendali banjir yang ada, upaya mengatasi banjir pada daerah-daerah
langganan banjir tetap menjadi perhatian utama. Bersamaan dengan itu juga
masih perlu ditingkatkan upaya pemisahan antara saluran air baku dan air
limbah.
Permasalahan transportasi yang dialami di Jakarta adalah kemacetan lalu
lintas dan rendahnya tingkat pelayanan angkutan umum. Untuk memelihara
kinerja sistem angkutan yang ada agar tetap berfungsi secara optimal, maka
selain pembangunan infrastruktur baru, diperlukan peningkatan serta
pemeliharaan sarana dan prasarana perhubungan yang ada, perbaikan
manajemen lalu lintas serta peningkatan pelayanan angkutan umum. Upayaupaya kearah pembangunan sistem angkutan umum missal (MRT) harus tetap
menjadi perhatian walaupun tidak dapat direalisasikan dalam jangka pendek,
untuk itu perlu dikembangkan solusi interim melalui penerapan sistem
busway.
Disamping penyediaan sarana dan prasarana pelayanan publik yang
menjadi tanggung jawab pemerintah, kesadaran masyarakat dan tanggung
jawab publik juga dituntut untuk ikut memelihara sarana dan prasarana yang
ada.
Program pembangunan :

Pembangunan prasarana jaringan utilitas

Penerangan jalan dan tempat umum

Peningkatan sarana keindahan kota

Peningkatan pelayanan air limbah

Peningkatan layanan air bersih

Pengendalian banjir

Peningkatan drainase kota

Pengembangan jaringan jalan dan jembatan

Pengembangan sarana dan fasilitas perhubungan

Pengembangan pelayanan angkutan umum

Pengembangan perumahan

Penataan lingkungan permukiman

Dll

BAB III
KESIMPULAN
Provinsi DKI Jakarta memiliki berbagai permasalahan-permasalahan kota
yang belum teratasi. Permasalahan tersebut bukan hanya tanggung jawab
pemerintah tapi semua masyarakat ibukota juga harus bertanggung jawab dalam
menjaga lingkungan dan menyelesaikan masalah-masalah yang sedang dihadapi.