Anda di halaman 1dari 1

NAMA

NIM
KELAS
KELOMPOK

:
:
:
:

RAHAYU SOAMOL
14220130098
B1
vIII

Pembimbing
MARYUNIS, S.Kep.Ns.M.Kes

SYOK
ANAFILATIK

PENGERTIAN:
Shock anaphylactic adalah suatu syndroma klinis yang ditandai dengan adanya hipotensi, tacycardia,
kulit yang dingin, pucat basah, hiperventilasi, perubahan status mental, penurunan produksi urine

TUJUAN:
1) Mencegah efek mediator
2) Menghambat sintesis dan
pelepasan mediator
3) Mengembalikan fungsih
organ dari perubahan
patofisiologik akibat efek
mediator

Komplikasi
Komplikasinya meliputi :
a. Henti jantung (cardiac arrest)
dan nafas.
b. Bronkospasme persisten
c. Oedema Larynx (dapat
mengakibatkan kematian).
d. Relaps jantung dan pembuluh
darah (kardiovaskuler).
e. Kerusakan otak permanen
akibat syok.
f.
Urtikaria dan angoioedema
menetap sampai beberapa bulan

INDIKASI
Kulit (urtikaria, udem muka,
tangan dan kaki)
Gastrointestinal (mual dan
muntah, perut kram, dan diare)
Sirkulasi (TD menurun, bradikardi,
syok)
respirasi(gejala asma, udem
laring, obstruksi jalan napas atas)

Alat :
Tensimeter
Disposable spuit
Kanula vena
Infusion set
Tabung oksigen beserta
regulator dan flowmeter
Nasal prong atau masker
beserta slang

Obat ;
Adrenaline
Obat-obat simpatomimetik
seperti : Ephedrine, Dopamin
Anti histamin : Delladryl
Corticosteroid
Cairan kristaloid : RL, PZ
Cairan koloid : Dextran,
Expafusin

PENATALAKSANAAN
Baringkan penderita dalam posisi shock yakni tidur terlentang dengan
tungkai lebih tinggi dari kepala pada alas yang keras
Bebaskan jalan nafas
Tentukan penyebab dan lokasi masuknya bahan alergen
Bila masuk melalui ekstremitas pasang torniquette
Berikan Adrenalin 1 : 1000 sebanyak 0,25 ml sub cutane
Monitor pernafasan dan hemodinamika
Berikan suplemen oksigen
Untuk kasus yang sedang berikan Adrenalin 1 : 1000 sebanyak 0,25 ml
intra muskuler
Bila berat berikan Adrenalin 1 : 100- sebanyak 2,5 5 ml intra vena
Bila vena colaps berikan Adrenalin sub lingual atau trans tracheal
Berikan Aminophillin 5 6 mg/ kg BB Iv bolus diikuti 0,4 0,9 mg/kg
BB/ menit per drip ini untuk bronchospasme yang persisten
Berikan cairan infus dengan berpedoman pada kadar hematokrit
.Monitor hemodinamika dan pernafasan
Bila tidak membaik rujuk ke intitusi yang lebih tinggi

REFERENSI:
Prof. Dr. H. Tabrani Rab. 2007. Agenda Gawat Darurat (critical Care)
Jilid 3. Penerbit P.T. Alumni : Bandung.