Anda di halaman 1dari 6

Kehabisan uang pas traveling?

Travel September 17, 2015 46 Trinity

Saya bingung kalau ditanya, Gimana kalo kehabisan uang pas


traveling?

Masalahnya,

gimana

saya

mau

membagikan

pengalaman kalau saya sendiri tidak pernah mengalaminya?


Bukannya karena saya tajir atau sombong, tapi saya memang
nggak pernah kehabisan uang sampai harus pinjem duit, cari
kerja serabutan, apalagi mengemis.
Saya sih percaya bahwa setiap orang (yang pintar) nggak mungkin
kehabisan uang pas traveling. Caranya begini;
1

Tahu batas
Saat merencanakan traveling, cuma Anda yang tahu berapa
jumlah uang yang tersedia dan berapa jumlah maksimum yang
akan dihabiskan untuk perjalanan tersebut. Kalau Anda pintar,
tentu Anda tidak akan menghabiskan sesuatu yang melebihi
kemampuan.

Riset yang benar dan buat budget.


Selain soal destinasi (cara ke sana, naik apa, berapa lama, ada apa
aja), komponen lain adalah akomodasi, transportasi, konsumsi,
dan pengurusan visa (jika ada). Cara tau biayanya? Browsing
dong! Dari situ buatlah budget per hari dikali lama tinggal. Jangan
lupa tambahkan budget shopping dan dugem kalo doyan, tips,

dan dana emergency minimal 10% dari total. Kalau pake patokan
jumlah dana yang harus tersedia di rekening saat apply visa,
berarti di rekening harus ada sejumlah uang yang cukup untuk
tiket pulang.
3

Stick with the budget


Setelah

keluar

angka

budget,

paling

penting

adalah

pelaksanaannya. Jangan menghabiskan uang melebihi budget


yang telah Anda sepakati. Contohnya jika budget makan 3 kali
sehari adalah USD 15 dan Anda sudah menghabiskan USD 12
untuk 2 kali makan, maka cari lah makan malam yang seharga
tidak lebih dari USD 3. Iya, harus segitu strict-nya kalau mau
aman!
4

Lupakan shopping dan oleh-oleh


Biasanya orang kehabisan uang pas traveling itu karena
kebanyakan

shopping. Apalagi pake alasan lebih murah

daripada di Indonesia. Boleh aja sih shopping, asal Anda sudah


mem-budget-kannya dan tetap stick dengan budget tersebut.
Anda juga harus tega tidak membelikan oleh-oleh kalau memang
duit mepet. Prinsipnya gini: kalau harga suatu barang nggak
diskon maka Anda nggak akan beli, berarti barang tersebut tidak
Anda butuhkan. #jleb
5

Beli tiket pulang

Sebelum berangkat, beli lah tiket pulang juga. Itu dapat


meminimalisasi ketakutan akan kehabisan uang sehingga nggak
bisa pulang.
6

Punya asuransi perjalanan


Banyak orang mengabaikan asuransi, terutama saat traveling.
Padahal selalu ada kemungkinan tiba-tiba kita kecelakaan atau
sakit parah, dan kita tidak punya uang saat masuk rumah sakit.
Asuransi tertentu ada yang bisa meng-cover hal seperti ini
dengan memberikan advanced payment atau kartu khusus yang
tinggal digesek. Cermatilah pasal travel insurance sebelum
membeli, ada yang hanya meng-cover perjalanan luar negeri atau
dalam negeri saja.

Punya kartu kredit


Sebagai traveler, fungsi kartu kredit yang utama adalah untuk
booking online. Bagi saya, kartu kredit adalah uang emergency
yang dipakai hanya kalau kepepet dengan minimal batas pagunya
seharga tiket pulang.

Bawa barang yang kira-kira bisa dijual


Kalau masih khawatir juga, bawa barang yang kira-kira bisa dijual
kalo kepepet. Baju yang kita pakai dalam keadaan masih layak,
bisa dijual di pasar loak. Jam tangan dan perhiasan adalah
sebagian dari barang yang bisa dijual. Tapi kalau bawa yang asli

takut dicopet, bawa aja yang palsu. Harap diingat, ada negara
yang perlindungan hukum terhadap hak cipta sangat ketat jadi
hati-hati aja.
9

Punya keahlian khusus yang bisa dapat uang instan tanpa


modal
Waktu itu saya bukannya dalam keadaan kehabisan uang, tapi
karena saya bisa meramal ternyata keahlian sotoy saya ini bisa
juga diuangkan. Teman saya yang jago nyanyi dan main gitar pun
pernah iseng ngamen dan dapat uang. Tapi jika Anda dalam
keadaan benar-benar nggak punya uang sepeser pun di negara
antah berantah ini sih kondisi yang lebay banget, tetap
gunakan akal sehat. Jika tiba-tiba didatangi seseorang tak dikenal
yang menawarkan pekerjaan dengan bayaran gede banget, selalu
ingat prinsip yang diajarkan acara TV Locked Up Abroad bahwa
If its too good to be true, then dont do it!. Nggak mau kan
Anda disuruh bawa narkoba lalu dipenjara, atau dihukum mati?

10

Bekerja online
Karena saya freelance travel writer, saya sih bisa kerja di mana
aja di seluruh dunia asal ada koneksi internet. Contoh pekerjaan
lain yang modal internet adalah jadi social media buzzer, main
saham, graphic designer, web developer, dan lain-lain. Kalau
traveling cuma seminggu dua minggu mah nggak pengaruh

karena pembayarannya juga lama. Tapi kalau perjalanan Anda


setahun seperti #TNTrtw itu baru pengaruh banget. Paling enak
sih punya penghasilan pasif seperti royalti, yang kita tidur pun
duit

masuk.

Makanya

beli

terus

buku-buku

saya

ya?

#tetappromosi
11

Bekerja part time


Kalau lagi traveling di luar negeri sih saya tidak menyarankan
untuk bekerja karena visa yang kita punya adalah visa turis, pake
paspor Indonesia pula. Masalahnya kalau ketahuan, saya takut
dideportasi atau di-blacklist karena bakal merusak karir saya.
Kalau kepepet banget dan katanya bisa kerja jadi tukang cuci
piring, silakan aja dicoba. Ada juga teman yang bekerja di hostel
dengan bayaran nginep gratis, tapi kan tetep butuh uang untuk
makan. Kalau membandingkan bule aja bisa, kok kita nggak? ya
silakan dicoba sendiri. Jadi guru bahasa Inggris? Dengan muka
Melayu aja langsung ditolak karena nggak bergengsi.

12

Minta dikirimi uang


Kalau nggak malu sih bisa aja minta kirim uang dari orang
tua/keluarga. Tapi masa traveling aja minjem duit? Bisa-bisa
Anda makin nggak dipercaya dan nggak dikasih izin lagi untuk
traveling. Tapi kalau alasannya kepepet, jangan lupa bawa kartu
ATM bank Indonesia yang berlaku di seluruh dunia biar nggak

nyusahin yang transfer.


13

Pulang
Sebenarnya jawaban paling top untuk pertanyaan Gimana kalau
kehabisan uang pas traveling? itu adalah Pulang aja! Gitu aja
kok repot! Emang Anda bakal malu kalau pulang sebelum
waktunya? Berasa jadi pahlawan gagal perang? Mending malu
atau tidur di emperan sambil kelaparan? Saya yakin keluarga
Anda akan menerima kembali apapun keadaannya, kecuali Anda
memang dikutuk diusir.
Intinya sih, nggak usah kebanyakan parno. Emang mau traveling
berapa lama dan ke mana sih sampe ribet amat? Asal semua
sudah diperhitungkan dan dijalankan dengan benar, niscaya
nggak

bakal

semangaaat!

kehabisan

uang

kok

pas

traveling!

Tetap