Anda di halaman 1dari 12

BAB I

PENDAHULUAN
Bab I berisi penjelasan tentang Latar Belakang Masalah, Perumusan Masalah, Tujuan dan
Manfaat Penelitian.
1.1. Latar Belakang Masalah
Latar belakang masalah berisi uraian mengenai keadaan berbagai gejala yang memperlihatkan
adanya suatu masalah yang penting dan menarik untuk diteliti. Gejala tersebut dapat berbentuk
kecenderungan, atau tanda-tanda yang menunjukkan adanya penyimpangan, ketidaksesuaian,
atau kesenjangan dalam bidang ekonomi, manajemen dan akuntansi. Gejala tersebut dijelaskan
dengan uraian yang jelas, singkat dan tepat sasaran.
1.2. Perumusan Masalah
Berdasarkan Latar Belakang Masalah dibuat Perumusan Masalah yang dirumuskan dalam
bentuk narasi dan atau kalimat tanya. Perumusan Masalah ini bersifat umum.
Contoh :
1. Bagaimanakah strategi pengembangan sumber daya manusia di Perusahaan X ?
2. Apakah krisis moneter dan krisis kepercayaan terhadap lembaga perbankan akan
mempengaruhi pertumbuhan perekonomian mayarakat kecil ?
3. Tipe kepemimpinan yang bagaimanakah yang sesuai untuk perusahaan Y ?
4. Faktor-faktor apa yang mempengaruhi penyaluran Kredit Usaha Kecil ?
1.3. Tujuan dan Manfaat Penelitian
Tujuan Penelitian merupakan jawaban terhadap pertanyaan mengapa penelitian dilakukan.
Tujuan penelitian berkaitan erat dengan Pokok Permasalahan, Berikut ini beberapa contoh
Tujuan Penelitian (bandingkan dengan contoh perumusan masalah di atas).
Contoh :
1. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui strategi pengembangan sumber daya
manusia di Perusahaan X.
2. Penelitian ini dilakukan untuk melihat pengaruh krisis moneter dan krisis
kepercayaan terhadap lembaga Perbankan terhadap Pertumbuhan Perekonomian
Masyarakat keci1.
3. Penelitian ini dilakukan untuk melihat tipe kepemimpinan yang sesuai untuk

perusahaan Y.
4. Penelitian ini dilakukan untuk melihat faktor-faktor yang dapat mempengaruhi
penyaluran Kredit Usaha Kecil.
Manfaat Penelitian adalah hal positif yang dapat disumbangkan dari hasil penelitian tersebut,
baik bagi kepentingan dunia akademik maupun terhadap dunia praktis. Perlu dicatat semua
penelitian jika dilakukan dengan prosedur yang benar selalu dapat memberikan manfaat, baik
terhadap dunia praktis maupun dunia akademik, walaupun hipotesis penelitiannya tidak teruji
kebenarannya.
Contoh :
Manfaat terhadap kepentingan dunia akademik:
Dengan mengetahui strategi pengembangan sumber daya manusia di Perusahaan X diharapkan
dapat memperkaya pengetahuan tentang teori Manajeinen Sumber Daya Manusia.
Manfaat terhadap dunia praktis:
Dari hasil penelitian ini diharapkan dapat disumbangkan saran-saran untuk meningkatkan
kualitas sumber daya manusia di Perusahaan XYZ.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1. Landasan Teori
Landasan teori merupakan aspek-aspek ilmiah yang mendasari konsep penelitian. Aspek ilmiah
yang disajikan diharuskan sesuai dengan topik penelitian. Penyajian landasan teori diharapkan
mampu membuka wawasan dan kerangka berpikir calon peneliti. Sebaiknya dihindarkan
penyajian landasan teori yang hanya ingin memberikan kesan jumlah halaman yang lebih
banyak.
2.2. Kerangka Pemikiran Teoritis
Kerangka pemikiran teoritis memuat konsep ilmiah yang mengarah pada analisis suatu masalah
secara kritis. Pada prinsipnya kerangka pemikiran teoritis berisi teori-teori atau pendapat yang
lebih mengarah kepada aspek pelaksanaan penelitian, analisis dan diagnosa pemecahan suatu
permasalahan.
2.3. Hipotesa
Hipotesa merupakan jawaban sementara terhadap suatu permasalahan. Hipotesa perlu diuji
kebenarannya dan hasilnya dapat diterima atau ditolak. Penyajian Hipotesa hendaknya dilakukan

secara tepat, jika perlu menggunakan bantuan statistik. Namun tidak semua penelitian
mempergunakan hipotesa.
BAB III
OBJEK DAN METODE PENELITIAN
Bab III Objek Penelitian dan penjelasan metode, populasi dan sampel, Teknik Pengumpulan
Data, serta Teknik Pengolahan dan Analisis Data.
3.1. Objek Penelitian
Objek penelitian membahas tentang sejarah singkat perusahaan, struktur organisasi serta uraian
kerjanya. Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam penulisan sejarah perusahaan adalah
memuat tanggal bulan dan tahun pendirian perusahaan, lokasi perusahaan, pimpinan perusahaan,
uraian singkat perjalanan perusahaan, badan hukum, serta uraian-uraian lain yang relevan
dengan sejarah pada objek penelitian.
Struktur organisasi dapat digambarkan dengan bagan dan dijelaskan melalui uraian singkat
tentang deskripsi kerja struktur organisasi perusahaan tersebut.
3.2. Metode Penelitian
Pada dasarnya dikenal banyak metode penelitian antara lain metode eksperimental, survai, studi
kasus, historis, dan evaluasi. Penelitian dalam bidang akuntansi dan manajemen, metode yang
seringkali digunakan adalah survai, studi kasus, historis, dan evaluasi.
Metode survai digunakan apabila mahasiswa ingin memahami tentang sesuatu fenomena yang
terjadi dalam masyarakat/organisasi dengan harapan penemuan tersebut hanya digunakan untuk
menjelaskan fenomena yang terjadi dalam masyarakat/organisasi tersebut.
Metode studi kasus dipergunakan apabila mahasiswa ingin mengamati sesuatu hal secara
mendalam pada kelompok masyarakat/organisasi tertentu tanpa berniat nembuat generalisasi
temuan penelitiannya di luar konteks penelitiannya sendiri.
Metode historis digunakan jika mahasiswa ingin meneliti proses perkembangan sesuatu obyek,
sehingga dari penelitian tersebut dapat disimpulkan mengapa dan bagaimana sesuatu itu menjadi
seperti yang kini terjadi. Dengan pemahaman yang baik terhadap obyek yang diteliti, mahasiswa
diharapkan menemukan pola umum yang dapat digunakan sebagai pijakan untuk memecahkan
masalah di masa depan.
Metode evaluasi digunakan apabila mahasiswa ingin memahami, memutuskan, atau menilai
sesuatu dengan cara membandingkan standar dengan kenyataan.
3.3. Populasi dan Sampel
Populasi adalah keseluruhan elemen yang hendak dijelaskan oleh mahasiswa yang melaksanakan
penelitian. Sedangkan yang dimaksud dengan elemen di sini dapat berupa manusia, desa, sistem,
dan sebagainya. Sampel adalah wakil dari populasi.
Keputusan untuk mengambil sampel itu sah apabila temuan dala sampel tersebut akan dipakai
untuk menjelaskan populasi. Dengan demikian, tidak semua penelitian memerlukan sampel

(seperti dalam studi kasus). Disamping itu tidak semua penelitian bertujuan menjelaskan
populasi, sehingga penggunaan populasi dalam penelitian tertentu mungkin tidak sesuai.
Jika mahasiswa akan menggunakan populasi dan sampel dalam penelitiannya, maka mahasiswa
harus menjelaskan populasi beserta besarnya dan cara penarikan sampel. Populasi harus
dijelaskan karena ukuran sampel (sampel size) dan teknik penarikan sampel (sampling
technique) sangat tergantung pada karakteristik populasi.
3.4. Teknik Pengumpulan Data
Dalam teknik pengumpulan data ada tiga hal penting yang harus diperhatikan mahasiswa, yaitu
metode, instrumen dan prosedur penelitian. Metode adalah cara mengumpulkan data, sedangkan
yang dimaksud dengan instrumen penelitian adalah alat untuk mengumpulkan data. Prosedur
menyangkut urut-urutan dalam pengumpulan data:
Ada berbagai macam metode pengumpulan data, seperti observasi, wawancara, telaah dokumen,
dan penyebaran angket. Sedangkan macam-macam instrumennya antara lain panduan observasi,
panduan wawancara, panduan telaah dokumen, kuesioner, dan tes.
Mahasiswa dalam skripsinya harus menjelaskan alasan penggunaan jenis metode dan jenis
instrumen tertentu. Perlu diingat penetapan penggunaanjenis metode dan instrumen harus
disesuaikan dengan pokok permasalahan penelitiannya. Sesuatu penelitian mungkin hanya
membutuhkan penyebaran angket sebagai metode pengumpulan datanya. Agar instrumen yang
digunakan bermutu baik (memiliki validitas dan realibitas yang tinggi). Mahasiswa sebaiknya
menguji coba terlebih dahulu instrumennya sebelum digunakan.
3.5. Teknik Pengolahan dan Analisis Data
Pada bagian ini mahasiswa harus menjelaskan proses pengolahan dan analisis data yang
digunakan dalam penelitiannya. Pengolahan dan analisis data tergantung pada jenis datanya
apakah kualitatif atau kuantitatif. Untuk data kualitatif (misalnya hasil wawancara yang terekam
di kaset), mahasiswa menjelaskan bahwa rekaman tersebut akan dituangkan (ditranskripkan)
secara tertulis. Setelah proses transkrip selesai maka data tersebut dianalisis sesuai dengan
prinsip-prinsip analisis data kualitatif.
Untuk data kuantitatif (misalnya dari hasil jawaban kuesioner), mahasiswa menjelaskan bahwa
data mentah dari kuesioner itu ditabulasikan. Setelah ditabulasi, data tersebut dicek ulang untuk
mengetahui kebenarannya. Selanjutnya mahasiswa merencanakan teknik analisis data yang akan
digunakan.
Untuk analisis data kuantitatif, mahasiswa wajib menjelaskan teknik statistik apa yang akan
dipergunakan. Misalnya, mahasiswa menjelaskan bahwa statistik yang digunakannya adalah
statistik deskriptif seperti tendensi sentral (mean, median, modus, kuartil, desil, persentil),
karena tujuan penelitiannya memang hanya ingin mendeskripsikan tendensi sentral dari obyek
penelitiannya. Contoh lain, mahasiswa menjelaskan bahwa yang bersangkutan akan
menggunakan analisis korelasi, karena peneliti ingin menjelaskan hubungan antara dua variabel
atau lebih. Di samping itu data dapat dianalisis sesuai dengan persamaan-persamaan yang
digunakan dalam bidang manajemen dan akuntansi.
BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN


Bab IV berisi laporan hasil penelitian dan pembahasan yang merupakan jawaban empiris
terhadap permasalahan penelitian dan atau hipotesis. Oleh karena itu, isi bab IV adalah
penyajian dan analisis data hasil penelitian. Uraiannya diarahkan nntuk menjawab permasalahan
penelitian dan atau pengujian hipotesis.
Secara teknis format penyajian dalam Bab IV, pertama-tama disajikan hasil penelitian yang
dirumuskan dari pengolahan data, kemudian diikuti dengan analisis data yang sesuai dengan
permasalahan penelitian dan atau hipotesis tersebut.
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
5.1. Kesimpulan
Kesimpulan dirumuskan atas dasar hasil pembahasan bab-bab sebelumnya yang mencerminkan
jawaban atas permasalahan penelitian dan atau hasil pengujian hipotesis. Kesimpulan
(conclusion) bukan merupakan ringkasan (summary).
5.2. Saran
Saran-saran merupakan tindak lanjut dari kesimpulan, berupa anjuran atau rekomendasi, yang
menyangkut aspek operasional, kebijaksanaan, atau pun konsepsi. Saran-saran hendaknya
bersifat konkrit, realistis praktis, dan terarah kepada pemecahan masalah.

C. Bagian Akhir
Bagian akhir skripsi berisi Daftar Pustaka, Lampiran, Riwayat Hidup Penulis.
1. Daftar Pustaka
Daftar Pustaka berisi semua surnber bacaan yang digunakan sebagai bahan acuan dalam
penulisan skripsi.
Pemilihan bahan pustaka hams benar-benar sesuai dengan pokok permasalahan yang dibahas
dalam skripsi. Mahasiswa tidak boleh memasukkan buku, artikel/jurnal dan dokumen-dokumen
lainnya yang tidak dikutip dalam skripsinya.
Sumber yang ditulis dalam Daflar Pustaka adalah sumber-sumber yang dikutip dan dirujuk
dalam tinjauan pustaka dan pembahasan. Sumber bacaan dapat berupa :
1. Buku
2. Artikel/jurnal
3. Dokumen-dokumen lainnya

2. Lampiran
Lampiran berisi segala bahan yang berkaitan dengan skripsi dan berfungsi melengkapi
penjelasan/uraian. Disamping itu dilampirkan pula instrumen penelitian seperti kuesioner,
panduan wawancara yang digunakan dalam pengumpulan data.
3. Daftar Riwayat Hidup
Riwayat hidup penulis antara lain mencakup:
1.
1.

Nama Penulis

Tempat dan tanggal lahir

Alamat rumah dan nomor telepon

Riwayat pendidikan dan lain-lain.

dll

TEKNIK PENULISAN
A. Tata Penyusunan dan Penempatan Judul
Urutan suatu bab dalarn skripsi dapat terdiri dari judul bab, sub bab, sub-sub bab, pasal, sub
pasal dan ayat. Secara singkat teknis penulisan setiap bagian tersebut dijelaskan sebagai berikut :
1. Judul bab, ditempatkan di bagian atas tengah, di bawah kata bab. Seluruhnya ditulis
dengan huruf besar tanpa garis bawah dan tanda baca apapun.
2. Judul sub bab ditempatkan di tepi kiri dan huruf awal setiap kata ditulis dengan huruf
besar kecuali kata penghubung, dicetak tebal tanpa garis bawah dan tanda baca apapun.
3. Judul sub-sub bab ditempatkan di tepi kiri, huruf pertama setiap kata ditulis dengan huruf
besar kecuali kata penghubung, dicetak tebal dan cetak miring tanpa diberi garis bawah
serta tanpa diakhiri tanda baca apapun
4. Judul pasal ditempatkan di tepi kiri, huruf pertama tiap kata ditulis dengan huruf besar
kecuali kata penghubung, dicetak miring dan tanpa diakhiri tanda baca apapun.

5. Judul ayat ditempatkan di tepi kiri, huruf pertama tiap kata ditulis dengan huruf besar
kecuali kata penghubung, dicetak tanpa cetak tebal dan cetak miring serta tanpa tanda
baca apapun.
B.Pengkodean Struktur Skripsi
Pengkodean bab serta bagian-bagiannya seperti dikemukakan di atas dilakukan dengan
menggunakan sistem sebagai berikut :
1. Angka Romawi besar untuk bab secara berurutan, contoh: BAB II
2. Angka Arab untuk sub bab secara berurutan, contoh: 2.1
3. Angka Arab untuk sub-sub bab secara berurutan, contoh: 2.1.1
4. Angka Arab untuk pasal secara bsrurutan, contoh: 2.1.1.1
5. Angka Arab untuk ayat secara berurutan, contoh: 2.1.1.1.1
Penyusunan bagian bab dilakukan secara sederhana sehingga keserasian dan keseimbangan dapat
dipertahankan. Ketentuan-ketentuan mengenai tata penyusunan dan penempatan judul serta
pengkodean struktur skripsi dapat dilihat pada contoh di lampiran_8.
C. Cara Menulis Kutipan Rujukan dan Sumber Kutipan
Kutipan adalah suatu pernyataan yang diambil langsung tanpa perubahan, sedangkan rujukan
adalah sumber inspirasi atau kutipan yang telah diubah.
Dalam pedoman ini disepakati bahwa tata cara pengutipan skripsi sesuai dengan ketentuan/dan
perujukan sebagai berikut:
1. Kutipan ditulis dengan menggunakan dua tanda petik (), jika kutipan itu merupakan
kutipan pertama atau langsung dari penulisnya. Jika kutipan itu diambil dari kutipan,
maka kutipan ditulis diantara satu tanda petik ()
2. Jika bagian yang dikutip terdiri dari tiga baris atau kurang, kutipan ditulis dengan
menggunakan tanda petik seperti pada ketentuan pertama, dan penulisannya digabung ke
dalam paragraf yang ditulis oleh pengutip dan diketik dengan jarak dua spasi.
Contoh :
Yang dimaksud dengan sosialisasi sebagaimana dikemukakan oleh Newstrom (1989 : 53)
adalah The continuous process of transmitting key elements of an organizations culture
to its employees.
3. Jika bagian yang dikutip terdiri atas empat baris atau lebih, maka kutipan ditulis tanpa
tanda petik dan diketik dengan jarak satu spasi. Baris pertama dimulai pada ketukan
ketujuh dan baris kedua dan selanjutnya diketik mulai pada ketikan keempat.
Contoh :
If we assume that the culture of a certain organization invites its employees, to question,
and experiment, while also not being to disruptive, than the creative individualist can
infuse new life and ideas for organizations benefit. The to extremes rebelli on and total

conformity my prove disfunctional for the organization in the long run (Newstrom,
1989 : 52).
4. Jika dari bagian yang dikutip ada bagian yang dihilangkan, maka bagian yang
dihilangkan itu diganti dengan tiga buah titik. Jika bagian yang dihilangkan itu kalimat
atau baris, maka kalimat atau baris yang dihilangkan itu diganti dengan titik-titik
sepanjang baris sampai ke akhir di tepi kanan.
Lihat contoh sebelumnya, bahwa antara kata the organization dan kata in terdapat bagian
yang dihilangkan dan bagian itu diganti dengan tiga buah titik ().
Sedangkan mengganti kalimat atau baris yang dihilangkan ialah :
Individualizationoccuers when employees succesfully exert influence on the system
around them at work .
if we assume, dst .
(lanjutkan dengan kutipan yang dimaksud)
5. Penulisan rujukan sebagai berikut :
a. Jika pengarang nama buku ditulis mendahului rujukan, maka cara penulisannya
ialah nama penulis diikuti tahun penerbitan serta halaman diletakkan dalam
kurung.
Contoh :
Newstrom (1989 : 71) mengemukakan bahwa. (diikuti dengan rujukan yang,
dimaksud).
b. Jika pengarang nama buku ditulis setelah selesai rujukan maka penulisan nama,
tahun, halaman semuanya diletakkan dalam kurung. Lihat contoh pada butir
ketiga ujung kutipanin the long run.
Sumber kutipan ditulis lengkap di antara dua tanda kurung, yaitu: (Newstrom,
1989 : 71).
c. Jika sumber kutipan merujuk sumber lain atas bagian yang dikutip, maka sumber
kutipan yang ditulis tetap sumber kutipan yang digunakan oleh penulis tetapi
dengan menyebutkan siapa yang mengemukakan pendapat tersebut.
Contoh :
Adam J. Stacy (Newstrom, 1980) dalam Newstrom (1989 : 71) mengemukakan
equity theory yang berarti bahwa (lanjutkan dengan kutipan yang dimaksud).
Adam adalah orang yang mengemukakan teori ekuiti tetapi rujukan tentang
penjelasan teori itu diambil dari buku Newstrom dan bukan dari buku yang ditulis
oleh Adam. Jika di akhir kalimat penulisannya sebagai berikut :
(Adam J Stacy, 1980 dalam
Newstrom, 1989 : 71)
d. Jika penulis terdiri dari dua orang maka nama keluarga kedua penulis harus
disebutkan. Kalau penulisannya lebih dari dua orang maka disebutkan hanya

nama keluarga dari penulis pertama dan diikuti oleh et.al. diakiri dengan tanda
baca titik (.)
Contoh :
Sumber rujukan dengan dua orang penulis:
Keith dan Newstrom (1989 : 83) mengemukakan (lanjutkan dengan rujukan
yang dimaksud). Atau dapat juga ditulis di ujung kutipan dengan mengikuti aturan
seperti pada contoh butir b di atas.
Sumber kutipan dengan penulis lebih dari dua orang:
Mc Clelland, et.al. (1976 : 32) menjelaskan bahwa (lanjutkan dengam rujukan
yang dimaksud).
e. Jika masalah yang dirujuk dibahas oleh beberapa orang dalam sumber yang
berbeda, maka cara penulisan sumber rujukan itu adalah seperti tampak pada
contoh berikut:
Contoh :
Drucker (1985). Schuster (1987), dan Rowland (1987) mengemukakan bahwa
pada esensinya proses pengambilan keputusan itu (lanjutkan dengan rujukan
yang dimaksud).
ini berarti esensi pikiran tentang proses pengambilan keputusan diambil dari
ketiga sumber itu.
f. Jika sumber rujukan adalah beberapa karya tulis dari penulis yang sama dan
diterbitkan pada tahun yang sama maka cara menulisnya ialah dengan cara
membubuhkan huruf a, b, dan seterusnya pada tahun penerbitan secara
kronologis.
Contoh :
Drucker (1985a : 81) berpendapat bahwa .(lanjutkan dengan rujukan yang
dimaksud).
Contoh ini menunjukkan bahwa pada tahun 1985 Drucker menulis buku lain yang
digunakan penulis sebagai sumber rujukan.
g. Jika sumber rujukan tanpa nama dan atau tanpa tahun, maka nama diganti dengan
(tn) dan tahun diganti dengan (tt).
h. Jika sumber rujukan itu berupa koran, majalah, dan sejenisnya, penulisan sumber
rujukan (yaitu memuat nama pengarang, jenis media dan tahun) sementara nama
koran, majalah, dan sumber sejenisnya tidak tampak dalam daftar pustaka.
i. Semua buku jurnal, karya tulis, skripsi, thesis, disertasi dan sejenisnya yang
digunakan sebagai sumber kutipan dan atau rujukan dicantumkan pada daftar
pustaka.
D.Teknik Penyajian Data
Dua hal yang harus diperhatikan dalam penyajian data adalah prinsip dan cara penyajian data.
Prinsip dan cara penyajian data adalah relevansi dan kesederhanaan. Relevansi data ialah bahwa

data yang disajikan adalah data yang berkaitan langsung dengan pokok permasalahan penelitian.
Sedangkan yang dimaksud dengan kesederhanaan adalah penyajian data dilakukan sedemikian
rupa sehingga memudahkan pembaca untuk memahaminya. Data dapat disajikan dalam bentuk
uraian dekripstif dan dalam bentuk tabel. Penyakian data dengan tabel dilakukan dengan 2 cara
yaitu label ikhtisar (dalam teks) dan tabel referensi dalam lampiran. Tata cara pembuatan tabel
adalah sebagai berikut:
1. Pengkodean, Judul Tabel dan Gambar
Setiap tabel dalam skripsi harus diberi judul tabel dan nomor dengan menggunakan angka Arab
(0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9) secara berurutan sesuai dengan banyaknya tabel. Huruf pertama setiap
kata pada judul tabel ditulis dengan huruf besar, dan dirumuskan secara singkat tetapi jelas.
Harus diupayakan agar tabel dapat disajikan secara utuh pada halaman yang sama.
2. Penyusunan kata-kata dalam Judul Tabel
a. Judul tabel diupayakan sesingkat mungkin.
b. Baik judul tabel yang terdiri dari satu baris maupun lebih, kata-katanya disusun dari tepi
kiri.
c. Susunan judul berbentuk balok dengan pengetikan judul tabel berjarak satu spasi.
d. Jika dibutuhkan keterangan sebaiknya dilampirkan.
e. Sumber tabel wajib dituliskan di bawah tabel.
Tata cara pembuatan gambar adalah dengan mencantumkan Judul Gambar di bawah gambar, dan
bilamana terdapat gambar lebih dari satu, maka perlu dibuat nomor.
E. Penulisan Daftar Pustaka
1. Komponen-komponen yang harus dicantumkan dalam daftar pustaka ini adalah: nama
penulis dengan nama keluarga. (jika ada), ditempatkan di depan nama kecil, judul buku,
nama penerbit, tempat penerbitan, dan tahun penerbitan.
2. Penulisan nama pengarang, khusus nama Indonesia dan nama asing yang menggunakan
marga, nama marganya ditulis terlebih dahulu, sedangkan untuk nama lain yang tidak
mengenal nama marga atau keluarga, nama ditulis sebagaimana adanya tanpa gelar.
3. Baris pertama diketik mulai ketukan pertama dan baris kedua dan seterusnya diketik
mulai ketukan kedelapan. Jarak antara baris satu dengan baris berikutnya satu spasi.
Sedangkan jarak antara sumber satu dengan sumber berikutnya dua apasi. Khusus untuk
judul buku ditulis dengan cetak miring atau cetak tebal.

4. Urutan penulisan Daftar Pustaka didasarkan pada abjad nama penulis, dan tanpa diberi
nomor.
5. Penulisan Daftar Pustaka dari buku yang ditulis oleh lebih dari 2 orang penulis, maka
kedua nama penulis tetap dituliskan. Tetapi apabila terdapat lebih dari 2 orang penulis,
maka cukup dituliskan satu orang saja diarnbil dari nama penulis utama atau yang
tercantum dalam daftar nama penulis paling atas, kemudian diikuti dengan singkatan dkk
(dan kawan-kawan).
6. Bilamana terdapat editor sebagai penulis (penyunting), maka cukup dituliskan nama
editornya (penyuntingnya) saja, dan diikuti dengan kata (penyunting).
7. Buku-buku terjemahan, ditulis dengan urutan sebagai benkut: nama penulis asli, judul
dalam bahasa terjemahan, edisi/jilid (kalau ada), kata terjemahan oleh:, nama
penterjemah, nama penerbit buku terjemahan, kota penerbit dan tahun penerbitan.
8. Untuk penulisan Daftar Pustaka yang diterbitkan oleh lembaga/instansi sebagai penulis,
maka lembaga/instansi tersebut dianggap penulisnya.
9. Apabila terdapat satu nama pengarang sedang buku yang digunakan lebih dari satu judul
maka penulisannya, yang pertama nama ditulis dengan lengkap sedangkan penulisan
buku berikutnya nama tidak ditulis lagi, diganti dengan garis putus-putus sepanjang
delapan ketukan.
F. Beberapa Petunjuk Mengenai Pengetikan
Untuk memenuhi persyaratan standar tata tulis skripsi pada STIE Miftahul Huda Subang sebagai
berikut:
1. Penggunaan Kertas
Jenis kertas dan ukuran kertas yang digunakan untuk pengetikan asli skripsi adalah
kertas tik HVS, berat 80 gsm, berwarna putih dan berukuran A4.
2. Penggunaan Komputer
Pengetikan skripsi dilakukan dengun mempergunakan komputer, jenis huruf Times New
Roman ukuran 12 dengan jarak 2 spasi (double).
3. Pengaturan Ruang Ketikan (Margin)
Pengaturan ruang ketik/margin adalah sebagai berikut:
a. Margin kiri dan atas 4 cm
b. Margin kanan dan bawah 3 cm
4. Indentasi
Indentasi adalah permulaan pengetikan baris pertama pada setiap paragraf baru.
Pengetikan paragraf baru dimulai pada ketukan ke delapan.

5. Pengetikan Nomor Halaman


Pengetikan nomor halaman seluruhnya diketik di bagian bawah tengah (centering)
dengan menggunakan angka Romawi kecil (i, ii, iii, dst.) mulai dari kata pengantar, daftar
isi, daftar tabel dan daftar gambar sedangkan mulai Bab I dan seterusnya menggunakan
angka Arab (1, 2, 3, dst).