Anda di halaman 1dari 11

1.

1 Latar Belakang
SMA Negeri 3 Malang, merupakan salah satu Sekolah
Menengah Atas yang ada di kota Malang. Sekolah ini
dikepalai oleh Dra. Hj. Rr. Dwi Retno UN, M.Pd. Sekolah ini
terletak di Jl. Sultan Agung Utara no.7 Malang.
Sebelum ada kebijakan baru yang ditetapkan oleh kepala dan
dewan guru SMA Negeri 3 Malang mengenai penerapan
sistem full day school, SMA Negeri 3 Malang menggunakan
sistem biasa. Pada sistem biasa, jam pulang siswa kelas
sepuluh di SMA Negeri 3 Malang pada hari Senin-Selasa
adalah pukul 15.30, hari Rabu-Kamis adalah pukul 13.45,
hari Jumat adalah pukul 11.00, dan hari Sabtu adalah pukul
13.00.
Dengan mulai diterapkannya sistem full day school di SMA
Negeri 3 Malang sejak tanggal 10 Februari 2010, jam pulang
siswa menjadi berubah. Pada hari Senin-Kamis, jam pulang
siswa berubah menjadi pukul 14.55. Pada hari Jumat, jam
pulang siswa tetap pada pukul 11.00. Sedangkan pada hari
Sabtu, jam pulang siswa berubah menjadi pukul 13.25.
Dengan diterapkannya sistem full day school, pada hari
Senin-Kamis dan hari Sabtu, kegiatan belajar mengajar di
SMA Negeri 3 Malang menjadi lebih lama jika dibandingkan
dengan sebelum diterapkannya sistem tersebut. Sebelum
penerapan sistem full day school, jumlah jam pelajaran pada
hari Senin-Selasa adalah delapan jam pelajaran untuk kelas
sepuluh. Pada hari Rabu-Kamis kelas sepuluh memiliki enam
jam pelajaran. Setelah penerapan sistem full day school,
jumlah jam pelajaran berubah menjadi delapan jam
pelajaran setiap harinya pada hari Senin-Kamis. Hal ini tentu
dapat membawa beberapa dampak bagi siswa SMA Negeri 3
Malang.
Oleh karena adanya dampak tersebut, penulis mencoba untuk
mengungkapkan seberapa besar dampak penerapan sistem
full day school di SMA Negeri 3 Malang terhadap semangat
belajar siswa-siswi kelas akselerasi SMA Negeri 3 Malang.
1.2 Rumusan Masalah
Apakah penerapan sistem full day school berpengaruh
terhadap semangat belajar siswa-siswi kelas akselerasi SMA
Negeri 3 Malang?

1.3 Tujuan Penelitian


Mengetahui pengaruh penerapan sistem full day school
terhadap semangat belajar siswa-siswi kelas akselerasi SMA
Negeri 3 Malang.
1.4 Dugaan Penelitian (Hipotesis)
Penerapan sistem full day school membuat jumlah jam
pelajaran pada hari Senin-Kamis bertambah menjadi delapan
jam pelajaran sehingga membuat siswa harus berada di
sekolah dari pagi hingga sore hari. Kondisi seperti ini dapat
menurunkan semangat belajar siswa karena siswa akan
merasa kelelahan, bosan, dan jenuh karena berada terlalu
lama di sekolah.

BAB II
KAJIAN PUSTAKA
2.1 Landasan Teori
Kelas Akselerasi
Menurut Semiawan C
(http://jefrrey.blog.friendster.com/2006/09/kelas-akselerasi)
Akselerasi (Acceleration) secara singkat diterjemahkan
Percepatan. Membagi 2 (dua) pengertian Akselerasi yaitu:
Pengertian pertama: Akselerasi sebagai model layanan
pembelajaran dengan cara lompat kelas, misalnya bagi siswa

berbakat yang memiliki kemampuan unggul diberi


kesempatan untuk mengikuti pelajaran pada kelas yang lebih
tinggi.
Pengertian kedua: Akselerasi menunjuk pada peringkasan
program, sehingga dapat dijalankan dalam waktu lebih cepat.
Hal ini dapat dilakukan dengan cara menganalisis materi
pelajaran dengan mencari materi yang esensial dan kurang
esensial.
Kesimpulnnya, kelas akselerasi adalah kelas percepatan.
Maksudnya adalah kelas yang memberikan layanan
pendidikan dengan menyelesaikan belajar dalam waktu lebih
cepat dibanding temannya. Misalnya SD menjadi lima atau
empat tahun, SMP dan SMA menjadi dua tahun.
Menurut informasi yang didapat dari situs resmi SMA Negeri
3 Malang (www.sman3malang.sch.id), Program akselerasi
adalah suatu program yang dimaksudkan untuk percepatan
belajar khusus yang merupakan layanan pendidikan bagi
siswa yang memiliki bakat istimewa dan kecerdasan luar
biasa.
Full day school
Program sekolah sepanjang hari (fullday school) merupakan
program pendidikan yang seluruh aktivitasnya berada di
sekolah sepanjang hari (sejak pagi sampai sore). Dalam
pengertian tersebut, makna sepanjang hari pada hakikatnya
tidak hanya upaya menambah waktu dan memperbanyak
materi pelajaran. Namun, lebih dari itu, fullday school
dimaksudkan untuk meningkatkan pencapaian tujuan
pendidikan dan pembelajaran. (DR. Wahyu Sukartiningsih,
http://www.klubguru.com/)
Semangat
Semangat adalah suatu nafsu (kemauan, gairah) untuk
bekerja, berjuang, dsb. (kamus besar bahasa Indonesia)
Pengaruh
Pengaruh berarti suatu daya yang ada atau timbul dari
sesuatu (orang, benda) yang ikut membentuk watak,
kepercayaan, atau perbuatan seseorang. (kamus besar bahasa
Indonesia)
Belajar
Belajar adalah suatu kegiatan berusaha untuk memperoleh
kepandaian atau ilmu. (kamus besar bahasa Indonesia)

2.2 Teori Lingkungan Hidup yang Mendukung


Menurut Undang Undang No. 23 Tahun 1997, Lingkungan
hidup adalah kesatuan ruang dengan semua benda, daya,
keadaan, dan makhluk hidup, termasuk manusia dan
perilakunya, yang mempengaruhi kelangsungan
perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk
hidup lain.
Berdasarkan pengertian tersebut, dalam karya tulis ini yang
diteliti adalah manusia dan perilakunya, yang mempengaruhi
kelangsungan perikehidupan dan kesejahteraan manusia itu
sendiri.

BAB III
HASIL PENELITIAN
3.1 Hasil Penelitian
Dari wawancara yang telah dilakukan terhadap 20 orang
siswa kelas X Akselerasi, diperoleh data sebagai berikut :
Empat orang menyatakan semangat belajarnya justru
bertambah dengan diadakannya program full day school.
Mereka lebih bersemangat bila belajar di sekolah dibanding
bila belajar di rumah.
Enam orang menyatakan program full day school, tidak
berpengaruh terhadap semangat belajarnya.
Sembilan orang menyatakan semangat belajar mereka
menurun sejak diadakannya program full day school. Mereka
berpendapat, dengan berada terlalu lama di sekolah, mereka
menjadi jenuh, lelah, bosan, dll. Selain itu, menurut pendapat
beberapa orang, waktu beristirahat menjadi berkurang,
sehingga waktu belajar di rumah pun juga berkurang. Ada

juga seorang siswa yang menyatakan dengan sistem full day


school, tidak hanya siswa yang merasa lelah. Guru pengajar
jam-jam terakhir pun juga terlihat kelelahan. Akibatnya,
mereka menjadi tidak terlalu bersemangat untuk mengajar..
Satu orang tidak memberikan komentar.

BAB IV
PEMBAHASAN
4.1 Pembahasan Hasil Penelitian
Setelah dilakukan penelitian berupa wawancara terhadap 20
orang siswa kelas X-Akselerasi, diperoleh beberapa pendapat
yang berbeda-beda. Dari wawancara yang telah dilakukan,
dapat diperoleh informasi bahwa penerapan sistem full day
school berpengaruh terhadap semangat belajar siswa kelas XAkselerasi.
45% dari 20 orang siswa kelas X-Akselerasi, menyatakan
bahwa semangat belajarnya justru menurun setelah program
full day school diterapkan. Hal ini sesuai dengan dugaan awal
penulis.
Alasan para siswa cukup beragam. Mereka berpendapat,
dengan adanya program tersebut, waktu yang mereka miliki
untuk beristirahat dan melakukan aktifitas di luar sekolah
menjadi berkurang. Akibatnya, waktu belajar di runahpun
menjadi berkurang. Selain itu, siswa juga merasa jenuh, lelah,
dsb.
Ada pula seorang siswa yang menyatakan bahwa dengan
adanya program full day tersebut, bapak-ibu guru pengajar
yang mengisi pada jam-jam terakhir (sore hari) terlihat lelah

dan jenuh sama seperti siswanya. Apabila hal tersebut terjadi,


tentunya kegiatan pembelajaran tidak akan berlangsung
secara efektif dan efisien. Apabila hal ini terus berlangsung,
tentu saja kualitas pembelajaran di SMA Negeri 3 Malang
akan menurun dan nama baik sekolah akan tercemar karena
menurunnya kualitas pembelajaran tersebut.
20% siswa menyatakan bahwa semangat belajar mereka
justru bertambah dengan diadakannya program ini. Mereka
lebih senang menghabiskan waktu belajar mereka di sekolah.
3 dari empat orang yang mengemukakan pendapat ini, adalah
siswa yang notabene meraih predikat 5 besar pada ujian akhir
semester 1.
30% siswa menyatakan bahwa program full day school tidak
terlalu berpengaruh dengan semangat belajar mereka. Ada
seorang yang mengatakan bahwa lebih baik kita menjalani
kegiatan di sekolah dengan hati yang senang. Kita tidak perlu
mempermasalahkan kebijakan sekolah tersebut. Selain itu,
ada juga yang mengatakan bahwa apabila kita telah terbiasa
dengan program tersebut, lama-kelamaan kita akan
menjalaninya dengan senang pula. Jadi, menurut pendapat
mereka, yang terpenting adalah keauan belajar yang tinggi.
5% siswa tidak bersedia memberikan komentar terhadap
diadakannya program ini.

BAB V
PENUTUP
5.1 Kesimpulan
Penerapan sistem full day school dapat menurubkan
semangat belajar siswa kelas X-Akselerasi
4.2 Saran
Sebaiknya Kepala sekolah beserta segenap dewan guru
mengadakan evaluasi terhadap kebijakan yang telah
ditetapkan. Apabila hasil evaluasi menunjukkan adanya
dampak negative dari kebijakan yang telah diterapkan, maka
kepala sekolah beserta dewan guru dapat menghentikan
kebijakan penerapan sistem full day school

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
SMA Negeri 3 Malang, merupakan salah satu Sekolah
Menengah Atas yang ada di kota Malang. Sekolah ini
dikepalai oleh Dra. Hj. Rr. Dwi Retno UN, M.Pd. Sekolah ini
terletak di Jl. Sultan Agung Utara no.7 Malang.
Sebelum ada kebijakan baru yang ditetapkan oleh kepala dan
dewan guru SMA Negeri 3 Malang mengenai penerapan
sistem full day school, SMA Negeri 3 Malang menggunakan
sistem biasa. Pada sistem biasa, jam pulang siswa kelas
sepuluh di SMA Negeri 3 Malang pada hari Senin-Selasa
adalah pukul 15.30, hari Rabu-Kamis adalah pukul 13.45,
hari Jumat adalah pukul 11.00, dan hari Sabtu adalah pukul
13.00.
Dengan mulai diterapkannya sistem full day school di SMA
Negeri 3 Malang sejak tanggal 10 Februari 2010, jam pulang
siswa menjadi berubah. Pada hari Senin-Kamis, jam pulang
siswa berubah menjadi pukul 14.55. Pada hari Jumat, jam
pulang siswa tetap pada pukul 11.00. Sedangkan pada hari
Sabtu, jam pulang siswa berubah menjadi pukul 13.25.
Dengan diterapkannya sistem full day school, pada hari
Senin-Kamis dan hari Sabtu, kegiatan belajar mengajar di
SMA Negeri 3 Malang menjadi lebih lama jika dibandingkan
dengan sebelum diterapkannya sistem tersebut. Sebelum
penerapan sistem full day school, jumlah jam pelajaran pada
hari Senin-Selasa adalah delapan jam pelajaran untuk kelas
sepuluh. Pada hari Rabu-Kamis kelas sepuluh memiliki enam
jam pelajaran. Setelah penerapan sistem full day school,
jumlah jam pelajaran berubah menjadi delapan jam
pelajaran setiap harinya pada hari Senin-Kamis. Hal ini tentu
dapat membawa beberapa dampak bagi siswa SMA Negeri 3
Malang.
Oleh karena adanya dampak tersebut, penulis mencoba untuk
mengungkapkan seberapa besar dampak penerapan sistem
full day school di SMA Negeri 3 Malang terhadap semangat
belajar siswa-siswi kelas akselerasi SMA Negeri 3 Malang.
1.2 Rumusan Masalah

Apakah penerapan sistem full day school berpengaruh


terhadap semangat belajar siswa-siswi kelas akselerasi SMA
Negeri 3 Malang?
1.3 Tujuan Penelitian
Mengetahui pengaruh penerapan sistem full day school
terhadap semangat belajar siswa-siswi kelas akselerasi SMA
Negeri 3 Malang.
1.4 Dugaan Penelitian (Hipotesis)
Penerapan sistem full day school membuat jumlah jam
pelajaran pada hari Senin-Kamis bertambah menjadi delapan
jam pelajaran sehingga membuat siswa harus berada di
sekolah dari pagi hingga sore hari. Kondisi seperti ini dapat
menurunkan semangat belajar siswa karena siswa akan
merasa kelelahan, bosan, dan jenuh karena berada terlalu
lama di sekolah.

BAB II
KAJIAN PUSTAKA
2.1 Landasan Teori
Kelas Akselerasi
Menurut Semiawan C
(http://jefrrey.blog.friendster.com/2006/09/kelas-akselerasi)
Akselerasi (Acceleration) secara singkat diterjemahkan

Percepatan. Membagi 2 (dua) pengertian Akselerasi yaitu:


Pengertian pertama: Akselerasi sebagai model layanan
pembelajaran dengan cara lompat kelas, misalnya bagi siswa
berbakat yang memiliki kemampuan unggul diberi
kesempatan untuk mengikuti pelajaran pada kelas yang lebih
tinggi.
Pengertian kedua: Akselerasi menunjuk pada peringkasan
program, sehingga dapat dijalankan dalam waktu lebih cepat.
Hal ini dapat dilakukan dengan cara menganalisis materi
pelajaran dengan mencari materi yang esensial dan kurang
esensial.
Kesimpulnnya, kelas akselerasi adalah kelas percepatan.
Maksudnya adalah kelas yang memberikan layanan
pendidikan dengan menyelesaikan belajar dalam waktu lebih
cepat dibanding temannya. Misalnya SD menjadi lima atau
empat tahun, SMP dan SMA menjadi dua tahun.
Menurut informasi yang didapat dari situs resmi SMA Negeri
3 Malang (www.sman3malang.sch.id), Program akselerasi
adalah suatu program yang dimaksudkan untuk percepatan
belajar khusus yang merupakan layanan pendidikan bagi
siswa yang memiliki bakat istimewa dan kecerdasan luar
biasa.
Full day school
Program sekolah sepanjang hari (fullday school) merupakan
program pendidikan yang seluruh aktivitasnya berada di
sekolah sepanjang hari (sejak pagi sampai sore). Dalam
pengertian tersebut, makna sepanjang hari pada hakikatnya
tidak hanya upaya menambah waktu dan memperbanyak
materi pelajaran. Namun, lebih dari itu, fullday school
dimaksudkan untuk meningkatkan pencapaian tujuan
pendidikan dan pembelajaran. (DR. Wahyu Sukartiningsih,
http://www.klubguru.com/)
Semangat
Semangat adalah suatu nafsu (kemauan, gairah) untuk
bekerja, berjuang, dsb. (kamus besar bahasa Indonesia)
Pengaruh
Pengaruh berarti suatu daya yang ada atau timbul dari
sesuatu (orang, benda) yang ikut membentuk watak,
kepercayaan, atau perbuatan seseorang. (kamus besar bahasa
Indonesia)

Belajar
Belajar adalah suatu kegiatan berusaha untuk memperoleh
kepandaian atau ilmu. (kamus besar bahasa Indonesia)
2.2 Teori Lingkungan Hidup yang Mendukung
Menurut Undang Undang No. 23 Tahun 1997, Lingkungan
hidup adalah kesatuan ruang dengan semua benda, daya,
keadaan, dan makhluk hidup, termasuk manusia dan
perilakunya, yang mempengaruhi kelangsungan
perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk
hidup lain.
Berdasarkan pengertian tersebut, dalam karya tulis ini yang
diteliti adalah manusia dan perilakunya, yang mempengaruhi
kelangsungan perikehidupan dan kesejahteraan manusia itu
sendiri.