Anda di halaman 1dari 15

Case Ruptur

Tendon Ekstensor

Identitas
Nama : Tn. Acep
Umur : 29 tahun
No. RM : 533156

Anamnesa
Keluhan utama
Pasien datang dengan luka terbuka sejak 6
jam SMRS.
Keluhan tambahan
Pasien mengeluhkan nyeri dan tidak dapat
menggerakan jari tengah, jari manis, dan
jari kelingking

Pemeriksaan Fisik
KU : Tampak sakit sedang
Kesadaran : compos mentis
TD : 110/80
HR : 82x/menit
RR : 20x/menit
T : 37,8 C

Primary Survey
A: Clear
B: Clear
C: TD: 110/80 mmhg
N: 82x/menit kuat angkat
D: GCS E4V5M6

Secondary Survey
AMPLE

Tampak vulnus laseratum a/r dorsal


manus

Anatomy

Zones
of Injury

Suture Repair Technique

Zone VI
Adalah area metacarpal dari jari-jari
Luka harus dieksplorasi pada pasien yang
tidak dapat melakukan hiperekstensi sendi
metakarpo-falangeal
walaupun
ekstensi
aktif yang lemah dapat terlihat
Becker repair atau the Kleinert modification
of the Bunnell repair harus memberikan
tahanan yang cukup untuk pembentukan
gap, sehingga memberikan pergerakan
pada metakarpofalangeal atau PIP

Complete EDC laceration may not result


in MP joint extensor lag because of the
tethering effect of the juncturae tendinae
connections
Exploration is helpful to guide treatment,
and a 50% or more laceration may be
repaired with core suture of 3-0
nonabsorbable material

Postoperative Management
Static splinting
involves wrist
extension of 30 to
45 degrees, MP
joint at neutral to
15 degrees of
flexion, and IP
joints free for
active range of
motion

Dynamic splinting involves wrist extension,


dynamic rubber band MP joint extension, and
passive MP joint flexion to the level of repair
tension determined at the time of surgery

Static splinting

Dynamic splinting

http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/article
s/PMC3293224
/
http://
emedicine.medscape.com/article/109111
-overview#a2