Anda di halaman 1dari 2

Menurut VitaHealth (2006), Rabun senja (nightblindness) adalah gangguan

akibat defisiensi nutrisi yang pertama dikenal, dan pada buku pengobatan Mesir Kuno
(Papyrus Ebers -1300 SM) disebutkan obatnya adalah ekstrak hati yang telah dimasak.
Pengobatan Yunani Kuno, yang menjadi cikal bakal pengobatan modern pun mengikuti cara
pengobatan Mesir tersebut. Namun, baru tahun 1913 diketahui bahwa zat penyembuh yang
dikandung ekstrak hati tersebut adalah senyawa retinol, yang selanjutnya lebih dikenal
sebagai vitamin A. Penggunaan nama retinol langsung menghubungkan efeknya dengan
sasaran kerja di retina mata.
Pada tahun 1930, T. Moore mengungkapkan bahwa kemampuan karoten,
pigmen kuning pada wortel, yang juga dapat mencegah rabun senja. Rupanya karoten diubah
oleh tubuh menjadi vitamin A, sehingga disebut sebagai provitamin A. Jadi, untuk menjaga
agar kornea mata agar tetap sehat, asupan vitamin A (yang berperan pada proses sistem
visual) bisa didapatkan dari sumber hewani (retinol) maupun nabati (karoten) (VitaHealth,
2006).
Rabun senja atau buta malam merupakan penyakit yang sudah lama dikenal
sejak jaman Mesir dan Yunani Kuno, rabun senja hanya contoh kecil untuk penyakit mata
yang terjadi karena kekurangan mengkonsumsi vitamin A, contoh penyakit mata lainnya
adalah xeroftalmia yang dapat mengakibatkan kebutaan (Novianti dkk. 2012). Kekurangan
vitamin A dapat terjadi apabila seseorang kurang mengkonsumsi bahan makanan yang
mengandung cukup vitamin A. Adapun sumber-sumber bahan makanan yang kaya akan
vitamin A dapat diperoleh dari daun singkong, bayam, tomat, kangkung, daun katuk, papaya,
wortel, telur, ikan, hati, susu dan sebagainya. Akibat dari kekurangan vitamin A secara terus
menerus adalah : menurunnya daya tahan tubuh sehingga mudah terserang infeksi (misalnya
sakit batuk, diare, dan campak), rabun senja (anak tak dapat melihat sesuatu benda , jika ia
tiba-tiba berjalan dari tempat yang terang ke tempat yang gelap). Rabun senja dapat
mengakibatkan kebutaan (Proverawati, 2010).
Rabun senja (nyctalopia) adalah gangguan penglihatan kala senja atau malam
hari, atau pada keadaan cahaya remang-remang. Rabun senja merupakan penyakit dengan
keluhan tidak dapat melihat dengan baik dalam keadaan gelap (waktu senja). Rabun senja ini
merupakan manifestasi defisiensi vitamin A yang paling awal. Pada rabun senja, mata terlihat
normal hanya saja penglihatan menjadi menurun saat senja tiba atau tidak dapat melihat di
dalam lingkungan yang kurang cahaya. Rabun senja paling banyak dialami oleh anak-anak,

pada anak berusia 1 sampai 3 tahun hal ini bisa terjadi karena tidak lama setelah disapih anak
tersebut diberikan makanan yang tidak mengandung vitamin A (Sommer 1978).
Menurut Djing (2006), rabun senja disebut juga dengan istilah buta ayam, mata
ayam, atau mata malam. Penyakit rabun senja timbul terutama akibat kekurangan vitamin A
atau retinol pada mata dan hati yang merupakan tempat cadangan vitamin A. Upaya untuk
menguranginya bisa dilakukan dengan mengonsumsi lemak karena dapat membantu
melarutkan dan menyerap vitamin A dalam usus.
Menurut Persagi (2009), rabun senja merupakan salah satu gejala klinis tahap
awal defisiensi (kekurangan) vitamin A. Penglihatan mata terlambat mengadaptasi situasi
sinar remang-remang dari terang ke gelap. Gejala ini disebut rabun senja atau buta senja
karena penglihatan buram seperti buta kerika senja/pergantian siang ke malam; dengan kata
lain mata kehilangan daya lihat saat disorot dengan sinar.

Djing, O.G. 2006. Terapi Mata dengan Pijat dan Ramuan. Penebar Plus,
Novianti, T. Wignyanto, Nurika, I. 2012. Optimasi Produksi Spora Penghasil -Karoten dari
Kapang Neurospora sitophila Menggunakan Metode Permukaan Respon. Jurnal
Teknik Pertanian. 5(2sen):64-75.
Persagi. 2009. Kamus Gizi Pelengkap Kesehatan Keluarga. Penerbit Buku Kompas, Jakarta.
Proverawati, A. 2010. BBLR (Berat Badan Lahir Rendah). Nuha Medika, Yogyakarta.
Sommer A. 1978. Field Guide to the Detection and Control of Xerophthalmia. WHO,
Geneva.
VitaHealth. 2006. Seluk Beluk Food Supplement. PT. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.

Anda mungkin juga menyukai