Anda di halaman 1dari 4

Dasar Teori

Setiap makhluk hidup yang ada di bumi ini tidak dapat hidup sendiri
melainkan sangat tergantung pada lingkungannya. Lingkungan disini meliputi
lingkungan fisik atau abiotik (tak hidup) dan lingkungan biotic (lingkungan
hidup). Lingkungan fisik terdiri dari faktor-faktor seperti tanah, temperatur,
cahaya matahari, grafitasi bumi, tekanan udara, dan sebagainya. lingkungan
abiotik ini berpengaruh terhadap aktivitas atau tingkah laku organisme.
Lingkungan biotik terdiri dari semua makhluk hidup tumbuhan dan hewan baik
secara individual maupun secara berkelompok. Organisme dan lingkungan adalah
dua faktor yang tidak bisa dipisahkan satu sama lainnya. Organisme tergantung
atas lingkungannya untuk mendapatkan makanan, tempat tinggal, udara dan
sebagainya. sementara lingkungan mendapatkan materi seperti gas-gas, kotoran,
dan lain-lain dari aktivitas organisme yang mempengaruhi kesuburan lingkungan
tersebut. Hubungan antara organisme dengan lingkungan ini adalah timbal balik
yang terjadi secara alamiah. Interaksi yang saling ketergantungan antara
lingkungan abiotik dengan organisme tersebut tidaklah sederhana melainkan
sangat kompleks sehingga membentuk suatu sistem ekologi yang disebut dengan
ekosistem (Subchan, 2005 : 3).
Berdasarkan atas fungsinya, komponen dalam ekosistem dapat dibagi
menjadi empat komponen, yaitu : substansi abiotik, produsen atau penghasil,
konsumen atau pemakai, dekompuser atau pengurai.
(1) Lingkungan abiotik atau fisik
Faktor abiotik adalah faktor tak hidup yang meliputi semua benda tak
hidup di bumi ini yang berfungsi sebagai pendukung kehidupan makhluk
hidup. Termasuk di dalamnya air, udara, suhu, tanah, kelembapan udara,
dan sebagainya. senyawa-senyawa organik dan anorganik juga termasuk
dalam komponen abiotik. Contoh senyawa organik adalah protein,
karbohidrat, lemak, dan lain-lain. Sedngkan contoh dari senyawa
anorganik adalah C, N, CO2, H2O, dan lain sebagainya. Berikut ini adalah
komponen-komponen yang merupakan bagian dari ekosistem, antara lain :

Senyawa-senyawa anorganik (C, N, CO2, H2O, dan lain


sebagainya)

Senyawa-senyawa organik (protein, karbohidrat, lemak, dan lainlain)

Iklim (suhu, curah hujan, angin, dan sebagainya) (Waluyo, 2006 :


403).
Di dalam ekosistem, kondisi iklim dan medium merupakan
lingkungan fisik yang penting dan berpengaruh terhadap aktivitas
makhluk hidup. Makhluk hidup tentu membutuhkan tempat
(medium) tertentu untuk hidupnya. Media yang digunakan oleh
hewan dan tumbuhan dapat berupa : tanah, air, udara, dan tubuh
organisme).
Iklim adalah rata keadaan atmosfir pada suatu tempat atau yang
melalui suatu daerah. Iklim ditentukan oleh kondisi cuaca harian
seperti temperatur, kelembapan arus dan kecepatan angin, curah
hujan dan saji, durasi sinar matahari, dan sebagainya. faktor dari
iklim yang penting adalah radiasi matahari dan sebagainya. radiasi
ini meliputi radiasi panas, radiasi ultraviolet dan sinar tampak
atausinar yang dapat ditangkap oleh indra kita. Sinbar mataharui
menentukan dalam penguapan air, pemanasan tanah, pergerakan
udara, dan sebagainya (Subchan, 2005 : 3).
Tanah merupakan bagian teratas dari lapisan bumi yang tersusun
atas material-material yang merupakan hasil pelapukan batuan.
Tanah dihuni oleh makhluk dalam macam dan jumlah yang sangat
banyak, baik nabati maupun hewani. Ada yang menjalani
kehidupan baik di dalam maupun di luar tanah, contoh insecta. Ada
yang sebagian tubuhnya ada di dalam tanah dan sebagian tubuhnya
di luar tanah, contohnya tumbuhan yang akarnya hidup di dalam
tanah dan trubus hidup di luar tanah. Keseluruhan komponen
organik tanah baik hidup maupun mati disebut bahan organik
tanah. Komponen organik hidup terdiri atas flora, fauna, dan akar
tumbuhan. Komponen organik mati berupa flora, fauna, dan akar
tumbuhan mati yang terdekomposisi sebagian atau seluruhnya, dan
zat-zat organik baru (sekunder) hasil sintesis yang bersal dari sisa

jaringan tumbuhan dan hewan. Keseluruhan populasi flora dan


fauna hidup tanah disebut sebagai edafon (Notohadiprawiro, 1998 :
24-25).
Air, merupakan komponen pokok dalam menentukan aktivitas
hidup orgfanisme. Proses-proses kimia dan fisiologi dalam tubuh
dapat berlangsung bila tersedia cukup air.
Udara, merupakan substansi yang berbentuk gas yang meyelimuti
permukaan bumi danb membentuk atmosfir bumi. Udara
merupakan campuran dari berbagai gas, sedang jumlah gas-gas
yang sangat melimpah di dalam atmosfir adalah nitrogen dan
oksigen. Berbvagai komponen dalam bentuk tarsuspensi terdapat
di dalam udara seperti : bahan organik, debu, dan mikroorganisme.
Komponen-komponen lain juga terdapat di dalamnya sesuai
dengan daerahnya atau lokasinya. Komposisi udara suatu saat dan
suatu tempat tidaklah konstan. Adapun komponen penyusun udara
yang

sangat

mendasar

selain

oksigen

adalah

air

dan

karbondioksida.
Tubuh Organisme, organisme-organisme tertentu hidup sebagai
parasit di dalam tubuh organisme yang lainnya. Endo parasit
seperti cacing pita, cacing kremi, cacing tambang yang hidup pada
alat pencernaan inangnya. Organisme parasit ini memperoleh
oksigen dan makanan dari lingkungan internal inangnya.
Organisme ini harus mampu bertahan melindungi dirinya terhadap
pengaruh cairan yang terdapat di dalam alat pencernaan inangnya
(Subchan, 2005 : 4-5).
(2) Lingkungan biotik

Produsen
Dalam setiap ekosistem, produsen yang paling utama adalah
tumbuhan hijau, yang meliputi pepohonan, rumput, kaktus, algae,
dan lain-lain yang ini sangat tergantung pada tipe ekosistemnya.
Adanya klorofil atau pigmen lainnya memungkinkan tumbuhan
hijau dapat melakukan fotosintesis menghasilkan bahan organik.

Bahan organik ini digunakan baik secara langsung maupun tidak


langsung oleh organisme lainnya. Oleh karena setiap ekosistem
memiliki tumbuhan hijau yang berklorofil yang mampu melakukan
fotosintesis maka semua tumbuhan hijau disebut sebagai produsen.
Tidak selamanya produsen selalu bewarna hijau, tetapi ada pula
tumbuhan dengan warna yang lebih gelap dari hijau yang disebut
sebagai produsen. Produsen dari suatu ekosistem menggunakan
energi untuk menghasilkan bahan organik dari bahan anorganik.
Bahan organik yang tergabung dalam produsen menjadi sumber
energi dan nutrisi untuk menyokong semua kehidupan organisme
dalam suatu ekosistem.

Konsumen
Organisme yang memakan secara langsung maupun tidak langsung
pada produsen disebut sebagai konsumen. Konsumen adalah
kelompok berbagai jenis organisme yang mempunyai hubungan
sangat kompleks di antara mereka. Organisme yang memakan
secara langsung produsen dinamakan sebagai konsumen primer,
begitu juga organisme yang memakan konsumen primer disebut
konsumen sekunder. Konsumen primer adalah hewan yang
memakan tumbuhan, atau yang biasa disebut sebagai herbivora.
Konsumen tingkat kedua (sekunder) atau yang lebih tinggi adalah
sekelompok hewan yang biasa memakan hewan lain. Kelompok ini
disebut sebagai karnivora, sedangkan kelompok yang memakan
keduanya baik sesama hewan maupun tumbuhan dinamakan
omnivora. Dapat juga hewan yang memakan sesama hewan yang
disebut sebagai predator, sedangkan hewan ynag dimakan baik itu
sebagai herbivoranya sendiri maupun karnivoranya dikatakan
sebagai mangsa.